Uploaded by Dicky Hendarsyah

TOPOGRAFI CIBALIUNGi

advertisement
SURVEY
TOPOGRAFI
Maksud
dan Tujuan
UMUM
2.1.1 Maksud dan Tujuan
Maksud pekerjaan pengukuran topografi pada proyek ini adalah
untuk membuat gambaran muka bumi sepanjang ruas jalan serta
titik titik penting yang dibutuhkan dalam perencanaan jalan
dengan melakukan pengukuran secara langsung dilapangan guna
pembuatan peta situasi sekitar lokasi rencana jalan). Dilakukan
dengan berpedoman pada kaidah-kaidah pengukuran topografi yang
tertuang dalam kerangka Acuan Kerja (KAK), yaitu pengukuran
yang dilakukan secara langsung dilapangan (metode terestris)
menggunakan peralatan survey topografi seperti teodolit atau total
station, sipat datar atau waterpas serta alat-alat pendukung
lainnya guna pembuatan peta. Pekerjaan pengukuran guna
pembuatan peta ini dapat di bagi dalam tiga bagian yaitu :
Adapun tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi
kondisi topografi dan posisi geografis secara lengkap
berupa koordinat proyeksi (X,Y) dan elevasi (Z)
disepanjang lokasi proyek, serta untuk memperoleh
gambaran bentuk dan tinggi rendahnya relief muka tanah
termasuk data situasi dari semua unsur yang ada di
atasnya, seperti alur sungai – tegalan, sawah, kampung,
1
1. Proses pengambilan data
1.1 Pengukuran kerangka peta
1.1.1 Pengukuran koordinat metoda polygon
1.1.2 Pengukuran tinggi metoda sipat datar
1.1.3 Pengukuran situasi dan profil sepanjang sumbu
rencana jalan metoda tachymetry
1.1.4 Pengukuran situasi khusus rencana jembatan,
metoda tachymetry
1.2 Proses pengolahan data
1.2.1 Hitungan koordinat metoda polygon
1.2.2 Hitungan tinggi
1.3 Proses pembuatan peta secara digital menggunakan
perangkat lunak Land Development Desktop dari
Autodesk.
Selanjutnya peta situasi lokasi proyek tersebut di buat
dengan skala 1:1000 serta kontur interval 1.0 meter.
TOPOGRAFI -
2.1
kuburan, bangunan – bangunan prasarana umum, dan lain
– lain.
Peta situasi tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai
peta dasar (base map) pada perencanaan detail jalan.
2
Gambaran
Umum
Lokasi
Pekerjaan
TOPOGRAFI -
2.1.2 Gambaran Umum Lokasi Proyek
Kegiatan Perencanaan Teknik Jalan ini dilakasanakan pada wilayah
Administratif Kota Bandung, tepatnya di wilayah Ujung Berung
pada tahun 2013,
mencakup ruas jalan yang berada di kecamatan :
 Cibiru
 Mandalajati
 Cinambo
 Ujung Berung
 Antapani Tengah
 Arcamanik
Serta wilayah kelurahan yang meliputi :
 Cipadung
 Cipadung Wetan
 Cisurupan
 Palasari
 Pasir Biru
 Jati Handap
 Karang Pamulang
 Pakemitan
 Cigending
 Cisaranten Kulon
 Pasir Endah.
METODOLOGI PENGUKURAN
Secara umum, pekerjaan pengukuran topografi untuk pembuatan
peta dalam rangka perencanaan teknis pembangunan jalan ini
terdiri dari 3 tahap kegiatan, yaitu :
Metodologi
Pengukuran
1. Proses Pengambilan Data
2. Proses Pengelolaan Data
3. Proses Penyajian Data
2.2.1 Proses Pengambilan Data
Proses pengambilan data lazim juga disebut sebagai pekerjaan
pengukuran langsung dilapangan, yang diawali dengan proses
persiapan, baik persiapan dikantor maupun dilapangan, dilanjutkan
dengan mobilisasi personil dan peralatan serta mempersiapkan
lokasi pemondokan untuk team survey selama melakukan kegiatan
pengukuran.
1. Pekerjaan Persiapan
Persiapan yang dilakukan dikantor, meliputi mempersiapkan
personil (surveyor) dan peralatan survey yang akan digunakan
serta mempersiapkan rencana kerjanya.
