buku ajar ilmu kealaman dasar - lp3ik umsida

advertisement
BUKU AJAR
ILMU KEALAMAN DASAR
Dr. Ir. Sutarman, M.P.
Septi Budi Sartika, M.Pd.
Ria Wulandari, M.Pd.
Fitria Eka Wulandari, S.Si., M.Pd.
UMSIDA PRESS
Jl. Mojopahit 666 B Sidoarjo
ISBN: 9789793401362
ii
BUKU AJAR
ILMU KEALAMAN DASAR
TIM PENULIS
Dr. Ir. Sutarman, M.P.
Septi Budi Sartika, M.Pd.
Ria Wulandari, M.Pd.
Fitria Eka Wulandari, S.Si., M.Pd.
Sidoarjo, 2016
Diterbitkan atas Program Bantuan Penulisan dan Penerbitan Buku Ajar dan
Modul Praktikum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Tahun 2015/2016
iii
BUKU AJAR
ILMU KEALAMAN DASAR
TIM PENULIS
Dr. Ir. Sutarman, M.P.
Septi Budi Sartika, M.Pd.
Ria Wulandari, M.Pd.
Fitria Eka Wulandari, S.Si., M.Pd.
Diterbitkan oleh
UMSIDA PRESS
Jl. Mojopahit 666 B Sidoarjo
ISBN: 978-979-3401-36-2
Copyright©2016.
Sutarman, Septi Budi Sartika, Ria Wulandari & Fitria Eka Wulandari.
All rights reserved.
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atar Rahmat dan karunia Nya Buku Ajar
Ilmu Kealaman Dasar (IKD) dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa halangan yang berarti. Tidak
lupa junjungan shalawat dan salam selalu kami haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dr. Hidayatulloh, M.Si., Rektor UMSIDA yang memberikan kesempatan luas kepada
penulis dapat berkarya dan menyumbangkan pikiran sehingga buku ajar ini
terselesaikan.
2. Dekan Fakultas yang menaungi Ilmu-ilmu Eksak UMSIDA, M. Abror, SP., MM, Dekan
Fakultas Pertanian, Dr. Nur Efendi, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Izza Anshory, ST., MT, Dekan Fakultas Teknik, dan Sri Mukhodim Faridah
Hanum, S.ST., MM., M.Kes. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah memberikan
kesempatan penulis untuk berkarya dalam buku ajar ini.
3. Rekan-rekan dosen pengampu Mata Kuliah Ilmu Kealaman Dasar UMSIDA yang telah
berbagi pengalaman dalam mengampu mata kuliah tersebut.
Saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk mewujudkan buku ajar Ilmu Kealaman dasar
yang lebih baik dan tentunya sesuai dengan amanat peraturan yang berlaku. Terimakasih.
Penulis
v
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Hakikat dan Lingkup Kajian IKD
1.2 Kompetensi Dasar dan Metode Pengajaran
1.3 Organisasi Materi Pembelajaran
1.4 Peran dan Manfaat IKD
BAB II ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA
2.1 Manusia dan Karakteristiknya
2.2 Perkembangan Alam Pikir Manusia
BAB III PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN IPA
3.1 Metode Ilmiah sebagai Dasar IPA
3.2 Ruang Lingkup IPA dan Perkembangannya
BAB IV BUMI DAN ALAM SEMESTA
4.1 Pembentukan Alam Semesta dan Tata Surya
4.2 Bumi sebagai Planet
4.3 Struktur Bumi
4.4 Pembentukan Bumi dan Samudera
BAB V KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA
5.1 Biosfer dan Makhluk Hidup
5.2 Asal Mula Kehidupan Manusia
5.3 Keanekaragaman Makhluk Hidup
5.4 Persebaran dan Sejarah Perkembangan Makhluk Hidup
BAB VI MAKHLUK HIDUP DAN EKOSISTEM ALAMI
6.1 Populasi dan Komunitas Makhluk Hidup
6.2 Berbagai Bentuk Ekosistem Alami
6.3 Aliran Energi dan Materi Ekosistem Alami
6.4 Macam-macam Bentuk Pola Kehidupan
BAB VII SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
7.1 Klasifikasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
7.2 Konsep-konsep Pengelolaan Sumber Daya Alam
7.3 Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup
7.4 Prinsip dan Usaha Pelestraian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
BAB VIII IPA DAN TEKNOLOGI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
8.1 IPA Sebagai Dasar Pengembangan Teknologi
8.2 Sejarah Peradaban Manusia dan Perkembangan Teknologi
8.3 Manfaat dan Dampak IPA dan Teknologi terhadap Kehidupan Sosial
8.4 IPA dan Teknologi Masa Depan
BAB IX BEBERAPA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENTING
9.1 Bioteknologi
9.2 Bioetika
9.3 Teknologi Informasi
9.4 Teknologi Kearifan Lokal
BAB X ISU LINGKUNGAN
10.1 Isu Lingkungan Global
10.2 Isu Lingkungan Nasional dan Lokal
10.3 Etika dan Konversi Lingkungan
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PENULIS
vi
v
vi
1
1
3
5
6
10
10
13
16
16
20
24
24
31
33
35
37
37
38
39
45
49
49
50
53
57
59
59
60
61
63
66
66
67
69
75
77
77
80
93
95
98
98
109
120
129
134
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Hakekat dan Lingkup IKD
Alam lingkungan hidup membutuhkan perhatian, upaya pemeliharaan, dan perlindungan
dari masyarakat di manapun baik di negara maju maupun di negara berkembang dan negara
tergolong miskin, Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat di tiap negara
haruslah menjamin kelestarian alam lingkungan.
Pembangunan bukanlah kegiatan berjangka
tertentu saja atau sepanjang daya dukung lingkungannya tetapi harus berkelestarian.
Pembangunan harus selaras dengan penjaminan kelestarian daya dukung lingkungan di manapun di
muka bumi ini secara proporsional. Namun demikian bukan berarti negara yang tidak memiliki
hutan, negara yang wilayah daratannya didominasi oleh gurun/ padang tandus, dan sebagain
negara-negara di belahan bmi utara misalnya tidak peduli dengan permasalahan negara yang
memiliki hutan dalam menjaga kelestariannya sebagai fungsi “paru-paru” dunia. Semua negara di
muka bumi idealnya berkewajiban mendukung dan membantu negara-negara yang memiliki hutan
dalam membantu mewujudkan penjaminan pelestarian daya dukung lingkungan bagi kehiduan
manusia, meskipun hingga saat ini pembangunan berkelanjutan cenderung ditujukan kepada
negara-negara berkembang di belahan bumi selatan (Agusta, 2009). Faktanya sebagian besar
kondisi lingkungan hidup di negara-negara di belahan bumi selatan dalam kondisi terancam
mengalami krisis kemampuan mendukung kehidupan manusia secara optimal. Di lain pihak kita
juga lihat fakta bahwa beberapa negara yang beranjak menjadi negara industri seperti China dan
India akan mengikuti jejak Amerika Serikat dan negara industri maju lainnya di belahan bumi utara
sebagai negara penghasil gas penyebab pemanasan global yang tinggi.
Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan tropis terluas kedua sesudah Brazil dan
tentunya menjadi harapan bagi penduduk dunia sebagai “paru-paru” dunia, mengingat
kapasitasnya yang tinggi dalam mendaur karbondioksida menjadi gas oksigen yang diperlukan
manusia. Di lain pihak tidak mudah merehabilitasi hutan yang rusak dan memelihara kelestarian
hutan di Indonesia. Hal ini sangat berkaitan dengan tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat
bangsa Indonesia yang secara rata-rata belum seperti yang diharapkan; indikatornya adalah sampai
saat ini relatif laju rehabilitasi hutan belum mampu melampaui laju kerusakan hutan dan berbagai
bencana alam akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan masih marak ditemukan.
Pengetahun dasar tentang alam lingkungan hidup sangat diperlukan bagi semua penduduk
di Indonesia. Di masa depan tentunya generasi muda dan remaja sekarang akan memegang
1
tampuk kekuasaan dan akan sangat menentukan arah pembangunan bangsa. Untuk itu informasi
dan konsep dasar tentang alam dan pemanfaatannya perlu disebar-luaskan kepada generasi muda
termasuk mahasiswa. Mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
dasar pemahaman tentang alam lingkungan hidup bagi mahasiwa.
Mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar (IKD) yang merupakan bagian dari kelompok Mata Kuliah
Dasar Umum (MKDU) dapat dideskripsikan sebagai berikut: Mata kuliah ini bertujuan untuk
memberi pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengetahuan ilmu alam dasar dan alam
lingkungannya, perilaku umum alam, serta peran manusia dalam interaksi dengan lingkungannya,
sehingga memberi bekal dasar bagi mahasiswa sebagai calon sarjana/profesional di bidangnya
untuk mensikapi fenomena dan perubahan lingkungan sehingga memiliki kemampuan ikut serta
dalam upaya pemecahan masalah lingkungan hidup secara bijaksana.
Capaian pembelajaran yang diharapkan atau standard kompetensi mata kuliah IKD ini
adalah: Mahasiswa sebagai calon ilmuwan dan/atau profesional berkemampuan/memiliki cara
berfikir kritis, kreatif, sistematis, ilmiah, dan berwawasan luas; memiliki kepedulian terhadap
pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup; serta mempunyai wawasan tentang
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sehingga dapat ikut berperan dalam upaya
pemecahan masalah lingkungan hidup secara bijaksana.
Dalam kehidupannya mahasiswa tidak lepas keterkaitannya dengan tempat hidup bukan
hanya pada radius aktivitas perkuliahan tetapi juga dalam lingkup area yang lebih luas. Mahasiswa
sebagai individu harus ambil bagian dalam suatu sistem pengelolaan kawasan mulai dari area
tempat tinggal, melaksanakan aktivitas harian, area produksi pertanian di sekitarnya bahkan hingga
akawasan hutan yang dari padanya kita tergantung dalam memperoleh pasokan air baik untuk
keperluan minum, pengairan lahan pertanian serta berbagai kebutuhan lainnya. Munandar (2008)
menyampaikan bahwa dalam konsep
Manajemen
Hutan
Terpadu diperlukan adanya
pembelajaran sosial (social learning) secara berkesinambungan bagi para ilmuwan, perencana,
manajer dan pengguna bidang kehutanan untuk memecahkan masalah yang berkitan dengan
hutan
dan
manusia.
Pembelajaran sosial yang meliputi: (i)
manajemen
adaptif
yaitu
pembelajaran secara sadar dan uji coba kebijakan, (ii) manajemen konflik yang dilakukan melalui
proses keputusan politik yang dilakukan pada kelompok-kelompok terkait. Dengan demikian
mahasiswa sejak di kampus hingga di dunia kerja dimanapun akan senantiasa menjadi bagian dalam
sistem pengelolaan hutan dan kawasan yang disangganya baik langsung maupun tidak langsung.
Ilmu Kealaman Dasar (IKD) bertujuan meningkatkan kualitas mahasiswa melalui
pemahaman dan respons dalam sikap hidup terkait alam dan komponennya serta interaksi di
2
dalamnya, sehingga mampu secara bijak menempatkan dirinya sebagai bagian dari upaya umat
manusia dalam menjaga kelestarian daya dukung lingkungan hidup secara bijaksana.
1.2 Kompetensi Dasar dan Metode Pembelajaran
Mata kuliah IKD menuntut kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa sebagai
pembelajar terhadap tiap-tiap pokok bahasannya seperti terlihat pada Tabel 1.1. Keseluruhan
kompetensi dasar dari masing-masing pokok pembasahan yang dicapai mahasiswa diharapkan akan
membentuk Standard Kompetensi mata kuliah ini yang harus dikuasai oleh mahasiswa setelah
menyelesaikan mata kuliah IKD.
Tabel 1.1 Kompetensi Dasar Pokok Bahasan IKD
No
Kompetensi Dasar
1
Mahasiswa memahami lingkup
dan peran Ilmu Kealaman
Dasar.
2
3
4
5
Mahasiswa memahami
karakteristik alam pikir manusia
dan perkembangannya.
Mahasiswa mampu memahami
metode ilmiah sebagai dasar
IPA dan mengetahui
perkembangan IPA.
Pokok dan Sub Pokok Bahasan
Pendahuluan
a.
b.
c.
d.
Hakekat dan lingkup kajian Ilmu Kealaman Dasar
Kompetensi Dasar dan Metode Pembelajaran
Organisasi Materi Pembelajaran
Peran IKD sebagai Mata Kuliah Berkehidupan
Bermasyarakat
Alam Pikir Manusia dan Perkembangannya
a. Karakteristik Manusia
b. Perkembangan Alam Pikir Manusia
Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA)
a. Metode Ilmiah sebagai dasar IPA
b. Perkembangan IPA
c. Ruang Lingkup IPA dan Perkembangannya
Mahasiswa mengetahui
hipotetis pembentukan alam
semesta serta pembentukan
dan struktur bumi sebagai
planet.
Bumi dan Alam Semesta
Mahasiswa memahami
keanekaragaman makhluk
hidup dan penyebarannya.
Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
Pembentukan Alam Semesta dan Tata Surya
Bumi sebagai Planet
Struktur Bumi
Pembentukan Bumi dan Samudra
Biosfer dan Makhluk Hidup
Asal Mula Kehidupan Manusia
Keanekaragaman Makhluk Hidup
Persebaran dan Sejarah Perkembangan Makhluk
Hidup
3
6
Mahasiswa mampu
membedakan hierarki mahkluk
hidup dan membedakan
bentuk-bentuk ekosistem serta
pola kehidupan secara umum
Makhluk Hidup dan Ekosistem Alami
a.
b.
c.
d.
Populasi dan Komunitas Makhluk Hidup
Berbagai Bentuk Ekosistem Alami
Aliran Energi dan Materi dalam Ekosistem Alami
Macam-macam Bentuk Pola Kehidupan
Lanjutan Tabel 1. Kompetensi Dasar Pokok Bahasan IKD
7
8
9
10
Mahasiswa mengetahui
klasifikasi SDA, memahami
konsep dasar pengelolaan
SDA, memahami masalah
kependudukan dan LH serta
prinsip dan usaha
pelestariannya.
Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Mahasiswa mengetahui
keterkaitan IPA, teknologi
dan kehidupan manusia
serta perkembangnnya,
dampak sosialnya, juga IPA
dan teknologi masa depan.
IPA dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia
Mahasiswa mengetahui
beberapa teknologi penting
seperti bioteknologi, teknologi
informasi, dan teknologi
kearifan lokal.
Mahasiswa mengetahui
berbagai isu penting
lingkungan dan mampu
menyikapi berbagai isu
lingkungan secara
proporsional dan bijak.
a.
b.
c.
d.
Klasifikasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
Konsep-konsep Pengelolaaan Sumberdaya Alam
Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup
Prinsip dan Usaha Pelestarian Sumberdaya Alama dan
Lingkungan Hidup
a. IPA sebagai Dasar Pengembangan Teknologi
b. Sejarah Peradaban Manusia dan Perkembangan
Teknologi
c. Manfaat dan Dampak IPA dan Teknologi Terhadap
Kehidupan Sosial
d. IPA dan Teknologi Masa Depan
Beberapa Perkembangan Teknologi Penting
a.
b.
c.
d.
Bioteknologi
Teknologi Informasi
Teknologi Kearifan Lokal
Bioetika
Isu Lingkungan
a. Isu Lingkungan Global
b. Isu Lingkungan Lokal dan Nasional
c. Etika Isu Lingkungan
Untuk tiap pertemuan perkuliahan menggunakan berbagai variasi metode pembelajaran,
yaitu meliputi: (i) tatap muka dalam bentuk ceramah dan diskusi dengan media power point, (ii)
Studi lapang (studi kasus) yang dilakukan dengan cara observasi/ pengamatan obyek pembelajaran
(di lapangan) secara mandiri dan/atau dengan arahan dosen penanggung-jawab, (iii) penugasan
berupa kajian referensi yang bersumber dari web site dan jurnal dalam bentuk penyusunan makalah
4
baik yang bersifat individu maupun kelompok yang dipresentasikan dan didiskusikan di dalam kelas,
(iv) diskusi ilmiah dengan tema terkait yang relevan, mendasar, dan up to date, dan (v) cara lain
yang mendorong krativitas mahasiswa dengan berorientasi pada metode Student Centered Learning
(Peraturan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi RI No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi).
1.3 Organisasi Materi Pembelajaran
Penyajian materi dalam satu semester disusun tahapannya seperti penggambaran
organisasi materi yang ditunjukkan pada Gambar 1.1
Pemahaman dan Orientasi Sikap Pada Isu Lingkungan
Melalui STUDI KASUS
Kajian
Kajian
Kajian
Isu Lingkungan
Isu Lingkungan
Isu Lingkungan
Teknologi Penting
IPA &
Teknologi
MH &
Ekosistem
Alami
Manusia:
Alam Pikir &
Keanekaragaman MH
&
IPA dan
Perkembangannya
SDA &
Lingkungan
Bumi dan
Alam
Hakikat dan lingkup kajian
Gambar 1.1 Organisasi materi pembelajaran mata kuliah IKD
5
1.4 Peran dan Manfaat IKD
Mata kuliah IKD berperan di dalam menyiapkan dasar pemahaman mahasiswa yang bukan
dari kelompok ilmu-ilmu eksakta (ilmu alam) terhadap dirinya sebagai manusia dan lingkungan
hidupnya baik pada skala kecil hingga skala global. Dengan memahami posisi diri mahasiswa
sebagai calon intelektual di bidangnya, maka diharapkan mahasiswa dapat memberikan peran
dalam menjaga kelestarian lingkungan tempat hidupnya.
Mata kuliah IKD diharapkan bermanfaat bagi mahasiswa dalam rangka mencapai
kesarjanaanya yang memiliki kompetensi yang ditunjukkan oleh kemampuannya dalam merespons
dinamika perubahan lingkungan yang akan mempengaruhi aktivitas, keprofesian, dan upaya
mengembangkan peran dirinya di dalam masyarakat.
Mahasiswa juga harus memahami aktivitas dan tempat hidupnya sangat tergantung dan
ditopang oleh ekosistem yang melingkupnya. Sementara itu ekosistem itu sendiri memliki batasbatas daya dukungnya bagi kegidupan makhluk hidup di dalamnya. Saat ini sudah mulai
dikembangkan pendekatan untuk mengkaji batas-batas yang menjamin keberlanjutan suatu
ekosistem yaitu ecological foot print (tapak ekologi) yaitu suatu besaran yang mengukur permintaan
penduduk atas alam dalam satuan metrik yaitu are global biokapasitas (Rusli dkk., 2010b). Menurut
Global Footprint Network (GFN) ecological foot print merupakan suatu alat manajemen sumberdaya
yang dapat mengukur seberapa banyak tanah dan air yang dibutuhkan oleh populasi manusia untuk
menghasilkan sumberdaya yang dikonsumsinya serta untuk menyerap limbah sehubungan dengan
penggunaan teknologi. Pada tahun 2002 Indonesia mengalami defisit ekologi sebesar 0,01 Gha
/orang (Global hektar = area bioproduktif; tiap global hektar mewakili sejumlah area bioproduktif
yang sama) yang kemudian berkembang menjadi 0,05 Gha /orang pada tahun 2003; kondisi ini
masih lebih baik dibandingkan nilai defisit ekologi di beberapa negeri seperti Malaysia 1,5 Gha
/orang, Jerman 2,8 Gha /orang, Ingris 4,0 Gha/orang, dan Amerika Serikat 4,8 Gha/orang (GFN,
2006 dalam Rusli dkk., 2010b). Kecenderungan defisit ekologi Indonesia yang semakin meningkat
dari tahun ke tahun meruapaka tantangan bagi mahasiswa sebagai generasi calon pemimpin bangsa
untuk ikut ambil bagian dalam upaya bersama menekan laju peningkatan defisit ekologi tersebut.
