Uploaded by abeckaksan

I 8 1 Format RMK Konsultan Kontraktor

advertisement
LAMPIRAN – 4
CONTOH
FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK)
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
COVER
RENCANA MUTU KONTRAK (RMK)
77
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
LEMBAR PENGESAHAN
PERSETUJUAN
URAIAN
DISUSUN OLEH
DIPERIKSA OLEH
DISAHKAN OLEH
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
TANGGAL
RENCANA MUTU KONTRAK
KEGIATAN …………………..
UNIT PENERIMA
1.
4.
2.
5.
3.
6.
STATUS DOKUMEN1
STATUS
Tanggal :
__________________________
1
Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali).
78
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL
CATATAN PERUBAHAN
KETERANGAN
__________________________
2
Mengurailkan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.
79
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
DAFTAR ISI3
1.
Umum …………………………………………………………………………………...
2.
Informasi Kegiatan ……………………………………………………………………...
3.
Sasaran Mutu Kegiatan ………………………………………………………………….
4.
Persyaratan teknis dan administrasi ……………………………………………………..
5.
Struktur Organisasi ……………………………………………………………………...
6.
Tugas, tanggung jawab dan wewenang …………………………………………………
7.
Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ……………………………………………………….
8.
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan …………………………………………………………...
9.
Jadwal Peralatan ………………………………………………………………………...
10. Jadwal Material ………………………………………………………………………….
11. Jadwal Personil ………………………………………………………………………….
12. Jadwal Arus Kas ………………………………………………………………………...
13. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi,
inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ………………………………………
14. Jadwal Kriteria Penerimaan ……………………………………………………………..
15. Daftar Induk Dokumen …………………………………………………………………
16. Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja ……………………………………………………..
17. Lampiran ………………………………………………………………………………...
__________________________
3
Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa.
80
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
1. LATAR BELAKANG4
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………….
2. INFORMASI KEGIATAN
Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah
Nama Kegiatan
:
Lokasi Kegiatan :
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan :
Pembiayaan
:
(Sumber, Besaran dan MAK)
Nama Pengguna Jasa & alamat :
Nama Penyedia jasa & alamat
Sistem Kontrak
:
:
Lingkup Kegiatan :
(uraikan sesuai KAK)
Dst ………. sesuai kebutuhan
3. SASARAN MUTU5
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………….
__________________________
4
Mengurailkan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
5
Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja yang akan dilaksanakan.
81
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI
Persyartan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan ………. adalah persyaratan
yang tercantum dalam dokumen-dokumen sebagai berikut :

Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan
kegiatannya)

Peraturan Perundang-Undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya)

DIPA
5. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan ……., terdiri dari struktur organisasi tim
pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa.
6. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG
MEnguraikan tugas, tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam
struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5.
7. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN :
Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau
dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila
diperlukan.
Bila menggunakan bagan alir, tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup
kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah
penulisannya.
82
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
8. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6
No.
Jenis
Kegiatan
01
02
03
04
Tahun ….., Bulan
05 06 07 08 09
10
11
12
03
04
Tahun ….., Bulan
05 06 07 08 09
10
11
12
10
11
12
Keterangan
1
2
3
9. JADWAL PERALATAN
No.
Jenis
Jumlah
Peralatan
01
02
Keterangan
1
2
3
10. JADWAL MATERIAL7
No.
Jenis
Material
01
02
03
04
Tahun ….., Bulan
05 06 07 08 09
02
03
04
Tahun ….., Bulan
05 06 07 08 09
10
11
12
04
Tahun ….., Bulan
05 06 07 08 09
10
11
12
Keterangan
1
2
3
11. JADWAL PERSONIL
No.
Jabatan
Nama
01
Keterangan
1
2
3
12. JADWAL ARUS KAS
No.
1
2
Jenis
01
02
03
Keterangan
Penerimaan
(Cash In)
Pengeluaran
(Cash Out)
Balance
Cash Flow
__________________________
6
Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan, volume dan bobot
untuk setiap jenis kegiatan.
7
Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume.
83
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
13. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING, EVALUASI,
INSPEKSI DAN PEBGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA
Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang
digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan, setiap proses yang dilakukan adalah sesuai
dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/persyaratan
beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya.
No.
Pemeriksaan
Metode
Kriteria
Penerimaan
Waktu
1
2
3
4
14. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN
Uraikan pemeriksaan, kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk
pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan ……….
No.
Pemeriksaan
Kegiatan
Kriteria
Penerimaan
Referensi8
Keterangan
1
2
3
15. DAFTAR INDUK DOKUMEN
Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang
berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan.
_________________________
8
Referensi dapat berupa KAK/Spesifikasi Teknis, Standar atau Peraturan perundangan.
84
KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa)
16. DAFTAR REKAMAN
Dalam pelaksanaan kegiatan ……., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah
dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat
pada table berikut :
DAFTAR INDUK REKAMAN
No.
Nama Rekaman/
Bukti Kerja
Lokasi Penyimpanan
Rekaman
Masa Simpan
Rekaman
1
2
3
4
5
6
17. LAMPIRAN (bila diperlukan)
85
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal
01/RMK/SDA/2010
LEMBAR PENGESAHAN
PERSETUJUAN
DISUSUN OLEH
DIPERIKSA OLEH
URAIAN
DISAHKAN OLEH
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
TANGGAL
RENCANA MUTU KONTRAK
KEGIATAN PEMBORAN SUMUR EXPLORASI/PRODUKSI
UNIT PENERIMA
1.
4.
2.
5.
3.
6.
EDISI : 1
Nomor
:
Tanggal : 15 Juni 2010
STATUS DOKUMEN
EDISI :
Nomor
:
Tanggal :
EDISI :
Nomor
:
Tanggal :
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal
01/RMK/SDA/2010
SEJARAH DOKUMEN
TANGGAL
CATATAN PERUBAHAN
KETERANGAN
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal
01/RMK/SDA/2010
KATA PENGANTAR
Sebagai realisasi kontrak kerja antara PPK PAT dengan PT. SDA mengenai pekerjaan
Pemboran Sumur Explorasi/Produksi sebagai Kontraktor Pelaksana PT. SDA
berkewajiban menyusun Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK).
Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) meliputi penjelasan tentang semua kegiatan yang
akan
dilakukan
oleh
Kontraktor,
termasuk
metoda
pelaksanaan,
sarana
yang
dipergunakan dan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Tujuan dari Laporan ini untuk evaluasi
dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Kontraktor.
Demikian Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) disusun dengan harapan dapat
digunakan untuk kemajuan pekerjaan secara keseluruhan, sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Bandung, ...............................
PT. /CV......................................
.........................................
Direktur
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
DAFTAR ISI
PENGESAHAN ................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... 1
BAB I .................................................................................................................................................. 4
LATAR BELAKANG .......................................................................................................................... 4
BAB II ................................................................................................................................................. 5
INFORMASI KEGIATAN ................................................................................................................... 5
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
Uraian Pengadaan ......................................................................................................... 5
Data Pengguna Jasa Dan Penyedia Jasa .................................................................... 5
Data Kontrak .................................................................................................................. 5
Lokasi Proyek ................................................................................................................. 7
Lingkup Pekerjaan ......................................................................................................... 7
BAB III ................................................................................................................................................ 9
SASARAN MUTU .............................................................................................................................. 9
BAB IV ............................................................................................................................................. 10
STRUKTUR ORGANISASI DAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB ............................................... 10
4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
Struktur Organisasi Pengguna Jasa............................................................................ 10
Uraian Tugas Unsur Pengguna Jasa .......................................................................... 11
Struktur Organisasi Penyedia Jasa ............................................................................. 14
Uraian Tugas Unsur Penyedia Jasa............................................................................ 15
Struktur Organisasi Keterkaitan Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa ........................ 17
BAB V .............................................................................................................................................. 18
BAGAN ALIR PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................... 18
BAB VI ............................................................................................................................................. 22
PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI ............................................................................ 22
BAB VII ............................................................................................................................................ 25
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN ...................................................................................... 25
BAB VIII ........................................................................................................................................... 26
JADWAL PERALATAN ................................................................................................................... 26
BAB IX ............................................................................................................................................. 27
JADWAL MATERIAL ...................................................................................................................... 27
BAB X .............................................................................................................................................. 28
JADWAL PERSONIL ....................................................................................................................... 28
BAB XI ............................................................................................................................................. 29
JADWAL ARUS KAS ...................................................................................................................... 29
BAB XII ............................................................................................................................................ 30
RENCANA METODA VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING, EVALUASI DAN INSPEKSI ...... 30
Daftar Inspeksi dan Cek/Tes ......................................................................................................... 31
BAB XIII ........................................................................................................................................... 34
KRITERIA PENERIMAAN ............................................................................................................... 34
Prosedur Instruksi Kerja ........................................................................................................ 47
BAB XIV ........................................................................................................................................... 58
DAFTAR INDUK DOKUMEN SISTEM MUTU................................................................................. 58
BAB XV ............................................................................................................................................ 59
DAFTAR INDUK REKAMAN ........................................................................................................... 59
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
DAFTAR ISI
BAB
U R A I A N
HAL
Cover
Persetujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Distribusi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1
Daftar isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2
Sejarah Dokumen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3
Bab I
Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4
Bab II
Sasaran Mutu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5
Bab III
Informasi dan Ruang Lingkup Kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3.1 Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
10
3.2 Peta/lokasi kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
12
3.3 Ploting kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
13
3.4 Ruang Lingkup Kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
14
Bab IV
Struktur Organisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
16
Bab V
Tugas dan Tanggung Jawab . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
19
Bab VI
Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
29
Bab VII Persyaratan Teknis dan Administrasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
30
Bab VIII Kebutuhan Sumber Daya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
33
Bab IX
Jadual Pelaksanaan Kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
35
Bab X
Jadwal Keterlibatan Personil . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
37
Bab XI
Jadwal Penggunaan Sarana dan Prasarana . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
38
Bab XII Rencana Metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi dan inspeksi
40
Serta pengujian dan kriteria penerimaannya.
Bab XIII Daftar Induk Dokumen Sistem Mutu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
41
9.1 Daftar Induk Dokumen Eksternal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
42
9.2 Daftar Induk Dokumen Internal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
44
9.3 Daftar Induk Dokumen Sistem Mutu (PP) . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
46
Bab XIV Daftar Induk Rekaman . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
50
Bab XV Kriteria Penerimaan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
51
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
LAMPIRAN GAMBAR TEKNIS
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB I
LATAR BELAKANG
Dalam rangka usaha menjaga dan meningkatkan kualitas pekerjaan, maka
diperlukan suatu panduan pengendalian mutu proses serta persyaratan-persyaratan
yang harus dilaksanakan dalam pelaksanaan pekerjaan, yaitu berupa Rencana
Mutu Kontrak (RMK).
Rencana Mutu Kontrak adalah suatu pedoman jaminan mutu dalam pelaksanaan
pekerjaan agar produk akhir pekerjaan sesuai dengan syarat teknis yang tercantum
dalam kontrak.
Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini digunakan untuk memonitor dan menilai
pelaksanaan / penerapan spesifikasi teknik yang melekat pada kontrak kerja
konstruksi antara PPK PAT Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksana
Pengelolaan Sumber Daya Air dengan Penyedia Jasa PT. SDA.
Rencana Mutu Kontrak (RMK) dimaksudkan untuk menerapkan lingkup prosedur
jaminan mutu pelaksanaan kontrak pekerjaan dan dijadikan sebagai acuan untuk
menguraikan secara rinci, lengkap dan jelas tentang tata cara melaksanakan
pekerjaan secara benar sesuai dengan tahapan kegiatan yang disyaratkan dalam
dokumen pelaksanaan (dokumen kontrak).
Sedangkan tujuannya adalah sebagai alat kontrol/pengendali terhadap mutu suatu
pekerjaan, apakah semua item pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi
atau kriteria yang berlaku, sehingga apabila terjadi suatu penyimpangan, maka
dengan adanya Rencana Mutu Kontrak (RMK) dapat diketahui dari awal dan
kesalahan yang lebih fatal dapat dihindari, serta kualitas pekerjaanpun dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan yang diharapkan.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB II
INFORMASI KEGIATAN
2.1
2.2
Uraian Pengadaan
Nama Pekerjaan
: Pemboran Sumur Explorasi/Produksi
Lokasi Pekerjaan
: Kabupaten Bandung
Nama Pengguna Jasa
: PPK PAT
Nama Penyedia Jasa
: PT. SDA
Data Pengguna Jasa Dan Penyedia Jasa
a. Pengguna Jasa
Nama Satuan
: Satuan
Kerja
Non
Vertikal
Tertentu
Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air
Kegiatan
: PPK PAT
Alamat Kantor
: Jl. Perintis Kemerdekaan Kelapa Lima
Telepon / Fax.
: 022-7234567
Nama Pejabat Pembuat Komitmen : H.M. Idro, Drs.ST,MM
b. Penyedia Jasa
2.3
Nama Penyedia Jasa
: PT. SDA
Alamat Penyedia Jasa
: Jl. Peta Bandung
Telepon / Fax.
