bentuk garis edar (orbit) planet

advertisement
BAB III
TATA SURYA
1. MATAHARI SEBAGAI TATA SURYA
Matahari adalah proses tata surya yang dikelilingi oleh sembilan planet beserta benda
lainnya.
Matahari merupakan salah satu bintang. Dikatakan bintang karena matahari dapat
memancarkan cahaya sendiri.
Tata surya adalah susunan matahari dan benda-benda langit yang mengelilinginya
Matahari mempunyai gaya gravitasi yang besar karena sesuai dengan massanya yang
juga besar dibandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Itulah sebabnya matahari
sebagai pusat dan benda-benda langit lainnya beredar mengelilingi matahari.
2. PLANET
Planet adalah benda langit yang mengeliling matahari dan tidak memancarkan cahaya
sendiri. Planet ada 9 macam yaitu:
1. Merkurius
2. Venus
3. Bumi
2. Mars
5. Jupiter
6. Saturnus
3. Uranus
8. Neptunus
9. Pluto
klasifikasi planet:
1. Berdasarkan bumi sebagai pembatas
a. Planet dalam: Merkurius dan Venus
b. Planet luar: Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto
2. Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya
a. Planet terestrial
Karena ukuran dan komposisi penyusunnya sejenis yaitu batu-batuan
(Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars)
b. Planet Raksasa (Jovian)
Karena ukurannya besar dan komposisi penyusunnya sebagian besar es dan gas
hidrogen (Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus)
BENTUK GARIS EDAR (ORBIT) PLANET
Planet-planet beredar mengelilingi matahari berbentuk elips
Titik Aphelium
1 Juli
Titik Perihelium
1 Januari
Matahari
Titik perihelium adalah
: Titik pada orbit dimana sebuah planet berada paling
dekat dengan matahari
Bab III. Tata Surya  17 
Titik Aphelium adalah
: Titik pada orbit dimana sebuah planet berada paling
jauh dengan matahari
-
Gerak peredaran benda-benda langit mengelilingi matahari disebut Revolusi.,
sedangkan gerak berputar pada porosnya sendiri disebut Rotasi
-
Periode Revolusi adalah : Waktu yang diperlukan planet untuk satu kali beredar
mengelilingi matahari.
-
Periode Rotasi adalah : Waktu yang diperlukan planet untuk bergerak satu
kali mengitari porosnya sendiri.
Arah revolusi dan rotasi benda-benda langit berlawanan dengan arah jarum jam
atau dari arah barat ke timur.
-
Nama
Massa
(x massa
bumi)
Garis
tengah
(km)
Matahari
Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Jupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus
Pluto
333.400
0,053
0,007
1
0,106
318
94,1
14,4
17,1
0,9
1.500.000
4.897
12.104
12.743
6.787
141.700
120.000
50.800
48.000
4.500
Jarak thd
matahari
58 juta km
108 juta km
150 juta km
228 juta km
778 juta km
1.426 juta km
2.872 juta km
4.490 juta km
5.910 juta km
Periode
Revolusi
Periode
Rotasi
Juml
satelit
88 hari
224,7 hari
365,3 hari
687 hari
11,9 thn
29,5 thn
84 thn
164,8 thn
284,4 thn
25 hari
59 hari
249 hari
24 jam
24,6 jam
9,9 jam
10,4 jam
10,8 jam
15,7 jam
6,4 hari
1
2
16
19
5
2
1
Massa
Kec
jenis
grafitasi
(Ton / m3) (m/s2)
5.4
5,25
5,51
3,95
1,34
0,7
1,58
2,3
2
3,6
0,87
9,8
3,7
25,9
11,3
10,4
14
-
3. SATELIT
Satelit adalah benda kecil yang mengitari planet sebagai pengiringnya.
Satelit ada dua macam: 1. Satelit Alamiah, 2. Satelit buatan
Satelit alamiah adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya kita.
Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia.
4. ASTEROID (PLANELOID)
Asteroid adalah benda-benda angkasa yang menyerupai planet yang terdapat dalam
daerah orbit antara Mars dan Jupiter.
Contoh asteroid:
a. Ceres, merupakan asteroid yang terbesar dengan diameter  750 km.
b. Icarus, adalah ateroid yang pernah mendekati bumi
c. Pallas, Juno, dan Vesta, merupakan asteroid besar dengan diameter antara 200 km
s/d 700 km.
Bab III. Tata Surya  18 
5. KOMET (BINTANG BEREKOR)
Komet adalah benda yang bergerak mengelilingi matahari dengan garis edar yang
sangat lonjong dan miring terhadap edar bumi (Ekliptika)
Bagian-bagian komet:
- Inti (nukleus)
- koma
- awan hidrogen
- ekor
Inti Komet terdiri atas gumpalan benda padat (es) yang terdiri atas air (H2O),
Karbondioksida (CO2), amoniak (NH3) metana (CH4) dan debu.
Koma adalah daerah kabut yang mengelilingi inti.
Koma terdiri atas gas dan debu.
Inti dan koma bergabung membentuk kepala komet.
Ekor komet terbentuk karena partikel-partikel gas dan debu terdorong oleh radiasi
matahari.
Ekor komet selalu menjauh dari matahari karena di halau tekanan dan radiasi
matahari.
Ekor komet terpanjang terjadi ketika dekat dengan matahari (titik perihelium) dan
kemudian menghilang ketika berada sangat jauh dari matahari.
Ada dua sebab ekor komet tampak oleh kita.
1. gas-gas dan debu dapat memantulkan cahaya.
2. Sebagian gas-gas debu menyerap sinar ultraviolet dan mengeluarkannya dalam
bentuk cahaya tampak
c
Bentuk lintasan komet:
a. elips
b. parabola
c. hiperbola.
a
b
Contoh komet:
- Komet Halley (periode revolusi 76 tahun)
- Komet kohoutek (tampak dari bumi setiap 75000 th sekali
6. METEOR
Meteoroid adalah benda-benda ruang angkasa yang orbitnya tidak teratur dan terletak
di dekat bumi. Karena pengaruh gaya gravitasi meteorid kadang-kadang jatuh masuk
ke atmosfir bumi. Karena gerak jatuhnya cepat, meteorid bisanya habis terbakar selama
bergesekan dengan atmosfis. Terbakarnya meteorit tampak seperti lintasan cahaya yang
disebut meteor.
Meteor adalah lintasan cahaya yang ditimbulkan oleh meteoroid karena masuk ke
atmosfir bumi.
Meteorid adalah meteoroid yang jatuh sampai di permukaan bumi. Meteorid dibagi
menjadi 2 yaitu: 1. Meteorid besi dan meteorid batu.
Bab III. Tata Surya  19 
7. MATAHARI SEBAGAI BINTANG
Matahari dan bintang mempunyai kesamaan yaitu masing-masing memancarkan
cahaya sendiri. Matahari termasuk bintang yang besar dan mempunyai kecahayaan
yang terang dalam galaksi bimasakti.
Kecahayaan bintang (tingkat terang) dinyatakan dalam magnitudo.
Magnitudo dibagi menjadi 2 yaitu:
- Magnitudo semu: banyaknya cahaya yang sampai ke mata.
- Magnitudo absolut (mutlak): banyaknya cahaya yang dipancarkan bintang.
a. Energi Pancaran Matahari
Pancaran energi magnetodo berupa gelombang elektromagnetik. Masing-masing
gelombang elektromagnetik mempunyai tingkat energi tertentu. Gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan matahari berupa spektrum, yaitu suatu
gelombang yang terdiri dari bermacam-macam gelombang.
