Uploaded by User51641

Kel1-alkb6B

advertisement
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BISNIS
BAB 1
PELAPORAN KEUANGAN
OLEH:
NAMA :
BOBY PRATAMA SIHOMBING ( 1715100343)
DEDY IRWANSYAH (1715100489)
KELAS:
REGULER I 6B/PAGI 08:00(SENIN)
FAKULTAS SOSIAL SAINS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCABUDI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
MEDAN 2020
1. Sebutkan siapa saja para pengguna informasi akuntansi dan Uraikanlah
kegunaan informasi yang dibutuhkan nya!
pengguna informasi akuntansi secara umum akuntansi dapat didefinisikan sebagai sebuah
sistem informasi yang memberikan laporan kepada para pengguna informasi akuntansi atau
kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan atau stakeholders terhadap hasil kinerja dan
kondisi keuangan perusahaan.
informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan sangat
berbeda-beda atau bervariasi tergantung pada jenis keputusan yang hendak diambil para
pengguna informasi akuntansi ini dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu pemakai
internal atau internal users dan pemakai eksternal atau external users
Yang termasuk dalam kategori pemakai internal antara lain:
Direktur dan Manager Keuangan
Untuk menentukan mampu tidaknya perusahaan dalam melunasi hutangnya secara tepat
waktu kepada kreditor bankir supplier maka mereka membutuhkan informasi akuntansi
mengenai besarnya uang kas yang tersedia di perusahaan pada saat menjelang jatuh tempo
pinjaman atau utang
Direktur operasional dan manajer pemasaran
untuk menentukan efektif tidaknya saluran distribusi produk maupun aktivitas pemasaran
yang telah dilakukan perusahaan maka mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai
besarnya penjualan atau tren penjualan
Manajer dan supervisor produksi
mereka membutuhkan informasi akuntansi biaya untuk menentukan besarnya harga pokok
produksi yang pada akhirnya juga sebagai dasar untuk menetapkan harga jual produk per
menit.
Sedangkan yang termasuk dalam kategori pemakai eksternal antara lain:
Investor atau (penanam modal)
menggunakan informasi akuntansi investasi atau penerima modal untuk mengambil
keputusan dalam hal membeli atau melepas saham investasinya dalam hal ini investor perlu
secara cermat dan hati-hati dalam menanggapi setiap perkembangan kondisi kesehatan
keuangan investee. Investor sebagai pihak luar dari investasi dapat menilai prospek terhadap
dana yang akan telah diinvestasikan nya lewat laporan keuangan investee, Apakah
menguntungkan profitable atau tidak
Kreditor
seperti supplier dan bankir menggunakan informasi akuntansi debitur untuk mengevaluasi
besarnya tingkat risiko dari pemberian kredit atau pinjaman uang dalam hal ini kreditor dapat
memperkecil risiko dengan cara mencari tahu seberapa besar tingkat bonafiditas dan
likuiditas debitur lewat laporan keuangan debitur bersangkutan
Pemerintah
berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan wajib pajak dalam hal perhitungan
dan penetapan besarnya pajak penghasilan yang harus di setor ke kas negara
Badan Pengawas Pasar Modal
mewajibkan publik corporation atau emiten untuk melampirkan laporan keuangan secara
rutin kepada BAPEPAM dalam hal ini pihak BAPEPAM sangat berkepentingan dalam
terhadap kinerja keuangan emiten dengan tujuan untuk melindungi Para investor
Ekonom Praktisi dan Analis
menggunakan informasi akuntansi untuk memprediksi situasi perekonomian menentukan
besarnya tingkat inflasi pertumbuhan pendapatan nasional dan lain sebagainya.
2. Jelaskan mengenai laporan keuangan beserta tujuannya!
Laporan keuangan atau (financial statement) merupakan produk akhir dari serangkaian
proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis .
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat
digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan kata lain laporan keuangan ini berfungsi
sebagai alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan kinerja
perusahaan.
urutan laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya adalah sebagai berikut:
1. Laporan laba rugi atau (Income statement)
merupakan laporan yang sistematis tentang pendapatan dan beban perusahaan untuk satu
periode waktu tertentu.
2. Laporan ekuitas pemilik atau (Statement of owner’s equity)
adalah sebuah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik suatu
perusahaan untuk satu periode waktu tertentu laporan ini dinamakan sebagai laporan
perubahan modal.
