Istilah kedokteran dan keperawatan yang ditulis dengan huruf Kanji

advertisement
DANA DIPA UNNES
PENGENALAN HURUF KANJI BAGI CALON TENAGA
PERAWAT DI SEMARANG
LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Oleh
Yoyok Nugroho, S.Pd., M.Pd, NIP 197502012005011001 Ketua
Dyah Prasetiani, S.S, M.Pd, NIP 197310202008122002 Anggota
Dibiayai oleh
DIPA UNNES No. 023-04.2.189822/2014
MAK 4078032.012.525112
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
HALAMAN PENGESAHAN
1.
Judul :
PENGENALAN HURUF KANJI BAGI CALON
TENAGA PERAWAT DI SEMARANG
2. Bidang
3. Ketua Tim Pengusul
a. Nama
b. NIP.
c. Pangkat/Golongan
d. Jabatan
e. Sedang melakukan pengabdian
f. Fakultas
g. Jurusan
h. Bidang Keahlian
i. Alamat Kantor/Telp./Fax/E-mail
j. Alamat Rumah/Telp./Fax/E-mail
4. Jumlah Anggota
a. Nama Anggota I
5. Jangka Waktu Kegiatan
6. Bentuk Kegiatan
7. Lokasi Kegiatan
8. Biaya yang Diperlukan
a. Sumber dari UNNES
b. Sumber lain
c. Jumlah
: Bahasa Jepang
: Yoyok Nugroho, S.Pd., M.Pd
: 197502012005011001
: Penata Muda / IIIa
: Asisten Ahli
: Tidak
: Bahasa dan Seni
: Pendidikan Bahasa
: Bahasa
: FBS Unnes Gd B4 Kampus Sekaran
Gunungpati Semarang Telp 8508072
: Perum Anugerah No 23, Ngijo, Gunungpati,
Semarang
: 1 Orang
: Dyah Prasetiani, S.S, M.Pd
: 6 bulan
: Pelatihan Huruf Kanji
: Semarang
: Rp. 6.000.000,: Rp. : Rp. 6.000.000,Semarang , Nopember 2014
Ketua Pelaksana,
Mengetahui :
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni
Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum
Yoyok Nugroho, S.Pd, M.Pd
NIP. 196008031989011001
NIP. 197502012005011001
Menyetujui :
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Prof. Dr Totok Sumaryanto F., M.Pd
NIP 196410271001021001
ii
PRAKATA
Laporan ini menyampaikan hasil pengabdian kepada masyarakat mengenai
“Pengenalan Huruf Kanji Bagi Calon Tenaga Perawat Di Semarang”
Atas berkat dan rakhmat Allah SWT, pengabdian ini telah dapat kami selesaikan.
Pengabdian ini dapat terselenggara berkat dukungan dan kemudahan dari berbagai
pihak, khususnya DIPA UNNES. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada:
1. Rektor, Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Dekan FBS UNNES
yang telah memberi kepercayaan, fasilitas, prosedural, dan administratif untuk
mengadakan pengabdian kepada masyarakat.
2. Para peserta pengabdian kepada masyarakat yang telah berpartisifasi aktif mengikuti
kegiatan.
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah membantu
terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat ini.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan mendapat imbalan yang setimpal dari
Allah SWT. Semoga pengabdian ini bermanfaat.
Semarang, September 2014
Tim Pengabdian
iii
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan .......................................................................................................... ii
Prakata................................................................................................................................. iii
Daftar Isi ............................................................................................................................. iv
Bab I Pendahuluan .............................................................................................................. 5
1.1. Analisis Masalah .............................................................................................. 5
1.2. Perumusan Masalah ......................................................................................... 7
1.3.Tujuan Kegiatan ................................................................................................ 7
1.4.Manfaat Kegiatan .............................................................................................. 8
Bab II Tinjauan Pustaka ...................................................................................................... 9
2.1. Prospek Perawat di Jepang .................................................................................... 9
2.2. Huruf Jepang ......................................................................................................... 10
2.3. Huruf Kanji ........................................................................................................... 11
2.4. Pengelompokkan Kanji ......................................................................................... 11
2.5 Stikes Elizabeth Semarang .................................................................................... 14
Bab III Materi dan Metode ................................................................................................. 15
3.1. Khalayak Sasaran ............................................................................................. 15
3.2. Materi ............................................................................................................... 15
3.3. Metode Kegiatan .............................................................................................. 19
3.4. Evaluasi ............................................................................................................ 20
3.5. Keterkaitan ....................................................................................................... 20
Bab IV Hasil dan Pembahasan ............................................................................................ 21
4.1. Peserta dan Tempat .......................................................................................... 21
4.2. Kegiatan Belajar Mengajar .............................................................................. 21
4.3. Respon Peserta ................................................................................................. 24
4.4. Hasil Evaluasi .................................................................................................. 26
Bab V Simpulan dan Saran ................................................................................................. 27
5.1. Kesimpulan ...................................................................................................... 27
5.2. Saran ................................................................................................................ 27
Daftar Pustaka
Lampiran
iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 ANALISIS MASALAH
Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat tahun sebelumnya yaitu tentang Pengenalan
bahasa Jepang dan huruf Jepang (Hiragana dan Katakana) di STIKES Elisabeth Semarang
telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang sudah
dilakukan, menunjukkan bahwa pengenalan bahasa Jepang dan huruf Hiragana dan Katakana
pada calon tenaga perawat di STIKES Elizabeth sangat diperlukan untuk menambah skill
berbahasa asing mereka. Sehingga mereka mempunyai nilai tambah dan kepercayaan diri
yang tinggi yang dapat menunjang karir mereka di bidang medis.