Tabel Spektrum Cahaya Matahari
Jenis gelombang
Sinar gama
Sinar X
Sinar ultraviolet
Cahaya tampak Violet
Biru
Hijau
Kuning
Jingga
Merah
Sinar inframerah
Gelombang radio, mikro
Panjang gelombang (oA)
10 -10
10 -4
100
4000
4300
7900
5300
5800
6300
7000
107
–
–
–
–
–
–
–
–
–
–
<
10 -2
100
4000
4300
4900
5300
5800
6300
7000
107
% dari seluruh
energi matahari
9%
41 %
50%
Unsur penyusun matahari: 70 % gas Hidrogen, 25 % gas Helium, 5 % unsur lain
(gas oksigen, Karbon, Neon, Besi, Nitrogen, Magnesium, Nikel, dan Belerang.
Energi matahari berasal dari radiasi fusi, yang berlangsung pada suhu yang sangat
tinggi.
Reaksi fusi adalah: reaksi penggabungan inti-inti ringan (hidrogen) membentuk
inti-inti berat (Helium)
Data fisik matahari:
a. Diameter
b. Luas permukaan
c. Volume
d. Massa
e. Massa jenis
: 1.400.000 km
: 6,15 . 1012 km2
: 1,44 . 1027 m3
: 2 . 1030 kg
: 1400 kg / m3
f. Suhu dipermukaan : 6000 oC
g. Suhu di inti
: 15 juta K
h. Penyusun matahari : 70% Hidrogen
25% Helium
5% Unsur lain
Energi yang dipancarkan matahari: 3,88 . 1029 joule/sekon
Bab III. Tata Surya  20 
b. Lapisan (Susunan) Matahari
Susunan lapisan matahari ada 4 yaitu: inti, fotosfer, kromosfer, dan korona.
1. Inti.
Merupakan bagian dalam bumi. Dalam inti terjadi reaksi fusi. Energi hasil
reaksi fusi dipancarkan ke luar secara radiasi suhu di bagian pusat (inti) kurang
lebih 15.000.000 K.
2. Fotosfer (lapisan cahaya)
Fotosfer merupakan lapisan atas matahari yang terlihat dari bumi sebagai
pemancar cahaya. Suhu lapisan ini kurang lebihnya 6000 oC.
3. Kromosfer
Kromosfer merupakan lapisan gas di atas yang tebalnya sekitar 12.000 km.
Kromosfer (lapisan atmosfer matahari) hanya dapat dilihat pada waktu gerhana
matahari total, kromosfer tampak seperti gelang/cincin berwarna merah. Pada
lapisan paling atas , diperkirakan suhunya 10.000 oK.
4. Korona
Korona merupakan lapisan matahari yang paling luar. Lapisan ini sering disebut
lapisan atmosfir matahari. Suhu pada lapisan ini diperkirakan 1.000.000 K s/d
2.000.000 K. Korona dapat dilihat pada saat gerhana matahari. Korona dapat
diamati dengan teleskop disebut dengan koronagraf
c. Aktifitas (Kegiatan) Matahari
Ada 3 macam kegiatan di permukaan matahari yaitu gumpalan matahari, bintik
matahari dan lidah api matahari
1. Gumpalan matahari (Granula)
yaitu gumpalan-gumpalan pada permukaan fotosfer yang disebabkan oleh aliran
gas yang sangat panas dari inti matahari ke atmosfer.
2. Bintik Matahari (Noda Hitam)
Yaitu daerah gelap pada fotosfer. Daerah gelap ini timbul karena suhu pada
daerah tersebut lebih rendah dari pada daerah disekitarnya. Perbedaan suhu
disebabkan oleh terhalangnya gumpalan gas panas dari inti matahari.
3. Lidah api matahari (Prominensa)
Yaitu pancaran gas yang memijar dan muncul dari sekitar bintik matahari.