Personil team topografi yang bertugas pada pekerjaan ini
terdiri dari
a. Geodetic Engineer
b. Kepala Juru Ukur ( Chief Surveyor )
c. Juru Ukur ( Surveyor )
d. Pembantu Ukur ( Buruh Lokal )
2. Pekerjaan Pengukuran Lapangan
Secara umum pekerjaan pengukuran lapangan terdiri dari :
a. Pemasangan Patok
b. Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (KDH)
c. Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV)
d. Pengukuran Situasi / Detail
e. Pengukuran Situasi khusus sungai
3
Sedangkan peralatan yang digunakan adalah :
a. Theodolit untuk pengukuran sudut guna pembuatan kerangka
dasar horizontal (KDH)
b. Sipat datar untuk pengukuran beda tinggi guna pembuatan
kerangka dasar vertical (KDV)
c. Pita ukur baja untuk pengukuran jarak polygon
d. Rambu ukur, kaki tiga ( statip ).
e. Kelengkapan alat
f. Kelegkapan patok dan cat
TOPOGRAFI -
2.2
a.
Pemasangan Patok
Pada kegiatan pemetaan situasi untuk perencanaan jalan
ada beberapa jenis patok yang telah dipasang. Patok-patok
tersebut adalah patok benchmark, patok poligon, dan patok
profil
Patok Benchmark
Patok Benchmark (BM) merupakan representasi titik
kerangka dasar pemetaan dilapangan dengan bentuk ukuran
seperti yang tertuang dalam kerangka acuan kerja (KAK) dan
ditanam sedemikian rupa sehingga bagian yang muncul
diatas tanah ± 20 cm.
Patok BM seperti ini ditanam dengan interval ± 1000 meter
sepanjang lokasi rencana jalan. Penanaman disesuaikan
dengan singkatan nama kabupaten yang disurvei.
Pemasangan titik Kontrol / Bench Mark (BM) merupakan
monumen atau titik tetap pengukuran yang digunakan oleh
proses pengukuran itu sendiri maupun oleh pengukuran yang
akan datang. Demikian pentingnya fungsi BM sehingga
dibangun dengan spesifikasi yang menjamin cukup tahan
untuk perioda yagn cukup panjang.
Pemasangan titik control benchmark meliputi :
1) Patok beton ukuran 20 cm x 20 cm x 100 cm dengan
konstruksi 80 cm berada dibawah permukaan tanah,
sedangkan 20 cm berada diatas tanah, bagian atas nya
dipasang baut.
2) Patok beton dibuat dari pvc dengan ukuran diameter 10
cm, panjang 100 cm, bagian atasnya dipasang baut.
Patok beton dari PVC ini dipasang berpasangan dengan
patok BM interval 5 km, dengan kode CP.
Patok Profil
Patok profil adalah patok yang merupakan titik pengukuran
potongan memanjang dilapangan. Patok profil dibuat
seperti patok polygon untuk daerah ladang atau kebun dan
berupa paku yang ditanam pada aspal jalan dan dilingkari
dengan cat kuning sebagai tanda untuk lokasi jalan existing.
TOPOGRAFI -
c.
4
b. Patok Poligon
Patok beton adalah patok kayu yang juga merupakan titik
polygon dilapangan. Patok polygon dibuat dengan ukuran (4
x 6 x 60) dan ditanam sedemikian rupa sehingga bagian yang
muncul diatas tanah 10 cm. patok polygon dipasang dengan
interval jarak antara 50 meter sampai dengan 100 meter
disesuaikan dengan kondisi dilapangan.
Patok BM dicat warna kuning dengan penanaman warna
hitam, sedangkan Patok Poligon dan Patok Profil diberi cat
merah dan diletakkan disebelah kiri kearah jalannya
pengukuran.
d. Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal (KDH)
Pengukuran KDH merupakan proses yang menentukan dalam
suatu pekerjaan pemetaan. KDH merupakan titik – titik
lapangan yang diwakili oleh pilar beton (BM), patok kayu
dan paku. Titik KDH dilapangan berfungsi juga sebagai titik
ikat pada pengukuran detail, dan sebagai titk
tetap/referensi untuk keperluan pekerjaan perencanaan
selanjutnya, misalnya untuk pekerjaan stake – out.
Setiap titik KDH mempunyai harga koordinat (x,y).
Tabel : 3.1 ALAT UKUR UNTUK PENGUKURAN POLIGON
No.
