Uploaded by hershafauraa

hehehehe

advertisement
Embryonic Disc (Diskus Germinativum Bilaminar)
 Hari ke 8
Pada hari ke-8 perkembangan, blastokista telah sebagian tertanam dalam stroma
endometrial. Pada area diatas embryoblast, trophoblas telah berdiferensiasi kedalam
2 lapisan: (1) lapisan dalam berupa sel mononucleus, disebut cytotrophoblast, dan
(2) lapisan luar zona multinukleus tanpa batas sel yang jelas, disebut synctiotropblast.
Gambaran mitosis dijumpai pada cytotrophoblast tetapi tidak pada synctiotropblast,
dima mereka melebur dan kehilangan sel membran masing-masing.
Massa sel dalam atau embryoblast juga dibedakan menjadi 2 lapisan : (1) lapisan sel
kuboid yang kecil berdampingan dengan rongga blastocyst, diketahui sebagai lapisan
hypoblast, dan (2) lapisan sel kolumnar tinggi berdampingan dengan cavum amion,
disebut lapisan epiblast.
Bersama, lapisan akan membentuk flat disc. Pada saat yang sama, rongga kecil
muncul diantara epiblast. Rongga membesar dan menjadi ruang amniotik. Sel
epiblast yang berbatasan dengan cytotrophoblast disebut amnioblast; bersama
dengan epiblast yang lain membatasi rongga amniotik. Endometrial stroma yang
berdampingan dengan sisi implantasi mengalami edema dan vaskularisasi yang
tinggi. Kelenjar yang besar dan berliku mensekresikan sejumlah glikogen dan mukus.
 Hari ke 9
Blastokista lebih dalam menempel pada endometrium dan defek penetrasi pada
permukaan endometrium ditutupi oleh dengan koagulum fibrin. Trophoblast
menunjukkan proses perkembangan, pada bagian kutub embrionik, dimana vakuole
terdapat di syncytium. Ketika vakuol melebur, mereka membentuk lakuna yang besar
dan fase perkembangan trophoblast dikenal sebagai stadium lakunar.
Sementara itu, pada kutub abembrionik, sel yang gepeng mungkin berasal dari
hipoblas membentuk membran tipis, membran exocoelomic (Hueser’s) yang
melapisi permukaan dalam cytotrophoblast. Membran ini bersamaan dengan
hipoblas, membentuk lapisan rongga exocoelomic, atau primitive yolk sac.
 Hari ke 11 dan 12
Pada perkembangan hari ke 11 dan 12, blastokista telah sepenuhnya tertanam di
stroma endometrium, dan permukaan epitel hamper sepenuhnya melindungi
kerusakan pada dinding uterus. Saat ini blastokista menghasilkan sedikit tonjolan
kedalam lumen uterus. Trophoblast memiliki bentuk seperti ruang lakunar pada
syncytium yang membentuk jaringan yang saling berhubungan. Jaringan yang
berhubungan tersebut sangat jelas pada kutub embrionik; kutub abembrionik,
trophoblast juga masih mengandung sel cytotrophoblastic.
Secara bersamaan, sel synctiotrophoblast penetrasi lebih dalam ke stroma dan
mengikis batas endotel pada kapiler maternal. Kapiler tersebut, yang mengalami
kongesti dan dilatasi, diketahui sebagai sinusoid. Syncytial lakuna menjadi
berhubungan dengan sinusoid, dan darah maternal masuk kedalam sistem lakuna.
Ketika trophoblast terus-terusan mengikis sinusoid, darah maternal mulai mengalir
melalui sistem trophoblastic, terbentuk sebagai sirkulasi uteroplasenta.
 Hari ke 13
Pada hari ke-13 perkembangan biasanya permukaan endometrium yang rusak telah
sembuh. Terkadang, perdarahan terjadi di sisi implantasi sebagai akibat aliran darah
