Uploaded by User38627

ASUHAN KEBIDANAN

advertisement
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU BERSALIN NORMAL
NY ’’ S” G1P0A0 UK 37 MINGGU
INPARTU KALA I FASE AKTIF
DI BPS SYAHRINI BANDUNG
Tanggal pengkajian
Jam
: 17 Agustus 2019
: 13.00 WIB
I. PENGKAJIAN
A.
DATA SUBYEKTIF
1. Biodata
Nama Ibu
: Ny. ” S ”
Nama Suami
: Tn ” I”
Umur
: 20 tahun.
Umur
: 27 th.
Pendidikan
: SMP
Pendidikan
: SMA
Agama
: Islam
Agama
: Islam
Suku/ Bangsa
: Jawa / Indonesia
Suku / Bangsa
: Jawa
Pekerjaan
: IRT
Pekerjaan
: Swasta
Alamat
: sidojangkung
2. Status perkawinan
Umur Kawin
: 19 Tahun
Lama Kawin
: 1 Tahun
3. Keluhan utama
Ibu mengatakan perutnya merasa kenceng-kenceng sering dan kuat serta mengeluarkan lendir
bercampur darah sejak pukul 11.00 WIB.
4. Riwayat menstruasi
a.
Haid
Menarche
: 13 tahun
Siklus
: 28 hari, teratur
Banyaknya
: 2-3 kotek / hari
Warnannya
: merah kehitaman
Baunya
: khas darah
Keluhan
: tidak ada
Fluor albus
: tidak
HPHT : 18-03-2013
HPL
: 25-12-2013
b. Riwayat Kehamilan, Persalinan, nifas, dan bayi yang lalu
perk
awin
an
1.
c.
Kehamilan
ke
Usia
Persalinan
Jenis pnlng
Tmpt
Pnyl
Anak
BB / Se
Nifas
Hdp/ Pn A
t
PB
mti
ks
ylt
S
KB
I
H
A
M
I
L
I
N
I
Riwayat kehamilan sekarang dan masalahnya
Keluhan Trismester
I
: Ibu mengatakan mual muntah
II
: Ibu mengatakan tidak ada keluhan
III
: Ibu mengatakan nyeri pada punggung
Kebutuhan ibu hamil yang sudah atau belum terpenuhi :
a) Antisipasi tanda bahaya selama hamil :
b) Ibu mengatakan teratur memeriksakan kehamilannya ke bidan
c) Persiapan buah dada dan persiapan pemberian ASI :
d) Ibu mengatakan belum mempersiapkan buah dada untuk proses laktasi (belum melakukan
perawatan)
e) Penanganan keluhan
f) Ibu mengatakan bila ada keluhan ibu langsung memeriksakan ke bidan dan mendapat
pengobatan dari bidan
g) Vitamin / obat-obatan
h) Ibu mengatakan hanya meminum / mengkonsumsi vitamin dan obat yang diberikan bidan
i) Persiapan kelahiran
j) Ibu mengatakan telah siap menghadapi kelahiran. Ibu memilih melahirkan di bidan
dengan didampingi suami dan keluarga, biaya persalinan juga telah dipersiapkan.
Peralatan ibu dan bayi sudah disiapkan
k) Imunisasi TT : ibu telah mendapatkan imunisasi TT4 pada kehamilan ini
5. Riwayat kesehatan yang lalu
a) Riwayat penyakit yang pernah di derita dan pengobatan yang dilakukan :
b) Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit apapun seperti hipertensi, diabetes
melitus, jantung, paru-paru, hepatitis.
c) Riwayat alergi
d) Ibu mengatakan tidak pernah alergi
6. Riwayat kesehatan keluarga
a) Penyakit yang diderita oleh keluarga
b) Ibu mengatakan keluarganya tidak pernah menderita penyakit menahun, menurun. Dan
menular seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung, paru-paru, hepatitis.
