Uploaded by User61470

PECAHAN

advertisement
PECAHAN
A. Pengertian Pecahan
Sebuah jeruk mula-mula dibagi menjadi dua bagian
yang sama. Satu bagian jeruk dari dua bagian yang
sama
disebut “satu per dua” atau “seperdua” ditulis
1
c
” 2 ”.Kedua bagian tersebut
masing-masing dibagi
dua lagi sehingga menjadi empat bagian yang sama.
Satu bagian yang sama itu disebut “satu per empat”
atau “seperempat”, ditulis “ 14 ”.
Bilangan 12 dan 14 disebut bilangan
pecahan.Selanjutnya disepakati sebutan “bilangan
pecahan” disingkat dengan “pecahan”.
1
pecahan 2
Pada
, 1 disebut pembilang dan 2 disebut
penyebut.
1
Pada pecahan 4 , 1 disebut pembilang dan 2 disebut
penyebut.
a
Bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk “ b ”,
dengan a,b adalah bilangan bulat, b≠0 dan b bukan
faktor dari a disebut bilangan pecahan. Bilangan “a”
disebut pembilang, dan “b” disebut penyebut.
Dengan kata lain pecahan adalah bilangan yang
menggambarkan bagian dari keseluruhan.
B. Pecahan Sederhana
Pecahan , , , dan merupakan pecahanpecahan yang senilai. Dari empat pecahan tersebut,
merupakan pecahan dengan bentuk paling sederhana.
Suatu pecahan mempunyai bentuk paling sederhana
(pecahan sederhana) jika faktor persekutuan terbesar
(FPB) dari pembilang dan penyebutnya adalah 1.
Menulis bentuk paling sederhana dari suatu
pecahan itu dengan FPB dari pembilang dan penyebut
tersebut.
Contoh :
Tulislah dalam bentuk paling sederhana.
FPB dari 20 dan 28 adalah 4.
2
4
5
7
20
28
Bagilah pembilang dan penyebut
dengan 4.
Jadi, bentuk paling sederhana dari
pecahan adalah
C. Mengubah Pecahan Campuran
Menjadi Pecahan Biasa
Bilangan-bilangan
dan disebut pecahan
campuran atau bilangan campuran. Pecahan
campuran menunjukkan jumlah dari suatu
bilangan cacah dan suatu pecahan.
Contohnya:
Pecahan campuran juga dapat ditulis sebagai
pecahan biasa.
D. Mengubah Pecahan Dengan Pembilang Lebih
Dari Penyebutnya Menjadi Pecahan Campuran
Jika diketahui terdapat 28 liter minyak. Isilah 8 kaleng
dengan minyak itu dengan volume yang sama . Berapa
liter harus diisikan pada tiap kaleng?
Jawab:
tulis dalam bentuk pecahan
3 sisa 4
8
Bagilah 28 dengan 8
Lalu menyatakan sisa pembagian sebagai suatu
pecahan dan menyederhanakannya.
Jadi, setiap kaleng harus diisi dengan
liter minyak.
E. Membandingkan Pecahan
1. Membandingkan Pecahan yang Penyebutnya Sama.
Perhatikan kedua model pecahan berikut!
5/6 Dari model- model tersebut,
dapatkah disimpulkan bahwa
Seperenam dapat dipandang
sebagai 4/6 satuan baru.
berarti 5 seperenam, dan
berarti 4 seperenam.
Manakah yang lebih besar antara 5
seperenam dengan 4 seperenam?
Dari uraian di atas jelas bahwa
Jadi, untuk membandingkan beberapa
pecahan yang penyebutnya sama, cukup
dengan membandingkan pembilanganya. Jika
pembilang lebih besar maka pecahannya juga
lebih besar.
2. Membandingkan Pecahan yang
Penyebutnya Berbeda.
senilai dengan
dan senilai dengan
=1/2
=1/3
.
=3/6
=2/6
Pecahan mana yang lebih besar?
Tampak bahwa
dan
, sebab
dan
.
Jadi, suatu cara membandingkan pecahan adalah
dengan menyatakan pecahan-pecahan itu sebagai
pecahan-pecahan yang penyebutnya sama
kemudian membandingkan pembilangpembilangnya. Dalam proses ini digunakan
kelipatan-kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari
penyebut-penyebut pecahan.
Contoh 1:
Mana yang lebih besar antara dan ?
Tahap I: Menentukan KPK dari penyebutnya
yaitu KPK dari 3 dan 7.
Kelipatan dari 3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24,...
Kelipatan dari 7: 7, 14, 21, 28,..
KPK dari 3 dan 7 adalah 21, sebab 21 adalah
bilangan terkecil yang habis dibagi 3 dan 7.
Tahap II: Menentukan pecahan yang senilai
dengan dan pecahan yang senilai dengan
dengan menggunakan KPK pada tahap I sebagai
berikut.
...
21
Sehingga 1/3=7/21
...
21
Tahap III: Membandingkan pecahan yang
penyebutnya sama pada tahap II.
