DENGUE

advertisement
DENGUE
Merupakan persoalan pokok di seluruh dunia
2,5-3 juta manusia berisiko
 Aedes aegypti merupakan vektor primer penyakit
 Kasus yang diimpor umum terjadi
 Penyakit perkotaan tetapi mulai meluas ke pedesaan
 diperkirakan terjadi 50-100 juta kasus demam dengue per
tahun
 500.000 kasus DHF perlu dirawat inap, setiap tahunnya 90%
pada anak2 yang berusia kurang dari 15 tahun
 rata- rata kematian mencapai 5% dari semua kasus DHF
 epidemi memiliki siklus

Pola epidemiologis





Vektor: aedes aegypti, spesies aedes
(stegomya)
Masa inkubasi ekstrinsik berlangsung selama
8-10 hari (pada tubuh nyamuk)
Infeksi virus dengue pada manusia
disebabkan oleh gigitan nyamuk
Masa ikubasi intrinsik sekitar 3-14 hari (
rata-rata 4-7 hari)...pada tbh manusia
Viraemia tampak sebelm awitan gejala dan
berlangsung selama rata2 5 hari setelah
awaitan
Interaksi virus-pejamu
Infeksi dengue tidak jarang menimbulkan kasus ringan pada anak
Infeksi pada orang dewasa sering menimbulkan gejala.
pada beberapa epidemi, rasio kesakitan yang tampak hampir 1.
pada beberapa strain virus menyebabkan kasus yang sangat ringan
baik pada anak maupun dewasa, sering tidak dikenali sebagai kasus
dengue dan menyebar tanpa terlihat di masyarakat
Infeksi primer/sekunder pada orang dewasa mungkin dapat
menimbulkan perdarahan gastro intestinal parah, begitu pula kasus
peningkatan permeabilitas pembuluh darah
Faktor-faktor risiko pada demam berdarah dengue
-
Status imun setiap individu
Strain/ serotipe virus yang menginfeksi
Usia pasien
Latar belakang genetik pasien
Reaksi antibodi terhadap antigen
Manifestasi infeksi dengue
Infeksi virus
dengue
asimptomatik
Demam
biasa
simptomatik
Demam
dengue
Tanpa
perdarahan
Dgn. Perdarahan
Luar biasa
Tanpa syok
Demam
Berdarah dengue
Sindrom syok
Dengue (DSS)
Penampilan klinis

Demam biasa
- dapat terjadi pada bayi, anak2 dan orang dewasa
- terinfeksi virus pertama kali (melalui infeksi
primer dengue)
- mengalami demam biasa yg tidak bisa dibedakan
dengan demam
akibat infeksi virus lain
- dapat disertai ruam makulopapular yang menyertai
demam atau muncul pada fase defervesens
(fase penurunan suhu tubuh)
Demam dengue
- paling sering menyerang anak dan dewasa
- merupakan demam bifase akut
- ditandai dengan sakit kepala, mialgia
(nyeri otot), artralgia (nyeri
sendi), ruam kulit dan leukopenia.
- pada dasarnya tidak berbahaya
- dapat menurunkan fungsi tubuh
- terkadang disertai perdarahan yang
tidak biasa

Demam berdarah dengue
- paling sering menyerang anak dibawah 15 tahun
- juga menyerang oarang dewasa
- ditandai dengan munculnya awitan akut
demam yang tidak disertai gejala spesifik
- terjadi diatesis hemorrhagi dan
kecenderungan menimbulkan syok
- dapat berakibat fatal
- hemostatis tidak normal dan kebocoran
plasma merupakan perubahan patofisiologi utama
- terjadi trombositopeni dan hemokonsentrasi
- biasanya merupakan gejala dari terdapat
nya serangan sekunder pada anak, tetapi
dapat merupakan serangan primer
Temuan laboratorium





Saat permulaaan demam: hitung sel darah putih biasanya
normal
Kemudian terjadi leukopenia sampai periode demam berahkhir
Hitung trombosit dan komponen lain dalam mekanisme
pembekuan darah biasanya normal
Pada beberapa epidemi dapat terjadi trombositopenia
Serum biokimia dan enzim biasanya normal, tetapi mungkin
kadar enzim hati meningkat
Patogenesis dan patofisiologi


Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah mengakibatkan
kebocoran plasma, hipovolemia dan syok. Ciri unik kebocoran
khusus ke rongga peritonium , rongga pleura, periode singkat
24-48 jam
Hemostatis abnormal akibat vaskulopati, trombositopeni,
sehingga terjadi berbagai jenis manifestasi perdarahan
Nyamuk aedes aegypti
Virus dengue, nyamuk aedes aegypti, rash pd. manusia
Perdarahan pada mata
Berbagai bentuk perdarahan pada kulit
Tingkat keparahan DHF
Tingkat I : demam disertai gejala umum non spesifik,
satu2nya manifestasi perdarahan ditunjukkan melalui uji
turniket positip
Tingkat II : selain manifestasi yang dialami pasien tingkat I,
perdarahan spontan juga terjadi biasanya dalam bentuk
perdarahan kulit dan/ perdarahan lain
Tingkat III : kegagalan sirkulasi ditandai dengan denyut nadi
yang lemah dan cepat, penurunan tekanan denyut (20 mm
Hg atau kurang), atau hipotensi, disertai kulit lembab dan
dingin serta gelisah
Tingkat IV : syok yang sangat berat dengan tekanan darah
dan denyut nadi tidak terdeteksi
Surveilans Epidemiologis
Surveilans kasus
I.
II.
Surveilans pasif
Surveilans aktif
Surveilans Vektor
House index (HI)
Container index (CI)
Bretau Index (BI)
Pupal Index (PI)
Distribusi dan bioekologi vektor

Distribusi
Ae aegypti tersebar luas di wilayah tropis dan
subtropis asia Tenggara, sebagian didaerah
perkotaan
Karena kebiasaan penyimpanan air secara tradisional
di Indonesia , Myanmar dan Thailand kepadatan
nyamuk mungkin lebih tinggi di daerah pinggiran
perkotaan d/p daerah perkotaan.

Ketinggian
Ditemukan pada ketinggian berkisar 0-1000 meter
di atas permukaan laut
Ketinggian yang rendah ( kurang dari 500 meter)
memiliki tingkat kepadatan populasi nyamuk
sedang sampai berat.
Di daerah pegunungan (di atas 500 meter)
mempunyai populasi rendah.
Di Asia batas bagi penyebaran 1000-1500 meter
Di bagian lain dunia spesies ini ditemukan pada
wilayah yg jauh lebih tinggi , di Kolumbia sampai
2200 meter
Ekologi

TELUR
- Diletakkan pada tempat basah tepat pada batas permukaan air
Selama satu kali siklus gonotropik nyamuk betina meletakkan
telurnya di beberapa sarang
Perkembangan embrio selesai dalam waktu 48 jam
Setelah masa embrionisasi selesai telur mengalami masa
pengeringan yang lama (lebih dari satu tahun)
Telur menetas pada saat air penampungan penuh
LARVA DAN PUPA
-
-
-
Mengalami 4 tahap perkembangan
Lama perkembangan tergantung pada suhu,
ketersediaan makanan dan kepadatan larva pada
sarang
Waktu yg dibutuhkan mulai dari penetasan
sampai menjadi nyamuk dewasa , sedikitnya 7
hari termasuk 2 hari menjadi pupa.
Pada suhu rendah mungkin dibutuhkan waktu
beberapa minggu
Telur nyamuk
Pupa nyamuk
Larva nyamuk

-
-
-
-
-
-
-
NYAMUK DEWASA
Setelah muncul, nyamuk dewasa akan kawin
Nyamuk betina yang sudah dibuahi akan mengisap darah
selama 24-36 jam
Mempunyai 2 periode aktifitas menggigit pertama di pagi
hari selama beberapa jam setelah matahari terbit dan
sore hari selama beberapa jam sebelum gelap
Dapat menggigit lebih dari satu orang
Biasanya tidak mengigit di malam hari tetapi mengigit malam
pada kamar yang terang
Perilaku istirahat: di tempat gelap, lembab, bersembunyi dalam
rumah/ bangunan, jarang di temukan di luar rumah
Tempat yang disukai furniture, gantungan baju, gorden,
dinding
Jarak terbang: terbatas sampai 100 meter dari lokasi
kemunculan
Pada penelitian pernah ditemukan sampai 400 meter
Lama hidup : hanya 8 hari
Penyebaran virus
-
-
-
-
Vektor dapat terinfeksi apabila mengisap darah
pejamu yang mengandung virus.
Viraemia dalam tubuh pejamu dapat terjadi 1-2
hari sebelum awitan demam dan berlangsung
kurang lebih 5 hari setelah awitan demam
Setelah inkubasi ekstrinsik selama 10-12 hari , virus
berkembang menemmbus usus halus untuk
menginfeksi jaringan lain di dalam tubuh nyamuk,
termasuk kelenjar ludah nyamuk
Nyamuk akan menularkan ke orang lain melalui
suntikan air ludahnya.
Langkah-langkah pencegahan dan
pengendalian
Manajemen lingkungan
- modifikasi lingkungan
- manipulasi lingkungan
Perlindungan diri
- pakaian pelindung
- tikar, obat nyamuk bakar, aerosol
- penolak serangga
- insektisida untuk kelambu dan korden
Pengendalian biologis
- ikan, bakteri
Pengendalian kimiawi
- pemberian larvasida kimiawi
Pengasapan wilayah
PARTISIPASI MASYARAKAT
Download