Uploaded by User109111

Tugas Pertemuan 12 - SCRUM RESUME BY RESTU AMALIA

advertisement
Rekayasa Perangkat Lunak
Dosen : Nofia Filda Fauziah, M.Kom.
Disusun Oleh :
2
0
2
1
Restu Amalia Novita
(2019310025)
FAKULTAS INFORMATIKA
RESUME OF
“Scrum Methodology”
UNIVERSITAS BINA INSANI
SCRUM METHODOLOGY
A. DEFINISI SCRUM
SCRUM adalah salah satu metode rekayasa perangkat lunak dengan
menggunakan prinsip-prinsip pendekatan AGILE, yang bertumpu pada kekuatan
kolaborasi tim, incremental product dan proses iterasi untuk mewujudkan hasil akhir.
SCRUM sendiri bukan satu-satunya metode yang menggunakan pendekatan
AGILE. Mungkin kita juga pernah mendengar metode Extreme Programming (XP)
yang juga menggunakan pendekatan AGILE dalam rekayasa perangkat lunak. Masingmasing metode memiliki fokus atau penekanan yang berbeda yang tentu saja dapat
dikombinasikan untuk menghasilkan proses yang optimal.
SCRUM dapat dilakukan di sebuah kepanitiaan ataupun project lain diluar
bisnis teknologi informasi. Dalam teknik scrum terbagi dalam tiga roles, yang pertama
adalah Product Owner, Scrum Master dan Development atau Scrum Team. Product
owner bertugas mengatur urusan dengan Stakeholder sedangkan Scrum Master
mengurusi bagian internal, di bagian Development Team mengatur urusan teknik
pengerjaan project dan pembahasan yang lebih rinci.
Restu Amalia Novita | 201931025
2
B. POIN PENTING SCRUM
Ada beberapa poin penting untuk Scrum yang membuat banyak orang tertarik
untuk menggunakannya, misalnya:
1. Berorganisasi sendiri dengan fokus pada tim.
2. Tidak perlu dokumentasi dalam jumlah besar. Scrum menggunakan pendekatan
yang to the point dalam membagikan tugas atau menanyakan progress.
3. Tim Scrum adalah sebuah tim yang memiliki lintas fungsional sehingga bisa
bekerja sama sebagai satu kesatuan.
4. Komunikasi yang kuat dan banyak interaksi.
5. Memiliki ritme yang pasti dan berulang untuk menyelesaikan pekerjaan dalam
waktu maksimal 30 hari.
6. Alih-alih mencoba melakukan keseluruhan pekerjaan pada saat bersamaan,
Scrum membantu menyelesaikannya satu persatu dengan interval waktu yang
ditentukan.
7. Mengaplikasikan Scrum dapat membuat anggota tim member Anda merasa
dipercaya dan Anda juga tahu member mana yang ahli di bidangnya dan bisa
mengerjakan tugasnya sehingga tidak ada tunggu-menunggu.
C. KARAKTERISTIK SCRUM
Berikut merupakan karakteristik yang membedakan pengimplementasian
metodologi scrum dengan yang lain:
1. Pemilik produk membuat daftar keinginan yang diprioritaskan yang disebut
backlog produk.
2. Selama perencanaan sprint, tim memilih salah satu item dari urutan teratas
daftar keinginan tersebut dan memutuskan bagaimana mereka akan
menjalankan potongan tersebut.
3. Tim memiliki sejumlah waktu, yang disebut dengan istilah sprint (biasanya dua
sampai empat minggu) untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun setiap
harinya akan ada pengecekan untuk melihat progress pekerjaan (Scrum harian).
4. Sepanjang jalan, Scrum Master membuat tim tetap fokus pada tujuannya.
5. Di akhir sprint, pekerjaan harus berpotensi untuk dikirim: siap untuk diserahkan
kepada pelanggan, diletakkan di rak toko, atau ditunjukkan kepada Pemangku
kepentingan.
6. Sprint diakhiri dengan review sprint dan retrospektif.
7. Seiring sprint berikutnya dimulai, tim memilih item lain lagi dari backlog
produk dan mulai bekerja lagi.
Restu Amalia Novita | 201931025
3
8. Hal ini berlangsung sampai proyek dianggap selesai, baik karena deadline dan
budget atau dengan melengkapi seluruh daftar item yang sudah ditentukan di
awal.
D. PERAN PADA SCRUM
Ada tiga peran berbeda yang diperlukan dalam melakukan metode Scrum, yaitu:
1. Master Scrum
Memastikan prosedur diikuti, memastikan semua berjalan lancar, dan
melindungi tim dari gangguan. Master Scrum berbeda dari manajer proyek