Membandingkan pembilang dari dan
Karena 7 > 6 maka
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
.
F. Mengurutkan Pecahan-Pecahan
Mengurutkan pecahan sama halnya dengan membandingkan
tiga pecahan atau lebih.
Jika kita akan mengurutkan pecahan yang penyebutnya
sama, urutkanlah berdasarkan besar dari pembilangnya.
,
Tetapi, jika akan mengurutkan pecahan yang
penyebutnya berbeda, terlebih dahulu tentukanlah
pecahan senilai dari tiap pecahan semula yang
penyebutnya adalah KPK dari penyebutnya pecahan
semula.
Contoh:
Urutkanlah pecahan , , dan
yang terbesar
dari yang terkecil ke
6  2 x3
2
4  2 x2  2
20  2 x 2 x5  2 x5
Tentukan KPK dari 7, 4, dan 20
dengan cara menuliskan semua faktor
prima tiap bilangan, kemudian
3
tandailah
semua faktor berbeda yang
paling sering muncul
2
Kalikan faktor-faktor yang telah ditulis lebih besar
50 > 15 > 9
Bandingkan
pembilangnya dan urutkan.
> > maka > >
Jadi, jika yang diurutkan dari yang terkecil ke
yang terbesar diperoleh , ,
G. Pecahan yang Nilainya di Antara Dua Pecahan
Misalkan kita mempunyai 5/8 Dan 3/4
Adakah pecahan yang berada di antara bilanganbilangan tersebut ?
Untuk mengujinya, dapat dilakukan tahap-tahap
berikut:
1. Penyebut dua pecahan disamakan terlebih
dahulu, kemudian kita tentukan pecahan
yang nilainya terletak di antara kedua
pecahan yang diketahui.
Terlihat bahwa dan tidak
memungkinkan adanya nilai di antara
keduanya, maka kita harus
melakukan tahap berikutnya.
2. Jika belum diperoleh pecahan yang dimaksud, ubah
lagi penyebutnya menjadi dua kali lebih besar
daripada penyebut semula, demikian seterusnya.
Di antara 10/16
dan 12/16
terdapat pecahan 11/16
Jadi, di antara dua pecahan yang berbeda, selalu
dapat ditemukan pecahan yang nilainya di antara dua
bilangan itu.
H. Pecahan Desimal
Pecahan biasa atau pecahan campuran dapat
pula dinyatakan dalam bentuk pecahan desimal.
Demikian pula sebaliknya, pecahan desimal dapat
dinyatakan dalam bentuk pecahan biasa atau pecahan
campuran.
Contoh:
Tulislah 0,253 sebagai suatu pecahan dalam bentuk
pecahan sederhana.
0,25 =
Tulislah dalam bentuk pecahan
Sederhankanlah dengan cara membagi
pembilang dan penyebutnya dengan FPBnya. FPB dari
125 dan 200 adalah 25.
Jadi, 0,25 =
Jika suatu bilangan desimal lebih dari 1 maka
bilangan desimal tersebut dapat ditulis sebagai
pecahan campuran.
Contoh:
Bilangan cacah tetap ditulis
terpisah dari pecahan.
Sederhanakanlah pecahan
tersebut. FPB dari 100 dan 45 adalah 5.
Jadi,
Selanjutnya, untuk menulis suatu pecahan dalam
bentuk desimal, dapat menulisnya dengan cara
membagi pembilang oleh penyebut. Ingat bahwa simbol
pecahan tersebut juga berarti pembagian.
0, 4
5 2
20
0
Pada pecahan, jika kamu membagi pembilang oleh
penyebut dan sisanya nol, maka hasil baginya
merupakan bilangan desimal tak berulang. Tetapi,
jka hasil baginya mengulang sebuah angka atau
sekelompok angka tertentu tanpa berakhir, maka
bilangan desimal itu disebut bilangan desimal
berulang.
0,22222 . . . . . =
Garis datar
yang ada di atas angak 2 menandakan
bahwa angka 2 berulang
=
Contoh lain:
=
Angka 63 berulang.
H. Persen
Jika membandingkan sebuah bilangan dengan 100 maka
akan menemukan prosen. Prosen artinya “perseratus”. ,
,
I. Permil
Permil artinya per seribu. Jadi, pecahan permil adalah
suatu pecahan yang penyebutnya seribu atau per seribu.
Permil dilambangkan oleh .
Sebagai ilustrasi
OPERASI PADA PECAHAN
Operasi dalam pecahan meliputi:
1)Penjumlahan pecahan
2)Pengurangan pecahan
3)Perkalian pecahan
4) Pembagian pecahan
A. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Menjumlahkan
Pecahan yang
Penyebutnya Sama
Untuk Menjumlahkan
Pecahan – Pecahan
dengan penyebut yang
sama, jumlahkanlah
pembilang –
pembilangnya, sedangkan
penyebutnya tetap.
Contoh :
Tentukan jumlah dari 3/5 dan 4/5
Penyelesaian :
3/5
4/5
7/5
3
4
3 4