: 022-7011123
Nama Direktur
: Ir. Kasino
Data Kontrak
Nomor Kontrak
: KU.08.08/SPKK-HS/SNVT/PPSDA.II/PAT-PAB
II/15/VI/2010
Tanggal Kontrak
: 1 Juni 2010
Nomor SPMK
: KU.08.08/SPMK/SNVT/PPSDA-NT.II/PAT-PAB
II/17/VI/2010
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Tanggal SPMK
: 7 Juni 2010
Nilai Kontrak
: 663.474.385,- (Enam ratus enam puluh tiga juta
empat ratus tujuh puluh empat ribu tiga ratus
delapan puluh lima rupiah)
Sumber Dana
: APBN Murni
Tahun Anggaran
: 2010
Jangka Waktu Pelaksanaan
: 90 (sembilan puluh) hari kalender
(Dari tanggal 7 Juni 2010 s/d 7 September 2010)
Masa Pemeliharaan
: 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak
Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO)
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
2.4
Lokasi Proyek
2.5
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan Pemboran Sumur Explorasi/Produksi, secara garis besar
meliputi :
-
Kegiatan pendahuluan termasuk persiapan lokasi
-
Mobilisasi Rig, peralatan, dan personil ke lokasi pemboran
-
Pemasangan Rig dan peralatan lain di lokasi pemboran
-
Pemboran lubang Ø 14¾” dari permukaan tanah sampai kedalaman 3 m serta
pemasangan pipa konduktor (temporary casing) Ø 14” sampai kedalaman 3 m.
-
Pemboran pilot hole Ø 8⅝” mulai dari kedalaman 3 m (di bawah pipa
konduktor) dan pengambilan contoh batuan (cuttings) dari setiap meter
kedalaman, sampai kedalaman + 75 meter
-
Pelaksanaan Electrical Logging
-
Pemboran pembesaran lubang (reaming) dari Ø 8⅝” menjadi Ø 12¼” sampai
pada kedalaman yang ditentukan.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
-
Konstruksi sumur (Instalasi pipa) berupa pemasangan pipa casing black steel
Ø 8”, pipa saringan Ø 8”, bottom plug dan centralizer Ø 8” .
-
Pengisian kerikil/gravel pack pembalut pada bagian annulus (gravel packing)
dari dasar sumur sampai batas atas yang ditentukan
-
Uji ketegaklurusan (Verticality Test)
-
Well development dengan metode water jetting dan air jetting (surging)
-
Pencabutan pipa konduktor
-
Grouting pada bagian annulus mulai dari bagian atas gravel packing sampai ke
permukaan tanah
-
Pembongkaran rig dan persiapan moving antar titik/demobilisasi
-
Pembuatan concrete slab (1.5 x 1.5 x 0.30 m)
-
Uji pemompaan (Pumping Test) dan pengambilan sample air untuk dianalisa.
-
Finishing pemboran pekerjaan meliputi pemasangan tutup sumur, pembetonan
lantai sumur, patok sumur dan pemulihan lokasi.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB III
SASARAN MUTU
Sasaran Mutu Pelaksanaan Kegiatan :


Terselenggaranya kegiatan Pemboran Sumur Explorasi/Produksi tepat waktu
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada jadwal pelaksanaan kegiatan,
dengan senantiasa memonitor setiap kegiatan dan mengevaluasi hambatanhambatan yang mungkin dan telah muncul agar tidak mempengaruhi kegiatan inti
Melaksanakan kegiatan Pemboran Sumur Explorasi/Produksi dengan
mengutamakan kepuasan pelanggan dengan prinsip tepat waktu dan mutu
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI DAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB
Organisasi merupakan suatu kesatuan dari beberapa unsur dalam kerangka pengelolaan
dan manajemen suatu kegiatan. Organisasi dibentuk agar pelaksanaan kegiatan dapat
efisien dan efektif, dalam rangka mencapai tujuan akhir dari suatu kegiatan.
Keberhasilan suatu kegiatan juga ditentukan oleh keberhasilan dalam berkoordinasi antar
masing-masing organisasi yang terlibat baik intern maupun ekstern selama proses
kegiatan berlangsung.
4.1
Struktur Organisasi Pengguna Jasa
Berisikan bagan yang menggambarkan organisasi dari pengguna jasa yang akan
menerima hasil pekerjaan, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
Keterangan :
: Garis Instruksi
: Garis Koordinasi
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Struktur Organisasi Pengguna Jasa
4.2
Uraian Tugas Unsur Pengguna Jasa
4.2.1 Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu PPSDA
 Memimpin dan mengkoordinasikan semua kegiatan dalam mencapai
sasaran utama yang ditetapkan dalam CIP dan PO.
 Melaksankan semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
serta petunjuk-petunjuknya yang berkaitan dengan pelaksanaan
anggaran, baik yang bersumber dari APBN maupun pinjaman luar negeri
(PLN).
 Menyelenggarakan manajemen secara efisien terutama Pengembangan
pegawai dan Pengembangan peralatan serta fasilitas lainnya.
 Menyelenggarakan proses pengadaan barang/jasa yang teliti dan cepat,
penandatanganan kontrak sedini mungkin, proses pembayaran utama
yang cepat.
 Meningkatkan pengawasan melekat untuk menghindari adanya
penyimpangan, pemborosan dan efisiensi dalam pemanfaatan data.
 Meningkatkan efisiensi.
4.2.2 Pejabat Pembuat Komitmen
 Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan pekerjaan di
bagian pelaksana kegiatan dalam mencapai sasaran utama yang telah
ditetapkan dalan DIP dan PO.
 Mengambil tindakan-tindakan yang mengakibatkan pengeluaran
anggaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan untung masingmasing tolak ukur dalam batas-batas jenis pengeluaran, uraian
pengeluaran dan jumlah biaya yang tercantum dalam DIP dan PO yang
bersangkutan serta pedoman pelaksanaannya.
 Dilarang mengadakan ikatan yang akan membawa akibat dilampauinya
batas anggaran yang tersedia dalam DIP atau dokumen lain yang
disamakan.
 Membentuk panitia pelelangan pekerjaan bagian pelaksana kegiatan
yang dipimpinnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
 Menetapkan harga perhitungan sendiri (HPS) untuk pelelangan pekerjaan
di bagian pelaksana kegiatan sesuai dengan perturan perundangundangan yang berlaku.
 Menetapkan pemenang pelelangan pekerjaan dari bagian pelaksana
kegiatan yang dipimpinnya sesuai dengan perturan perundang-undangan
yang berlaku.
 Menandatangani SPK/kontrak pekerjaan dari bagian pelaksana kegiatan
yang dipimpinnya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
 Melaporkan hasil pekerjaan yang telah dilakukan pada butir-butir di atas
kepada pengguna anggaran.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
4.2.3 Kaur Teknik
 Menyusun dan memutahirkan program jangka panjang, jangka menengah
dan program tahunan serta revisinya.
 Menyiapkan usulan proyek-proyek baru.
 Mengkoordinasikan program proyek dengan program lainnya serta
membantu memberikan informasi terhadap rencana kegiatan yang akan
dilakukan dan membantu menangani permasalahan yang terjadi.
 Mengkoordinasikan penanganan aspek pengelolaaan lingkungan yang
mencakup studi analisa, pengamatan dan penelitian aspek lingkungan,
kaitannya dengan pekerjaan fisik yang akan datang, sedang dan akan
dillaksanakan.
 Mengkoordinasikan pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksannan pekerjaan oleh penyedia jasa konsultasi yang
diselenggarakan bagian pelaksana kegiatan.
 Melaporkan hasil koordinasi yang telah dilakukan pada butir-butir di atas
kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
4.2.4 Kaur Administrasi Umum
 Mengkoordinasikan penyusunan kebijakan, sistem/prosedur dan
peraturan pelaksanaan di bidang organisasi proyek, administrasi sumber
daya manusia (SDM), keuangan, pengadaan dan administrasi umum.
 Mengkoordinasikan penyusunan dan evaluasi struktur organisasi proyek.
 Mengkoordinasikan pembinaan pengawasan dan pengendalian
pelaksanaan anggaran/administrasi keuangan,
pengadaan dan
administrasi umum di bagian pelaksana kegiatan.
 Menyusun program pembinaan, kebutuhan, penempatan sumber daya
manusia.
 Mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi kepegawaian.
 Menyiapkan surat-surat keputusan dan penugasan dalam bidang
organisasi dan kepegawaian.
 Menyusun rencana kebutuhan proyek akan barang-barang dan peralatan
kantor.
 Mengkoordinasikan penyusunan laporan program pelaksanaan dan
laporan keuangan secara periodik dan neraca tahunan.
 Mengkoodinasikan data yang diperlukan oleh pemeriksa intern/ekstern.
 Mengkoodinasikan penyelesaian laporan hasil pemeriksaan (LHP).
 Melaporkan hasil koordinasi yang telah dilakukan pada butir-butir di atas
kepada pengguna anggaran.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
4.2.5 PUMK
 Meneliti kebenaran dan kelengkapan dokumen atau bukti pengeluaran
sebelum melaksanakan pembayaran kepada pihak ketiga.
 Melaksanakan pembayaran atas perintah pengguna anggaran dengan
membubuhi tanda tangan pada kata-kata “lunas dibayar” pada setiap
kwitansi.
 Menyelenggarakan tata kearsipan yang berkaitan dengan bukti-bukti
pembukuan.
 Melaksanakan pembukuan atas dasar bukti-bukti pengeluaran /
penerimaan yang sah.
 Memonitor setiap pengeluaran panjar dan menyiapkan teguran tertulis
kepada pengambil panjar tersebut telah melampaui batas waktu yang
ditetapkan.
 Melaporkan hasil pekerjaan yang telah dilakukan pada butir-butir di atas
kepada pengguna anggaran.
4.2.6 Koordinator Pelaksanaan / Direksi Pekerjaan
 Mengawasi, meneliti dan memberikan pengarahan-pengaraha teknis
dalam rangka pelaksanaan pekerjaan.
 Meneliti permintaan pembayaran angsuran/termin.
 Mengadakan hubungan kerjasama serta koordinasi dengan instansi
terkait di wilayah pekerjaan.
 Mengadakan pengecekan dan diskusi serta rekomendasi hasil pekerjaan
secara berkala dengan penyedia jasa.
 Berwenang
menghentikan
pelaksaaan
pekerjaan
jika
terjadi
penyimpangan dalam pelaksanaannya.
 Melaporkan kepada pengendali kegiatan mengenai segala hal yang perlu
dan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
 Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 Dalam pelaksanaan tugasnya Koordinator Pelaksanaan/Direksi Pekerjaan
dibantu oleh dan Pengawas Lapangan yang ditunjuk dengan Surat
Keputusan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana.
 Dalam melaksanakan tugasnya direksi pekerjaan bertanggung jawab
kepada Pejabat Pembuat Komitmen Pendayagunaan Air Tanah.
4.2.7 Pengawas Lapangan
 Memberikan pengarahan-pengarahan teknis dalam pelaksanaan
pekerjaan.
 Melaksankan evaluasi terhadap kebenaran laporan prosgres fisik
pekerjaan yang dibuat oleh penyedia jasa.
 Mengadakan hubungan kerja dan kerjasama serta koordinasi dengan
instansi terkait di wilayah pekerjaan.
 Mengadakan pengecekan dan diskusi serta rekomendasi hasil pekerjaan
secara berkala dengan penyedia jasa.
 Berwenang menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika terjadi
penyimpangan dalam pelaksanaannya.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
 Melakukan berbagai testing termasuk mengadakan pumping test, diskripsi
cutting pemboran, serta pendugaan geoelektrikal logging dengan
peralatan yang ada dengan penyedia jasa.
 Melaporkan kepada Korlak/Direksi Pekerjaan dan Pejabat Pembuat
Komitmen Pendayagunaan Air Tanah.
 Melaksakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku.
4.3
Struktur Organisasi Penyedia Jasa
Berisi bagan organisasi penyedia jasa PT. SDA yang akan melaksanakan dan
penyelesaikan pekerjaan Pemboran Sumur Explorasi/Produksi, seperti yang terlihat
pada gambar di bawah ini.
Keterangan :
: Garis Instruksi
: Garis Koordinasi
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Struktur Organisasi Penyedia Jasa
4.4
Uraian Tugas Unsur Penyedia Jasa
4.4.1 Direktur






Menandatangani kontrak dan addendumnya dengana pengguna jasa.
Mempelajari dan memahami konrak kerja yang akan dilaksanakan.
Memimpin dan mengarahkan semua kegiatan pelaksanaan sesuai
rencana pelaksanaan pekerjaan.
Memantau dan mengarahkan proses pelaksanaan pekerjaan guna
mendapatkan hasil yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Melakukan monitoring dan pemeliharaan serta melakukan perbaikan bila
terjadi.
Bertanggung jawabkan atas semua pelaksanaan baik kualitas maupun
kuantitas.
4.4.2 Kepala Pelaksana
 Mengkoordinasikan semua pekerjaan dengan pengawas pekerjaan
(direksi pekerjaan) guna kesuksesan pelaksanaan pekerjaan.
 Membuat rencana pelaksanaan pekerjaan, jadwal waktu pekerjaan,
sehingga pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
 Merencanakan pengadaan jumlah peralatan, material, bahan dan tenaga
kerja serta pengaturannya di lapangan.
 Melakukan evaluasi pekerjaan dan membuat perhitungan MC 0% dan MC
100% bersama koordinator pelaksanaan (direksi pekerjaan) dan
pengawas lapangan dan memonitoring pekerjaan selama masa
pemeliharaan.
 Mengarahkan dan memantau proses kegiatan guna menghasilkan
pekerjaan yang diharapkan.
 Bertanggung jawab pada seluruh hasil pekerjaan agar terselenggaranya
pengendalian mutu, waktu, biaya dan kuantitas pekerjaan sesuai dengan
kontrak.
 Bertanggungjawab seluruh masalah administrasi kegiatan yang berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan sampai proses penagihan (keuangan).
 Melakukan diskusi dengan koordinator pelaksanaan (direksi pekerjaan)
untuk evaluasi kemajuan pekerjaan.
 Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan.