Dari pelaksanaan dan hasil evaluasi, diketahui bahwa mahasiswa sangat berminat
untuk belajar huruf Jepang selain Hiragana dan Katakana, yaitu huruf Kanji Jepang. Bahkan
mereka ingin sekali belajar menulis dan membaca huruf kanji, karena kosa kata bahasa
Jepang juga ditulis dengan huruf Kanji. Karena setelah diperkenalkan bahasa Jepang dan
budaya Jepang serta huruf Hiragana dan Katakana, mereka ingin dapat mengenal bahasa
Jepang lebih jauh lagi namun terhalang oleh penguasaan huruf Jepang yaitu Kanji yang
sangat minim.
Istilah kedokteran dan keperawatan yang ditulis dengan huruf Kanji jumlahnya cukup
banyak. Misalnya istilah penting pada buku Pedoman Pengobatan dan Asuransi di Jepang
( 医療・保険の手引き)
Antara lain,
病気
=びょうき=
Sakit
治療
=ちりょう=
Penyembuhan Medis
注射
=
ちゅうしゃ=
診察
=
しんさつ=
手術
=
しゅじゅつ=
輸血
=
ゆけつ
入院料=
=
Injeksi・Suntikan
Pemeriksaan Dokter
Operasi
Transfusi darah
にゅういんりょう=
Biaya perawatan rumah sakit
dan lain-lain
5
6
Jika mereka tahu dan bisa menguasai huruf Jepang (Hiragana, Katakana dan Kanji),
mereka memiliki peluang kerja di Jepang. Karena menurut BNP2TKI ( Badan Nasional
Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), kebutuhan perawat di Jepang sangat
tinggi. Hal ini menunjukkan peluang Indonesia untuk mengirimkan tenaga kerja skill bidang
kesehatan, sebagaimana telah dilakukan pemerintah Indonesia dengan mengirim TKI bidang
kesehatan ke Jepang beberapa waktu lalu.
Syarat untuk bisa bekerja diluar negeri antara lain:
1. Harus Punya Visa dan Ijin Kerja
2. Memiliki Sertifikat Perawat ( Misal untuk Amerika Serikat NCLEX-RN).
sertifikasi perawat ini bisa diperoleh di lembaga pendidikan sejenis di Indonesia
3. Berpengalaman kerja sebagai perawat minimal 6 bulan;
4. Bahasa Asing (Misalnya : Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Jepang)
5. Sponsor dari perusahaan dari Negara yang dituju untuk mendapatkan visa dan ijin
kerja
Penguasaan bahasa Asing (Inggris, Arab, Jepang) bagi tenaga perawat Indonesia
sangat penting untuk meningkatkan daya saing untuk memperoleh pekerjaan diluar
negeri.
Untuk tahun depan, Jepang menargetkan seribu perawat dari Indonesia.
Sementara untuk tahun ini, empat ratus calon perawat diseleksi untuk dikirim ke
Jepang. Saat ini ada 104 perawat dan 104 caregiver Indonesia yang bekerja di Jepang.
Gaji tenaga kerja Indonesia (TKI) di Jepang memang paling rendah jika dibandingkan
dengan tenaga kerja dari negara lain.
Namun, tidak demikian dengan perawat dan Caregiver. Mereka digaji hingga
Rp 18 juta/bulan seperti tenaga kerja dari Jepang. Di Semarang persiapan untuk
pembekalan bahasa asing bagi calon tenaga perawat sudah mulai dilakukan seperti
bahasa Inggris dan bahasa Mandarin, namun untuk bahasa Jepang belum ada padahal
kebutuhan perawat di Jepang sangat tinggi.
Untuk itu penulis berusaha untuk memenuhi harapan mereka yaitu
mengajarkan huruf Kanji (漢字)
Jepang bagi calon tenaga perawat di Semarang
untuk meningkatkan kompetensi bahasa Jepang, dalam hal ini huruf Kanji (漢字)
Jepang. Bahkan diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini mereka juga
7
dapat membaca,
menulis dan mengetik kosa kata atau kalimat bahasa Jepang
menggunakan huruf Kanji Jepang.
1.2. PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang dapat diangkat ke permukaan berbagai fakta yang ada. Fakta ini
dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a. Kebutuhan perawat
b. Persaingan global membuka peluang perawat kerja di luar negeri
c. Pengetahuan bahasa Jepang yang harus dimiliki calon perawat untuk meningkatkan
kompetensinya.
d. Perlunya menguasai huruf Jepang yaitu Kanji untuk meningkatkan kompetensi bahasa
Jepang.
Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah :
1. Bagaimanakah bentuk dan fungsi, cara baca dan menulis huruf Kanji
2. Bagaimanakah mengetikkan huruf Kanji menggunakan Komputer.
Batasan Masalah : Huruf Jepang yang dipakai Hiragana, Katakana dan Kanji, namun
dalam kegiatan pengabdian ini yang dipelajari adalah huruf Kanji
(漢字)
1.3. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan diadakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengenalkan
dan mengajarkan huruf Kanji Jepang untuk meningkatkan kompetensi bahasa Jepang,
sehingga mereka dapat:
1) Memperoleh bekal pengetahuan membaca dan menulis huruf Kanji
2) Memperoleh bekal pengetahuan mengetikkan kalimat bahasa Jepang dengan
huruf Jepang (Hiragana, Katakana dan Kanji ) menggunakan komputer.
1.4. MANFAAT KEGIATAN
Ada 2 manfaat yang diharapkan dalam kegiatan ini:
a. Bagi calon perawat
8
Diharapkan calon perawat mengenal dan memiliki kemampuan membaca dan menulis
kalimat berbahasa Jepang yang tertulis menggunakan huruf Kanji
b. Bagi lembaga STIKES ELISABETH
Meningkatkan kualitas lulusan lembaga untuk masuk dalam kancah persaingan global.
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Prospek perawat di Jepang
Jepang bekerja sama dengan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan calon
perawat dan perawat homecare (caregiver) bagi para lanjut usia (lansia) di Jepang.
Dalam setahun, Jepang membutuhkan sepuluh ribu caregiver. Kepala Asosiasi Panti
Jompo Jepang Nakamura Hirohiko menuturkan, jumlah lansia (di atas 65 tahun) di
Jepang mencapai dua puluh persen dari total penduduk Jepang 127 juta jiwa. Artinya,
ada hampir 25,5 juta lansia di Jepang. (Pikiran Rakyat Online)
Untuk tahun depan, Jepang menargetkan seribu caregiver dari Indonesia.
