Uploaded by User75184

PROPOSAL

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Revolusi industri abad ke-18 telah mengubah tatanan ekonomi masyarakat
dunia, dari sistem agraris menjadi sistem industrialisasi yang berbasis teknologi
canggih dan dalam prosesnya membutuhkan bahan bakar minyak bumi, gas dan
batubara. Proses industri semacam ini menghasilkan limbah yang dibuang ke
lingkungan. Salah satu industri yang menghasilkan limbah adalah Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). PLTP merupakan pembangkit listrik yang
mengandalkan energi uap panas bumi yang telah dipisahkan dari air, yang
berasal langsung dari perut bumi. Pembangkit listrik tenaga panas bumi biasa
dibangun di dekat gunung berapi. PLTP tergolong ramah lingkungan, namun
ada beberapa parameter yang harus dipertimbangkan yaitu kandungan uap panas
dan sifat fisika dari uap panas di dalam reservoir dan penurunan tekanan yang
terjadi sebagai akibat digunakannya uap panas di dalam reservoir. Pembangkit
listrik tenaga panasbumi (PLTP) juga punya beberapa pengaruh yang kurang
menguntungkan bagi lingkungan dan harus diminimalisasi, antara lain : polusi
udara, polusi air, polusi suara, dan penurunan permukaan tanah.
Seiring berjalanya zaman peraturan-peraturan mulai dibentuk dan
ditetapkan sedemikian rupa agar industri menerapkan sistem manajemen yang
berpihak pada lingkungan dan masyarakat selain kepada keuntungan
perusahaan. Peraturan-peraturan tersebut berlaku secara internasional, nasional,
maupun daerah. Peraturan tersebut salah satunya adalah ISO 14001 tentang
Sistem Manajemen Lingkungan. Dengan adanya peraturan Sistem Manajemen
Lingkungan ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak negatif terhadap
lingkungan dan perusahaan serta meningkatkan dampak positif terhadap
lingkungan juga perusahaan yang menerapkannya. Aturan tentang sistem
manajemen lingkungan tidak berdiri sendiri, akan tetapi memiliki korelasi
dengan aturan-aturan lain, seperti OHSAS 18001 dan ISO 9001, Indonesia pun
telah mengadopsi aturan tersebut, yaitu SNI 19-14001-2005.
Pengelolaan lingkungan dengan menerapkan Sistem Manajemen
Lingkungan ISO 14001 telah dilakukan oleh PLTP Geo Dipa Energi . Adanya
praktik kuliah lapangan mengenai evaluasi sistem manajemen lingkungan pada
PLTP Geo Dipa Energi ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui
penerapan sistem manajemen lingkungan sesuai peraturan yang berlaku. Praktik
dengan terjun langsung pada industri terkait juga bermanfaat dalam sinkronisasi
ilmlu yang telah dipelajari di bangku kuliah dengan kemampuan di dunia kerja.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada kajian Evaluasi Sistem Manajemen Lingkungan
Berdasarkan ISO 14001:2015 Pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
PT. Geo Dipa Energi (Persero)adalah :
a. Bagaimana penerapan sistem manajemen lingkungan pada PLTP Geo
Dipa Energi?
b. Bagaimana evaluasi sistem manajemen lingkungan pada PLTP Geo
Dipa Energi mengenai prosedur dan penerapannya di lapangan ?
c. Apa saran dan rekomendasi untuk perbaikan sistem manajemen
lingkungan pada PLTP Geo Dipa Energi ?
1.3 Tujuan
1.3.1
Tujuan Umum
a. Melengkapi salah satu persyaratan akademik Program Studi Teknik
Lingkungan di Fakultas Sains & Teknologi Universitas Airlangga
Surabaya.
b. Penerapan teori yang didapat di dalam kelas secara langsung di lapangan
serta untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesesuaian teori yang telah
didapat terhadap kenyataan di lapangan.
c. Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada
mahasiswa guna mendapatkan pengalaman maupun seluk beluk dunia
kerja, terkait aspek teknik, fisik, dan fisis sebelum memasuki dunia kerja
yang sesungguhnya.
d. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam perekayasaan lingkungan.
2
e. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah
lingkungan, mengumpulkan data, serta menyusun rencana pemecahan
masalah.
1.3.2
Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mengetahui penerapan sistem manajemen lingkungan pada
PT. Geo Dipa Energi (Persero).
b. Mahasiswa mampu mengevaluasi sistem manajemen lingkungan di PT.