3. Neraca atau (Balance Sheet)
adalah sebuah laporan yang sistematis tentang posisi aset kewajiban dan ekuitas perusahaan
per tanggal tertentu.
4. Laporan Arus Kas atau (Statement of cash Flows)
adalah Laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar secara terperinci
dari masing-masing aktivitas yaitu mulai dari aktivitas operasi aktivitas investasi sampai pada
aktivitas pendanaan atau pembiayaan untuk satu periode waktu tertentu.
Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan posisi keuangan hasil usaha dan
perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi
yang berlaku umum.
Sedangkan tujuan umum laporan keuangan adalah:
1. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber daya ekonomi dan
kewajiban perusahaan dengan tujuan:
A. Menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.
B. Menunjukkan posisi keuangan dan investasi perusahaan
C. Menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya
D. Kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
2. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang
berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba dengan tujuan:
A. Memberikan gambaran tentang jumlah dividen yang diharapkan pemegang saham.
B. Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada kreditor
supplier pegawai pemerintah dan kemampuannya dalam mengumpulkan dana untuk
kepentingan ekspansi perusahaan.
C. Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi
perencanaan dan pengendalian.
D. Menunjukkan Tingkat kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba jangka panjang
3. Memungkinkan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
4. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan aset dan
kewajiban
5. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan oleh perusahaan
pemakai laporan .
3. Jelaskan mengenai peran penting Kerangka kerja konseptual akuntansi!
Kerangka kerja konseptual akuntansi tidak hanya membantu profesi akuntansi dalam
memahami praktek-praktek yang ada tetapi juga memberikan arahan atau pedoman untuk
menangani praktek-praktek akuntansi di masa yang akan datang.
Kerangka kerja konseptual memberikan Dasar atau landasan yang konsisten dan
memadai bagi para penyusun standar akuntansi menyusun laporan keuangan pengguna
laporan keuangan dan pihak-pihak lainnya yang turut terlibat dalam proses pelaporan
keuangan.
Kerangka kerja konseptual memang tidak akan dapat memecahkan seluruh problem akuntansi
tetapi jika digunakan secara konsisten maka Kerangka kerja ini seharusnya dapat membantu
memperbaiki pelaporan keuangan.
Banyak pihak meyakini bahwa kontribusi nyata pembuat standar akuntansi sangat
bergantung pada kualitas dan utilitas dari Kerangka kerja konseptual .Kerangka kerja
konseptual yang bermutu ini akan memungkinkan pembuat standar untuk menerbitkan
standar-standar yang lebih berguna, dapat diterapkan, dan konsisten dari waktu ke waktu.
Kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan
keuangan atas pelaporan keuangan, dan akan meningkatkan komparabilitas antar laporan
keuangan perusahaan .
4.Apa saja karakteristik kualitatif dan informasi akuntansi yang sangat
berguna?
Dalam memilih diantara berbagai alternatif akuntansi keuangan dan pelaporan yang ada
Kerangka kerja konseptual akuntansi telah mengidentifikasi beberapa karakteristik kualitatif
dan informasi akuntansi yang berguna karakteristik kualitatif tersebut adalah:
1. Dapat dipahami,
2. Relevansi,
3.
Reliabilitas,
4.
Komparabilitas dan,
5.
Konsistensi,
5. Sebutkan unsur-unsur laporan keuangan beserta definisinya
Berikut adalah definisi dari masing-masing 10 unsur laporan keuangan sebagaimana
yang telah dirumuskan oleh badan pembuat standar akuntansi yaitu adalah:
1. Aktiva atau Aset
Aktiva atau aset adalah sumber dari daya ekonomi yang di miliki oleh perusahaan, yang
timbul dari suatu peristiwa masa lampau dan akan mmemeberikan manfaat di waktu yang
akan datang. Di dalam neraca ini sebagian besar dari aktiva perusahaan akan disusun secara
urut dan berdasarkan tingkat kelancarannya (likuiditas), tetapi untuk aktiva tetap akan
disusun secara berurutan dengan berdasarkan tingkat kekekalannya. Kelancaran (likuiditas)
adalah kecepatan dari putaran aktiva yang habis di gunakan atau dirubah menjadi kas,
sehingga semakin cepat perubahan menjadi kas atau sudah habis dipakai maka aktiva ini akan
dikatakan semakin lancar.