Sementara untuk tahun ini, empat ratus calon caregiver yang sebelumnya telah
diseleksi oleh Jepang tengah mengikuti peningkatan kompetensi di UPI Bandung.
Saat ini ada 104 perawat dan 104 caregiver Indonesia yang bekerja di Jepang.
Menurut Nakamura, gaji tenaga kerja Indonesia (TKI) di Jepang memang paling
rendah jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain. Namun, tidak
demikian dengan perawat dan caregiver. Mereka digaji hingga Rp 18 juta/bulan
seperti tenaga kerja dari Jepang. (Pikiran Rakyat)
Tidak lama setelah Perang Dunia II usai proporsi penduduk Jepang usia 65
tahun ke atas adalah sebesar 5 persen dari keseluruhan populasi, jumlah itu lebih
rendah dibandingkan Inggris, Perancis dan AS. Sekarang jumlah lansia di Jepang
merupakan seperlima dari populasi dan rata-rata umur harapan hidup orang Jepang
meningkat pula. Rata-rata umur harapan hidup kini menjadi 82 tahun, meningkat
dibandingkan hanya 50 tahun pada tahun 1947.
Hingga tahun 2015 diperkirakan proporsi penduduk lansia akan menjadi satu
berbanding empat dibandingkan jumlah populasi penduduk atau lebih dari 30 juta
orang. Hal itu disebabkan anjloknya angka kelahiran bayi dari 2,1 persen pada 1970an menjadi hanya 1, 26 persen pada tahun 2005. National Institute and Social Security
Research memperkirakan pada tahun 2050 jumlah penduduk Jepang sekitar 95 juta
dengan 40 persen penduduknya terdiri dari kaum lansia.
Bila antara 1947 dan 1949, terjadi boom kelahiran bayi sejumlah 2,7 juta
setahun sebagai akibat kembalinya tentara Jepang yang selamat dari medan tempur
10
yang lalu menikah dan hidup mapan. Kini generasi baby boomers itu telah memasuki
masa pensiun dengan usia rata-rata 60 tahun. Mereka dalam kondisi sejahtera karena
perusahaan dan pemerintah memberikan skema dana pensiun yang bagus.
Mengapa jumlah lansia meningkat sedangkan jumlah orang muda menurun ?
Salah satu penyumbang terbesar terhadap fenomena itu adalah sistem kerja yang
disebut Kaisha di perusahaan Jepang yang lebih menghargai senioritas serta jam kerja
yang panjang. Di Jepang seorang yang pulang larut malam lebih dihargai
dibandingkan yang pulang awal dari kerja. Akibatnya interaksi hubungan suami istri
turun secara drastis yang mengakibatkan turunnya angka kelahiran secara signifikan
pula. Akibatnya diagram penduduk Jepang telah berubah dari bentuk pohon menjadi
layang-layang dengan proporsi penduduk lansia yang makin meningkat. Lihat grafik
Sumber : http://abgnet.blogspot.com
2.2 Huruf Jepang
Secara umum, aksara yang digunakan dalam bahasa Jepang ada empat yaitu hiragana,
katakana, kanji, dan romaji. Huruf hiragana digunakan untuk menuliskan kosa kata asli
bahasa Jepang, katakana digunakan untuk menuliskan kata serapan yang berasal dari bahasa
asing, huruf kanji merupakan gambar atau symbol dimana satu kanji melambangkan bunyi
satu suku kata. Sedangkan huruf romaji merupakan aksara latin. Berbeda dengan huruf latin,
satu huruf Jepang melambangkan satu suku kata, kecuali untuk bunyi vokal.
Cara baca huruf Jepang hampir sama dengan tulisannya, misalnya 「 は 」 (ha)
dibaca ’ha’. Karena itu tidaklah terlalu sulit untuk mengucapkan kosa kata bahasa Jepang.
Hanya ada beberapa huruf yang mempunyai cara baca khusus seperti 「つ」(tsu) dibaca ’tsu’
dengan cara menempelkan ujung lidah di gigi belakang kemudian ujung lidah diturunkan saat
11
udara dihembuskan ke luar melalui mulut. Selain itu ada juga huruf 「 び ゃ 」 yang
dibaca ’bya’,「ひゃ」dibaca ’hya’ dan lain-lain. Disamping itu ada juga suku kata yang
diucapkan dengan bunyi pendek seperti pada kata ’isha’ (dokter), bunyi panjang seperti pada
kata ’byooin’ (rumah sakit), serta bunyi konsonan rangkap seperti pada kata ’gakki’ (alat
musik).
Berikut ini contoh penggunaan huruf Jepang dalam kalimat bahasa Jepang, sesuai
materi pengabdian sebelumnya. Contoh kalimat yang menggunakan : huruf romaji /latin
(cetak tebal dan bergaris bawah), huruf Katakana( bergaris bawah) dan huruf Kanji (huruf
cetak tebal) dan huruf hiragana ( tidak bergaris, tipis) :

あした、LL へ サントスさんとかわりの看護士がきます。

Besok, Tuan Santos dan suster pengganti akan datang ke Laboratorium)

このたび、ジョンさんを

Kali ini saya akan menjadi penanggung jawab Bpk/Saudara Jhon.
担当することに なりました。
2.3 Huruf Kanji
Dalam mempelajari bahasa Jepang ada 3 huruf :
1. Hiragana
2. Katakana
3. Kanji
Mengenai jumlah Kanji
diperkirakan kurang lebih 50.000 Kanji. 5000
diantaranya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan Kanji yang wajib
dikuasai di sekolah sejumlah 1945 huruf (jooyoo Kanji).