Hasil perhitngan tapak ekologi lahan pertanian Pulau Jawa, sebagai pulau besar dengan penduduk
terpadat di Indonesia, menunjukkan bahwa tapak ekologi Pulau Jawa bernilai 0,2339 Gha/orang
(Rusli dkk., 2006a)
Perubahan dan kerusakan lingkungan yang terjadi dewasa ini lebih dikarenakan oleh
ulah perilaku manusia status sosial ekonominya. Pembangunan merupakan suatu proses
perubahan untuk meningkatkan taraf hidup manusia tidak terlepas dari aktivitas pemanfaatan
6
sumberdaya alam. Dalam aktivitas ini sering dilakukan perubahan-perubahan pada ekosistem dan
sumber daya alam yang tentunya akan memberikan pengaruh pada lingkungan hidup. Pada kasus
reklamasi pantai tampak muncul berbagai persoalan sebagai akibat dari keinginan sekelompok
orang (investor) yang kurang memperhatikan secara seksama hasil kajian dampak yang
ditimbulkannya dan peraturan perundangan yang berlaku. Memperhatikan berbagai dampak
pembangunan terhadap lingkungan, Pemerintah telah menetapkan kebijakan pengelolaan
sumber daya alam dan lingkungan hidup secara tepat untuk mendorong perilaku masyarakat
untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, sehingga berbagai permasalahan
yang timbul baik yang berdampak pada alam maupun manusia disekitarnya dapat diminimalisirdan
diantisipasi (Rellua, 2013).
Sebagai negara yang besar Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan
luas daratan dan lautan teritorial ± 7,7 juta km2 yang terdiri dari 15.508 pulau dan 81.000 km lebih
garis pantai (Suprijanto, 1996). Indonesia memiliki banyak kota besar di daerah pantai yang
memiliki kecenderungan dilakukannya reklamasi pantai. Berkaitan dengan pemberdayaan
masyarakat pesisir dan laut, yang lebih penting dari sejumlah prasyarat di atas adalah adanya
pemahaman secara eksternal terutama internal mengenai pranata-pranata tradisional dalam
pengelolaan sumberdaya alam yang dipraktekkan masyarakat setempat. Pranata ini penting
dicermati khususnya yang berkaitan dengan organisasi dan peraturan pemilikan dan pemanfaatan
sumberdaya yang ada, mengingat bahwa permasalahan utama pembangunan dalam rangka
meningkatkan taraf kesejahteraan warga desa, bukanlah bermuara pada persoalan ketersediaan
sarana fisik, teknis, dan uang, tetapi juga masalah kemampuan dalam manajemen sumberdaya
(Razali, 2004).
Di lain pihak ekosistem laut sama dengan ekosistem lainnya memiliki daya homeostatis
yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan dan merupakan ekosisitem perairan yang
memiliki daya dukung (carrying capacity) untuk memurnikan diri (self purification) dari segala
gangguan yang masuk ke dalam badan-badan perairan tersebut. Namun demikian saat ini fakta
menunjukkan bahwa perairan pesisir merupakan penampungan (storage system) akhir segala jenis
limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (Dahuri, 2001). Laut menerima bahan-bahan yang
terbawa oleh air dari daerah pertanian, limbah rumah tangga, sampah dan bahan buangan dari
kapal, tumpahan minyak lepas pantai dan masih banyak lagi bahan yang terbuang ke laut
(Darmono, 2001). Jika beban yang diterima oleh perairan telah melampaui daya dukungnya maka
kualitas air akan turun. Lingkungan perairan tidak sesuai lagidengan batas baku mutu yang
ditetapkan, perairan tersebut telah tercemar baik secara fisik, kimia maupun mikrobilogi. Hal ini di
7
samping sangat berpengaruh terhadap komunitas yang ada di dalamnya, juga sangat berpengaruh
terhadap masyarakat yang memanfaatkan perairan pantai. Indonesia sebagai negara kepulauan
terbesar di dunia rawan mengalami gangguan di sepanjang garis pantainya. Menurut Elyazar dkk.
(2007) Indonesia juga merupakan negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia dimana
mempunyai wilayah pantai sepanjang 54.716 kilometer dari 13.667 pulau yang sebagian besar
banyak ditumbuhi hutan mangrove. Luas hutan mangrove di Indonesia sekitar 4.251.011,03
hektar dengan penyebaran: 15,46 persen di Sumatera, 2,35 persen di Sulawesi, 2,35 persen di
Maluku, 9,02 persen di Kalimantan, 1,03 persen di Jawa, 0,18 Bali dan Nusa Tenggara, dan
69,43 persen di Irian Jaya (FAO/UNDP, 1990 dalam Hainim, 1996).
Berbagai alternatif pengelolaan dapat dilakukan terhadap hutan mangrove yang ada.
Masyarakat lokal misalnya, mereka mengkonversi dan memanfaatkan lahan mangrove sesuai
dengan kebutuhan hidup, kemampuan mereka dan pandangan mereka atau persepsi tentang hutan
mangrove. Dengan
berbagai
bentuk
pemanfaatan
yang
ada, menyebabkan
terjadinya
perbedaan dalam perolehan pendapatan dari usaha mengelola hutan mangrove tersebut
(Rusdianti dan Sunito, 2012).
Sumberdaya pesisir dan kelautan merupakan potensi penting dalam pembangunan di
masa depan. Luas wilayah laut Indonesia adalah 62% dari luas wilayah nasional, belum termasuk
zona ekonomi eksklusif seluas 2,7 juta kilometer persegi. Laut Indonesia yang begitu luas dengan
sumber daya yang
melimphah bila dimanfaatkan untuk
pembangunan dengan tepat
diprediksikan pembangunan di Indonesia akan maju dengan pesat. Berbagai kekayaan
keanekaragaman hayati, dan jasa-jasa lingkungan yang diberikan, sumberdaya pesisir dan
lautan mempunyai nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi dan dapat dipergunakan dalam
pembangunan. Pemanfaatan sumberdaya perairan di Indonesia dalam pembangunan pada
dasarnya untuk perbaikan kehidupan umat manusia menuju arah yang lebih baik, terutama
kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Pembangunan dalam sektor kelautan selain memberikan
manfaat besar, juga memberikan pengaruh negatif terhadap sumberdaya dan lingkungan,
misalnya kerusakan terumbu karang, sedimentasi, penurunan kualitas perairan, abrasi pantai,
illegal fishing (Baransano dan Mangimbulude, 2011).
Berbagai gambaran tentang alam lingkungan hidup manusia khususnya di Indonesia
tersebut merupakan prospek sekaligus tantangan bagi mahasiswa sebaagai generasi penerus
bangsa untuk mampu mengambil posisi yang tepat dalam memberikan peran bagi menjaga
kelestarian daya dukung alam tempat hidupnya. Dengan demikian mata kuliah Ilmu Kelaman Dasar
atau Ilmu Alamiah Dasar ini kiranya dapat memberikan bekal dasar bagi mahasiswa bidang ilmu8
ilmu sosial untuk dapat menentukan titik temu keilmuan yang ditekuninya dengan tantangan
kekinian dan masa depan yang terkait dengan eksistensi alam lingkungan hidupnya.
EVALUASI
1.
Berikan penjelasan tentang hakikat Ilmu Kealaman Dasar!
2.
Apa peran dan manfaat Ilmu Kealaman Dasar?
3.
Mengapa mahasiswa non-eksak wajib mempelajari Ilmu Kealaman Dasar?
4.
Apakah pentingnya seorang sosiolog, arkeolog, ekonom, seniman, budayawan mempelajari
gejala alam? Berikan penjelasan masing-masing!
5.
Indonesia merupakan negara kepulauan, negara yang kaya akan sumber daya alam, dan
sekaligus negara dengan jumlah perairan yang luas. Berikan pemikiran Anda dan kaitkan
dengan peran dan manfaat mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar!
9
BAB II
ALAM PIKIR MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA
2.1 Manusia dan Karakteristiknya
Manusia adalah makhluk hidup yang rata-rata terdiri dari 1012 sel penyusun tubuh berasal
dari satu sel telur berukuran 200 m yang sudah dibuahi oleh 1 sel sperma (Gambar 2.1). Saat lahir
bayi perempuan memiliki sekitar dua juta telur di dalam indung telur dan ketika perempuan masuk
masa pubertas, sebagian besar sel telur yang tersisa juga berguguran dan pada akhirnya wanita
hanya memiliki sekitar 400 sel telur yang akan melewati proses ovulasi; jumlah tersebut terus
menyusut seiring dengan pertambahan usia hingga akhirnya hilang pada masa menopause;
sementara itu pria bisa menghasilkan sperma sepanjang hidupnya (Tempo, 2014).
Gambar 2.1 Sel Telur Manusia yang Dibuahi Sel Sperma sebagai Cikal Bakal Manusia
Sumber: https://m.tempo.co/read/news/2014/06/04/095582316/kematian-dini-sel-telur
Manusia adalah makhluk yang unik dan ada manusia yang tingkah lakunya dipandang
berada di luar batas perikemanusiaan, tetapi ada manusia lain yang justru di pandang suci karena
telah mencapai tingkat insan kamil. Ridwan (2014) mendeskripsikan manusia sebagai berikut: (i)
bahwa istilah manusia yang ada di dalam al-Quran itu memiliki bermacam-macam makna,
sebagaimana kata manusia sendiri ada tiga istilah penyebutan dalam al-Quran yaitu, al-Insan,
al-Basyar, dan an-Naas; (ii) manusia diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini adalah
sebagai khalifah-Nya, artinya bahwa manusia diberi wewenang sepenuhnya dalam mengatur
alam semesta agar tercipta kemakmuraan di muka bumi ini; (iii) bahwa tujuan diciptakannya
manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT agar dalam menjalani kehidupannya
manusia senantiasa bahagia baik di dunia maupun di akhirat.
10
Menurut Afrizal (2014), dalam Islam manusia adalah makhluk yang sangat kompleks, yang
membawa misi hidup di dunia, yaitu misi menyembah Tuhan dan memakmurkan dunia serta
memiliki struktur psikis yang secara a umum sama dengan hewan, hanya saja ia memiliki kelebihan
yaitu berupa kalbu dengan komponennya sebagai berkut:
(i) Akal, merupakan daya yang terdapat dalam diri manusia yang dapat menahan atau
mengikat (mengendalikan) pemiliknya dari perbuatan buruk dan jahat, serta untuk
membedakan antara yang baik dan buruk;
(ii) Indra, substansi roh lainnya selain akal yang terdiri dari bagian-bagiannya yaitu melihat,
mendengar, mengecap, meraba, mencium, dan merasa;
(iii) Tenaga, yaitu daya yang menjadikan manusia mampu bergerak atau melakukan aktivitas;.
(iv) Naluri (gharizah) juga bagian dari substansi roh, yang dimiliki oleh manusia dan juga
hewan, namun tidak dimiliki oleh tumbuhan. Pada naluri/insting inilah letak syahwat
kemaluan dan syahwat perut manusia, karena ia tidak berada di daya pikir ataupun daya
rasa;
(v) Fitrah yaitu substansi
roh
yang merupakan ‘program’ bawaan roh manusia yang
menjadikannya selalu merasa bahwa ia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan
Yang Mahakuasa. Allah menyematkannya di dalam roh sebelum ditiupkan ke dalam
rahim ibunya. Allah berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa
mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: “Benar
(Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi” (QS. al-A`raf: 172);
(vi) Firasat yaitu substansi roh yang Allah pancarkan ke dalam mata hati orang beriman; orang
yang kuat firasatnya mudah mengenal kualitas baik-buruk orang lain berkat nur Allah yang
dipancarkan ke dalam hatinya;
(vii) Iradah yaitu substansi
roh
yang yang ingin diraih oleh jiwa manusia seperti ingin
terhormat, berwibawa, ingin banyak amal saleh, ingin banyak harta, atau banyak
keturunan. Keinginan-keinginan ini tidak ada kaitannya dengan fisik, melainkan berkaitan
dengan psikis.
Manusia dalam kehidupannya banyak ditentukan oleh alam yang melingkunginya itu.
Alam telah memaksa manusia untuk menentukan suatu sikap. Maka tentu saja sedikit banyak
alam telah ikut berperan di dalam proses kelahiran seni
dan rasa keindahan bagi manusia;
manusia, dengan kemamuannya, menanggapi alam secara aktif sedemikian sehingga dapat
memunculkan gejala kejiwaan tertentu misalnya kecenderungan untuk mengamati, memiliki,
11
berfantasi, bermain-main, menonjolkan diri, bermasyarakat, membangun, berketuhanan, bebas,
berhubungan seks (Aesijah, 2000); termasuk gejala kejiwaan yang desktruktif terhadap alam.
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
(i)
Memiliki organ tubuh yang kompleks dan memiliki organ yang spesial yang membedakanya
dengan makhkuk hidup yang lain yaitu pada organ otak;
(ii) Melangsungkan metabolism dalam tiap sel tubuhnya;
(iii) Memiliki respons terhadap tiap rangsangan dari lingkungannya;
(iv) Tumbuh, secara fisik dimulai dari bayi hingga dewasa yang menujukkan penambahan volume
tubuhnya;
(v) Berkembang biak atau dapat menghasilkan keturunan untuk kelangsungan keturunannya;
(vi) Bergerak;
(vii) Berinteraksi dengan lingkungannya.
Selain ciri-ciri disebutkan di atas, manusia juga memiliki karakter yang unik, yaitu:
(i)
Memiliki Akal budi
(ii) Memilki rasa ingin tahu (kuriositas); karakter ini yang membuat manusia melahirkan ilmu
pengetahuan;
(iii) Alam pikiran yang senantiasa berkembang; suatu karekter yang berhubungan erat juga dengan
akal budi dan rasa ingi tahu.
Manusia sebagai makhluk memiliki kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya, yaitu:
(i)
Makhluk yang berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan
perilakunya terhadap lingkungannya;
(ii) Makhluk
pembuat alat bantu bagi kegiatan hidupnya karena sadar akan keterbatasan
inderanya;
(iii) Makhluk yang dapat berbicara/berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan;
(iv) Makhluk yang hidup bermasyarakat (Homo Sosius) dan berbudaya (Homo Humanis);
(v) Makhluk yang dapat mengadakan usaha (Homo Economicus);
(vi) Makhluk yang mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).
Sebagai makhluk hidup manusia juga memiliki naluri seperti yang dimiliki oleh hewan.
Namun, manusia memiliki kelebihan, yaitu “kemampuan berpikir”. Manusia memiliki rasa ingin
tahu yang berkembang atau dengan kata lain, manusia mempunyai kemampuan berpikir. Ia
bertanya terus setelah tahu tentang “apa”-nya, mereka juga ingin tahu “bagaimana” dan
“mengapa” begitu. Manusia mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk
dikombinasikan dengan pengetahuannya yang baru, menjadi pengetahuannya yang lebih baru. Hal
12
demikian itu berlangsung berabad-abad lamanya, sehingga terjadi suatu akumulasi pengetahuan.
Sebagai ilustrasi, kita bayangkan saja manusia purba zaman dulu yang hidup di gua-gua atau di atas
pohon. Namun karena kemampuannya berpikir tidak semata-mata didorong oleh sekedar
kelestarian hidupnya tetapi juga untuk membuat hidupnya lebih menyenangkan, maka mereka
mampu membuat rumah di atas tiang-tiang kayu yang kokoh dan bahkan sekarang manusia mampu
membuat istana atau gedung-gedung pencakar langit. Bandingkan dengan burung yang dengan
caranya membuat sarang dan perilaku makan yang relatif tidak mengalami perubahan sepanjang
masa. Demikianlah juga dengan harimau yang hidup dalam gua-gua atau monyet yang membuat
sarang di atas pohon tidak mengalami perubahan sepanjang zaman.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan
perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhankebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari seperti membuat panah atau lembing yang lebih
efektif untuk berburu dan bercocok tanam, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai
kepada hal-hal yang menyangkut keindahan.
Dengan senantiasa berkembangnya pengetahuan manusia dari waktu ke waktu, tampak
nyata bahwa manusia berbeda sama sekali dengan hewan. Manusia memiliki derajat akal dan rasa
ingin tahu (curiousty) yang derajatnya jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan hewan atau
makhluk lainnya. Perkembangan rasa ingin tahu pada manusia dimulai dengan timbulnnya
pertanyaan dari sesuatu yang dilihat dan diamatinya. Adanya kemampuan berpikir pada manusia
menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu manusia terhadap alam semesta ini. Jawaban
tehadap berbagai banyak pertanyaan manusia terhadap peristiwa dan gejala yang terjadi di alam
semesta ini akhirnya menjadi ilmu pengetahuan.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan suatu ciri khas
manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda di sekelilingnya, alam
sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya sendiri. Manusia dengan rasa ingin tahunya yang
besar, selalu berusaha mencari keterangan tentang fenomena alam yang teramati yang pada
ahirnya akan melahirkan ilmu pengetauan alam (IPA).
2.2 Perkembangan Alam Pikir Manusia
Manusia sebagai makhluk yang berpikir dibekali rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang
mendorong untuk mengenal, memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam. Manusia mampu
menggunakan pengetahuannya yang dahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuannya yang
baru, menjadi pengetahuan yang lebih baru.
13
Pengetahuan ini akhirnya tidak hanya terdapat pada objek yang diamati dengan panca
indera saja, tetapi juga di luar keinderaan. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan
atas dasar pengamatan maupun pengalaman saja untuk memuaskan alam pikirannya. Berbagai
pengetahuan baru yang bermunculan dan merupakan gabungan dari pengalaman dan kepercayaan
seorang disebt mitos. Adapun pengetahuan yang merupakan cerita itu disebut legenda. Mitos ini
timbul karena keterbatasan alat indera manusia seperti: (i) mata yang tidak mampu melihat
pergerakan benda yang sangat cepat atau tidak mampu melihat jasad yang ukurannya kurang dari
500 milimikron; (ii) alat pendengar manusia hanya mampu menangkap getaran yang mempunyai
ferkuensi 30 sampai 30.000 getaran perdetik, sehingga frekuensi di luar kisaran itu tidak dapat
didengar; (iii) bau dan rasa di luar rasa manis, asam, asin dan pahit yang tidak dapat dideteksi indera
pembau dan perasa; (iv) rangsangan baik berbentuk suhu, kelembaban, teksutur pada tingkat
tertentu yang tidak terdeteksi oleh alat perasa. Karena keterbatasan inderanya tersebut, maka
pada batas-batas tertentu manusia mampercayai mitos dalam rangka upaya manusia untuk
memenuhi hasrat ingin tahu.
Interaksinya dengan alam dan tuntutan pemenuhan rasa ingin tahun manusia
mempengaruhi perkembangan kejiwaan dan perkembangan kebudayaan manusia.
