Uploaded by irfannur48

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINIST

advertisement
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
Dian Meilantika
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI
MENGGUNAKAN METODE THROWAWAY PROTOTYPING
DEVELOPMENT PADA SULTAN-SPORT
Dian Meilantika
Program Studi Teknik Informatika, AMIK AKMI Baturaja
Jl. Jend. A Yani No.267-A, Tj. Baru, Baturaja Timur,
Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan 32112
Telepon: (0735) 326169
e-mail: [email protected]
Abstrak
Kegiatan bisnis yang bergerak dalam dunia bisnis jual beli, memiliki perputaran uang yang
cukup besar. oleh karena itu, diperlukan ketelitian, kecepatan, dan keakuratan data dalam
pengolahan informasi demi kelancaran proses bisnis. Dalam hal ini, sistem informasi
dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing bisnis perusahaan mengingat informasi merupakan
sumber daya yang berharga dalam kegiatan operasional maupun pengambilan keputusan. Proses
penyimpanan dan pencatatan transaksi jual beli merupakan hal yang terpenting sehingga
dibutuhkannya sebuah sistem informasi.
Pada penelitian ini, dirancang sistem informasi untuk memenuhi kebutuhan administrasi dari
proses transaksi yang dilakukan pada toko sultan-sport. Hasilnya berupa sistem informasi
administrasi berbasis web yang dirancang menggunakan metode throwaway prototyping
development. Spesifikasi awal dari sistem sudah dapat diketahui di awal, sehingga proses
prototyping ini ditujukan untuk mengurangi resiko kebutuhan yang tidak terpenuhi dan bisa
terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Kata kunci—Sistem Informasi, Prototype, Throwaway Prototyping Development
Abstract
Business activities in buying and selling, have a large velocity of money. therefore, required
accuracy, speed, and accuracy of data in information processing for smooth business processes
are needed. In this case, information systems are needed to improve the competitiveness of a
company's business because information is a valuable resource in operational and decisionmaking activities. The process of storing and recording transactions is the most important thing
so that it needs an information system.
In this study, information system has been made to meet administrative needs of the transaction
process performed on sultan-sport shop. The result is a web-based administration information
system designed using throwaway prototyping development method. The Initial specifications of
the system can be known at the beginning, so the prototyping process is intended to reduce the
risk of unmet needs and can continue to be developed in accordance with existing needs.
Keywords— Information System, Prototype, Prototyping Development
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
114
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
I.
PENDAHULUAN
Persaingan dalam dunia bisnis
perdagangan merupakan hal yang tidak
asing lagi bagi mereka yang berkecimpung
di dunia bisnis tersebut. Seperti yang telah
diketahui sekarang ini, banyak sekali
bermunculan jenis usaha perdagangan yang
menyediakan berbagai pelayanan untuk
pelanggannya, sehingga perusahaan dagang
lainnya dapat dengan mudah tersaingi.
Pelayanan yang diberikan oleh
perusahaan pada masa sekarang ini lebih
ditekankan pada penggunaan teknologi
informasi. Salah satu contohnya yaitu
teknologi
informasi
yang
mampu
mengelola data perusahaan maupun data
yang lainnya yang dibutuhkan oleh
perusahaan dengan cepat. Teknologi
informasi sendiri adalah suatu teknik untuk
mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan,
memproses, dan menganalisis maupun
menyebarkan informasi.
Sultan-Sport
yang menjalankan
jenis usaha yang bergerak dalam bidang
usaha perdagangan. Setiap harinya toko ini
dapat mencatat banyak transaksi penjualan
maupun
pembelian.
yang
didalam
kegiatannya membutuhkan efisiensi dan
kemudahan dalam melakukan proses
transaksinya. Dari banyaknya transaksi
tersebut belum memanfaatkan teknologi
informasi dalam melakukan pengolahan
data secara rinci yang membuat pemilik
toko kesulitan dalam melakukan perincian
barang.
Berdasarkan kondisi yang dialami
Sultan-Sport saat ini, penulis melakukan
penelitian dan mengajukan solusi dengan
merancang sistem informasi adminitrasi.