Bahannya terdiri dari proton dan elektron dari atom hidrogen. Akibatnya
banyak gas hidrogen pada lapisan tersebut terionisasi menjadi proton dan
elektron. Partikel-partikel terebut terpancar dengan kecepatan tinggi sehingga
sampai diatmosfer bumi. Akibatnya sinar radio dan TV bisa terganggu
Bab III. Tata Surya  21 
8. BUMI SEBAGAI PLANET
a. Bentuk dan ukuran bumi
a. garis tengah butub
b. garis tegah katulistiwa
a
b
Bumi adalah benda yang beredar mengelilingi matahari dengan bentuk bulat
pepat
Data ukuran bumi
Garis tengah katulistiwa
Garis tengah kutub.
Jari-jari katulistiwa
Jari-jari kutub
Keliling katulistiwa
Keliling bumi kutub
Luas bumi
Massa bumi
Suhu permukaan bumi rata-rata
Suhu inti bumi
Volume bumi
Massa jenis bumi
Jarak bumi – matahari rata-rata
Jarak bumi – bulan rata-rata
: 12.757 km
: 12.714 km
: 6.738,5 km
: 6357 km
: 40.077 km
: 40.009 km
: 510.100 . 933,5 km2
: 6 x 1024 kg
: 14 oC
: 6.000 oC
: 1012 km3 = 1021 m3
: 5,5 103 kg/cm3 = 5,5 gr/cm3
: 150 juta km
: 384.000 km
b. Grafitasi (gaya tarik menarik)
Yaitu kemampuan bumi menarik benda. Besarnya gaya grafitasi bumi tergantung
pada massa dan jarak benda tersebut dari permukaan bumi. Makin tinggi suatu
benda makin kecil gaya tarik bumi. Makin besar massa benda, makin besar pula
gaya grafitasinya.
Akibat adanya gaya grafitasi
- atmosfer selalu menyelubungi bumi
- satelit dapat beredar tepat pada orbitnya.
- Benda yang dilepaskan dari ketinggian tertentu selalu jatuh ke bawah.
c. Rotasi Bumi
Periode rotasi bumi = 23 jam 56 menit (24 jam = 1 hari)
Arah rotasi bumi dari barat ke timur
Akibat dari rotasi bumi adalah :
1. Gerak semu harian benda langit
perputaran bumi pada porosnya menyebabkan benda-benda di langit tampak
bergerak dari timur ke barat
Bab III. Tata Surya  22 
2. Adanya perbedaan waktu
satu kali rotasi membentuk sudut 360o dan periode rotasi 24 jam. Sehingga
setiap 1 jam mempunyai beda bujur 360o/24 = 15o.
3. Adanya pergantian siang dan malam
permukaan bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang hari dan
permukaan bumi yang tidak terkena sinar matahari mengalami malam hari
4. Adanya perubahan/pembelokan arah angin di sekitar katulistiwa
5. Penggembungan katulistiwa bumi dan pemepatan kutup-kutub bumi.
d. Revolusi bumi
Periode revolusi bumi = 365,25 hari (1 tahun). Arah gerak revolusi bumi
berlawanan dengan arah jarum jam. Dalam geraknya sumbu bumi miring dengan
arah yang sama, kemiringan itu besarnya 66,5o terhadap ekliptika dan 23,5o
terhadap garis yang lurus terhadap ekliptika. Ekliptika adalah bidang edar bumi
mengililingi matahari. Selama berevolusi arah kemiringan bumi tetap. Karena
kemiringan bumi , seolah-olah selama setengah tahun matahari bergerak ke utara
dan setengah tahun bergerak ke selatan . Akibat-akibat dari revolusi bumi adalah
1. terjadinya pergantian musim
21 Juni
23 ½ LU
23 September
Katulistiwa
21 Maret
21 Maret
23 ½ LS
22 Desember
Gb. Pergeseran semu matahari.