Seperti
disampaikan Landow dan Everett (2014) bahwa filsuf Perancis Auguste Comte (1798-1857), “Bapak
Sosiologi” yang terkenal dengan Filsafat Positif-nya, membagi tahapan perkembangan kebudayaan
manusia menjadi:
(i)
Tahap teologi; manusia menciptakan mitos untuk memahami gejala alam yang terjadi pada
sekitarnya. Mitos adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan pemikiran
sederhana serta dikaitkan dengan kepercayaan akan danya kekuatan gaib. Dalam alam mitos
ini, penalaran belum terbentuk, dan yang bekerja adalah daya khayal, imajinasi dan intuisi;
(ii) Tahap metafisik; pada tahap ini manusia telah mengubah peradabannya dengan maendasarka
pengetahuannya pada keyakinan akan maha pencipta atau wahyu yang diberikan oleh sang
pencipta;
(iii) Tahap positif; tahap ini manusia memahami hukum-hukum ilmiah atau mulai menggunakan
penalaran dalam proses berpikir yang memiliki ciri-ciri logis dan analistis untuk
memperoleh/menemukan pengetahuan yang benar atau kegiatan berfikir.
Di lain pihak hingga saat ini terdapat berbagai cara untuk memperoleh kesimpulan atau
pengetahuan yang tidak berdasarkan penalaran, di antaranya ialah: pengambilan kesimpulan
berdasarkan perasaan atau intuisi, wahyu, dan tindakan trial dan error (tindakan coba-coba atau
untung-untungan). Pola pikir berdasarkan mitos ternyata juga mengajak manusia, di manapun di
14
muka bumi ini, untuk berkembang melalui tahap-tahap peradabannya dari menemukan sesuatu
yang asing menuju ke sesuatu yang dikenal; cara berpikir demikian sebagian masih bertahan sampai
sekarang.
Perkembangan alam pikir manusia dapat dilihat pada wujud perkembangan budayanya.
Ribuan tahun sebelum masehi manusia sudah mengenal pemanfaatan batu bagi berbagai keperluan
hidup seperti menciptakan alat berburu dan menciptakan api dari gesekan batu. Kebudayaan
manusia terus berkembang dari jaman batu menjadi jaman di mana manusia mengenal logam bagi
berbagai keperluan hidupnya yang ditunjukkan dengan berbagai alat terbuat dari logam seperti
tombak atau lembing, alat masak, dan berbagai bentuk lainnya. Pada abad sebelum masehi
manusia sudah mengenal alat transportasi baik yang menggunakan hewan maupun yang bersifat
mekanik; bahkan sudah juga dikenal pelayaran dan teknologi terkaitnya.
abad 15-16
Revolusi industri pada
telah banyak mengubah peradaban manusia termasuk pelayaran dalam rangka
menemukan daerah baru dan usaha untuk menguasai sumberdaya alam.
Pada jaman modern saja perkembangan pemikiran manusia selama 2-3 dasawarsa telah
mengubah peradaban manusia sangat signifikan. Pada tahun 1980-an dalam komunikasi jarak jauh
(tanpa bertatap muka) manusia mengandalkan sarana telpon kabel, tetapi pada tahun 2010-an,
komunikasi lebih banyak dilakukan lewat hand phone yang dimediasi oleh jaringan selular/satelit.
EVALUASI
1.
Sebutkan dan jelaskan kelebihan manusia dibanding makhluk lainnya!
2.
Apa perbedaan rasa ingin tahu manusia dengan rasa ingin tahu binatang?
3.
Perkembangan pikir manusia berkembang dari munculnya rasa ingin tahu meningkat menuju
ke permasalahan yang lebih kompleks, yang ditunjukkan dengan pertanyaan dengan kata tanya
5W (what, who, where, when, why) dan 1H (how). Buatlah daftar pertanyaan dengan
menggunakan kata tanya 5W dan 1H tentang fakta salah satu fenomena alam!
4.
Manusia memperoleh pengetahuan kadangkala tanpa melalui penalaran (pseudoscience),
sebutkan cara-cara manusia dalam memperoleh pengetahuan tersebut dan berikan
contohnya!
5.
Setiap daerah yang ada di Indonesia mempunyai mitos yang sampai saat ini masih dipercaya.
Berikan contoh mitos yang ada di daerah Anda, apakah masuk akal? Jelaskan fakta yang
sesungguhnya!
15
BAB III
PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Manusia mengenal alam sejak lahir bahkan mulai saat di dalam kandungan janin sudah
berinteraksi dengan lingkungan di luar tubuh ibu yang mengandungnya.
Manusia mendapat
rangsangan dari alam serta sekaligus berkomunikasi dan berintekaksi melalui panca inderanya.
Pengalaman yang diperoleh manusia dari semua interaksi dan komunikasi dengan alam itu
kemudian akan melahirkan pengetahuan yaitu kumpulan fakta-fakta obyektif (the bundle of facts).
Kumpulan fakta-fakta obyektif yang diperoleh mansuia tersebut akan bertambah terus dari
waktu ke waktu karena dorongan rasa ingin tahu dan pemenuhan kebutuhan manusia. Selanjutnya
kumpulan fakta-fakta obyekif yang dimilki manusia baik sebagai individu maupun kelompok
tersebut yang melahirkan ilmu pengetahuan; dalam hal ini karena fakta-fakta obyektif tersebut
adalah segala bentuk rangsangan, informasi, interaksi yang berkaitan dengan alam-lingkungan
tempat hidup manusia, maka ilmu pengetahuan tersebut disebut sebagai Ilmu Pengetahuan Alam.
Namun demikian untuk memenuhi rasa ingin tahu dan kebutuhan akan suatu acuan berpikir,
seringkali manusia melahirkan pengetahuan yang tidak berdasarkan fakta yang mampu diinderai
oleh manusia dan alat bantu yang diciptakannya yaitu mitos.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang alam yang
tentunya tidak termasuk segala hal yang berkaitan dengan pengetahuan sosial atau peri kehidupan
manusia.
IPA yang kita kenal sekarang dengan kompleksitas dan percabangan ilmu yang demikian
banyak, dimulai dari kesederhanaan yang merupakan tuntutan kebutuhan hidup dan merupakan
wujud dari perkembangan alam pikir manusia.
3.1 Metode Ilmiah Sebagai Dasar IPA
Ilmu Pengetahuan Alam tumbuh dan berkembang dari buah olahan alam pikir manusia
yang mendasarkan pada fakta-fakat yang bisa dirasakan dan diterima oleh indera manusia baik
langsung maupun tidak langsung melalui alat bantu
baik berupa peralatan fisik (misalnya
mikroskop dan alat laboratorium lainnya) maupun non fisik misalnya berupa pedoman/kriteria atau
gambaran imajinatif yang disusun berdasarkan pengamatan fisik.
Fakta-fakta yang bukan obyektif atau yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya berdasarkan
tingkat pemahaman dan/atau tingkat kemampuan pembuktian oleh manusia, maka bukanlah suatu
ilmu pengetahuan. Dengan kata lain bahwa suatu temuan atau pengetahuan yang tidak bisa
16
dibuktikan kebenarannya adalah bukan ilmu pengetahuan. Misalnya pemahaman tentang adanya
“makhluk halus” (makhluk astral) mungkin saat ini dianggap tahayul dan bukan ilmu pengetahuan
karena tidak bisa dibuktikan keberadaanya secara fisik oleh manusia dan/atau dengan
menggunakan alat bantu yang ada saat ini.
Akan tetapi bisa saja dengan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang mampu memvisualisasi gelombang elektromagnetik tertentu yang
ternyata bersesuaian dengan gelombang elektromagnetik yang “diekspresikan” oleh eksistensi
“makhluk halus” tersebut, maka saat itu pengetahuan tentang makhluk halus tersebut sudah
bersifat ilmiah. Hal ini serupa dengan pemahaman tentang gelombang elektromagnetik yang
dipancarkan oleh handphone yang kemudian bisa di-audiovisualisasi-kan sehingga dengan jarak
jauh tanpa tatap muka tapi mansuia bisa berkomunikasi.
Ilmu yang diciptakan sebagai produk olah akal manusia tidaklah muncul seketika atau
dalam waktu pendek tapi melalui proses yang panjang. Pada perkembangan selanjutnya ilmu itu
disusun dengan menggunakan sistematika dan metode tertentu dalam mensitntesanya.
Ilmu dapat didefinisikan sebagai: “pengetahuan tentang suatu bidang yangg disusun secara
bersistem menurut metode tertentu, yangg dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di
bidang (pengetahuan) itu”. Ilmu pengetahuan atau atau kepandaian
senantiasa berkembang
sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia. Ilmu diperoleh, tumbuh, dan berkembang
melalui proses yang disebut sebagai proses ilmiah yaitu melalui metode ilmiah (scientific method).
Metode Ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisis. Proses ilmiah yaitu suatu proses yang diguakan dalam rangka memperoleh
dan/atau menumbuh-kembangkan ilmu; proses ilmiah (Gambar 3.1) yang berlangsung akan
menghasilkan luaran yang akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan yang kemudian dapat
digunakan dalam rangka untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada.
17
Perumusan Masalah
Gambar 3.1 Proses dalam Metode Ilmiah
Ilmiah adalah proses pencapaian pengetahuan yang diperoleh melaui suatu metode
sistematis (metode ilmiah) yang melibatkan penggunaan fakta-fakta yang dapat diinderai oleh
manusia dan/atau alat bantu dan dapat diterima oleh akal sehat; dengan demikian pengetahuan
dikatakan ilmiah jika memiliki ciri-ciri keilmuan yaitu:
(i)
Rasional: masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia;
(ii) Empiris: dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera mereka;
(iii) Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah logis. Proses yang dilakukan dalam
penelitian ilmiah berawal dari penemuan masalah, merujuk teori, mengemukakan hipotesis,
mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.
Adapun karakteristik umum metode Ilmiah:
(i)
Kritis dan Analitis: Mendorong suatu kepastian dan proses penyelidikaan untuk megidentifikasi
masalah dan solusinya.
(ii) Logis: Merujuk pada metode dari argumentasi ilmiah dan kesimpulan rasional dari bukti- bukti
yang ada.
(iii) Objektif: Bahwa yang diperoleh ilmu lain akan sama apabila studi yang sama dilakukan pada
kondisi yang sama.
(iv) Konseptual dan teoritis: Menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.
(v) Empiris: Bersandar pada realitas.
(vi) Sistematis: Prosedur yang cermat dan aturan baku
18
Metode ilmiah selalu dipakai dalam penelitian dan selalu akan meliputi pelaksanaan
tahapan atau langkah
(i)
Observasi (Masalah):yaitu kegiatan menggali informasi dari berbagai sumber empiris dan
teoritis; bahkan pada penelitian kuantitatif untuk membangun informasi yang dibutuhkan
maka seringkali dilakukan penenelitian pendahuluan (pra-riset);
(ii) Melakukan perumusan masalah yang ditunjukkan dalam bentuk pertanyaan;
(iii) Menyusun hipotesis atau dugaan (“kesimpulan”) sementara atas upaya pemecahan masalah
dalam penelitian yang akan dlaksanakan;
(iv) Mengimplementasikan metode penelitian untuk menguji hipotesis;
(v) Melaksanakan pengumpulan data dan melakukanaAnalisis atas data yang diperoleh atau
dikumpulkan dengan menggunakan alat-alat/uji Statistik yang relevan;
(vi) Menarik kesimpulan hasil penelitian yang akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.
Dalam proses pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar, dosen pengampu dapat melakukan
pendekatan ilmiah dalam rangka pencapaian standard kompetensi mata kuliah IKD. Tahap dalam
pendekatan saintifik bisa digunakan seperti yang disampaikan Wijayanti (2014) yaitu:
(i)
Mengamati (observasi), metode yang mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran
(meaningfull learning) dengan kompetensi yang diharapkan adalah melatih kesungguhan,
ketelitian, dan mencari informasi;
(ii) Menanya atau membuka kesempatan secara luas kepada mahasiswa untuk bertanya mengenai
apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat;
(iii) Mengumpulkan Informasi, merupakan tindak lanjut dari bertanya. Kegiatan ini dilakukan
dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara;
(iv) Mengasosiasikan/mengolah informasi, merupakan kegiatan memproses informasi yang sudah
dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi;
(v) Menarik kesimpulan setelah menemukan keterkaitan antar informasi dan menemukan
berbagai pola dari keterkaitan tersebut;
(vi) Mengkomunikasikan apa yang telah dipelajari melalui menuliskan atau menceritakan apa yang
ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola.
Metode ilmiah harusnya menjadi prinsip bagi mahasiswa dan seluruh insan ilmiah dalam
memecahkan masalah dalam kehidupan manusia dan alam lingkungan hidupnya. Untuk itu sangat
ideal jika sikap ilmiah menjadi bagian dari sikap hidup sarjana dan para professional di bidangnya.
Adapun sikap ilmiah yang harus ditumbuhkembangkan adalah:
19
(i)
Kuriositas atau rasa ingin tahu yang tinggi;
(ii) Tidak menerima kebenaran tanpa bukti;
(iii) Jujur, yaitu menerima dan/atau mengungkap fakta apa adanya tanpa disispi kepentingan yang
tidak proporsional;
(iv) Terbuka yaitu sikap bisa menerima pendapat berbeda dan tidak menutup diri dari informasi
dari pihak yang berbeda pandangan;
(v) Toleran yaitu memiliki sikap tenggang rasa dan tidak angkuh;
(vi) Skeptis yaitu bersikap hati-hati dan ragu dalam mencari kebenaran;
(vii) Optimis yaitu selalu berpengharapan baik;
(viii) Pemberani yaitu sikap berani melawan ketidakbenaran atau kekuatan yang akan
mempengaruhi penyimpangan proses yang menggunakan metode ilmiah;
(ix) Kreatif yaitu sikap yang senantiasa berupaya mengembangkan sesuatu atau mencari terobosan
atau jalan keluar dalam mengatasi masalah dan atau modifikasi metode pelaksanaan penelitian
tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip metode ilmiah.
Perilaku ilmiah biasanya sangat ramah terhadap lingkungan, karena sebelum melakukan
aktivitas yang terkait interaksinya dengan alam, maka akan dikaji dulu secara ilmiah/rasional
dampak kegiatan dimaksud. Ada baiknya meneladani perilaku suku Baduy yang dirumuskan dari
hasil penelitian Permana dkk. (2011) tentang pengetahuan dan pandangan tradisional masyarakat
Baduy (masyarakat yang dekat dengan alamnya) yang diturunkan dari generasi ke generasi, yaitu:
(i) masyarakat Baduy yang selalu melakukan tebang-bakar hutan untuk membuat ladang (huma),
tidak terjadi bencana kebakaran hutan atau tanah longsor di wilayah Baduy; (2) di wilayah Baduy
banyak permukiman penduduk berdekatan dengan sungai, tidak terjadi bencana banjir; (3)
walaupun rumah dan bangunan masyarakat Baduy terbuat dari bahan yang mudah terbakar (kayu,
bambu, rumbia, dan ijuk), jarang terjadi bencana kebakaran hebat; dan (4) wilayah Baduy yang
termasuk dalam daerah rawan gempa Jawa bagian Barat, tidak terjadi kerusakan bangunan akibat
bencana gempa. Kearifan lokal dalam mitigasi bencana yang dimiliki masyarakat Baduy sejatinya
didasari oleh pikukuh (ketentuan adat) yang menjadi petunjuk dan arahan dalam berpikir dan
bertindak. Pikukuh merupakan dasar dari pengetahuan tradisional yang arif dan bijaksana, termasuk
juga dalam mencegah bencana.
3.2 Ruang Lingkup IPA dan Perkembangannya
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yaitu induk ilmu pengetahuan yang mengkaji semua hal yang
berhubungan dengan alam meliputi:
(i)
Manusia sebagai komponen dari alam yang juga merupakan subyek sekaligus obyek kajian;
20
(ii) Alam-lingkungan yang bersifat hidup (lingkungan biotik) atau disebut juga organisme (makhluk
hidup) yang terdiri dari: dunia tumbuhan dan dunia hewan; pada perkembangan berikutnya
dikenal juga
mikroroganisme atau jasad renik yang hanya dapat dilihat dengan alat bantu
berupa lensa pembesar (mikroskop). Secara keseluruhan kajian tentang lingkup yang bersifat
biotik ini disebut Biologi. Ilmu Biologi terbagi menjadi berbagai cabang ilmu seperti: botani
(ilmu tumbuhan), zoologi (ilmu hewan), mikrobiologi (ilmu tentang jasad renik). Botani terbagi
menjadi berbagai anak cabang ilmu tergantung jenis tumbuhan yang dikaji. Zoologi dibagi
menjadi berbagai anak cabang ilmu tergantung jenis hewannya. Begitu juga mikrobiologi
terbagi menjadi: bakteriologi (tentang bakteri), mikologi (tentang jamur/fungi), virology
(tentang virus).
(iii) Alam lingkungan yang bersifat tidak hidup (lingkungan abiotik) yang merupakan lingkungan
tempat hidup dan beraktivitasnya manusia.
Dari lingkup ini melahirkan: ilmu astronomi
(perbintangan), geologi, geodesi, dan masing-masing berkembang menjadi berbagai cabang
ilmu.
Ilmu pengetahuan berkembang setelah adanya pengamatan, pengalaman, dan pemirikan
manusia yang sangat terbatas. Sejalan dengan waktu ilmu pengetahuan meningkat baik dalam
bidang kajian maupun kedalaman dan kompleksitasnya. Pada mulanya semua catatan-catatan
yang merupakan kumpulan pengetahuan disusun tanpa ada penggolongan bidang ilmu.
Pada
perkembangan berikutnya, sejalan dengan meningkatnya kompleksitas pengetahuan, maka para
penulis dan/atau “ilmuwan” mengumpulkan catatan-catan/kutipan kutipan yang berguna tersebut
dalam kelompok-kelompok besar ilmu alam yaitu: anatomi (ilmu pengetahuan tentang urai tubuh),
botani (ilmu pengetahuan tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), astronomi (ilmu
tentang perbintangan), mineralogi (ilmu tentang pertambangan).
Saat ini ilmu alam makin berkambang; sebagaimana diimplementasikan mulai dari pendidikan
dasar (SD) hingga pendidikan menengah atas (SMA), dikenal 3 bidang ilmu dari IPA yaitu:
(i)
Biologi yaitu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang terbagi menjadi berbagai cabang ilmu
yaitu kajian tentang manusia, tumbuhan, hewan, dan jasad renik;
(ii) Kimia yaitu terbagi menjadi: kimia organik, kimia anorganik, kimia analitik;
(iii) Fisika yaitu fisika inti, fisika kuantum, termofisika, fisika terapan, fisika modern;
Di antara ketiga bidang imu IPA tersebut terdapat “irisan” kajian yaitu:
(i)
Kajian antara biologi dan kimia yaitu: biokimia yang terdiri dari beberapa anak cabang ilmu
sesuai kepentingan dan kebutuhan manusia;
(ii) Kajian antara kimia dan fisika yaitu: kimia koloid dan fisika koloid;
21
(iii) Kajian antara biologi dan fisika yaitu biofisika.
Selanjutnya “irisan” kajian itu makin kompleks dan menghaslkan ilmu-ilmu baru seperti:
bioteknologi dan biologi molekuler.
