Uploaded by Muh. Rijal

MAKALAH KELOMPOK VIII

advertisement
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu
Wata’ala serta segala rahmat, berkah, dan hidayah-Nya sehingga kami
dapat
menyelesaikan
makalah
yang
berjudul
“BIMBINGAN
DAN
KONSELING ANAK BERBAKAT”.
Tak lupa kami hanturkan salam dan shalawat kepada Nabi besar
junjungan kita Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah
membawa kita dari alam kegelapan hingga ke alam yang terang
benderang.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
sumbernya berupa buku dan pdf telah kami jadikan sebagai referensi
guna menyusun makalah ini. Semoga informasi yang tertuangkan dalam
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam mengetahui informasi
mengenai anak berbakat. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu,
kami menerima kritik dan saran dari pembaca untuk membantu
penyempurnaan makalah ini.
Makassar, 23 April 2020
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR. .............................................................................. i
DAFTAR ISI. ........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN. ........................................................................ 1
A. Latar Belakang. ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah. ...................................................................... 2
C. Tujuan. ......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN. ......................................................................... 3
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling. ......................................... 3
B. Pentingnya Konseling Bagi Anak Berbakat. ................................. 3
C. Model dan Strategi Konseling. ..................................................... 4
D. Program dan Teknik Bimbingan Bagi Siswa Berbakat. ................ 6
BAB III PENUTUP. ................................................................................. 9
A. KESIMPULAN. ............................................................................. 9
B. SARAN. ........................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA. ............................................................................ 10
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak berbakat di Indonesia jumlahnya sangatlah banyak,
bahkan hampir sama banyaknya dengan jumlah total siswa SD
negaranegara kecil di dunia. Secara statistik jumlah anak berbakat
akademik (ABA) sangatlah besar di Indonesia.Di antara mereka
ada yang telah berhasil mewujudkan potensinya, sehingga dapat
berprestasi optimal,
namun sebagian besar di antara mereka
cenderung belum berprestasi optimal. Hal ini ditunjukkan dengan
penampilan sejumlah anak SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa di
antara sejumlah PT dengan prestasi secara menakjubkan yang
tidak hanya pada tingkat nasional, melainkan juga tingkat
internasional. Jika dihitung, maka jumlah anak yang berprestasi
masih jauh dari angka yang seharusnya. Kekurangberhasilan itu,
tidak hanya disebabkan oleh persoalan kompleks yang dihadapi
bangsa Indonesia, melainkan sistem pendidikan yang diterapkan
belum banyak memberikan fasilitasi bagi perkembangan anak
berbakat.
Hingga
kini
berbagai
upaya
telah
dilakukan
dalam
membangun keunggulan, di antaranya melakukan reformasi hukum
di
bidang
pendidikan,
manajemen
pendidikan,
proses
pembelajaran, kurikulum, dan sistem evaluasi. Namun pada
kenyataannya semua upaya reformasi di bidang pendidikan belum
menampakkan hasil yang menggembirakan. Salah satunya adalah
kinerja Bimbingan dan Konseling (BK) belum mampu menampilkan
prestasi
yang
membanggakan
1
terutama
dalam
memberikan
pelayanan bagi anak berbakat akademik. Anak berbakat akademik
tidak hanya membutuhkan layanan BK tidak hanya untuk
pengembangan potensinya, melainkan juga untuk mengatasi
persoalan yang dimilikinya.
Berdasarkan pengalaman negara-negara maju, termasuk
Amerika Serikat, layanan bimbingan dan konseling (BK) merupakan
suatu
jantung
menunjukkan
proses
pendidikan
kontribusinya
dalam
yang
ternyata
mengakselerasi
mampu
kemajuan
pendidikan, yang pada gilirannya mampu membangun keunggulan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Bimbingan dan Konseling ?
2. Apa saja pentingnya konseling bagi Anak Berbakat ?
3. Bagaimana model dan strategi Konseling?
4. Bagaimana Program dan Teknik Bimbingan bagi siswa
Berbakat?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Bimbingan dan Konseling
2. Untuk mengetahui pentingnya Konseling bagi Anak Berbakat
3. Untuk mengetahui model dan strategi Konseling
4. Untuk mengetahui program dan teknik Bimbingan bagi siswa
Berbakat.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa bimbingan dan
konseling di sekolah adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik,
baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan
berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan
sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir, melalui berbagai jenis
layanan dan kegiatan pendukung,
berdasarkan norma-norma yang
berlaku.
Pelayanan bimbingan dan konseling memfasilitasi pengembangan
peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai
dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi,
serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan bimbingan dan
konseling ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan
serta masalah yang dihadapi peserta didik
B. Pentingnya Konseling Bagi Anak Berbakat
Banyak karakteristik yang dimiliki anak berbakat. Namun, beberapa
karakteristik anak yang menyangkut sensitivitas yang tinggi, idealis,
dorongan yang tinggi untuk unggul, dan rasa keadilan yang sangat
tinggi sungguh berkonsekuensi terhadap sejumlah masalah. Silverman
(Van Tassel-Baska, 2001) mengemukakan sejumlah masalah, di
antaranya:
(1) kebingungan
tentang makna
keberbakatan; (2)
perasaan akan perbedaan; (3) perasaan akan ketidaktepatan; (4) kritik
terhadap diri sendiri; (5) tingkat konflik internal yang meningkat; (6)
kurangnya pemahaman diri dari orang lain; (7) harapan dari orang lain
yang tidak realistik; dan (8) hostility orang lain terhadap kemampuan
3
anak
berbakat.