c) Keturunan kembar
d) Ibu mengatakan tidak memiliki keturunan kembar
7. Pola kebiasaan sehari-hari
Pola kebiasaan
1. Pola nutrisi
2. Pola eliminasi
Di rumah
Ibu mengatakan makan 3
kali sehari dengan nasi,
lauk pauk, sayur dan
minum ± 6- 8 gelas / hari
air putih
Ibu mengatakan teratur
Di BPS / saat dikaji
Ibu mengatakan tidak
makan hanya minum teh
dan air saja
Ibu mengatakan belum
3. Pola aktivitas
4. Pola personal Hygiene
5. Pola istirahan / tidur
6. Stress adaptasi
7. Pola seksual
BAB 1 kali / hari dan BAK BAB dan hanya BAK 2x
±5-6 kali / hari
bau khas warna kuning
jernih
Ibu
mengatakan
Ibu mengatakan hanya
mengerjakan
pekerjaan
berbaring di tempat tidur
rumah seperti memasak
dan sesekali berjalan
dan membersihkan rumah
Ibu mengatakan mandi
sehari 2 kali, gosok gigi 2
Ibu mengatakan selalu
kali saat mandi, ganti baju
cebok setiap kali selesai
2 kali saat setelah mandi
BAK
dan selalu cebok setelah
BAB dan BAK
Ibu
mengatkan
tidur
malam ±7-8 jam dan tidur
siang ± 1-2 jam, namun
Ibu mengatakan tidak
pada trismester III tidur
tidur
tidak nyenyak karena perut
terasa
kenceng-kenceng
dan punggung kaku
Ibu mengatakan selalu
Ibu mengatkan cemas
memikirkan kapan waktu
menghadapi persalinan
persalinan
Ibu mengatakan sudah Ibu mengatakan tidak
melakukan
hubungan melakukan
hubungan
seksual ± 2x/ bulan
seksual
8. Riwayat psikososial
a.
Respon psikologi
Ibu mengatakan merasa cemas saat persalinan
b. Kebutuhan akan dukungan
Ibu mengatakan suami dan keluarga yang lain selalu memperhatikan keadaan ibu dan berharap
kehamilan serta persalinan berjalan normal dan lancar.
9. Riwayat sosial budaya
Ibu mengatakan telah melakukan acara syukuran 7 bulanan
10. Riwayat piritual
Ibu mengatakan menjalankan sholat 5 waktu
B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan fisik umum
a.
Keadan umum
b. Kesadaran
: Baik
: Composmentis
Tekanan darah : 120/80 mmHg
c.
Denyut nadi
: 82 x/ menit
Pernafasan
: 20 kali / menit
Suhu
: 36,5 OC
Berat badan selama hamil : 50 Kg
d. TB
e.
LILA
f.
BB sebelum hamil
: 150 cm
: 23 cm
: 42 Kg
2. Pemeriksaan fisik khusus
a.
Inspeksi
 Kepala
: simetris, tidak ada benjolan, tidak ada pembengkakan
 Muka
: ada clasma gravadarum, tidak oedema, tidak pucat
 Mata
: simetris, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus, bersih
 Hidung
: bentuk hidung normal, simetris, tidak ada lesi, tidak ada sinus, mukosa lembab, tidak ada
pembesaran polip
 Telinga
: bentuk normal, simetris, tidak ada serumen berlebihan, tidak ada lesi.
 Mulut
: simetris, muka bibir lembab, tidak ada lesi, tidak bau mulut, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi
palsu, tidak ada pendarahan gusi,lidah bersih
 Leher
: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada bendungan vena jugularis
 Payudara
: simetris, ada hiperpigmentasi areola, putting menonjol, terdapat pembesaran kelenjar
montgomery, tidak ada benjolan abnormal, colostrum -
 Ketiak
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
 Perut
: tidak ada luka bekas operasi, ada linea nigra, ada striae gravidarum
 Genetalia
: bentuk normal, tidak ada condiloma, tidak varices, mengeluarkan lender bercampur darah
 Anus
: tidak ada haemoroid
 Ekstremitas atas dan bawah
pada ujung kuku, tidak varices
: gerak +, simetris, tidak ada oedem, tidak cyanosis
b. Palpasi
 Leher
: tidak teraba pembesaran kelenjar thyroid, tidak teraba bendungan vena jugularis
 Mammae : tidak teraba benjolan abnormal, konsistensi keras
:
Leopoid I
:-
TFU 32 cm
- Pada fundus teraba lunak tidak melenting (bokong)
Leopoid II :
-
-
Bagian kiri perut ibu teraba bagian kecil janin
Bagian kanan teraba keras, panjang, seperti papan (puka)
Leopiod III :
-
Pada bagian bawah uterus teraba bulat, keras, tidak bisa
-
bagian bawah anak sudah masuk PAP (divergen) H II
digerakkan
Leopoid IV :
TBJ
: (32 -11) x 155 = 3255 gram
c.