IPA yang saat ini dipelajari dan ditumbuhkembangkan adalah ilmu pengetahuan yang
memiliki karakter sebagai berikut:
(i)
Sebagai bentuk bahasa atau sistem komunikasi yang dipakai oleh manusia di seluruh dunia
apapun Negara dan latar-belakang budayanya
(ii)
Memiliki bidang di mana metode ilmiah dapat diterapkan; jadi jika metode ilmiah tidak dapat
diterapkan, maka ilmu tersebut bukanlah IPA;
(iii)
Memiliki tujuan mencari kebenaran dan menemukan fakta;
(iv)
Bersifat bebas nilai; artinya kajian dan temuan dalam IPAtidak bisa ditafsirkan berbeda
berdasarkan latar-belakang manusianya (pengguna/ilmuwan);
(v)
Bersifat relatif (tidak mutlak); jadi kajian dan/atau temuan dalam IPA tidak memiliki
kebenaran mutlak, tapi memiliki prinsip dedukto-hipotetiko-verifikatif yaitu permasalahan
didekati
kemudian
diduga
penyelesaian/jawaban
pemecahannya
dan
selanjutnya
diuji/diveifikasi untuk mendapatkan kesimpulan. Sebagaimana dikemukakan Tutik (2012)
metode ilmiah yaitu logico-hypotetico-vrivicative hanya berlaku untuk keilmuan yang bersifat
deskriptif yaitu dalam rangka menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua hal.
Sedangkan sifat keilmuan hukum adalah preskriptif; dengan demikian metode dan prosedur
penelitian dalam ilmu-ilmu alamiah dan ilmu-ilmu sosial tidak dapat diterapkan untuk imu
hukum.
IPA senantiasa berhubungan dengan bidang ilmu lain termasuk bidang non IPA sejalan
dengan perkembangan alam pikir manusia. Ekologi sebagai cabang ilmu IPA berhubungan erat
dengan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan berpolitik dalam kehidupannya. Menurut
Dharmawan (2007) dalam dua dekade terakhir perkembangan bidang keilmuan ekologi manusia,
sosiologi lingkungan, dan ekologi politik sangat pesat; transformasi ekologi manusia menjadi
sosiologi-ekologi-manusia (sosiologi lingkungan) telah mendorong munculnya ekologi politik sebagai
bidang keilmuan bau untuk melengkapi bidang-bidang keilmuan sebelumnya.
22
EVALUASI
1.
Bagaimana hakekat Ilmu Pengetahuan Alam itu?
2.
Sebutkan dan jelaskan tahapan dalam metode ilmiah!
3.
Apakah kaitan antara sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah?
4.
IPA merupakan disiplin ilmu yang mempelajari fenomena alam dan interaksinya, yang terbagi
menjadi 3 bidang kajian yaitu biologi, fisika, dan kimia. Berikan penjelasan tentang kajian
masing-masing bidang!
5.
IPA yang terbagi atas biologi, fisika, dan kimia juga bisa diterpadukan misalkan biofisika
merupakan keterpaduan antara biologi dan fisika, berikan contoh aplikasi bidang ilmu IPA yang
lainnya!
23
BAB IV
BUMI DAN ALAM SEMESTA
Pagi dimulai ketika di timur tampak cahaya merah dan disusul terbitnya matahari. Alam
menjadi terang benderang seiring pergerakan matahari. Matahari akan terus bergerak sampai
puncak ketinggian pada siang hari kemudian turun sampai berada di sebelah barat dengan cahaya
kuning kemerahan dan akhirnya tenggelam seolah ditelan bumi, hari mulai malam. Fenomena alam
ini kita alami setiap hari sehingga menjadi tidak istimewa lagi. Tetapi di dalam Al-Quran ditegaskan
berulang kali tentang pergantian malam dan siang seperti terdapat di QS Al-Nur (24): 44 yang
artinya “Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan”. QS Al-Furqan (25): 62 yang
artinya “Dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin
mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”. Hal ini menunjukkan peristiwa pergantian
malam dan siang tidak hanya sekedar peristiwa biasa tetapi terdapat pelajaran yang dapat diambil.
Fenomena lain yang dapat kita amati berhubungan dengan matahari dan bulan. Matahari
berotasi mengelilingi porosnya sambil bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bimasakti. Bumi berotasi
sambil bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan elips. Bulan berotasi dan bergerak
mengelilingi bumi yang terus mengelilingi matahari. Ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam
satu garis lurus akan terjadi gerhana. Hal ini disebutkan dalam QS Yunus (10): 5 yang artinya “Dialah
yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah
(tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan
perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia
menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”.
Kedua fenomena alam tersebut merupakan sebagian kecil dari peristiwa yang ada di alam
semesta. Banyak terdapat fenomena alam yang menarik untuk dibahas seperti proses terciptanya
alam semesta. Di bab ini akan dibahas proses terciptanya alam semesta sampai keistimewaan bumi
sebagai planet yang menjadi tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup.
5.1 Pembentukan Alam Semesta dan Tata Surya
Alam semesta merupakan ruang dimana di dalamnya terdapat kehidupan biotik maupun
abiotik serta segala macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun yang belum dapat
diungkapkan oleh manusia yang mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos
adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba,
dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat
besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.
24
1)
Teori Pembentukan Alam Semesta
Pendapat kaum materialis yang berlaku selama beberapa abad hingga awal abad ke-20
menyatakan, bahwa alam semesta memiliki dimensi tak terbatas, tidak memiliki awal, dan akan
tetap ada untuk selamanya. Menurut pandangan ini, yang disebut “model alam semesta yang
statis”, alam semesta tidak memiliki awal maupun akhir. Pandangan ini menyangkal adanya Sang
Pencipta dengan menyatakan bahwa alam semesta ini adalah kumpulan materi yang konstan, stabil,
dan tidak berubah-ubah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Abad ke-20 meruntuhkan
konsep alam semesta yang statis. Saat ini, pada awal Abad ke-21, melalui sejumlah besar
percobaan, pengamatan, dan perhitungan, fisika modern telah mencapai kesimpulan bahwa alam
semesta memiliki awal, bahwa alam diciptakan dari ketiadaan dan dimulai oleh suatu ledakan
besar.
Teori Big Bang atau Ledakan Besar menyatakan bahwa seluruh materi dan energi dalam
alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa. Kemudian bola raksasa ini meledak
sehingga seluruh materi mengembang karena pengaruh energi ledakan yang sangat besar. Sejak
terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan
kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta
dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Teori Big Bang didukung oleh penemuan Edwin Powell Hubble, astronom kebangsaan
Amerika Serikat di observatorium California Mount Wilson thn 1924. ketika Hubble mengamati
bintang-bintang diangkasa Melalui teleskop raksasanya, ia mendapati spectrum cahaya merah
diujung bintang-bintang tersebut. Menurut teori fisika yang sudah diakui, spectrum cahaya
berkelap-kelip yang bergerak yang menjauhi tempat observasi cenderung mendekati warna merah.
Pengamatan tersebut memberi kesimpulan bahwa berbagai galaksi saling menjauh dengan
kecepatan sampai beberapa ribu kilometer per detik. Hal ini berarti bahwa alam sedang berekspansi
(meluas/melebar) atau dikatakan bahwa alam bersifat dinamis.
Ilmu pengetahuan modern menemukan teori pembentukan alam semesta dengan tepat
pada awal Abad-21 sedangkan Al-Quran telah menyebutkan dengan detail pembentukan alam
semesta 1400 tahun yang lalu. Penciptaan alam semesta berdasarkan konsep Islam dan sains
modern memiliki hubungan dan saling bersesuaian satu sama lain. Proses penciptaan alam dimulai
dari penyatuan antara ruang alam dan materi dari sesuatu yang padu (QS Al-Anbiya’ [21]:30)
kemudian terjadi pemisahan oleh Allah dengan mengalami proses transisi membentuk dukhan.
Setelah itu ruang alam melebar, meluas, dan memuai (QS Adz-Zariyat [51]:47). Proses penciptaan
alam berlangsung selama enam periode, empat periode penciptaan bumi dan dua periode
penciptaan langit (QS Al-Fushilat [41]:9-12. Penciptaan alam dalam sains modern bermula dari
25
ruang kosong, kemudian inti atom padat meledak, lalu menjadi galaksi, dan menjadi bintangbintang dengan tata suryanya masing-masing.
2)
Teori Pembentukan Tata Surya
Beberapa teori yang berkenaan dengan pembentukan tata surya diantaranya adalah:
a. Teori Kondensasi
Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant tahun 1755 dan dilanjutkan oleh ahli
matematika Pierre Laplace tahun 1796. Teori kondensasi mengatakan bahwa matahari dan planetplanet berasal dari kabut pijar yang berpilin (berputar) di dalam jagat raya. Dari perputaran,
sebagian massa kabut terlepas dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama gumpalan
kabut tersebut. Gelang lambat laun membentuk gumpalan, memadat, dan akhirnya terbentuk
planet.
b. Teori Planettesimal
Teori ini dikemukakan oleh astronom Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi T.C.
Chamberlin pada tahun 1900. Teori ini disebut Planetesimal yang berarti planet kecil karena planet
terbentuk dari benda padat yang memang telah ada. Matahari telah ada sebagai salah satu dari
bintang-bintang yang banyak, pada satu waktu ada sebuah bintang yang berpapasan pada jarak
yang tidak terlalu jauh akibatnya terjadi pasang naik antara matahari dan bintang tadi. Pada waktu
bintang itu menjauh sebagian, massa dari matahari itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan
sebagian lain berhamburan di sekeliling matahari. Inilah yang disebut dengan planetesimal yang
kelak kemudian menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya dan mengelilingi matahari.
c. Teori Pasang
Teori pasang disusun oleh Sir James dan Sir Harold Jeffreys pada tahun 1918. Teori ini
berdasarkan ide benturan. Planet langsung terbentuk dari massa gas asli yang ditarik dari matahari
oleh bintang yang lewat dan bukan oleh penyusunan benda alam yang besar dan padat dari
berbagai unsur kecil. Menurut teori pasang, pada waktu bintang mendekat atau bahkan
menyerempet matahari, tarikan gravitasinya menyedot filament gas berbentuk cerutu yang besar
pada bagian tengahnya dan mengecil pada bagian ujungnya.
d. Teori Bintang Kembar
Teori bintang kembar dikenalkan seorang astronom bernama R.A Lyttleton. Menurut
Lyttleton, matahari berasal dari suatu bintang kembar dan kedua bintang itu mengelilingi suatu
pusat gravitasi. Sebuah bintang lewat mendekati salah satu matahari dan mungkin telah hancur dan
mengubah bentuknya menjadi massa gas besar yang berputar-putar. Bintang yang bertahan akan
menjadi matahari sedangkan yang berbenturan dalam selang waktu tertentu telah berkembang
menjadi planet-planet.
26
e. Teori Awan-Debu
Teori ini dikenalkan oleh astronom Amerika Serikat, Fred L.Whipple. Whipple berpendapat
bahwa calon sistem tata surya semua merupakan awan luas yang terdiri atas debu dan gas kosmos
yang diduga berbentuk piring. Ketidakteraturan awan menyebabkan terjadinya perputaran. Debu
dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu dan awannya hilang. Partikel-partikel keras di
dalamnya saling berbenturan, melekat dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di
tengah awan kemudian berkembang menjadi matahari.
3)
Anggota Tata Surya
Tata surya terdiri dari Matahari, 8 planet, satelit, komet, meteor, dan asteroid. Planet-
planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit berbentuk elips. Planet memiliki satelit, satelit
berputar mengelilingi planet dan bersama dengan planet mengelilingi matahari.
a. Matahari
Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar. 98% massa tata surya terkumpul
di matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di
lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, yaitu fotosfer, chromosfer,
dan corona. Aktivitas matahari diantaranya adalah:
1) Sunspot (bintik matahari)
Sunspot merupakan bagian permukaan matahari yang suhunya lebih rendah dari suhu
sekitamya. Bintik ini timbul akibat adanya perubahan medan magnet di matahari. Sunspot
memiliki suhu 4.000 K – 5.000 K. Ukuran rata-rata bintik matahari ini dari tepi ke tepi 10.000
km, ukuran terbesar 200.000 km sampai 300.000 km, sedangkan terkecil 3.000 km yang disebut
pori-pori.
2) Prominensa
Prominensa merupakan semburan material matahari ke arah luar kemudian jatuh kembali ke
permukaan matahari. Terjadi di permukaan merah dengan bentuk yang berbeda-beda (pita,
loop, spiral, gunung atau tabir). Ketinggian semburannya bisa mencapai satu juta mil.
3) Granula
Granula merupakan gumpalan-gumpalan di permukaan matahari yang terjadi karena adanya
perbedaan suhu yang sangat besar antara daerah panas dengan daerah dingin di permukaan
matahari.
4) Angin matahari
Angin matahari merupakan aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan bagian atas
atmosfer matahari yang bergerak ke seluruh tata surya. Beberapa bukti adanya angin matahari
27
yang dapat dirasakan atau dilihat dari bumi adalah badai geomagnetic berenergi tinggi yang
merusak satelit dan sistem listrik, aurora di kutub utara dan kutub selatan, dan partikel
menyerupai ekor panjang pada komet yang selalu menjauhi matahari akibat hembusan angina
matahari.
b. Planet
Planet merupakan suatu benda langit yang berwarna gelap, tidak memiliki cahaya sendiri,
dan mengelilingi atau mengorbit bintang dengan lintasan serta kecepatan tertentu. Planet mampu
melakukan gerak revolusi dan gerak rotasi, gerak revolusi adalah gerak planet mengelilingi matahari
dengan satu putaran penuh, sedangkan gerak rotasi adalah gerak planet berputar pada porosnya.
Terdapat beberapa planet yang berada pada sistem tata surya. Urutan planet berdasarkan jarak dari
matahari adalah merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus.
1) Merkurius
Merupakan planet terdekat dengan matahari yang berjarak ± 0,39 SA (1 SA = 150 juta
kilometer). Planet merkuriius tidak memiliki satelit. Periode revolusi merkurius 88 hari dan
periode rotasinya 59 hari dengan suhu permukaan bagian terang sebesar 5000oC.
2) Venus
Venus merupakan planet kedua dari matahari. Planet ini terkenal dengan nama Bintang Kejora
yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Venus memiliki suhu permukaan yang
cukup tinggi yaitu 464oC, atmosfer tebal dan beracun serta memerangkap suhu panas seperti
efek rumah kaca sehingga tidak ditemukan adanya kehidupan. Rotasi venus ± 247 hari dan
berevolusi selama 225 hari.
3) Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Jarak rata-rata bumi dan matahari
adalah ± 150 juta km. Bumi dianggap bulat dengan jari-jari 6371 km, berputar pada sumbunya
dari barat ke timur dengan kecepatan sudut konstan. Bumi memiliki atmosfer dan satu satelit
yaitu bulan dan merupakan benda paling padat dalam tata surya.
4) Mars
Planet ini jarak rata-ratanya dengan matahari 1,52 SA atau 228 juta km. Periode revolusi 687
hari. Warna planet mars merah, cuaca cerah pada malam hari karena lapisan atmosfernya tipis.
Di mars, tidak terdapat oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan
mengandung banyakair tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis. Oleh karena itu
kutub yang berwarna putih itu sering lenyap. Memiliki dua satelit yaitu Phobos dengan jari-jari
orbit 9.370 km dan Deimos dengan jari-jari orbit 23.500 km.
28
5) Yupiter
Yupiter merupkan planet terbesar. Planet ini mengandung gas metana dan amoniak yang
banyak serta mengandung gas hydrogen. Planet yupiter bergaris tengah 138.560 km. Rotasinya
cepat yaitu 10 jam sehingga pada bagian ekiator tampak sedikit mengembang dan membentuk
sabuk. Revolusinya 11,86 tahun dan memiliki 17 satelit, 4 diantaranya berukuran besar yaitu Io,
Europa, Ganymede, dan Callisto.
6) Saturnus
Saturnus dihiasi oleh cincin dan gelang yang indah serta memiliki 9 planet yaitu Mimas,
Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan Phoebe. Saturnus memiliki massa
jenis sebesar 0,75 g/cm3, lebih kecil daripada massa jenis air. Planet Saturnus berupa gas yang
terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata103oC. Periode rotasinya 10 jam 2 menit
dan periode revolusinya 29,5 tahun.
7) Uranus
Uranus ditemukan oleh William Herschoel pada 1781 dan ada tahun 1977 ditemukan cincin
yang melilit Uranus. Memiliki 5 satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak
ke matahari ± 19,2 SA (2.880 juta km). Arah gerak rotasi Uranus dari timur ke barat. Periode
rotasinya 10 jam 8 menit dan periode revolusinya adalah 84 tahun.
8) Neptunus
Neptunus memiliki dua satelit yaitu Nereid dan Triton. Satelit Triton beredar berlawanan
dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak rata-rata ke matahari adalah 30,07 SA (4.510 juta km).
Neptunus merupakan kembaran planet Uranus. Eriode revolusinya 164,8 tahun, massanya 17,3
kali massa bumi dan berdiameter 50.000 km.
9) Planet-planet Baru
Ilmuwan dari Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menemukan lebih dari 1.284
planet baru di luar tata surya kita. Dari total jumlah tersebut, hampir 550 bisa jadi adalah planet
berbatu seperti bumi, berdasarkan ukuran mereka. Sembilan planet di antaranya memiliki
kondisi mirip bumi yang bisa dikatakan memiliki kemungkinan dapat menopang kehidupan.
Hasil pengamatan NASA menjadikan jumlah planet yang dikonfirmasi di luar tata surya menjadi
3.264. Sebagian besar kelompok planet yang disebut exoplanets ini terdeteksi teleskop Kepler
milik NASA, yang menemukan planet layak huni seperti bumi. Salah satu planet baru yang
ditemukan diberi nama Keppler-186f. Planet ini kurang lebih 10 persen lebih besar dari bumi
dan terletak sekitar 500 tahun cahaya dari konstelasi Cygnus. Spekulasi bahwa planet ini
29
mungkin mengandung air, sebuah komponen penting untuk hidup, menandai langkah maju
yang signifikan dalam mencari lokasi layak huni di luar sistem tata surya bumi.
c. Satelit
Satelit merupakan benda angkasa kecil yang bergerak mengelilingi planet. Bersama-sama
dengan planetnya, satelit beredar mengelilingi matahari dengan arah peredarannya sama dengan
arah peredaran planetnya dan bidang edarnya hampir berimpit dengan bidang edar planetnya. Ada
dua jenis satelit, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami adalah satelit yang sudah berada
dalam tata surya dan bukan buatan manusia. Contohnya adalah bulan yang menjadi satelit alami
bumi. Sedangkan, satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia. Satelit buatan dibuat
dengan tujuan tertentu, seperti mendapatkan informasi keadaan cuaca, merelai siaran radio dan
televisi, navigasi dan pembuatan peta, dan penyelidikan ilmiah.
d. Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar
sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet tersusun atas partikel-partikel es yang berwujud gas
dan debu yang membeku. Partikel-partikel tersebut terdiri atas senyawa-senyawa hidrogen dengan
unsur-unsur yang lebih berat, terutama karbon, nitrogen, dan oksigen. Sewaktu komet bergerak
mendekati matahari, lapisan gas di permukaan terdesak oleh sinar matahari. Lapisan gas yang
terdesak tersebut memanjang menyerupai ekor yang panjangnya ratusan juta km. Ekor tersebut
selalu membelakangi matahari. Itulah sebabnya komet sering disebut sebagai bintang berekor. Ekor
tersebut terus memanjang seiring dengan mendekatnya komet ke matahari. Panjang ekor
maksimum tercapai pada saat orbit komet mencapai titik perihelium. Setelah itu, panjang ekor
makin pendek seiring dengan semakin jauhnya dari matahari sampai akhirnya gelap.
e. Meteor
Meteor adalah benda langit yang mengorbit dengan mengitari atau mengelilingi matahari
dalam lintasan yang tidak tetap. Meteor merupakan pecahan benda baik itu dari asteroid dan
komet, meteor dapat berupa serpihan batu atau besi. Meteor dapat ke bumi karena tertarik oleh
gravitasi bumi dimana disaat memasuki atmosfer bumi, meteor akan bergesekan dengan udara
sehingga meteor akan berpijar, yang disebut dengan bintang jatuh.
f.