 Melakukan koordinasi dengan seluruh team/personil pelaksana
pekerjaan.
4.4.3 Pelaksana
 Mengawasi pelaksanaan pekerjaan dan memberi instruksi kepada juru
bor dan mandor mengenai kualitas dan kuantitas pekerjaan.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
 Menjaga dan mengamankan serta merencanakan tempat penyimpanan
peralatan, bahan dan material sesuai kebutuhan dalam menunjang
terlaksananya pekerjaan.
 Menghitung kemajuan pekerjaan, hasil opname setiap hari bersama
pengawas lapangan.
 Membuat laporan harian dan mingguan bersama pengawas lapangan.
 Memantau proses pelaksanaan pekerjaan guna mendapatkan hasil
pekerjaan sesuai kontrak dan syarat teknis dengan prosedur pelaksanaan
yang ditentukan.
 Membuat atau menghitung volume pekerjaan yang terpasang, MC 0%,
MC 100% dan gambar pelaksanaan bersama pengawas lapangan.
 Melakukan pengambilan gambar pelaksanaan (dokumentasi) untuk setiap
kegiatan yang dilaksanakan.
4.4.4
Driller
 Melaksanakan pekerjaan pemboran sesuai dengan persyaratan teknis
dan mengikuti prosedur pemboran yang ditentukan dan atau menurut
petunjuk pengawas pekerjan atau pengawas lapangan.
 Selama melaksanakan pekerjaan bertanggung jawab kepada site
manager dan pengawas lapangan.
 Mengusulkan peralatan dengan kapasitas yang memadai, jumlah dan
jenis bahan yang diperlukan sesuai kebutuhan sehingga keberhasilan
pemboran sesuai persyaratan dengan prosedur pekerjaan yang telah
ditentukan.
 Menjaga dan merawat peralatan yang dipergunakan serta menyimpan
dan manjaga material atau bahan yang akan dipergunakan maupun hasil
pekerjaan yang diperlukan untuk dokumentasi.
4.4.5
Keuangan Dan Administrasi
 Mempersipkan rencana anggaran lapangan kepada project manager.
 Mempersiapkan pembayaran tagihan-tagihan dari pekerjaan, peralatan,
bahan dan lainnya yang ada hubungannya dengan pekerjaan.
 Membuat laporan keuangan kepada direktur.
 Mempersiapkan pembayaran mingguan kepada pekerja sesuai laporan
opname di lapangan.
 Membuat surat menyurat, administrasi kontrak, perijinan dan lain
sebagainya.
 Mempersiapkan administrasi penarikan termijn kepada pengguna jasa.
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
4.5
Struktur Organisasi Keterkaitan Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa
Selama pelaksanaan pekerjaan Pemboran Sumur Explorasi/Produksi selalu
dikoordinasikan dengan direksi pekerjaan untuk memaparkan rencana rinci bagian
pekerjaan tersebut.
Keterangan :
: Garis Instruksi
: Garis Koordinasi
Struktur Organisasi Keterkaitan Pengguna Jasa Dengan Penyedia Jasa
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB V
BAGAN ALIR PELAKSANAAN PEKERJAAN
Bagan alir pelaksanaan pekerjaan berisikan flowchart dari urutan kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam penyelesaian pekerjaan. Untuk lebih jelasnya bagan alir pelaksanaan
pekerjaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB VI
PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI
Proses kerja dalam setiap tahapan pada bagan alir tersebut diatas dilaksanakan dengan mengacu kepada dokumen sebagai berikut:
Dokumen Acuan Pelaksanaan Kegiatan.
KODE
KEGIATAN
ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN
URAIAN KEGIATAN
KETERANGAN
(TEKNIS dan ADMINISTRASI)
1
Terima SK Pengangkatan
SK Menteri Pekerjaan Umum No. ..................................
2
Terima DIPA
DIPA ...................................
3
Petunjuk Operasional Kegiatan (POK
POK ....................................
4
Pengangkatan Panitia Peneliti Kontrak
IK Pengangkatan P3K Dokumen No SMM/IK/... Rev. 00
5
Penetapan Pemenang
PP Pengadaan Barang Jasa Dok No SMM/PP/... Rev. 00
6
Pembentukan Struktur ORTALA
Permen 02/PRT/M/2008
7
Membuat Rencana Mutu Pelaksanaan
IK Penyusunan RMP Dokumen No. SMM/IK/.... Rev. .......
8
Permintaan Konsultan Supervisi
PP Permintaan Konsultan Supervisi Dok. No SMM/PP/... Rev. 00
9
Rapat Pra Kontrak
PP Rapat Pra Kontrak Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
10
Tanda tangan kontrak
PP Penandatanganan Kontrak Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
11
Serah Terima Lapangan
PP Serah Terima Lapangan Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
12
Pengendalian Pembayaran Uang Muka
PP Pembayaran Uang Muka Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
13
Surat Perintah Mulai Kerja
IK SPMK Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
14
Rapat Pra Pelaksanaan (PCM)
PP Rapat Pra Pelaksanaan (PCM) Dok. No. SMM/PP/... Rev. 00
15
Pengandalian Mobilisasi
Daftar Simak Pengecekan Mobilisasi F:01/SMM/DS/......
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
.... Dokumen Acuan Pelaksanaan Kegiatan
KODE
KEGIATAN
URAIAN KEGIATAN
ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN
16
Rekayasa Lapangan
PP Review Deisgn Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00.
17
Kegiatan Swakelola
PP Swakelola Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00.
18
Review Desain
PP Review Deisgn Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00.
19
Contract Change Order (CCO)
PP Perubahan Kontrak Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00.
20
Revisi Desain
PP Perubahan Kontrak Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00.
21
Addendum
PP Perubahan Kontrak Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00.
22
Pengendalian Pelaksanaan Pekerjaan
PP Monitoring Pelaksanaan Pekerjaan Dokumen No. SMM/PP/... Rev.00
23
Rapat Berkala/Koordinasi
PP Rapat Koordinasi Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
24
Pelaporan
...................................................................
25
Pengendalian T.Kerja/Metoda
PP Request Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
26
Persetujuan Gambar Kerja
PP Gambar Kerja (Shop Dwg) Dok. No. SMM/PP/... Rev. 00
27
Pengendalian Material
PP Request Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
28
Pengendalian Camp.Renc/Kerja
(DMF/JMF)
IK Pemeriksaan DMF dan JMF Dok. No. SMM/PP/... Rev. 00
29
Persetujuan Mulai Pekerjaan
PP Request Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
30
Persetujuan Kualitas
...................................................................
31
Persetujuan Kuantitas
...................................................................
32
Pemeriksaan Sertifikat Pembayaran
PP Sertifikat Pembayaran Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
33
Persetujuan Sertifikat Pembayaran
PP Sertifikat Pembayaran Dokumen No. SMM/PP/... Rev. 00
KETERANGAN
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
.... Dokumen Acuan Pelaksanaan Kegiatan
KODE
KEGIATAN
URAIAN KEGIATAN
ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN
34
Pemeriksaan Gambar Terlaksana
IK Pemeriksaan Gambar Terlaksana Dok. No SMM/IK/.... Rev.00
35
Monitoring Ketidaksesuaian Progres
PP Pengendalian HPTS Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
36
Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting)
PP Rapat Pembuktian (SCM) Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
PP Pengendalian HPTS Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
37
Monitoring Ketidaksesuaian Produk
PP Pengendalian HPTS Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
38
Pencatatan Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai
PP Pengendalian HPTS Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
39
Pembahasan
PP Tindakan Korektif Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
PP Tindakan Pencegahan Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
40
Perbaikan/Pencegahan
PP Tindakan Korektif Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
PP Tindakan Pencegahan Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
41
Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO)
PP Serah Terima Pekerjaan Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
42
Serah Terima Akhir Pekerjaan (PHO)
PP Serah Terima Pekerjaan Dokumen No. SMM/PP/.... Rev. 00
43
Laporan Proyek Selesai
PP Penyerahan Proyek Selesai Dok. No. SMM/PP/.... Rev. 00
KETERANGAN
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB VIII
JADWAL PERALATAN
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB IX
JADWAL MATERIAL
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB X
JADWAL PERSONIL
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB XI
JADWAL ARUS KAS
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB XII
RENCANA METODA VERIFIKASI, VALIDASI, MONITORING,
EVALUASI DAN INSPEKSI
Program mutu pelaksanaan pekerjaan Pengeboran Sumur Explorasi/Produksi terdiri dari
jadwal inspeksi dan check, daftar Inspeksi dan Cek, Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan,
Kriteria Penerimaan dan Daftar Simak.
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Daftar Inspeksi dan Cek/Tes
NO
A
B
STANDAR PROSEDUR
INSPEKSI DAN TES
STANDAR DESAIN (SD)
FREKWENSI
ALAT
METODA
BUKTI
PENANGGUNG JAWAB
PERSIAPAN
Direksi dan Kepala
Sosialisasi
BA. Sosialisasi
1 kali/lokasi
Undangan
Tanya jawab
BA
Uitzet
`
1 kali/lokasi
meteran
manual
Data ukur
Pelaksana
Kepala Pelaksana
Dokumentasi
Foto dokumentasi
2 kali/lokasi
Camera
Satu arah
Foto
Kepala Pelaksana
Brak kerja
Bangunan
1 kali/lokasi
Bangunan
Visual
Pembebasan Tanaman
Lahan kerja
1 kali/lokasi
Foto 0%
Foto dok 0%
1 kali/lokasi
Gambar pelaksanaan
Gambar konstruksi lama
1 kali/lokasi
MC 0%
MC 0%
1 kali
Amandement
Amandement
1 kali
Kepala Pelaksana
Visual
Kwitansi
Kepala Pelaksana
Satu arah
Foto
Kepala Pelaksana
visual
Gambar
Kepala Pelaksana
Alat hitung
Visual
Time MC
Kepala Pelaksana
Pengeliatan
Visual
Berita acara
Kepala Pelaksana
Pengeliatan
Visual
alat dilapangan
Kepala Pelaksana
Camera
MOBILISASI
Personil
Kepala Pelaksana, S1 Teknik
Sipil/Pengairan, pengalaman 3 thn 1 kali/lokasi
(D3 pengalaman 6 thn)
Pelaksana Adm. Teknis, D3 T.
Sipil/Pengairan, pengalaman 3 thn
(STM , pengalaman 6 thn)
Pelaksana Pek. Sipil, D3 T.
Sipil/Pengairan, pengalaman 3 thn
(STM , pengalaman 6 thn)
Pelaksana Pek. Pemboran,
Geologi, pengalaman 3 thn
S1
Driller, Operator, Mekanik, Op.