Auskultasi
Punctum maksimum berada di kuadran kanan bawah perut ibu
DJJ 140 kali/ menit
d. Perkusi
Reflek patella ka/ki +/+
3. Pemeriksaan panggul luar

Distasia Spinarum

Distantia Cristarum : 27 cm

Conjugata Eksterna : 19 cm

Lingkar panggul
: 24 cm
: 88 cm
4. Pemeriksaan dalam
Pemeriksaan dalam (Vagina Toucher) tanggal 22-12-2013 jam 13.00 WIB, pembukaan 5 cm, eff
50%, ketuban utuh, presentasi kepala,denominator ubun-ubun kecil kiri depan, hogde II, tidak
teraba bagian terkecil disamping bagian terendah janin, penurunan kepala 3/5 kesan panggul
dalam normal
5. Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan
Kesimpulan
: GI P00000 UK 36/37 mgg T/H, let kep, puka, intrauterin, kesan jalan
lahir dalam batas normal, keadaan ibu dan janin baik, inpartu.
II. IDENTIFIKASI DIADNOSA MASALAH DAN KEBUTUHAN
Diagnosa
DS
: GI P00000 UK 36/37 minggu, inpartu.
: Ibu mengatakan perutnya merasa kenceng-kenceng sering dan kuat serta mengeluarkan
lendir bercampur darah sejak pukul 11.00 WIB.
DO
: Keadaan umum : baik
Kesadaran
: Composmentis
TTV
: TD : 120/80 mmHg
N
: 82 x/menit
S
: 36,5 ºC
RR : 20 x/menit
VT : Ø 5 cm eff 50% pres kep denominator UUK HII bagian terkecil disamping janin tidak
teraba
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
V. PLANNING
Rencana Tindakan
PEMANTAUAN KALA I
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 3 jam diharapkan ibu mengerti penjelasan bidan.
KH : - pembukaan lengkap
- Effisement 100%
- Tidak terjadi infeksi pada ibu dan bayi
Rencana tindakan
1. Beritahu ibu tentang hasul pemeriksaan
R/ hak ibu untuk mengetahui kondisinya
2. Atur aktivitas dan posisi ibu
R/ memberikan rasa nyaman pada ibu
3. Libatkan suami untuk pendampingan persalinan
R/ memberi dukungan pada ibu
4. Bimbing ibu untuk rileks
R/ memberi rasa nyaman ibu
5. Jaga kebersihan ibu
R/ mencegah terjadinya infeksi
6. Beri ibu makan dan minum
R/ menambah tenaga ibu untuk mengejan saat persalinan
7. Beri ibu massase dan sentuhan
R/ mengurangi rasa sakit
8. Bimbing pasien dan bantu untuk berkemih
R/ mengosongkan kandung kemih
9. Siapkan alat partus set
R/ mempermudah melakukan tindakan
10. Observasi keadaan pasien, janin dan kemajuan persalinan
R/ mendeteksi terjadinya komplikasi
11. Lakukan pemeriksaan dalam 2,5 jam kemudian
R/ mengetahui kemajuan persalinan
VI.
1.
IMPLEMENTASI
Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dan janinnya dalam keadaan baik
dan memberikan dukungan bahwa pasien bisa melahirkan bayinya secara normal
2. Mengatur aktifitas dan posisi, diperbolehkan beraktivitas sesuai kemampuan
3. Melibatkan suami dalam pendampingan persalinan, kehadiran suami bertujuan agar ibu merasa
mendapat dukungan dari orang terdekatnya
4.