Asteroid
Antara planet Mars dan Yupiter terdapat sabuk asteroid, yaitu ribuan planet kecil dan
pecahan-pecahan yang asalnya masih diperdebatkan. Beberapa asteroid memiliki orbit kecil seperti
Adonis, Apollo, dan Hermes. Tetapi ada satu asteroid yang memiliki orbit besar adalah Hidalgo.
Asteroid pertama ditemukan pada awal abad ke-19 (1801) oleh Piazzi diberi nama Ceres, setelah itu
30
tahun 1802 asteroid Pallas, tahun 1804 Juno dan tahun 1807 Vesta ditemukan. Saat ini sudah ribuan
asteroid telah direkam dan ditentukan orbitnya (Sodiq, 2014).
5.2 Bumi sebagai Planet
Bumi yang kita tempati sekarang ini merupakan planet yang dirancang khusus oleh Allah
guna mendukung kehidupan semua makhluk. Bumi menyediakan lingkungan yang dapat
memelihara kehidupan karena ada keseimbangan mulai kadar gas di atmosfer, kandungan air,
unsur hara, tanaman, flora-fauna, suhu.
1)
Umur Bumi
Para ahli menentukan umur Bumi melalui beberapa teori seperti sedime, kadar garam,
termal, dan teori radioaktifitas.
a. Teori Sedimen
Perhitungan usia Bumi berdasarkan teori ini adalah dengan melihat ketebalan lapisan sedimen
yang membentuk batuan. Setiap tahun ketebalan lapisan sedimen rata-rata yang terbentuk
dapat diketahui usianya. Dengan cara membandingkan tebal batuan sedimen yang terdapat di
Bumi saat ini, maka dapat dihitung umur lapisan tertua kerak Bumi, yaitu diperkirakan
terbentuk 500 juta tahun yang lalu (Jasin, 2008).
b. Teori Kadar Garam
Usia/umur Bumi dapat diduga berdasarkan kandungan garam di laut. Laut semula airnya tawar,
dengan adanya air yang mengalir lewat sungai dari darat masuk ke laut membawa garam.
Keadaan ini berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. Dengan mengetahui kenaikan kadar
garam pada setiap tahun, kemudian membandingkannya dengan kaar garam saat ini, maka
Bumi diduga telah berumur 1.000 juta tahun.
c. Teori Termal
Teori ini menggunakan dasar perhitungan suhu Bumi. Mula-mula Bumi merupakan batuan yang
sangat panas kemudian lama-kelamaan mendingin. Dengan mengetahui massa dan suhu Bumi,
maka ahli fisika bangsa Inggris (Elfin) menduga bahwa perubahan Bumi menjadi batuan yang
dingin seperti saat ini dari batuan yang sangat panas pada permulaannya membutuhkan waktu
20.000 juta tahun.
d. Teori Radioaktifitas
Usia Bumi menurut teori radioaktifitas dideteksi melalui waktu peluruhan unsur-unsur
radioaktif. Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan unsur radioaktif untuk luruh atau
mengurai sehingga massanya tinggal separuh. Berdasarkan perbandingan kadar unsur radioaktif
dengan kadar unsur hasil peluruhan dalam suatu batuan (U238 dan Pb206) dapat diperkirakan usia
Bumi ± 5.000 – 7.000 juta.
31
2)
Rotasi, Revolusi, Gravitasi Bumi
Rotasi Bumi adalah gerakan berputar pada sumbunya. Sekali putar butuh waktu 24 jam.
Akibat dari rotasi bumi adalah matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat,
pergantian siang dan malam, bumi berbentuk bulat pepat di kedua kutubnya, serta perbedaan
waktu di tempat-tempat yang berbeda garis bujurnya.
Revolusi Bumi adalah gerakan planet Bumi mengelilingi matahari. Waktu untuk melakukan
revolusi adalah 365,25 hari. Akibat adanya revolusi bumi adalah terjadi empat musim (panas,
dingin, semi, dan gugur) pada wilayah yang terletak di sebelah utara garis balik Utara dan di sebelah
selatan garis balik Selatan, perbedaan lama waktu siang dan malam, rasi bintang yang berbeda
setiap bulan.
Gravitasi bumi adalah gaya berat bumi. Akibat adanya gravitasi bumi, semakin ke arah
kutub, berat benda semakin berat. Menurut Newton berat benda harus dianggap sebagai gaya tarik
yang terjadi antara Bumi dan benda tersebut.
3)
Pasang Surut
Pasang surut merupakan suatu fenomena yang terjadi di laut karena adanya pergerakan
naik atau turunnya posisi permukaan perairan laut secara berkala yang disebabkan oleh gaya
gravitasi atau gaya tarik menarik benda astronomi oleh matahari. Tipe pasang-surut dalam satu hari
menurut terjadinya dibedakan menjadi:
a. Pasang surut harian ganda (semi diurnal tide), dalam satu hari akan terjadi dua kali air pasang
dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama dan pasang-surut terjadi secara
berurutan dan secara teratur.
b. Pasang surut harian tunggal (diurnal tide), dalam satu hari hanya terjadi satu kali air pasang dan
satu kali air surut.
c. Pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal), dalam
satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali air surut, tetapi tinggi dan periodenya berbedabeda.
d. Pasang surut campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal), dalam satu
hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut, tetapi kadang sementara waktu akan
terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda sekali.
Berdasarkan posisi matahari, bulan, dan bumi, pasang surut dibedakan menjadi pasang
surut purnama dan pasang surut perbani. Pasang surut purnama terjadi setiap tanggal 1 dan 15
(bulan muda dan bulan purnama) posisi bumi-bulan-matahari berada pada satu garis lurus,
32
sehingga gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi saling memperkuat, di mana tinggi pasangsurut sangat besar dibanding pada hari-hari yang lain. Pasang surut perbani terjadi sekitar tanggal 7
dan 21 saat posisi bulan dan matahari membentuk sudut siku-siku terhadap bumi, sehingga gaya
tarik bulan terhadap bumi saling mengurangi, di mana tinggi pasang-surut kecil dibanding dengan
hari-hari lain.
4)
Gerhana
Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak
ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Gerhana yang terjadi adalah gerhana matahari dan
gerhana bulan.
a. Gerhana matahari
Gerhana matahari terjadi bila bulan terletak antara bumi dan matahari pada saat bulan
baru, dimana bayangan bulan mengenai bumi. Gerhana matahari dibedakan menjadi gerhana
matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari cincin, dan gerhana matahari
hibrida.
b. Gerhana bulan
Gerhana bulan terjadi apabila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis
lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh
bumi.Saat itu bidang orbit bumi berimpit dengan bidang orbit bulan. Gerhana bulan hanya
terjadi satu atau dua kali dalam setahun yaitu pada malam purnama atau pada saat bulan
bersinar utuh. Namun gerhana bulan tidak terjadi pada setiap bulan purnama. Penyebabnya
adalah bidang orbit bulan dan ekliptika bersilangan sebesar 5° sehingga bulan tidak selalu
berada di ekliptika. Ketika terjadi gerhana, bulan yang sedang purnama memasuki area
bayangan bumi yang disebut penumbra (bayangan kabur) atau umbra (bayangan inti).
Berdasarkan bagaimana bulan memasuki bayangan bumi tersebut, gerhana bulan dibagi
menjadi 3 macam yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, gerhana bulan penumbra.
5.3 Struktur Bumi
Bumi memiliki empat lapisan, yaitu:
1)
Atmosfer
Atmosfer memegang peranan penting dalam kehidupan makhluk hidup di muka bumi
karena mengandung O2 yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan serta mengandung CO2 yang
dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Lapisan atmosfer terdiri dari empat lapisan yaitu
troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer. Troposfer merupakan lapisan atmosfer paling bawah,
memiliki temperatur lebih rendah dan ada pembentukan awan, hujan, dan badai guruh. Lapisan
33
troposfer berubah-ubah, lebih dari 80% massa atmosfer terletak pada lapisan ini. Stratosfer
merupakan lapisan di atas troposfer, memiliki temperatur suhu lebih tinggi daripada suhu troposfer
dan memiliki lapisan ozon. Mesosfer adalah lapisan tengah atmosfer dan memiliki penurunan suhu
dengan ketinggian dan gerakan udara vertikal tidak dihalangi secara kuat. Termosfer merupakan
lapisan paling atas atmosfer dengan suhu sampai ribuan derajat celcius.
Campuran gas yang ada pada lapisan atmosfer tidak tampak dan tidak berwarna. Ada
empat gas utama dalam jumlah besar di atmosfer, yaitu nitrogen, oksigen, karbondioksida, dan
argon. Gas lain yang stabil adalah neon,helium, metana, krypton, hydrogen, xenon dan yang kurang
stabil adalah ozon dan radon dalam jumlah kecil.
2)
Hidrosfer
Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan bumi, tetapi hanya 75% yang
meliputi lautan, danau-danau, dan es yang terdapat dalam kedua kutub. Kedalaman laut rata-rata
4000 m dan yang terdalam adalah di dekat pulau Guam dengan kedalaman 11.000 m. Hidrosfer
mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer karena air yang menguap akan membentuk
awan yang selanjutnya menimbulkan hujan, kembali ke laut lagi. Siklus air semacam itu berlangsung
berabad-abad. Siklus itu menyebabkan air laut menjadi asin karena garam mineral yang mudah
larut pada kerak bumi terbawa ke laut secara terus-menerus. Kandungan garam mineral air laut
pada saat ini adalah 3,5%, yang terbanyak adalah NaCl dan MgSO4. Garam inggris menyebabkan
rasa pahit pada air laut. Pada waktu hujan turun, terbawa gas-gas terutama O2 dan CO2 yang
penting pada kehidupan di laut.
3)
Litosfer
Kulit bumi memiliki dua lapisan yaitu lapisan Sial (Si dan Al) dan lapisan Sima (Si dan Mg).
Kulit bumi terdiri dari zat padat yang dinamakan batuan. Berdasarkan kejadiannya dibagi menjadi
tiga yaitu batuan beku (batuan magma), batuan sedimen (endapan), dan batuan metamorf
(malihan). Gaya endogen memberikan bentuk kulit bumi, sedangkan gaya eksogen merusak bentukbentuk permukaan bumi, seperti pelapukan dan erosi. Gaya endogen meliputi gerak epriogenetik,
gerak orogenetik, gempa bumi, dan vulkanisme. Lapisan litosfer terdiri dari kerak samudra (tebal ±
10 km) dan kerak benua (tebal 30-70 km). Dibawah lithosfer ada astonosfer (berbentuk batuan
setengah cair dengan suhu ± 1.200oC), kemudian di bawahnya ada lapisan mantel (tersusun dari
batuan vulkanik, suhu ± 3.000oC).
4)
Centrosfer/ Barysfer
Bumi tersusun dari unsur nikel dan ferum. Diduga unsur inilah yang mengakibatkan adanya
daya magnet bumi. Pengaruh panas matahari hanya terasa sampai 20 m di bawah permukaan bumi,
kemudian semakin masuk ke dalam bumi semakin meningkat panasnya. Inti bumi terdiri dari inti
34
luar dan inti dalam. Lapisan inti luar terdiri dari logam cair dan dapat membangkitkan medan
magnet bumi. Inti dalam tersusun dari logam padat walaupun suhunya mencapai 6.000oC.
5.4 Pembentukan Bumi dan Samudera
Awal proses pembentukannya, bumi merupakan benda yang berpijar kemudian mendingin.
Pada proses mendingin tersebut maka yang menjadi keras adalah lapisan terluar yang sering kita
sebut kulit bumi atau kerak bumi (lithosfer). Pada tahap awal lapisan lithosfer sangat labil tetapi
tetap berotasi. Karena rotasi itu, lapisan kerak bumi yang labil dapat menggeser ke arah horizontal
atau vertikal. Hal ini juga terjadi karena lapisan di bawah kerak bumi pada saat itu masih leleh.
1)
Pembentukan Benua
Wegener seorang ahli geografi berkebangsaan Jerman mengemukakan suatu teori yang
disebut teori Wegener (1915). Menurut teori ini, bumi pada 2500 juta tahun yang lalu hanya
terdapat satu benua yang sangat besar yang retak dan kemudian bergeser saling menjauhi satu
dengan yang lain. Akibat pergeseran itu terbentuklah benua-benua Asia, Amerika, Eropa, Afrika,
Australia, dan Antartika. Teori Wegener didukung oleh fakta bahwa semenanjung Timur dari
Amerika Selatan ternyata mempunyai bentuk dan lekukan yang sama dengan lekukan pada benua
Afrika sebelah Barat dan lekukan bagian Selatan benua Australia cocok dengan tonjolan benua
Antartika. Peristiwa pergeseran berlangsung dalam jutaan tahun. Secara kronologis dapat
digambarkan bahwa:
a. Pada 225 juta tahun yang lalu, masih terdapat benua “Super Continental”.
b. Pada 200 juta tahun yang lalu, “Super Continental” pecah menjadi 3 bagian, yakni benua EropaAsia, Afrika-Amerika, dan Antartika-Australia.
c. Pada 135 juta tahun yang lalu, Afrika dan Amerika mulai memisah.
d. Pada 65 juta tahun yang lalu, Australia dan Antartika memisahkan diri. Pergeseran sampai saat
ini pun masih berlangsung.
2)
Pembentukan Samudera
a. Pergeseran vertical, yaitu samudera Hindia (Indonesia) dimana kerak bumi menggeser ke bawah
dan sebagai imbangannya bagian sisi lain menggeser ke atas menjadi dataran tinggi atau
gunung Himalaya.
b. Tertarik oleh benda alam semesta lain dan gaya sentripetal sehingga bagian bumi terlepas
menjadi satelit yaitu bulan maka terbentuk samudera Pasifik. Berdasarkan penelitian batubatuannya, maka batu-batuan di bulan sama dengan batu-batuan pada dasar Samudera Pasifik,
yaitu batuan Silisium-Magnesium.
35
EVALUASI
1.
Sebutkan bukti bahwa bumi:
a. Bulat
b. Berotasi
c. berevolusi
2.
Mengapa matahari selalu terbit di timur dan tenggelem di barat kalau dilihat dari Indonesia ?
Apakah fenomena ini juga terjadi bagi pengamat yang ada di daerah kutub bumi ? Jelaskan !
3.
Ketika bumi berotasi, apakah atmosfer bumi juga ikut berotasi ? Jelaskan dengan contoh !
4.
a. Apakah yang dimaksud dengan gravitasi bumi ?
b. Berikanlah contoh fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang membuktikan adanya
gravitasi bumi !
c. Jelaskan mengapa gravitasi bumi di setiap permukaan bumi tidak sama !
36
BAB V
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA
5.1 Biosfer dan Makhluk Hidup
Setelah bola Bumi mengalami pendinginan dan terbentuknya benua, danau, sungai, dan
lautan pada kira-kira 2250 juta tahun lalu, terbentuklah bahan bakal biosfer, yaitu suatu tempat
tinggal tempat makhluk hidup melangsungkan kehidupannya. Dalam kehidupan makhluk terbentuk
system hubungan antar makhluk hidup tersebut dengan materi dan energi yang mengelilinginya.
Tempat dan system itulah yang disebut biosfer. Biosfer sebagai lapisan kehidupan di bumi, tempat
dimana makhluk hidup tinggal dan melangsungkan kegiatan hidupnya. Lapisan ini terbagi 3 lapisan
yaitu:
Gambar 5.1 Bumi dan Lapisannnya
Sumber: https://www.google.co.id/search?q=lapisan+bumi
1.
Litosfer adalah lapisan kulit bumi, tempat dimana makhluk hidup darat tinggal dan
melangsungkan kehidupannya. Lithosphere adalah akumulasi masa dari batuan-batuan padat
yang membentuk selubung yang mengelilingi bagian cair bumi yang panas (magma).
Lithosphere terdiri dari komponen primer seperti: Mineral, Batuan, Fluida.
2. Hidrosfer adalah lapisan air, merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup aquatik dan
merupakan sumber dari air, yang mengalami siklus untuk terjadinya hujan. Hidrosfer meliputi
71 persen dari permukaan bumi yg merupakan air. Yang paling besar ini adalah samudrasamudra, yang berisi di atas 97 persen dari semua Air di atas bumi. Gletser-gletser dan
selubung es yang kutub berisi lebih sedikit 2 persen dari air Bumi dalam wujud es yang padat.
Hanya sekitar 06 persen adalah sebenarnya sebagai groundwater.
3. Atmosfer adalah lapisan udara, merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup, karena dari
sanalah gas-gas yang diperlukan untuk respirasi dan proses fotosintesis diperoleh. Bahkan
37
unsur hara dalam bentuk gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan juga diperoleh dari
atmosfer. Atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi dengan ketebalan kurang
lebih 1.000 km dari permukaan bumi. Atmosfer terdiri dari:
a)
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 - 18 km di
atas permukaan bumi.
b)
Stratosfer merupakan lapisan kedua dari atmosfer bumi, terletak di atas troposfe dan
dibawah mesosfer
c)
Mesosfer merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda
angkasa luar lainnya. Termosfer (ionosfer). Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan
ionosfer. Karena lapisan ini merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang
dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang
panjang maupun pendek
d)
Eksosfer atau Desifasister Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan atomatom secara tidak beraturan
5.2 Asal Mula Kehidupan Manusia
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan “makhluk hidup”, agak sulit dijawab secara
sederhana, kita dapat membedakan antara makhluk hidup dengan benda mati dengan mengetahui
ciri-cirinya, dibawah ini ciri-ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup, yaitu: (1) bernafas, (2)
memerlukan makanan/ nutrisi (3) bergerak (4) tumbuh dan berkembang, (5) berkembang
biak/reproduksi, (6) menyesuaikan diri terhadap lingkungannya /beradaptasi, (7) peka terhadap
rangsang/ irritabilitas
Sebelum makhluk hidup muncul dipermukaan Bumi,yang ada hanya bakal biosfer, yaitu
lingkungan fisik saja. Oleh karena itu, timbullah pertanyaan darimana dan bagaimana makhluk
hidup itu menghuni bumi itu? Berikut beberapa teorinya, yaitu antara lain:
1. Teori Generatio spontanea/ Abiogenesis, teori ini dicetuskan oleh Aristoteles (384-322 SM)
dengan percobaannya sebagai berikut: tabung reaksi diisi dengan air yang terdapat potongan
jerami, setelah sekitar 2 minggu, ternyata dalam tabung tersebut terdapat makhluk kecil, dari
percobaan tersebut Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati
secara spontan. Teori ini didukung oleh Antoni Van Leuwenhoek (1632-1723M) dengan temuan
mikroskopnya, ia dapat melihat adanya makhluk yang sangat kecil ukurannya yang diamil dari air
hujan dan air rendaman jerami. Berdasarkan penelitiannya tersebut, Leuwenhoek berpendapat
bahwa makhluk yang sangat kecil itu berasal dari air.
