Uploaded by sintawidyawati

GERONTIK-ASKEP UJIAN-Putu

advertisement
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK
PADA NY. S DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI
DI RT 3 RW 07 KELURAHAN BERGAS LOR
KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG
DISUSUN OLEH :
PUTU NOVI ERNAWATI
0701182006
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITS NGUDI WALUYO
2019
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK
PADA NY.S DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI
Hari / Tanggal & Jam Pengkajian : Jumat, 26 Juli 2019 (16:00)
A. IDENTITAS UMUM
Identitas Klien
Nama
: Ny. S
Umur
: 67 Tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Status
: Menikah
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Pendidikan
: Tidak Tamat SD
Alamat
: RT 1 RW 07 Bergas Lor
Pekerjaan
: Pedagang
Diagnosa medis
: Hipertensi
Identitas Penanggung jawab
Nama
: Tn. I
Umur
: 47 Tahun
Alamat
: RT 01 RW 07
Hub dg klien
: Anak
B. KELUHAN UTAMA
Ny. S mengatakan kepalanya terasa pusing atau kemeng beberapa hari ini.
C. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
Ny. S mengatakan tekanan darahnya tinggi diketahui sejak beberapa bulan terakhir
ini dan terakhir kali periksa TD : 160/100 mmhg dan beberapa hari ini pasien
mengatakan tekanan darahnya tinggi sehingga kepalanya pusing dan susah tidur dan
sudah memperiksakan dirinya ke dokter. serta pasien juga mengatakan untuk tidurnya
memang tidak teratur karena pekerjaanya. Ny. S mengatakan biasanya tekanan
darahnya tinggi ketika iya kecapekan saat bekerja. Ny. S mengatakan ketika iya merasa
kepalanya pusing / kemeng baru pergi kedokter terdekat untuk periksa. Ketika ditanya
terkait terapi komplementer untuk penurun tekanan darah selain obat-obatan, pasien
mengatakan tidak mengetahuinya.
D. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU
Ny.S mengatakan tidak pernah menderita penyakit sebelumnya
E. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Ny. D mengatakan dikeluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit
Hipertensi seperti dirinya dan dikeluarganya tidak ada yang sakit.
F. RIWAYAT LINGKUNGAN HIDUP
Ny.S mengatakan dia tinggal sendiri dirumahnya saat ini karena pekerjaan yang iya
tekuni yaitu sebagai pedagang. Pasien mengatakan rumah aslinya di Rt 1 Rw 07 bergas
lor tetapi untuk sekarang dia tinggal di Rt 3 dengan kondisi rumah seadanya.
G. RIWAYAT REKREASI
Ny. S mengatakan jarang pergi liburan dan sekarang hampir tidak pernah karena
kesibukan yang iya jalani saat ini (pedagang).
H. SUMBER/SISTEM PENDUKUNG YANG DIGUNAKAN
Sumber Pendapatan
: Bekerja mandiri (pedagang)
Sumber Support sosial
: Keluarga dan lingkungan sekitar
I. DESKRIPSI HARI KHUSUS
Tidak ada
J. TINJAUAN PER SISTEM (jelaskan sistem-sistem di bawah ini yang terdapat
pada klien) HEAD TO TOE
1. Keadaan Umum/tingkat kesadaran
: Komposmetis
Tekanan darah
:150/100mmHg
Nadi
: 80 x/menit
RR
: 20 x/menit
2. Kulit dan Kuku
Inspeksi
Warna Kulit
: Sawo matang
Warna kuku
: Normal putih kemerahan tidak ada sianosis
Lesi kulit
: Tidak terdapat lesi pada kulit
Jaringan parut
: Tidak terdapat jaringan parut pada kulit
Distribusi rambut
: Distribusi rambut merata dan terdapat uban
Kebersihan kuku
: Pada Ny.S kukunya tampak bersih dan pendek
Kelainan pada kuku
: Tidak terdapat clubbing finger.
Bulla (lepuh)
: Tidak ada bula pada kulit Ny.S
Ulkus
: Tidak terdapat ulkus pada tubuh Ny.S
Palpasi
Tekstur kulit
: Sedikit kasar
Turgor kulit
: Menurun
Pitting edema
: Tidak ada pitting edema
Capilarry refill time
: kurang 2 detik
3. Kepala
Inspeksi
Bentuk kepala
: Mesochepal tidak ada kelain bentuk kepala
Kebersihan
: Sedikit kotor
Warna rambut
: Dominan putih (beruban)
Kulit kepala
: Sedikit kotor, tidak ada ketombe, lesi atau luka
Distribusi rambut
: Tersebar merata
Kerontokan rambut
: Tidak rontok
Benjolan dikepala
: Tidak terdapat benjolan dikepala
Temuan yang Lain
: Tidak ada
Palpasi
Nyeri tekan
: Tidak ada nyeri tekan pada kepala
Temukan yang lain
: Tidak ada
4. Mata
Inspeksi
Kelopak mata mengalami ptosis
: Tidak
Konjungtiva
: Merah Muda (normal)
Sklera
: Putih
Iris
: Kecoklatan
Kornea
: Jernih
Pupil
: Isokor
Peradangan
: Tidak ada peradangan
Katarak
: Tidak
Ketajaman penglihatan : Ketajaman penghilatan Ny.S sudah mulai menurun
Gerak bola mata
: Pergerakan bola mata simetris kiri & kanan
Medan penglihatan
: Cukup luas, namun tidak bisa melihat jika jaraknya
jauh
Alat bantu penglihatan : Ny.S tidak menggunakan alat bantu penglihatan