Pumping dan Logistik, STM,
pengalaman 5 thn
Administrasi dan Keuangan, SMA,
pengalaman 5 tahn
Peralatan
Driling rig
Mampu mengebor sampai 150 m
1 kali/lokasi
Meteran/brosur
Visual
check list
Driller dan direksi
Mud pump
Kapasitas min 700 (lt/mt)
1 kali/lokasi
Drum dan jam
Manual &
check list
Driller dan direksi
Kompresor
Kapasitas min 350 CFM
1 kali/lokasi
Manometer
Manual &
check list
Driller dan direksi
Menara
Tinggi minimal 8m dan kekuatan 12
1 kali/lokasi
ton
Meteran
Manual &
check list
Driller dan direksi
Black Steel Pipe dia. 8"
Tebal > 5.00 mm
1 kali/lokasi
Skidmat
manual
Data
Kepala Pelaksana
Pipa saringan
Countineous slot, wire wound type,
1 kali/lokasi
slot opening = 1.5 mm
Skidmat
manual
Data
Kepala Pelaksana
Rigging up
Tinggi menara Min 9 m
1 kali/lokasi
Meteran
manual
menara bor
Driller
Bak lumpur
L=2m x p=2m x t=2m x 2 Unit
1 kali/lokasi
Meteran
manual
Bangunan
Driller
Setting mesin bor
Sesuai dengan titik bor
1 kali/lokasi
Pengeliatan
Visual
Lapangan
Driller
Setting mesin pompa lumpur
Sesuai dengan letak bak lumpur
1 kali/lokasi
Pengeliatan
Visual
Lapangan
Driller
Lubang konduktor
Diameter minimal 14¼"
1 kali/lokasi
Skidmat
Manual
Lapangan
Driller
Konduktor casing
Drum/pipa, diameter 14"
1 kali/lokasi
Skidmat
Manual
Lapangan
Driller
Material
C
PELAKSANAAN
1
PERSIAPAN PEMBORAN
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
NO
STANDAR PROSEDUR
2
PEMBORAN LUBANG PANDU
3
STANDAR DESAIN (SD)
INSPEKSI DAN TES
FREKWENSI
ALAT
METODA
BUKTI
PENANGGUNG JAWAB
Lumpur Pemboran
Bentonite & polyphosphate
1 kali/ hari
mixer
manual
Lapangan
Operator
Drilling string
Stang bor, matabor
1 kali/lokasi
meteran
manual
check list
Operator
Densitas lumpur
1,07 kf/lt mud balance
1 kali/hari
Mud balance
manual
Data
Operator
Viscositas lumpur
30 - 40 detik
mustfunel
manual
Data
Operator
Mata bor
Diameter minimal 8⅝"
1 kali/lokasi
meteran
manual
Lapangan
Driller
Drill pipe
Dp 2 7/8, kelly 2 7/8
1 kali/lokasi
meteran
manual
Lapangan
Driller
Kecepatan pemboran
rata rata 9 meter/ hari
1meter/jam
Jam
Visual
data
Driller
Drilling Cutting
Bersih dan tersimpan dalam kontrak 1kali / meter
kantong plastik
manual
Data
Driller
Geoelectrical logging
Self recording
1kali / meter
Geologer
Outo/Man
Data
Gambar Konstruksi
Persetujuan Direksi
1 kali/lokasi
komputer
manual
Tanda tangan
Geologist
Direksi dan Kepala
Lumpur Pemboran
Bentonite & polyphosphate
1 kali/ hari
mixer
manual
Lapangan
Operator
Drilling string
Stang bor, matabor
1 kali/lokasi
meteran
manual
check list
Operator
Densitas lumpur
1,07 kf/lt mud balance
1 kali/hari
Mud balance
manual
Data
Operator
Viscositas lumpur
30 - 40 detik
1 kali/jam
mustfunel
manual
Data
Operator
Mata bor
Diameter minimal 12⅝"
1 kali/lokasi
meteran
manual
Lapangan
Driller
Drill pipe
Dp 2 7/8, kelly 2 7/8
1 kali/lokasi
meteran
manual
Lapangan
Driller
Kecepatan pemboran
rata rata 9 meter/ hari
1meter/jam
Jam
Visual
data
Driller
manual
Lapangan
Driller
Skidmat
Manual
Data
Kepala Pelaksana
Kepala Pelaksana
Drilling Cutting
4
Pelaksana
PELEBARAN LUBANG
KONSTRUKSI SUMUR
Pemeriksaan ketebalan dan ukuran pipa tiap sambungan
5
6
Black Steel Pipe dia. 8"
Tebal > 5.00 mm
Pipa saringan
Countineous slot, wire wound type,
1 kali/lokasi
slot opening = 1.5 mm
1 kali/lokasi
Skidmat
Manual
Data
Verticality Test
25 mm/30 meter
1 kali/lokasi
Verticality Test
Manual
Data
Kepala Pelaksana
Gravel pack
gradasi 2 - 10 mm
1 kali/lokasi
manual
Visual
Tanda
Direksi dan Geologist
Water Jetting
GIP dia 1" dan dia. 1.5"
1 kali/lokasi
Kompresor
manual
Data
Driller
Penambahan grevel
gradasi 2 - 10 mm
1 kali/lokasi
manual
Visual
Tanda
Driller
Air jetting
GIP dia 1" dan dia. 1.5"
1 kali/lokasi
Kompresor
Manual
Data
Driller
Visual
Check list
Operator Pumping
WELL DEVELOPMENT
PEMOMPAAN UJI
Peralatan pumping test
Debit pompa 15lt/dt, alat ukur debit,
pengukur muka air, genset
1 kali
Brosur/visual
Pemompaan pendahuluan
lama pemompaan 2 jam
1 Kali
Pompa/genset
Data
Operator Pumping
Pemompaan bertahap
lama pemompaan 2 jam/tahap = 4
tahap
1 Kali
Pompa/genset
Data
Operator Pumping
Pemompaan menerus
lama pemompaan 72 jam
1 Kali
Pompa/genset
Data
Operator Pumping
Pengamatan recovery
lama pengamatan 12 jam
1 Kali
Pompa/genset
Data
Operator Pumping
Analisa air
Kwalitas air untuk air bersih
1 kali
Laboratorium
Manual
Data
Administrasi
Flange dia. 8", patok beton
1 kali
cetakan beton
Visual
Lapangan
Driller
Pembongkaran pagar, penimbunan
bak lumpur
1 kali
Tangem
Visual
Lapangan
Driller
MC-100%
Gambar perhitungan
1 kali
Kalkulator
Visual
Berita acara
Kepala Pelaksana
Amandement
Amandement
1 kali
Komputer
Visual
Berita acara
Kepala Pelaksana
Asbuilt drawing
Asbuilt drawing
1 kali
Meja gambar
Visual
Gambar
Tim MC
Foto 100%
Foto Dokument 100%
2 kali
Kamera
Satuarah
Foto 3 R
Driller
PHO/Penyerahan pertama
BA PHO
1 kali
Dokument
Visual
Berita acara
Tim PHO
Masa Pemeliharaan
BA Pemeliharaan
1 kali
Dokument
Visual
Berita acara
Kepala Pelaksana
FHO/Penyerahan Ke dua
BA FHO
1 kali
Dokument
Visual
Berita acara
Tim FHO
Pemasangan
patok beton
tutup
sumur,
Pemulihan lokasi
IV FINISHING
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB XIII
KRITERIA PENERIMAAN
1.1
Pekerjaan Persiapan
Sosialisasi
No
1
2
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-1
A.SD-1
Sosialisasi kepada petani dilakukan 1  Kesepakatan
oleh pengguna jasa, penyedia jasa,
 Berita Acara Sosialisasi
aparat desa dan darma tirta. Bila
 Foto
semua
pihak
sepakat,
maka
dibuatkan berita acara kesepakatan.
Penentuan titik pemboran dan
pengambilan foto dokumentasi 0%.
Bila ada pihak yang keberatan maka
harus dipindahkan ke lokasi yang
lain
dan
dilakukan
prosedur
sosialisasi di lokasi yang baru.
Uitzet
Standar Prosedur
No
A.SP-2
1 Setelah penerbitan SPMK maka 1
direksi
bersama-sama
panitia
peneliti pelaksanaan kontrak dan
penyedia
jasa
melakukan
pengukuran dan pemeriksaan detail
lapangan
untuk
setiap
mata
pembayaran.
No
Standar Disain
A.SD-2
 Gambar pelaksanaan
 Titik pemboran
2 Pengukuran perlu diulang bila ada
tambahan pekerjaan atai lokasi
pekerjaan pindah ke lokasi yang
baru.
Dokumentasi
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-3
A.SD-3
1 Pengambilan foto dokumentasi yaitu 1 Pengambilan foto pekerjaan mulai
mulai dari sosialisasi, foto 0% dan
dari 0% sampai dengan 100%.
pengambilan gambar harus diambil
satu arah.
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Barak Kerja
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-4
A.SD-4
1 Pembangunan barak kerja/direksi 1 Aman dan layak untuk menyimpan
keet sebaiknya dilakukan sebelum
dokumen lapangan dan berteduh.
alat dimobilisasikan.
No
Ganti Rugi Tanaman
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-5
A.SD-5
1 Pembebasan tanaman untuk lokasi 1 Lokasi
pemboran
yang
kerja pemboran sebaiknya dilakukan
berukuran (10 x 10 ) m.
sebelum alat dimobilisasi dan
dengan harga yang wajar.
No
2 Pembuatan mud pit untuk sirkulasi
lumpur pemboran harus secepatnya
dilakukan
setelah
pembebasan
tanaman
2
ideal
Ukuran mud pit = (2 x 2 x 2) m
sebanyak 2 buah dengan bak control
berukuran (1.5 x 1.5 x 1) m dan
saluran sirkulasi (0,7 x
0,3) m
dengan dinding miring.
Untuk mencegah keruntuhan dan
kebersihan lumpur pemboran maka
dinding mud pit/ bak Lumpur, bak
control dan saluran sirkulasi diplester
Foto 0%
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-5
A.SD-5
1 Gambar
pelaksanaan
harus 1 Tidak berskala tetapi dapat mewakili
mengakomodir
semua
hasil
kondisi lapangan.
pengukuran dan perhitungan.
No
2 Gambar pelaksanaan harus dapat
dipertanggung jawabkan secara
teknis dan anggaran.
3 Gambar pelaksanaan dipasang di
lapangan/direksi keet dan mudah
dilihat.
Gambar Pelaksanaan
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-7
A.SD-7
1 Gambar pelaksanaan harus dapat 1 Gambar Sumur lama.
dipertanggung jawabkan secara
teknis dan anggaran.
No
2 Gambar pelaksanaan dipasang di
lapangan/direksi keet dan mudah
dilihat.
2
Gambar Perencanaan.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Mutual Check Awal (MC–0%)
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-8
A.SD-8
1 Hasil pengukuran dan perhitungan 1 Pekerjaan tambah tidak boleh
detail kondisi lapangan untuk setiap
melebihi 10% dari harga kontrak.
mata pembayaran digunakan untuk
menetapkan kuantitas awal.
No
2 Pelaksanaan MC–0% dilakukan oleh
tim mutual check yang dibentuk oleh
pengendali
kegiatan,
bersama
penyedia jasa.
2
Pelaksanaan MC–0% dilakukan oleh
tim mutual check yang dibentuk oleh
pengendali
kegiatan,
bersama
penyedia jasa.
Amandement
Standar Prosedur
Standar Disain
No
A.SP-9
A.SD-9
1 Di buat berdasarkan gambar kerja 1 Amandement dituangkan pada BA
dan hasil MC-0%.
perubahan yang terjadi baik volume
maupun harganya.
No
Mobilisasi
Mobilisasi Personil
Standar Prosedur
Standar Disain
No
B.SP-1
B.SD-1
1 Nama tenaga inti yang ditugaskan di 1 Kepala Pelaksana, S1 Teknik
lapangan sesuai dengan yang ada
Sipil/Pengairan, pengalaman 3 thn
dalam dokumen kontrak.
(D3 pengalaman 6 thn)
Pelaksana Adm. Teknis, D3 T.
Sipil/Pengairan, pengalaman 3 thn
(STM , pengalaman 6 thn)
Pelaksana Pek. Sipil, D3 T.
Sipil/Pengairan, pengalaman 3 thn
(STM , pengalaman 6 thn)
Pelaksana Pek. Pemboran, S1
Geologi, pengalaman 3 thn
Driller, Operator, Mekanik, Op.
Pumping
dan
Logistik,
STM,
pengalaman 5 thn dan
Administrasi dan Keuangan, SMA,
pengalaman 5 tahn
2 Nama tenaga tambahan yang akan
ditugaskan
dilapangan
terlebih
dahulu harus mendapat persetujuan
dari pengendali kegiatan / direksi.
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Mobilisasi Peralatan
Standar Prosedur
Standar Disain
No
B.SP-2
B.SD-2
1 Peralatan
yang
digunakan
di 1 Peralatan minimal yang harus
lapangan sesuai dengan yang ada
disediakan adalah :
dalam dokumen kontrak dan siap
 Drilling rig = 1 unit
operasi (kondisi baik).
 Mud pump = 1 unit
 Kompresor = 1 unit
 Pompa uji = 1 unit.
2 Peralatan tambahan yang akan 2 Mesin Bor
digunakan
dilapangan
terlebih
 Sanggup
mengebor
sampai
dahulu harus mendapat persetujuan
kedalaman 150 m
dari pengendali kegiatan / direksi.
 Drill pipe yang akan digunakan
dengan Ø 2 7/8
Mud Pump
 Kapasitas min 600 (l/m)
 Tekanan kerja 120 Psi
Kompresor
 Kapasitas min 300 CFM
 Tekanan kerja 120 Psi
Pompa Uji
 Kapasitas min 15 lt/det
 Head 33 m
No
Mobilisasi Material
Standar Prosedur
B.SP-3
1 Meterial yang digunakan
dengan spesifikasi teknis.
No
No
sesuai
1
Standar Disain
B.SD-3
utama yang digunakan
Material
adalah :
 Black Steel Pipe Ø 8”, SNI
 Pipa saringanLow Carbon Ø 8”,
open slot 1,5 mm
Pelaksanaan
Penempatan Menara/rigging up
Standar Prosedur
Standar Disain
No
C.SP-1
C.SD-1
1 Penempatan menara / rigging up 1 Tinggi menara 8-12 m dengan
harus diatur sedemikian rupa
kapasitas 12 ton.
sehingga
memudahkan
untuk
bekerja.
2 Pondasi menara :
 Dasar galian dipadatkan dan
pengisian pasir 15 cm
 Pasangan batu kali dengan
spesifikasi 1 Pc : 4 Ps
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Pembuatan Bak Lumpur
Standar Prosedur
Standar Disain
No
C.SP-2
C.SD-2
1 Penempatan / pembuatan bak 1 Ukuran bak lumpur kedalaman 2 m,
lumpur harus diatur sedemikian rupa
2 m lebar dan panjang 2 m jumlah 2
sehingga operator pompa dapat
buah.
berkomunikasi dengan driller.
2 Saluran harus diselingi dengan
cekungan dengan ukuran 1.5 x1.5 x1
m.
No
Penempatan/Setting Mesin Pompa Lumpur
Standar Prosedur
Standar Disain
No
C.SP-2
C.SD-2
1 Penempatan Mesin pompa lumpur 1 Pondasi Pompa :
diatur
sedemikian
rupa
agar
Dasar tanah di ratakan
operator pompa dapat komunokasi
dipadatkan.
dengan driller.
No
dan
Pemboran Lubang Konduktor Cassing
Standar Prosedur
Standar Disain
No
C.SP-3
C.SD-3
1 Pemboran lubang konduktor casing 1 Dengan wing bit Ø 14¼” sampai
dilakukan sampai kedalaman 3 m,
kedalaman 3 m.
atau sesuai kebutuhan, atau sesuai
instruksi
direksi.
Pengeboran 2 Dilakukan
pengambilan
sample
dilakukan dengan system direct mud
setiap meter kedalaman.
circulation.
No
Pemasangan Pipa Konduktor Cassing
Standar Prosedur
Standar Disain
No
C.SP-4
C.SD-4
1 Pemasangan
pipa
konduktor 1 Dari drum atau pipa casing PVC/baja
dilakukan sampai kedalaman 3 m,
Ø 14” sampai kedalaman 3 m.
atau sesuai kebutuhan, atau sesuai
instruksi direksi.
No
Penyemenan Annulus
Standar Prosedur
Standar Disain
No
C.SP-5
C.SD-5
1 Penyemenan annulus antara pipa 1 Spesifikasi yang digunakan adalah
konduktor dengan lubang bertujuan
1 Pc : 2 Ps : 3 Kr.
untuk
menghindari
runtuhnya
formasi.