2.4 Pengelompokan Kanji
Berdasarkan kamus Kanji ReiKai Gakushū Kanji Jiten (例解学習漢字辞典)
(Akiyasu, 2003; 1025) Pengelompokan Kanji berdasarkan asal-usul Kanji atau yang
biasa di sebut naritachi (成り立ち) ada empat macam:
12
1. Shōkei Moji (象形文字)
Shō (象) mempunyai arti “meniru” dari bentuk sebuah benda ditiru begitu saja
menjadi huruf. Pada jaman dahulu dari bentuk gambar berkembang menjadi huruf
yang seperti kita kenal sekarang. Pengelompokan ini gagasannya ialah bahwa Kanji
yang berupa gambar merupakan perlambangan dari suatu objek ke dalam bentuk yang
di sederhanakan. Contoh :
2. Shiji Moji (指事文字)
Shiji (指事) mempunyai arti “menunjuk” dari sebuah gambar yang berupa
lambang titik atau berupa garis menunjukkan sebuah huruf. Pada Shiji Moji ini aksara
Kanji lebih cenderung menunjukkan sebuah gagasan atau konsep yang memiliki
hubungan yang saling bertautan. Contoh :
3. Kai-i Moji (会意文字)
13
Kai-i (会意) yang berarti “makna”. Dua kanji atau lebih saling bertemu yang
menunjukkan makna baru. Pada Kai-i Moji hampir dalam semua situasi aksara-aksara
Kanji dirangkai dengan Kanji bergambar sehingga arti baru terbentuk atas dasar
saling berhubungan yang melekat dengan pengertian awalnya
Contoh : Kanji Jin/Nin/Hito (人) yang mempunyai arti “manusia” bertemu dengan
kanji Ki (木) yang mempunyai arti “pohon”, sehingga memembentuk aksara kanji
Kyū ( 休 ) yang mempunyai makna orang berada di samping pohon,sehingga
mempunyai arti ‘beristirahat”.
4. Keisei Moji (形声文字)
Keisei (形声) yang merujuk pada Sei (声) yang artinya “suara”. Dua Kanji
saling bertemu yang salah satunya menunjukkan bunyinya dan salah satunya
menunjukkan maknanya. Pengelompokan yang ke empat ini juga merupakan aksara
berrangkai, akan tetapi ia disatukan dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan
pengelompokan yang ketiga. Kanji ini mempersatukan satu unsur dengan Kanji yang
lain, biasanya satu unsur dipilih pengucapannya dan unsur yang lain dipilih untuk
artinya. Disamping itu sering juga terjadi tumpang tindih seperti satu unsur yang
dipilih untuk pengucapannya sehingga dapat menolong dalam pengambilan arti dan
aksaranya. Paling sedikit ada 80% dari semua aksara Kanji Jepang yang berasal dari
kategori seperti ini (Moriyama, 1997: 21).
Contoh : Kanji shō ( 症 ) berasal dari kanji dasar Yamaidare ( 疒 ) yang
mempunyai arti “sakit”, bertemu dengan kanji Shō/Sei ( 正 ) yang mempunyai arti
“benar”. Jadi kanji Shō ( 正 ) diambil sebagai pengucapannya dan kanji Yamaidare
( 疒 ) menunjukkan maknanya. Sehingga artinya “penyakit”.
2.5 STIKES ELISABETH SEMARANG
Kampus STIKES ELISABETH SEMARANG berlokasi di Jalan Kawi no 11
berseberangan dengan Rumah sakit Elisabeth Semarang, yang telah meluluskan
banyak tenaga perawat tingkat D3 dan S1. Alumninya banyak berasal dari kota
14
Semarang dan sekitarnya, namun alumni dari luar jateng bahkan luar Jawa juga
banyak baik dari kalimantan, NTT dan lain-lain.
Demi untuk meningkatkan kualitas lulusan STIKES ELISABETH, banyak
menggunakan tenaga pengajar yang profesional dan praktisi yang handal untuk
mendidik mahasiswanya, beberapa alumni STIKES ELISABETH juga ada yang
bekerja diluar negeri, termasuk Jepang. Untuk meningkatkan daya saing lulusannya
lembaga
ini
mahasiswanya.
bersedia
menyelenggarakan
pengenalan
bahasa
Jepang
bagi
Dengan melihat kondisi seperti ini, penulis berusaha untuk
memberikan bekal pengetahuan huruf Kanji (漢字)Jepang bagi calon perawat di
STIKES Elisabeth Semarang, untuk mahasiswa S1 Keperawatan
15
BAB III
MATERI DAN METODE
3.1. KHALAYAK SASARAN
Khalayak sasaran yang dituju dalam kegiatan ini adalah mahasiswa STIKES
ELISABETH, S1 Keperawatan, dengan pertimbangan mereka belum mendapat pelajaran
huruf Kanji Jepang dan pada kegiatan pengabdian sebelumnya (2011)sudah mempelajari
bahasa Jepang tingkat dasar dengan menggunakan huruf Hiragana dan Katakana
Pemilihan STIKES ELISABETH Semarang adalah karena mereka membutuhkan
program pengajaran bahasa Jepang untuk tujuan medis, info yang penulis terima 80%,
mahasiswa menghendaki untuk belajar bahasa Jepang selain bahasa Inggris yang mereka
pelajari.
3.2. MATERI
Kegiatan pengabdian ini meliputi Perencanaan pembelajaran, Pelaksanaan metode
dan Evaluasi.
A. Perencanaan pembelajaran
Perencanaan pembelajaran terbagi dalam empat aktivitas, yakni: Penyusunan materi,
Penyusunan langkah-langkah pembelajaran, Penyusunan aktivitas pembelajaran dan
Penyusunan agenda/jadwal
1. Penyusunan materi bahasa Jepang.
No.
Kompetensi Dasar
1.
Membaca dan menulis huruf Kanji yang
月、日、雨、山、人、
terbentuk dari gambar benda sekitar
火、目、口、木、田、
2.
Membaca dan menulis huruf Kanji yang
terbentuk dari gambar suatu ide atau
gagasan sekitar
3.