5
5
5

7
5
2
 1
5
B. Pengurangan Pecahan yang
Penyebutnya Sama
Mengurangkan
Pecahan yang
Penyebutnya
Sama
Untuk Mengurangkan
Pecahan – Pecahan dengan
penyebut yang sama,
kurangkanlah pembilang –
pembilangnya, sedangkan
penyebutnya tetap.
Contoh 1 :
Tini menemukan kue tar di meja makan. Dia makan
kue tar. Berapa kue tar yang belum dimakan?
Penyelesaian :
atau
Jadi, kue tar yang belum dimakan adalah
Contoh 2 :
Pak Slamet mempunyai minyak tanah sebanyak kaleng
minyak. Tetangga Pak Slamet membeli minyak tanah itu
sehinggga minyak tanah Pak Slamet sekarang sebanyak
kaleng minyak. Berapa banyak minyak tanah dalam
satuan kaleng yang telah dibeli oleh tetangga Pak
Slamet itu ?
Penyelesaian :
Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan cara
berikut :
pikirkan : berapa ditambah untuk
memperoleh ?
, sehingga diperoleh bahwa tetangga Pak
Slamet telah membeli minyak tanahnya sebesar
kaleng minyak.
C. Penjumlahan dan pengurangan Pecahan yang
Penyebutnya Berbeda
Ani membaca sebuah buku cerita. Dua hari yang
lalu, Ani membaca dari isi buku itu. Hari ini Ani
melanjutkan membaca buku cerita itu. Dia membaca
dari isi buku itu. Berapa bagian dari isi buku cerita
yang telah dibaca oleh Ani ?
•Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu
menjumlahkan pecahan yang penyebutnya berbeda. Kita dapat
menggunakan model pecahan untuk penjumlahan berikut.
Pertanyaan 1 :
Berapa bagian dari isi buku yang telah dibaca oleh Ani?
Penyelesaian :
Jumlahkan dan
Gunakan model pecahn untuk 1/4
Gunakan model pecahn untuk 2/3
tentukan model pecahan untuk
menyatakan jumlah
jadi ani telah membaca 11/12 bagian
isi dari buku tersebut
contoh 1:
Modelkan pengurangan
Gunakan model pecahan 3/6 atau 1/2
Gunakan model pecahan 2/6 atau 1/3
Kurangkan 3/6 - 2/6
Dari pertanyaan 1 dan contoh 1 di atas, tampak bahwa
untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan
yang penyebutnya berbeda, pertama- tama
menyamakan penyebutnya dahulu, yaitu dengan
menggunakan KPK.
Contoh 2 :
Tentukan hasil dari
Tentukan KPK dari 4 dan 7
KPK dari 4 dan 7 adalah 28.
Tentukan KPK dari 4 dan 7
KPK adalah 28. Tulis pecahan
dengan penyebut sama.
+
D. Penjumlahan Pecahan Campuran
Satu cara untuk menjumlahkan pecahan
campuran adalah menghitung bagian bilangan cacah
dan pecahannya secara terpisah.kadang- kadang jumlah
dari bagian pecahan adalah suatu pecahan yang
pembilangnya lebih dari penyebutnya. Jika demikian,
ubahlah dahulu pecahan tersebut sebagai pecahan
campuran.
Contoh 1 :
Tentukan hasil dari
Penyelesaian:
KPK adalah 4. Tulislah pecahan –
pecahan itu dengan penyevut yang
sama
+
Jumlahkan bagian bilangan cacah
dan pecahannya
Ubahlah bentuk pecahannya
Jumlahkan bilangan cacahnya
E. Pengurangan Pecahan Campuran