No
2 Menghindari
lumpur
pemboran
masuk ke sumur penduduk atau
sumber air baku lainnya
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Pembuatan Lubang Pandu (Pilot Hole)
Lumpur Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-1
D.SD-1
1 Untuk
mendapatkan
lumpur 1 Bentonite yang digunakan adalah
pemboran
yang
baik
maka
API No. 13 A.
pencampuran bentonit dilakukan
dengan menggunakan hopper mud
mixing.
No
Drilling String
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-2
D.SD-2
1 Rangkaian pipa bor / drill string yang 1 Drill string terdiri dari drill pipe Ø 2
digunakan dicatat dengan teliti,
7/8” , mata bor Ø8⅝” dan stabilizer
karena
akan
mempermudah
bila diperlukan.
penanggulangan bila terjadi trouble
pemboran.
No
Densitas Lumpur Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-3
D.SD-3
1 Densitas lumpur pemboran diukur 1 Densitas dipertahankan sekitar 1,07
sesering mungkin, terutama saat
kg/l atau berubah sesuai kebutuhan.
perpindahan litologi.
No
Viscositas Lumpur Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-4
D.SD-4
1 Viscositas lumpur pemboran diukur 1 Viscositas dipertahankan sekitar 30 –
sesering mungkin, terutama saat
40 detik marsh funnel atau berubah
perpindahan litologi.
sesuai kebutuhan.
No
Mata Bor / Bit
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-5
D.SD-5
1 Jenis dan tipe mata bor harus 1 Mata bor yang direkomendasikan
dicatat dengan detil, sehingga
adalah three cone rock bit dan wing
kecepatan
pemboran
dapat
bit dengan Ø 8⅝”.
dipantau.
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Drill Pipe
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-6
D.SD-6
1 Panjang masing-masing drill pipe, & 1 Drill string, terdiri dari :
stabilizer harus dicatat dengan detil,
 Drill Pipe / DP Ø2 7/8”
sehingga kedalaman pemboran
 Kelly  2 7/8”.
dapat dipantau dengan mudah.
No
Kecepatan Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-7
D.SD-7
1 Kecepatan
pemboran
sangat 1 Rata-rata
kecepatan
pemboran
dipengaruhi oleh sifat fisik lumpur
adalah sekitar 9 m dalam sehari
pemboran, rangkaian pipa bor dan
kerja.
jenis batuan.
No
Drilling Cutting
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-8
D.SD-8
1 Drilling cutting diambil setiap meter 1  Drilling cutting diambil seberat 0,5
kedalaman,
setiap
sample
kg x 2 bh
dideskripsikan
dan
digunakan
 Satu dicuci dan dikeringkan dan
sebagai bahan pertimbangan dalam
dimasukkan dalam kantong plastic
gambar konstruksi.
 Satu tidak dicuci dan dimasukkan
dalam kantong plastik.
No
Geoelectrical Logging
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-9
D.SD-9
1 Setelah
pemboran
menembus 1  Peralatan yang digunakan adalah
kedalaman
yang
sudah
self recording
direncanakan
maka
prosedur
 Sanggup
mengukur
sampai
berikutnya
adalah
pelaksanaan
kedalaman 100 meter
geoelectrical logging.
 Minimal
sanggup
mengukur
dengan : Self Potential (SP);
Resestivity (short dan long
normal).
No
Gambar Konstruksi Sumur
Standar Prosedur
Standar Disain
No
D.SP-10
D.SD-10
1 Dengan data diskripsi drilling cutting, 1 Gambar konstruksi harus mendapat
kecepatan
pemboran,
hasil
persetujuan dari direksi, asisten
geoelectrical logging dan korelasi
program dan Asisten Pelaksanaan.
dengan sumur lama maka diusulkan
gambar konstruksi sumur.
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Pelebaran Lubang Bor (Reaming Hole)
Lumpur Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-1
E.SD-1
1 Untuk
mendapatkan
lumpur 1 Bentonite yang digunakan adalah
pemboran
yang
baik
maka
API No. 13 A.
pencampuran bentonit dilakukan
dengan menggunakan hopper mud
mixing.
No
Drilling String
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-2
E.SD-2
1 Rangkaian pipa bor / drill string yang 1 Drill string terdiri dari drill pipe Ø2
digunakan dicatat dengan teliti,
7/8”, mata bor Ø 12⅝” dan stabilizer
karena
akan
mempermudah
bila diperlukan.
penanggulangan bila terjadi trouble
pemboran.
No
Densitas Lumpur Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-3
E.SD-3
1 Densitas lumpur pemboran diukur 1 Densitas dipertahankan sekitar 1,07
sesering mungkin, terutama saat
kg/l atau berubah sesuai kebutuhan.
perpindahan litologi.
No
Viscositas Lumpur Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-4
E.SD-4
1 Viscositas lumpur pemboran diukur 1 Viscositas dipertahankan sekitar 30 –
sesering mungkin, terutama saat
40 detik marsh funnel atau berubah
perpindahan litologi.
sesuai kebutuhan.
No
Mata Bor/Bit
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-5
E.SD-5
1 Jenis dan tipe mata bor harus 1 Mata bor yang direkomendasikan
dicatat dengan detil, sehingga
adalah wing bit atau three cone rock
kecepatan
pemboran
dapat
bit dengan Ø 12⅝”.
dipantau.
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Drill Pipe
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-6
E.SD-6
1 Panjang masing-masing drill pipe, 1 Drill string, terdiri dari :
drill collar, stabilizer harus dicatat
 Drill Pipe / DP Ø 2 7/8”
dengan detil, sehingga kedalam
 Kelly Ø 2 7/8”.
pemboran dapat dipantau dengan
mudah.
No
Kecepatan Pemboran
Standar Prosedur
Standar Disain
No
E.SP-7
E.SD-7
1 Kecepatan
pemboran
sangat 1 Rata-rata
kecepatan
pemboran
dipengaruhi oleh sifat fisik Lumpur
adalah sekitar 9 m dalam sehari
pemboran, rangkaian pipa bor dan
kerja.
jenis batuan.
No
Drilling Cutting
Standar Prosedur
No
E.SP-8
1 Drilling cutting diambil setiap meter 1
kedalaman,
setiap
sample
dideskripsikan
dan
digunakan
sebagai bahan pertimbangan dalam
gambar konstruksi.
No
Standar Disain
Konstruksi Sumur
Konstruksi Sumur
Standar Prosedur
Standar Disain
No
F.SP-1
F.SD-1
1 Setelah pemboran pembesaran 1 Material utama yang digunakan
lubang menembus kedalaman yang
adalah :
sudah direncanakan maka prosedur
 Pipa Black Steel Ø 8”, SNI
berikutnya
adalah
pelaksanaan
 Pipa saringan Low Carbon Ø 8”,
pemasangan pipa atau konstruksi
open slot 1,5 mm
sumur.
No
Uji Ketegak Lurusan
Standar Prosedur
Standar Disain
No
F.SP-2
F.SD-2
1 Setelah pipa masuk ke dalam 1 Deviasi yang dirokemdasikan adalah
lubang bor maka perlu dilakukan uji
25 mm / 30 m.
ketegak lurusan.
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Gravel Packing
Standar Prosedur
Standar Disain
No
F.SP-3
F.SD-3
1 Gravel packing diisikan diannulus 1 Gravel adalah batuan silica dengan
antara lubang bor dengan pipa
gradasi butiran antara 2 – 10 mm,
konstruksi yang bertujuan sebagai
dengan prosentase di atas 60 %
filter / penyaring.
terdiri dari batuan dengan gradasi 4 –
6 mm.
No
Well Development
Water Jetting
Standar Prosedur
Standar Disain
No
G.SP-3
G.SD-3
1 Water jetting di laksanakan dengan 1  Water jetting harus memakai
tekanan pompa, berfungsi untuk
nozel dengan lubang 5 mm dan
menghancurkan dinding lumpur
diameter minimal 1”
pada akuifer.
 Tekanan pompa 30 Psi
No
Penambahan Gravel
Standar Prosedur
Standar Disain
No
G.SP-2
G.SD-2
1 Setelah pelaksanaan water jetting di 1 Gravel adalah batuan silica dengan
mungkinkan permukaan gravel pack
gradasi butiran antara 2 – 10 mm,
turun, maka harus di isi gravel pack
dengan prosentase di atas 60 %
lagi.
terdiri dari batuan dengan gradasi 4 –
6 mm.
No
Air Jetting
Standar Prosedur
Standar Disain
No
G.SP-3
G.SD-3
1 Air jetting di laksanakan dengan 1  Alat jetting harus memakai nozel
tekanan
kompresor
sedang,
dengan lubang
5 mm dan
berfungsi untuk menghancurkan
diameter pipa tiup 1,5”
dinding lumpur pada akuifer.
 Tekanan kompresor 80 Psi
No
Pumping Test
Pumping Test
Standar Prosedur
Standar Disain
No
H.SP-1
H.SD-1
1 Untuk mengetahui debit maksimal 1 Metoda uji pemompaan terdiri dari :
sumur
maka
dilaksanakan
 Trial test
serangkaian uji pemompaan.
 Step drawdown test
 Long period test
No
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
No
Standar Prosedur
H.SP-1
No
Standar Disain
H.SD-1
 Recovery test.
2
Pompa
yang
direkomendasikan
untuk digunakan adalah :
 Kapasitas pompa 10 - 15 lt/dt
 Head pemompaan 45 m.
Trial Test
Standar Prosedur
Standar Disain
No
H.SP-2
H.SD-2
1 Trial
test
dilakukan
untuk 1 Trial test dilakukan selama 2 jam.
mengetahui debit maksimal sumur.
No
2 Untuk menentukan langkah
pemompaan berikutnya
uji
Step Drawdown Test
Standar Prosedur
Standar Disain
No
H.SP-3
H.SD-3
1 Step drawdown test dilakukan untuk 1 Step test dilakukan dalam 4 tahap,
mengetahui well loss coeffesien dan
dimana setiap tahap selama 2 jam
aquifer loss coeffesien
No
Long Period Test
Standar Prosedur
Standar Disain
No
H.SP-4
H.SD-4
1 Long period test dilakukan untuk 1  Long period test dilakukan selama
mengetahui transmisivity pemom72 jam.
paan.
 Dilakukan pengambilan contoh air
untuk dianalisa.
No
Recovery Test
Standar Prosedur
Standar Disain
No
H.SP-5
H.SD-5
1 Recovery test dilakukan untuk 1 Recovery test dilakukan selama 12
mengetahui transmisivity pemulihan.
jam.
No
Finishing
Pemulihan Lokasi
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-1
I.SD-1
1 Pemulihan
lokasi
terdiri
dari 1  Pagar sekeliling rumah pompa.
pemasangan pagar rumah pompa
 Bak lumpur ukuran 2 m x 2 m x 2
yang rusak akibat setting mesin bor
m, 2 buah
dan penimbunan kembali bak
No
Revisi Ke
No. Dokumen
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
lumpur.
Patok Beton Dan Nomor Sumur
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-2
I.SD-2
1 Untuk memudahkan inventarisasi 1  Beton K 135.
sumur bor perlu kita pasang patok
 Ukuran patok Lebar 20 cm x 20
beton dan nomor sumur.
cm x 100 cm.
No
Mutual Check Akhir (MC–100%)
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-3
I.SD-3
1 Mutual check akhir (MC–100%) 1 Dari hasil mutual check 100%
dilakukan oleh tim mutual check
dengan gambar terpasang / as built
yang dibentuk oleh pengguna jasa /
drawing sekaligus dasar pembayaran
pengendali
kegiatan
untuk
volume pekerjaan yang selesai
mendapatkan
pekerjaan
yang
dikerjakan.
sebenarnya.
No
Amandement
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-4
I.SD-4
1 Prosedur
amandemen
kontrak 1 Amandemen kontrak harus dibuat
dilakukan apabila pengguna jasa
bila terjadi perubahan harga kontrak
memberikan perintah secara tertulis
akibat adanya perubahan pekerjaan
kepada
penyedia
jasa
untuk
dan
perubahan
pelaksanaan
melaksanakan perubahan kontrak
pekerjaaan.
atau penyedia jasa mengusulkan
perubahan kontrak, dimana adanya
gambar dan kondisi lapangan tidak
cocok dengan kenyataannya.
No
As Built Drawing
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-5
I.SD-5
1 As built drawing dibuat secara detil 1 As built drawing termasuk final report
sehingga material konstruksi dapat
dibuat sebanyak 4 ganda.
divisualisasikan secara jelas.
No
Foto 100%
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-6
I.SD-6
1 Foto pelaksanaan harus disajikan 1 Foto pelaksanaan yang harus
dalam album dan disusun berurutan
didokumentasikan adalah :
mulai pekerjaan yang pertama
 kondisi 0%
sampai pekerjaan akhir.
 pemboran
dan
pemasangan
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20










konduktor casing
pemboran pilot hole
geoelectrikal logging
hole reaming
konstruksi sumur
verticality test
gravel packing
well development
pumping test
pemasangan patok sumur
kondisi 100%.
PHO / Penyerahan Pertama
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-7
I.SD-7
1 Telah diperiksa oleh tim pemeriksa 1 Hasil pekerjaan harus sesuai dengan
yang di tuangkan dalam wujud BA
dokumen kantrak.
Pemeriksaan Pekerjaan selesai
untuk yang pertama
Di buat BA Serah Terima I antara
Penyedia dan pengguna jasa.