Sistem yang akan dirancang memiliki
beberapa fungsi yaitu, membantu proses
penjualan kepada customer agar lebih cepat
dan efisien, membantu mendata serta
mencatat informasi stok barang, transaksi
penjualan dan transaksi pembelian dan
memberikan informasi bagi toko untuk
segera memesan barang.
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
Dian Meilantika
II.
2.1
TINJAUAN PUSTAKA
Sistem Informasi
Sistem
informasi
merupakan
penunjang yang terpenting bagi hampir
setiap tingkat manajemen didalam suatu
organisasi dalam pengambilan keputusan.
Informasi dapat diartikan sebagai suatu
susunan dari orang, data, proses, dan
teknologi yang saling berkaitan untuk
mengumpulkan, memproses, menyimpan,
dan menyediakan keluaran informasi yang
diperlukan untuk mendukung suatu
organisasi.
Sistem Informasi didefinisikan sebagai
kumpulan dari beberapa bagian yang saling
berhubungan
yang
mengumpulkan,
memproses, menyimpan, dan menyediakan
sebagai hasil dari informasi yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan bisnis.
Tujuan dari sistem informasi yaitu
menginformasikan pengambilan keputusan
dalam perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian kegiatan operasi subsistem
suatu perusahaan dan menyajikan sinergi
organisasi pada proses.
Maka dapat disimpulkan bahwa Sistem
Informasi menyediakan informasi untuk
pengambilan suatu keputusan dengan caracara diorganisasi untuk mengumpulkan,
memasukkan, mengolah, menyimpan data
dan melaporkan informasi sehingga sebuah
organisasi atau perusahaan dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
2.2
Model Prototyping
Prototyping model adalah proses
pengembangan perangkat lunak yang
diawali dengan pengumpulan kebutuhankebutuhan dari sistem, yang dilanjutkan
dengan pembuatan prototipe dan evaluasi
dari pengguna. Ada dua pendekatan yang
dapat
digunakan
dalam
melakukan
prototyping, yaitu throw-away prototyping
atau rapid prototyping dan evolutionary
prototyping.
Pada proses evolutionary prototyping,
system dikembangkan tanpa mengetahui
spesifikasi sistem yang benar di awal
pengembangan atau kebutuhan system yang
masih abstrak. Verifikasi terhadap sistem
tidak memungkinkan untuk dilakukan
115
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
karena tidak terdapat spsifikasi. Proses
validasi
dilakukan
dengan
mendemonstrasikan kecukupan dari sistem.
sedangkan pada proses throw-away
prototyping spesifikasi awal dari sistem
sudah dapat diketahui di awal, sehingga
proses prototyping ini ditujukan untuk
mengurangi resiko kebutuhan yang tidak
terpenuhi.
Tahapan-tahapan Model Prototyping :
a. Pengumpulan Kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersamasama mendefinisikan format seluruh
perangkat lunak, mengidentifikasikan
semua kebutuhan, dan garis besar
sistem yang akan dibuat.
b. Membangun Prototyping
Membangun
prototyping
dengan
membuat perancangan sementara yang
berfokus pada penyajian kepada
pelanggan (misalnya dengan membuat
input dan format output).
c. Menggunakan Sistem
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan
apakah prototyping yang sudah
dibangun
sudah
sesuai
dengan
keinginann pelanggan.
d. Mengkodekan Sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah
di sepakati diterjemahkan ke dalam
bahasa pemrograman yang sesuai.
e. Menguji Sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu
perangkat lunak yang siap pakai, harus
dites dahulu sebelum digunakan.
Pengujian ini dilakukan dengan White
Box, Black Box, Basis Path, pengujian
arsitektur dan lain-lain.
f. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem
yang sudah jadi sudah sesuai dengan
yang diharapkan.
g. Evaluasi Protoptyping
Perangkat lunak yang telah diuji dan
diterima
pelanggan
siap
untuk
digunakan.