Persoalan-persoalan
inilah
yang
menyebabkan
pentingnya program konseling di sekolah. Di samping itu, berdasarkan
potensi yang dimiliki anak berbakat, maka untuk perkembangan anak
secara optimal sangat diperlukan fasilitasi dan bimbingan orang
dewasa lainnya yang secara profesional yang dapat diwujudkan
melalui layanan konseling.
Perlunya konseling bagi ABA juga diperkuat oleh Silverman (1993)
melalui pendapatnya bahwa konseling sangat diperlukan untuk
membantu
anak
berbakat
akademik
dalam
mengatasi
sikap
masyarakat, di samping membantu mereka untuk mencari jalan keluar
terhadap
sistem
pendidikan
yang
tidak
dirancang
untuk
mengoptimalkan kemajuannya. Dengan demikian, konselor diharapkan
mampu memberikan bantuan emosional bagi ABA dan guru, bahkan
orang tuanya untuk melakukan modifikasi kurikuler dan strategi
layanan konseling sehingga sesuai dengan potensi dan kebutuhan
ABA.
C. Model dan Strategi Konseling
Piirto (1994), Colangelo (2002), dan Milgram (1991) mengemukan
bahwa secara umum model dan strategi konseling bagi ABA dapat
dijelaskan sebagai berikut.
1. Konseling Terapetik
Konseling
terapetik
dimaksudkan
untuk
memberikan
perlakuan terhadap persoalan yang dihadapi oleh ABA, baik itu
berkenaan dengan persoalan sosial-pribadi, akademik, maupun
karier. Adapun strategi yang sering menunjukkan efektivitas
yang tinggi bagi penyelesaian persoalan ABA, di antaranya:
pengelompokan dengan teman sebaya, menstrukturkan sistem,
pembuatan jejaring, konseling/diskusi kelompok, terapi pustaka,
pemberian model tokoh keagamaan, mentorship, pemagangan,
4
konseling sebaya, konseling keluarga, konseling individual, dan
kelompok pendukung.
2. Konseling Preventif
Konseling
preventif
dimaksudkan
untuk
memberikan
perlakuan terhadap ABA dengan berorientasi pada pencegahan
akan terjadinya persoalan yang akan muncul di kemudian hari.
Adapun strategi yang sering dijadikan pilihan, di antaranya:
perencanaan akademik yang sesuai, mencegah perkembangan
kelainan prilaku, mencegah underachievement, mencegah
konflik
sosial/
akademik,
menaruh
perhatian
terhadap
kebutuhan afektif terhadap populasi khusus, perencanaan karir,
dan menghindari dampak terhadap keluarga.
3. Konseling Perkembangan
Konseling perkembangan dimaksudkan untuk memberikan
layanan konseling yang berorientasi pada dukungan terhadap
pemenuhan kebutuhan ABA untuk tumbuh dan berkembang
secara optimal sesuai dengan potensi dan kondisinya. Adapun
strategi yang dilakukan di antaranya: memahami kekuatan dan
kelemahan,
penerimaan
diri
dan
pengakuan
terhadap
keterbatasan ABA, komitmen untuk memelihara kemampuan
ABA, pengembangan internal locus of control, penerimaan
kesalahan
sebagai
mengatasi
konflik,
pengalaman
keterampilan
belajar,
keterampilan
pemecahan
masalah,
kesadaran, pemahaman dan penerimaan terhadap orang lain,
keterampilan berkomunikasi, keterampilan kepemimpinan dan
pembuatan
keputusan,
pengetahuan
tentang
teknik
pengurangan stress, dan kemampuan memandang dirinya
sendiri dan kejadian dengan humor.
Pilihan
model
konseling
sangatlah
tergantung
pada
kepentingan konseling, apakah konseling dimaksudkan untuk
melakukan
pencegahan,
5
melakukan
penanganan
dan
penyelesaian,
atau
melakukan
pengembangan.
Artinya,
kehadiran konseling bagi ABA sangat dinantikan pada saat
kapan pun, sehingga tidak ada hari bagi ABA tanpa kebutuhan
konseling karena layanan konseling diperlukan oleh siapa pun
dan dalam kondisi apa pun.