No
Masa Pemeliharaan
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-8
I.SD-8
1 Selama
masa
pemeliharaan 1 Masa pemeliharaan selama 180 hari
penyedia jasa harus tetap berkalender.
tanggung jawab terhadap hasil
pekerjaan.
No
FHO / Penyerahan Kedua
Standar Prosedur
Standar Disain
No
I.SP-9
I.SD-9
1 Telah diperiksa oleh tim pemeriksa 1 Telah dilakukan pemeriksaan untuk
yang di tuangkan dalam wujud BA
masa pemeliharaan dan di buat
Pemeriksaan Pekerjaan dan apabila
berita acara rangkap 10 ganda di
terjadi kerusakan pada bangunan
tanda tangani oleh tim pemeriksa,
pihak
penyedia
jasa
telah
direksi, penyedia dan penguna jasa.
memperbaiki
kerusakan
pada
bangunan tersebut maka dapat di
serahkan untuk kedua kalinya..
No
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Prosedur Instruksi Kerja
Ringkasan Spesifikasi Teknik
1.
Umum
1.1. Lingkup Pekerjaan
Melakukan pekerjaan konstruksi sumur produksi (production well) dan melakukan
pengumpulan data dan pengujian sumur yang meliputi pengambilan contoh 'cutting",
deskripsi litologi, electrical logging, uji pemompaan, development, pengambilan contoh
air dan analisa kimia lengkap contoh air dari sumur tersebut.
Jumlah sumur yang akan dikerjakan adalah sebanyak 3 (tiga) buah sumur.
1.2. Mobilisasi pada Awal Kontrak dan Demobilisasi pada Akhir Kontrak
Memobilisasi personil dan peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan.
1.3. Jalan Masuk Lokasi
Memperbaiki jalan masuk yang rusak, berlubang-lubang atau memperkuat jalan masuk
sehingga mampu untuk dilewati kendaraan roda empat meskipun dalam musim hujan.
1.4. Penguatan Jembatan dan/atau Gorong-Gorong
Memperkuat jembatan dan/atau gorong-gorong untuk masuknya peralatan pemboran.
Metode penguatan jembatan dan/atau gorong-gorong harus mengikuti petunjuk Direksi.
Penguatan jembatan dan/atau gorong-gorong ini harus dipelihara selama pekerjaan
berlangsung hingga seluruh pekerjaan-pekerjaan selesai.
1.5. Persiapan Lokasi Pemboran
Untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan pemboran, sebelum memobilisasikan
peralatanerlebih dahulu mengajukan usulan pada Direksi tentang peralatan dan
perlengkapan yang dibutuhkan untuk konstruksi sumur dan penempatannya pada tiap
lokasi pemboran. Setelah usulan tersebut disetujui oleh Direksi maka pekerjaan
persiapan lokasi dapat dimulai.
1.6. Kolam Lumpur
Untuk pemboran dengan cara "Direct Circulation Mud Flush" dibuatkan 2 (dua) kolam
lumpur pada tiap lokasi, berukuran 2 m x 2 m x 1,5 m dengan dinding dibuat miring.
Selain itu dibuatkan juga kolam pengendap berukuran 1,5 m x 1,5 m x 1 m. Kolam-kolam
tersebut dihubungkan satu dengan lainnya ke lubang bor dengan kanal berukuran lebar
0.40 m pada bagian dasarnya dan kedalaman 0.50 m. Selama operasi pemboran, kolam
dan saluran ini harus dibersihkan dari endapan.
Penempatan kolam lumpur harus sedemikian rupa sehingga lumpur yang keluar dari
lubang bor langsung dialirkan melalui alat shale shaker vibrating screen, atau ayakan
yang bergetar, menuju ke dalam kolam pengendap. Selanjutnya cutting akan
mengendap dan lumpur terus mengalir ke dalam kolam lumpur pertama yang dibuat
sedemikian rupa sehinga aliran cukup tenang sehingga mampu mengendap materialmaterial yang berbutir halus. Lumpur kemudian mengalir ke kolam lumpur kedua untuk
kemudian dipompa kembali ke dalam sumur.
Pipa hisap dari pompa lumpur yang dimasukkan dalam kolam lumpur kedua harus
ditempatkan dalam jarak yang agak jauh dari saluran tempat datangnya lumpur kolam
pertama sehingga lumpur tersebut tidak langsung terhisap oleh pompa karena
kemungkinan masih terdapatnya material halus/kotoran. Kedalaman pembenaman ujung
pipa hisap tidak boleh terlalu dekat dengan dasar kolam untuk menghindari terhisapnya
material-material yang terendap.
1.7. Penyediaan Air
Untuk keperluan pekerjaan pemboran kontraktor diwajibkan menyediakan air dan
menjamin kelancaran penyediaanya. Mutu dan jumlah air yang disediakan harus sesuai
dengan ketentuan yang diberikan oleh Direksi.
1.8. Penyediaan Bentonite dan Polyphospate
Bentonite dan Polyphosphate harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan
kebutuhan yang ditentukan oleh Pihak Kesatu. Bentonite digunakan sebagai pengental
lumpur sirkulasi agar berat jeninya naik sehingga selam proses pemboran dapat
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
1.9.
mengangkat potongan batuan (cuttings) yang ditembus oelh mata bor dari dalam lubang
bor. Polyphosphate digunakan pada saat pekerjaan pencucian lubang bor yang
berfungsi untuk membersihkan mud cake (lapisan yang terbentuk pada dinding sumur).
Pengamanan Lokasi
Kontraktor berkewajiban menjaga keamanan peralatan, pipa-pipa dan semua yang
terdapat di lokasi pemboran. Kontraktor juga harus menjaga semua bangunan, pipa
saluran, pohon, jalan dan lain-lainnya di sekitar lokasi pemboran supaya tidak terganggu
selam pekerjaan berlangsung. Apabila seluruh pekerjaan telah selesai Kontraktor harus
melakukan pemulihan lokasi ke keadaan semula dan membayar ganti rugi dengan biaya
sendiri apabila terdapat kerusakan.
2. Peralatan Pemboran
2.1. Peralatan Utama
Peralatan utama untuk pekerjaan pemboran terdiri dari mesin bor (drilling rig), pompa
lumpur (mud pump), dan kompresor (air compressor).
a. Mesin bor (drilling rig)
Mesin bor yang digunakan dalam pekerjaan pemboran adalah sesuai dengan yang
disebutkan di bawah ini:
1)Drilling rig tipe skid mounted, truck mounted, atau tractor mounted
(Berkemampuan min. 150 m).
2)Metode pemboran dengan cara memutar baik dengan cara rotary head, atau
rotary table, atau rotary with spindle torque, dengan kemampuan dapat memutar
stang bor (drill pipe) minimal diameter 2-7/8 inch.
3)Metode sirkulasi pemboran adalah direct circulation (sirkulasi langsung).
4)Tinggi menara minimal 8 meter.
5)Kemampuan pemboran minimal sampai kedalaman 150 meter.
b. Pompa Lumpur (mud pump)
Pompa untuk sirkulasi Lumpur pemboran berupa tipe double action plunger pump
dengan kemampuan debit 730 liter/menit dengan tekanan kerja (working pressure)
2
34 kg/cm .
c. Kompresor (air compressor)
Kompresor yang digunakan memiliki kemampuan minimal 350 CFM dengan tekanan
kerja 120 Psi.
d. Electrical Logging
Peralatan untuk penampangan geofisika adalah alat yang dapat menghasilkan nilai
atau kurva SP log, Resistivity log, dan Gamma Ray log. Alat tersebut dapat
digunakan minimal sampai dengan kedalaman 100 meter.
Kemampuan seluruh peralatan tersebut di atas harus dapat dibuktikan dengan brosur asli
dari pabrik pembuat.
2.2. Peralatan Lainnya
Peralatan-peralatan pendukung lainnya antara lain:
a. Stang Bor (drill pipe)
Panjang minimal stang bor per batang adalah 4 meter dengan minimum diameter 27/8 inch. Stang bor harus dalam kondisi baik dan lurus.
b. Mata Bor (drill bit)
Mata bor harus disediakan sekurang-kurangnya 1 (satu) untuk setiap tipe.Wing bit
dan three cone bit dia. 6-5/8”, 7-5/8”, 10-5/8”, 12-1/4”, dan 14-3/4”
c. Mesin Las (electric welding)
Mesin las yang digunakan memiliki kemampuan 200 ampere.
d. Peralatan Uji Pemompaan (pumping test equipment)
 pompa turbin memiliki kemampuan debit 10 - 15 liter/detik dengan total dynamic
head 45 m lengkap dengan angle gear dan engine diesel
 pengukur muka air (electric water level sounding)
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20


alat pengukur debit (discharge neasuring device) berupa orifice weir atau Vnotch
thermometer, pH meter, EC meter
3. Pekerjaan Pemboran
3.1. Tipe Sumur
Sumur yang akan dikerjakan adalah jenis sumur produksi dengan kedalaman 60 - 80 m
tipe single string (rangkaian tunggal-lurus) dengan menggunakan pipa galvanis/black
steel diameter 8"/6” serta screen low carbon steel diameter 8"/6”. Total kedalaman
konstruksi disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Bagian bawah konstruksi pipa disambungkan dengan "cone bottom plug" yaitu suatu
pipa berbentuk kerucut dimana ujung kerucut tertutup.
Pipa saringan (screen) akan dipasang pada lapisan yang diperkirakan sebagai aquifer
dan pipa naik berupa pipa buta dipasang pada lapisan yang diperkirakan bukan aquifer.
Untuk mempertahankan posisi rangkaian konstruksi berada tepat di tengah diameter
sumur maka untuk setiap jarak 18 m rangkaian pipa dipasang suatu centralizer. Pada
ruang antara dinding sumur dan rangkaian pipa (annulus) dilakukan pengisisan gravel
pack (kerikil pembalut) mulai dari dasar lubang bor hingga pada kedalaman yang
ditentukan oleh Direksi. Sisa kedalaman yang tidak diisi kerikil, dilakukan pengisian
mortar.
Pelaksanaan konstruksi sumur dilakukan setelah kontaktor memperoleh gambar
konstruksi yang didesain berdasarkan data-data yang diperoleh selama pemboran dan
hasil pelaksanaan penampangan geofisika (Electrical logging). Gambar konstruksi sumur
berisikan diameter, panjang dan posisi baik pipa jambang, pipa naik, maupun screen.
3.2. Prosedur Pekerjaan Pemboran dan Konstruksi Sumur
Untuk memulai pekerjaan pemboran di tiap lokasi, Kontraktor harus memberitahukan
kepada Direksi paling lambat 24 jam sebelumnya.
Kalau tidak ditentukan lain oleh Direksi, maka pemboran akan dilakukan dengan metode
"Direct Circulation Mud flush". Secara umum urutan pekerjaan pemboran dan konstruksi
sumur adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan pendahuluan termasuk persiapan lokasi
b. Mobilisasi Rig, peralatan, dan personil ke lokasi pemboran
c. Pemasangan Rig dan peralatan lain di lokasi pemboran
d. Pemboran lubang dia.14-3/4 inch dari permukaan tanah sampai kedalaman 3 m
e. Pemasangan pipa konduktor (temporary casing) dia. 14 inch sampai kedalaman 3 m
f. Pemboran pilot hole dia. 6-5/8 inch mulai dari kedalaman 3 m (di bawah pipa
konduktor) dan pengambilan contoh batuan (cuttings) dari setiap meter kedalaman
g. Pelaksanaan Electrical Logging
h. Air-lift Test selama 12 jam (bila diperlukan), termasuk pengukuran EC (Electrical
Conductivity) dan pengambilan contoh air untuk analisa kimia lengkap di
laboratorium
i. Pemboran pembesaran lubang (reaming) dia. 12-1/4 inch sampai pada kedalaman
yang ditentukan
j. Instalasi pipa dia. 8 inch dan saringan dia. 6 inch sesuai kedalaman yang ditentukan
k. Uji ketegaklurusan (Verticality Test)
l. Pengisian kerikil/Gravel Pack pembalut pada bagian annulus (gravel packing) dari
dasar sumur sampai batas atas yang ditentukan
m. Well development dengan metode surging dan high velocity jetting
n. Grouting pada bagian annulus mulai dari bagian atas gravel packing sampai ke
permukaan tanah
o. Pencabutan pipa konduktor
p. Pembongkaran Rig
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
q. Pembuatan concrete slab (1.5 x 1.5 x 0.30 m), pemasangan tutup sumur (well cap),
dan patok sumur
r. Uji pemompaan (Pumping Test)
3.2.1.
3.2.2.
3.2.3.
3.2.4.
3.2.5.
3.2.6.
3.2.7.
3.2.8.
Pemindahan, Pemasangan dan Pembongkaran Mesin Bor
Sebelum operasi pemboran dimulai, mesin bor harus dipasang dengan hati-hati di
atas pondasi yang kuat agar dapat memberikan hasil yang baik dan mencegah
kerusakan mesin bor itu sendiri serta menghindari kemungkinan terjadinya
kecelakaan terhadap personil atau tenaga kerja.
Setelah pekerjaan pemboran, instalasi sumur, dan pekerjaan lain yang
memerlukan mesin bor di satu lokasi dinyatakan selesai, maka mesin bor harus
dibongkar dan dipindahkan ke lokasi berikutnya beserta semua peralatan dan
material yang akan dipakai.
Pemindahan Material Sumur ke Gudang Lapangan (Base Camp)
Sejumlah material sumur yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan
dipindahkan ke lokasi proyek dan ditempatkan pada suatu gudang penyimpanan
(Base Camp).