yang meningkat kedalam rongga lakunar. Dikarenakan perdarahan sering terjadi
dekat dengan hari ke 28 siklus menstruasi, mungkin membingungkan dengan
perdarahan menstruasi yang normal dan, oleh karena itu, dapat menyebabkan
ketidakakuratan untuk memperkirakan tanggal kelahiran.
Hypoblast menghasilkan pertambahan sel yang bermigrasi kedalam membran
exocoelomic. Sel-sel tersebut berproliferasi dan secara bertahap membentuk rongga
baru didalam rongga exocoelomic. Rongga baru dikenal sebagai secondary yolk sac
atau definitive yolk sac. Yolk sac ini lebih kecil dibandingkan rongga exocoelomic,
atau primitive yolk sac. Selama pembentukan, sebagian besar rongga exocoelomic
terjepit. Bagian-bagian tersebut diwakili oleh exocoelomic cyst, sering ditemukan di
extraembryonic coelom atau rongga chorionic.
Sementara itu, extraembryonic coelom meluas dan membentuk rongga yang besar,
rongga chorionic. Lapisan mesoderm ekstraembrionik membatasi bagian dalam
cytotrophoblast kemudian disebut sebagai chorionic plate. Tempat dimana hanya
mesoderm ekstraembrionik melewati rongga chorionic dalam connecting stalk.
Dengan perkembangan pembuluh darah, batang menjadi tali pusar.
Perkembangan Lidah
Selama periode yang sama dengan perkembangan muka bagian luar, lidah dibentuk dari
empat pembengkakan yang independen pada dinding ventral faring primitif. Pembengkakan
pertama yang tampak adalah tunas lidah median yang kecil (tuberkulum impar) yang terbentuk di
antara dan kaudal dari lengkung mandibularis. Setelah itu, dibentuk dua tunas lidah lateral pada
ujung ventral lengkung yang sama. Ketiga benih itu tumbuh menjadi besar dan bergabung satu
sama lain membentuk dua pertiga anterior lidah dewasa. Pada bagian lidah itulah berkembang
semua papila lidah. Sepertiga bagian posterior lidah timbul dari eminensia hipobronkial (kopula),
yaitu dengan terbentuknya peninggian di daerah medial pada bagian ujung kaudal dari tunas lidah
median di antara ujung-ujung ventral lengkung brankial kedua, ketiga, dan keempat.
Bagian ini dipisahkan dari tunas lidah median oleh suatu cekungan dimana akan
berkembang duktus tiroglossus. Cekungan itu menetap pada lidah dewasa sebagai cekungan
median yang disebut dengan foramen saekum. Bagian kaudal eminensia hipobronkial dipisahkan
oleh suatu alur melintang dan membentuk epiglotis. Dari sisa eminensia, tampak suatu penonjolan
berbentuk huruf V mendekat dengan tunas lidah lateral disebelah kranialnya bertemu dan berfusi
pada sepanjang garis itu, sulkus terminalis, membentuk bagian posterior dan faringeal lidah.
Selama proses ini endoderm dan mesoderm lengkung ketiga tumbuh melampaui bagianbagian dari lengkung kedua dan memisahkan mereka dari lidah. Ektoderm mulut sepanjang tepi
ventral dan lateral lidah tumbuh ke dalam mesenkim di bawahnya dan membentuk perkembangan
alur linguogingiva yang memisahkan lidah dari dasar mulut.
Epitel dan jaringan ikat lidah berasal dari aparatus brankial tetapi otot bercorak tidak
berasal dari sana. Diduga bahwa otot-otot lidah berasal dari somit oksifitalis, bermigrasi ke arah
ventral mengitari faring dan masuk ke dalam lidah membawa nervus hipoglossal bersamanya.
Perkembangan Maksila

