Uploaded by User74691

MenolakLupa

advertisement
#MenolakLupa
Lupa adalah gagalnya sistem memori mengeluarkan suatu ingatan yang sudah kita terima
sebelumnya. Lupa terjadi karena manusia memiliki kapasitas memori atau ingatan yang terbatas.
Itulah sebabnya manusia tidak dapat mengingat semua kejadian yang dialaminya. Beberapa
memori akan ditekan oleh memori lain yang baru masuk dan akan hilang jika memori itu tidak di
keluarkan lagi atau diingat kembali.
Lupa bukan pertanda otak Anda sedang mengalami gangguan. Faktanya, menghilangkan jejak berbagai
detail kecil secara aktif, adalah hal baik yang dilakukan otak.
“tadi tugas apa sih yang dikasih ibuk?”, “pagi ini ada tugas yang dikumpul ya?”, “dia siapa sih?
Kek pernah liat”, “kak ada liat penggaris aku dimana ga?”, “duh aku lupa”, dan berbagai kata
maupun kalimat yang melambangkan kejadian lupa.
Ketika mau berangkat kuliah saya sering lupa dimana letak kunci motor, saya juga pernah lupa
membawa tugas yang akan dikumpulkan hari itu. Teman SMA saya sering lupa nama teman
sekelasnya. Bunda saya sering lupa dimana letak dompetnya, begitupun Ayah saya juga sering
lupa membawa headphone dan dompetnya ketika akan berangkat kerja. Adik saya pernah lupa
membawa topi untuk upacara pada hari senin. Kakak saya pun pernah lupa membawa bekalnya
karena sudah mau terlambat berangkat kerja. Manusia identik dengan sifat lupanya. Lupa tidak
hanya terjadi pada orang dewasa atau pada lansia, tetapi juga pada remaja atau anak-anak.
"Kami menemukan banyak bukti dari riset terbaru bahwa ada beberapa mekanisme yang
mendorong hilangnya ingatan, dan bahwa mekanisme ini berbeda dengan yang terlibat dalam
proses penyimpanan informasi," jelas ilmuwan saraf dan kesehatan mental senior di The Hospital
for Sick Children.
Menurut salah satu penulis riset, Paul Frankland dari University of Toronto, neuron-neuron baru
dalam hippocampus –bagian otak yang bertanggungjawab atas ingatan— mendorong otak untuk
menghapus ingatan lama dan menggantinya dengan yang baru. Kejadian ini mirip ketika kita
menumpuk lipatan baju yang ada di dalam lemari. Baju yang jarang kita gunakan akan kita
letakkan pada bagian belakang, dan baju yang sering kita gunakan akan kita letakkan pada bagian
depan.
Sifat lupa menjadi anugerah bagi manusia. Ketika manusia memikirkan satu objek, maka di saat
itu pula objek-objek lain dilupakan. Jika saja dalam satu waktu seluruh objek yang pernah dilihat
tetap diingat dalam waktu yang bersamaan, maka tentulah manusia akan mengalami kesulitan
dalam berpikir dan bertindak. Di sisilain, lupa juga menjadi sifat negatif yang dapat mendatangkan
berbagai persoalan dan menghambat kita untuk bertindak.
Al-Qur’an menyinggung beberapa kali tentang lupa. Muhammad Utsman Najati (Muhammad
Utsman Najati, 2005: 338-341) merumuskan tiga makna lupa, yaitu:
Pertama, lupa yang terjadi pada benak mengenai berbagai peristiwa, nama seseorang, dan
informasi yang diperoleh seseorang sebelumnya, seperti firman-Nya dalam surat Al-A’la/87: 6.
Kedua, lupa yang mengandung makna lalai. Makna kedua ini bisa dicontohkan dengan seseorang
meninggalkan sesuatu di suatu tempat. Atau ia hendak berbincang-bincang dengan seseorang
tentang berbagai hal, namun ia hanya ingat sebagiannya dan lupa sebagian lainnya, dan baru ingat
kemudiannya. Sebagai contoh, ialah kisah tentang murid Musa as (Qs. Al-Kahfi/18: 63).
Ketiga, lupa dengan pengertian hilangnya perhatian terhadap sesuatu hal, seperti tersirat dalam
surat At-Taubah/9: 67 (Ibid., h. 336).
Banyak hal mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya lupa. Salah satunya dengan
mencatat hal-hal yang menurut kita penting untuk diingat. Misalnya tugas yang diberikan guru
atau dosen, informasi penting yang baru didapat, mencatat beberapa janji yang akan kita lakukan.
Dengan mencatat dua alat indra dapat bekerja sekaligus yaitu mata dan telinga, sehingga informasi
tersebut dapat melekat pada memori.
Seperti kata Confusius seorang pemikir dan sosial filsuf dari China, "I hear and I forget, I see and
I remember, I do and I understand".
Selain mencatat, makanan dan minuman juga dapat mencegah terjadinya lupa. Air putih memiliki
banyaj manfaat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dengan meminum air putih yang
cukup setiap hari tubuh akan sehat karena peredaran darah keseluruh organ yang lancar. Hindari
makan-makanan model junk food, tinggi lemak dan tinggi kolesterol yang dapat menghambat
aliran darah. Perbanyaklah makan buah-buahan yang kaya akan vitamin mineral, kalsium, fosfor,
dll seperti buah apel, buah jeruk, buah bit, dsb.
Sayuran seperti kubis, kembang kol dan brokoli memiliki banyak nutrisi dan vitamin, yang
berperan untuk kesehatan organ otak, agar kemampuan berpikir tidak mengalami gangguan (alias
pikun). Cabai mengandung capsaicin, yang bekerja untuk membuat saraf-saraf dalam tubuh,
termasuk saraf otak menjadi lebih tenang dan meningkatkan produki hormon endorfin yang
bermanfaat untuk menjaga kemampuan konsentrasi.
Kandungan choline mampu meningkatkan daya ingat dan daya pikir. Hati ayam, kedelai, dan telur
memiliki choline yang cukup tinggi. Dengan mengkosumsi makanan tersebut secara teratur (tidak
berlebihan), bermanfaat untuk meningkatkan daya pikir.
Tidur teratur juga perlu dilakukan selain untuk tubuh dan organ lainnya. Setelah seharian penuh
kita beraktivitas menggunakan tubuh yang terdiri dari berbagai macam organ, saraf, sel, dan
jaringan, berhenti sejenak untuk beristirahat sangatlah dibutuhkan tubuh. Karena dapat membantu
otak dan organ tubuh lainnya tidak bekerja terlalu keras seperti saat digunakan. Dan setelah
beristirahat, otak dan organ tubuh menjadi lebih segar.
Untuk menjaga agar sistem otak tetap bekerja dengan baik mulailah untuk melakukan hidup sehat
dari sekarang. Walaupun lupa itu manusiawi, setidaknya kita dapat mengurangi kelupaan itu
dengan menyadarkan diri bahwa keseringan lupa membuat kita menjadi tidak tahu apa-apa.
Download