38
2. Teori Biogenesis, teori ini muncul untuk menyanggah teori diatas, yang dibuktikan secara
terpisah oleh Fransisco Redi (1626-1697M) dengan daging yang disimpan di dalam stoples
(tabung kaca) dan Lazarro Spallanzani (1729-1799M) dengan air kaldu yang dimasukkan dalam
botol atau tabung reaksi. Percobaan dari Spallanzani adalah sebagai berikut: 3 model, yang
tabung I tertutup rapat, II tertutup tapi tidak terlalu rapat, dan III terbuka. Hasilnya ternyata
tabung I tidak terdapat makhluk kecil, II ada tetapi sedikit, III banyak makhluk kecil, dari
percobaan tersebut disimpulkan bahwa makhluk hidup bukan berasal dari benda mati, tetapi
berasal dari makhluk hidup yang sebelumnya. Tetapi karena hasil percobaan itu dianggap tidak
memungkinkan adanya gaya hidup, maka kemudian disempurnakan oleh Louis Pasteur, dengan
memakai air kaldu yang dimasukkan kedalam bejana berbentuk labu yang ditutup dengan diberi
pipa berbentuk seperti leher angsa, ternyata terbukti tidak terdapat makhluk kecil. Sehingga
disimpulkan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sebelumnya, atau Omne Vivum Ex
Ovo Omne Ovum Ex Vivo.
3. Teori Urey, dicetuskan oleh Harold Urey. Teori ini mengatakan bahwa sebelum ada kehidupan di
bumi, penuh dengan senyawa-senyawa kimia diantaranya adalah metana (CH4), amonia NH3, gas
hidrogen H2 dan uap air (H2O), keempat senyawa kimia setelah terkena aliran listrik halilintar dan
radiasi-radiasi sinar kosmis akan terjadi reaksi-reaksi kimia membentuk zat hidup yang
memungkinkan terjadinya makhluk hidup yang mula-mula. Teori ini diuji coba di laboratorium
oleh mahasiswa Urey yang bernama Stanley miller, dalam percobaannya Miller berhasil
membuktikan bahwa apabila bunga api listrik yang berasal dari sumber listrik bertegangan tinggi
diberikan ke dalam saluran yang di dalamnya mengalir campuran metana (CH4), amonia (NH3),
gas hidrogen (H2) dan uap air (H2O) hasilnya adalah sejenis asam amino. Asam amino itu sendiri
adalah komponen dasar protein yang merupakan zat penting untuk membentuk protoplasma
yang merupakan substansi dasar kehidupan.
5.3 Keanekaragaman makhluk hidup
1)
Penyebab Keanekaragaman Mahluk Hidup
Keanekaragaman makhluk hidup terjadi oleh adanya mekanisme evolusi. Evolusi merupakan
Perubahan makhluk hidup dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks dan
bervariasi terjadi karena DNA mengalami perubahan kode genetik (mutasi). Kode genetik yang
paling sesuai dengan keadaan lingkungan akan mendapatkan peluang ang lebih besar untuk
berkembang. Organisme yang dapat bertahan hidup di lingkungan tertentu disebut dengan
adaptasi. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya dapat
39
mengembangkan populasinya, sedangkan yang tidak mampu beraptasi akan punah. Inilah yang
disebut dengan seleksi alam (natural selection).
2)
Klasifikasi Makhluk Hidup
a.
Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri
tertentu.
Semua
ahli
biologi
menggunakan
suatu
sistem
klasifikasi
untuk
mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur.
Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan
dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori
lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu
disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan
Swedia yang dikenal pada masa sekarng dengan Carolus Linnaeus.
Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang
sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam
sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi
Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah
bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi.Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup
adalah: (1) Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki,
(2) Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan
makhluk hidup dari jenis lain, (3) Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup, (4)
Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama.
Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain: (1) Klasifikasi
memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam, (2)
Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antar jenis makhluk hidup,
(3) Klasifikasi memudahkan komunikasi
Para ahli biologi masih menggunakan buku Linnaeus yang berjudul Systema
Naturae (sistem Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar untuk klasifikasi ilmiah.
Ada
tiga
tahap
yang
harus
dilakukan
untuk
mengklasifikasikan
makhluk
hidup.Pencandraan (identifikasi), Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau
mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.Pengelompokan, setelah
dilakukan pencandraan, makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup
lain yang memiliki ciri-ciri serupa. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan
dalam unit-unit yang disebut takson. Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-
40
kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita dalam mengenal ciri-ciri suatu
kelompok makhluk hidup.
b.
Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Dalam klasifikasi makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan beranekaragam
dipilah dan dikelompokkan. Kelompok-kelompok tersebut disebut dengan takson. Jadi,
takson merupakan tingkatan dalam klasifikasi.
Contoh tingkatan takson dalam klasifikasi tumbuhan dan hewan antara lain :
Kingdom Plantae
Divisi (division)
Kelas (classis)
Bangsa (ordo)
Suku (familia)
Marga (genus)
Jenis (spesies)
Kingdom Animalia
Filum (fhylum)
Kelas
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Sebagai contoh kucing hutan dan kucing rumah memiliki ordo yang sama, yaitu
karnivora. Seluruh karnivora mempunyai kesamaan struktur dan fungsi gigi. Dua hewan
tersebut memiliki kelas yang sama, yaitu mamalia. Mamalia memiliki rambut penutup
tubuh dan menyusui anaknya.Fillum chordata adalah tingkat takson yang lebih besar
dimana kedua kucing tersebut masuk di dalamnya bersama dengan hewan lain yang
mempunyai tulang belakang. Tingkat takson yang paling tinggi adalah kingdom Animalia,
yang mencangkup semua jenis Hewan.
c.
Klasifikasi Berdasarkan Struktur
Klasifikasi ini berdasarkan pada kerangka molekuler dari senyawa yang
bersangkutan. Menurut sistem ini, ada 4 kelas yaitu:
a)
Senyawa alifatik rantai terbuka atau lemak dan minyak.
Contoh: asam-asam lemak, gula, dan asam-asam amino pada umumnya
b)
Senyawa alisiklik atau sikloalifatik
Contoh: terpenoida, steroida, dan beberapa alkaloida
c)
Senyawa aromatik atau benzenoid
Contohnya: golongan fenolat dan golongan kuinon
d)
Senyawa heterosiklik
Contoh: alkaloida, flavonoida, golongan basa asam inti
41
Karena klasifikasi ini hanyalah superfisial, maka tidak mengherankan jika suatu
senyawa organik bahan alam tertentu dapat dimasukkan kedua kelas berlainan.
Contohnya: geraniol, farsenol, dan skualen, termasuk kelas senyawa alifatik rantai
terbuka, timol termasuk senyawa aromatik. Namun, keempat senyawa tersebut
merupakan anggota dari kelas terpenoida dan steroida.
d.
Klasifikasi Berdasarkan Sifat Biokimia dan Persebarannya
1)
Sistem Dua Kingdom, Sistem dua kingdom pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles
(Yunani). Dalam sistem ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom Plantae dan
Animalia. Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan), meliputi berbagai makhluk hidup
yang mempunyai ciri berdinding sel dan berklorofil.Yang termasuk ke dalam kingdom
ini adalah bakteri, jamur, ganggang, paku, dan tumbuhan berbiji. Kingdom Animalia
(kerajaan hewan), meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki ciri tidak
berdinding sel dan idak memiliki klorofil. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah
Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan
Chordata.
2)
Sistem Tiga Kingdom, Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi
Kingdom Monera, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk
hidup yang memiliki ciri tersusun dari satu atau banyak sel dan belum memiliki
membran inti. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri dan ganggang
hijau-biru.Kingdom Plantae, adalah kelompok tumbuhan yang meliputib jamur,
lumut, paku, dan tumbuhan biji. Kingdom Animalia, adalah kelompok hewan yang
terdiri dari Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata,
dan Chordata. Namun demikian ada juga yang mengembangkan klasifikasi tiga
kingdom yang berbeda. Misalnya Haeckel pada tahun 1866 mengusulkan makhluk
hidup dikelompokkan menjadi tiga kingdom yaitu Protista, Plantae, dan Animalia.
Kingdom Protista adalah kelompok makhluk hidup yang tersusun atas satu atau
banyak sel, memiliki membran inti, dan memiliki organel. Yang termasuk ke dalam
kingdom ini adalah Protozoa, ganggang, dan jamur. Sehingga Kingdom Plantae hanya
terdiri dari lumut dan tumbuhan berpembuluh.
3)
Sistem Empat Kingdom, Sistem empat kingdom terdiri dari Kingdom Monera, Fungi,
Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera terdiri dari bakteri dan ganggang hijau-biru.
Kingdom Fungi dipisahkan dari Plantae karena tidak mempunyai klorofil walaupun
42
sama-sama mempunyai dinding sel. Sedangkan Kingdom Animalia meliputi berbagai
hewan seperti dalam sistem tiga kingdom.
4)
Sistem Lima Kingdom Pencetus klasifikasi sistem lima kingdom adalah Robert H.
Whittaker, seorang ahli biologi Amerika Serikat pada tahun 1969. Dalam klasifikasi ini
Whittaker mengelompokkan makhluk hidup dalam Kingdom Monera, Protista, Fungi,
Plantae, dan Animalia. Kingdom baru yang ditambahkan, yaitu Protista meliputi
berbagai jenis makhluk hidup uniseluler maupun multiseluler yang menyerupai
jamur, tumbuhan, dan hewan namun tidak dapat dikelompokkan ke dalam Kingdom
Fungi, Plantae, dan Animalia.
Tabel 5.1 Ciri-ciri yang mendasari pengelompokan 5 Kingdom
Perbedaan
Tipe sel
Jumlah sel
Monera
Prokariot
Satu sel
Protista
Eukariot
Satu sel
Banyak sel
Fungi
Eukariot
Satu sel
Banyak sel
Plantae
Eukariot
Banyak sel
Animalia
Eukariot
Banyak sel
Pergerakan
Beberapa
bergerak
berpindah
tempat
Beberapa
bergerak
berpindah
tempat
Tidak dapat
bergerak
berpindah
tempat
Tidak dapat
bergerak
berpindah
tempat
Beberapa
bergerak
berpindah
tempat
Nutrisi
Beberapa
anggotanya
dapat
pmembuat
makanan
sendiri yang lain
memperolehnya
dari
makhluk
hidup lain
Beberapa
anggotanya
dapat
pmembuat
makanan
sendiri yang lain
memperolehnya
dari
makhluk
hidup lain
Seluruh
anggotanya
mendapatkan
makanan dari
organisme
lain
Anggotaanggotanya
dapat
membuat
makanan
sendiri
Anggotanya
makan
tumbuhan
atau hewan
lain
Disamping menggunakan ciri fisik hewan ilmuan saat ini meneliti atau menguji DNA hewanhewan untuk pengklasifikasian.
a.
Sistem Penamaan
Orang yang berjasa dalam pemberian nama ilmiah untuk jenis makhluk hidup ini adalah
Carolus Linnaeus. Cara pemberian nama itu disebut binomial nomenklatur atau tata nama
binomial. Binomial Nomenklatur adalah penamaan dengan dua kata latin atau yang dilatinkan.
Aturan tata nama tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Kata pertama adalah genusnya dan kata kedua adalah petunjuk jenisnya.
43
2.
Huruf pertama nama genus menggunakan huruf besar, sedangkan huruf pertama
penunjuk jenis menggunakan huruf kecil.
3.
Nama genus dan petunjuk jenis harus digaris bawahi secara terputus atau dicetak dengan
huruf miring.
Contoh:
b.
Kunci Dikotomi
Menurut Rifai (1976), berdasarkan cara penyusunan sifat-sifat yang harus dipilih maka
dikenal tiga macam kunci determinasi, yaitu kunci perbandingan, kunci analisis dan sinopsis.
Yang akan dibahas di sini adalah kunci analisis. Kunci analisis merupakan kunci yang paling
umum digunakan dalam pustaka. Kunci ini sering juga disebut kunci dikotomi sebab terdiri atas
sederetan bait atau kuplet. Setiap bait terdiri atas dua (atau adakalanya beberapa) baris yang
disebut penuntun dan berisi cirri ciri yang bertentangan satu sama lain.
Untuk memudahkan pemakaian dan pengacuan, maka setiap bait diberi bernomor,
sedangkan penuntunnya ditandai dengan huruf. Pemakai kunci analisis harus mengikuti baitbait
secara
bertahap
sesuai
dengan
yang
ditentukan
oleh
penuntun.
Dengan
mempertentangkan ciri-ciri yang tercantum dalam penuntun-penuntun itu akhirnya hanya
akan tinggal satu kemungkinan dan kita dituntun langsung pada nama takson yang dicari. Kunci
analisis dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara penempatan bait-baitnya yaitu kunci
bertakik (kunci indent) dan kunci paralel. Pada kunci bertakik maka penuntun penuntun yang
sebait ditakikkan pada tempat tertentu dari pinggir (menjarak pada jarak tertentu dari pinggir),
tapi letaknya berjauhan. Di antara kedua penuntun itu ditempatkan bait-bait takson
tumbuhan, dengan ditakikkan lebih ke tengah lagi dari pinggir yang memenuhi ciri penuntun
pertama, juga dengan penuntun-penuntun yang dipisah berjauhan. Dengan demikian maka
unsure-unsur takson yang mempunyai ciri yang sama jadi bersatu sehingga bisa terlihat
sekaligus. Penuntun-penuntun kunci parallel yang sebait ditempatkan secara berurutan dan
semua baitnya disusun seperti gurindam atau sajak. Pada akhir setiap penuntun diberikan
nomor bait yang harus diikuti, dan demikian seterusnya sehingga
44
akhirnya diperoleh nama takson tumbuhan yang dicari. Kunci paralel lebih menghemat
tempat, terutama kalau takson tumbuhan yang dicakupnya besar sekali. Buku Flora of Java yang
ditulis oleh Backer dan Backuizen van den Brink semuanya ditulisdalam bentuk kunci paralel.
Gambar 5.2 Tanaman Annona sp dengan Ciri-Ciri Pohon Tegak, Dengan Bunga Berbeda Dengan Avul
Terdapat Pada Masing-Masing Karpel
Tabel 5.2 Contoh Kunci Determinasi Sederhana
Contoh Kunci Paralel
1.a Pohon tegak atau semak…………………………………………………………..........................................…2
1.b Berupa semak……………………………………………....……………………............................................……5
2.a Petal bagian dalam sangat berbeda dengan bagian luar…………………………..........................…3
2.b Petal bagian dalam mirip dengan bagian luar……………………………………..................................4
3.a Bentuk petal deltoid, ovul tunggal pada masing-masing karpel…...................…….…1. Annona
5.4 Persebaran Dan Sejarah Perkembangan Makhluk Hidup
1.
Persebaran Makhluk Hidup
Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran organisme di muka
bumi. Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan, spesies-spesies berasal dari suatu
tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian
mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadp daerah yang
ditempatinya. Persebaran organisme di bumi dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sejarah
geologi, dan penghambat fisik.
a. Faktor Lingkungan
45
Dua faktor lingkunganutama yang berpengaruh terhadp persebaran makhluk hidup
adalah faktor abiotik/tidak hidup (daratan, perairan, dan lintang geografis) dan biotik/ higup
(tumbuhan, hewan dan jasad renik (mikroorganisme).
b. Faktor Sejarah Geologi
Saat dunia masih bersatu dalam bentuk Pangaea, kira-kira 200 juta tahun lalu,
suatu spesies berada dalam pada daerah dan bentuk yang sama. Kemudian seiring
berjalannya waktu benua-benua mulai memisahkan diri. Spesies-spesies yang awalnya
hidup dalam daratan yang sama kemudian terpisah. Spesies yang terpisah tersebut masingmasing mendapatkan lingkungan yang berbeda. Spesies yang terpisah tersebut mulai
beradaptasi dan mengubah bentuk dan fungsi tubuhnya sesuai dengan keadaan
lingkungannya. Dengan demikian karena perubahan bentuk dan fungsi tubuhnya maka
terbentuklah subspesies.
c. Faktor Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut juga penghalang geografi atau barrier (isolasi
geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan
daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang pasir, sungai atau lautan
membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya adalah
terjadinya subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat isolasi geografis. Di
kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung finch yang diduga
berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika Selatan. Perbedaan burung finch tersebut
akibat keadaan lingkungan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk
paruhnya. Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.
d. Persebaran Tumbuhan dan Hewan
Garis lintang bumi (lattude) menunjukkan terdapatnya 4 wilayah iklim di bumi, yaitu
tropis, subtropis, dingin, dan kutub. Perbedaan iklim tersebut, selain jenis tanahnya akan
memberikan perbedaan jenis tumbuhan yang hidup di sana karena faktor adaptasi dengan
lingkungan. Dengan ketinggian lahan dari permukaan laut sampai ke puncak gunung yang
paling tinggi (altitude) juga menunjukkan perbedaan iklim yang mirip, yang menyebabkan
pada dataran rendah sampai ke dataran tinggi didiami oleh tumbuhan yang berbeda-beda.
Pada
persebaran
hewan
lebih
ditentukan
oleh
letak/wilayah
geografis
(zoogeografis). Di bumi, daerah persebaran hewan (zoogeografi) dibedakan menjadi enam
lokasi berdasarkan persamaan fauna, yaitu: 1) Palearktik (palearctic) yang meliputi Asia
sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika, dan Gurun Sahara sebelah Utara, 2) Nearktik
46
(nearctic) yaitu Amerika Utara, 3) Neotropis (neotropical) yaitu Amerika Selatan bagian
tengah, 4) Oriental meliputi Asia dan Himalaya bagian Selatan; 5) Etiopia (ethiopian) yaitu
Afrika, dan 6) Australia (australian) meliputi Australia dan pulau-pulau sekitarnya.
2.
Sejarah Perkembangan Makhluk Hidup
Menurut suatu teori, organisme sekarang adalah hasil dari proses evolusi kehidupan.
Evolusi kehidupan adalah suatu perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya
melalui suatu proses yang perlahan-lahan dan mungkin memakan waktu ratusan sampai jutaan
tahun. Teori tersebut menyebutkan bahwa organisme yang mula-mula ada di dunia berupa
organisme bersel tunggal dan organisme ini berasal dari agregasi molekul-molekul yang ada.
Bagaimana mekanisme dasar sehingga organisme bersel tunggal itu tersebut menjadi
makhluk hidup bersel banyak? Salah satu dugaan ini adalah yaitu: Biosfer: suatu dunia
kehidupan di Bumi kita ini komponennya menjadi suatu subsistem. Maka sebagai suatu
subsistem organisme itu dibentuk oleh materi dan energy yang tersedia dalam biosfer pula.
Karena dalam biosfer berlaku hukum Termodinamika I dan II, maka organisme itu akan
mengalami perlakuan hukum tersebut.
Hukum Termodinamika I: Di dalam biosfer tak ada energi yang hilang, jumlah energi itu tetap
yang berubah hanya bentuknya.
Contohnya: Energi listrik berubah menjadi energi mekanik, energi mekanis berubah menjadi
energi panas.
Hukum Termodinamika II: Bila suatu sistem dibiarkan berdiri sendiri, maka sistem tersebut
cenderung untuk mengalami penguraian kearah yang paling tidak
teratur.