Materi
上、下、中、一、二、三、
四、五、六、七、八、九、十
Membaca dan menulis huruf Kanji yang 会社、銀行、日本、中国、タ
16
イ人、医者、先生、学生、店
Terkait dengan pekerjaan umum
員
今、朝、昼、晩、夜、半、
4.
Membaca dan menulis huruf Kanji yang
分、時、間、午前、後、
Terkait dengan Waktu
5.
休、毎、何
機、電車、駅、自動車、歩く
Terkait dengan Transportasi
6.
行く、来る、自転車、飛行
Membaca dan menulis huruf Kanji yang
Membaca dan menulis huruf Kanji yang 病気、治療、注射
Terkait dengan Istilah Medis/Kesehatan
dan
mengetik
Huruf
Kanji
診察、手術、輸血
Jepang
入院料
menggunakan komputer
2. Penyusunan langkah-langkah pembelajaran
a. Pengajar mengucapkan beberapa huruf dengan jelas dan lantang lalu
diikuti oleh mahasiswa secara berulang-ulang.
b. Pengajar menunjuk beberapa mahasiswa untuk mengucapkan mandiri
dengan jelas.
c. Pengajar menggunakan alat bantu berupa Materi Kanji dengan media
power point sebagai media pengajaran untuk membantu memahamkan
mahasiswa terhadap Kanji.
d. Pengajar melontarkan pertanyaan untuk menguji tingkat pemahaman
mahasiswa terhadap huruf
Kanji.
e. Pengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk latihan
menulis huruf Kanji dalam kalimat sederhana.
f. Pengajar memberikan contoh berupa: latihan kosa kata dan kata untuk
ditulis dengan huruf Kanji, meliputi angka, nama-nama hari, waktu, bulan,
tanggal dan tahun.
g. Pengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghafal apa
yang sudah ia peroleh lalu dikembangkan sendiri sesuai variasi yang
dikehendaki mahasiswa.
17
h. Pengajar memberikan motivasi berupa stimulus dan bantuan bagi
mahasiswa yang mengalami kesulitan. Misal menuliskan nomor telepon
dengan huruf Kanji.
i. Pengajar memberikan kesempatan yang luas bagi mahasiswa untuk
mengkreasi tanya jawab dengan mahasiswa lainnya. Yaitu menggunakan
lembar Sudoku ( game angka ala Jepang)
j. Penilaian berbentuk tes lisan diantaranya berupa: beberapa pertanyaan
menguji pemahaman, kosa kata
dalam Kanji(漢字). Penilaian juga
berbentuk non tes diantaranya: hafalan Huruf Kanji
k. serta partisipasi mahasiswa di dalam kelas.
3. Penyusunan aktivitas pembelajaran
Aktivitas yang digunakan dalam pembelajaran:
a. Demontrasi :
Dosen memberikan contoh huruf yang dipelajari meliputi cara baca
dan penulisan, serta keterangan lain yang mendukung. Menggunakan
papan tulis
dan Power Point.
b. Tanya Jawab :
Dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa tentang
huruf meliputi cara baca dan cara penulisan.
c.
Menghafal Huruf Kanji
Mahasiswa menghafal huruf-huruf yang diberikan oleh tim pengabdian
sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak diraih pada tiap bahasan.
Tagihan dilaksanakan pada pertemuan tersebut dan pertemuan
berikutnya bagi yang belum. Tagihan dalam bentuk lembar kerja
mahasiswa.
d. Menggunakan Powerpoint sebagai media pengajaran
18
Untuk memperoleh informasi yang tepat dan menambah motivasi
mahasiswa, sehingga huruf-huruf Kanji yang dipelajari bisa lebih
mudah diingat dan dihafalkan.
4.
Penyusunan agenda/jadwal
Tatap
Muka.
1.
Materi
月、日、雨、山、人、火、
目、口、木、田、
2.
上、下、中、一、二、三、四、
五、六、七、八、九、十
3.
会社、銀行、日本、中国、タイ
人、医者、先生、学生、店員
4.
今、朝、昼、晩、夜、半、
分、時、間、午前、後、休、
毎、何
5.
行く、来る、自転車、飛行機、
電車、駅、自動車、歩く
6.
病気、治療、注射
診察、手術、輸血
入院料
Mengetik huruf Kanji di Ms Word
B. Pelaksanaan metode
1. Mahasiswa memperhatikan, mengucapkan kembali huruf Kanji yang di
sampaikan Pengabdi, dan menghafal huruf yang telah dipelajari.
19
2. Mahasiswa memperhatikan, mengucapkan kembali cara baca yang diajarkan
Pengabdi, menghafal sendiri, tanya jawab dengan teman maupun Pengabdi
3. Mahasiswa memperhatikan latihan baca huruf Kanji dan dikaitkan dengan media
gambar yang ada
4. Mahasiswa latihan untuk menggunakan huruf Kanji sesuai dengan kemampuan
masing-masing.
C. Evaluasi.
Evaluasi dilakukan dengan tes tulis dan pengamatan saat mahasiswa berpartisipasi
dikelas baik pribadi maupun kelompok yaitu saat berlatih tanya jawab huruf baik
menggunakan lembar kerja, papan tulis maupun powerpoint.
3.3. METODE KEGIATAN
Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan
needs analysis, melaksanakan pengenalan materi (belajar mengajar), dan evaluasi terhadap
hasil pelatihan. Needs analysis dilakukan untuk mengetahui
kebutuhan ketrampilan
pengajaran dalam memanfaatkan multimedia sebagai media pembelajaran untuk mendukung
materi dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang.
Kemudian berdasarkan needs analysis, dibuat perencanaan materi Powerpoint untuk
materi huruf Kanji dan waktu yang pelaksanaan pelatihan atau tatap muka. Rancangan
materi diawali dari pengantar materi seperti tujuan mengenal huruf Kanji, berlatih membaca
dan menulis huruf Kanji, tanya jawab, dan latihan menggunakan lembar kerja huruf Kanji.
