1.4 Perbandingan laporan keuangan

advertisement
BAGIAN 2
ANALISA PERBANDINGAN LAPORAN
KEUANGAN
ANALISA PERBANDINGAN LAPORAN
KEUANGAN
1. Tujuan, prosedur, metode dan tehnik analisis,
perbandingan laporan keuangan.
1.1 Tujuan Analisa
membandingkan data keuangan dua periode atau
lebih, sehingga dapat memperoleh data yang
dapat mendukung keputusan yang akan diambil
oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Faktor utama yang penting dalam
menganalisa/menilai posisi keuangan dan
potensi kemajuan perusahaan dengan
memperhatikan/mengetahui :
1.1.a. Likuiditas:
adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangannya sesegera mungkin/ pada
saat ditagih.
Keadaan ini adalah bila aktifa lancar lebih besar
dari pada hutang lancar. Disebut :”likuid/likid”.
Apabila tidak dapat dipenuhi : “illkuid”
Kewajiban keuangan perusahaan pada dasarnya
kepada :
•
•
Kreditur (pihak luar perusahaan) dinamakan
“Likuiditas badan usaha”
Yang berhubungan dengan proses produksi/intern
perusahaan disebut “Likuiditas perusahaan”
1.1.b Solvabilitas.
kemampuan perusahaan memenuhi
kewajibannya apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi, baik kewajiban jangka pendek
maupun jangka panjang.
Keadaan ini bila perusahaan mempunyai
aktiva atau kekayaan yang cukup untuk
membayar semua hutangnya
disebut“solvabel”.
Kalau jumlah aktiva lebih kecil dari pada
hutangnya disebut “Insolvabel”
Likuiditas dan solvabilitas:
Dimungkinkan keadaan perusahaan :
•
Likuid dan solvabel
•
Likuid tetapi insolvabel
•
Illikuid tetapi solvabel
•
Illikuid dan insolvabel
Perusahaan insolvabel dan illikuid kondisi keuangannya
kurang baik, karena suatu waktu akan menghadapi
kesulitan keuangan.
Perusahaan illikuid akan segera kesulitan keuangan
meskipun solvabel.
Perusahaan insolvabel tapi likuid tidak segera mengalami
kesulitan keuangan baru timbul kalau perusahaan dilikuidir
1.1.c. Rentabilitas atau Profitability
Kemampuan perusahaan menghasilkan laba
selama periode tertentu
Dengan membandingkan laba yang diperoleh
dalam suatu periode tertentu dengan jumlah
Aktiva atau Modal sendiri
- Rentabilitas Ekonomis: Laba perusahaan
dibandingkan dengan modal yang digunakan
(modal sendiri dan modal asing)
- Rentabilitas Usaha/Modal sendiri : laba
perusahaan dibandingkan modal sendiri yang
dimasukkan oleh pemilik perusahaan.
1.1.d. Stabilitas usaha
kemampuan perusahan untuk membayar beban
bunga dan membayar kembali hutangnya tepat
pada waktunya, serta membayar deviden secara
teratur kepada pemegang saham tanpa
hambatan atau krisis keuangan.
1.2 Prosedur Analisa
•
•
•
Penganalisa harus memahami laporan keuangan
Penganalisa harus dapat menggambarkan aktivitasaktivitas perusahaan .
Mengetahui latar belakang dari data keuangan
perusahaan
Beberapa perbedaan klasifikasi pos-pos
keuangan perusahaan.
Perbedaan karena:
•
•
•
•
Disesuaikan dengan maksud dan tujuan
manajemen dalam penggunaan laporan keuangan
tersebut.
Perbedaan pendapat yang mungkin timbul dalam
menyususn laporan, misalnya : umur dari aktiva
tetap.
Perbedaan pengetahuan dan pengalaman akuntan
penyusun.
Kegagalan pengetrapan terminologi atau klasifikasi
yang terbaru yang telah diterima umum.
1.3 Metode dan teknik Analisa
1.3. a. Metode Analisa:
• Analisa Horisontal/analisa dinamis, membandingkan
laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa
saat, sehingga diketahui perkembangan perusahaan.
• Analisa Vertikal/analisa statis, laporan yang dianalisa
hanya satu periode saja, dengan membandingkan pos-pos
yang ada dalam laporan keuangan itu saja, sehingga dapat
diketahui keadaan keuangan pada saat/waktu itu saja.
1.3.b. Tehnik analisa.