Berkaitan dengan hukum I dan II tersebut, organisme akan menjadi suatu jalur arus
energi. Dalam tubuh organisme, energi akan mengalami sebagai suatu sistem. Kalau dibiarkan
begitu saja maka organisme akan cendrung kea rah kerusakan yang paling parah. Sebaliknya,
organisme sebagai suatu sistem akan mempertahankan diri dari perlakuan hukum tersebut.
Organisme dapat mempertahankan diri dengan adanya kemampuan pelestarian diri, sedangkan
kemampuan ini adalah bagian dari proses evolusi.
Perkembangan lain, yaitu adanya suatu kerjasama antara organisme, sehingga akan
membentuk kalori. Dengan alas an yang sama pula terjadi gejala perkembangan menuju kearah
pembentukan organisme bersel banyak. Kemudian berkembanglah apa yang dinamakan
47
organisme bersel banyak seperti halnya organisme uniselluler, organisme multiselluler ini
berkembang menjadi beraneka ragam organisasi lainnya.
EVALUASI
1.
Jelaskan tentang sintesis molekul organik secara abiotik seperti yang dikemukakan Miller dan
Urey!
2.
Apa yang dimaksud dengan protobion dan bagaimana hipotesis terbentuknya protobion?
3.
Jelaskan apa yang dimaksud DNA dan RNA!
4.
RNA terbagai atas 3, sebutkan dan apa fungsi masing-masing!
5.
Apa keanekaragaman hayati itu? Sebutkan dan beri contoh 3 tingkatan keanekaragaman
hayati!
6.
Mengapa dalam mempelajari keanekaragaman makhluk hidup perlu adanya klasifikasi?
7.
Apa fungsi dari kunci dikotomi?
8.
Sebutkan 3 contoh flora dan fauna yang bisa dibilang saat ini jarang dijumpai, serta berikan
alasannya kira-kira apa yang membuat flora dan fauna tersebut menghilang!
48
BAB VI
MAKHLUK HIDUP DAN EKOSISTEM ALAMI
6.1 Populasi dan Komunitas Makhluk Hidup
Agar ekosistem tetap terjaga maka harus ada keseimbangan didalamnya dan haruslah kita
pahami bahwa ekosistem tedapat komponen komponen yaitu Komponen Biotik (Produsen,
Konsumen, Pengurai) dan komponen Abiotik (kondisi fisik dan kimia tempat hidup,
habitat/substrat). Berikut ini ada bebrapa organisasi dalam ekosistem: Individu, makhluk hidup
tunggal yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Contohnya: seorang manusia, seekor kambing, dan satu
pohon jeruk. Populasi, sekelompok individu dari satu species. Komunitas, berbagai populasi dari
species yang berbeda hidup bersama. Ekosistem, satu kelompok yang mempunyai ciri khas
tersendiri yang terdiri dari beberapa komunitas yang berbeda. Bioma, berbagai ekosistem yang
terdapat di wilayah geografis yang sama dengan iklim dan kondisi lingkungan yang sama. Biosfer,
semua bioma yang ada di bumi yang membentuk tingkatan tertinggi dalam jenjang kehidupan.
Jika kita pikirkan, berapa banyak individu yang dapat berkumpul menjadi populasi? Cara
menentukan batasan populasi yang lebih baik didasarkan kepada pengaruh/individu lain dalam
suatu populasi. Jadi, populasi itu dapat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis dari pada
gejala individu yang selalu melakukan hubungan. Maka dari itu populasi adlah kumpulan individu
sebuah spesies yang mampu berkembang biak silang antar satu individu dengan individu lainnya.
Namun tentu selain dividu tersebut tidak hanya berinteraksi melalui berkembang biak secara silang
saja, tetapi juga berhubungan secara dinamis dalam hal hal lain. Berikut adalah ulasan mengenai
kepadatan populasi, kepadatan populasi adalah hubungan jumlah individu tiap m3, misalnya dalam
sebuah akuarium yang berukuran 60cm x 30 cm x 30 cm dipelihara ikan mas 30 ekor untuk 54.000
cm3 atau dalam 0,54 m3, Jadi Kepadatan populsasisebagai berikut
=
Keterangan :
D = Densus= Padat = Kepadatan
N = Numerus= jumlah= Frekuensi
S = Spatum =Ruang= Luasan daerah yang ditempati
Jawab:D= 30 ekor= 555 ekor/m30,54 m3
49
Jika kepadatan populasi naik maka kebutuhan akan tempat tinggal bahan makanan dan
kebutuhan lain lainnya menjadi di luar kemampuan, jika hal itu terjadi akan timbullah persaingan
yang menimbulkan 2 akibat :
1. Dalam jangka waktu yang singkat menimbulkan akibatekologi. Akibat ekologi yang timbul dari
persaingan itu adalah: Kelahiran, kelangsungan hidup dan pertumbuhan populasi yang boleh jadi
akan tertekan sehingga menyebabkan terjadinya perpindahan atau emigrasi populasi yang
mungkin meningkat
2. Dalam jangka waktu yang panjang menimbulkan akibat evolusi. Akibat dari evolusi , misalnya
dalam suatu populasi ada hewan bertubuh besar dan kecil terlibat persaingan, mengakibatykan
hewan bertubuh besar menang , sehingga popilasi hewan bertubuh besar akan semakin
berkembang sedangkan hewan beruutbuh kecil akan punah.
Ada 2 faktor lingkungan yang dapat menurunkan daya biak populasi
1. Faktor bergantung pada kepadatan populasi itu sendiri
2. Faktor tidak bergantung pada kepadatan populasi
Berikut faktor utama yang mempengaruhi Populasi:
1. Natalitas, Kelahiran yaitu kemampuan bertambahnya suatu populasi
2. Mortalitas, Kematian adlah berkurangnya suatu jumlah populasi
3. Imigrasi & emigrasi, Imigrasi adalah proses masuknya individu kedalam populasi, dan
membentuk sekelompok baru/ bergabung dengan lainnya.Emigrasi adalah keluarnya individu
dari suatu bpopulasi untuk membentuk kelompok baru ditempat baru.
4. KompetisiInteraksi 2 individu/ kelompok / populasi yang memperrebutkan sesuatu yang sama.
5. Predasi/ PemangsaPemangsa dari oprganisme yang lebih kuat terhadap organisme yang lebih
lemah .
6. organisme mangsanya jadi sakit bahkan mati.
6.2 Berbagai Bentuk Ekosistem Alami
1.
Ekosistem Perairan
Jenis lingkungan yang ditandai dengan badan air tertentu (misalnya, lautan, danau,
muara, dll), bersama dengan faktor-faktor biotik dan abiotik berinteraksi disebut ekosistem
perairan. Ini meliputi kelompok terbesar bioma di planet kita, baik dari segi ukuran dan
keragaman, dan secara luas diklasifikasikan menjadi dua jenis- ekosistem laut dan air tawar.
a.
Ekosistem laut
50
Samudera dan lautan mencakup sekitar 70% dari permukaan bumi, dan menyimpan
air garam selama sekitar 98% dari total volume air yang hadir di planet kita. Laut, laguna,
muara, terumbu karang, dll, semua tercakup dalam ekosistem yang luas ini. Secara garis
besar, itu dibagi menjadi dua jenis: ekosistem laut besarIni termasuk laut dan samudera,
serta landas kontinen, lereng benua, batiopelagik, yang ada di dalamnya, dan bagianbagian hadal di berbagai kedalaman. Para produsen terutama zooplankton dan
fitoplankton, yang dikonsumsi oleh organisme tingkat trofik atas, sehingga membantu
aliran energi.
b.
Ekosistem Muara/ Estuari
Daerah-daerah di mana badan-badan air tawar membuka keluar atau bergabung
dengan air laut disebut muara, dan mereka mewakili transisi antara air tawar dan
lingkungan air garam. Karena banyak bahan aluvial dan kaya nutrisi yang dibawa oleh
sungai dan selokan ke daerah pesisir, muara menunjukkan keragaman yang tinggi
dibandingkan dengan bagian-bagian yang lebih dalam. Muara dapat berbentuk seperti
laguna, fjord, atau lembah berbentuk V, dan mereka dapat dikatakan memiliki asal-usul
tektonik serta geomorfik. Ekosistem transisi utama hadir di seluruh dunia ditemukan di
River Estuary Amazon, Delaware Bay, San Francisco Bay, dll
c.
Ekosistem Air Tawar
Sekitar 2% dari total air di Bumi hadir dalam jenis lingkungan ini, yang meliputi
aliran air, sungai, danau, dan gletser mencair. Ditandai dengan konten kurang garam
dibandingkan dengan lingkungan laut, proses biokimia telah menimbulkan berbagai flora
dan fauna spesies, termasuk yang endemik. Kategori ini diklasifikasikan ke dalam subekosistem berikut: sungai dan sungai kecil
d.
Ekosistem Sungai
Lingkungan ini diklasifikasikan di bawah (air yang mengalir) kategori lotic, dan
mereka mengalami perubahan fisik terus menerus. Perubahan ini terutama terdiri dari
pelapukan dan erosi, kadang-kadang secara permanen mengubah lanskap. Faktor abiotik,
seperti jumlah sinar matahari, sekitar tingkat suhu, laju aliran / sungai mengalir, dan reaksi
biokimia mengontrol keberadaan flora dan fauna pada ekosistem ini. Seringkali, ekosistem
sungai dan hutan terjadi di kawasan yang sama. Contoh utama termasuk lingkungan
sekitar sungai Amazon, Nil, Gangga, Colorado, dll. Ekosistem Rawa
2.
Ekosistem Darat
Permukaan tanah menyumbang sekitar 30% dari total luas planet kita, dan beberapa
jenis bioma dan ekosistem terjadi pada daerah kontinental. Sering ada dalam kombinasi
51
dengan sistem perairan, flora dan fauna tanah yang sama sekali berbeda dari yang kelautan.
Ekosistem terestrial utama dalam kategori ini dijelaskan sebagai berikut:
3.
Ekosistem Hutan
Meskipun secara teoritis dikategorikan sebagai ekosistem tanah, hutan terdiri dari
berbagai sub-lingkungan seperti sungai, danau, dan pegunungan. Daerah ini menghasilkan
jumlah tertinggi oksigen di planet kita. Banyak reaksi biokimia dan perubahan membantu
dalam adaptasi organisme di daerah tersebut. Ekosistem ini menunjukkan salah satu
keanekaragaman hayati tertinggi dibandingkan dengan jenis lainnya, terutama hutan hujan.
Perpindahan energi yang terbaik terlihat pada jaringan makanan flora dan fauna hutan. Contoh
utama dari seperti hutan hujan Amazon ekosistem-, Colorado Rockies Mountains, Congo River
Basin, dll
4.
Ekosistem gunung
Ini adalah salah satu yang paling beragam ekosistem di dunia, dengan kondisi yang
sangat keras sebagian besar hadir. Akibatnya, jaring makanan menjadi kecil, bersama dengan
aliran energi yang lebih sedikit terjadi di lingkungan seperti itu. Seringkali, faktor-faktor seperti
suhu, tekanan atmosfer, intensitas cahaya matahari, dll, mengontrol adaptasi dari organisme
tertentu, untuk bertahan hidup di ekosistem ini. Kambing gunung, elang, dan serigala biasanya
ditemukan di daerah pegunungan. Sebagai contoh, Andes Mountain Range, Himalaya, Alpen,
dll
5.
Ekosistem padang rumput
Jenis lain dari ekosistem yang luas wilayahnya, padang rumput yang ditandai oleh faktorfaktor khas seperti suhu menengah, sedang sampai curah hujan tinggi, daur ulang nutrisi yang
efisien, dan didominasi vegetasi. Interaksi antara faktor-faktor abiotik seperti dataran dan
dataran tinggi, sinar matahari, dan jenis tanah tertentu bersama dengan parameter biotik
mengakibatkan terjadinya lingkungan yang kompleks, namun dinamis. Contoh-contoh utama di
planet kami meliputi stepa-stepa, padang rumput, dan padang rumput Savannah.
6.
Ekosistem gurun
Ekosistem ini secara ketat terbatas pada daerah benua, dan peran lingkungan perairan
sangat kurang di daerah tersebut. Gurun ditandai dengan curah hujan rendah, sangat kurang
vegetasi, dan suhu ekstrim, dan dibagi menjadi dua subtipe gurun-gurun panas dan dingin.
Bentuk ekosistem ini meliputi suhu tinggi dan lanskap gersang, sedangkan yang kedua
mencakup salju abadi dan suhu yang turun di bawah nol derajat. Contoh utama dari kedua
jenis gurun adalah: Nevada-Arizona desert, Gurun Sahara, Antartika Ice Sheets, gurun Gobi, dll
52
6.3 Aliran Energi dan Materi Dalam Ekosistem
Arus energi merupakan perpindahan energi dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
yang terjadi dalam sebuah ekosistem. Yaitu dari sinar matahari lalu produsen, ke konsumen tingkat
I, ke konsumen tingkat II sampai pengurai. Sedangkan mineral membentuk siklus. Energi yang
dilepas sangat kecil karena setiap organisme membutuhkan energi dalam memenuhi
kebutuhannya. Agar keseimbangan ekosistem terpelihara, zat-zat kimia dan unsur hara lainnya
harus terdapat dalam keadaan seimbang diantara komponen biotik dan abiotik .didalam
keseimbangan tersebut terpelihara berbagai daur bio geo kimia dianataranaya daur Carbon, Fosfor
dan Nitrogen.
1)
Daur Carbon
Gambar 6.1 Daur Karbon
Daur dimulai dari CO, yang terkandung di udara dan larut dalam air akan membentuk
persediaan unsur karbon (C) anorganik dan asal unsur C organik. Tanaman akan menyerap
unsur karbon dalam bentuk CO, di udara sebagai bahan dasar pada proses fotosintesis. Di
dalam proses tersebut, karbon yang terdapat di lingkungan abiotik masuk ke lingkungan biotik.
Karbon dari lingkungan biotik akan kembali lagi ke lingkungan abiotik pada proses respirasi.
Unsur karbon dari respirasi dalam bentuk CO, atau dalam bentuk lain sebagai sisa-sisa
metabolisme. Sisa-sisa tanaman yang mati dan bahan organik yang lain akan diuraikan oleh
pengurai dan unsur karbon dilepas ke udara dan air sebagai CO. Karbon selalu bergerak dari
cadangan anorganik ke sistem hidup dan kembali lagi. Senyawa CO, hasil pembakaran bahan
bakar fosil, setengahnya tetap berada dalam atmosfer dan sisanyalarut dalam air laut.
Kadarnya di udara juga meningkat raelalui oksidasi bahan organik. Aktivitas manusia
meningkatkan kadar CO, hingga mencapai 15%. Hal itu akan berdampak pada pengaturan suhu
bumi (efek green house).
53
2)
Daur Nitrogen
Gambar 6.2 Daur Nitrogen
Cadangan nitrogen anorganik berupa gas N2, yang menyusun sekitar 78% udara.
Namun, gas N2, mempunyai aktivitas biologis yang kecil. Gas ini memasuki tubuh organisme,
kemudian keluar lagi tanpa berperan penting dalam proses kehidupan.Beberapa bakteri,
ganggang hijau biru, dan jamur dapat menggunakan N2, untuk menyintesis bahan yang dapat
digunakan oleh organisme lain dalam jumlah kecil. Fiksasi nitrogen oleh mikroorganisme
mampu menyediakan nitrogen untuk sejumlah penghuni ekosistem bumi dalam jumlah besar.
Selalu teijadi pelepasan N dari tanah atau air kembali ke udara. Hal itu dapat terjadi karena ada
bakteri yang melakukan proses denitrifikasi yang mengubah amonia menjadi N2, dan
melepaskannya. Dalam daur nitrogen lima tahap yang melibatkan makhluk hidup. Pada
Gambar 10.15 terlihat bahwa nitrogen di udara (N2) akan berubah menjadi amonia (NH3) (1).
Tahap ini disebut fiksasi nitrogen oleh bakteri Rhizobium yang terdapat pada bintil akar
tanaman kacang-kacangan. Amonia akan berubah menjadi nitrat (NO3-) oleh bakteri nitrifikasi
di dalam tanah. Perubahan amonia menjadi nitrat disebut tahap nitrifikasi (2). Sebenamya,
amonia tidak secara tiba-tiba berubah menjadi nitrat. Namun, pada awalnya amonia akan
diubah menjadi nitrit (NO2-) terlebih dahulu oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus.
Selanjutnya, bakteri Nitrobacter akan mengubah nitrit (NO2-) menjadi nitrat (N03). Tahap ketiga
pada daur nitrogen, yaitu tahap asimilasi (3). Pada tahap ini nitrogen akan diserap oleh
tumbuhan, kemudian akan diasimilasi menjadi protein dan asam amino. Apabila tanaman
tersebut mati, ikatan nitrogen akan pecah dan oleh bakteri amonia akan diubah menjadi
amonia kembali, tahap ini disebut amonifikasi (4). Nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3-) dapat
langsung tereduksi menjadi gas nitrogen (N2). Tahap perubahan bentuk nitrogen yang terjadi
akibat adanya bakteri denitrifikasi ini disebut tahap denitrifikasi (5).
54
Sinar matahari adalah unsur yang sangat membantu dalam kelangsungan kehidupan
tersebut karena merupakan sumber energi bagi organisme. Energi Cahaya dibah oleh
tumbuhan menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis didalam zat-zat organik tumbuhan
tersebut itu.tumbuhan ini merupakan makanan hewan, dimana hewan merupakan makhluk
hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri (Herbivor) pemakan tananaman.
Herbivor merupakan makanan bagi pemangsanya yaitu (karnivor) pemakan daging dan yang
akhirnya akan diuraikan oleh organisme pembusuk. Hal tersebut tercermin dalam proses rantai
makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.
3)
Daur Fosfor
Gambar 6.3 Daur Fosfor
Flora dan fauna yang sudah mati akan diurai oleh mikrobia. Hasil uraian adalah Sorganik dan H2S merupakan bentuk yang ada di alam. S-organik dan H2S yang telah berubah
menjadi SO4 dapat dipakai kembali oleh hewan dan tumbuhan dan selanjutnya akan kembali ke
alam setelah terjadi penguraian oleh mikrobia. Manusia dengan segala aktifitasnya, banyak
berdirinya industri akan menambah jumlah oksida belerang di atmosfer, sehingga terjadi
pencemaran yang beruntun terhadap sumberdaya, yaitu :
a)
Pertama-tama sumberdaya udara tercemar SOx dan NOx (yang berasal dari industri dan
kendaraan bermotor), disebut sebagai pencemaran generasi pertama.
b)
Selanjutnya udara yang tercemar ini akan mencemari hujan (kalau turun hujan) sehingga
ph air hujan lebih kecil dari 5,6 dan ini disebut pencemaran generasi kedua.
c)
Tanah pertanian yang tadinya subur (produktivitasnya tinggi) disiram dengan air hujan
asam akan kehilangan nutrisinya, sehingga produktivitasnya menurun. Disebut
pencemaran generasi ketiga.
55
d)
Bersamaan dengan rusaknya tanah karena hara tercuci, logam berat yang tadinya terikat
dalam bentuk garam akan dilepaskan ke lingkungan. Sebagian dari logam berat akan
hanyut ke perairan dan akan menimbulkan pencemaran perairan disebut sebagai
pencemaran generasi keempat.
