BULU - STPP Magelang

advertisement
BULU
Normal : aspek mengkilat, tidak patah atau tidak botak, arah
nya teratur, diusap tidak rontok
Tidak normal : suram, kering, kasar, gampang lepas
Bulu yang berdiri sementara waktu, disebabkan kontraksi
musculi arrectores pili, merupakan reaksi saraf penyebabnya:
keadaan emosional (terkejut, marah, takut, hewan gemetar
kedinginan)
Kerontokan Bulu :
(1) Fisiologis : unggas (moulting)
(2) Keadaan bunting
(3) Penyakit-penyakit kulit : eczema, scabiea, ringworm
(4) Gangguan nutrisi
(5) Penyakit umum yang mengenai kulit: defisiensi yodium
(6) Penyakit ektoparasit
(7) Penyakit jamur
Kegundulan tidak disertai kerusakan kulit, Alopecia :
(1) Keturunan
(2) Akibat penyakit umum
(3) Gangguan makanan
(4) Umur tua
(5) Keracunan Hg
(6) Kekurangan mineral (Cu, Mo)
• Pertumbuhan rambut berlebihan,
hyperthrichosis / trichauxix
(1) Bawaan (congenital)
(2) Kulit yang selalu kena rangsang (ada pera
dangan)
• Perubahan pigmentasi pada bulu, canitis
(1) fisiologis, ubanan (canitis) pada umur tua
(2) Terjadi ubanan pada hewan muda, canitis
praesenilis, penyebab belum diketahui
Fungsi :
 Menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam
tubuh
 Membantu proses pengaturan suhu tubuh
(pengeluaran keringat dan penguapan)
 Alat ekskresi (pengeluaran racun lewat
keringat)
 Pelindung pengaruh fisis dan kimiawi dari luar
 Tempat pembentukan vitamin D
*
KULIT
TURGOR KULIT
Turgor kulit jelek :
(1)Penyakit kulit kronis (eczeme, scabies)
(2)Penyakit kronis (defisiensi zat
makanan, TBC, nephritis kronis, dll.)
(3)Dehydratasi (diarhe, muntah-muntah,
perdarahan yang hebat)
(4)Polyuria (diabetes insipidus)
PERMUKAAN KULIT
Eruptio
(Efflorescentia)
Warna Kulit
Bau Kulit
Eruptio
Eruptio primer :
(1) Macula : bercak-bercak merah
(2) Papula : bintil (sebesar butir beras) pada
permukaan kulit
(3) Nodula : papula yang lebih besar (bintil yang
lebih besar dari papula)
(4) Tuberculum : bintil yang lebih besar dari nodula
(5) Vesicula : lepuh-lepuh berisi cairan jernih
(6) Bulla
: vesicula yang besar
(7) Pustula : lepuh-lepuh berisi nanah
(8) Haematoma : lepuh-lepuh berisi darah
(9) Urticaria : bentol-bentol yang gatal
(10) Eczema : peradangan pada kulit (dapat merupakan
gabungan tersebut di atas)
Eruptio sekunder :
(1) Excoratio : lepasnya lapisan curium kulit (biasanya
karena vesicula yang pecah)
(2) Squama : epidermis kulit mengalami pertandukan
Normal
: pada kulit hewan jumlah sedikit
Berlebihan : keracunan yodium kronis
(3) Ulcus / tukak / borok: luka pada permukaan berbentuk
kawah
(4) Crusta
: luka yang mengering (keropeng)
(5) Rima cutis / rhegade : retak-retak pada kulit
(6) cicatrix
: luka berbentuk parut-parut
Pruritus cutaneum : kegatalan pada kulit
- akibat ; ektoparasit, penyakit dalam (gangguan
pencernaan, ginjal, hati), penyakit susunan
syaraf pusat (Aujeszky)
Fluctuasi : rasa yang dialami di atas ruangan sub cutis
berisi cairan ( di atas abces, hematoma )
pseudo flutuatio : rasa fluktuati pada urat daging yang
ber relaxatio, bila ditekan

Oedema Panas :
disebabkan radang oleh kuman (abces, antraks
atau infeksi kuman Clostridium sp.)
Gejala; panas, merah, terasa sakit

Oedema Dingin / Oedema Obstructive)
penyebab :
- darah/lymhpe yang mengalir tidak betul (penyakit
jantung, hepar kronis, tekanan di vena karena
tumor
- akibat miskin sel darah dan protein darah (cachexia,
anemia, nephritis hebat, defisiensi vitamin A
Berdasarkan Perluasa Oedema
Oedema Lokal : oedema hanya setempat, penyebab
terletak disitu juga
Oedema Umum/hydrops Anasarca : akibat gangguan
sirkulasi umum
EMPHYSEMA SUBCUTANEUM
• Penimbunan udara atau gas di sub cutan
• Gejala Klinis : kebengkakan lunak sekali dan
lemas, bila dipalpasi seperti meremas sehelai
kertas
(1) Emphysema exogen/emphysema aspirato
ris ; gas yang berasal dari kerusakan kulit
atau organ yang mengandung gas (paruparu, usus)
(2) Emphysema endogen/emphysema septis;
gas dihasilkan oleh bakteri-bakteri pembuat
gas yang ada disitu (Clostridium spp.)
WARNA KULIT