Pergantian musim hanya terjadi di daerah
yang terletak 23,5o LU/LS – 66,5o LU/LS
Bab III. Tata Surya  23 
No
1
2
3
4
Belahan Bumi
Utara
21 Maret s/d Kutub Utara makin - Siang hari
21 Juni
miring ke arah
lebih panjang
matahari
dari malam hari
- Musim semi
21 Juni s/d 23 Kutub Selatan
- Siang hari
September
makin condong ke
lebih panjang
arah matahari
dari malam hari
- Musim panas
23 Sept s/d
Kutub Selatan
- Malam hari
22 Desember makin condong ke
lebih panjang
arah matahari
dari siang hari
- Musim gugur
Belahan Bumi
Selatan
- Malam hari
lebih panjang
dari siang hari
- Musim gugur
- Malam hari
lebih panjang
dari siang hari
- Musim dingin
- Siang hari
lebih panjang
dari malam
hari
- Musim semi
22 Des s/d 21 Kutub Utara makin - Malam hari
- Siang hari
maret
condong ke arah
lebih panjang
lebih panjang
matahari
dari siang hari
dari malam
- Musim dingin
hari
- Musim panas
Tanggal
Posisi Bumi
2. Adanya perubahan lamanya siang dan malam
Akibat kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika, panjang siang hari
tidak selalu sama dengan malam hari
3. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda dari bulan ke bulan.
Rasi bintang adalah kumpulan bintang-bintang yang membentuk pola tertentu,
misal: Rasi Skorpio, Rasi Leo, dll
e. Tahun Masehi / Tahun Syamsiyah
Perhitungan Tahun Masehi didasarkan atas periode revolusi bumi. Sekali periode
revolusi bumi : 365,25 hari. Satu tahun dibulatkan menjadi 365 hari, dan kelebihan
0,25 hari tersebut setelah 4 tahun menjadi 1 hari, sehingga tahun keempat
berjumlah 366 hari yang disebut tahun kabisat. Tahun Kabisat adalah angka tahun
yang habis dibagi empat. Satu tahun kabisat terdiri atas 366 hari. Bulan Februari
dalam tahun kabisat terdiri dari 29 hari.
9. BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI
Bulan adalah benda-benda langit berbentuk bulat (bola) yang beredar mengelilingi
bumi.
- Massa bulan
: 1/18 massa bumi
- Diameter bulan
: ¼ diameter bumi
- Gaya gravitasi bulan
: 1/6 gravitasi bumi
- Jarak bulan terhadap bumi : 384.403 km
- Masa jenis bulan
: 3,5 gr/cm3
Lintasan bulan mempunyai kemiringan terhadap ekliptika sebesar 5o
Bab III. Tata Surya  24 
a. Rupa bulan
Rupa bulan dibagi menjadi 5 macam
1. Laut/Maria
Yaitu deretan yang kering dan halus permukaannya dan agak gelap
2. Pegunungan
3. Kawah
4. Sinar
5. Lembah
b. Bulan tidak memiliki atmosfer
Gravitasi bulan yang sangat kecil, yaitu 1/6 kali gravitasi bumi menyebabkan gaya
tarik tidak mampu mengikat atmosvir.
Tidak adanya atmosfer dibulan menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Suhu dipermukaan bulan berubah dengan cepat
Suhu bagian yang terkena sinar matahari mencapai 110 oC
Suhu bagian yang tidak terkena sinar matahari mencapai -173 oC
2. Bunyi tidak dapat merambat dibulan, dan dibulan tidak ada zat perantara
sehingga bunyi dibulan tidak terdengar
3. Langit dibulan tampak hitam
Di bulan tidak ada atmosfir sehingga tidak terjadi penyebaran cahaya yang
menyebabkan langit tampak hitam
4. Di bulan tidak ada siklus air
Atmosfir berfungsi mengatur siklus air, karena di bulan tidak ada atmosfir
sehingga dibulan tidak ada siklus air
c. Gerak bulan
Bulan melakukan tiga geraka yaitu:
1. Rotasi, yaitu gerak bulan mengitari porosnya sendiri
2. Revolusi, yaitu gerak bulan mengitari bumi
3. Gerak bulan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari
Periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya yaitu 29,5 hari (1 bulan)
yang menyebabkan muka bulan yang menghadap ke bumi tetap (sama), artinya
muka bulan yang tampak dari bumi hanya sebagian dan sebagian lagi tidak pernah
nampak ke bumi.