Membimbing pasien cara untuk rileks saat ada his, dengan menarik nafas panjang kemudian
dikeluarkan dengan cara meniup nafas saat ada his
5.
Menjaga kebersihan ibu dengan mengizinkan ibu untuk mandi atau cebok setelah BAK dan
mengurangi rasa panas dengan menggunakan kipas atau AC
6. Memberikan ibu makan dan minum agar ibu dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi guna
mencegah terjadinya dehidrasi. Jenis minuman yang diberikan adalah minuman yang manis dan
jenis makanan yang diberikan adalah makanan rinfan, kering tapi tetap mengandung nutrisi
seperti biskuit
7.
Memberikan massase dan sentuhan pada ibu untuk mengurangi rasa nyeri dan kesendirian
menghadapi proses persalinan
8. Membimbing dan membantu ibu jika merasa ada dorongan untuk berkemih karena jika kandung
kemih penuh dapat menghalangi penurunan kepala
9. Menyiapkan alat partus set
-
2 klem tali pusat
-
Gunting tali pusat
-
Benang tali pusat
-
Kateter
-
Gunting episiotomi
-
Klem ½ kocher
-
2 pasang sarung tangan steril
-
Kassa
-
Spuit 3cc
-
Penghisap lendir
-
Kapas DTT
-
4 kain bersih, 3 handuk bersih
-
Under pad
-
Sarung tangan panjang
-
Larutan clorin 0,5%
10. Melakukan observasi keadaan ibu, janin dan kemajuan persalinan menggunakan partograf
11. Melakukan pemeriksaan dalam kembali 2,5 jam kemudian
bservasi kala I
22-122013/
13.00
3x10’
x35”
13.30
3x10’
x35”
Pemantauan Persalina Kala I
DJJ TD
N
S
VT
VT Ø 5 cm, eff
50 % ket+, let
kep , HII, tidak
teraba
bag.
140x 120/
Terkecil
82 36,5
/mnt 80
disamping
bagian terendah
janin, penurunan
kepala
3/5
bagian
140x
82
/mnt
14.00
4x10’
x40”
138x
/mnt
80
14.30
4x10’
x40”
140x
/mnt
80
15.00
4x10’
x45”
140x
/mnt
80
15.30
5x10’
x45”
140x
/mnt
82
Tgl/Jam
16.00
His
5x10’
x45”
145x
/mnt
84
Keterangan
Anjurkan ibu
untuk miring kiri
Anjurkan ibu
nafas panjang saat
his
36,5
VT Ø 10 cm, eff
Anjurkan ibu
100 % ket+, let untuk meneran
kep , HIV, tidak
Mengatur posisi
teraba
bag. yang nyaman.
Terkecil
disamping
bagian terendah
janin,
VII. EVALUASI
TANGGAL : 22 – 12 – 2013
JAM : 16.00 WIB
S
: Ibu mengatakan ada dorongan meneran dan HIS nya semakin kuat
O
: Keadaan umum : baik
Kesadaran
: Composmentis
TTV
: dalam batas normal
UC
: 5.10’.45”
DJJ
: 145 x/menit
: Ø 10 cm eff 100% pres kep denominator UUK HIV bagian terkecil disamping janin tidak
VT
teraba
Terdapan tanda-tanda:
-
Dorongan ibu meneran
-
Tekanan pada anus
-
Perineum menonjol
-
Vulva membuka
A
: GIP00000 UK 36/37 minggu Inpartu kala II
P
: - anjurkan keluarga atau suami untuk mendampingi saat persalinan
- persiapan alat persalinan
- pimpin persalinan
INTERVENSI KALA II
Tujuan
: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama < 1 jam diharapkan bayi bisa lahir spontan,keadaan
ibu baik dan tidak ada komplikasi dalam persalinan
Kriteria Hasil :
-
Persalinan Lancar
-
Tidak ada komplikasi
-
Bayi lahir spontan
Rencana tindakan
1. jelaskan pada ibu kemajuan persalinan.