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
Dian Meilantika
Tahap-tahap
proses
pembuatan
prototype tipe kedua (throwaway
prototype) :
a. Tentukan kebutuhan. Tentukan apa
kebutuhan user. Analis system
mewawancarai
user
untuk
mendapatkan ide tentang apa yang
diinginkan oleh user dari system
yang akan dikembangkan.
b. Buat prototype. Analis system
bekerja sama dengan ahli komputer
yang lain, dengan memanfaatkan
satu atau beberapa alat bantu untuk
pembuatan
prototype,
mengembangkan prototype.
c. Evaluasi.
Analis
system
memperkenalkan prototype kepada
user,
menuntun
user
untuk
mengenali
karakteristik
dari
prototype. Dari kesempatan uji
coba ini, user akan memberikan
pendapatnya pada analis sistem.
Kalau
prototype
diterima
dilanjutkan ketahap selanjutnya.
d. Kalau ada perbaikan maka langkah
berikutnya adalah mengulangi
tahap1, 2 dan 3 dengan pengertian
yang lebih baik tentang apa yang
diinginkan oleh user.
Gambaran proses pengembangan
sistem dengan throwaway prototyping
dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 1. Proses throwaway prototyping
116
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
III.
3.1
METODOLOGI PENELITIAN
Analisa Kebutuhan Sistem
Secara
umum,
Sultan-Sport
menggunakan proses administrasi yang
dilakukan secara manual, mulai dari nota
hasil penjualan dengan tulis tangan, stok
barang dicatat tiap ada barang masuk dan
keluar setiap harinya secara manual, proses
penjualan tidak dicatat secara khusus,
pembuatan struk belanja hanya berdasarkan
permintaan
dari
pelanggan
saja.
Pengakumulasian jumlah penjualan dan
pembelian tidak dilakukan secara rutin
karena data transaksi dilakukan tidak
terdokumentasi dengan baik. Sedangkan
untuk pengecekan stok barang, tidak
dilakukan dengan berkala. Pihak toko
sering kali tidak tahu stok barang yang yang
tersisa di gudang. Sering kali mereka
melakukan pengecekan barang jika ada
yang mau membeli barang tersebut. Ketika
ada retur barang kesupplier dikarenakan
adanya kerusakan barang yang diterima hal
ini tidak dilakukan pencatatan.
3.2 Analisa Permasalahan
1. Sultan-Sport
masih menggunakan
pencatatan manual dalam menyimpan
data sehingga sehingga data tidak
terdokumentasi dengan baik.
2. Dikarenakan stok barang jarang
dilakukan pengecekan rutin, barangbarang penting sering kali habis ketika
tanpa diketahui. Barang yang habis
diketahui ketika ada pelanggan yang
akan membeli barang tersebut.
3. Dalam transaksi penjualan, SultanSport jarang memberikan nota kepada
pelanggan. Nota diberikan kecuali
pelanggan meminta nota.
4. Dalam transaksi pembelian, pihak toko
tidak melakukan dokumentasi dengan
baik, sehingga menyebabkan data sulit
terakomulasi dengan baik jika ingin
melakukan perhitungan laba rugi.
3.3
Analisis Kebutuhan
Permasalahan yang muncul dari analisis
sistem
membuat
perusahaan
ingin
memperbaiki sistem yang ada dengan
membuat sistem yang baru, sebagai berikut
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
Dian Meilantika
1. Pembelian
Dalam sistem yang baru ini perusahaan
akan lebih mudah dalam penyimpanan
data pembelian serta pencatatan stok
barang lebih tepat dan akurat.
Perusahaan juga lebih mudah mengecek
barang mana yang sudah hampir habis
sehingga dapat segera melakukan
pembelian lagi.
2. Penjualan
Proses penjualan dapat berjalan lebih
cepat dan tepat. Karena pencatatan dan
perhitungan dapat dilakukan dengan
menggunakan
sistem
informasi.
Sistempun bisa melakukan cetak nota
untuk pelanggan.