Geo Dipa Energi (Persero) meliputi prosedur dan penerapannya di
lapangan.
c. Mahasiswa mampu merekomendasikan berupa saran untuk perbaikan
sistem manajemen lingkungan pada PT. Geo Dipa Energi (Persero).
1.4 Manfaat
1.4.1
Bagi Mahasiswa
a. Memenuhi salah satu syarat kelulusan sarjana di Program Studi Teknik
Lingkungan di Fakultas Sains & Teknologi Universitas Airlangga
Surabaya.
b. Menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman terkait dengan ilmu
dibidang teknik lingkungan khususnya dalam sistem manajemen
lingkungan pada PT. Geo Dipa Energi (Persero).
c. Memperoleh pengalaman secara langsung penerapan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang didapat dalam dunia pendidikan pada dunia industri.
d. Melatih kemampuan analisa permasalahan yang ada di lapangan
berdasarkan teori yang telah diperoleh.
e. Menambah wawasan tentang dunia kerja sehingga nantinya ketika terjun
ke dunia kerja dapat menyesuaikan diri dan terlatih.
1.4.2
Bagi Perguruan Tinggi
a. Menjalin dan meningkatkan kerjasama Perguruan Tinggi dengan
Perusahaan.
b. Mendapatkan bahan masukan tentang sistem pengajaran yang lebih
sesuai dengan lingkungan kerja.
3
c. Meningkatkan kualitas dan pengalaman lulusan yang dihasilkan.
1.4.3
Bagi Perusahaan
a. Membina hubungan baik dengan pihak institusi perguruan tinggi dan
mahasiswa.
b. Untuk merealisasikan partisipasi dunia usaha terhadap pengembangan
dunia pendidikan Indonesia.
c. Memberi masukan pada pihak industri mengenai sistem manajemen
lingkungan pada PT. Geo Dipa Energi (Persero).
1.5 Ruang Lingkup
a. Pengenalan secara umum mengenai perkembangan perusahaan, proses
operasional pembangkit listrik, limbah dan polutan yang dihasilkan, dan
lain sebagainya.
b. Mempelajari serta melakukan pengamatan terhadap data-data sekunder
yang berkaitan dengan proses operasional pembangkit listrik:
-
data kuantitas operasional listrik.
-
data karakteristik fisik, kimia dan biologis pada lingkungan sekitar
PLTP.
c. Mempelajari limbah dan polutan yang dihasilkan oleh PLTP Geo Dipa
Energi (Persero) dari adanya proses operasional pembangkit listrik.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Perusahaan
PT. Geo Dipa merupakan Badan Usaha milik Negara yang bergerak pada
bidang eksplorasi energi panas bumi khususnya dalam membangun dan
mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi. PT. Geo Dipa Unit Dieng
telah mampu mengoperasikan satu unit PLTP dengan kapasitas 1 x 60 Mw yang
telah terhubung ke sistem transmisi interkoneksi Jawa, Madura, Bali. Sejarah
perkembangan proyek panas bumi Dieng dimulai oleh Pemerintah Hindia Belanda
pada tahun 1918 dengan memulai penyelidikan potensi panas bumi Dieng. Pada
tahun 1964 hingga 1965 UNESCO mengidentifikasi dan menetapkan bahwa Dieng
merupakan salah satu prospek panas bumi yang baik di Indonesia. Hal ini
ditindaklanjuti oleh USGS, pada tahun 1970 USGS melakukan survei geofisika dan
tahun 1973 melakukan pengeboran enam sumur dangkal (kedalaman maksimal 150
meter) dengan suhu 92ₒ - 175ₒ Celcius.
Pada tanggal 17 Agustus 1974 Dieng ditetapkan oleh Menteri Pertambangan
dan energy dengan surat keputusan No.491/KPTS/M/Pertamb/1974 sebagai
wilayah kerja IV panas bumi bagi Pertamina, meliputi area seluas 107.361.995
hektar. Penyelidikan geologi, geokimia, geologi dan pengeboran landaian suhu
berhasil diselesaikan. Pertamina pada tahun 1976. Hingga tahun 1994 Pertamina
sudah menyelesaikan 27 sumur uji produksi (21 sumur di Sikidang, 3 sumur di
Sileri dan 3 sumur di Pakuwajan). Selama tahun 1981-1983 Pertamina
menghasilkan power plant unit kecil berkapasitas 2 MW.