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan yang digambarkan secara skematis
dalam bentuk garis lurus searah dan tidak bercabang. Misalnya rantai makanan yang terdapat di
sebuah kebun secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut.
Dari peristiwa makan dan dimakan, akan terjadi perpindahan atau aliran energi dari
produsen ke konsumen I hingga konsumen puncak. Sebagai sumber energi utama dalam ekosistem
adalah sinar matahari. Energi ini diubah oleh produsen menjadi energi kimia dalam bentuk senyawa
karbon (misalnya berupa karbohidrat, lemak, dan protein). Jika produsen dimakan konsumen,
energi yang tersimpan dalam bahan makanan itu berpindah ke tubuh konsumen dan dapat diubah
menjadi energi panas, energi gerak, dan sebagian disimpan dalam bentuk senyawa kimia yang
menyusun tubuh makhluk hidup. Ketika konsumen I dimakan konsumen II, terjadi lagi perpindahan
energi. Demikian seterusnya dalam setiap peristiwa makan dan dimakan diikuti dengan
perpindahan energi. Selama perjalanan itu, terjadi pengurangan energi sehingga tidak semua energi
dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup.
Pada kenyataannya, peristiwa makan dan dimakan terjadi dengan pola yang lebih rumit dari
contoh rantai makanan di atas. Elang tidak hanya makan ular saja. Ular tidak hanya makan ayam,
dan ayam juga tidak hanya makan belalang saja. Di alam, beberapa proses makan dan dimakan
(rantai makanan) saling berkaitan membentuk sebuah jaring-jaring makanan. Jika kita
memerhatikan jaring-jaring makanan, kita akan menemukan bahwa jaring-jaring makanan selalu
berawal dari produsen dan diakhiri oleh pengurai. Bahan-bahan yang diuraikan itu akan kembali
digunakan oleh produsen, sehingga daur materi dan energi tidak pernah terputus.
Piramida makanan adalah suatu piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi
jumlah biomassa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem.
Komposisi biomassa terbesar terdapat pada produsen yang menempati dasar piramida. Demikian
pula jumlah energi terbesar terdapat pada dasar piramida. Komposisi biomassa dan energi ini
semakin ke atas semakin kecil karena selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah
energi pada setiap tingkat trofik. Dalam ekosistem seringkali terdapat dua konsumen atau lebih
yang menempati puncak piramida, sehingga ada piramida makanan dengan satu puncak dan
piramida makanan dengan dua puncak. Piramida makanan dengan satu puncak berarti hanya
terdapat satu jenis karnivora yang menempati puncak piramida (konsumen puncak). Piramida
56
makanan dengan dua puncak berarti pada puncak piramida ditempati oleh dua jenis karnivora yang
keduanya tidak saling memakan.
5.4 Macam-Macam Bentuk Pola Kehidupan
Pola kehidupan adalah kebiasaan dalam suatu kehidupan. Seperti contoh pola
kehidupannyadapat dinilai dari cara manusia mencari kebutuhan.Seperti contoh: dalam suatu desa
terdapat pola klehidupan kasta, dimana masihadanya masyarakat yang menbedakan nilai antara
orang kaya dengan orang miskin, kedudukan masyarakat kalangan keluarga kerajaan dengan
masyaratkat biasa. Hal ituadalah contoh pola kehidupan dalam kehidupan masyratakat. Jika dilihat
dari pola hidup keanekaragamn pencarian nafkah, dapat diumpamakan masyarakat yang tinggal di
area pegunungan akan banyak menekuni lapangan pekerjaan petani, berbeda dengan masyartakat
di sekitar pantai. Bisa dikatakan pola kehidupan juga disesuaikan dengan habitat tenpat makhluk
hidup tersebut tinggal, Karen pola itu adalh kebiasaan, dan secara tidak langsung makhluk hidup
pastilah akan menyesuaikan pola hidupnya dengan lam sekitar, jika tidak maka makhluk hidup itu
terancam punah. Bentuk pola kehidupan dapat meliputi, (1) Masyarakat sosial, (2) Upacara, (3)
Adat istiadat, dan (4) Kehidupan keragaman
Dalam kesempatan ini pola kehidupan yang akan dibahas adalah pola kehidupan ditinjau
dari masalah sosial:
1. Proses terjadinya sosial: Proses ini melingkupi serangkaian studi sosiologiu yakni interaksi
sosial, stratifikasi sosial.
2. Klassifikasi masalah sosial. Masalah sosial ini timbul dari kekurangan dalam diri manusia atau
kelompok komunitas sosial yg bersumber dari faktor ekonomi, biologis, kebudayaan,dll.
3. Perhatian masyarakat sosial: Dikalangan masyarakat, masalah sosial tidak begitu dibicarakan,
justru yang menjadi sorotan adalah angaka kecelakaan, hal itu merupakan manifestasi social
problem adalah kepincangan yang menuntut keyakinan masyarakat dapat diperbaiki dibatasi
atau bahkan kehilangan.
57
EVALUASI
1.
Prediksikan apa yang akan terjadi jika produsen dalam suatu ekosistem punah? Jelaskan alasan
Anda?
2.
Mengapa jenis-jenis makhluk hidup yang dapat hidup di ekosistem air laut sangat berbeda
dengan jenis makhluk hidup yang dapat hidup di ekosistem air tawar?
3.
Amatilah sebuah kondisi lingkungan yang ada di sekitar Anda, kemudian analisislah
berdasarkan bagaimana aliran energi terjadi dalam lingkungan Anda!
4.
Jelaskan mengapa bila satu komponen ekosistem berubah maka keseimbangan ekosistem juga
berubah?
5.
Bagaimana peran manusia di biosfer?
6.
Jelaskan komponen-komponen apa saja yang membangun ekosistem!
7.
Jelaskan prinsip aliran energi di alam ini?
8.
Jelaskan apa peran daur karbon bagi kelangsungan hidup makhluk hidup!
58
BAB VII
SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan
dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera. Dengan kata lain, semua kekayaan bumi
baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Sumber daya
alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain
sebagainya. Lingkungan hidup adalah sebuah kesatuan ruang dengan segala benda dan makhluk
hidup di dalamnya termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi keberlangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Lingkungan hidup
mencakup ekosistem, perilaku sosial, budaya, dan juga udara yang ada. Perilaku manusia dalam
memanfaatkan sumber daya alam yang ada dapat mempengaruhi lingkungan hidup.
7.1 Klasifikasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi 3, yaitu berdasarkan sifat, jenis, dan
potensinya.
1. Sifat
Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam dikelompokkan menjadi:
a. Sumber daya alam yang dapat diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat pulih
kembali secara alami atau dibudidayakan setelah dimanfaatkan. Contoh: sumber daya alam
nabati (padi, tebu, jagung, singkong, durian, jeruk, apel, dan lain-lain) dan sumber daya alam
hewani (sapi, kambing, ayam, kerbau, kuda, dan lain-lain).
b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang tidak dapat
pulih kembali, baik secara alami maupun secara budi daya. Sumber daya alam ini meliputi
mineral, sumber energy (minyak, gas alam, dan batu bara).
c. Sumber daya alam tidak akan habis
Sumber daya alam tidak akan habis adalah sumber daya alam yang tidak akan habis setelah
digunakan berulang-ulang. Contoh dari sumber daya alam ini adalah udara, matahari, energi
pasang surut, dan air dalam siklus hidrologi.
2. Jenis
Berdasarkan jenisnya, sumber daya alam dikelompokkan menjadi:
a. Sumber daya alam hayati
Sumber daya alam hayati berasal dari makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan mikroba.
59
b. Sumber daya alam nonhayati
Sumber daya alam nonhayati berasal dari benda-benda tidak hidup seperti air, tanah, udara,
mineral, gas alam, minyak bumi, dan lain-lain.
3. Potensi
Pembagian sumber daya alam berdasarkan potensi dikelompokkan menjadi:
a. Sumber daya alam materi
Sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisik seperti batu, kayu, emas, padi, jagung,
rosella, dan lain-lain.
b. Sumber daya alam energi
Sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya seperti batubara, minyak bumi, gas alam, air
terjun, sinar matahari, dan lain-lain.
c. Sumber daya alam ruang
Sumber daya alam yang sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya
area tanah (daratan) dan angkasa.
7.2 Konsep-konsep Pengelolaan Sumber Daya Alam
Pengelolaan sumber daya alam bertujuan guna menjamin kelestarian kualitas lingkungan.
Pengelolaan sumber daya alam diperlukan pendekatan interdisiplin, karena satu jenis sumber daya
alam ternyata memiliki berbagai macam kepentingan yang saling berkaitan. Kemampuan regenerasi
sumber daya alam sangat terbatas sehingga eksploitasinya harus dilakukan secara bijaksana. Bila
eksploitasi sumber daya alam melebihi batas daya regenerasinya akan berakibat kerusakan yang
selanjutnya berdampak negatif terhadap kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan.
Pengelolaan sumber daya alam seharusnya mengacu kepada aspek konservasi dan
pelestarian lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang hanya berorientasi ekonomi hanya
membawa efek positif secara ekonomi tetapi menimbulkan efek negatif bagi kelangsungan
kehidupan umat manusia. Oleh karena itu pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek
ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek etika dan social yang berkaitan dengan kelestarian,
kemampuan, dan daya dukung sumber daya alam.
Berbagai cara dilakukan agar sumber daya alam dapat dimanfaatkan sampai anak cucu dan
lingkungan hidup tidak mengalami kerusakan lebih parah. Cara yang dapat dilakukan adalah
melakukan konservasi sumber daya alam. Konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber
daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya alam yang dapat
diperbarui menjamin kesinambungan untuk persediaannya dengan tetap memelihara dan
meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.
60
Konservasi sumber daya alam meliputi sumber daya alam nabati dan hewani. Dalam UU
N0.5 Tahun 1990, strategi konservasi sumber daya alam hayati meliputi perlindungan proses
ekologis yang penting sebagai sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman genetic
dan ekosistemnya serta pelestarian manfaat jenis dan ekosistem. Secara umum bentuk konservasi
dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu 1. konservasi in situ adalah kegiatan konservasi
flora/fauna yang dilakukan di dalam habitat aslinya. Konservasi in situ mencakup kawasan suaka
alam (Cagar alam dan Suaka Margasatwa) dan kawasan pelestarian alam (Taman Nasional, Taman
Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam). 2. Konservasi ex situ yaitu kegiatan konservasi flora/fauna
yang dilakukan di luar habitat aslinya. Konservasi ex situ dilakukan oleh lembaga konservasi, seperti
kebun raya, arbetrum, kebun binatang, taman safari, dan tempat penyimpanan benih dan sperma
satwa.
7.3 Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup
1. Masalah Kependudukan
Pada tahun 2015, Indonesia mempunyai penduduk sebesar 255,708,785 jiwa atau 3.49%
dari jumlah penduduk dunia dan menempati posisi keempat di dunia. Pertambahan jumlah
penduduk akibat natalitas lebih besar daripada mortalitas. Kesehatan semakin membaik
menyebabkan mortalitas rendah dan pertambahan penduduk semakin meningkat akibat adanya
migrasi. Permasalahan penduduk di negara berkembang adalah pertambahan yang tidak seimbang
dengan peningkatan produksi pangan, penyebaran tidak merata (terkonsentrasidi kota-kota besar)
sehingga terjadi pengangguran, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan. Pertambahan penduduk
yang semakin meningkat berdampak pada lingkungan sehingga banyak terjadi pencemaran udara,
air, dan tanah. Pertambahan penduduk yang pesat juga meningkatkan keperluan sumber daya
alam.
Pada kenyataannya, tidak semua negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang sama.
Hal ini disebabkan penyebaran sumber daya alam di bumi tidaklah merata. Selain itu, jumlah
penduduk suatu negara dan kemampuan teknologi yang dimilikinya turut mempengaruhi
kemakmuran suatu negara. Cepat atau lambat habisnya sumber daya alam tersebut tergantung
pada jumlah pemakaiannya.
2. Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup
yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu
komponen dengan komponen lainnya. Dua komponen penting tersebu adalah komponen biotik dan
abiotik. Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut UU No 32 thun 2009 adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan
61
perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain. Ilmu yang mempelajari interaksi manusia dengan lingkungannya
disebut ekologi. Ekologi berasal dari bahasa Yunani oikos “habibat” dan logis “ilmu”. Ekologi
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi makhluk
hidup dengan lingkungannya.
Setiap makhluk hidup menginginkan agar tempat hidupnya memberikan keamanan dan
kenyamanan. Semuanya demi kelangsungan hidup bagi individu itu dan bagi jenisnya. Lingkungan
hidup dapat memenuhi syarat kehidupan para penghuninya jika situasi dan kondisi lingkungan
hidup disesuaikan dengan kebutuhan minimal para penghuninya. Semakin modern suatu
masyarakat berarti semakin kompleks pula hidupnya dan semakin beranekaragam kebutuhannya.
Berkat kemajuan teknnologi, manusia lebih mendapat kesempatan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya tetapi semakin mencemari lingkungan hidupnya yang berakibat kerusakan terhadap
lingkungan.
Kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu semakin mengalami peningkatan sehingga alam
seakan-akan sudah tidak bersahabat lagi dengan manusia. Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi
karena dua faktor, yaitu faktor alami dan faktor manusia. Banyaknya bencana alam dan cuaca yang
tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan. Bencana alam tersebut dapat
berupa bajir, tanah longsor, tsunami, angina puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun
gempa bumi.
Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan
makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang
modern. Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat
berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Kerusakan
lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penebangan secara liar yang menyebabkan
banjir maupun tanah longsor.
Masalah lingkungan hidup di Indonesia saat ini adalah penebangan hutan secara liar; polusi
air dari limbah industri, pertambangan, dan rumah tangga; polusi udara di daerah perkotaan; asap
dank abut dari kebakaran hutan; perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perdagangan dan
pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah
tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur di Sidoarjo; reklamasi pantai.
62
7.4 Prinsip dan Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Usaha pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup perlu dilakukan untuk
memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Daya dukung
lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia,
makhluk hidup lain, dan keseimbangan antarkeduanya. Sedangkan daya tampung lingkungan hidup
adalahkemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang
masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan sumber daya
alam dan lingkungan hidup antara lain:
1. Pendidikan Cinta Lingkungan
Kerusakan lingkungan di Indonesia terus terjadi dan harus segera ditanggulangi dengan cara
menyiapkan sumber daya manusia yang peduli lingkungan. Usaha yang paling efektif dan
berdampak panjang adalah menumbuhkembangkan cinta lingkungan kepada generasi penerus
melalui pendidikan di sekolah. Dengan memasukkan isu lingkungan dalam proses pendidikan,
peserta didik diajari hak, kewajiban, dan tanggung jawab kepada lingkungan. Metode pembelajaran,
mengintegrasikan isu lingkungan dengan mata pelajaran yang lain. Evaluasi pendidikan lebih
ditekankan kepada perubahan perilaku, sikap, partisipasi, kreasi, dan inisiatif peserta didik.
2. Gaya Hidup Hijau
Guna pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan mulai sekarang dan di masa mendatang,
masyarakat Indonesia perlu melaksanakan gaya hidup sehat. Masyarakat Indonesia harus memiliki
budaya atau gaya hidup yang suka menanam pohon dan memelihara tanaman pada lahan-lahan
yang masih kosong. Dengan cara gemar menanam tanaman akan berdampak pada pengurangan
emisi gas CO2, CH4, N2O dan NO2. Selain menanam pohon, gaya hidup hijau dapat dilakukan dengan
menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan sehingga dpat membantu mempertahankan
lingkungan hidup yang nyaman.
3. Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau adalah semua ruang terbuka yang ditanami dengan tanaman baik yang
bersifat alami seperti padang rumput, stepa, sabana, hutan raya, maupun yang bersifat buatan
seperti taman, taman bermain, taman rekreasi, dan jalur hijau tepi jalan serta halaman
rumah/pekarangan (Sodiq, 2014). Ruang terbuka hijau sangat diperlukan terutama di daerah
perkotaan. Manfaat yang diperoleh antara lain mendukung peningkatan kualitas lingkungan kota,
mengurangi pencemaran udara, paru-paru kota, dan tempat rekreasi.
4. Penghijauan dengan Menanam Pohon
Penghijauan merupakan kegiatan yang banyak manfaatnya bagi umat manusia seperti
menaungi manusia dan hewan, batangnya dapat digunakan untuk peralatan, akarnya dapat
63
mencegah terjadinya erosi, banjir, tanah longsor, mengurangi polusi udara, dan menurunkan emisi
gas rumah kaca (tanaman trembesi, mangrove, dan sansiviera).
5. Konservasi Terumbu Karang
Indonesia memiliki keanekaragaman terumbu karang yang sangat luar biasa sehingga
dijuluki "Amazon of The Sea". Adapun, terumbu karang di Indonesia tersebar hampir di 17.508
pulau. Apabila dihitung, luas tutupan terumbu karang di Indonesia mencapai 75 ribu kilometer
persegi. Sayangnya 70 persen terumbu karang di Indonesia dalam keadaan rusak. Penyebab
kerusakan terumbu karang antara lain akibat penggunaan bom, potasium, sampah, kesadaran
masyarakat untuk melestarikan lingkungan masih sangat kurang, dan perubahan suhu yang
meningkat. Perlu dilakukan konservasi terhadap terumbu karang, salah satunya harus ditentukan
zona larang ambil terumbu karang. Selain itu yang tidak kalah penting adalah konservasi lingkungan
secara berkelanjutan. Kegiatan ini harus melibatkan banyak pemangku kepentingan termasuk para
nelayan dan penduduk lokal. Terumbu karang secara ekologis menjadi penunjang kehidupan biota
laut lainnya, keanekaragaman hayati, dan pelindung pantai. Secara ekonomi, terumbu karang juga
menjadi sumber makanan, sumber obat-obatan dan kosmetik, obyek wisata, mata pencaharian,
bibit budidaya, dan untuk riset.
6. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan upaya cerdas dan berencana dalam
rangka mengelola sumber daya alam secara bijaksana. Usaha melindungi lingkungn harus dilakukan
dengan cara, produk dan proses produksi yang bersahabat dengan lingkungan serta perlu ada
sertifikat ekolabel. Produk yang ramah lingkungan harus mengikuti standar baik mutu maupun
prosesnya.
7. Menghemat energi
Dalam kehidupan manusia modern, penggunaan energi semakin meluas mulai dari
kebutuhan rumah tangga, industri, sampai transportasi. Sumber energi utama yang digunakan saat
ini berasal dari bahan fosil. Semakin menipisnya bahan fosil mendorong manusia untuk
menghasilkan energi alternatif. Selain penggunaan energi alternatif, penghematan energi perlu
dilakukan untuk keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang. Salah atu contoh sederhana
yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah mematikan peralatan listrik jika tidak
digunakan.
64
EVALUASI
1.
Jelaskan tentang sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui serta contohnya!
2.
Kemukakan cara-cara yang dilakukan manusia untuk mempertahankan sumber daya alam yang
tersedia baik SDA yang dapat diperbarui maupun SDA yang tidak dapat diperbarui!
3.
Jelaskan apa permasalahan yang dihadapi negara kita terkait masalah kependudukan dan
lingkungan!
4.
Jelaskan contoh beberapa energi alternatif dalam rangka menghemat energi!
5.
Berikan contoh usaha-usaha manusia dalam pelestarian Sumber Daya alam (SDA)!
65
Download