FATTY ACID CONTENT OF INDONESIAN FOOD CONSUMED BY
PREGNANT, LACTATING MOTHER AND CHILDREN ON FIRST
THOUSAND DAYS LIFE
STUDY ON ESSENTIAL FATTY ACIDS CONTENT
OF INDONESIAN FOODS AND DETERMINATION OF
ESSENTIAL FATTY ACID INTAKE AMONG YOUNG
CHILDREN AND PREGNANT AND LACTATING WOMEN
IN INDONESIA
Bogor Agricultural University (IPB) in collaboration with the
Indonesian Maternal Infant and Young Child Nutrition Working
Group to the Global Alliance for Improved Nutrition
INTRODUCTION
Background
Gerakan SUN (Scalling Up Nutrition) merupakan gerakan
Internasional pangan dan gizi yang bertujuan menurunkan
masalah gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (Bappenas
2012 a)
Status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra hamil, ketika
hamil dan saat menyusui merupakan periode yang sangat
kritis (Bappenas 2012 b)
Salah satu zat gizi yang berperan dalam 1000 HPK yaitu
asam lemak esensial (omega 3 dan omega 6) yang
memiliki fungsi perkembangan sistem sistem otak dan
syaraf serta pengaturan imun (Patterson et al.2012)
Defisiensi asam lemak esensial akan menyebabkan
gangguan pertumbuhan, penyembuhan luka,
penurunan kemampuan belajar, memori dan
ketajaman penglihatan (Dziechciarz et al. 2010).
Studi konsumsi asam lemak esensial jarang
dilakukan karena saat ini Tabel Komposisi Makanan
Indonesia hanya tersedia dalam bentuk kandungan
lemak tidak pada jenis asam lemaknya (Hanafi et al.
2007)
Oleh karena itu, sebagai upaya untuk menambah
informasi data kandungan gizi asam lemak esensial
maka penelitian kandungan asam lemak esensial dari
beraneka ragam makanan Indonesia ini dilakukan.
THE AIMS OF STUDY
General
Specific
•Menganalisis kandungan asam lemak
•!
esensial dari berbagai jenis makanan
Indonesia yang dikonsumsi oleh ibu hamil,
ibu menyusui dan anak-anak berdasarkan
Riskesdas 2010.
•!Menentukan kandungan lemak tiap kelompok
•
pangan dan makanan
•!
•Menentukan kandungan asam lemak esensial
tiap kelompok pangan dan makanan
•!
•Menentukan persentase daily value dari tiap
kelompok pangan dan makanan.
METHOD
Place
Instruments
Materials
•! P e n g a m b i l a n
c o n t o h
pangan : Pasar
m o d e r n d a n
Tradisional di
Sumatera Barat,
Jawa Barat dan
Sulawesi Selatan
•!Blender Phlip HR
2071 , wadah,
pengaduk
•!Labu lemak, alat
s o x h l e t d a n
pemanas listrik
•!Tabung mojonnier,
labu
lemak,
desikator
•! P e r a n g k a t
kromatografi gas
Shimadzu 2010
Plus, syringe 10 !l
d a n t a b u n g
bertutup teflon
•!Contoh makanan
Indonesia sebanyak
148 buah
•! H e k s a n a a t a u
pelarut lemak
lainnya
•! P e t r o l e u m ,
benzene, dietileter,
etanol, amonia 25%
dan indikator
fenolftalein
•!L a r u t a n s t a n d a r,
larutan NaOH 0.5 N
dalam metanol,
larutan BF3 20%,
larutan NaCl jenuh,
isooktana
•!Analisis
contoh :
Laboratorium
Terpadu, Baranang
siang IPB
•! A p r i l 2 0 1 3
Februari 2014
–
Steps of Study
Determination of Location for Food
Sampling
Kota ! ibu kota
masing-masing
provinsi
Kabupaten ! Populasi
terbesar dan mudah
diakses transportasi
Kecamatan ! Relatif padat penduduk
dan memiliki minimal 1 supermarket
dan 1 pasar tradisional
Food Sampling and Handling
Contoh pangan
diberi label kode
pada kantong plastik
pembungkus
Dimasukkan ke
dalam dua lapis
plastik
Cool box dengan es
Freezer dengan suhu
-40 derajat celsius
Food Samples Compositing
Prosedur Contoh Komposit
Tunggal
Prosedur Contoh Komposit
Ganda
Crude Fat and Fatty Acid Analysis
Soxhlet
Mojonnier
•!SNI 01 – 2891 – 1992
•!Lemak bebas diekstraksi dengan pelarut non polar.
