Uploaded by User57541

Sejarah tari hegong

advertisement
Mengenal Tari Hegong Asli Sikka, Maumere Flores
Suku Sikka di Maumere Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang senang
bernyanyi dan menari. Banyak lagi daerah di Nusa Tenggara Timur yang lahir dari
masyarakat atau penyanyi asal Sikka, Maumere.
Di suku Sikka ini terkenal dengan salah satu tariannya, yaitu Tari Hegong. Tari
Hegong adalah salah satu tarian tradisional dari Maumere, Sikka, Nusa Tenggara
Timur (NTT).
Tarian ini biasanya dimainkan secara berkelompok oleh penari pria dan wanita
dengan berpakaian adat yang khas dan diiringi dengan musik Gong Waning.
Tari Hegong merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal dan sering
ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, penyambutan tamu penting,
kesenian daerah dan berbagai acara lainnya.
Asal Mula Tari Hegong
Tari Hegong ini merupakan salah satu tarian kebesaran masyarakat Maumere.
Sejarah tentang Tari Hegong ini masih belum diketahui secara pasti, namun
beberapa sumber mengatakan bahwa tarian ini awalnya merupakan tarian adat.
Kemudian, dikembangkan juga menjadi tarian penyambutan tamu.
1
Pertunjukan Tari Hegong
Tari Hegong ini biasanya dimainkan oleh kurang lebih 6 sampai 10 orang penari,
baik penari pria maupun wanita dan satu orang sebagai pemimpin tarian di posisi
paling depan. Dalam tarian ini, para penari dilengkapi dengan ikun, lesu, dan reng
sebagai atribut menarinya.
Ikun merupakan senjata seperti pisau yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan
ekor kuda.
Lesumerupakan sejenis sapu tangan yang digunakan sebagai pelengkap gerakan
tangan para penari. Sedangkan Reng adalah sejenis gelang kaki yang dilengkapi
dengan kelinting.
Makna dalam Pertunjukan Tari Hegong
Setiap gerakan dan babak yang ditampilkan dalam Tari Hegong ini tentu memiliki arti
atau makna tersendiri. Hal tersebut bisa kita lihat dari pertunjukannya.
Pada babak pertama dibuka dengan gerakan berirama cepat dan sentakan kaki,
menggambarkan semangat para penari.
Pada babak kedua, para penari membuat lingkaran dimana penari wanita dikelilingi
penari pria, menggambarkan jiwa kaum lelaki dalam mempertahankan dan
melindungi kaum wanita.
Pada babak ke tiga biasanya merupaka gerakan kreasi yang menggambarkan
kerjasama antara pria dan wanita. Sedangkan pada babak akhir, salah seorang
penari pria diangkat keatas menggambarkan bahwa di sedang memantau musuh
atau lawan dan penari yang dibawah menggambarkan kesiagaan mereka dalam
menghadapi serangan.
Tarian ini merupakan salah satu tarian kebesaran masyarakat Maumere, Sikka ,
Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya adalah Tari Hegong.
2
Apakah Tari Hegong itu?
Tari Hegong adalah salah satu tarian tradisional dari Maumere, Sikka, Nusa
Tenggara Timur (NTT). tarian ini biasanya dimainkan secara berkelompok oleh
penari pria dan wanita dengan berpakaian adat yang khas dan diiringi dengan musik
Gong Waning. Tari Hegong merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup
terkenal dan sering di tampilkan di berbagai acara seperti acara adat, penyambutan
tamu penting, kesenian daerah dan berbagai acara lainnya.
Asal Mula Tari Hegong
Tari Hegong ini merupakan salah satu tarian kebesaran masyarakat Maumere di
Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. sejarah tentang Tari Hegong ini masih
belum diketahui secara pasti, namun beberapa sumber mengatakan bahwa tarian ini
awalnya merupakan tarian adat dan sering ditampilkan di upacara-upacara adat
masyarakat Maumere. Selain itu tarian ini juga digunakan sebagai tarian
penyambutan tamu penting yang datang kesana.
Pertunjukan Tari Hegong
Tari Hegong ini biasanya dimainkan oleh kurang lebih 6 sampai 10 orang penari,
baik penari pria maupun wanita dan satu orang sebagai pemimpin tarian di posisi
paling depan. Dalam tarian ini, para penari dilengkapi dengan ikun, lesu, dan reng
sebagai atribut menarinya. Ikun merupakan senjata seperti pisau yang terbuat dari
kayu dan dihiasi dengan ekor kuda. Lesu merupakan sejenis sapu tangan yang
digunakan sebagai pelengkap gerakan tangan para penari. Sedangkan Reng adalah
sejenis gelang kaki yang dilengkapi dengan kelinting.