•
Analisa perbndingan laporan keuangan,
cara membandingkan laporan keuangan untuk
dua periode atau lebih dengan menunjukkan:





•
Data obsolut atau jumlah dalam rupiah
Kenaikan atau penurunan dalam rupiah
Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
Perbandingan yang dinyatakandengan rasio
Prosentase dari total
Trend presetage analysis,
analisa untuk mengetahui apakah keuangannya,
menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun
•
Comman size statement,
untuk mengetahui prosentase investasi pada masingmasing aktivanya, mengetahui struktur
permodalannya dan komposisi biaya yang terjadi
dihubungkan dengan jumlah penjualannya
•
Analisa sumber dan penggunaan modal kerja,
untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan
modal kerja atau berubahnya modal kerja dalam
periode tertentu
•
Cash flow statement analysis,
untuk mengetahui berubahnya jumlah uang Kas atau
mengetahui sumber-sumber serta penggunaan Kas
selama periode tertentu
•
•
•
Analisa ratio,
untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam Neraca
atau Laporan Laba/Rugi secara individu atau kombinasi dari
kedua laporan dimaksud
Gross profit analysis,
untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu
perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan
laba kotor suatu periode dengan laba kotor yang dibudgetkan
untuk periode tersebut
Break event analysis,
untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh
perusahaan agar perusahaan tidak menderita kerugian, tetapi
belum memperoleh keuntungan; juga diketahui berbagai tingkat
keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan
1.4 Perbandingan laporan keuangan
Dengan Comperative Balance Sheet,
(memperbandingkan Neraca) yang menunjukkan
Aktiva, Hutang serta Modal perusahaan pada dua
tanggal atau lebih akan dapat diketahui perubahanperubahan :
•
•
•
•
Laba atau Rugi yang bersifat operasionil maupun insidentil
Diperolehnya Aktiva maupun perubahan bentuk Aktiva
Timbulnya atau lunasnya hutang maupun perubahan bentuk
hutang yang satu ke Hutang lainnya
Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan modal saham
( penambahan atau pengurangan modal )
2. 1. Tahun perbandingan
Apabila Laporan keuangan yang dibandingkan lebih dari
dua periode atau tahun maka digunakan tahun
pembanding/dasar dengan cara:
•
•
•
Tahun awal digunakan sebagai tahun pembanding
Perbandingan dilakukan dengan data dari tahun
sebelumnya
Dasar pembandingnya adalah rata-rata dari jumlah
kumulatif seluruh periode yang bersangkutan
2.2 Trend dalam prosentase
Tehnik analisa ini hanya praktis apabila digunakan
jangka waktu lebih dari tiga tahun.
Dalam menganalisa mengunakan indeks yang
dinyatakan dalam prosentase.
3. Commond size statement
merupakan laporan keuangan yang dinyatakan
dengan prosentase, karena tiap komponen atau pos
dinyatakan dalam persentase.
Metode dengan merubah jumalah rupiah
menjadiprosentase dilakukan sebagai berikut:
a. Nyatakan total aktiva, total passiva serta total
penjualan netto masing-masing dengan 100%
b. Hitunglah ratio dari tiap tiap pos atau komponen
dalam laporan tersebut dengan cara membagi
rupiah dari masing-masing pos aktiva dengan
total aktivanya, pos pasiva dengan total
pasivanya dan pos rugi laba dengan total
penjualan; dikalikan 100%
4. Evaluasi Comman Size Statement
a.
b
Laporan persentase per komponen menunjukkan
prosentase dari total Aktiva yang telah ditanamkan dalam
masing-masing jenis Aktiva.
Dengan membandingkan rata-rata industri sebagai
keseluruhan dari perusahaan sejenis, maka dapat
diketahui apakah perusahaan tersebut Over invesment
atau Under Invesment, sehingga dapat dilakaukan
kebijakan perusahan yang lebih favorabel.
Menunjukkan pula distri busi dari Hutang dan Modal,
sumber-sumber dari mana dana yang diinvestasikan
dalam aktiva tersebut.
Diketahui kemempuan perusahaan untuk memperoleh
kredit dari pihak luar.
c.
Prosentase per komponen yang terdapat dalam
Neraca akan merupakan prosentase per komponen
terhadap total Aktiva, sehingga perbandingan
horisontal hanya akan menunjukkan trend of
ralationship tidak menunjukkan perubahan absolut.
d.
Prosentase per komponen dalam hubungannya
dengan laporan Laba Rugi, menunjukkan jumlah
atau prosentase dari penjualan netto yang diserap
tiap-tiap individu biaya dan prosentase yang masih
tersedia untuk income.
Oleh karenanya Comman Size Statement banyak
digunakan dalam hubungannya dengan Income
Statement sedangkan untuk Neraca tidak banyak
digunakan
Download