•!AOAC 1992
•!Lemak diekstraksi dengan campuran eter. Lalu, ekstrak eter didekantasi pada
sebuah wadah kering yang sudah diketahui bobotnya dan eter diuapkan.
Ekstrak lemak dikeringkan sampai bobot tetap .
•!AOAC 2005
•!Penggunaan partisi di antara fase gerak berupa gas dan fase diam berupa
Kromatografii cairan. Lemak dihidrolisis menjadi asam lemak dan ditransformasi dalam
gas
bentuk ester mudah menguap (FAME). FAME dianalisis dengan kromatografi
gas.
Data Processing and Analysis
Entry,
cleaning
dan
grouping
Hasil data
diolah
secara
deskriptif
Microsoft
excel
2010
RESULTS AND DISCUSSION
Food Group: Fresh Fish and Shrimp
No
Nama
pangan
Lemak (g/
100 g)
Linoleat *
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
1
Ikan
kembung
0.5
5.8
6.2
4.1
12.7
2.6
2
Ikan tongkol
0.5
5.5
1.6
14.6
88.7
7.3
3
Ikan
bandeng
8.4
471
67.3
4.2
3.4
14.3
4
Ikan
tembang
1.5
16.1
11.1
79.2
5
Ikan mas
3.4
447.9
22.5
5.4
12.1
8.4
6
Ikan lele
9.7
1147.5
77.6
37
145.5
46.6
7
Ikan mujair
1.3
118.1
27.1
12.3
50.8
16.5
8
Udang tawar
0.3
2.7
0.5
3.9
3.2
1.7
9
Udang kecil
laut
0.3
7.8
0.6
10.2
236.8
35.4
10.2
*Asam lemak (mg/100 g pangan)
American Heart Association ! Konsumsi ikan sebanyak 2 kali (2 sajian
atau 100 gram) per minggu
4.6
Percent of EPA & DHA Daily Value
!!
!!
!!
!!
!!
!!
!!
!!
The National Institute of Health menyatakanbahwaDaily Value (DV)
merupakannilai yang
digunakanuntukmenginformasikantiapkandunganzatgizi di
dalampelabelangiziberdasarkan RDA (Recommended Dietary
Allowance)atau AI (Adquate Intake).
Nilaiasupanasamlemaktidakjenuhpadaibuhamil,
ibumenyusuidananak-anaktidaktersediadalambentuk RDA
(menggunakankoreksiberatbadan) tetapimenggunakan AI.
"% daily value =!"#$%&$'#$!()*"+,*!-#.#$!/#$'#$!#!
'0#12$%%3'0#1&2456#5!#7&/#$!89:&8&/#$!;*<=!
'0#1'.#053x100% (FDA 2010)
Kategori % daily value dapatdimasukkankedalamgolonganberikut:
% DV > 70 % : Kaya (outstanding)
% DV 50 – 70 : Unggul(excellent)
% DV 25 – 50 : Sangatbaik(very good)
% DV 10 – 25 : Baik(good)
% DV < 10 : Rendah(poor)(ICMR 2009 dalamDayalet al.2013).