2. Kewajiban
Kewajiban adalah sebuah hutang yang di miliki oleh perusahaan pada saat ini dan timbul dari
peristiwa lampau perusahaan dan hutang akan di bayar oleh perusahaan di masa yang akan
datang dengan menggunakan sumber daya ekonomi yang tersedia. Kewajiban ini sering
disebut hutang oleh perusahaan. Penyajian kewajiban di dalam neraca ini juga akan diatur
secara berurutan dari yang paling dekat dengan jatuh tempo atau tanggal bayar.
3. Ekuitas
Ekuitas adalah hak residual atau sisa dari aktiva perusahaan setelah dikurangi oleh semua
kewajiban yang ada. Sehingga bisa dirumuskan sebagai berikut.
AKTIVA – KEWAJIBAN = EKUITAS
4. Investasi oleh pemilik
Adalah kenaikan ekuitas atau (aset bersih) entitas yang dihasilkan dari penyerahan sesuatu
yang bernilai oleh entitas lain untuk memperoleh atau meningkatkan bagian kepemilikannya
aset adalah bentuk yang paling umum diterima sebagai investasi oleh pemilik.
5. Distribusi kepada pemilik
Adalah penurunan ekuitas atau (aset bersih) entitas yang disebabkan oleh penyerahan aset
atau terjadinya kewajiban entitas kepada pemilik distribusi kepada pemilik ini akan
menurunkan bagian kepemilikan atau modal (entitas).
6. Laba Komprehensif
Adalah perubahan dalam ekuitas entitas sepanjang suatu periode sebagai akibat dari transaksi
dari dan serta keadaan-keadaan lainnya yang bukan bersumber dari pemilik ini meliputi
seluruh perubahan dalam ekuitas yang terjadi sepanjang suatu periode tidak termasuk
perubahan yang diakibatkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik.
7. Pendapatan
Adalah kenaikan dari manfaat ekonomis yang berasal dari kegiatan operasional sebuah
perusahaan. Kegiatan operasional utama perusahaan adalah kegiatan – kegiatan perusahaan
yang di fokuskan oleh perusahaan. Contoh : Pada perusahaan dagang maka kegiatan yang
wajib dilakukan adalah jual beri barang dagang jadi pendapatan perusahaan bisa di hasilkan
dari penjualan barang dan bukan dari penjualan aktiva tetap yang ada. Dan pendapatan nya
adalah penjualan barang dagang.
8. Beban
Adalah pengorbanan dari sumber daya ekonomis yang menghasilkan, dalam laporan
keuangan beban merupakan faktir yang akan mengurangi penghasilan. Contoh nya : gaji,
beban penyusutan gedung, dan lain-lain.
9. Keuntungan
Adalah manfaat dari ekonomis yang mungkin terjadi atau tidak terjadi di dalam pelaksanaan
aktivitas pada perusahaan. Contoh nya yaitu keuntungan dari penjualan aktiva tetap,
penjualan aktiva ini tidak terjadi di setiap periode, dan juga tidak setiap penjualan ativa tetap
pada perusahaan yang akan mendapatkan laba. Kegiatan utama yang di lakukan oleh
perusahaan bukan jual beli aktiva tetap tetapi laba dari penjualan aktiva tetap ini akan
dimasukkan ke dalam kategori keuntungan.
10. Kerugian
Adalah menyusutnya manfaat ekonomis yang mungkin terjadi atau tidak terjadi dalam
pelaksaan aktivitas di perusahaan. Contoh : kebakaran, bencana alam, banjir, dan lain
sebagainya.
6. Jelaskan mengenai kriteria untuk pengakuan pengukuran dan pelaporan
transaksi bisnis!
Pengakuan Dan Pengukuran Laporan Keuangan:
Laporan keuangan adalah alat utama penyimpanan informasi keuangan suatu entitas kepada
pihak luar. Informasi dalam laporan keuangan dapat dilengkapi catatan kaki, informasi
tambahan, alat lain pelaporan keuangan.
Pengakuan adalah proses yang secara formal menyertakan suatu item ke dalam laporan
keuangan suatu entitas sebagai aktiva, utang, pendapatan, biaya, dan yang lain.