Buta warna
: Ny.S tidak mengalami buta warna
Temuan lainnya
: Tidak ada
Palpasi
Kelopak mata
: Tidak Nyeri
Temuan yang lainnya
: Tidak ada
5. Telinga
Inspeksi
Bentuk telinga
: Bentuk telinga simetris kiri dan kanan
Lesi
: Tidak ada lesi
Peradangan
: Tidak ada peradangan
Kebersihan lubang telinga
: Cukup bersih, sedikit ada serumen
Kebersihan telinga luar
: Bersih
Membran timpani
: Tidak terkaji
Test Arloji
: Ny.S masih mendengar suara arloji yang
didekatkan ke telinganya.
Tes bisikan bilangan
: Tidak terkaji
Tes Weber
: Tidak terkaji
Test Rinne
: Tidak terkaji
Test Swabach
Palpasi
: Tidak terkaji
:
Daun telinga
: Tidak ada nyeri dan daun telinga elastis
kanan dan kiri
Prosessus mastoideus
: Tidak ada nyeri saat ditekan
Temuan yang lain
: Tidak ada
6. Hidung dan Sinus
Inspeksi
Bentuk hidung
: Bentuk hidung simetris
Warna kulit hidung
: Coklat muda
Lubang hidung
: Cukup bersih
Temuan yang lain
: Tidak ada
Peradangan
: Tidak ada peradangan
Penciuman
: Ny.S tidak mengalami gangguan penciuman
Palpasi
:
Mobilitas septum hidung
: Tidak ada
Sinusitis
: Tidak ditemukan tanda-tanda sinusitis
Temuan lainnya
: Tidak ada
7. Mulut dan Tenggorokan
Inspeksi
Warna bibir
: Merah muda
Bibir pecah-pecah
: Tidak ada
Mukosa
: Mukosa bibir Ny. S lembab
Kebersihan gigi
: Cukup bersih
Gigi berlubang
: Tidak ada
Gusi berdarah
: Tidak ada gusi berdarah
Kebersihan Lidah
: Bersih
Pembesaran tonsil
: Tidak terlihat pembesaran tonsil
Temuan yang lain
: Tidak ada
8. Leher
Inspeksi
Kesimetrisan leher
: Leher Ny.S simetris
Palpasi
Kelenjar limfe
: Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Pembesaran Kelenjar tyroid : Tidak ada
Kaku kuduk
: Tidak mengalami kaku kuduk
Temuan yang lain
: tidak ada
9. Payudara (pada laki-laki dan perempuan)
Inspeksi
Bentuk
: Tidak ada keluahan
Kesimetrisan
: Tidak ada keluahan
Posisi puting
: Tidak ada keluahan
Tampilan payudara
: Tidak ada keluahan
Palpasi
Benjolan
: Tidak ada keluahan
Temuan yang lain
: Tidak ada
10. Dada dan Tulang Belakang
Inspeksi
Bentuk dada
: Simetris antara kanan dan kiri
Kelainan bentuk
: Tidak ada kelainan bentuk
Kelainan tulang belakang
Temuan yang lain
: Tidak ada kelainan pada tulang belakang
: Tidak ada
11. Pernafasan ( Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi )
Inspeksi
Pengembangan dada
: Simetris antara kanan dan kiri
Pernafasan
: Normal, yaitu 20x/menit
Retraksi interkosta
: Tidak terlihat retraksi interkosta
Cuping hidung
: Tidak ada pernafasan cuping hidung
Palpasi
Taktil fremitus
: Getaran sama antara paru kanan dan kiri
Pengembangan dada : Pengembangan dada saat inspirasi dan ekspirasi sama
antara paru kanan dan kiri
Perkusi
: Suara sonor
Auskultasi
: Terdengar Vesikuler
Suara tambahan
: Tidak ada suara tambahan saat perkusi dan
auskultasi
Temuan Lainnya
: Tidak ada
12. Kardiovaskuler ( Inspeksi , Palpasi, Perkusi, Auskultasi )
Inspeksi
Titik implus maksimal
: Tampak pada ICS 5 midklavikula
Palpasi
Titik implus maksimal
: Terlihat di ICS 5 midklavikula
Katup aorta
:-
Katup pulmonal
:-
Katup trikuspid
:-
Katup bikuspidalis
:-
Perkusi
Batas jantung
: Redup
Auskultasi
Bunyi jantung
: Normal S1 diikuti S2( lup dub)
Temuan yang lain
: Tidak ada
13. Gastrointestinal ( Inspeksi, Auskultasi, Perkusi, Palpasi )
Inspeksi
Bentuk abdomen
: Cembung
Auskultasi
Peristaltik usus
:11 x/ menit
Perkusi
Ginjal
: Redup
Hati
: Pekak
Limfa
: Pekak
Abdomen
: Tympani
Usus
: Tympani
Palpasi
Temuan yang lain
14. Perkemihan
: Tidak ada nyeri tekan
: Tidak ada
: Tidak ada nyeri tekan divesika urinaria
Warna urin
: Kuning jernih
Jumlah urin
: Ny. S lancar dalam BAK yaitu 2-3 kali sehari.
Jumlah urin kurang lebih 600 cc.
Nyeri saat BAK
: Ny. S tidak merasakan nyeri saat BAK.
Hematuria
: Tidak terdapat kencing darah
Rasa terbakar saat BAK : Tidak ada
Perasaan tidak lampias
: Tidak mengalami anyang-anyangan
Mengompol
: Ny. S tidak mengompol
Tidak bisa BAK
: BAK lancar, tidak ada keluhan susah BAK
Temuan lainnya
: Tidak ada
15. Muskuloskeletal
Nyeri pada persendian
Inspeksi
Lesi kulit
: Tidak ada lesi/luka pada kulit
Adanya tremor
: Tidak ada tremor
Palpasi
Tonus otot ekstrimitas atas
: normal
Tonus otot ekstrimitas bawah
: normal
Kekuatan ekstrimitas atas
: normal
Kekuatan ekstrimitas bawah
: normal
Rentang gerak
: Maksimal
Edema kaki
: Tidak teraba odema pada kaki
Refleks Bisep
: Kanan =
+
Kiri = +
Refleks Patella
: Kanan =
+
Kiri = +
Refleks Achilles
: Kanan =
+
Kiri = +
Keterangan : Refleks positif = Normal
Deformitas sendi