D. Program dan Teknik Bimbingan bagi siswa Berbakat
1. Program Bimbingan
a. Pengayaan (Enrichment)
Enrichment merupakan bimbingan bagi siswa dengan
jalan menyediakan kesempatan serta fasilitas belajar
tambahan yang bersifat vertikal (pendalaman) dan
horizontal (perluasan) setelah siswa menyelesaikan
semua tugas yang diprogramkan terhadap siswa pada
umumnya termasuk siswa yang bersangkutan. Bentuk
tugas ini dapat dilakukan dengan pemberian tugas
mencari
materi
di
perpustakaan,
belajar
mandiri
(independent study), proyek penelitian, studi kasus, dan
sebagainya.
b. Percepatan (Acceleration)
Pembinaan
siswa
berbakat
dilakukan
dengan
memperbolehkan siswa naik kelas secara melompat atau
menyelesaikan program reguler dalam jangka waktu
yang lebih cepat. Bentuk percepatan seperti masuk kelas
lebih awal, naik kelas sebelum waktunya, mempercepat
pelajaran, dan sebagainya.
c. Pengelompokan khusus (Segregation)
Program Segregation ini dapat dilakukan secara
penuh atau
terlebih
sebagian. Kegiatan ini dilakukan dengan
dahulu
mengumpulkan
siswa-siswa
yang
mempunyai kemampuan luarbiasa (cerdas dan berbakat)
6
dan diberi kesempatan untuk secara khusus memperoleh
pengalaman belajar yang sesuai dengan potensinya.
Pelaksanaannya dapat diselenggarakan seminggu sekali
atau tiap hari dalam satu semester penuh. Bentuk
Segregation antara lain; homogeneus grouping, cluster
grouping, subgrouping dan cross grouping.
2. Teknik Bimbingan Bagi Siswa Berbakat
Program
Layanan
Bimbingan
dan
Konseling
yang
dikembangkan bagi siswa cerdas dan berbakat mengacu pada
keadaan
individu
sebagai
manusia
seutuhnya
sehingga
menyentuh semua dimensi perkembangan pribadinya. Teknik
untuk menangani siswa tersebut mengarah pada unsur-unsur
yang berhubungan dengan:
a. Pengembangan ranah kognitif/intelektual
Guru
pada
pengembangan
ini
diharapkan
menyediakan rentangan pengalaman belajar yang luas
serta
dapat
diakselerasikan
dan
mengakselerasi
perkembangan kognitif siswa berbakat.
b. Pengembangan ranah afektif
Pembimbing diharapkan
memahami pikiran
dan
harapan anak berbakat dengan sikap terbuka, serta
membantu anak memahami pikiran dan harapan yang
ada pada dirinya dana kemungkinan pemenuhannya di
dalam kehidupan berkelompok.
c. Pengembangan ranah fisik
Pembimbing diharapkan memberikan layanan yang
dapat memberikan kemungkinan siswa memperoleh
pengalaman memadukan pola perkembangan berfikir
dengan perkembangan fisik.
7
d. Pengembangan ranah intuitif
Fungsi intuitif merupakan fungsi yang terlibat di
dalam pemunculan wawasan dan tindakan yang kreatif.
Mengingat fungsinya yang demikian itu, maka layanan
bagi siswa berbakat perlu mempedulikan pengembangan
pengalaman yang mendorong individu untuk berimajinasi
dan berkreasi.
e. Pengembangan ranah masyarakat
Pemberian
membantu
layanan
siswa
dapat
dilakukan
memperoleh
dengan
pengalaman
mengembangkan diri menjadi anggota kelompok, serta
mampu
berpartisipasi
dalam
proses
kelompok,
memperluas perasaan keanggotaan kelompok menjadi
anggota
identifikasi
keanggotaan
diri
dari
masyarakat,
masyarakat
memperluas
terbatas
kearah
identifikasi terhadap masyarakat luas. Pelaksanaannya
dapat dilakukan dengan merancang kegiatan-kegiatan
kelompok khusus.
8
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari materi yang telah dipaparkan, kesimpulan yang dapat
diambil dalam materi ini, bimbingan dan konseling di sekolah
adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara
perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang
secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial,
bimbingan belajar, dan bimbingan karir, melalui berbagai jenis
layanan dan kegiatan pendukung,
berdasarkan norma-norma
yang berlaku.
Dari
permasalahan-permasalahan
yang
dialami
anak
berbakat, maka diperlukan bimbingan konseling agar mampu
memberikan bantuan emosional bagi ABA dan guru, bahkan
orang tuanya untuk melakukan modifikasi kurikuler dan strategi
layanan
konseling sehingga
sesuai
dengan
potensi
dan
kebutuhan ABA.
B. SARAN
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
agar menambah wawasan terhadap Bimbingan dan Konseling
pada anak berbakat. Tentunya dalam isi makalah ini masih
terdapat
banyak
kekurangan
karena
terbatasnya
ilmu
pengetahuan dan sumber referensi terpercaya, untuk itu kami
meminta kritik dan saran dari pembaca.
9
DAFTAR PUSTAKA
Wahab,
Rochmat.
2010.
KONSELING
BAGI
ANAK
BERBAKAT
AKADEMIK, FIP Universitas Negeri Yogyakarta.
Wicaksono, L. 2016. Bimbingan Konseling Bagi Siswa Cerdas dan
Berbakat. . JPP. 1 (1).30-35.
10
Download