Untuk menyelesaikan masalah pengurangan pecahan
campuran, rubahlah dahulu menjadi pecahan biasa.
Contoh:
1
1
selesaikanlah 6  4
3
2
1
1
2
3
6 4 6 4
3
2
6
6
8
3
5 4
6
6
5
1
6
tulislah dalam pecahan senama
ubahlah bentuk pecahannya
kurangilah bilangan cacah dan kemudian
pecahanya.
Jadi
1
1
5
6 4 1
3
2
6
F. Perkalian dan Pembagian Pecahan
Sebelum melangkah dalam pembahasan perkalian dan
pembagian pecahan, berikut adalah sifat-sifat operasi
perkalian dan pembagian dalam bilangan bulat:
Untuk a, b, dan c anggota bilangan bulat, berlaku:
a. a x b = b x a (komutatif)
b. (a x b) x c = a x (b x c) (asosiatif)
c. a x 1 = 1 x a = a (1 adalah unsur identitas perkalian)
d. a x (-b) = -(a x b); (-a) x b = -(a x b); (-a) x (-b) = a x b
e. a : b : c sama artinya dengan a = b x c
Sifat-sifat tersebut juga berlaku dalam bilangan
pecahan.
1. Mengalikan Pecahan dengan Pecahan
Kita dapat menggunakan model luas untuk mengalihkan
pecahan dengan pecahan. Kata dari bila digunakan
dalam matematika, dapat berarti perkalian.
Contoh:
Pak arif mempunyai sebidang tanah untuk lahan
perkebunan. Dia merencanakan menanami separuh
lahanya dengan tanaman apotik hidup. Dia ingin
sepertiga dari lahan yang akan ditanami tanaman apotik
hidup itu ditanami temulawak. Berapakah dari lahan itu
yang akan ditanami temulawak ?
Lahan yang ditanami tanaman
apotik hidup = ½ dari lahan
perkebunan
Bagilah lahan perkebunan
untuk tanaman apoti hidup ke
dalam tiga bagian yang sama.
Arsirlah 1/3 dari bagian yang
telah diwarnai itu.
Bagian yang diwarnai sekaligus diarsir
adalah 1/6 dari lahan semula. Bagian ini
menunjukkan bagian dari lahan yang ditanami
temulawak. Luas dari bagian tersebut adalah
panjang x lebar, yaitu ½ x 1/3. jadi, bagian yang
ditanami temulawak menyatakan ½ x 1/3 = 1/6.
Dari contoh tersebut tampak berlaku pernyataan
sebagai berikut:
Perkalian Pecahan
Untuk mengalihkan pecahan dengan pecahan,
kalikanlah pembilang-pembilangnya.
Kemudian kalikanlah penyebut-penyebutnya.
Contoh :
Tentukanlah 2/3 dari ½
2/3 dari ½
2 1
= x
3 2
kalikan pecahan-pecahan
tersebut
2 x1

3x2
kalikan pecahan-pecahan
tersebut
1
2


3
6
sederhanakanlah
Jika pembilang dari pecahan yang pertama dan penyebut dari
pecahan yang lain
mempunyai
factor
persekutuan,
maka
kamu
dapat
menyederhanakan sebelum
mengalikanya.
Contoh:
3 4
x
Tentukan hasil dari
8 5
Sederhanakanlah sebelum mengalikan.
3 4 3.4
x 
8 5 8.5

3 x1
2 x5
3

10
bagilah pembilang dan penyebut dengan
4 karena 4 merupakan FPB dari 4 dan 8
kalikanlah pembilang dan penyebutnya
2. Perkalian Bilangan Cacah dengan Pecahan
Masih ingatkah kamu arti dari 4x2 ? arti 4x2 adalah
2+2+2+2. hal ini berlaku pula untuk perkalian
bilangan pecahan oleh bilangan cacah.
1
1x
4x
1
2/3
2 2 2 2 2
   