Pre-Natal
Maksila juga berkembang dari pusat osifikasi di maxillary process yang terapat di
branchial arch pertama. Untuk maksila, tidak ada kartilago primer (primary cartilage) yang
ada, tetapi pusat osifikasi nya dekat dengan kartilago dari nasal capsule. Proses osifikasi dari
maksila sama dengan proses osifikasi mandibula. Dari pusat osifikasi, formasi tulang
menyebar secara posterior menuju zygoma, secara anterior menuju incisor, dan secara superior
menuju ke frontal process. Akibat dari perkembangan ini terjadi deposisi tulang pada bagian
posterior. Osifikasi juga berkembang menuju palatine process untuk membentuk palatum
primer.
Dalam pertumbuhan maksila lebih lanjut, terdapat kartilago sekunder (secondary
cartilage) yang berpengaruh besar yaitu zygomatic/malar cartilage. Kartilago ini muncul pada
saat perkembangan tulang zygomatic dan dalam waktu yang singkat dapat berkontribusi dalam
perkembangan maksila.

Post-Natal
Pertumbuhan maksila dipengaruhi oleh pertumbuhan otak, pertumbuhan tulang
cranial, dan nasalseptal guidance, yang memberikan pengaruh signifikan terhadap
pergerakan maju mundur maksila dari lahir hingga umur 7 tahun.
Setelah umur 7 tahun hingga dewasa pengaruh-pengaruh tersebut berkurang secara
dramatis seiring pertumbuhan sutural dan pertumbuhan permukaan intramembranosa
mengambil alih.
Pertumbuhan dan Perkembangan Mandibula

Pre-Natal
Tulang kartilago dari branchial arch pertama yaitu Meckel's cartilage membentuk
rahang bawah. Di saat minggu ke-6 masa kehamilan, perkembangan tulang kartilago ini
meluas sebagai batang hyaline cartilage, dilapisi oleh kapsul fibroselular, dari tempat
perkembangan telinga (otic capsule) hingga midline dimana mandibula bersatu. Saraf
mandibular terbagi menjadi lingual dan cabang alveolar inferior. Cabang alveolar inferior
dibagi lagi menjadi dua, yaitu incisor dan mental branches.
Di minggu ke-6, bagian lateral Meckel's cartilage mengalami kondensasi dari
mesenkim di sudut yang dibentuk oleh divisi dari saraf alveolar inferior, incisor, dan mental
branches. Pada 7 minggu osifikasi intramembranous dimulai dalam kondensasi ini,
membentuk tulang pertama dari mandibula. Dari pusat osifikasi ini, formasi tulang menyebar
cepat secara anterior menuju ke midline dan secara posterior menuju titik dimana saraf
mandibula dibagi menjadi lingual dan cabang alveolar inferior. Perkembangan formasi tulang
ini terjadi di sepanjang bagian lateral dari Meckel's cartilage, membentuk sebuah palung yang
terdiri dari plate lateral dan medial yang bersatukan diantara incisor. Lalu perkembangan
tulang ini berlangsung hingga menuju midline. Dua pusat osifikasi yang tersisa dipisahkan oleh
mandibular symphysis sampai bayi akan lahir.
Perpanjangan Meckel's cartilage yang mengarah ke belakang, nantinya akan menjadi
sebuah saluran yang berisi saraf alveolar inferior. Ramus mandibula dikembangkan oleh
osifikasi secara posterior menuju mesenkim dari branchial arch pertama. Titik perbedaan ini
ditandai oleh lingula pada mandibula dewasa. Meckel's cartilage akan menjadi malleus di
telinga dalam dan sphenomalleolar ligament.
Pertumbuhan mandibula lebih lanjut dipengaruhi oleh tiga kartilago sekunder
(secondary cartilage), yaitu :
1. Kartilago Kondilar (condylar cartilage)
Kartilago kondilar muncul pada saat minggu ke-12 masa perkembangan dan secara cepat
membentuk cone yang berperan besar dalam perkembangan ramus. Kartilago ini dapat
berkembang menjadi tulang sejati melalui osifikasi endokondral. Tidak semua kartilago
kondilar mengalami osifikasi, akibatnya ada sisa kartilago yang bertahan hingga 20 tahun.
Sisa kartilago kondilar ini berguna untuk mekanisme pertumbuhan mandibula.
2. Kartilago Koronoid (coronoid cartilage)
Kartilago koronoid muncul saat bulan ke-4 dari masa perkembangan. Kartilago Koronoid
ini ukurannya melebihi batas anterior dari koronoid process. Kartilago ini bersifat
sementara dan akan hilang sebelum lahir.
3. Kartilago Symphyseal
Kartilago ini muncul di jaringan ikat diantara ujung Meckel's cartilage tetapi sepenuhnya
“berdiri” sendiri (tidak bergantung pada Meckel's cartilage). Mereka akan hilang setelah
setahun pertama kelahiran.