Albinismus (bule) : keadaan tidak berpigmen
sama sekali, sejak lahir (conginetal)

Vitiligo : kehilangan pigmen setempat permanen
(bulu di atas tidak berwarna pula), akibat
penyakit kulit dan alopecia

Pigmentasi berlebihan (kulit berwarna hitam),
akibat; penyakit kulit kronis (eczema kronis,
penyakit glandula thyroiden)
Anemis / Kepucatan, karena anemia, leukimia
- Kepucatan Umum, akibat; gangguan kerja jan
tung, pingsan, perdarahan luar dan atau
dalam
- Kepucatan lokal, akibat ; tekanan pembuluh
darah yang ada disitu, kontraksi arteri ber
sangkutan
 Haemorhagis (perdarahan)
(1) Robeknya pembuluh darah
(2) Bertambahnya permeabilitas dinding-dinding
pembuluh darah
(3) Keracunan yang mengikat Hb darah


Cyanosis / Kebiruan, akibat;
(1) Kekurangan oksigen (dyspnoe)
(2) Pneumonia
(3) Asphyxia (nadi masih ada, hewan sudah tidak
bernafas)

Icterus; banyaknay empedu dalam darah, ditimbun
pada jaringan-jaringan
(1) Icterus mekanis (Icterus
obstructive/Icterus re
sorbtive)
- penyumbatan saluran empedu oleh parasit atau
tumor
Icterus mekanis (Icterus obstructive/Icte
rus absorbtive) :
- penyumbatan saluran empedu oleh parasit atau
tumor
- radang usus kataral/ enteritis catarhalis (saluran
empedu tertutup oleh radang usus)
- fesica velea pecah
(2) Icterus hemolitis (zat empedu berlimpah akibat
robek atau rusaknya eritrosit) :
- toksin kuman penyebab hemolisis intravasculer
(leptospirosis, haemoglobinuria pada sapi)
- kerusakan eritrosit oleh protozoa atau virus
(piroplasmosis, anaplasmosis, babesiosis)
(1)
- keracunan Cu kronis
(3) Icterus toxis (adanya zat- zat toksis yang meru
sak sel-sel hati :
- kerusakan sel hati, sehingga fungsi ekskresi ter
ganggu dan hemobilirubin tetap beredar dalam
darah
- akibat sel-sel hati membengkak, terjadi ganggu
an aliran dalam buluh empedu
Biasa ditemui pada;
- toksin yang berasal dari perjalanan suatu radang
- toksin berasal dari luar tubuh (Leptospirosis, ke
racunan Cu kronis)

Pseudoicterus / Icterus palsu, warna kuning
karena minum obat







Bau rangsang : karena bau obat melekat di tubuh
Bau busuk
: adanya pembusukan jaringan (mi
sal jaringan tulang)
Bau tengik
: pada seborrhoe atau sekresi glan
gladula sebaceosa yang berlebihan)
Bau seperti kencing tikus : terdapat pada favus
Bau aceton
: ditemukan pada diabetes lanjut,
pada acetonemia
Bau amonia
: pada uremia
Bau amat busuk : ditemukan pada Ascariasis hebat
Tergantung pada suhu tubuh dan dilatasi
kapiler-kapiler darah setempat
 Suhu kulit tinggi
(1) Hewan sehabis bergerak
(2) Hewan sehabis berjemur
(3) Keadaan demam tinggi
(4) Hewan yang kedinginan
 Suhu kulit tinggi secara lokal, karena
ada radang
 Suhu kulit menurun
(1) Terjadi emciatio
(2) Banyak kehilangan darah
(3) Menjelang mati
 Suhu kulit rendah secara lokal
(1) Darah terhalang mengalir ke kulit
(ischaemia)
(2) Terdapat jaringan mati bersifat lokal
(3) Arteri yang ke kulit tersumbat karena
trombose, emboli
(4) Terjadi kekejangan pada arteri tersebut
SELAPUT-SELAPUT LENDIR
Selaput lendir luar; conjunctiva,
hidung, mulut, vulva atau penis, rectum,
cloaca
Penggunaan alat;
Pemeriksaan rectum : proctoscope
Vagina : vaginoskop
Pharyngs, trachea, gastrium, vesica
urinaria: endoscopia
*
WARNA
PERUBAHAN PERMUKAAN
EKSKRESI /SEKRESI
 Kepucatan
 Hyperemia
 Cyanosis dan Icterus
 Ulcus
 Vesicula
 Papula
 Pustula
 Dll
 Ekskresi : cairan yang keluar dari selaput
lendir
 Sekretum : cairan yang dikeluarka dari
(kelenjar ludah, glandula lacrimaris,
glandula circum analis)
 Eksudat : cairan yang keluar dari selaput
lendir meradang (sereous/seperti se
rum, purulent/bernanah, hemorrrha
gis/ terdapat banyak eritrosit)
 Transudat : serum darah yang merembes
keluar dari pembuluh darah akibat
pembendungan
 Haemorrhagia : perdarahan (keluar da
rah atau eritrosit dari pembuluh darah)
 Makanan cair : gumpalan makanan yang
berasal dari hidung, mulut (akibat mun
tah)
 Kotoran (feces)
Download