3 3 3 3 3
2
8
2

3
3
1x
1
2/3
1x
1
2/3
1x
2/3
Pada perkalian bilangan cacah dengan bilangan
pecahan, kita dapat mengubah bilangan cacah ke
dalam bentuk pecahan dengan penyebut 1 kemudian
melakukan perkalian pecahan. Misalnya
4x
2 4 2 4 x2 8
2
 x 
 2
3 1 3 1x3 3
3
3. Perkalian Pecahan Campuran
Dony mempunyai album foto besar. Sebanyak 8 1/3
halam dari album itu masih kosong. Dony bermaksud
mengisi separuh dari halam kosong itu dengan foto-foto
artis secara berurutan. Berapa halaman dari album itu
yang akan diisi dengan foto-foto artis?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, kamu
perlu menentukan ½ dari 8 1/3 atau ½ X 8 1/3.Untuk
mengalikan pecahan campuran, nyatakanlah
terlebih dahulu pecahan campuran itu sebagai
pecahan yang pembilangnya lebih dari penyebutnya.
Kemudian kalikanlah pecahan pecahan tersebut.
½ x 25/3 = 25/6
= 4 1/6
kalikan pembilang-pembilangnya
dan kalikan penyebut-penyebutnya
sederhanakan.
Jadi, sebanyak 4 1/6 halaman dari album foto itu yang
akan di isi dengan foto-foto artis.
Kita juga dapat menunjukan permasalahan di atas
dengan menggunakan model seperi berikut.
1
8
3
dari 8 adalah 4, dan dari adalah
. Sehingga,
Kita juga dapat menggunakan model luasan untuk
mengalikan pecahan campuran seperti berikut. Misal,
1
luas dari suatu segiempat dengan panjang 1 cm dan
2
1
lebar 2 cm ditunjukan pada gambar di bawah ini.
4
1
2
4
1
1
2
1 1
Tentukan hasil perkalian 2
tulislah setiap pecahan campuran
sebagai pecahan tak murni.
2
=
menyederhanakan dengan cara
membagi angka 8 dan 4 dengan
keduanya oleh FPB-nya yaitu 4
=
kalikan
=
sederhanakan
4. Pembagian Pecahan
Untuk memahami arti dari pembagian pecahan,
kita lakukan kegiatan berikut seolah-olah kita membagi
permen kepada beberapa teman.
i.
Kita mempunyai 6 biji permen yang akan dibagi
kepada beberapa teman. Masing-masing teman
memperoleh 2 biji permen. Berapakah orang
yang akan menerima permen?
Jawab : 3
Di tulis 6 : 2 = 3
ii.
Jika 6 biji permen itu dibagi sehingga masingmasing temanmu menerima 1 biji permen,
berapakah orang yang menerima permen?
Jawab: 6
Ditulis 6 : 1 = 6
iii.
Jika 6 biji permen itu dibagai sehingga masingmasing temanmu menerima ½ biji permen,
berapakah orang yang menerima permen?
Jawab : 12
Ditulis 6 :
Perhatikan:
6:
Bagaimana hubungan dengan bentuk 6 x
Bilangan dan 2 mempunyai hubungan khusus, yaitu hasil
kalinya 1.
disebut kebalikan 2.
Catat bahwa, sebarang dua bilangan yang hasil kalinya
adalah 1 di sebut berkebalikan.
5. Pembagian Pecahan Campuran
Untuk membagi pecahan campuran, terlebih
dahulu tulislah setiap pecahan campuran sebagai yang
pembilangnya lebih dari penyebutnya, kemudian kalikan.
Contoh 1:
Tentukan hasil dari
ubahlah pecahan campuran
=
bagilah pembilang dan penyebut
dengan FPB dari 9 dan
18 yaitu 9
=
tentukan hasil kalinya
Contoh 2:
Tentukan
ubahlah pecahan campuran
=
kalikan dengan kebalikan
dari 3 yaitu 1/3
=
kalikan pembilang dan kalikan
penyebutnya
tulislah hasil kalinya
=
Tulislah sebagai pecahan campuran
Download