Post-Natal
Pertumbuhan mandibula terjadi oleh proses remodeling tulang. Pertumbuhan
panjangnya ukuran mandibula terjadi karena adanya bone deposition di permukaan
posterior (ramus) dengan pengimbangan apsorption pada permukaan anterior. Hal ini
menyebabkan pertumbuhan mandibula memanjang ke belakang.
Pertumbuhan lebar mandibula terjadi karena adanya bone deposition pada
permukaan luar mandibula dan apsorption pada permukaan dalam. Walaupun mandibula
merupakan single bone, namun mandibula merupakan sebuah skeletal units yang masingmasing berhubungan dengan jaringan-jaringan halus di sekitar yang disebut dengan
functional matrices. Functional matrices merupakan penentu utama pertumbuhan skeletal
units.
Mandibula memiliki ciri the most delayed growth dan the most post-natal growth
dari semua tulang wajah. Bagian kanan dan kiri mandibula pada bayi yang baru lahir masih
terpisah, kemudian menyatu pada midline mental symphisis selama tahun pertama. Lokasi
utama pertumbuhan post-natal mandibula adalah
o endochondral apposition pada tulang rawan condylar
o intramembraneous apposition pada aspek posterior
Pada saat lahir, mandibular condylers tumbuh lebih secara horizontal sehinggan
condylar tumbuh memanjang Sedangkan, pada anak-anak, pertumbuhan lebih secara
vertical sehingga pertumbuhan condylar meninggi. Pertumbuhan mandibula berlangsung
hingga akhir masa remaja, sekitar umur 20 tahun.
Perkembangan Palatum
Perkembangan palatum dimulai pada minggu ke-5 pada periode embrionik dan berakhir
pada minggu ke-12 pada periode fetal. Palatum terbentuk dari 2 struktur embrionik yang terpisah
yaitu Primary palate dan Secondary palate.

Perkembangan Primary Palate
Selama minggu ke-5 periode prenatal, terbentuklah intermaxillary segment yang
merupakan fusi dari 2 tulang medial nasal. Intermaxillary Segment kemudian membentuk
premaksila yang merupakan 1/3 bagian dari keseluruhan palatum.

Perkembangan Secondary palate
Selama minggu ke-6 periode prenatal, bilateral maxillary processes membentuk
kedua palatal shelves. Kedua palatal shelves tersebut akan memanjang ke arah satu sama
lain dan berdusi membentuk secondary palatal. Secondary palate ini membentuk 2/3 bagian
dari palatum durum, palatum mole, dan uvula. Median palatine suture pada orang dewasa
adalah bukti penggabungan kedua palatal shelf ini.
Pada akhirnya, secondary palate akan bergabung dengan primary palate pada akhir minggu
ke-12 periode prenatal. Oral cavity akhirnya terpisah dengan nasal cavity. Osifikasi pada palatum
durum yang anterior dimulai segera setelah fusi kedua palatum selesai.
Nanci, Antonio. 2008. Ten Cate’s Oral Histology 8th Edition. Missouri, USA: Elsevier
Health Sciences.
Ivar A. Mjor, Ole Fajerskov. 1990. Embriologi dan Histology Rongga Mulut. Jakarta:
Widya Medika.
Ash, Nelson. 2009. Wheeler's Dental Anatomy, Physiology and Occlusion Ninth
Edition. Missouri, USA: Saunders Elsevier.
Departement of Restorative Dentistry University of Washington. 2009. Dental Anatomy and
Occlusion.
Sadler, 2012. Langman’s Medical Embryology Twelfth Edition: Chapter 3 First Week of
Development Ovulation to Implantation. China : Wolters Kluwer
Soenardihardjo & Bambang, dkk. 2011. Buku Ajar Embriologi. Suarabaya: Pusat Penerbitan
dan Percetakan Universitas Airlangga.
Download