: Tidak terdapat deformitas sendi
Nyeri ekstremitas
: Tidak ada nyeri ekstremitas
Temuan yang lain
: Tidak ada
16. SSP (N I – XII)
a. Olfaktori
: Ny.S mampu membedakan aroma
b. Optikus
: Ny.S penglihatan sedikit rabun
a. Okulomotorius
: Ny.S mampu menggerakkan kelopak mata
c. Throklear
: Ny.S mampu menggerakkan mata dan bola mata
d. Trigeminus
: Ny.S mampu mengunyah dan mengerangkan rahang,
mampu membedakan sensasi halus, tajam diwajah
e. Abdusen
:
Ny.S
mampu
menaik
turunkan
mata
dan
menggerakkan bola mata
f. Facialis
: Ny.S mampu menggerakkan alis ketas dan kebawah,
tersenyum, dan mampu membedakan rasa asin, asam, pahit, manis diujung
lidah
g. Auditori
: Ny.S masih mampu mendengar dengan baik, namun
untuk keseimbangan tubuh sedikit menurun
h. Glosofaringeal
: Reflek menelan Ny.S baik, mampu membedakan
rasa asin, asam, pahit, manis dipangkal lidah
i. Vagus
: Reflek menelan Ny.S baik
j. Aksesoris
: Ny. S mampu melawan tahanan pada kepala dan
bahu, mampu menggerakkan leher.
k. Hipoglosus
:
Ny.S
mampu
menjulurkan
lidah
dan
menggerakkannya kesamping kanan, kiri dan keatas, kebawah
17. Sistem Endokrin
Pembesaran tiroid
: Tidak terlihat pembesaran kelenjar tiroid
Riwayat penyakit metabolic
:
Ny.S
mempunyai
beberapa bulan terakhir
Temuan lainnya
: Tidak ada
18. Genetalia
Kebersihan
: Tidak terkaji
Haemoroid
: Tidak terkaji
Hernia
: Tidak terkaji
Kesan
: Tidak terkaji
Temuan lainnya
: Tidak terkaji
riwayat
hipertensi
K. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL, EKONOMI DAN SPIRITUAL
1. Psikososial
Kemampuan sosialisasi pasien baik, pasien mampu diajak berkomunikasi
dengan baik, baik dengan keluarga maupun dengan lingkungan sekitarnya.
a. Hubungan dengan orang lain dalam masyarakat :
-
Mampu berinteraksi
-
Mampu kejasama
b. Kebiasaan lansia berinteraksi dengan teman sebayanya :
Ny.S sering berinteraksi dengan teman dilingkungan sekitarnya
c. Stabilitas emosi
Emosi Ny.s masih stabil, jika marah atau kesal masih mampu mengontrol
emosinya
d. Frekuensi kunjungan keluarga ( jika lansia tinggal sendiri )
Ny.S mengatakan keluarganya mengunjunginya dalam sebulan 2-3 kali
e. Pertengkaran dengan teman
Ny.S mengatakan tidak pernah bertengkar dengan temannya yang ada
disekitar rumahnya malah sebaliknya saling berhubungan baik.
f. Curiga terhadap teman
Ny.S tidak pernah memiliki rasa curiga pada temannya
g. Harapan klien
Ny.S mengatakan ingin menjadi lebih baik untuk ke depannya terutama
kondisi tubuhnya tetap sehat agar dapat bekerja dengan baik.
Temuan lainnya
: Lansia tinggal sendiri tiak bersama keluarga
2. Sosial Ekonomi
a. Pekerjaan
: Saat ini Ny.S bekerja mandiri sebagai pedagang
b. Penghasilan
: Ny.S mempunyai penghasilan sendiri dari hasil kerjanya
c. Asuransi kesehatan : Asuransi kesehatan/jaminan pelayanan kesehatan dari
BPJS, sumber pembiayaan pengobatan dari BPJS.
d. Jumlah keluarga klien yaitu 9 orang
e. Sumber bantuan : Ny.S mengatakan dari keluarga tetapi sebisa mungkin dari
dirinya sendiri.
3. Identifikasi masalah emosional ( Gunakan pertanyaan di bawah ini )
Pertanyaan tahap 1
a. Apakah Ny.S mengalami kesulitan tidur ?
: Ya
b. Apakah klien merasa gelisah ?
: Tidak
c. Apakah klien sering murung dan menangis sendiri ?
: Tidak
d. Apakah klien sering was-was atau khawatir ?
: Ya
Lanjutkan ke pertanyaan tahap 2 jika lebih dari atau sama dengan 1 jawaban
“ya”
Pertanyaan tahap 2
a. Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali dalam 1 bulan ?
: Tidak
b. Ada atau banyak pikiran ?
: Ya
c. Ada gannguan atau masalah dengan keluarga lain ?
: Tidak
d. Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter ?
: Tidak
e. Cenderung mengurung diri ?
: Tidak
Bila lebih dari atau sama dengan jawaban “ya” maka masalah emosional (+).
Interprestasi
: Emosional Ny.S stabil
L. PENGKAJIAN FUNGSIONAL KLIEN
Indeks KATZ
Temasuk/kategori manakah klien ?
a. Mandiri dalam makan, kontinensia (BAK dan BAB), menggunakan pakaian, pergi
ke toilet, berpindah dan mandi.
Keterangan : Mandiri berarti tanpa pengawasan, pengarahan atau bantuan efektif
dari orang lain, seseorang yang menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap
tidak melakukan fungsi, meskipun ia dianggap mamp
Modifikasi dari Bartel Indeks
No
1
KRITERIA
Dengan
Bantuan
Makan
3
4
5
6
Minum
Berpindah dari kursi roda
ketempat
tidur/
sebaliknya
Personal toilet (cuci
muka, menyisir rambut,
gosok gigi)
Keluar
masuk
toilet
(mencuci
pakaian,
menyukai tubuh dan
menyiram)
Mandi
Keterangan
Frekuensi 2 x sehari
5
2
Mandiri
10