Pemindahan Material Sumur ke Tiap Site Pemboran
Sejumlah material sumur yang dibutuhkan untuk setiap lokasi dipindahkan dari
lokasi penyimpanan (gudang/base camp) ke tiap site pemboran.
Pemasangan dan Pencabutan Pipa Konduktor
Pipa konduktor dipasang di setiap lokasi sumur untuk mencegah runtuhnya
lapisan tanah atas selama pemboran berlangsung. Diameter pipa konduktor
ditentukan oleh Direksi berdasarkan lubang yang akan dibor. Kedalaman pipa
konduktor ditentukan berdasarkan keadaan lapangan di setiap lokasi dan harus
dengan persetujuan Direksi. Setelah pekerjaan yang membutuhkan pipa konduktor
selesai maka kontraktor harus mencabut pipa tersebut dan apabila tidak dapat
dicabut maka menjadi resiko Kontraktor.
Diameter dan Kedalaman Pemboran
Apabila tidak ditentukan lain maka pemboran harus dilaksanakan sesuai dengan
desain yaitu dengan diameter 12-1/4". Kedalaman pemboran rata-rata adalah 70 m.
Sesuai dengan sifat formasi dan jenis peralatan yang dipakai, maka berdasarkan
kondisi dan situasi yang dihadapi di lapangan, diameter pemboran dapat berubah
atas instruksi Direksi, demi tujuan untuk kelancaran pekerjaan pemboran,
pemasangan pipa, gravel pack, dan lain-lain. Apabila potensi aquifer dinilai belum
mencukupi atau disebabkan kualitas air yang tidak memenuhi syarat yang
diinginkan, maka kedalaman pemboran dan pemasangan pipa dapat diubah atas
pertimbangan dan instruksi Direksi.
Pengawasan Lumpur Pemboran
Alat Marsh Funnel dan Mud Balance harus selalu disediakan di lokasi pemboran
agar selalu dapat dilakukan pengecekan sifat lumpur setiap saat. Selama operasi
pemboran kekentalan dan densitas lumpur harus diukur setiap jam dengan Marsh
Funnel dan Mud Balance. Kekentalan lumpur pemboran harus dipertahankan
antara 35 sampai 45 detik. Densitas lumpur harus dipertahankan kira-kira 1.07.
Kandungan pasir dari lumpur pemboran tidak lebih dari 5 %. Apabila sirkulasi
lumpur berhenti pada waktu pekerjaan pemboran maka rangkaian mata bor dan
pipa bor harus segera diangkat dari lubang sumur.
Pencucian Lubang Bor
Untuk memperoleh lubang bor dan contoh batuan (cuttings) yang baik maka
kontraktor harus melaksanakan pencucian lubang bor dengan lumpur pemboran
atau sirkulasi lumpur tanpa penetrasi yang dilakukan pada akhir setiap meter
kemajuan pemboran.
Pelebaran Lubang Bor
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
3.2.9.
Apabila pemboran dilaksanakan dengan prosedur lubang penuntun (Pilot Hole)
dan menunjukkan adanya aquifer produktif maka kontraktor harus melaksanakan
pelebaran lubang bor (reaming) dengan diameter dan kedalaman yang ditentukan
oleh Direksi.
Pembayaran pelaksanaan pelebaran lubang bor diperhitungkan berdasarkan
diameter lubang yang ada, diameter yang dilebarkan dan sesuai dengan
kedalamannya dalam satuan meter.
Penghentian Pemboran
Apabila lubang bor telah mencapai kedalaman yang ditentukan atau seperti yang
diinstruksikan oleh Direksi, maka pemboran akan dihentikan atas izin Direksi.
Kemudian lubang bor harus dicuci sampai bersih dari endapan dengan melakukan
sirkulasi terus- menerus selama lebih kurang 10 (sepuluh) jam.
Setelah lubang sumur bersih dari endapan, maka untuk keperluan logging, selama
sirkulasi berlangsung dilakukan pengurangan kekentalan lumpur pemboran
sampai dengan 33 detik Marsh Funnel.
3.3. Pengambilan Contoh Batuan (Sampling)
Pengambilan contoh batuan (cuttings) dari setiap meter pemboran disimpan dalam botol
plastik tembus pandang/transparan. Kontrator harus melakukan pengambilan contoh
batuan (cuttings) sebanyak 2 set untuk setiap meter pemboran dari permukaan tanah
sampai kedalaman yang ditentukan. Contoh batuan pertama (minimum berat 0.5 kg)
harus dicuci dan dikeringkan dan dimasukkan ke dalam botol plastik transparan (tembus
pandang). Setiap botol ditandai nomor sumur, kedalaman sampel, dan tanggal
pengambilan. Contoh batuan kedua (minimum berat 0.5 kg) harus dicuci dan ditaruh ke
dalam kotak (kayu atau pelat besi) untuk memudahkan pemeriksaan oleh Direksi di
lokasi.
3.4. Pelaksanaan Electrical Logging
Electric Logging dilaksanakan segera setelah "pilot hole', dicuci dengan sirkulasi lumpur,
dan telah dilakukan pengurangan kekentalan lumpur sampai ukuran 33 detik Marsh
Funnel agar proof dari Electric logging dapat mencapai dasar lubang bor dengan bebas.
Hasil Electric Logging berupa grafik dari Resistivity Log, SP Log, dan Gamma Ray Log.
Kontraktor harus menyediakan peralatan Logger dan kelengkapannya serta transportasi
untuk peralatan maupun operator logger.
3.5. Ketegaklurusan Lubang Bor
Lubang pemboran harus tegak dan lurus sehingga memudahkan untuk instalasi pipa
selubung dan saringan, dan memudahkan pengisian kerikil pembalut (gravel packing) di
annulus.
Pipa selubung dan saringan harus tegak dan lurus untuk memudahkan pemasangan dan
pengoperasian vertical shaft turbine pump.
3.6. Pengisian Semen
Setelah development sumur selesai dan pipa konduktor dicabut maka ruang annulus
yang tidak diisi oleh kerikil (gravel pack) harus diisi dengan mortar mulai dari top gravel
pack sampai dengan permukaan tanah.
Pengisian mortar dapat juga dilakukan pada suatu zona kedalaman tertentu guna
menahan intrusi dan atau kontaminasi air tanah yang berkualitas kurang baik sesuai
dengan petunjuk dari Direksi.
4. Pengadaan dan Pemasangan Pipa Selubung (casing) dan Saringan (screen)
4.1. Pengadaan Pipa Selubung dan Saringan
Kontraktor wajib melakukan pengadaan material pipa selubung dan saringan untuk
sumur sesuai dengan spesifikasi dan yang ditentukan oleh Engineer.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
a. Pipa Buta (Blank Casing)
Pipa buta memiliki standar sebagai berikut:
1)Black Steel Pipe (BSP) pump chamber casing dia. 8" memiliki diameter dalam
(inside diameter) 8 inch dan tebal minimum 5.00 mm. Kualitas baja menurut
standar ASTM 53, atau BS 879, atau API 5L atau standar internasional lain yang
diakui.
b. Saringan (Screen)
Saringan berupa continuous slot, wire wound type, baja galvanis, dengan bukaan
celah (slot opening) 1.5 mm. Diameter luar saringan 8-5/8" untuk saringan 8” dan 65/8 untuk saringan 6” atau sesuai dengan diameter dalam pipa buta 8"/6”.
c. Bottom Plug
Bottom plug terpasang pada bagian ujung pipa pengendap (pipa sedimentasi) yang
berbentuk kerucut terbuat dari pipa galvanis diameter 8 inch dengan panjang 30 cm.
d. Centralizer
Centralizer merupakan alat untuk membuat posisi rangkaian konstruksi sumur tepat
berada di tengah lubang bor. Ukuran centralizer disesuaikan dengan diameter pipa
konstruksi dan diameter lubang bor. Centralizer dipasang dengan interval jarak 18
meter.
4.2. Pemasangan Casing dan Saringan
a. Instalasi
Sesudah kedalaman pemboran yang telah ditentukan tercapai dan pengujian
geofisika (geophysical log) selesai dilaksanakan, Kontraktor melakukan pemasangan
casing dan saringan ke dalam lubang bor. Posisi rangkaian casing dan saringan
berada tepat di tengah (center) lubang bor dengan memakai centralizer yang
masing-masing berjarak 18 m. Pemasangan casing dan saringan dapat
dilaksanakan bila material gravel pack telah berada di lokasi.
b. Tally Sheets
Susunan rangkaian konstruksi sumur (Tally Sheet) wajib dibuat oleh Kontraktor yang
menunjukkan kedudukan peralatan-peralatan operasi, pipa-pipa buta (casing,
saringan (screen), centralizer termasuk spesifikasi teknis dari material-material
tersebut. Tally Sheet segera dibuat pada setiap kegiatan operasi selesai
dilaksanakan dan ditandatangani oleh Kontraktor dan Engineer. Tally Sheet
dilampirkan pada Laporan Akhir.
5. Selubung Kerikil (Gravel Packing)
5.1. Material Kerikil
Material kerikil harus kuat/keras/tidak mudah pecah dan memiliki bentuk membulat baik
(well rounded) dan komposisi batu silika. Gradasi butiran antara diameter 2 mm sampai
dengan 10 mm dan memiliki koefisien keseragaman (uniformity coefficient) antara 2.0
sampai dengan 3.0. Kerikil untuk setiap sumur harus diuji oleh Kontraktor dan kurva
gradasi diperlihatkan kepada Enginner untuk dapat disetujui.
Volume material kerikil harus cukup untuk pengisian awal (sebelum well development)
dan tambahan kerikil bila diperlukan pada saat pekerjaan well development.
5.2. Pengisian Kerikil
Sesudah pekerjaan pemasangan casing dan saringan selesai dilaksanakan, pengisian
kerikil pembalut dapat dilakukan sesuai dengan instruksi dan metode yang telah disetujui
oleh Enginer. Pengisian dilakukan mulai dari dasar sumur hingga kedalaman yang
ditentukan oleh Engineer. Kontraktor mencatat secara tepat volume kerikil yang terpakai
pada setiap sumur. Dalam proses pengisian kerikil, sirkulasi lumpur bor harus tetap
dijalankan, kekentalan lumpur dipertahankan pada ukuran 33 detik Marsh Funnel.
Pengisisan dilakukan dengan hati-hati sehingga pipa sumur terbungkus dengan baik.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
5.3. Ketegaklurusan dan Kelurusan Pipa Jambang Pompa
Rangkaian pipa casing dan saringan harus tegak lurus dan segaris. Tidak terdapat
bagian dari rangkaian yang casing dan saringan yang mengalami deviasi lebih dari 30
menit dari garis vertikal sehingga pemasangan pipa kolom dan pompa di dalam sumur
dapat berlangsung baik. Ketidaksesuaian kelurusan rangkaian casing dan saringan
dapat menyebabkan dibatalkannya sumur.
Pengujian ketegak lurusan sumur dilakukan dengan menggunakan sistim bobin dan
string yang dimasukan pada pump casing dan diturunkan sepanjang pump casing.
Pengujian dilaksanakan dua kali yaitu pada waktu menurunkan dan menaikan bobbin.
Pada saat pengujian naik, dimana string telah berada pada posisi yang benar (pusat),
gravel dapat dimasukan hingga kedalaman tersebut (dimana bobin berada).
Pengujian ini dilakukan pada setiap 3 meter, sedangkan gravel yang dimasukan tidak
boleh melebihi kedalaman pengujian tersebut.
6. Well Development
6.1. Umum
Metode yang digunakan adalah metode high velocity jetting dengan air dan udara (water
jetting dan air jetting).
Pengembangan sumur (well development) terus berlanjut sampai air yang dipompa dari
sumur pada uji debit maksimum adalah jernih dan bebas dari pasir serta efisiensi sumur
sekurang-kurangnya 80%. Maksimum kandungan pasir dari air yang dipompa adalah 20
ppm.
Selama kegiatan development, selalu mengukur posisi kedalaman gravel dalam lubang
annulus. Apabila terjadi penurunan maka segera menambahkan gravel sampai pada
kedalaman semula.
Sesudah kegiatan uji debit bertahap dilakukan, bila dipandang perlu oleh Direksi, dapat
dilakukan pekerjaan well development tambahan untuk meningkatkan kapasitas jenis
(specific capacity) sumur.
6.2. Penggantian Fluida Dalam Sumur
Setelah konstruksi rangkaian pipa casing dan saringan serta selubung kerikil selesai
dilaksanakan maka Kontraktor melakukan kegiatan sirkulasi air bersih untuk mengganti
fluida (lumpur) di dalam sumur. Dengan menggunakan pompa lumpur (mud pump),
dengan metode sebagai berikut:
a. Air bersih yang tertampung di kolam lumpur (mud pit) dipompakan ke dalam sumur
dan mengalir kembali ke dalam mud pit
b. Sirkulasi campuran lumpur dan air bersih dilakukan terus sampai waktu yang
ditentukan
c. Campuran air dan lumpur di kolam lumpur (mud pit) kemudian diganti dengan air
bersih
d. Sirkulasikan kembali air bersih ke dalam sumur sampai waktu yang ditentukan
6.3. Penggunaan Bahan Kimia
Sesudah kegiatan penggantian fluida sumur selesai dilaksanakan maka Kontraktor
selanjutnya melakukan penyemprotan campuran STPP (Sodium Tripoliphospate) dan air
dengan menggunakan peralatan jetting tool dan pompa. Ukuran campuran adalah 2.5 kg
STPP untuk 378.5 liter air dan dibiarkan selama minimal 24 jam untuk terjadinya reaksi
kimia.
6.4. Water Jetting
Dengan menggunakan alat jet head, dilakukan penyemprotan pada seluruh saringan
dengan metode berikut:
a.