Pada tahun 1994 lapangan panas bumi di Dieng dipegang oleh Himpurna
California Energy Ltd. (HSE) yang merupakan perusahan gabungan antara
California Energy Ltd. (CE) dan Himpurna Erasindo Abdi (HEA). Akibat adanya
sengketa antara HSE dan PT. PLN (Persero) serta dikeluarkannya Surat Keputusan
Presiden RI No. 39 tahun 1997 dan Surat Keputusan Presiden No. 5 tahun 1998,
maka pada tahun 1998 California Energy Ltd. menggugat PT. PLN (persero)
melalui Mahkamah Arbitrase Internasional pada tahun 2000 dan dimenangkan oleh
HSE. Setelah sengketa HSE selesai, untuk sementara klaim California Energy Ltd.
5
ini dibayar oleh Overseas Private Investment Cooperation (OPIC) dan kepemilikan
saham mayoritas proyek di PLTP Dieng dipegang oleh OPIC. Kemudian Menteri
Keuangan Republik Indonesia melalui surat No.S.346/MK02/2001 tanggal 4
September 2001 menunjuk PT.PLN (Persero) untuk menerima dan mengelola aset
Dieng Patuha.
Melalui surat perjanjian kerjasama antara Direksi PT. PLN (Persero) dengan
Direksi PT. Pertamina (Persero) No. 066-1/C00000/2001 tanggal 14 September
2001 membentuk Badan Pengelola Dieng Patuha (BPDP) yang bertugas untuk
melakukan persiapan serta pengelolaan rekomisioning PLTP Unit 1 yang
berkapasitas 60 MW serta merawat aset Dieng Patuha. Sejak tanggal 1 Oktober
2002 BPDP dibantu existing employee, HSE, serta mitra usaha lainnya
melaksanakan kegiatan rekomisioning tersebut dengan memperbaiki hamper
seluruh peralatan yang ditinggalkan California Energy Ltd. serta membangun rock
muffler dan mengamati steam purifier sehingga proyek Dieng yang selama ini
terbengkalai mampu beroperasi kembali dan menghasilkan listrik dari sumber daya
panas bumi ke sistem interkoneksi terpadu Jawa-Madura- Bali.
Sejak tanggal 4 September 2002 PT. Geo Dipa Energi mulai berperan dalam
pengelolaan asset Dieng Patuha. PT. Geo Dipa Energi merupakan anak perusahaan
dari dua BUMN terbesar di Indonesia, yaitu PT. Pertamina (Persero) memegang
saham 67% dan PT. PLN (Persero) dengan saham sebesar 33% yang didirikan pada
tanggal 5 Juli 2002. Pada Februari 2011 susunan pemegang saham Perseroan telah
berubah, di mana saham PT. Pertamina diambil alih langsung oleh Pemerintah
Indonesia. Sebagai konsekuensi dari aksi korporasi tersebut, pada Desember 2011
Geo Dipa Energi telah mentransformasikan dirinya menjadi sebuah Badan Usaha
Milik Negara yang baru.
2.2 Profil Perusahaan
PT. Geo Dipa Energi merupakan perusahaan dengan jenis badan hukum
Perseroan Terbatas yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi.
PT. Geo Dipa Energi merupakan perusahaan BUMN. PT. Geo Dipa Energi
memiliki tiga lokasi perusahaan, yaitu Jakarta (kantor pusat), Bandung (produksi)
6
dan Dieng (produksi). PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng terletak di Jalan Raya Dieng
Batur,Wonosobo, Jawa Tengah. Logo yang digunakan oleh setiap unit perusahaan
berbeda-beda. Hal yang membedakan adalah adanya keterangan unit di bawah
tulisan Geo Dipa Energi. PT. Geo Dipa Energi Unit Patuha akan menggunakan
keterangan Unit Patuha, sedangkan Unit Dieng akan ditambahkan tulisan Unit
Dieng seperti ditnjukkan pada Gambar 2.1
.
Gambar 2.1. Logo PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng
2.3 Produk yang Dihasilkan
PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng merupakan penyedia tenaga listrik dimana
listrik merupakan hasil produksi dengan metode eksplorasi dan eksploitasi sumber
panas yang nantinya akan disalurkan ke PLN. PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng
berperan sebagai produsen listrik dan tidak bertanggung jawab atas penggunaan
listrik di daerah Dieng, Wonosobo, Banjarnegara dan sekitarnya. Listrik yang
dihasilkan PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng mampu memenuhi sekitar 20%
kebutuhan listrik wilayah Jawa, Madura, Bali.