5
10

10
15

0
5

Jumlah 1 porsi habis
Jenis nasi, sayur dan
lauk
Frekuensi jarang
Jumlah 1 botol
Jenis air putih, teh, kopi
Ny.S
tidak
menggunakan
kursi
roda
Mandiri
Mandiri
5
10

5
15

Mandiri
7
8
9
10
Jalan dipermukaan datar
0
5
10

5
10

5
`10

5
10

Frekuensi 2-3 x sehari
Warna kuning jernih
5
10

Frekuensi jarang
Jenis jalan-jalan
5
10

Naik turun tangga
Mandiri
Menggunakan pakaian
Mampu
Kontrol Bowel (BAB)
11
Kontrol Bladder (BAK)
12
Olahraga/ latihan
13
Mampu
5

Rekreasi/
pemanfaatan
waktu luang
Frekuensi1x sehari
Konsistensi lembek
Frekuensi jarang
Keterangan:
130
: Mandiri
65-125
: Ketergantungan sebagian
60
: Ketergantungan total
Interpretasi / kesimpulan: Ny.S termasuk dalam kategori mandiri dengan nilai
130
SKOR NORTON
ASPEK YANG DI KAJI
Kondisi fisik umum
a. Baik
b. Lumayan
c. Buruk
SKOR
4
3
2
KONDISI Ny.S
4
d. Sangat buruk
Kesadaran
a. Komposmentis
b. Apatis
c. Sopor
d. Koma
Aktivitas
a. ambulasi
b. ambulasi dengan bantuan
c. hanya bisa duduk
d. tiduran
Mobilitas
a. bergerak bebas
b. sedikit terbatas
c. sangat terbatas
d. tidak bisa gerak
Inkontinensia
a. tidak ada
b. kadang – kadang
c. sering inkontinensia urin
d. tidak bisa gerak
SKOR
1
4
3
2
1
4
4
3
2
1
4
4
3
2
1
4
3
2
1
4
4
20
Kategori skor :
16-20 : kecil sekali kemungkinan terjadi dikubitus / tak terjadi
12-15 : kemungkinana terjadi kecil
<12
: kemungkinan besar terjadi
Interprestasi / kesimpulan : Ny.S termasuk dalam (kecil sekali kemungkinan
terjadi dikubitus/ tidak terjadi)
M. PENGKAJIAN STATUS MENTAL KLIEN
1. Identifikasi Tingkat Intelektual Dengan SPMSQ (Short Portable Mental Status
Quesioner), Pfeiffer E, 1975 :
Instruksi :
Ajukan pertanyaan 1-10 pada daftar ini dan catat semua jawaban.
Catat jumlah kesalahan total.
N0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
PERTANYAAN
BENAR/SALAH
Tanggal berapa hari ini ?
Salah
Hari apa sekarang ?
Salah
Apa nama tempat ini ?
Rumah
Dimana tempat anda ?
Rt 3 Bergas lor
Berapa umur anda ?
67 tahun
Kapan anda lahir (minimal tahun lahir) ?
Benar
Siapa presiden Indonesia sekarang ?
Joko Widodo
Siapa presiden Indonesia sebelumnya ?
Joko Widodo
Siapa nama ibu anda ?
Ny. M
Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3
17,15,12,9,6,3
dari setiap angka baru, semua secara
menurun.
JUMLAH SALAH
2
Interpretasi Hasil :
Salah 0-2
: fungsi intelektual utuh
Salah 3-4
: kerusakan intelektual ringan
Salah 5-7
: kerusakan intelektual sedang
Salah 8-10
: kerusakan intelektual berat
Interpretasi / kesimpulan
: Fungi intelektual Ny.S utuh
2. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan MMSE (Mini Mental Status
Exam); Fostein MF, 1975 :
No
1
Aspek Kognitif
Nilai Maks
Nilai klien
Orientasi
5
2
Orientasi
5
5
2
Registrasi
3
3
3
Perhatian
kalkulasi
dan 5
3
4
Mengingat
3
3
5
Bahasa
9
6
Kriteria
Menyebutkan dengan benar
o Tahun √
o Musim√
o Tanggal X
o Hari X
o Bulan X
Dimana kita sekarang
o Negara Indonesia√
o Provinsi……………√
o Kota………………..√
o Panti wredha……
o Wisma…………….
Sebutkan 3 objek (oleh pemeriksa) 1
detik untuk mengatakan masingmasing objek. Kemudian tanyakan
kepada klien ketiga objek tadi
(untuk disebutkan)
o Objek kertas √
o Objek pensil √
o Objek tas √
Minta klien untuk memulai dari
angka 100 kemudian dikurangi 7
sampai 5 kali.
o 93 √
o 86 √
o 79 √
o 72 √
o 65 √
Minta klien untuk mengulangi ketiga
objek pada nomor 2 (registrasi) tadi
bila benar 1 point untuk masingmasing objek.
Ny.S bisa mengulangnya.
Tunjukan pada klien suatu benda
dan tanyakan namanya pada klien
(misal jam tangan atau pensil). √
Minta pada klien untuk mengulangi
kata berikut “tak ada jika, dan, atau,
tetapi”. Bila benar, nilai 1
point.Pernyataan benar 2 buah :
tidak ada jika,tetapi,
Minta klien untuk mengikuti
perintah berikut yang terdiri dari 3
langkah : “ambil kertas ditangan
anda. Lipat dua dan taruh dilantai”
o Ambil kertas √
o Lipat dua √
o Taruh dilantai √
Perintahkan pada klien untuk hal
berikut (bila aktivitas sesuai perintah
nilai 1 point)
o Tutup mata anda √
Perintahkan pada klien untuk
menulis 1 kalimat dan menyalin
gambar
o Tulis satu kalimat X
o Menyalin gambar X
Total Nilai
>23
22
: aspek kognitif dari fungsi mental baik
18-22 : kerusakan aspek fungsi mental ringan