Terdapat beberapa kriteria pengakuan :
• Definisi : pemenuhan definisi sebagai suatu elelmen laporan keuangan.
• Dapat diukur : mempunyai suatu atribut relevan yang dapat diukur dengan reliabilitas yang
memadai.
• Relevan : mampu membuat suatu perbedaan dalam pembuatan keputusan pemakai.
• Reliabilitas : informasi tersebut menyajikan yang seharusnya, dapat dibuktikan, dan netral.
Keempat kriteria diatas harus dipertimbangkan dalam konteks karakteristik kualitatif
informasi yaitu memenuhi batas atas ( benefit > kos ) dan batas bawah (materialitas). Karena
pengakuan sangat penting dalam penentuan laba, pos-pos yang biasanya dikenai krteria
pengakuan adalah pos-pos pembentuk statement laba-rugi dan laba komprehensif terutama
pendapatan dan untung serta biaya dan rugi.
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap
unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi.
Atribut pengukuran suatu element adalah dasar pengukuran (jumlah rupiah) yang harus
dilekatkan pada suatu elemen/pos untuk mempresentasikan secara tepat atribut yang ingin
diungkapkan dari element tersebut dalam pelaporan keuangan. Misalnya, tujuan pelaporan
pos mesin adlah untuk menunjukkan sisa potensi jasa mesin ( bukan harga jual mesin ). Sisa
potensi jasa merupakan atribut mesin yang ingin disampaikan sehingga atribut pengukuran
yang relevan adalah kos historis. Adapun atribut pengukuran yang sekrang diterapkan dan
masih dapat dilanjutkan penggunaannya yaitu ( SFAC No. 5,prg 67 ).
Ada 5 dasar pengukuran yang digunakan antara lain :
• Kos historis atau perolehan kas historis ( Historical cost ) :pencatatan yang dillakukan pada
saat terjadinya transaksi, biasanya diterapka untuk aktiva tetap, peralatan dan sebagian besar
persedian. Aktiva dicatat sebesar nilai wajar yang dibayarkan untuk memperoleh aktiva
tersebut pada saat perolehan, kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima.
• Kos sekarang ( Current cost ) : biaya yang sekarang terjadi, missal persedian barang.
• Nilai pasar sekarang ( Current market value ) : diterapkan pada investasi dan utang obligasi.
Apabila harga pasar lebih besar daripada nilai nominal, maka yang digunakan sebagai dasar
perhitungan adalah harga pasar.
• Nilai terealisasi ( net realizable value ) : nilai kas yang diharapkan bisa terealissasi, missal
piutang dagang dan persediaan.
• Nilai sekarang atau diskonan aliran kas masa datang ( present or discounted value of future
cash flows ) : aliran kas dimana yang akan datang, missal piutang angsuran dan utang jangka
panjang.
Pengukuran diatas bersifat umum atau luas tidak dibatasi untuk pengukuran pada saat suatu
obyek terjadi (diperoleh) atau pada saat suatu obyek dilaporkan. Pengukuran suatu elemen
untuk dilaporkan pada tanggal statement keuangan sering disebut penilaian sedangkan istilah
pengukuran sering dibatasi penggunaannya untuk menentukan jumlah rupiah pada saat
terjadinya suatu obyek. Pengukuran atau penilaian merupakan bagian penting dalam rerangka
konseptual karena keterukuran merupakan salah satu kriteria untuk menyajikan suatu pos
melalui statemen keuangan.
Pada saat pengukuran terdapat dua jenis yaitu
• Pengukuran saat pengakuan mula – mula adalah pengukuran pada saat suatu elemen atau
pos timbul dan dicatat pertama kali akibat transaksi, kejadian, atau keadaan. Contoh
penentuan dan pencatatan jumlah rupiah yang melekat pada suatu mesin pada saat diperoleh.
• Pengukuran baru-mulai adalah pengukuran dalam periode-periode setelah pengakuan mulamula untuk menentukan jumlah rupiah bawaan baru yang tidak nerkaitan dengan jumlah
rupiah sebelumnya (missal kos historis atau atribut pengukuran lain yang telah tercatat dalam
system akuntansi). Penentuan basis dan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada element
statemen keuangan pada tanggal neraca dapat melibatkan pengukuran baru-mulai.
7. Jelaskan asumsi dasar yang melandasi proses penyusunan laporan
keuangan!