Percent of EPA & DHA Daily Value
Nilai Dail;y Value (%)
160
140
120
100
80
60
40
20
0
158
91.3
51.7
12.9
3.8
8.8
31.6
3.6
10.2
Nama pangan
Ikan tembang termasuk pangan
kategori kaya EPA, DHA
Food Group: Processed Fish and Shrimp
No
Nama pangan
Linoleat*
Lemak (g/
100 g)
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
1
Ikan tongkol masak
kuning
3.2
213.1
56
0
287.5
19.8
2
Ikan tongkol bakar
4.4
52.8
19.6
142.3
604.1
41.3
3
Ikan bandeng goreng
20.9
1045.1
148.1
66.8
133.5
37.5
4
Ikan bandeng bakar
7.9
211.4
0
84.9
175.3
62.8
5
Ikan teri asin
2.1
17.8
14.2
66.8
260.3
28.8
6
Ikan teri segar goreng
perkedel
16
1290.4
37
32
78.3
31.9
7
Ikan tembang goreng
24.5
2151.6
44
80.7
232.3
31.8
8
Ikan asin tembang
3
15.4
4.16
110.8
119.1
27.6
9
Ikan asin selar
3.2
21
8.6
106.9
263.8
46.9
10
Ikan sunu asin
2.5
23.9
0
35.9
149.2
72.7
11
Ikan sunu asin goreng
21
1889.7
46.1
41.9
163.4
100.6
12
Ikan mas goreng
14.7
1810.5
82.1
19.1
57.2
35.2
13
Udang tawar goreng
32.5
2197
42.3
22.8
42.3
16.3
14
Sarden kaleng saos
tomat
4.1
45.8
15.1
568.5
365.2
120.7
15
Abon Ikan
6.3
529.4
13.1
32.5
166.3
20.6
16
Ikan tongkol pindang
goreng
15.2
1016.2
47.1
19.8
113.9
0
*Asam lemak (mg/100 g)
Nilai Daily Value (%)
500
466.9
450 373.2
400
350
300
250
185..4
130.1 163.6
156.5
200
143.8
100.2
115
150
92.6 102.7
99.4 66.9
55.2
100
38.2 32.6
50
0
Nama pangan
Ikan sarden kaleng saos tomat
termasuk kategori sumber pangan
kaya EPA, DHA
No
Nama
pangan
1
Tempe segar
2
Tempe
goreng
3
Lemak (g/
100 g)
Linoleat*
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
3.7
1449.3
169.4
0
0
0
23
4360.4
398.1
0
0
0
Oseng
tempe
24.7
3775.3
336.5
0
0
0
4
Tempe
bacem
17.9
2873.7
276.5
0
0
0
5
Tahu
9.4
3911.3
533
0
0
0
6
Tahu goreng
10.9
3496.6
458.6
0
0
0
*Asam lemak (mg/100 g)
Lemak tempe : 28 g/
100 g (TKPI 2008)
Linoleat tempe goreng : 0.27
g/100 g (Fatimah & Sartika
2013)
Linolenat tahu : 5.82 g/
100 g (Damasio et al.
2013)
Nilai Daily value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0
Tempe
segar
0
0
Tempe
goreng
Oseng
tempe
0
Tempe
bacem
0
Tahu
0
Tahu
goreng
Nama Makanan
Rata-rata kelompok pangan kacang
kedelai termasuk kategori pangan EPA
& DHA yang rendah
Food Group: Processed Poultry and Meat
No
Nama pangan
Lemak (g/
100g)
Linoleat*
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
1
Ayam ras
goreng
24.4
2699.1
99.9
0
7.3
53.6
2
Ayam buras
panggang
11.1
1441.3
53.1
4.4
4.4
35.4
3
Sate ayam
8.1
1385.8
26.7
0
0
10.5
32.1
4857.1
448.8
0
16
44.9
9.4
498.4
35.5
4.7
0
8.4
18.5
919.9
72.2
0
0
0
4
Daging babi
panggang
5
Empal
6
Abon sapi
7
Bakso kuah
gerobak
1.4
36.3
2.9
0
0
0.4
8
Bakso pentol
merk
7.2
129.6
17.3
0
0
2.2
9
Corned
5.1
104
19.4
1.53
0
2
*Asam lemak (mg/100g pangan)
Lemak daging babi panggang :
17.6 g/100 g (USDA 2013)
Linoleat, linolenat dan DHA daging babi panggang :
3.1 g/100 g ; 0.39 g/100 g ; 0 g/100 g (USDA 2013)