3. Laporan
Dengan sistem yang baru pembuatan
laporan dapat dilakukan dengan cepat,
rapi, lebih mudah dan memiliki resiko
kesalahan yang kecil.
a. Perancangan Sistem (prototype)
Perancangan sistem bertujuan untuk
memberikan gambaran yang jelas sesuai
dengan kebutuhan user atau pemakai sistem
itu sendiri. Perancangan sistem dilakukan
apabila tahap dari analisis kebutuhan
sistem telah selesai dilakukan. Berikut ini
adalah diagram dalam perancangan sistem:
b.
Bahasa Pemograman
Beberapa alasan yang menjadi
dasar pertimbangan mengapa menggunakan
bahasa
pemrograman
PHP
dalam
membangun sistem ini adalah:
1. Mudah dipelajari, baik pemula pun
akan mampu menjadi web master PHP.
2. Mampu lintas platform, artinya PHP
dapat atau mudah diaplikasikan ke
berbagai
platform
OS(Operating
Sytem) dan hampir semua browser juga
mendukung PHP.
3. Free alias gratis, yang bersifat open
source.
4. PHP memiliki tingkat akses yang cepat.
117
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
5. Didukung oleh beberapa macam web
server seperti Apache, IIS, Lighttpd,
Xitami.
6. Mendukung database, baik yang gratis
maupun berbayar seperti MySQL,
PostgreSQL, mSQL, Informix, SQL
Server, Oracle.
Dian Meilantika
e.
Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) dibuat
untuk menggambarkan arus data yang
terstruktur dan jelas dari mulai pemasukan
data sampai dengan keluarnya data. Arus
data pada DFD ini berupa masukan untuk
sistem oleh entitas eksternal atau keluaran
dari sistem
c.
Diagram Use case
Use case diagram digunakan untuk
mendeskripsikan interaksi antara pengguna
dengan sistem yang akan dibuat, dengan
memberi sebuah narasi tentang bagaimana
sistem tersebut digunakan.
Gambar 4. DFD lovel 0 Proses 1
Gambar 2. Use Case diagram
d.
Diagram konteks
Perancangan sistem
bertujuan
untuk memberikan gambaran yang jelas
sesuai dengan kebutuhan user atau pemakai
sistem itu sendiri. Perancangan sistem
dilakukan apabila tahap dari analisis
sistem telah selesai dilakukan.
Gambar 5. DFD lovel 0 Proses 2
Gambar 3 Diagram Kontek
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
118
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
Dian Meilantika
Gambar 6. DFD lovel 0 Proses 3
Gambar 8. Proses Login sistem
Setelah proses autentikasi diterima
dan benar. Selanjutnya pengguna akan
masuk
kehalaman
utama
dengan
ditampilkan beberapa menu, diantaranya
menu beranda, menu master, menu
pembelian, menu penjualan dan menu
laporan. Seperti gambar dibawah ini
Gambar 7. DFD lovel 0 Proses 4
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Implementasi Sistem
Hasil penelitian sistem informasi
administrasi ini masih berupa prototype
yang akan dikenalkan dan diuji coba oleh
pemilik toto sultan sport. Setelah
melakukan analisa kebutuhan sistem dan
perancangan sistem maka didapatlah hasil
sebagai berikut.
4.2
Proses Login Sistem
Sebelum bisa mengakses aplikasi
sistem informasi ini pengguna diwajibkan
untuk melakukan proses autentikasi terlebih
dahulu, hal ini dilakukan untuk menjaga
keamanan sebuah data. Pengguna dalam hal
ini adalah pihak manajemen toko. Sistem
akan meminta masukan username dan
password seperti gambar dibawah ini.
Gambar 9. Tampilan Menu Utama
4.3
Proses Penginputan Data Barang
Proses
ini
dilakukan
untuk
menambahkan data barang yang akan dijual
ditoko, dengan cara pilih menu master dan
iput data barang. Seperti gambar dibawah
ini.