Apa saja asumsi dasar akuntansi keuangan ? Apa asumsi dalam akuntansi ? Apa asumsi dasar
laporan keuangan dan contohnya ?
Asumsi Dasar Akuntansi Menurut PSAK
Apa yang dimaksud asumsi dasar dalam akuntansi ? Asumsi dasar adalah acuan atau
ketetapan yang menjadi landasan dalam membuat laporan keuangan. 4 asumsi dasar yang
melandasi struktur akuntansi keuangan / asumsi dasar akuntansi menurut sak adalah sebagai
berikut :
1. Asumsi Unit Moneter ( Monetary Unit Assumption)
Data transaksi yang akan dilaporkan dalam catatan akuntansi harus dapat dinyatakan dalam
satuan mata uang atau unit moneter asumsi ini memungkinkan akuntansi untuk
mengkuantifikasi atau mengukur setiap transaksi bisnis atau peristiwa ekonomi kedalam nilai
uang dalam hal ini uang dianggap sebagai Denominator umum dari aktivitas ekonomi dan
merupakan dasar yang tepat bagi kepentingan pengukuran dan analisis akuntansi.
Data kuantitatif atau data yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan mata uang akan
berguna dalam mengkomunikasikan informasi ekonomi dan membuat keputusan ekonomi
yang rasional contoh data transaksi yang tidak dapat dinyatakan dalam satuan mata uang
adalah banyaknya jumlah karyawan tingkat kepuasan pelanggan tingkat kepuasan pekerja
jumlah karyawan yang berhenti dan sebagainya.
Asumsi unit moneter juga terkait langsung dengan penerapan konsep biaya historis atau
historical cost konsep konsep biaya historis digunakan sebagai dasar dalam penyusunan
laporan keuangan di mana aset yang dibeli pada umumnya akan dicatat sebesar harga
perolehannya.
2. Asumsi Entitas Ekonomi ( Economic Entity Assumption)
Menyatakan bahwa kegiatan badan usaha teripisahkan dari pemilik. Dengan kata lain,
menurut asumsi ini unit usaha adalah sebuah entitas yang berbeda dari pemilik. Sebagai
contoh, dalam kasus kepemilikan cv, hukum tidak membeda-bedakan antara perusahaan
kepemilikan dan pemilik dalam hal ketidakmampuan perusahaan untuk membayar utangnya.
Oleh karena itu, dalam situasi ini, untuk memenuhi defisit, hukum mengharuskan pemilik
untuk membayar utang perusahaan dari / aset pribadinya. Akan tetapi, kedua hal ini tetap
diperlakukan sebagai entitas yang terpisah, dalam pencatatan transaksi bisnis
dan
penyusunan laporan keuangan.
Asumsi ini memungkinkan akuntan untuk membedakan antara transaksi bisnis dan dengan
orang pemiliknya. Akibatnya, modal yang setor dalam bisnis dan penarikan modal dari bisnis
oleh pemilik juga akan dicatat dalam cara yang sama dengan transaksi dengan entitas lain.
Misalnya, jika pemilik membawa uang tunai atau aset lainnya, maka akan mengakibatkan
kenaikan aset dari bisnis dan modal perusahaan. Modal ini merupakan kewajiban perusahaan
kepada pemilik. Penarikan modal pemilik dibayar oleh aset perusahaan dicatat sebagai
penarikan dari bisnis. Ini berarti laporan laba-rugi akan menunjukkan pendapatan dan biaya
yang berhubungan dengan hanya badan usaha. Akibatnya, neraca akan menunjukkan aset dan
kewajiban satu-satunya badan usaha. Asumsi ini diikuti semua organisasi terlepas dari
bentuk, yaitu, kepemilikan tunggal, kemitraan, koperasi, atau perusahaan.
3. Asumsi Periode Akuntansi ( Accounting Period Assumption)
Asumsi ini mensyaratkan bahwa perbedaan dibuat antara pengeluaran yang terjadi dan
dikonsumsi pada periode bersangkutan, dan pengeluaran yang akan dilakukan untuk masa
yang akan datang. The cut off period untuk melaporkan hasil keuangan biasanya dua belas
bulan. Hal yang sama berlaku untuk tujuan pajak. Namun, dalam beberapa kasus periode
akuntansi mungkin lebih atau kurang dari 12 bulan tergantung pada kebutuhan perusahaan
bisnis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat menyusun laporan keuangan untuk jangka
waktu lebih atau kurang dari satu tahun. Saat ini, laporan interim yang diterbitkan oleh
perusahaan, meskipun un-audit, tetap dapat diandalkan. Informasi tersebut dianggap lebih
relevan bagi para pengambil kebijakan karena ketepatan waktu dan kepastian informasi.
