Bab 13-Akuntansi Perseroan (Lanjutan)

advertisement
Akuntansi Perseroan
(lanjutan)
Rita Tri Yusnita, SE., MM.
Akuntansi
Pembelian Kembali
Saham
Akuntansi untuk Saham yg Diperoleh Kembali
• Saham yang diperoleh kembali dinamakan
treasury stock, yaitu saham milik perusahaan
yang telah diterbitkan dan beredar,
kemudian dibeli kembali oleh perusahaan.
Alasan Pembelian Kembali Saham
Diberikan sebagai bonus kepada pejabat dan
karyawan perusahaan
Meningkatkan volume perdagangan saham di bursa
efek dengan harapan dapat mendongkrak harga
pasar saham
Memperoleh tambahan saham yang akan
dipergunakan dalam rangka akuisisi perusahaan lain
Mengurangi jumlah lembar saham yang beredar,
yang pada akhirnya akan memperbesar
laba per lembar saham
Metode Pencatatan
Pembelian Kembali Saham
• Metode yang sering digunakan untuk mencatat
pembelian dan penjualan kembali treasury stock adalah
metode harga pokok (cost method)
Dengan cost method, saham yang diperoleh
kembali akan didebet sebesar harga yang dibayar
untuk mendapatkan saham tersebut
Ilustrasi
PT. Angkasa Raya
Neraca (HANYA SEBAGIAN)
MODAL PEMEGANG SAHAM
Modal Disetor
• Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 8.000 lbr
diotorisasi, 7.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 4.200.000
Total Modal Saham
Rp 5.600.000
• Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Preferen
Rp
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.340.000
Total Tambahan Modal Disetor
300.000
Rp 1.640.000
Total Modal Disetor
Rp 7.240.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
Rp 47.240.000
Ilustrasi …(lanjutan)
• Pada tanggal 7 Januari 2016, perusahaan memperoleh kembali 3.000
lembar saham biasa-nya (common stock) dengan harga Rp 840 per
lembar.
• Nilai pari saham biasa adalah Rp 600 per lembar, dimana saham
biasa ini pertama kalinya diterbitkan (dijual) dengan harga Rp 800 per
lembar
• Maka ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat pembelian atau
perolehan kembali saham biasa adalah:
Saham yang Diperoleh Kembali
Kas
(Pembelian kembali saham : 3000 lbr x Rp 840 = Rp
2.520.000)
2.520.000
2.520.000
Dari jurnal tersebut, terlihat bahwa perolehan kembali
saham tidak mempengaruhi saldo akun saham biasa,
sehingga besarnya modal disetor (modal saham) tidak
akan berubah
Hal ini terjadi karena jumlah lembar saham yang
diterbitkan akan tetap sama, baik sebelum maupun
sesudah pembelian kembali saham biasa
Akun saham biasa yang dilaporkan dalam Neraca
sebesar nilai pari dikalikan dengan jumlah lembar
saham biasa yang diterbitkan (bukan yang
beredar)
Saham yang diperoleh kembali akan mengurangi
jumlah lembar saham yang beredar tapi tidak
mempengaruhi jumlah lembar saham yang telah
diterbitkan
Saham yang dibeli kembali tidak memiliki
hak suara maupun hak untuk menerima
dividen
Alasan logisnya; tidak mungkin dividen
dibayarkan kepada diri perusahaan sendiri.
Dividen akan dibayarkan kepada para
investor berdasarkan jumlah lembar saham
yang dimilikinya, demikian pula halnya
dengan hak suara
Setelah Pembelian
Kembali Saham
PT. Angkasa Raya
Neraca (HANYA SEBAGIAN)
MODAL PEMEGANG SAHAM
Modal Disetor
• Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 8.000 lbr
diotorisasi, 7.000 lbr diterbitkan & 4.000 lbr beredar)
Rp 4.200.000
Total Modal Saham
Rp 5.600.000
• Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas niali pari – Saham Preferen
Rp
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.340.000
Total Tambahan Modal Disetor
300.000
Rp 1.640.000
Total Modal Disetor
Rp 7.240.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
Dikurangi Saham yang Diperoleh Kembali (3.000 lbr)
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
( Rp 2.520.000)
Rp 44.720.000
Ilustrasi Lanjutan
• Pada tanggal 17 Januari 2016, perusahaan menjual kembali 1.200 lembar
treasury stock dengan harga Rp 880 per lembar.