NAMA ALAT
MERK / TYPE
KETERANGAN
1
Total Station (TS)
Wild
1 unit
2
Statif ( kaki tiga )
Wild
3 unit
3
GPS Navigasi Handheld
GPS - 86 Csx
1 unit
4
Pita Ukur baja (Steel tape)
50 meteran
2 buah
5
Kelengkapan alat
-
1 unit
Adapun kegunaan dari peralatan tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Theodolith WiId T2 digunakan untuk pengukuran sudut
2. Roll Meter (50 meter) digunakan untuk pengkuran jarak
3. Untuk keperluan orientasi arah Utara, diperoleh dari
nilai perhitungan pendekaan pada dua buah koordinat
hasil pengukuran dengan menggunakan GPS navigasi,
dengan model matematik seperti persamaan 3.1 berikut
ini, dan pengukuran menggunakan GPS dibawah ini
Azimuth
(𝛼𝐴𝐵 ) = 𝐴𝑟𝑐 𝑡𝑔𝑛 {(𝑋𝑏 − 𝑋𝑎 )/(𝑌𝑏 − 𝑌𝑎 )} …………………(3.1)
Bacaan
Bacaan
Bacaan
Bacaan
Biasa (B) ke target belakang
Biasa (B) ke target muka
Luar Biasa (LB) ke target muka
Luar Biasa (LB) ke target belakang
TOPOGRAFI -
1)
2)
3)
4)
5
Dalam pengukuran sudut mendatar, dilakukan dengan
dua seri ganda (dua kali bacaan B dan LB).
Yang dimaksud dengan satu seri ganda adalah :
Berdasarkan rumus dibawah, besarnya sudut 𝛽adalah :
𝛽(sudut mendatar
)
= Jur
– Jur
AC
AB
……………………………………....(3.2)
Jur
Jur
AC
AB
= arah bacaan skala horizontal ke target kanan
= arah bacaan skala horizontal ke target kiri
Sesuai dengan kerangka acuan, sistim proyeksi yang
digunakan dalam proses pemetaan ini adalah
menggunakan system proyeksi UTM, dimana seperti
diketahui bahwa dalam system proyeksi UTM,
permukaan bumi dibagi dalam beberapa zone dengan
lebar zone masing – masing 6o dan Indonesia terletak
dari zona 46 diujung barat sampai dengan zone 54
diujung timur.
Untuk lokasi Perencanaan Teknik Jalan Wilayah Ujung
Berung di kota Bandung ini terletak pada zone 48M,
seperti pada Gambar 3.8 berikut ini.
Sebagai control pengukuran dalam kegiatan pengukuran
polygon, dilakukan juga pengukuran koordinat pada
setiap patok beton (BM) menggunakan alat ukur GPS
navigasi sehingga dapat meminimalisir kesalahan
pengukuran polygon tersebut.
TOPOGRAFI -
6
Sesuai dengan kerangka acuan, kesalahan pengukuran
sudut yang diperbolehkan adalah fα=10n√n, dimana n
adalah banyaknya titik sudut polygon.
e. Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV)
Seperti halnya KDH, pengukuran KDV juga merupakan bagian
yang penting dari seluruh proses pekerjaan pemetaan. Kalau
KDH merupakan system kerangka dasar kearah horizontal,
maka KDV merupakan system kerangka dasar vertical untuk
lokasi survey yang berfungsi sebagai titik ikat kearah
vertical atau disebut juga sebagai titik ikat elevasi. Lokasi
titik KDV adalah juga merupakan KDH, sehingga dengan
demikian kerangka dasar pemetaan selain mempunya
koordinat (x, y) juga akan memiliki elevasi (z) secara
lengkap setiap titik ikat memiliki koordinat (x, y, z)
Alat ukut yang digunakan adalah waterpass automatic NAK-2
dengan rambu ukur yang dilengkapi nivo rambu.
Karena lokasi pekerjaan merupakan jalur jalan yang
memanjang, maka jalur pengukuran KDV adalah sama
dengan jalur KDH. Sesuai dengan ketentuan yang ada pada
kerangka acuan, toleransi pengukuran yang diterapkan
adalah fη = 10 mm √D (km), dimana D adalah panjang jalur
pengukuran.
Pengukuran Situasi Detail Cara Tachymetri
Pengukuran Situasi adalah pengukuran setiap obyek
dipermukaan bumi pada koridor pengukuran yang dipilih
untuk petakan. Pengukuran dilakukan dari setiap titik
kerangka yang telah ada sebelumnya (hasil pengukuran KDH
dan KDV). Salah satu unsur penting pada peta topografi
adalah unsur ketinggian yang biasanya disajikan dalam
bentuk garis kontur.
Jarak datar =
dAB = 100 ‘ (BA = BB) cos2m ……………………(3.3)
m = sudut miring
Beda tinggi = D HAB
= 50 ‘ (BA – BB) sin 2 m + i – t ………...(3.4)
t = BT
7
Dengan menggunakan pengukuran cara tachymetry, selain
diperoleh unsur jarak, juga diperoleh beda tinggi. Setiap
data yang diambil diberi kode (Deskripsi) yang berbeda
untuk memudahkan dalam tahap pengolahan data dan
penggambaran. Data yang diamati dari tempat berdiri alat
ke titik bidik menggunakan peralatan ini meliputi : sudut
mendatar, benang atas, tengah dan bawah pada rambu yang
berdiri di atas titik bidik, sudut miring, dan tinggi alat ukur
di atas titik tempat berdiri alat. Alat ukur yang digunakan
adalah theodolith WILD T-0 yang dilengkapi dengan rambu
ukur.