≤17
: terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat
Interpretasi hasil : Ny.S mengalami kerusakan aspek fungsi mental ringan
3. Skala Depresi
Sesuaikan jawaban klien dengan jawaban yang sesuai pada instrument.
NO
1
2
3
4
5
6
7
Pertanyaan
Jawaban yang
sesuai
Apakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan anda
Ya
Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan Tidak
minat/kesenangan anda?
Apakah anda merasa kehidupan anda kosong ?
Tidak
Apakah anda merasa sering bosan?
Ya
Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap saat?
Tidak
Apakah anda merasa takut sesuatu yang buruk akan terjadi
Ya
pada anda?
Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup
Ya
8
9
10
11
12
13
14
15
anda?
Apakah anda sering tidak berdaya?
Apakah anda lebih sering dirumah daripada pergi keluar dan
mengerjakan sesuatu hal yang baru?
Apakah anda mempunyai banyak masalah dengan daya ingat
anda di bandingkan kebanyakan orang?
Apakah anda pikir hidup anda sekarang menyenangkan?
Apakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda saat
ini?
Apakah anda merasa penuh semangat?
Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan?
Apakah anda pikir bahwa orng lain lebih baik keadaanya dari
pada anda?
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Skor <5
: Tidak depresi
Skor 5-9
: Kemungkinan depresi
Skor 10 atau lebih
: Depresi
Interpretasi/kesimpulan
: skor antara 5-9, Ny.S kemungkinan depresi
N. PENGKAJIAN PERILAKU TERHADAP KESEHATAN
Kebiasaan merokok : Ny.S tidak merokok
Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari :
1. Kebutuhan nutrisi
Frekuensi makan
: Ny.S makan 2x sehari
Jumlah makanan yang dihabiskan
: 1 porsi habis
Snack
: Tidak ada
2. Pemenuhan cairan
Frekuensi minum
: Ny.S mengatakan jarang minum yaitu
<3 gelas sehari, alasanya kebiasaan mium
sedikit
Jenis minuman
: Air putih, teh atau kopi
3. Pola kebiasaan tidur
Jumlah waktu tidur
: 5-6 jam
Gangguan tidur
: Ny.S mengalami gangguan tidur karena kerjaan
Penggunaan waktu luang : Membuat dagangan
4. Pola Eliminasi BAB
Frekuensin BAB
: 1 kali sehari
Konsistensi
: Lembek
Gangguan BAB
: tidak ada
5. Pola eliminasi BAK
Frekuensi
: 2-3 kali sehari
warna urin
: Kuning jernih
gangguan BAK
: Tidak ada
6. Pola aktivitas
Kegiatan produktif lansia yang sering dilakukan : karena Ny.S dia bekerja
sebagai dagang sebagian besar kegiatanya membuat dagangan, memasak,
mencuci, dll).
7. Pola Pemenuhan Personal Hygiene
Mandi
: Ny.S mandi 2x sehari yaitu pagi dan sore hari
Memakai sabun
: Ya
Sikat gigi
: 1x sehari
Menggunakan pasta gigi : Ya
Kebiasaan berganti pakaian bersih : 1x sehari
O. PEMERIKSAAN PENUNJANG (jika ada)
1. Pemeriksaan Hasil Laboratorium
: Tidak terkaji
2. Pemeriksaan yang lain
: Tidak terkaji
P. TERAPI
Tidak ada
FORMAT ANALISA DATA
NO
1.
DATA
DS :
-
INTERPRESTASI ETIOLOGI
Hipertensi
Kurang informasi mengenai
penyakit dan terapi
sebelum-sebelumnya tidak pernah cek tekanan
darah.
-
Pasien mengatakan tidak tau penyebab penyakit,
pasien mengatakan ketika kecapekan kepalanya
akan pusing.
-
Pasien mengatakan suka makanan asin, gorengan,
dan minum kopi.
-
Ketika pasien ditanya terkait buah-buahan, sayur
dan terapi herbal untuk menurunkan tekanan
darah. Pasien mengatakan tidak mengetahuinya.
Defisien
pengetahuan
berhubungan
Pasien mengatakan baru mengetahui diri tekanan
darahnya tinggi beberapa bulan ini. Karena
MASALAH (PROBLEM)
dengan
kurang informasi (NANDA
2018-2019,
Domain
5
persepsi atau kognisi, kelas
Defisien pengetahuan
4 kognisi, 00126)
-
Pasien mengatakan bahwa SD pun tidak tamat.
-
Pasien mengatakan ketika kepalanya pusing dan
mengganggunya baru berobat ke pelayanan
kesehatan.
DO :
-
Saat dilakukan pengkajian didapatkan hasil TTV
pasien :
TD : 160/90 mmhg
Nadi : 80x/menit
RR
-
: 20x/menit
Pasien
tidak
mengetahui
tentang
terapi
komplementer penurun tekanan darah (seperti
buah, dedaunan, pijat dll).
-
Pasien tampak bingung saat ditanya cara menjaga
pola makan dan makanan apa saja yang harus
dihindari.
2.
Kecapakan, jam kerja berlebihan,
DS :
-
Pasien mengatakan tidurnya tidak teratur dan
kurang istirahat
tidak merasa cukup istirahat
-
mengatakan tidur jam 8/9 lalu jam 11