Dalam proses produksinya PT. Geo Dipa Energi menghasilkan limbah
berupa silika dan air yang diinjeksikan kembali ke perut bumi untuk perputaran alur
produksi. Silika didapat dari hasil pengendapan material dari dalam bumi pada pipapipa yang digunakan untuk proses produksi. Jika jumlahnya sudah cukup banyak,
silika tersebut nantinya akan dibersihkan agar diameter pipa tidak semakin kecil
dan jumlah uap yang dialirkan akan tetap optimal. Limbah silika yang dihasilkan
sedang dalam proses penelitian untuk dibuat menjadi paving block dibantu oleh
LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
7
2.4 Penghargaan Perusahaan
Sebagai salah satu BUMN, PT Geo Dipa Energi Unit Dieng memiliki
beberapa sertifikat yang dapat memperkuat eksistensi perusahaan tersebut di dunia
bisnis. Sertifikat yang dimiliki dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan dan
kepercayaan pelanggan. Sertifikat tersebut diberikan setelah perusahaan dinyatakan
lulus proses audit tertentu sesuai dengan undang-undang. Sertifikat yang telah
didapatkan PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng adalah sebagai berikut:
a. Penghargaan Pratama Keselamatan Pertambangan Tahun 2009 Penghargaan
Keselamatan Pertambangan diberikan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan
Batubara kepada PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng atas prestasi yang dicapai
dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Diharapkan
melalui penghargaan ini para pengelola Pertambangan Mineral dan Batubara
serta Perusahaan Panas Bumi dapat termotivasi untuk terus meningkatkan
pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
b. Penghargaan
Pratama
Penghargaan
Pratama
Keselamatan
Keselamatan
Kepanasbumian
Kepanasbumian
Tahun
2010
diberikan
oleh
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara kepada PT. Geo Dipa Energi Unit
Dieng atas prestasi yang dicapai dalam pengelolaan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3).
c. PROPER Biru Tahun 2013-2014
PROPER merupakan singkatan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh
Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng
mendapatkan sertifikat PROPER Biru yang pada tahun 2013 atas upaya
perusahaan melakukan pengelolaan lingkungan yang diisyaratkan sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
Penghargaan tersebut dipajang di dinding kantor PT. Geo Dipa Energi Unit
Dieng agar mudah dilihat oleh karyawan dan tamu sehingga para karyawan terus
8
termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka sehingga dapat mempertahankan
bahkan meningkatkan penghargaan yang telah diterima.
2.5 Pengertian ISO 14001
Standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan telah diterbitkan
pada bulan September 1996, yaitu ISO 14001 dan ISO 14004. Standar ini telah
diadopsi oleh pemerintah RI ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi
SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001-1997. ISO 14001 adalah dokumen
spesifikasi atau dokumen persyaratan SML. Dokumen ini berisi unsur-unsur yang
harus dipenuhi oleh perusahaan bila ingin memperoleh sertifikat ISO 14001.
Menurut Hadiwiardjo (1997), ISO 14001 adalah suatu standar internasional untuk
Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang pada saat ini secara luas menggunakan
SML di dunia, dengan lebih dari 600 sertifikasi di Inggris dan 111.000 sertifikasi
di 138 negara seluruh dunia.
ISO 14001 adalah standar sistem manajemen utama yang mengkhususkan
pada persyaratan bagi formulasi dan pemeliharaan dari SML
Menurut
Hadiwiardjo (1997), ISO 14001 adalah Sistem manajemen lingkungan yang berisi
tentang spesifikasi persyaratan dan panduan untuk penggunaannya. ISO 14001
adalah kerangka SML yang paling diakui didunia yang membantu organisasi untuk
mengelola dampak dari kegiatan mereka terhadap lingkungan menjadi lebih baik
dan untuk menunjukkan pengelolaan lingkungan yang sehat (Ann et al, 2006).
ISO 14001 merupakan sebuah standar internasional yang berkaitan dengan
pengelolaan lingkungan untuk membantu organisasi meminimalkan pengaruh
negatif kegiatan operasional mereka terhadap lingkungan yang mencakup udara,
air, suara, atau tanah. Sistem Manajemen Lingkungan akan bekerja lebih efektif
jika dirancang untuk beroperasi sesuai dengan sistem dan proses yang ada pada
organisasi, seperti siklus perencanaan, penetapan sasaran dan program perbaikan,
tindakan korektif dan preventif dan tinjauan manajemen (AS/NZS ISO
14001:2004).