Dalam pertunjukan Tari Hegong biasanya terdapat empat babak. Pada babak
pertama, para penari wanita memasuki arena dengan diiringi musik Gong Waning,
kemudian di ikuti oleh penari pria sambil memewang parang/porong. Pada babak
tersebut para penari menari dengan irama cepat dengan gerakan Pledong wa’in
atau sentakan kaki.
Pada babak kedua, penari pria dan wanita membentuk lingkaran dimana para penari
mengelilingi penari wanita. Lalu pada babak ketiga, para penari melakukan gerakan
bebas. Biasanya dalam babak ke tiga ini merupakan gerakan kreasi yang dipadukan
dengan irama musik Gong Waning. Kemudian pada babak terakhir, para penari
3
kembali membentuk lingkaran dan sebagai penutup, salah satu penari diangkat
keatas dengan menggunakan sebatang bambu.
Makna Dalam Pertunjukan Tari Hegong
Setiap gerakan dan babak yang ditampilkan dalam Tari Hegong ini tentu memiliki arti
atau makna tersendiri. Hal tersebut bisa kita lihat dari pertunjukannya. Pada babak
pertama dibuka dengan gerakan berirama cepat dan sentakan kaki,
menggambarkan semangat para penari. pada babak kedua, para penari membuat
lingkaran dimana penari wanita dikelilingi penari pria, menggambarkan jiwa kaum
lelaki dalam mempertahankan dan melindungi kaum wanita.
Pada babak ke tiga biasanya merupaka gerakan kreasi yang menggambarkan
kerjasama antara pria dan wanita. Sedangkan pada babak akhir, salah seorang
penari pria diangkat keatas menggambarkan bahwa di sedang memantau musuh
atau lawan dan penari yang dibawah menggambarkan kesiagaan mereka dalam
menghadapi serangan.
Pengiring Tari Hegong
Dalam pertunjukan Tari Hegong ini biasanya diiringi oleh iringan musik Gong
Waning. Gong Waning ini merupakan alat musik tradisional khas masyarakat Sikka
yang terdiri dari gendang yang disebut dengan Waning, Wong dan Peli anak. Pada
instrument waning sendiri terdiri dari gendang besar dan gendang kecil disebut
Dodor. Pada instrument gong terdiri dari Gong Ina Wa’a, Gong Ina Depo, Gong
Lepe, Gong Higo Hagong, dan Gong Udong. Sedangkan peli anak sendiri
merupakan sepotong bambu yang digunakan untuk menstabilkan irama pukulan
Gong Waning. Musik Gong Waning ini bisa menghasilkan beberapa jenis irama
musik, salah satu irama yang biasa dimainkan untuk mengiringi Tari Hegong adalah
irama Badu Blabat.
Kostum Tari Hegong
Pada pertunjukan Tari Hegong ini biasanya penari menggunakan kostum pakaian
adat. Pada penari wanita menggunakan busana seperti Labu Gate, Utan dan Dong
warna-warni. Pada bagian rambut dibuat Legen dan ditambahkan Hegin untuk
memperkuat lingkaran rambut serta diberi hiasan Soking. Tidak lupa menggunakan
Gelang Gading pada pergelangan tangan mereka.
Sedangkan untuk penari pria biasanya menggunakan busana seperti Lipa Prenggi
atau Lipa Mitan dan tenun ikat khas Sikka. Selain itu pada bagian kepala
menggunakan pengikat kepala yang disebut dengan Lesu Widin Telun. Dan tidak
lupa, para penari baik pria maupun wanita dilengkapi dengan Ikun, Lesu dan Reng
sebagi perlengkapan menarinya.
Perkembangan Tari Hegong
Tari Hegong merupakan salah satu tarian kebesaran masyarkat Sikka yang masih
hidup hingga sekarang. Dalam perkembangannya, tarian ini masih terus dilestarikan
dan dikembangkan oleh masyarakat di sana. Berbagai kreasi dan variasi juga sering
4
ditambahkan di setiap pertunjukannya, baik dalam segi gerak, formasi dan musik
pengiringnya, namun tidak menginggalkan ciri khas tarian tersebut. Tarian ini juga
tidak hanya ditampilkan untuk acara adat saja, namun juga ditampilkan di berbagai
acara seperti festival budaya dan pertunjukan seni yang diadakan di tingkat daerah,
nasional, bahkan internasional.
Sekian pengenalan tentang “Tari Hegong Tarian Tradisional Dari Maumere,
Sikka, NTT. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang
kesenian tradisional di indonesia.
Demikian sejarah singkat Tari Hegong Tarian Tradisional dari Maumere Kabupaten
Sikka..Tanah Leluhur Saya......
Tuhan memberkati kita semua.........
5
Download