malem
bangun
untuk
Tekanan darah meningkat
memperiapkan
dagangan untuk besok pagi. Ketika sudah selesai
tidur
berhubungan dengan pola
akan tidur kembali.
Pasien mengatakan ketika kepalanya pusing
tidurnya akan terganggu
DO :
-
Saat pegkajian pasien terlihat menguap
-
Terdapat kantung mata pada pasien
-
Wajahnya terlihat kecapekan
(Domain
4.
Aktivitas/istirahat, Kelas 1.
Kepala pusing, tidur terganggu
membuat dagangan jika waktu cukup beliau akan
-
pola
tidur tidak menyehatkan.
Pasien
lagi
Gangguan
Gangguan pola tidur
Tidur /istirahat 00198).
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Defisien pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi (NANDA 2018-2019, Domain 5 persepsi atau kognisi,
kelas 4 kognisi, 00126).
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pola tidur tidak menyehatkan. (Domain 4. Aktivitas/istirahat, Kelas 1. Tidur
/istirahat 00198).
FORMAT RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU
No
Tgl
TTD &
Tujuan & Kriteria Hasil (SMART)
Dx
1.
Intervensi
Jam
Selasa,
30
Juli
Nama
Setelah diberikan tindakan keperawatan Pendidikan Kesehatan (5510)
diharapkan
pasien
mendapatkan
Putu
Aktivitas-aktivitas :
novi
informasi dengan kriteria hasil:
2019
Pengetahuan
manajemen
hipertensi
hidup perilaku saat ini pada individu, keluarga
(1837):
1.
183703
target
(dipertahankan
tekanan
pada
darah
skala
183713
2. Gunakan berbagai strategi dan intervensi
pentingnya
pengobatan
atau kelompok sasaran.
3,
ditingkatkan ke 4)
2.
1. Tentukan pengetahuan kesehatan dan gaya
mematuhi
(dipertahankan
pada
utama dalam program pendidikan kesehatan
(Hipertensi)
skala 3, ditingkatkan ke 4)
3.
183716 manfaat pemantauan diri
secara
(dipertahankan
ditingkatkan ke 4)
terus-menerus
pada
skala
3,
a. Ajarkan
terapi
komplementer
(Pembuatan air rebusan seledri)
-
Mini Arie, Ni Nengah, Dkk. 2014.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan
Seledri
Pada
Lansia
Penderita
4.
5.
183722 strategi untuk mengubah
Hipertensi
Di
kebiasaan diet (dipertahankan pada
Barat.
Jurnal
skala 3, ditingkatkan ke 4)
Komunitas.Volume 2, No. 1.
183728 sumber informasi hipertensi
terpercaya
(dipertahankan
-
pada
6.
183730
tahu
mendapatkan
kapan
untuk
bantuan
dari
ditingkatkan ke 4)
pada
Keperawatan
Study
to
Evaluate
A
the
Antihypertensive E!ect of a Celery
Extract
skala
3,
in
Mild
Hypertensive
seseorang professional kesehatan
(dipertahankan
Gogodalem
Doddabele Madhavi, dkk. 2013.
Pilot
skala 3, ditingkatkan ke 4)
Dusun
to
Moderate
Patients.
Natural
Medicine Journal 4(4).
b. Ajarkan
terapi
(Pembuatan
jus
komplementer
tomat
penurun
tekanan darah)
-
Nurul Hidayah, dkk. 2018. Pengaruh
Jus
Tomat
Tekanan
Terhadap
Darah
Pada
Penurunan
Penderita
Hipertensi Lansia. The Indonesian
Journal Of Health Science
-
Priyo
Raharjo.
Pemberian
Jus
2010.
Pengaruh
Tomat
Terhadap
Perubahan Tekanan Darah Sistolik
Dan
Diastolik
Hipertensi
Di
Pada
Penderita
Desa
Wonorejo
Kecamatan Lawang Malang Tahun
2007. Jurnal Keperawatan, Volume 1,
Nomor 2, ISSN: 2086-3071
2.
Selasa,
30
Juli
Setelah diberikan tindakan keperawatan Peningkatan tidur (1850)
diharapkan pasien dapat mengatasi pola
Putu
Aktivitas-aktivitas :
novi
tidur yang buruk dengan kriteria hasil:
2019
1. Anjurkan pasien untuk menghindari makanan
Tidur (0004) :
1. 000401 jam tidur (dipertahankan
pada skala 4, ditingkatkan ke 5).
sebelum
tidur
dan
minuman
yang
menggunakan
Non-
mengganggu tidur
2. 000403 pola tidur (dipertahankan
pada skala 4, ditingkatkan ke 5).
3. 000404 kualitas tidur (dipertahankan
pada skala 4, ditingkatkan ke 5).
4. 000408
perasaan
segar
pasien
farmakologi lainnya untuk memancing tidur.
a. Ajarkan terapi komplementer (Rendam
setelah
bangun (dipertahankan pada skala 4,
ditingkatkan ke 5).
2. Ajarkan
kaki air hangat pada lansia dengan
Gangguan Tidur).
5. 000412 kesulitan memulai tidur
(dipertahankan
pada
skala
-
4,
Chepi Lendengtariang, dkk. 2018.
Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat
ditingkatkan ke 5).
Pada Kaki Terhadap Insomnia Pada
Lansia
Di
Kelurahan
Angges
Kecamatan Tahuna Barat. E-Journal
Keperawatan
(E-Kp)
Volume
6
Nomor 2.
-
Nita & Evida. 2015. Efektivitas
Rendam Air Hangat Pada Kaki
Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di
Panti
Wredha
Harapan
Ibu
Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan
Dan Kebidanan (Jikk)
CATATAN PERKEMBANGAN
No
Tgl
TTD &
Implementasi
Dx
1.
Intervensi
Jam
Selasa,
Nama
30 1. Mengunakan
berbagai
utama
strategi
dalam
dan DS :
program
-
Putu
juli 2019
intervensi
09:00 WIB
pendidikan kesehatan Hipertensi
setelah
a. Mengajarkan cara pembuatan Air
kesehatan penurun tekanan darah
rebusan seledri penurun tekanan
Pasien mengatakan lebih mengerti
diberikan
pendidikan
dengan air rebusan seledri
darah pada lansia
-
Mini Arie, Ni Nengah, Dkk.
-
rasanya enak
2014. Pengaruh Pemberian Air
Rebusan Seledri Pada Lansia
Pasien mengatakan air rebusan seledri
-
Pasien mengatakan sudah mengarti
Penderita Hipertensi Di Dusun
Gogodalem
Barat.
cara pembuatan air rebusan seledri
Jurnal
Keperawatan Komunitas.Volume DO :
2, No. 1.
-
Pasien dapat menjelaskan cara-cara
novi
pembuatan air rebusan seledri serta
manfaat seledri
-
Pasien dapat mengerti apa yang
dijelaskan oleh perawat
-
Tekanan
darah
pasien
sebelum
pemberian air rebusan seledri yaitu
160/100 mmhg
11:00 WIB
DS :
2. Mengobervasi
tekanan
darah
setelah 2 jam diberikan tindakan
pasien
-
Pasien
mengatakan
sesuai
janji
bersedia di cek tekanan darahnya
DO :
-
Tekanan
darah
pasien
setelah
diberikan air rebusan seledri setelah 2
jam pemberian yaitu 155/100 mmhg,
ada sedikit penurun dari tekanan
darah sebelumnya
2.
Jumat,
2 1. Menentukan pengetahuan kesehatan dan DS :
Putu
Agustus
gaya hidup perilaku saat ini pada
novi
2019
individu,
13:00 WIB
sasaran.
keluarga
atau
-
kelompok
Pasien mengatakan lebih mengerti
makan yang harus dihindari kerena
sebelumnya pasien mengatakan tidak
mengetahui asal makan saja
-
Pasien mengatakan akan berusahan
untuk mengkonsumsi makan/minum
yang diperbolehkan
DO :
-
Pasien terlihat dapat mengerti apa
yang dijelaskan dan pasien dapat
menyebutkan makanan yang harus
dihindari
dan
yang
dapat
di
komsumsi
-
Pasien
sangat
kooperatif
ketika
diberikan pendidikan kesehatan
3. Mengunakan
intervensi
berbagai
utama
strategi
dalam
dan DS :
program
-
Pasien
mengatakan
sudah
sering
pendidikan kesehatan Hipertensi
mengkonsumsi buah tomat karena
-
Mengajarkan terapi komplementer
pasien menyukainya, tetapi pasien
(Pembuatan jus tomat penurun
tidak
tekanan darah).
menurunkan tekanan darah.
tau
jika
tomat
dapat
Nurul Hidayah, dkk. 2018. Pengaruh DO :
Jus
Tomat
Tekanan
Terhadap
Darah
Pada
Penurunan
Penderita
-
Pasien
informasi
terlihat
yang
senang
diberikan
terkait
oleh
Hipertensi Lansia. The Indonesian
Journal Of Health Science
mahasiswa
-
Pasien terlihat sangat welcome
4. Memberikan pasien kesempatan untuk DS :
bertanya dalam
pendidikan kesehatan
-
ini.
Pasien bertanya apakah tomat ini
dapat di konsumsi langsung tanpa di
jus
-
Pasein bertanya berapa buat tomat
yang harus dikonsumsi dan berapa
kali sehari
DO :
-
Pasien sangat kooperatif dan mulai
mengerti
-
Perawat menjelaskan bawa tomat
dapat dikonsumsi langsung yaitu jika
tomat kecil dikonsumsi 3 buah tomat,
jika besar 1 buah tomat sehari 1x
3.
Senin,
5 1. Menganjurkan pasien untuk menghindari DS :
Agustus
makanan sebelum tidur dan minuman
2019
yang mengganggu tidur
10:00 WIB
-
Pasien mengatakan mengerti apa
yang disarankan oleh perawat
-
Pasien mengatakan terikasih sudah
memperhatikannya
DO :
-
Pasien
terlihat
paham
dengan
penjelasan yang diberikan da ketika
disuruh mengulanginya pasien dapat
menyebutkan
dkurangi
makan/minum
yang
10:10 WIB
2. Mengajarkan pasien menggunakan Nonfarmakologi lainnya untuk memancing
DS :
-
tidur.
pada
mengenai
tindakan
dilakukan,
waktu
yang
dan
Ny.S
siap
untuk
akan
rendam kaki air hangat
-
dimana
lama akan berlangsung serta tujuan
nyenyak
-
dari tindakan yang akan dilakukan
(Mengajarkan
Gangguan Tidur)
lansia
Pasien mengatakan semoga cara yang
diajarkan dapat bermanfaat.
terapi DO :
komplementer Rendam kaki air
pada
Pasien mengatakan tidur akhir-akhir
ini terganggu dan tidak dapat tidur
tindakan akan dilakukan dan berapa
hangat
mengatakan
diberikan penkes yang ketiga tentang
a. Menginformasikan
yaitu:
Pasien
-
Pasien dapat mengerti apa yang
dinformasikan oleh perawat
dengan
-
Pasien dapat menyebutkan ulang