Asumsi ini menunda biaya yang tidak terkait dengan pendapatan periode berjalan. Asumsi
kontinuitas memungkinkan penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada akun laba
rugi dan menunjukkan aset dalam neraca sebesar nilai buku (biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan). Pengukuran pendapatan dilakukan atas dasar asumsi kelangsungan
dimana biaya belum berakhir dibawa ke periode berikutnya sebagai aset dan tidak
dibebankan pada tahun berjalan. Dalam kasus tersebut, di mana, dipastikan bahwa bisnis
akan dilikuidasi dalam waktu dekat, sumber daya dapat dilaporkan berdasarkan nilai realisasi
saat ini (atau nilai likuidasi). Juga, dalam kasus seperti itu, fakta ini perlu jelas dilaporkan
dalam laporan keuangan.
4. Asumsi Kesiambungan Usaha (Going Concern Assumption)
Laporan keuangan disusun dengan asumsi bahwa bisnis akan memiliki usia yang tidak
terbatas kecuali ada bukti sebaliknya. Bisnis ini disebut 'going concern' sehingga menyiratkan
bahwa ia akan tetap beroperasi di masa mendatang kecuali untuk dilikuidasi dalam waktu
dekat. Karena, asumsi ini percaya kelangsungan bisnis selama periode tertentu, juga dikenal
sebagai asumsi kontinuitas. Asumsi kelangsungan memfasilitasi bahwa perbedaan yang
dibuat antara:

Aktiva tetap dan aktiva lancar,

Jangka pendek dan kewajiban jangka panjang, dan

Modal dan pengeluaran serta pendapatan.
8. Uraikan mengenai prinsip dasar akuntansi!.
Ada 5 prinsip dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi, yakni:
1. Prinsip Biaya Historis (Objektivitas)
GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan
berdasarkan harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis. Prinsip ini
menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva. utang, modal, dan biaya.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari
penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode
tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas
atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
3. Prinsip Satuan Moneter
Maksudnya adalah, segala bentuk pencatatan transaksi harus dinyatakan dalam bentuk
yang bisa diukur. Misalnya, mata uang rupiah.
4. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle).
Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang
lengkap dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan
dari transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening
tertentu, tidaklah mungkin untuk memasukkan semua informasi-informasi yang ke dalam
laporan keuangan.
5. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode
dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara
konsisten dari tahun ke tahun. Sehingga bila terdapat perbedaan antara suatu pos dalam dua
periode, dapat segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode
yang berbeda.
9. Jelaskan bagaimana persepsi manajemen turut mempengaruhi proses
pelaporan keuangan.!
pengaruh persepsi manajemen terhadap pelaporan keuangan yaitu proses pelaporan
keuangan berhubungan langsung dengan orang-orang yang terlibat didalamnya. Pemilihan
atas metode dan standar akuntansi yang akan digunakan sebagai basis pelaporan dipengaruhi
oleh persepsi pihak pembawa pembuat laporan keuangan.
persepsi pihak manajemen sebagai pihak yang menyusun laporan keuangan sangat
mempengaruhi proses penyusunan dan pelaporan informasi keuangan itu sendiri persepsi
pihak manajemen biasanya akan tercermin dalam keputusan keputusan yang diambil terkait
dengan proses pelaporan keuangan yang akan dilatarbelakangi oleh:
1) Pemahaman pihak manajemen mengenai standar dan metode akuntansi yang digunakan
dan
2) Pengaruh lingkungan di mana manajemen berada
10.Uraikan mengenai praktik manipulasi akuntansi.!
Manipulasi akuntansi adalah tindakan yang dilakukan manajemen yang menyesatkan
investor mengenai kinerja keuangan atau kesehatan ekonomi perusahaannya akibatnya
investor sering tertipu dengan percaya bahwa laba perusahaan tampak lebih kuat arus kasnya
lebih sehat dan posisi neracanya lebih aman padahal tidaklah demikian.