Periode peredaran bulan ada 2 jenis yaitu:
1. Periode Sideris
Yaitu waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi satu kali revolusi
sebesar 360o. periode bulan sideris besarnya 27 1/3 hari
2. Periode Sinodis
Yaitu waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi dari bulan baru
sampai kembali ke bulan baru lagi
Periode bulan sinodis : 29 ½ hari
Bab III. Tata Surya  25 
d. Fase / Bentuk Bulan
Karena revolusi bulan separoh bulan yang menghadap ke bumi dan terkena sinar
matahari berbeda-beda, akibatnya kita dibumi melihat bentuk bulan yang berbedabeda. Bagian-bagian yang berbeda-beda dari bulan yang kita lihat disebut fase
bulan.
Ada 4 fase bulan, yaitu:
1. Bulan baru / bulan mati
Bulan diantara matahari dan bumi
2. Kuartir pertama (bulan separoh)
Bulan telah beredar ke arah perempatan yang pertama
3. Bulan Purnama (kuartir kedua)
Bulan berada di belakang bumi. Kedudukan matahari – bumi – bulan segaris
4. Kuartir ketiga
Peredaran bulan sampai pada perempatan ketiga
e. Tahun Hijriah / Tahun Komariah
Perhitungan tahun ini didasarkan atas periode sinodis bulan, yaitu yang terdiri atas
29,5 x 12 = 354 hari. Jadi dengan tahun Masehi terdapat selisih 365 – 354 = 11 hari
dalam satu tahun
Bulan-bulan pada tahun Komariah
No
Nama bulan
Umur bulan
1
Muharam
29 hari
2
Safar
30 hari
3
Robiul awal
29 hari
4
Robiul akhir
30 hari
5
Jumadi awal
29 hari
6
Jumadi akhir
30 hari
No
7
8
9
10
11
12
Nama bulan
Rajab
Sya’Ban
Ramahdan
Syawal
Zulkaidah
Zulhijah
Umur bulan
29 hari
30 hari
29 hari
30 hari
29 hari
30 hari
Bab III. Tata Surya  26 
f. Gerhana
Gerhana ada 2 macam yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari
1. Gerhana Bulan
Matahari
Bumi
Bulan
Gerhana bulan ada dua macam yaitu
a. Gerhana bulan total
Gerhana bulan total terjadi bila bulan masuk seluruhnya dalam bayangan
umbro bumi
b. Gerhana bulan sebagian
Gerhana bulan sebagian terjadi bila bulan berada dalam penumbra bumi.
Umbra (bayangan inti) adalah daerah gelap di belakang benda yang sama
sekali tidak terkena cahaya.
Penumbra (bayangan kabur/bayangan tambahan) adalah daerah gelap disekitar
umbra yang masih terkena cahaya.
2. Gerhana matahari
Matahari
Bumi
Gerhana matahari ada 3 macam yaitu:
a. Gerhana matahari total
Terjadi jika bagian bumi berada dalam umbra bulan
b. Gerhana matahari sebagian (parsial)
Terjadi jika bagian bumi berada dalam penumbra bulan
c. Gerhana matahari cincin/gelang
Hal ini terjadi jika yang menutupi bumi adalah perpanjangan umbra bulan
Bab III. Tata Surya  27 
PASANG SURUT AIR LAUT
Pasang adalah peristiwa naik turunnya permukaan air laut. Pasang ada 2 macam, yaitu:
2. Pasang naik, bila air laut permukaan naik
3. Pasang surut, jika air laut permukaannya turun/surut.
Penyebab terjadinya pasang surut adalah karena gaya grafitasi bulan dan gaya grafitasi
matahari terhadap bumi.