Gambar 10. Tampilan menu data barang
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
119
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
Dian Meilantika
4.4
Transaksi Pembelian
Pada menu Transaksi pembelian,
menu ini akan membantu user dalam
penginputan transaksi pembelian, transaksi
pembelian dilakukan saat toko melakukan
pembelian kepada supplier, tahapan ini
bertujuan mencatat sumber barang yang
dibeli dari suppier. Berikut tampilan menu
transaksi pembelian.
Gambar 13 Stuk Penjualan
4.6
Laporan
Salah satu laporan yang dibuat
adalah laporan barang, laporan barang
bertujuan untuk melihat stok barang yang
ada, hal ini penting untuk mengetahui stok
barang dan jumlah barang yang ada.
Berikut tampilan dari halaman stok barang
Gambar 11. Transaksi pembelian
4.5
Transaksi Penjualan
Jika ada transaksi penjulan dapat
dilakukan dengan cara pilih menu transaksi
penjualan. Pada tahap ini sistem akan
meminta masukan data pelanggan dan data
barang yang akan dibeli oleh pelanggan,
sistem akan mengakumulasikan seluruh
data barang yang akan dibeli oleh
pelanggan. Transaksi ini dapat dilihat
seperti gambar dibawah ini.
Gambar 12. Transaksi Penjualan
Setelah proses transaksi dilakukan
sistem dapat mencetak struk atau nota
belanja yang akan diberikan kepada
pelanggan
sebagai
bukti
transaksi
pembelian. Berikut tampilan stuk penjulan
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
Gambar 14 Laporan barang
Sistem akan diperkenalkan dan
dievaluasi oleh pengguna dengan tujuan
memperkenalkan prototype kepada user,
menuntun
user
untuk
mengenali
karakteristik
dari
prototype.
Dari
kesempatan uji coba ini, user menerima dan
dapat mengimplentasikannya di toko sultan
sport baturaja.
V. KESIMPULAN
Dari hasil aplikasi Sistem Informasi
administrasi
menggunakan
metode
throwaway prototyping development pada
sultan-sport
dapat
ditarik
beberapa
kesimpulan, sebagai berikut :
1.
Mengurangi pencatatan secara
paper
based
record
yang
menghilangkan potensi kerusakan,
120
JUTIM, Vol 2 No.2, Desember 2017
2.
3.
4.
5.
VI.
kehilangan, kesulitan penelusuran
data, dan pencatatan berulang.
Setelah melakukan pengujian,
aplikasi
mampu
melakukan
kegiatan
transaksi
penjualan,
pembelian, retur penjualan, retur
pembelian, dan juga mampu
membuat laporan.
Sistem informasi ini dapat dengan
mudah melakukan pencatatan dan
pelayanan transaksi yang akan
dilakukan.
Dengan
metode
throwaway
prototyping development system
dapat dibangun secara terstruktur,
dan
dapat
dilakukan
tahap
pengujian dan pengembangan
prototype
jika
dibutuhkan
kedepannya.
Dengan
metode
throwaway
prototyping development dapat
mengurangi resiko kebutuhan yang
tidak terpenuhi.
Dian Meilantika
Terstruktur”.
Yogyakarta
Andi
Offset:
DAFTAR PUSTAKA
[1]
Wibowo Agus. Azimah Ariana,
"Rancang Bangun Sistem Informasi
Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi
Menggunakan Metode Throwaway
Prototyping Development", Seminar
Nasional Teknologi Informasi dan
Multimedia 2016 STMIK AMIKOM
Yogyakarta, ISSN : 2302-3805
[2]
Sriyanto. dkk, "Perancangan Sistem
Informasi Toko Emas", J@TI Undip.,
Vol V, No 1, Januari 2010.
[3]
W Nur Setyo Permatasari Putri.
DKK,
"Pengembangan
Sistem
Informasi Penjualan Dan Pembelian
Pada Toko Pc Tablet",. Jurnal
Teknologi dan Sistem Komputer.,
Vol.2, No.2, April 2014
[4]
Jogiyanto H.M. 2002. “Analisis dan
Desain Sistem Informasi :Pendekatan
STMIK MUSIRAWAS Lubuklinggau
121
Download