Setelah memilih materi pengabdian, tim pengabdi menyusun langkah-langkah
pembelajaran, mengembangkan media latihan contoh kuis Kanji dan memanfaatkan media
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diberi informasi-informasi yang bersifat teoritis
tentang pengetahuan sejarah huruf Kanji, latihan membaca dan menulis kanji, tanya jawab
dan mengerjakan latihan pada lembar kerja yang diberikan. Dalam kegiatan pembelajaran,
langkah-langkah yang dilakukan adalah memberikan materi, tanya jawab, latihan, dan
presentasi.
3.4. EVALUASI
20
Maksud diadakan evaluasi ini adalah agar tim pengabdian mendapat gambaran hasil
yang dicapai, untuk selanjutnya kekurangan-kekurangan yang ada dapat diperbaiki pada
pengabdian yang akan datang.
Pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan cara mengukur hasil yang dicapai baik dari
ranah kognitif, psikomotor maupun afektif. Evaluasi atau penilaian dilakukan selama
kegiatan berlangsung dan di akhir pertemuan. Selama kegiatan berlangsung, tim mengamati
peserta saat berpartisipasi di kelas, menjawab pertanyaan, dan saat berlatih menggunakan
lembar kerja, kuis Kanji dengan program Powerpoint, baik pribadi maupun kelompok. Di
akhir pertemuan, dilaksanakan evaluasi, setelah peserta membuat Quiz Kanji dan
mempresentasikannya.
3.5. KETERKAITAN
Universitas Negeri Semarang sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi
bertanggung jawab mencerdaskan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Kegiatan ini merupakan realisasi Tridarma perguruan tinggi.
Pemilihan mahasiswa STIKES ELISABETH Semarang adalah karena mereka
membutuhkan program pengajaran bahasa Jepang untuk tujuan medis dan telah mengikuti
kegiatan pengabdian pengenalan bahasa Jepang serta unsur kedekatan jarak. Antara dua
lembaga pendidikan kemungkinan adanya kerja sama perlu digalakkan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. PESERTA DAN TEMPAT
Kegiatan pengabdian masyarakat ini semula ditargetkan diikuti oleh 25 mahasiswa.
Namun ketika kegiatan mulai dilaksanakan, jumlah peserta mengalami peningkatan hingga
mencapai lebih dari 25 orang. Karena 1 kelas bisa mencapai kurang lebih 60 orang.
Kegiatan pengenalan bahasa Jepang dilakukan di sebuah ruang kelas C 04 di STIKES
Elizabeth Semarang.
4.2. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Kegiatan ini dilaksanakan dalam 6 kali pertemuan dalam waktu 3 hari pada bulan
Agustus 2014 yaitu mulai hari Kamis tanggal 7, .jumat tanggal 8, Sabtu tanggal 9 .
Pengenalan bahasa Jepang dimulai dengan memberikan penjelasan singkat mengenai
pengantar huruf Kanji Jepang kemudian menyampaikan batasan materi yang akan dipelajari
adalah huruf Kanji Jepang sesuai materi yang direncanakan.
Secara garis besar pembagian materi disusun sebagai berikut :
Tatap Muka
1-2
Materi
Pengantar Sejarah kanji
月、日、雨、山、人、火、目、口、木、田, 上、下、
中、一、二、三、四、五、六、七、八、九、十
3-4
会社、銀行、日本、中国、タイ人、医者、先生、学生、
店員
今、朝、昼、晩、夜、半、分、時、間、午前、後、休、
毎、何
5-6
行く、来る、自転車、飛行機、電車、駅、
自動車、歩く,
病気、治療、注射
診察、手術、輸血
Mengetik Huruf Jepang
Adapun aktivitas yang digunakan dalam pembelajaran:
21
入院料,
22
a. Demontrasi :
Dosen memberikan contoh huruf yang dipelajari meliputi cara
baca dan penulisan, serta keterangan lain yang mendukung.
Menggunakan papan tulis, menuliskan huruf Kanji Jepang.
b. Tanya Jawab :
Dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa
tentang huruf Kanji meliputi cara baca dan cara penulisan.
c.
Menghafal Huruf Kanji Jepang
Mahasiswa menghafal huruf-huruf yang diberikan oleh tim pengabdi
sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak diraih pada tiap bahasan.
Tagihan dilaksanakan pada pertemuan tersebut dan pertemuan
berikutnya bagi yang belum. Tagihan dalam bentuk lembar kerja
mahasiswa.
d. Menggunakan Powerpoint sebagai media pengajaran
Untuk menyampaikan materi yang jelas dan menarik akan dapat
menambah motivasi mahasiswa, sehingga huruf-huruf Kanji yang
dipelajari bisa lebih mudah diingat dan dihafalkan.
Pengenalan materi ini disampaikan dengan menggunakan beberapa teknik ajar
yang telah disusun sebelumnya, sehingga mahasiswa tertarik dan tetap semangat
untuk belajar Huruf Kanji Jepang hingga akhir pertemuan.
23
Gambar 1. Kegiatan pengenalan Huruf Kanji Jepang
Gambar 2. Penyampaian materi huruf Kanji
24
Gambar 3 Mahasiswa Stikes Elizabeth sedang mencatat dan latihan menulis huruf Kanji
4.3. RESPON MAHASISWA
Materi huruf Kanji Jepang merupakan hal baru yang belum pernah dipelajari oleh
mahasiswa STIKES Elizabeth. Karena itu ketika kegiatan ini ditawarkan, pihak lembaga dan
mahasiswa merespon dengan baik. Selama pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa sangat tertarik
dan bersemangat untuk belajar dan berlatih huruf Kanji Jepang. Dan karena pembelajaran
dilakukan dengan menyenangkan, maka suasana kelas menjadi santai, sehingga mahasiswa tidak
tegang ataupun takut membuat kesalahan pengucapan, penulisan dan sebagainya. Bahkan mereka
tampak antusias belajar bahasa Jepang.