Pasang naik terjadi pada saat bulan purnama dan bulan baru
Pasang surut terjadi pada saat kuartir pertama dan kuartir ke tiga
Pasang tertinggi di A dan B, sedangkan pasang terendah di C dan D
A
Matahari
Bulan
Purnama
Bumi
B
C
Bulan
Baru
Kuartir
pertama
Bumi
Matahari
D
Matahari
Kuartir
ketiga
Bab III. Tata Surya  28 
PENERBANGAN ANGKASA LUAR
Angkasa luar adalah tempat-tempat pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi di mana
gaya grafitasi bumi sama dengan nol. Daerah tersebut berada pada ketinggian 3000 km dari
permukaan bumi.
Tujuan penelitian:
1. Pengembangan ilmu pengetahuan
2. Komunikasi
3. Peluncuran satelit cuaca
4. Kepentingan militer
Peluncuran satelit luar angkasa
1. Spuntik I, tahun 1957 (UniSovyet)
2. Explorer (Amerika Serikat)
3. Vostok I (berhasol mengorbit bumi)
4. Apollo XI (tahun 1969) oleh Amerika Serikat)

Pendaratan manusia ke bulan
Pada tanggal 16 Juli 1969 dengan menggunakan Apollo 11 Amerika Serikat berhasil
mendaratkan 3 orang Astronot di bulan untuk pertama kalinya (Neil Amstrong Edwin
E, Aldrin, dan Michael Collins) kemudian dilanjutkan dengan Apollo 12 (18 Nopember
1969) Apollo 14 (5 Februari 1971), Apollo 15 (30 Juli 1971), Apollo 16 (20 April
1972), Apollo 17 (11 Desember 1972)

Pesawat Ulang Alik.
Pesawat Ulang Alik adalah pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan beberapa kali
untuk penerbangan ke ruang angkasa.
Komponen pesawat ulang alik:
1. Orbit ialah pesawat yang mengorbit bumi, memiliki 3 mesin utama dan berbagai
roket
2. Dua buster (roket peluncur) yaitu bagian yang meluncurkan orbiter ke ruang
angkasa
3. Tangkai luar berfungsi mendorong orbiter ke ruang angkasa.
Contoh pesawat ulang alik: Discovery, Columbia, Atlantis, dan Chalenger

Satelit Komunikasi Palapa
Satelit Komunikasi adalah alat yang diluncurkan ke angkasa luar dan berfungsi untuk
mempermuda komunikasi jarak jauh melalui radio, televisi dan telepon. Satelit
Komunikasi Indonesia disebut Satelit Palapa. Satelit Palapa termasuk jenis satelit
Geostasioner. Artinya kecepatan orbit satelit tersebut sama dengan kecepatan rotasi
bumi. Akibatnya satelit tersebut selalu mengarah ke tempat yang sama dipermukaan
bumi. Satelit Palapa diluncurkan dalam beberapa generasi.
Bab III. Tata Surya  29 
Satelit generasi pertama:
- Palapa A1 diluncurkan pada 8 juli 1976
- Palapa A2 diluncurkan pada 10 Maret 1977
Satelit generasi kedua:
- Palapa B1 diluncurkan pada 19 Juni 1983
- Palapa B2 diluncurkan pada 6 Februari 1984
- Palapa B-2P diluncurka pada 20 Maret 1990
- Palapa B-2R diluncurkan pada 20 Maret 1990
- Palapa B4 diluncurkan pada 7 Mei 1992
Satelit generasi ketiga
- Palapa C1 diluncurkan pada tahun 1995
- Palapa C2 diluncurkan pada tahun 1996
Bab III. Tata Surya  30 
Download