Sistem manajemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai
dan menunjukkan kinerja lingkungan yang baik, melalui upaya pengendalian
9
dampak lingkungan dari kegiatan, produk dan jasa. Sistem tersebut juga dapat
digunakan untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan dan peningkatan kinerja
lingkungan dari konsumen, serta untuk memenuhi persyaratan peraturan
lingkungan hidup dari pemerintah (ANSI/ISO 14000:1996). Penerapan ISO 14001
adalah pendekatan sistem, jadi dengan menerapkan standar tersebut berarti
organisasi memperbaiki sistem.
10
BAB III
METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN
3.1 Tempat Praktik Kerja Lapangan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang akan dilaksanakan adalah kegiatan studi
lapangan di bidang lingkungan mengenai kajian tentang studi evaluasi sistem
manajemen lingkungan PT. Geo Dipa Energi. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan
di di PT. Geo Dipa Energi Jakarta (kantor pusat) dan PT. Geo Dipa Energi unit
Dieng yang terletak di
Jl. Warung Buncit Raya No.75, RT.2/RW.7, Pejaten
Bar.Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510
dan Jl. Dieng RT. 01 / RW. 01, Area Industri, Sikunang, Banjarnegara, Kabupaten
Wonosobo, Jawa Tengah 56354 terlampir pada gambar 3.1 dan gambar 3.2.
Gambar 3.1 Lokasi PT. Geo Dipa Energi Jakarta (Kantor Pusat)
Sumber: (Anonim, 2020a)
Gambar 3.2 Lokasi PT. Geo Dipa Energi Jakarta (Kantor Pusat)
Sumber: (Anonim, 2020a)
11
3.2 Waktu Praktik Kerja Lapangan
Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan kurang lebih selama 4 minggu yaitu pada
periode Juli s/d September 2020 pada hari Senin – Jumat sesuai jam kerja
Perusahaan.
3.3 Metode Kerja Praktik Kerja Lapangan
Kerangka kerja dari praktik kerja lapangan disajikan dalam bentuk bagan
sistematis, dapat dilihat pada Gambar 3.2.
Topik:
Evaluasi Sistem Manajemen Lingkungan Berdasarkan ISO
14001:2015 PT. Geo Dipa Energi
Studi Literatur
PT. Geo Dipa Energei
SNI ISO 14001;2015
Observasi Awal Kegiatan Industri
Pengumpulan Data
Analisis Data, Pembahasan, dan Penarikan Kesimpulan
Penyusunan Laporan PKL
Gambar 3.3 Metode Kerja
12
3.4 Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan diorganisir dan dijadwalkan
agar dapat berjalan efektif dan efisien. Maka dari itu disusun jadwal kegiatan
dalam pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
No
Jenis Kegiatan
1.
Penentuan Topik Kajian
2.
Studi Literatur
3.
Observasi Kegiatan Awal Industri
4.
Pengumpulan Data yang Sesuai
Analisis Data, Pembahasan dan Penarikan
Kesimpulan
Penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan
5.
6.
Minggu Ke1
2
3
4
13
DAFTAR PUSTAKA
Adiwoso Naning. Pedoman Standart Toilet Umum Indonesia. Jakarta. Asosiasi Toilet
Indonesia
Ann, G.E., Suhaiza Zailani, Nabsiah Abd Wahid, (2006),"A study on the impact of
environmental management system (EMS) certification towards firms' performance in
Malaysia", Management of Environmental Quality: An International Journal, Vol. 17 Iss: 1
pp. 73 – 93.
Daddi, T., Magistrelli, M. Frey, M., Iraldo, F. 2011. Do environmental management systems
improveenvironmental performance? Empirical evidence from Italian companies. Environ
Dev Sustain (2011) 13:845–862 DOI 10.1007/s10668-011-9294-8.
Dahli, L. dan Siregar, V. S. 2008. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja
Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia pada
Tahun 2005 dan 2006). Simposium Nasional Akuntansi XI. Pontianak.
Hadiwiardjo, Bambang H. 1997. Panduan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO
14001. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Halim, Abdul. 2007. Manajemen Keuangan Bisnis. Ghalia Indonesia. Bogor.
Hanafi, Mamduh M. dan Halim, Abdul. 2004. Analisis Laporan Keuangan.
Republik Indonesia.1980. PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI No : PER.04/MEN/1980 Tentang Syarat-Syarat Pemasangan Dan
Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan. Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi.
Republik Indonesia.2006. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006, Tentang
Standarisasi Sarana Dan Prasarana KerjA Pemerintahan Daerah. Menteri Dalam Negeri.
Yogyakarta: STIE YKPN.
Download