TOPOGRAFI -
f.
keseluruhan data ini dicatat dalam satu buku ukur.
Proses pengukuran situasi meliputi :
1) Pengukuran elevasi pada titik-titik
ekstrim
2) Pengukuran situasi sungai, alur saluran,
irigasi
3) Pengukuran detail bangunan air (elevasi,
bentuk dan demensi) seperti jembatan,
gorong-gorong, dan lainnya.
4) Pengukuran detail prasarana yang ada
dilapangan, seperti jalan Kabupaten,
Provinsi, sarana PLN, PDAM, hightension
tower, bangunan penting, dan lainya
5) Pengukuran tata guna lahan (sawah,
tegalan, hutan, kampung / pemukiman,
kuburan, perdagangan dan lainnya)
6) Pengukuran titik breakline, seperti tepi
saluran, tepi sungai, tepi danau, dinding
lembah / bukit, garis pantai dan lainya
2.2.2 Proses Pengelolaan Data
Proses pengolahan dan merupakan proses perhitungan
koordinat KDH dan KDV ditambah dengan pengukuran
koordinat dan tinggi untuk seluruh titik pengukuran situasi
detail. Pada hitungan Kerangka dasar Horizontal (KDH),
digunakan peralatan sederhana menggunakan Hitung
Perataan metoda Bowditch. Dengan model matematika
sebagai berikut :
[fx] I = {(dx)I / ΣDx} Σfx …………………………………………(3.5)
[fy]I = {(dx)I / ΣDy} Σfy ………………………………………… (3.6)
Prinsip hitungan polygon dapat di formulakan dengan
persamaan sebagai berikut :
XB = XA + dAB x Sin AZ (AB) ……………………………………………..(3.7)
YB = YA + dAB X Cos AZ (AB) ……………………………………………(3.8)
Dimana
XB = Absis yang akan dicari, XA = Absis yang diketahui
YB = Ordinat yang akan dicari, YA = Ordinat yang
diketahui
DAB = Jarak dari titik A ke titik B
TOPOGRAFI -
8
Seperti kita ketahui, dalam suatu polygon terdapat syarat
geometric yang harus dipenuhi, yaitu :
Syarat Sudut
:
Az (Akhir-awal) = Σ 𝛽 - n.180o – f 𝛽 ……………..(3.9)
Syarat Absis dan
:
X (Akhir-awal) = Σ< > X + fx ……………………..(3.10)
Syarat Ordinat
:
Y (Akhir-awal) = Σ < > Y + fy ………….
…...(3.11)
f𝛽 : Faktor kesalahan (Salah penutup) sudut
fx : Faktor kesalahan (Salah penutup) absis
fy : Faktor kesalahan (Salah penutup) ordinat
2.2.3 Proses Penyajian Data
Proses ini merupakan tahap akhir dari pekerjaan
pengukuran topografi, yaitu proses penggambaran detail
planimetrik dan penarikan garis kontour yang dilakukan
berdasarkan hasil perhitungan koordinat, dan dilakukan
secara digital menggunakan software untuk pemetaan dari
Autodesk, yaitu software Land Development Desktop
dengan format Auto Cad 2006. Adapun prosedur nya adalah
:
1. Ubah format dara seluruh titik detail dari format Excel
menjadi format csv file dengan bentuk PENZD, sebagai
hasil hitungan elevasi titik detail metoda tachymetry
2. Jalankan software Autodesk Land Development Desktop
2006
3. Atur dan siapkan nama file, nama project serta format
gambar baik skala maupun ukuran font
4. Siapkan format point yang digunakan sesuai dengan
format koordinat yang telah ada pada csv file, yaitu
PENZD (Point number; Easting; Norting; Elevation;
Description)
5. Lakukan proses TIN (Triangulation Irreguler Network),
yang terdapat pada menu terrain dan menggunakan
point sebagai skala data surfacenya.
6. Lakukan proses kontouring, dengan pilihan contour
appearance smoothing.
Hasil
Survey
Topografi
9
HASIL SURVEI TOPOGRAFI
1. Sebagai hasil dari pekerjaan ini adalah peta situasi dengan
interval kontur 1.0 meter;
2. Daftar Koordinat BM, sebagai kerangka peta seperti Tabel
dibawah ini;
3. Deskripsi dan Dokumentasi Patok BM.
TOPOGRAFI -
2.3
Download