R/ ibu mengerti dengan proses persalinannya.
2.
anjurkan keluarga untuk mengatur posisi ibu membantu proses persalinan.
R/ memberikan dukungan pada ibu
3. Persiapan petugas
R/persalinan berjalan lancar.
4. pimpin persalinan kala II
R/ melahirkan bayi dengan benar.
-
Setelah pembukaan lengkap, diikuti tanda gejala kala II dan kepala janin
terlihat di vulva dengan diameter 5-6 cm, meletakkan handuk bersih di perut
ibu, kemudian membuka partus pack dan menggunakan handscoen.
-
Setelah tampak kepala bayi melindungi perineum dengan satu tangan yang
dilapisi dengan kain bersih dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi
untuk menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala. Kemudian
menganjurkan ibu untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dangkal.
-
Setelah kepala lahir, memeriksa apakah ada lilitan tali pusat/tidak. Setelah
dipastikan tidak ada lilitan tali pusat, menunggu kepala bayi melakukan
putaran paksi luar rencana spontan. Setelah kepala melakukan putar paksi luar,
memegang secara bipareintal kemudian menganjurkan ibu meneran saat
kontraksi. Dengan lembut menggerakkan kepala kearah bawah dan distal
hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian menggerakkan
ke arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.
-
Setelah kedua bahu lahir, menggeser tangan bawah ke arah perineum ibu
untuk menyanggah kepala, tangan, dan siku sebelah bawah. Menggunakan
tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.
Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut ke
punggung, bokong, tungkai, dan kaki. Kemudian memegang kedua mata kaki
dengan memasukkan telunjuk diantara kaki kemudian memegang mata kaki
dengan ibu jari dan jari-jari lainnya sampai bayi lahir seluruhnya.
Bayi lahir seluruhnya
-
Setelah bayi lahir seluruhnya, kemudian menilai apakah bayi menangis
kuat/tidak. Apakah bernafas tanpa kasulitan, apakah bayi bergerak aktif.
Kemudian meletakkan bayi diatas perut ibu dan mengeringkan dengan handuk
bersih tanpa membersihkan verniks.
Bayi lahir spontan B tanggal 22-12-2013 pukul 16.10 WIB
-Memeriksa kembali apakah ada bayi lagi di dalam uterus, memberi tahu ibu
karena akan disuntikkan oksitosin 10 unit ini dalam waktu 1 menit setelah
bayi lahir
-Setelah 2 menit pasca persalinan, jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm
dari pusat bayi. Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali
tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama
-Dengan satu tangan memegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut
bayi) dan melakukan pengguntingan tali pusat di antara 2 kelm tersebut.
Mengikat tali pusat dengan umbilikal atau steril pada satu sisi kemudian
melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci
pada sisi lainnya. Melepaskan klem dan masukkan dalam wadah yang telah
disediakan.
EVALUASI KALA II
S
: Ibu mengatakan perutnya mules
Ibu sengan dengan kelahiran anaknya
O
: Keadaan Umum
Kesadaran
: baik
: Composmentis
Uterus globuler
Tali pusat bertambah panjang
Terdapat semburan darah
TFU setinggi pusat
Bayi lahir SptB dan tidak ada kelainan
A
: GIP00000 Inpartu kala III
P
: - PPT
- Melahirkan placenta
- Masase Fundus Uteri
- heating jika ada laserasi jalan lahir
INTERVENSI KALA III
Tujuan
: setelah dilakukan Asuhan Kebidanan selama < 30 menit
diharapkan placenta bisa lahir dan tidak ada yang tertingga
dalam uterus dan kontraksi uterus keras
Kriteria hasil :

Terdapat tanda-tanda kala III

Plasenta lahir lengkap

Tidak ada komplikasi pada ibu
Rencana Tindakan
1. lakukan MAK III
2. lakukan PTT
3. lakukan massase fundus uteri
4. evaluasi kelengkapan plasenta
5. evaluasi perdarahan
6. evaluasi laserasi
1.
Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva.
Meletakkan satu tangan di atas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk
mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.
2.
Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat ke arah bawah sambil tangan
yang lain mendorong uterus ke arah belakang atas (durso-kranial) secara berhatihati (untuk mencegah inversis uteri) jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik,
hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan
ulangi prosedur di atas. Jika uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu, suami
atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu.
3.
Melakukan penegangan dan dorongan durso-kranial hingga plasenta terlepas,
minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai
dan kemudian ke arah atas mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan
durso-kranial)
4. Setelah tali pusat bertambah panjang, memindahkan klem hingga berjarak sekitar
5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta
5.
Saat plasenta muncul di introitus vagina, melahirkan plasenta dengan kedua
tangan. Memegang dan memutar plasenta hingga selaput ketuban terpilin
kemudian melahirkan dan menempatkan plasenta pada wadah yang telah
disediakan
6.
Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, melakukan masase uterus,
meletakkan telapak tangan di fundus dan melakukan masase dengan gerakan
melingkar dan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras)
7.
Memeriksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan memastikan
selaput ketuban lengkap dan utuh. Memasukkan plasenta ke dalam kantung plastik
atau tempat khusus
8.
Mengevaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Melakukan
penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan bila ada robekan yang
menimbulkan perndarahan aktif, segera lakukan penjahitan
EVALUASI KALA III
S
: Ibu mengatakan placentanya sudah keluar dan perut ibu terasa sedikit mulas
O
: - plasenta lahir lengkap
- uc keras
- kandung kemih kosong
- perdarahan 150 cc
A
: GIP00000 memasuki inpartu kala IV
P
: - Observasi kala IV
- Pemberian Nutrisi
- Melakukan masase fundus Uteri
PEMANTAUAN KALAIV
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 2 jam diharapkan tidak terjadi komplikasi.
KH
: - TTV dalam batas normal
- TFU dan UC baik
- Tidak terjadi komplikasi
Rencana tindakan
1. observasi tanda vital
2. Observasi kontraksi uterus
3. Bimbing pelaksanaan IMD
4. Observasi laserasi, perdarahan
5. Observasi kandung kemih
6. Beri nutrisi kepada klien
IMPLEMENTASI
-
Mengevaluasi kemungkinan terjadinya laserasi
-
Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak ada perdaahan
-
Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit dengan ibu
-
Setelah 1 jam lakukan pemeriksaan pada bayi dan memberi salep mata dan injeksi vit K
-
Pemberian Hb
-
Menganjurkan keluarga melakukan massase
-
Memeriksa nadi, kandung kemih tiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam ke2
-
Membersihkan ibu dengan air DTT
1
-
Membuang bahan-bahan bekas pakai
-
Dekontaminasi daam laruan clorin 0,5%
-
Membersihkan sarung tangan dan melepasnya dalam keadaan terbalik
-
Mencuci tangan
-
Melengkapi partograf
INTERVENSI KALA IV
S
: Ibu mengatakan sengang dengan kelahiran bayinya karena sudah direncanakan
O
: - perineum tidak ada laserasi
- ASI sudah keluar
Jam
ke
1
2
A
P
:
Waktu
TD
N
16.20
110/70
84
16.35
110/70
80
16.50
120/80
17.05
S
TFU
UC
Kandung
Pendarahan
kemih
3 jari bawah pusat
Baik
Kosong
± 50 CC
3 jari bawah pusat
Baik
Kosong
± 10 CC
82
2 jari bawah pusat
Baik
Kosong
± 20 CC
120/80
84
2 jari bawah pusat
Baik
Kosong
± 10 CC
17.35
120/80
82
2 jari bawah pusat
Baik
Kosong
±10 CC
18.05
120/80
80
2 jari bawah pusat
Baik
Kosong
± 10 CC
365
367
: P10001 Post Partum Fisiologis 2 Jam
-
Lanjutkan Observasi
-
HE tentang mobilisasi dini
-
HE tentang kebutuhan nutrisi ibu dan bayi
-
HE tentang pesonal hygiene dan perawatan luka jahitan
Download