Putaran Jet Head sebesar 2 sampai 5 RPM
b.
Naik turunkan rangkaian jetting tool secara perlahan sepanjang screen
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
c.
d.
e.
f.
g.
Pompa air hingga kecepatan air yang keluar dari masing-masing nozzle sekurangkurangnya 50 m/detik
Setelah 1 (satu) revolusi naik turun dilakukan, maka jet head dinaikkan kurang
lebih 1.5 kali diameter screen di atas top screen dan dipertahankan beberapa saat
Kemudian kembali dilakukan penyemprotan saringan dengan cara operasi yang
sama
Setelah batasan waktu yang telah ditentukan unutk satu screen selesai, maka
dilanjutkan pada screen berikutnya dengan cara operasi yang sama seperti di atas
Apabila seluruh screen telah dilakukan penyemprotan maka Kontraktor harus
melakukan pembersihan dasar sumur dari endapan yang terakumulasi
6.5. Surging
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan ini terdiri dari compressor dengan kapasitas
100-150 psi, pipa eductor, dan pipa airline. Metode development dengan cara surging
merupakan suatu siklus surging (surging cicle) yaitu kombinasi pemompaan air lift dan
surging (back blow). Siklus surging dilakukan pada beberapa tempat di sepanjang
rangkaian screen. Metode kerja yang harus dilakukan oleh Kontraktor pada pekerjaan ini
adalah sebagai berikut:
a.
pPda setiap posisi screen, pipa eductor ditempatkan kurang lebih 60 cm dibawah
screen
b.
Pipa air line dimasukkan ke dalam pipa eductor dan ujungnya ditempatkan kurang
lebih 60 cm di atas ujung pipa eductor
c.
Udara bertekanan dari compressor kemudian dialirkan ke pipa air line sehingga air
terpompakan keluar (posisi pumping dengan air lift). sampai air yang keluar bersih
dari pasir
d.
Pada saat air yang keluar sudah bersih dari pasir, aliran udara dari compressor
kemudian ditutup
e.
Pipa air line diturunkan sampai jarak kurang lebih 30 cm di bawah ujung pipa
eductor (posisi surging-back blow)
f.
Bersamaan dengan naiknya tekanan udara compressor mencapai 100 - 150 psi,
aliran udara kemudian dibuka dengan cepat sehingga air tersembur keluar melalui
permukaan casing dan pipa eductor
g.
Setelah waktu yang ditentukan, tekanan compressor dikurangi dan pipa air line
ditarik kembali ke posisi semula sehingga air kembali terpompa keluar melalui pipa
eductor (a s/d g merupakan 1 siklus surging)
h.
Siklus surging kemudian diulangi sampai air yang keluar bersih dari pasir dan
material-material halus
i.
Selanjutnya pipa eductor dan air line dinaikkan kurang lebih 1 m pada screen yang
sama dan kembali dilakukan operasi yang sama seperti yang disebutkan di atas
(point a s/d h)
j.
Apabila 1 (satu) rangkaian screen selesai maka dilanjutkan pada rangkaian screen
berikutnya dengan metode operasi yang sama
k.
Bila seluruh screen telah selesai dilakukan surging maka posisi air lift dilakukan
pada bagian dasar sumur untuk membersihkan endapan pasir yang telah
terkumpul di dasar sumur
7. Pemompaan Uji
Setelah kegiatan development sumur selesai, Kontraktor mempersiapkan untuk kegiatan
pemompaan uji. Pengujian yang akan dilaksanakan antara lain sebagai berikut:
a. uji pemompaan pendahuluan (preliminary pumping test)
b. uji pemompaan bertahap (step drawdown test)
c. uji pemompaan dengan debit tetap (constant rate test)
d. uji kambuh (recovery test)
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
7.1. Peralatan Pemompaan Uji
Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemompaan uji adalah sebagai berikut:
a. Alat pemompaan
Pemompaan uji dilakukan dengan jenis pompa sentrifugal dengan debit maksimum
15 l/detik dan total head 33 m atau dengan jenis pompa submersible/turbin dengan
debit maksimum 15 l/detik dengan total head 45 m atau sesuai pentunjuk Direksi.
Semua jenis pompa dilengkapi dengan mesin penggeraknya.
b. Alat pengukur debit
Pengukuran debit pemompaan dapat dilakukan dengan metode "V-Notch" lengkap
dengan bak penenang aliran atau dengan menggunakan metode 'orifice weir".
c. Alat pengukur muka air
Pengukuran muka air di dalam sumur dilakukan dengan alat pengukur muka air
(water level sounding) yang memiliki ketelitian paling tidak 1 (satu) cm.
d. Alat pelengkap lain
Perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk pemompaan uji antara lain alat pengukur
waktu (jam), jerigen untuk sampel air, lampu penerangan, alat transportasi untuk
pengukuran pada sumur-sumur di sekitar sumur yang diuji.
7.2. Uji Pemompaan Pendahuluan
Setelah instalasi peralatan uji pemompaan selesai dilakukan, maka Kontraktor
melaksanakan pemompaan uji pendahuluan dengan debit maksimum selama 2 (dua)
jam atau seperti yang ditentukan oleh Direksi. Kontraktor harus melakukan pengamatan
dan pencatatan terhadap debit, kedalaman muka air, dan kandungan pasir dari air yang
dipompa selama uni pendahuluan berlangsung. Apabila hasil uji pendahuluan
menunjukkan bahwa development sumur belum sempurna maka Direksi dapat
memberikan instruksi untuk melanjutkan development sumur dan Kontraktor harus
melaksanakannnya.
Dari hasil uji pendahuluan akan diperoleh gambaran mengenai hubungan debit dan
penurunan muka air sehingga dapat ditentukan debit untuk setiap tahap pada uji susut
bertahap. Segera setelah pompa dimatikan pada uji pendahuluan, Kontraktor melakukan
pengukuran muka air kambuh dengan interval waktu yang telah ditentukan sampai
permukaan air kembali seperti semula.
7.3. Uji Pemompaan Bertahap
Setelah muka air kembali seperti semula maka Kontraktor selanjutnya melakukan uji
susut bertahap. Bila tidak ditentukan lain maka uji bertahap dilakukan dengan 4 (empat)
tahapan dimana setiap tahapan berlangsung selama 2 (dua) jam. Penentuan debit untuk
setiap tahap dilakukan oleh Direksi berdasarkan hasil uji pendahuluan. Debit
pemompaan untuk setiap tahap harus dipertahankan tetap stabil dengan melaksanakan
pengamatan secara efektif. Kontraktor melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap
debit dan muka air pemompaan untuk setiap interval waktu yang telah ditentukan.
Pengukuran muka air kambuh juga harus dilakukan oleh Kontraktor pada saat pompa
dimatikan (step ke-empat berakhir) dengan interval waktu yang telah ditentukan.
7.4. Uji Pemompaan Dengan Debit Tetap (Long Period Test)
Setelah muka air kembali seperti semula maka Kontraktor selanjutnya melakukan uji
pemompaan debit tetap terus-menerus selama 72 (tujuh puluh dua) jam. Debit
pemompaan pada uji debit tetap ditentukan oleh Direksi berdasarkan hasil dari uji susut
bertahap. Kontraktor harus melakukan pengamatan dan menjaga agar debit yang telah
ditentukan tetap stabil selama periode pengujian. Kontraktor melakukan pengamatan
dan pencatatan terhadap debit dan muka air pemompaan untuk setiap interval waktu
yang telah ditentukan.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
Selama pemompaan uji debit tetap, Kontraktor harus melakukan pengukuran pH,
temperatur, dan daya hantar listrik (EC) dari air yang dipompa dengan interval waktu tiap
6 (enam) jam.
7.5. Uji Pemulihan
Segera setelah pompa dimatikan pada uji debit tetap, maka Kontraktior melakukan
pengukuran muka air kambuh dengan interval waktu yang telah ditentukan sampai muka
air kembali ke keadaan semula.
8. Analisa Kualitas Air
Pada saat dilakukannya pemompaan uji di tiap sumur, Kontraktor melakukan pengambilan
contoh air sumur untuk dianalisa. Pengukuran Temperatur, Electrical Conductivity, dan pH
harus dilakukan di lapangan. Pengambilan contoh air dilakukan menjelang berakhirnya uji
debit tetap sebanyak 1 (satu) contoh untuk setiap sumur dengan volume sekurangkurangnya 2 (dua) liter. Contoh air tersebut disimpan dalam botol polyethilene yang
sebelum dipakai terlebih dahulu dicuci dan dibilas dengan air sumur tersebut. Botol
tersebut diisi penuh dan ditutup dengan rapat serta dicantumkan keterangan tentang
nomor sumur, lokasi, dan tanggal pengambilan contoh air tersebut. Contoh air tersebut
kemudian dikirim ke laboratorium yang telah disetujui oleh Direksi.
9. Analisa Besar Butir
Kalau dibutuhkan dan diinstruksikan oleh Direksi, Kontraktor harus melaksanakan analisa
besar butir (analisa ayakan) terhadap beberapa contoh cutting dari tiap sumur yang akan
dipilih oleh Direksi dan menyerahkan hasil analisa kepada Direksi. Sebelum dianalisa,
sisa lumpur pemboran yang masih terdapat pada contoh tersebut harus dihilangkan
dengan mencucinya, kemudian contoh tersebut dikeringkan dengan alat pengering atau
sinar matahari.
10. Pengadaan dan Pemasangan Tutup Sumur
Apabila pemompaan uji telah selesai dilaksanakan, Kontraktor harus memasang tutup
sumur lengkap dengan kuncinya untuk mencegah material-material asing yang masuk ke
dalam sumur.
11. Pengadaan dan Pemasangan Patok Nomor Sumur
Setelah sumur tertutup, Kontraktor harus memasang patok tanda pengenal sumur dimana
tercantum nomor sumur, tahun pembuatan dan tanda pengenal/nama Kontraktor yang
melaksanakannya. Pembuatan patok dan tempat pemasangan harus sesuai dengan
petunjuk Direksi.
12. Laporan dan Catatan
Catatan terperinci mengenai semua data dan informasi yang diperoleh dari semua
pekerjaan yang dilaksanakan pada masing-masing sumur harus disimpan untuk sewaktuwaktu akan diperiksa atau disahkan oleh Direksi.
Kontraktor harus membuat laporan setiap hari kepada Direksi mengenai material yang
digunakan, pekerjaan yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk kedalaman pemboran
dan data lain yang dibutuhkan Direksi.
Setelah pekerjaan selesai pada akhir kontrak, maka Kontraktor harus membuat laporan
akhir pekerjaan yang akan diserahkan pada Direksi. Bentuk laporan akan dibuat mengikuti
blangko yang mengandung penjelasan-penjelasan detil mengenai data yang diperoleh
selama pembuatan sumur dan ringkasan pekerjaan yang telah diselesaikan. Laporan juga
harus meliputi hal-hal dibawah ini:
1. Log pemboran harian, meliputi keterangan mengenai jalannya operasi pemboran
antara lain pekerjaan pemboran, instalasi sumur, development sumur, personil,
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
peralatan dan material yang dipakai, pengukuran pipa, kedalaman sumur, dan
data lain yang dibutuhkan Direksi.
2. Log litologi geologi dan log electrical logging yang memberikan informasi
mengenai jenis dan sifat batuan, kedalamannya, nomor contoh cutting, Log
Resistivity, SP dan log Gamma Ray.
3. Catatan mengenai rencana posisi pipa saringan (design sumur) dan hasil
pemasangannya berupa gambar konstruksi sumur dan susunan komponen sumur
yang terpasang, termasuk catatan mengenai penyambungan pipa.
4. Catatan jumlah gravel pack yang terpakai dan jumlah adukan semen yang diisikan
ke ruang annulus tiap sumur.
5. Catatan mengenai pengujian ketegaklurusan sumur (kalau ada)
6. Catatan mengenai pekerjaan development sumur meliputi debit, muka air tanah,
lama pengoperasian, pengamatan kekeruhan air, alat dan material yang dipakai,
jumlah personil, jam kerja, dan sebagainya.
7. Catatan mengenai kegiatan pemompaan uji dan semua data yang dikumpulkan
selama pengujian.
8. Catatan mengenai pH, temperatur, EC dan jumlah kandungan pasir dari air yang
dipompa.
9. Kurva gradasi hasil analisa besar butir contoh cutting dan gravel pack.
Bentuk dan format/blangko laporan akan diarahkan oleh Direksi.
Kegiatan pekerjaan pembuatan sumur harus didokumentasikan dengan foto-foto yang
diambil untuk masing-masing sumur. Pengambilan foto tiap sumur harus meliputi:
1. Saat sumur dalam kondisi 0 %
2. Saat mata bor akan dioperasikan
3. Saat 50 % pemboran
4. Saat pengambilan contoh cutting
5. Saat stang bor masuk seluruhnya
6. Saat contoh cutting telah diperoleh seluruhnya
7. Saat proses logging
8. Saat persiapan pemasangan pipa
9. Saat menyiapkan gravel pack
10. Saat pemasangan pipa setiap tahapan
11. Saat pengisian gravel pack
12. Saat development
13. Saat pemompaan uji
14. Saat pemasangan tutup sumur atau kondisi 100%
Jenis dan jumlah rangkap laporan yang akan dibuat oleh kontraktor mengacu pada
ketentuan yang terdapat dalam Kerangka Acuan Kerja.
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB XIV
DAFTAR INDUK DOKUMEN SISTEM MUTU
No. Dokumen
Revisi Ke
Kaji Ulang tgl
Hal 1 - 20
BAB XV
DAFTAR INDUK REKAMAN
Download