Beberapa tindakan yang menyesatkan investor ini dapat ditemukan dalam angka-angka yang
disajikan dengan membaca secara hati-hati neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas
perusahaan. Namun, bukti lain dari tindakan yang menyesatkan informasi ini tidak dapat
diketahui secara eksplisit lewat angka-angka tersebut. Oleh karena itu diperlukan
pemeriksaan secara cermat atas narasi yang terkandung dalam catatan laporan keuangan
pengumuman laba triwulan dan referensi representasi manajemen lainnya yang tersedia untuk
publik atau seperti (diskusi dan analisis manajemen).
Investor akan mempersalahkan eksekutif investee ketika eksekutif investee gagal
memenuhi ekspektasi laba investor. Harga saham sering mengalami penurunan yang dramatis
ketika laba yang mengecewakan ini dilaporkan. Kemudian, tidak mengherankan apabila
dalam rangka untuk mengarahkan saham ke harga yang lebih tinggi beberapa perusahaan
terlibat dalam beragam manipulasi akuntansi untuk merekayasa laba.
Contoh manipulasi akuntansi lainnya adalah dengan menyembunyikan kredit macet
utang perusahaan. Aset finansial atau seperti (loans) merupakan sumber pendapatan yang
signifikan bagi bank dan institusi keuangan lainnya. Oleh karena itu penilaian kualitas atau
kekuatan dari pada aset Ini seharusnya menjadi bagian kunci untuk memahami kinerja
operasi perusahaan dimasa mendatang untuk menghindari tanpa kelemahan kinerja bank
manajemen seringkali menyembunyikan tingkat cadangan kerugian pinjaman dan kredit
macet nya.
Di sisi lain, kewajiban kas perusahaan, seperti Pembayaran utang juga memiliki dampak
terhadap kinerja Koperasi di masa mendatang. Manajemen seringkali menyembunyikan
utangnya agar supaya tingkat likuiditas perusahaan tampak baik. Perusahaan pada umumnya
enggan untuk mengungkap seluruh kewajibannya dengan maksud untuk membuat posisi
keuangan Mereka seolah-olah tampak lebih kuat atau lebih baik.
11.Jelaskan mengenai pengukuran dan analisis kinerja keuangan.!
Pengukuran Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan perusahaan berkaitan erat dengan pengukuran dan penilaian kinerja.
Pengukuran kinerja (performing measurement) adalah kualifikasi dan efisiensi serta
efektivitas perusahaan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi. Adapun
penilaian kinerja menurut Srimindarti (2006:34) adalah penentuan efektivitas operasional,
organisasi, dan karyawan berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan
sebelumnya secara periodik.
Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan di atas kegiatan
operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Analisis kinerja keuangan
merupakan proses pengkajian secara kritis terhadap review data, menghitung, mengukur,
menginterprestasi, dan memberi solusi terhadap keuangan perusahaan pada suatu periode
tertentu.
Menurut Munawir (2012:31) menyatakan bahwa tujuan dari pengukuran kinerja
keuangan perusahaan adalah:
Mengetahui tingkat likuiditas. Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera diselesaikan pada saat ditagih.
Mengetahui tingkat solvabilitas. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi, baik keuangan
jangka pendek maupun jangka panjang.
Mengetahui tingkat rentabilitas. Rentabilitas atau yang sering disebut dengan profitabilitas
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
Mengetahui tingkat stabilitas. Stabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan
perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya serta membayar beban bunga atas hutanghutangnya tepat pada waktunya.
Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, merupakan teknik analisis dengan cara
membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan perubahan,
baik dalam jumlah (absolut) maupun dalam persentase (relatif).
Analisis Tren (tendensi posisi), merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi
keadaan keuangan apakah menunjukkan kenaikan atau penurunan.
Analisis Persentase per-Komponen (common size), merupakan teknik analisis untuk
mengetahui persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap keseluruhan atau total
aktiva maupun utang.
Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, merupakan teknik analisis untuk
mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang
dibandingkan.
Analisis Sumber dan Penggunaan Kas, merupakan teknik analisis untuk mengetahui
kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu.
Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui
hubungan di antara pos tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi baik secara individu
maupun secara simultan.