Nilai Daily Value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
8
7
6
5
4
3
2
1
0
8
3.7
4.4
2.4
0
0
0
0
0.8
Nama Pangan
Daging babi panggang termasuk sumber
pangan kategori rendah EPA & DHA
Food Group: Soups
No
Nama
pangan
1
Sop
saudara
2
Soto
daging
santan
3
Sayur sop
Lemak
(g/100 g)
Linoleat*
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
2.5
250.2
8.1
2.5
1.2
12.3
11.1
404
31.1
0
0
5.6
2.4
103.8
5.7
0
0
0.7
*Asam lemak (mg/100 g)
Nilai daily value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
2
1.9
1.5
1
0
0.5
0
Sop saudara
Soto daging
santan
Nama pangan
0
Sayur sop
Sop saudara termasuk kategori makanan
rendah EPA & DHA
Food Group: Milk
No
Nama pangan
Lemak (g/
100 g)
Linoleat*
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
1
Susu segar UHT
2.5
29.7
8.8
1.5
0
1.47
2
Susu bubuk
anak 1-3
fortifikasi EFA
4.3
362.9
9.1
1.7
3.9
2.6
3
Susu bubuk ibu
hamil fortifikasi
EFA
4.8
394.1
46.4
11.6
49.8
5.3
4
Susu bubuk ibu
menyusui
fortifikasi EFA
5
214.7
41.8
7.5
30.8
5.5
*Asam lemak (mg/100 g)
Pemberian fortifikasi asam lemak ke dalam susu
dalam bentuk minyak tumbuhan (linolenat) dan
minyak ikan (EPA dan DHA) (Paquin 2009)
Nilai daily value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
35
30
25
20
15
10
5
0
30.7
19.2
0.8
Susu segar
UHT
2.8
Susu bubuk Susu bubuk Susu bubuk
anak 1-3
bumil
busui
fortifikasi
fortifikasi
fortifikasi
EFA
EFA
EFA
Nama pangan
Susu bubuk ibu hamil fortifikasi EFA
merupakan sumber kategori pangan EPA
& DHA yang sangat baik
Food Group: Egg and Its Products
No
Nama pangan
1
Telur ayam ras
mentah
2
Telur ayam buras
mentah
3
Lemak (g/
100 g)
Linoleat*
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
7.4
750.3
15.5
0
23.6
74
18
1542.6
28.8
0
63
216
Telur ayam ras
dadar
33.5
2779.7
50.2
0
23.4
100.5
4
Telur ayam ras
goreng
28.6
2563.3
54.4
0
40.1
143
5
Telur ayam ras
rebus
11.1
1049.4
22.1
0
38.8
133.2
6
Telur bebek asin
16.2
769
37.2
0
84.2
356.4
7
Telur puyuh rebus
11.8
1042.5
18.9
0
28.3
129.8
*Asam lemak *(mg/100 g)
Percent of EPA & DHA Daily Value
42.1
45
Nilai daily value (%)
40
31.5
35
30
25
20
11.8
11.7
20.1
19.4
14.2
15
10
5
0
Telur ayam Telur ayam Telur ayam Telur ayam Telur ayam
Telur
ras
buras
ras dadar ras goreng ras rebus bebek asin
mentah
mentah
Nama pangan dan makanan
Telur
puyuh
rebus
(untuk
anak)
Telur bebek asin termasuk kategori sumber
pangan EPA & DHA yang sangat baik
Food Group: Fat and Oil
Kelompok Minyak dan Lemak (mg/100 gram pangan segar)
No
Nama pangan
Lemak
Linoleat
Linolenat
EPA
DHA
ARA
1
Minyak sawit
curah
100
9080
170
0
0
0
2
Minyak sawit
kemasan
100
9660
0
0
0
0
3
Minyak kelapa
kemasan
100
1290
0
0
0
0
4
Margarin : Blue
band
69.2
5870.8
83
0
0
0
Lemak minyak sawit dan kelapa
kemasan serta minyak sawit curah :
100 g/100 g (USDA 2013)
Linoleat minyak sawit kemasan :
11.03 g/100 g (Chowdury et al.