tentang cara rendam kaki air hangat
16:00 WIB
3. Mengevaluasi
tindakan
yang
telah DS :
diberikan selama beberapa hari terakhir
-
Pasien mengatkan merasa senang apa
4. Tetap malakukan kunjungan kerumah
yang diberikan selama beberapa hari
pasien meski sudah 1 minggu kelolaan
terakhir ini mulai dari cara pembuatan
apakah pasien rutin melakukan cara-cara
air rebusan daun seledri, jus tomat,
penurun tekana darah yang diajarkan.
dan rendam kaki ini
-
pasien mengatkan merasa terbantu
dan di perhatikan serta mendapatkan
ilmu
-
pasien
mengucapkan
terimakasih
untuk apa yang telah dilakukan
DO :
-
pasien telihat senang da terharu
-
stelah beberapa hari ini dieberikan
segala
macam
tindakan
perawat
mengecek kembali tekanan darah
pasien yaitu: TD = 140/90 mmhg
-
tetap lakukan kunjungan rumah
EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN
No
TTD &
Tgl & Jam
Evaluasi (SOAP)
Dx
1.
Nama
Selasa,
juli 2019
30 S :
-
Putu novi
Pasien mengatakan lebih mengerti setelah diberikan pendidikan kesehatan
penurun tekanan darah dengan air rebusan seledri
-
Pasien mengatakan air rebusan seledri rasanya enak
-
Pasien mengatakan sudah mengarti cara pembuatan air rebusan seledri
O:
-
Pasien dapat menjelaskan cara-cara pembuatan air rebusan seledri serta manfaat
seledri
-
Pasien dapat mengerti apa yang dijelaskan oleh perawat
-
Tekanan darah pasien sebelum pemberian air rebusan seledri yaitu 160/100
mmhg dan setelah 2 jam pemberian tekanan darah mulai ada perubahan yaitu:
155/100 mmhg.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
-
Lakukan rutin cara pertama yang diajarkan
-
Kontrak waktu tindakan selanjutnya
-
Tentukan pengetahuan kesehatan dan gaya hidup perilaku saat ini pada
individu, keluarga atau kelompok sasaran
-
Gunakan berbagai strategi dan intervensi utama dalam program pendidikan
kesehatan Hipertensi (Ajarkan terapi komplementer pembuatan jus tomat
penurun tekanan darah).
2.
Jumat,
Agustus
2 S:
-
Putu novi
Pasien mengatakan lebih mengerti makan yang harus dihindari kerena
sebelumnya pasien mengatakan tidak mengetahui asal makan saja
2019
-
Pasien mengatakan akan berusahan untuk mengkonsumsi makan/minum yang
diperbolehkan
-
Pasien mengatakan sudah sering mengkonsumsi buah tomat karena pasien
menyukainya, tetapi pasien tidak tau jika tomat dapat menurunkan tekanan darah.
O:
-
Pasien terlihat dapat mengerti apa yang dijelaskan dan pasien dapat menyebutkan
makanan yang harus dihindari dan yang dapat di komsumsi
-
Pasien sangat kooperatif ketika diberikan pendidikan kesehatan
-
Pasien terlihat senang terkait informasi yang diberikan oleh mahasiswa
-
Pasien terlihat sangat welcome
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
-
Anjurkan pasien untuk menghindari makanan sebelum tidur dan minuman
yang mengga
-
Ajarkan pasien menggunakan Non-farmakologi lainnya untuk memancing
tidur. Informasikan pada Ny.S mengenai tindakan yang akan dilakukan,
waktu dan dimana tindakan akan dilakukan dan berapa lama akan
berlangsung serta tujuan dari tindakan yang akan dilakukan yaitu: (Ajarkan
terapi komplementer Rendam kaki air hangat pada lansia dengan
Gangguan Tidur)
3.
Senin,
agustus
5 S:
-
Putu novi
Pasien mengatakan siap untuk diberikan penkes yang ketiga tentang rendam kaki
air hangat
2019
-
Pasien mengatakan tidur akhir-akhir ini terganggu dan tidak dapat tidur nyenyak
-
Pasien mengatakan semoga cara yang diajarkan dapat bermanfaat.
-
Pasien mengatkan merasa senang apa yang diberikan selama beberapa hari
terakhir ini mulai dari cara pembuatan air rebusan daun seledri, jus tomat, dan
rendam kaki ini
O:
-
Pasien dapat mengerti apa yang dinformasikan oleh perawat
-
Pasien dapat menyebutkan ulang tentang cara rendam kaki air hangat
-
setelah beberapa hari ini dieberikan segala macam tindakan perawat mengecek
kembali tekanan darah pasien yaitu: TD = 140/90 mmhg
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan untervensi
-
lakukan rendam kaki air hangat untuk mengatasi gangguan tidur secara rutin
-
rutin minum terapi komplmenter yang telah diajarkan untuk menurunkan
tekanan darah
-
tetap melakukan kunjungan rumah setelah 1 minggu kelolaan untuk
pemantauan rutin
Download