Motivasi dan minat mahasiswa yang tinggi ini terlihat tidak hanya di awal pertemuan,
melainkan hingga akhir pertemuan. Mereka antusias ketika berlatih mengulang huruf yang
dipelajari serta saat diminta untuk menuliskan huruf Kanji Jepang di buku ataupun di papan tulis.
Kehadiran mahasiswa selama mengikuti kegiatan ini mencapai 95%. Antusiasme ini
mungkin disebabkan karena motivasi untuk dapat menuliskan angka, kosa kata maupun kalimat
bahasa Jepang menggunakan huruf Kanji. Disamping itu untuk meningkatkan pengetahuan
bahasa Jepang yang dimiliki sebelumnya.
25
Gambar 4 dan 5 Antusias mahasiswa Stikes Elizabeth ketika belajar huruf Kanji Jepang
26
Gambar 6 mahasiswa Stikes Elizabeth hasil latihan belajar huruf Kanji Jepang
4.4. HASIL EVALUASI
Evaluasi dilakukan selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung dan di akhir
pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan nilai yang diperoleh mahasiswa rata-rata baik. Hal ini
mungkin disebabkan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung tim pengabdi beberapakali
mengadakan demonstrasi, drill dan tanya jawab dengan mahasiswa (tentang Huruf Kanji) kadang
dilaksanakan juga kuis, dan review pelajaran yang telah lalu. Kemampuan mahasiswa menjawab
pertanyaan yang diajukan dapat menunjukkan progress belajar mahasiswa selama mengikuti
kegiatan pengabdian ini
27
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, menunjukkan bahwa
pengenalan bahasa Jepang dalam hal ini huruf Kanji Jepang pada calon tenaga perawat STIKES
Elizabeth Semarang sangat diperlukan
untuk menambah skill berbahasa Jepang mereka.
Sehingga mereka mempunyai nilai tambah dan kepercayaan diri yang tinggi yang dapat
menunjang karir mereka di bidang medis dan memperbesar peluang untuk bersaing bekerja di
Jepang.
Dari pelaksanaan dan hasil evaluasi, diketahui bahwa mahasiswa sangat berminat untuk
belajar Huruf Kanji Jepang. Hal ini dapat terlihat saat pelaksanaan pengabdian tampak antusias
mengikuti materi hingga akhir pertemuan.
5.2. Saran
Melihat animo mahasiswa masih begitu tinggi terhadap bahasa Jepang, maka disarankan:
1. Kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan materi Huruf Kanji lebih lanjut agar mahasiswa
STIKES Elizabeth yang memiliki pengetahuan bahasa Jepang yang cukup untuk bekerja
sebagai tenaga perawat di Jepang. Mengingat bahwa nama-nama daerah di Jepang, toko,
stasiun, bagian-bagian di rumah sakit, dan lain-lain di Jepang menggunakan huruf kanji.
2. Untuk menunjang hal tersebut perlu diberikan pengenalan materi bahasa Jepang tujuan
medis yang berjenjang, antara lain meliputi istilah-istilah medis dalam bahasa Jepang,
dialog sederhana dokter dan pasien, perawat dan pasien, atau perawat dengan dokter dan
lain-lain.
3. Melihat kenyataan bahwa tingginya animo mahasiswa terhadap bahasa Jepang, maka
dosen STIKES Elizabeth merasa tertarik untuk mengenal dan mempelajari bahasa Jepang
agar tidak ketinggalan oleh mahasiswanya. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan
mengadakan kerjasama antara FBS UNNES dan STIKES ELIZABETH untuk
menyelenggarakan program pengenalan bahasa Jepang bagi dosen-dosen STIKES
Elizabeth Semarang
28
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bnp2tki.go.id/content/view/451/231/
http://bocahkeperawatan07.blogspot.com/2008/12/kebutuhan-perawat-masih-sangattinggi.html
http://abgnet.blogspot.com
www.nihongodecarenavi.com
Azis, Furqonul. A. Chaedar Al Washilah. 1996 Pengajaran Bahasa komunikatif Teori dan
Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kano,Chieko dkk.(1989). Basic Kanji Book Vol. 1 Kihon Kanji 500. Tokyo : Bonjinsha
IMM Japan.(2002). Pedoman Pengobatan dan Asuransi.(医療・保険の手引き).Tokyo
Kumiko Ariga,dkk.(2009).介護の言葉と漢字ハンドブック(インドネシア語版)
Tokyo
Shinya、Makiko dkk.(2000).Minna no Nihongo no KANJI 1. Tokyo:Suri-e-nettowa-ku
William T. Little Wood. 1989. Foreign and Second Language Learning. New York:
Cambridge University.