tradisional dalam banyak hal, termasuk peran ini tidak memberikan arahan
sehari-hari kepada tim dan tidak memberikan tugas kepada individu.
2. Product Owner (Pemilik Produk)
Biasanya merupakan orang yang dianggap paling penting dari sebuah
proyek. Bagian dari tanggung jawab pemilik produk adalah memiliki visi
tentang apa yang ingin dia buat dan menyampaikan visi tersebut kepada tim
Scrum. Tugas utama Pemilik Produk adalah untuk menjadi nilai bagi
stakeholder atau pemegang saham.
3. Tim Scrum
Sebuah tim Scrum adalah tim yang bisa mengatur pekerjaan mereka
sendiri dan merupakan sebuah tim yang lintas fungsional. Member tim akan
melakukan analisis, implementasi, perancangan, pengujian, dan lain-lain.
Meskipun individu dapat bergabung dengan tim dengan berbagai jabatan, di
Scrum, judul tersebut tidak signifikan.
Metodologi scrum menyatakan bahwa setiap orang berkontribusi
dengan cara apa pun yang mereka bisa untuk menyelesaikan pekerjaan pada
setiap sprint. Individu dengan demikian akan menghabiskan sebagian besar (dan
terkadang semua) waktu mereka bekerja dalam disiplin apa pun yang mereka
ketahui, baik itu analisis, desain, pengembangan, tes dan lain lain.
E. IMPLEMENTASI SCRUM
Untuk memahami contoh scrum dan cara memulainya, Anda bisa mengikuti
langkah-langkah berikut:
Restu Amalia Novita | 201931025
4
1. Tentukan Tim Scrum pertama Anda
Tim terdiri dari 5-9 anggota. Semua anggota ini memiliki kombinasi
kompetensi dan dapat mencakup untuk menjadi developer, penguji, pendukung,
perancang, analisis bisnis, dan lain-lain. Semua anggota terus bekerja sama. Tim
itu sendiri bertanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka akan
memproduksi produk yang bisa dipresentasikan di akhir setiap sprint.
2. Tentukan panjang atau lamanya Sprint Anda
Sprint adalah tenggang waktu yang berlangsung antara 7 dan 30 hari,
dan biasanya tetap sama panjang selama proyek berlangsung. Tentukan
tenggang waktunya dalam sebuah meeting perencanaan dan tim tersebut harus
berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
Pada akhir sprint, Anda sebaiknya mengadakan sebuah review atau
ulasan (bisa berupa meeting) dengan demonstrasi hasil kerja. Di sini
perbaikannya ditinjau dan dikerjakan agar sprint berikutnya bisa direncanakan.
Jika Anda masih tidak yakin dengan tenggang waktu, Anda bisa mulai dengan
2 minggu terlebih dahulu.
3. Tunjuk Seorang Master Scrum
Scrum Master adalah seorang katalisator untuk sebuah kelompok scrum.
Mereka memastikan bahwa kelompok scrum bekerja secara efektif dan
progresif. Jika terjadi hambatan, master Scrum akan menindaklanjuti dan
menyelesaikan masalah untuk tim tersebut. Master Scrum memang bisa
dianggap sebagai manajer proyek untuk tim tersebut, kecuali orang tersebut
tidak boleh mendikte apa yang tim kerjakan dan seharusnya tidak terlibat dalam
pengelolaan mikro sekalipun. Master Scrum akan membantu tim dalam
merencanakan pekerjaan sprint yang akan datang.
4. Tunjuk Pemilik Produk (Product Owner)
Pemilik Produk harus merupakan seseorang yang dapat bertanggung
jawab memastikan tim menghasilkan sebuah produk yang bisa dipresentasikan
dan pasarkan ke bisnis, klien atau siapapun yang menginginkan hasil proyek
tersebut (pembeli akhir).
Pemilik Produk biasanya menuliskan persyaratan sehubungan dengan
apa yang diinginkan dari produk tersebut dalam bentuk sebuah cerita, kemudian
Restu Amalia Novita | 201931025
5
memprioritaskan item-item dalam proses pembuatan, dan memasukkannya ke
backlog.
5. Buat Backlog Produk Awal
Produk backlog adalah daftar keinginan yang berupa semua cerita
pengguna yang diharapkan akan dibuat dan diselesaikan dalam proyek tersebut.
Cerita yang paling penting harus berada di urutan teratas daftar, jadi
keseluruhan simpanan tersusun secara teratur berdasarkan urutan kepentingan
cerita.
Sebuah simpanan biasanya berisi 2 jenis item pekerjaan:


Epics – Cerita tingkat tinggi yang sketsanya sangat kasar tanpa banyak
detail.
Stories – Persyaratan lebih rinci untuk apa yang harus dilakukan
(mungkin dilakukan).
Sebuah epics biasanya dapat dibagi menjadi beberapa cerita.
Sebuah cerita biasanya akan dipecah menjadi beberapa tugas terpisah
sehingga tim dapat bekerja dan melaporkan progressnya nanti. Stories juga bisa
memiliki beberapa tipe seperti development, bug, tugas, dan lain lain. Stories
baru dapat ditulis dan ditambahkan ke backlog produk kapan saja dan oleh siapa
saja. Jika sebuah epic meningkat dalam prioritas, sebaiknya masukkan detail
yang lebih rinci agar tim dapat mulai mengerjakannya. Pemilik Produk bebas
untuk memprioritaskan kembali backlog sesuai dengan keinginan dia.
Contoh stories yang bisa dikembangkan menjadi produk:
Sebagai power user, saya bisa menentukan file atau folder yang akan di
backup berdasarkan ukuran file, tanggal yang dibuat dan tanggal dimodifikasi.
Sebagai pembelanja buku, saya bisa membaca ulasan sebuah buku pilihan untuk
membantu saya memutuskan apakah akan membelinya. Seorang nasabah bank
bisa mengganti PIN-nya.
6. Rencanakan dan Mulailah Sprint Pertama Anda
Berdasarkan prioritas backlog, tim sekarang mengambil item dari daftar
(biasanya dari paling atas). Tim lalu melakukan brainstorming dan memutuskan
apa dan berapa banyak yang bisa mereka selesaikan dalam sprint mendatang.
Restu Amalia Novita | 201931025
6
Ini disebut rapat perencanaan sprint. Begitu tim setuju, sprint dimulai dan tim
dapat mulai mengerjakan proyeknya.
7. Tutup Arus dan Mulai Sprint Berikutnya
Bila akhir tenggat waktu sudah tercapai dan semua pekerjaan yang
direncanakan sudah lengkap dilakukan, tergantung pada tim untuk memutuskan
apakah pekerjaan yang tersisa harus ditransfer ke sprint berikutnya atau
dimasukkan kembali ke dalam backlog. Setiap sebuah tim menyelesaikan
tugasnya, tim disarankan untuk melakukan retrospektif di mana mereka
mendiskusikan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang bisa diperbaiki
untuk sprint berikutnya. Setelah itu, pertemuan perencanaan sprint untuk sprint
berikutnya dimulai dan prosesnya diulang. Tidak ada batasan untuk jumlah
sprint kecuali jika ditetapkan oleh deadline (berdasarkan budget atau waktu)
atau seluruh backlog selesai. Jika tidak satu pun kriteria ini terpenuhi, sprint
terus berlanjut tanpa batas waktu.
F. KEGIATAN SCRUM
Sebagai bagian dari scrum, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan, yaitu:
1. Rapat Perencanaan
Pertemuan Perencanaan Sprint adalah titik awal Scrum. Ini adalah
pertemuan dimana seluruh tim Scrum berkumpul; Bekerja sama dengan Product
Owner dan Master Scrum, tim memilih story dari backlog dan brainstorm secara
bersama-sama. Berdasarkan percakapan, kelompok Scrum memutuskan
kompleksitas story dan memutuskan mana yang harus masuk ke sprint.
2. Melengkapi Pekerjaan
Seperti judulnya, perlu bagi tim untuk menyelesaikan pekerjaan untuk
kemajuan proyek. Orang-orang di tim bekerja pada epics atau story sampai
mereka selesai dan kemudian mereka beralih ke yang berikutnya. Biasanya
story disusun di papan dengan langkah-langkah terpisah, jadi mudah untuk
merasakan bagaimana sprint tersebut berkembang.
3. Pertemuan Scrum Harian
Melalui siklus sprint, setiap hari tim scrum bertemu maksimal lima belas
menit (biasanya di pagi hari). Ada 3 hal yang akan dibahas oleh setiap member
tim, yaitu:
Restu Amalia Novita | 201931025
7


Apa yang saya lakukan kemarin?
Apa yang ingin saya lakukan hari ini?
Jelaskan jika orang tersebut memiliki sesuatu yang menghalangi mereka
menyelesaikan pekerjaan mereka pada hari itu.
4. Pertemuan Review Sprint
Setelah setiap sprint, tim mengadakan Sprint Review Meeting untuk
menunjukkan progress kerja kepada Product Owner dan orang lain yang
tertarik. Pertemuan tersebut harus menampilkan demonstrasi langsung, bukan
sebuah laporan. Pemilik Produk dapat memverifikasi story sesuai dengan
kriteria penerimaan mereka.
5. Rapat Retrospektif
Pertemuan retrospektif terjadi setelah pertemuan review. Kelompok
Scrum bertemu dan berbicara mengenai hal-hal berikut:




Apa saja yang terjadi dengan baik selama sprint
Apa saja yang tidak berjalan seperti yang direncanakan dalam sprint.
Pelajaran yang dipelajari
Item tindakan yang harus ditindaklanjuti.
Restu Amalia Novita | 201931025
8
REFERENSI
Sutherland, J. (2018). Scrum. Bentang Pustaka.
Restu Amalia Novita | 201931025
9
Download