• Maka jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi tersebut:
Kas
1.056.000
Saham yang diperoleh kembali
1.008.000
Modal Disetor dari Saham yang diperoleh kembali
48.000
• Penjualan treasury stock = 1.200 lbr x Rp 880 = Rp 1.056.000
• Saham yang diperoleh kembali = (1200 lbr : 3000 lbr) x Rp 2.520.000
= Rp 1.008.000
• Kelebihan harga jual di atas harga pokok treasury stock = (880 – 840) x
1200 lbr = 40 x 1200 lbr = 48.000
Setelah Penjualan
treasuryMODAL
stockPEMEGANG SAHAM
PT. Angkasa Raya
Neraca (HANYA SEBAGIAN)
Modal Disetor
•
Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 8.000 lbr
diotorisasi, 7.000 lbr diterbitkan & 5.200 lbr beredar)
Rp 4.200.000
Total Modal Saham
•
Rp 5.600.000
Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas niali pari – Saham Preferen
Rp
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.340.000
Modal disetor dari saham yang diperoleh kembali
Rp
Total Tambahan Modal Disetor
300.000
48.000
Rp 1.688.000
Total Modal Disetor
Rp 7.288.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
Dikurangi Saham yang Diperoleh Kembali (1.800 lbr)
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
( Rp 1.512.000)
Rp 45.776.000
Akuntansi Dividen
Pengertian Dividen
Dividen adalah sebagian dari laba bersih yang
dibagikan kepada para pemegang saham
Dividen adalah pembagian laba kepada
pemegang saham berdasarkan banyaknya saham
yang dimiliki.
2 Macam Dividen
Dividen Tunai
Dividen Saham
• Dividen tunai adalah bentuk
pembagian keuntungan
dalam bentuk kas / tunai
• Pembagian keuntungan
perusahaan dalam bentuk
saham
• Dividen tunai paling sering
dilakukan / paling umum
• Umumnya dalam bentuk
saham biasa (common
stock)
Ilustrasi Akuntansi Dividen Tunai
• Pada tanggal 6 Desember 2013, Dewan Direksi PT. Aksara
mengumumkan dividen tunai sebesar Rp 72 atas 100.000 lembar
saham biasa yang beredar dengan nilai pari Rp 1.440 per
lembar
• Ayat jurnal yang diperlukan:
Tgl
Nama Perkiraan
6 Des 2013 Dividen Tunai
Utang Dividen Tunai
Rp 72 x 100.000 lbr = Rp 7.200.000
Debet
Kredit
7.200.000
7.200.000
Ilustrasi Akuntansi Dividen Tunai
• Pada akhir periode akuntansi ( 31 Des 2013), ayat jurnal penutup
yang perlu dibuat untuk mentransfer saldo akun dividen tunai ke
laba ditahan adalah:
Tgl
31 Des
2013
Nama Perkiraan
Laba Ditahan
Dividen Tunai
Debet
Kredit
7.200.000
7.200.000
Ilustrasi Akuntansi Dividen Tunai
• Pada tanggal pembayaran (misalkan tgl 20 Januari 2014), maka
PT. Aksara akan mencatatnya sbb:
Tgl
20 Jan
2014
Nama Perkiraan
Utang Dividen
Kas
Debet
Kredit
7.200.000
7.200.000
Ilustrasi Akuntansi Dividen Saham
• Pada tanggal 18 Desember 2013, Dewan Direksi PT. Aksara
mengumumkan deviden saham sebesar 8% atas 100.000
lembar saham biasa yang beredar dengan nilai pari Rp 1.440
per lembar.
• Harga pasar saham saat diumumkan adalah Rp 1.620 per
lembar.