http://benkyou413.files.wordpress.com/2012/06/pixture3.jpg
http://bayartidak.wordpress.com/huruf/huruf-kanji/
http://www.arif-febriyanto.com/2010/02/cara-menulis-dengan-huruf-jepang-di.html
http://www.japanese-lesson.com/characters/kanji/kanji_drill4/kanji4_01.html
Lampiran 1
29
Daftar Riwayat Hidup
1. Nama Lengkap dan Gelar Akademik
2. Tempat dan Tanggal Lahir
3. Jenis Kelamin
4. Fakultas/Jurusan/Program Studi/Pusat
: Yoyok Nugroho, S.Pd., M.Pd
: Tulungagung, 1 Pebruari 1975
: Laki-Laki
: Fakultas Bahasa dan Seni, Bahasa dan
Sastra Asing, Pendidikan Bahasa Jepang
5. Pangkat/Golongan/NIP
: Penata Muda/IIIa/197502012005011001
6. Bidang Keahlian
: Pendidikan Bahasa Jepang
Tahun Perolehan Gelar Akademik Terakhir : 2012
7. Kedudukan dalam Tim
: Ketua
8. Alamat Kantor
: Gedung B.4 FBS Kampus Unnes Semarang
Kode Pos 50229
Telepon/Faksimili
: 024 8508072
Alamat Rumah
: Perum Anugerah No. 23 Gunungpati,
Semarang
Telepon/Faksimili
: 081914507423
e-mail
: [email protected]
9. Pengalaman dalam Bidang Pengabdian pada Masyarakat:
No. Judul Kegiatan
Tahun
Sumber Dana
1
2008
DIPA
2
PENGENALAN BAHASA DAN BUDAYA JEPANG
BAGI SISWA SD DI KECAMATAN GAJAHMUNGKUR
Ketua
KOTA SEMARANG
PENGENALAN APLIKASI WINDOWS JEPANG 2009
SEBAGAI SARANA MEDIA PEMBELAJARAN BAGI
GURU SMA DI SEMARANG
DP2M
PENGENALAN BAHASA JEPANG TUJUAN KHUSUS 2010
MEDIS BAGI CALON TENAGA PERAWAT DI
SEMARANG
DIPA
PENGENALAN HURUF JEPANG BAGI
TENAGA PERAWAT DI SEMARANG
DIPA
Ketua
3
Anggota
4
CALON
2011
Anggota
5
PENINGKATAN
KUALITAS
PEMBELAJARAN 2012
BAHASA JEPANG DI SMA MELALUI ” QUIZ GAME”
Anggota
MENGGUNAKAN POWERPOINT
Semarang, Nopember 2014
Pelaksana,
(Yoyok Nugroho, S.Pd, M.Pd)
NIP.197502012005011001
30
Daftar Riwayat Hidup
1. Nama Lengkap dan Gelar Akademik
2. Tempat dan Tanggal Lahir
3. Jenis Kelamin
4. Fakultas/Jurusan/Program Studi/Pusat
: Dyah Prasetiani, S.S, M.Pd.
: Bogor, 20 Oktober 1973
: Perempuan
: Fakultas Bahasa dan Seni, Bahasa dan
Sastra Asing, Pendidikan Bahasa Jepang
5. Pangkat/Golongan/NIP
: Penata Muda Tk. 1/IIIb/
197310202008122002
6. Bidang Keahlian
: Pendidikan Bahasa Jepang
Tahun Perolehan Gelar Akademik Terakhir : 2005
7. Kedudukan dalam Tim
: Anggota
8. Alamat Kantor
: Gedung B.4 FBS Kampus Unnes Semarang
Kode Pos 50229
Telepon/Faksimili
: 024 8508072
e-mail
:
Alamat Rumah
: Jl. Bakti II A-19 Perum Trangkil Sejahtera
Semarang
Telepon/Hp.
: 0815742227496
e-mail
: [email protected]
9. Pengalaman dalam Bidang Pengabdian pada Masyarakat:
No.
Judul Kegiatan
Tahun
Sumber Dana
1
PENGENALAN BAHASA JEPANG TUJUAN
2010
DIPA
KHUSUS MEDIS BAGI CALON TENAGA
Ketua
PERAWAT DI SEMARANG
2
2011
PENGENALAN HURUF JEPANG BAGI
CALON TENAGA PERAWAT DI SEMARANG
3
PENINGKATAN
Ketua
KUALITAS 2012
PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
DIPA
DIPA
Ketua
DI SMA MELALUI ” QUIZ GAME”
MENGGUNAKAN POWERPOINT
Semarang, Nopember 2014
Pelaksana,
(Dyah Prasetiani, SS, M.Pd)
NIP. 197310202008122002
31
Lampiran 3
MATERI MENGETIK HURUF KANJI JEPANG
Cara
mengetik
huruf
Jepang
( Hiragana, Katakana dan Kanji
Jepang ) di Microsoft Word
Beberapa laptop sudah ada yang
terinstall font east asia, jadi tinggal
mengaktifkan saja. Bila belum maka
memerlukan CD install seperti Windows
XP service Pack 2. Jika sudah terinstall
maka cara mensettingnya sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Buka Microsoft Word, biarkan tetap terbuka
Buka control panel
Pilih clock, region and language
Buka tab “change keyboard or other input methods”
Klik tombol add di sebelah kanan tengah
Cari Japan, kemudian klik tanda (+) di sebelah kirinya, centang di kotak microsoft
IME. Lalu klik ok
7. Kemudian klik bagian yang terdapat tulisan “Indonesian (Indonesia) – US” lalu ganti
menjadi “Japanese (Japan) – Microsoft IME”
8. Restart komputer untuk mengaktifkan settingan kita. ( untuk versi windows terbaru
tidak perlu restart)
9. Setelah restart, lihat tulisan IN atau EN di dekat logo baterai pada taskbar. Kemudian
klik, tombol tersebut dan ganti menjadi JP
10. Lalu klik huruf A besar, masih di tempat tersebut
11. Pilih yang paling atas, yang ada tanda (H) di ujung kalimatnya. Maka huruf A di
tombol tersebut akan berubah menjadi A dalam hiragana.
12. Coba ketikkan “tanaka” “daigaku” “kaisha” “gakusei” “nihongo” atau “sensei”
13. Untuk mengembalikan menjadi huruf latin, klik tombol A hiragana tadi lalu pilih
yang ada (P) di ujung kalimatnya.
14. Untuk mengembalikan sistem ke normal, klik tombol JP lalu pilih IN atau EN (sesuai
semula).
32
33
34
Lampiran 4
Gambaran Teknologi yang diterapkan
Sebelum
kegiatan
Identifikasi Materi huruf
Kanji Jepang
Seleksi
beberapa
materi
huruf Kanji Jepang
Penyampaian Materi
Demonstrasi, Drill, Tanya Jawab
Mengerjakan Lembar kerja
Presentasi
Evaluasi
Kemampuan membaca dan
menulis huruf Kanji Jepang
35
Lampiran 5
Lokasi Pelaksanaan Kegiatan:
Kampus Stikes Elisabeth Semarang, Jalan Kawi, no 11 Semarang, 50231
Ke arah Semarang
Rumah sakit
bawah dan simpang
STIKES
ELISABETH
Elisabeth
lima
semarang
Ke
banyumanik
Ungaran
Taman kota
arah
Semarang
36
Lampiran 6
Contoh : Hasil latihan Kanji Jepang
Download