Uploaded by User44370

Aksi Kemanusiaan LMR RI Komda Parepare

advertisement
Aksi Kemanusiaan LMR RI Komda Parepare, Kembalikan Hak-Hak 29 Pekerja yang
Hilang
SPIONASE-NEWS.COM – PAREPARE – Kamis (12/12/2019) kemarin, LMR-RI
Komisariat Daerah (Komda) Parepare melakukan aksi penggalangan dana untuk
membantu 29 pekerja kebersihan yang telah bekerja 9 bulan tanpa diberikan gaji
oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare. Aksi LMR RI ini dimulai dari cafe
sekitaran Masjid Raya Parepare dan sekitar Pasar Senggol hingga di Kantor Dinas
Lingkungan Hidup Kota Parepare dengan penyerahan bantuan bagi para pekerja
yang bertahan di kantor tersebut sejak beberapa hari lalu untuk menuntut upah
kerja mereka. Mereka bertahan bukan untuk membuat kisruh, tetapi karena mereka
butuh makan dari hasil keringat mereka yang telah dikhianati oleh pihak Dinas
Lingkungan Hidup yang tidak bertanggung jawab.
Aksi LMR RI ini murni berangkat dari rasa kemanusiaan yang sama, sebagai
makhluk Tuhan untuk memberikan perhatian kepada hak-hak dasar masyarakat.
Kasus 29 pekerja yang tidak digaji ini telah viral di berbagai media dan menimbulkan
kisruh di kota Parepare, karena menjadi buah bibir masyarakat. Sejumlah besar
masyarakat, aktifis kemanusiaan, pemerhati sosial menyayangkan sikap pemerintah
yang cenderung saling menyalahkan atas tragedi para pekerja yang tidak diberikan
hak-hak dasar mereka atas pekerjaan yang telah membawa kota ini menerima
penghargaan bergengsi Adipura.
Dari keterangan yang dihimpun Media ini menemukan bahwa 29 pekerja ini pada
awalnya direkrut tanpa Surat Keputusan Pengangkatan, yang disinyalir karena
persoalan teknis kebutuhan lapangan. Menurut sumber yang tidak mau disebutkan
namanya, menjelaskan bahwa Walikota Parepare, Dr. H. M. Taufan Pawe bahkan
kecewa terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare yang tidak melaksanakan
fungsinya dengan baik, sehingga persoalan ini diulur dan menimbulkan kekacauan
di Kota kebanggaan BJ Habibie ini. Tindak lanju dari persoalan ini, Taufan Pawe
segera mengirimkan tim inspektorat untuk menyelidikan sumber permasalahannya.
Sejumlah pihak bahkan menuntut agar Kadis Lingkungan Hidup Parepare dan
jajarannya yang berwenang agar segera dicopot dari jabatannya, karena tidak
mampu bertanggung jawab dan menyelesaikan kasus ini.
Walikota pantas
mempertimbangkan ketidakprofesionalnya Kadis Lingkungan Hidup dan jajarannya
tersebut jika hendak dipertahankan. Perlu segera reformasi birokrasi. Ironisnya
bahwa banyak pihak menilai persoalan ini merupakan dampak dari Pilkada yang
lalu. Sangat disayangkan, jika akhirnya persoalan ini diseret ke ranah politik. Akan
sangat beresiko jika persoalan pekerja tersebut dimanfaatkan oleh lawan-lawan
politik tertentu untuk kepentingan meraih jabatan empuk. Sisi lain yang patut
disayangkan bahwa Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare yang merupakan
“pelindung” para pekerja, justeru seperti kehilangan “taringnya” untuk memediasi
penyelesaian masalah ini.
Pemerintah Kota Parepare, melalui Walikota Parepare telah berjanji akan segera
menyelesaikan kasus ini dengan memberikan kembali hak-hak para pekerja tersebut
yang selama ini tidak mendapatkan penghargaan. Hal itu akan dilakukan melalui
pemulihan kembali SK para pekerja yang telah berakhir sebelum mereka
dipekerjakan kembali 9 bulan yang lalu. Semua pihak berharap upaya ini tidak
hanya meninggalkan janji, dan bahkan tidak perlu terlalu birokratis, sebab
permasalahan upah pada prinsipnya berurusan dengan masalah kebutuhan hidup,
“masalah perut” yang tidak bisa ditolerir. Peraturan dibuat untuk kemanusiaan,
bukan manusia untuk peraturan, sehingga dalam konteks rasa kemanusiaan
sebaiknya pemerintah mengambil langkah yang tidak perlu kaku dengan prosedural
dan memberi kesan bertele-tele. Sekali lagi, ini perkara penghidupan sehari-hari,
makan-minum dan kebutuhan dasar yang mengundang untuk segera dipenuhi.
LMR RI siap untuk mengawal pemrosesan kasus ini dan menyediakan ruang
advokasi bagi 29 pekerja tersebut. LMR RI, sebagai Badan Peserta Hukum dalam
lembaran Berita Negara, akan menempuh jalur hukum untuk memproses pihakpihak terkait dengan persoalan ini. Jika kasus ini tidak secepatnya diselesaikan,
akan terus bergulir bagai “bola panas” yang sewaktu-waktu dapat merusak “wajah”
dan kredibilitas tata kelola pemerintahan daerah Kota Parepare, yang selama ini
populer dengan berbagai penghargaan bergengsi.
Aksi penggalangan dana untuk 29 pekerja oleh LMR RI Komda Parepare, yang
dipimpin oleh Parman dan Iqbal Rahim Gani akan dilanjutkan hari ini (13/12/2019),
berlokasi di areal pasar Lakessi Parepare. Harapan besar, aksi ini dapat menggugah
hati nurani semua pihak untuk menyadari bahwa kita berada dalam rasa
kemanusiaan yang sama, senasib dan sepenanggungan. Kehilangan rasa
kemanusiaan dapat berarti “kematian manusiawi”, tentunya kita tidak berharap hal
itu terjadi di kota tercinta ini, yang terkenal dengan rasa gotong-royong.
Laporan: Agen 077 PRM
Download