• Dividen ini baru akan dibagikan tgl 18 Januari 2014
• Buat ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksitransaksi di atas
Ilustrasi Akuntansi Dividen Saham
• Ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat pengumuman:
Tgl
18/12/2013
Nama Perkiraan
Dividen Saham
Kredit
12.960.000
Dividen Saham yg Dapat Dibagikan
Modal Disetor dalam Kelebihan di atas Nilai
Pari – Saham Biasa
Dividen Saham
Debet
11.520.000
1.440.000
= 8% x Rp 1.620 x 100.000 lbr = Rp 12.960.000
Dividen Saham yg Dibagikan = 8% x Rp 1.440 x 100.000 lbr = Rp 11.520.000
Kelebihan Harga Terbit di atas Nilai Pari
= Rp 1.440.000
Ilustrasi Akuntansi Dividen Saham
• Ayat jurnal yang diperlukan pada akhir periode akuntansi, yaitu
31 Desember 2013, membuat jurnal penutup:
Tgl
31/12/2013
Nama Perkiraan
Laba Ditahan
Dividen Saham
Debet
Kredit
12.960.000
12.960.000
Ilustrasi Akuntansi Dividen Saham
• Ayat jurnal yang diperlukan pada saat dividen dibagikan, yaitu
tanggal 18 Januari 2014:
Tgl
18/1/2014
Nama Perkiraan
Dividen Saham yang dapat Dibagikan
Saham Biasa
Debet
Kredit
11.520.000
11.520.000
Pelaporan Modal
Pemegang Saham
Pelaporan Modal Pemegang Saham
Bagian modal pemegang
saham yang tampak dalam
Neraca berisi komponen
Modal Disetor,
terdiri atas:
Modal Saham
(disajikan sebesar
nilai pari)
Saham
Preferen
Saham
Biasa
Pesanan
Saham
Tambahan
Modal
Disetor
Dividen
Saham yg
Dibagikan
Laba
Ditahan
Saham yang
Diperoleh
Kembali
Modal Disetor dpt
berkurang karena
piutang pesanan saham
PT. NYIUR PANTAI
Neraca (HANYA SEBAGIAN)
MODAL PEMEGANG SAHAM
Modal Disetor
•
Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 9.800 lbr
diotorisasi, 7.000 lbr diterbitkan & 5.200 lbr beredar)
Rp 4.200.000
Pesanan Saham Biasa ( 1.000 lbr)
Rp
600.000
Dividen saham yang dibagikan (500 lbr)
Rp
300.000
Total Modal Saham
•
Rp 6.500.000
Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas niali pari – Saham Preferen
Rp
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.340.000
Modal disetor dari saham yang diperoleh kembali
Rp
Total Tambahan Modal Disetor
Dikurangi Piutang Pesanan Saham Biasa
300.000
48.000
Rp 1.688.000
( Rp
800.000)
Total Modal Disetor
Rp 7.388.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
Dikurangi Saham yang Diperoleh Kembali (1.800 lbr)
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
( Rp 1.512.000)
Rp 45.876.000
LATIHAN KASUS
• Berikut adalah data mengenai modal dasar, modal disetor, dan
laba ditahan dari PT. Buana Jaya per 31 Desember 2012:
Modal Dasar
Saham Biasa, 300.000 lbr, nilai pari @ Rp 5.000.
Rp 1.5000.000.000
Saham Preferen, 40.000 lbr, nilai pari @ Rp 7.500
Rp
300.000.000
Rp
1.800.000.000
Saham Biasa, 120.000 lbr diterbitkan & beredar
Rp
600.000.000
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp
35.300.000
Rp
635.300.000
Rp
430.000.000
Modal Disetor
Total Modal Disetor
Laba Ditahan yang tidak dicadangkan
• Transaksi-transaksi yang telah terjadi selama tahun 2013 berkaitan
dengan ekuitas pemegang saham sbb:
• 15 Jan Dijual secara tunai 30.000 lbr saham preferen dengan harga
Rp 240.000.000
• 10 Peb Dijual secara tunai 50.000 lbr saham biasa dengan harga Rp
265.000.000
• 20 Mei Menerima pesanan saham biasa dari Tn. Sule sebanyak
30.000 lbr dengan harga Rp 5.150 per lembar dan diterima
pembayaran dimuka (down payment) sebesar 1/3 nya.
• 25 Juni Membeli kembali saham biasa milik PT. Buana Jaya
sebanyak 13.600 lbr dengan harga Rp 5.200 per lembar
• 27 Juni Menerima pembayaran dari Tn. Sule atas saham biasa yang
dipesannya. Ia melunasi sisanya.
• 1 Desember Diumumkan pembagian dividen tunai kepada para
pemegang saham biasa sebesar Rp 700 per lembar dan baru akan
dibayarkan tgl 20 Desember 2013
• 20 Desember Pembayaran dividen tunai kepada para pemegang
saham
• 22 Desember Dijual treasury stock sebanyak 4.200 lbr dengan
harga Rp 22.470.000
• Buatlah jurnal untuk transaksi-transaksi di atas
Terima Kasih
Download