Analisis Perubahan Laba Kotor, merupakan teknik analisis untuk mengetahui posisi
laba dan sebab-sebab terjadinya perubahan laba.

Analisis Titik Impas, merupakan teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui
tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Analisis Kredit, merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menilai layak
tidaknya suatu permohonan kredit debitur kepada kreditor seperti bank
12. Jelaskan esensi atau hakikat dari pemeriksaan pelaporan keuangan oleh
akuntan publik.!
Akuntansi publik melibatkan akuntan publik atau auditor independen/eksternal yang
telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik
di Indonesia. Ketentuan tentang akuntan publik di Indonesia diatur oleh Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Setiap akuntan publik harus menjadi
anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yaitu asosiasi profesi yang diakui oleh
Pemerintah Indonesia.
Auditor publik harus memenuhi persyaratan auditor di mana pekerjaan sampai laporannya
diatur oleh standar audit. Standar audit berhubungan dengan etika karena profesi akuntan
publik membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik dan fungsi sistem informasi
akuntansi. Standar audit menjadi pijakan akuntan publik untuk merencanakan, melakukan
aktivitas, dan melaporkan hasil pekerjaannya sehingga terhindar dari penyelewengan yang
dilakukan oleh akuntan publik dan pekerjaan bisa terlaksana dengan baik.
Adapun tugas-tugas akuntansi publik sebagai berikut.
1. Akuntansi publik dipakai untuk kegiatan pemeriksaan (auditing) terhadap jenis jenis
laporan keuangan yang telah disusun oleh akuntan perusahaan yang sedang diperiksa
sesuai dengan sistem akuntansi biaya perusahaan. Auditor atau akuntan publik
diperlukan oleh perusahaan agar bisa memastikan tidak ada penyelewengan atau
kesalahan dalam catatan atas laporan keuangan di suatu perusahaan sehingga harus
memberikan jenis bukti audit kepada perusahaan yang memakai jasa akuntan publik.
2. Akuntansi publik memberikan jasa perpajakan (tax service) yang berhubungan
dengan pemerintah khususnya dirjen pajak. Semua perusahaan atau badan usaha
resmi harus membayar pajak tahunan agar bisa terus beroperasi dan mendapatkan
keuntungan di Indonesia. Setiap perusahaan harus memenuhi peraturan perpajakan
yang berlaku. Akuntansi publik bisa membantu perusahaan untuk menekan pajak
hingga pembayaran menjadi seminimum mungkin.
3. Akuntansi publik memberikan jasa konsultasi manajemen (management advisory
service) agar pihak manajemen suatu perusahaan bisa mengambil keputusan yang
berkaitan dengan penggunaan sumber daya yang terbatas termasuk identifikasi
masalah yang rumit, penetapan tujuan, dan sasaran organisasi. Dengan demikian,
pihak manajemen perusahaan bisa mengarahkan dan mengendalikan sumber daya
ekonomi dan sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi secara efektif dan
efisien.
4. Akuntansi publik bisa mengoreksi laporan kepemilikan atas sumber daya sesuai
dengan siklus akuntansi yang dikuasai oleh suatu organisasi atau perusahaan sehingga
tidak ada aset illegal atau aset yang tidak diketahui oleh pemerintah.
5. Akuntansi publik menghadirkan informasi tentang kejadian-kejadian ekonomi yang
penting dan mendasar serta menyajikan informasi tentang cara perusahaan
mengalokasikan sumber-sumber yang serba terbatas seperti modal, tenaga kerja,
tanah, dan bahan baku untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh pemerintah.
6. Akuntansi publik bisa menyajikan bahan pertimbangan dan saran berdasarkan
kerangka konseptual akuntansi keuangan kepada pihak manajemen untuk
memperbaiki hasil (laba) perusahaan yang menggunakan jasa akuntan publik.
7. Ruang lingkup akuntansi publik bisa membuat perhitungan tentang layanan yang
diberikan oleh pemerintah serta menilai para pekerja khususnya akuntan perusahaan
telah melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban yang telah ditugaskan atau tidak.
8. Akuntansi publik mengamankan dan mengawasi semua hak dan kewajiban
perusahaan terutama dari segi ukuran finansial. Dengan demikian, akuntan publik
harus melihat efektivitas dan efisiensi kinerja ekseklusif di suatu perusahaan yang
memakai jasanya.
Download