2007)
Nilai daily value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0
Minyak sawit
curah
0
0
0
Minyak sawit Minyak kelapa Margarin : Blue
kemasan
kemasan
Band
Nama pangan
Rata-rata kelompok lemak dan minyak
termasuk kategori rendah EPA dan DHA
No
Nama
pangan
Lemak (g/
100 g)
Linoleat *
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
1
Onde-onde
7.5
1176.1
18.8
0
0
0
2
Pisang
goreng
8.6
645.5
17.1
0
0
0
3
Pisang
molen
10.6
953.7
31.7
0
0
0
4
Donat pasar
campur
topping
19.8
1322.7
27.8
0
0
0
5
Risoles
9.4
975
22.6
0
0
1.9
6
Kue lapis
basah
0.7
2.6
0
0
0
0
7
Kue lapis
legit
24.5
1858.8
36.7
0
9.8
22
8
Bakwan/
bala-bala/
ote-ote
11.3
960.5
27.1
0
0
0
*Asam lemak (mg/100 g pangan)
Nilai Idaily value (%)
Persentase Daily Value EPA dan DHA
4.9
5
4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Nama makanan
Kue lapis legit termasuk sumber
pangan kategori EPA & DHA yang
rendah
Food Group: Fast Foods
No
Nama pangan
Lemak (g/
100 g)
Linoleat
Linolenat
EPA
DHA
ARA
1
Karedok
8.2
1145.4
22.3
0
0
0
2
Mi ayam
3.1
321.2
22
0
0
2.8
11.9
1672.2
67.9
2.4
10.7
3.6
3
Batagor dengan
bumbu (porsi)
4
Pempek
1.9
208.5
10.2
1.2
3.3
1.5
5
Nasi goreng plain
4.6
352.8
7.9
0
0
0
6
Nasi goreng
seafood
6.1
466
9.2
2.5
7.4
8
7
Nasi uduk/
lemak/kuning
6.8
653.9
36.3
0
0
5.5
8
Bubur ayam
berkuah
3.7
95.1
5.8
0
0.5
2.2
9
Bubur kacang
hijau
0.9
18.5
4.5
0
0
0
*Asam lemak (mg/100 g)
Nilai daily value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
7
6
5
4
3
2
1
0
6.6
5
2.3
0
0
0
0
0.3
0
Nama makanan
Batagor termasuk sumber makanan
kategori EPA & DHA yang rendah
Food Group: Packaged Food
No
Nama pangan
Lemak (g/
100 g)
Linoleat*
Linolenat*
EPA*
DHA*
ARA*
1
Biskuit merk
14.41
1037.5
43.2
0
0
0
2
Biskuit tidak
bermerk
8.21
542.7
15.6
0
0
0
3
Snack (murah)
19.35
1820.8
27.1
0
0
0
4
Snack merk
23.14
2089.5
37
0
0
0
5
Krupuk aci
34.2
2736
37.6
0
0
0
6
Krupuk ikan/
udang
24.7
1864.8
22.2
0
0
0
7
Krupuk
palembang
28.6
2782.8
37.2
0
0
0
8
Kacang sukro/
telur
24.4
3489.2
41.5
0
0
4.9
9
Kacang atom
23.5
4975
25.9
0
0
0
10
Rambak sapi
53.7
2228.6
26.9
0
0
0
11
Bolu kering
8.8
675.8
16.7
0
1.8
7.9
7.74
739.9
36.4
18.6
17.8
3.9
12
Biskuit bayi
13
Coklat
25.7
611.7
59.1
0
0
0
14
Bubur SUN
2.43
203.9
7.3
0
0
0
*Asam lemak (mg/100 g)
Nilai daily value (%)
Percent of EPA & DHA Daily Value
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
18.2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0.9
0
0
Nama makanan
Biskuit bayi termasuk sumber pangan
EPA & DHA kategori baik
CONCLUSION
Conclusions
•Nilai linoleat tertinggi terdapat pada minyak sawit kemasan (9660 mg /
100 g).
•Sumber asam lemak linolenat diperoleh dari jenis pangan tahu (533 mg/
100 g).
•Kandungan EPA dan DHA masing-masing terdapat pada sarden kaleng
saos tomat (568.5 mg/100 g) dan ikan tongkol bakar (604.1 mg/100 g).
•Kandungan ARA terdapat pada telur bebek asin (356.4 mg/100 g).
•!Sebagian besar makanan Indonesia tergolong
rendah nilai EPA dan DHA
•!Food Group: yang berasal dari olahan ikan dan
udang rata-rata dapat memenuhi kecukupan EPA
dan DHA ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
Daftar Pustaka
!!
!!
!!
!!
!!
!!
American Heart Association. 2010. Fish and omega 3 fatty acid. [internet].
[diunduh 2013 Desember 16]. Tersedia pada
http://www.heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/NutritionCenter/
HealthyDietGoals/Fish-and-Omega-3-Fatty-Acids_UCM_303248_ Article.jsp.
[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2012a. Kerangka
Kebijakan Gerakan Sadar izi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan
(1000 HPK). Jakarta.
[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2012b. Pedoman
Perencanaan Program Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Seribu Hari
Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Jakarta.
[Balitbangkes] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2010. Riset
Kesehatan Dasar. Jakarta: Balitbangkes.
Chowdury K, Banu L.A, Khan S, Latif A. 2007. Studies on the fatty acid
composition of edible oil. Bangladesh J. Sci. Ind. Res. 42 (3) : 311 – 316.
Dayal S.J, Ponniah A.G, Khan H.I, Babu E.P.M, Ambasankar K, Vasagon K.P.K.
2013. Shrimps – a nutritional perspective. Current Science. 104 (11) : 1487 –
1491.
!!
!!
!!
!!
!!
!!
!!
Damasio J.M.A, Requaou L.A, Santana D.A, Silva M.V, de Souza N.E, Coro F.A.G.
2013. Lipid Stability of Soybeans in Grains and Soybeans as Tofu. Journal of
Agricultural Science. 5(11). ISSN 1916-9752.
Dziechciarz P, Horvath A, Szajewska H. 2010. Effects of n-3 Long Chain
Polyunsaturated Fatty Acid Supplementation during Pregnancy and/or Lactation on
Neurodevelopment and Visual Function in Children: A Systematic Review of
Randomized Controlled Trials. Journal of the American College of Nutrition. 29(5) :
443-454.
Fatimah A, Sartika RAD. 2013. Describing fatty acid content in fried food by using
gas chromatography analysis. Agricultural Science Research Journal. 3 (11) : 364 –
369.
[FDA] US Food and Drug Administration. 2010. Guidance for Industry : A food
labeling guide. [internet]. [diunduh pada 2013 Desember 16]. Tersedia pada
http://www.fda.gov/food/guidanceregulation/
guidancedocumentsregulatoryinformation/labelingnutrition/ucm064928.htm
Hanafiah A, Karyadi D, Lukito W, Muhilal, Supari F. 2007. Desirable Intakes of
Polyunsaturated Fatty Acids in Indonesian Adults. Asia Pac J. Clin Nutr. 16 (4) : 632
– 640.
Paquin P. 2009. Functional and Sepciality Beverage Technology. Cambridge :
Woodhead Publishing.
Patterson E, Wall R, Fitzgerald GF, Ross RP, Stanton C. 2012. Health Implications of
High Dietary Omega 6 Polyunsaturated Fatty Acid. Journal of Nutrition and
Metabolism. 16. doi : 10.1155/2012/539426.
!!
!!
[Persagi] Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2008. Tabel Komposisi Pangan
Indonesia. Jakarta: Gramedia.
[USDA] United States Department of Agriculture. 2013. Nutrient Database for
Standard Reference. [internet]. [diunduh 2013 Desember 16]. Tersedia pada
http://ndb.nal.usda.gov/ndb/nutrients/index.
Download

fatty acid content of indonesian food consumed by