Uploaded by r.simbolon

Presentasi Tesis

advertisement
Presented by
Riston Simbolon
Presented by
Riston Simbolon
LATAR BELAKANG MASALAH
Profitabilitas mempunyai arti penting dalam Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) yaitu untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena
profitabilitas menunjukkan apakah BPR tersebut
mempunyai prospek yang baik kedepannya. Dengan
demikian setiap BPR akan selalu berusaha meningkatkan
profitabilitasnya, dimana semakin tinggi profitabilitas
suatu BPR maka kinerja BPR tersebut dapat dikatakan
baik, karena telah beroperasi secara efektif dan efesien.
Keberadaan sektor perbankan sebagai subsistem dalam perekonomian suatu
negara memiliki peranan cukup penting. Karena peranannya yang penting,
kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam suatu perekonomian.
Perbankan harus memperhatikan kesehatan suatu bank yang sangat
bergantung pada pemilik dan pengelola bank. Kesehatan suatu bank
dapat ditentukan melalui penilaian tingkat kinerja keuangan. Tingkat
kinerja keuangan bank dapat dinilai dari beberapa indikator. Salah satu
sumber utama indikatornya adalah laporan keuangan bank yang
bersangkutan. Laporan keuangan yang dihasilkan bank diharapkan dapat
memberikan
informasi
tentang
kinerja
keuangan
dan
pertanggungjawaban manajemen bank kepada seluruh stakeholder
bank.
Penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
keuangan, menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
KEGIATAN USAHA PERBANKAN (BANK INDUSTRI OPERATION) TAHUN
2015 – 2018 DALAM MILLIAR RUPIAH
Indikator
2015
2016
2017
2018
Penyaluran Dana
Bank Umum
Bank Perkreditan Rakyat
Distribution of Funds
5,952,279
6,570,903
7,177,549
7,809,987
98,604
109,389
121,296
130,724
Sumber Dana
Bank Umum
Bank Perkreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat
4,909,707
5,399,210
5,921,039
6,475,110
84,728
93,622
103,874
111,679
Bank Perkreditan Rakyat
6,095,908
6,729,799
7,387,634
8,068,346
101,713
113,501
125,945
135,693
Bank Perkreditan Rakyat
Commercial Banks
Rural Banks
Commercial Banks
Rural Banks
Total Banks
118
116
115
115
1,636
1,633
1,619
1,597
Jumlah Kantor
Bank Umum
Rural Banks
Total Assets
Jumlah Bank
Bank Umum
Commercial Banks
Source of Funds
Jumlah Aset
Bank Umum
Indicator
Commercial Banks
Rural Banks
Total Bank Offices
32,949
32,730
32,285
31,618
5,982
6,075
6,192
6,273
Commercial Banks
Rural Banks
RASIO ROA, CAR, NPL, LDR dan BOPO
PT. BPR Marensabank
2015
2016
2017
2018
(%)
(%)
(%)
(%)
1 ROA
-22,26
-1,46
-0,62
5,49
2 CAR
13,48
22,42
15.52
19,17
3 LDR
96,65
73,60
67.59
92,23
4 NPL
28,09
24,70
9,60
4,20
5 BOPO
173,00
106,31
102,33
75,86
No. Indikator
Sumber : Laporan Tahunan Keuangan PT. BPR Marensabank (tahun 2015-2018)
1. Bagaimana pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap
Return On Asset (ROA)?
2. Bagaimana pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap
Return On Asset (ROA)?
3. Bagaimana pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap
Return On Asset (ROA)?
4. Bagaimana pengaruh Beban Operasional Pendapatan
Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset (ROA)?
Penelitian ini menggunakan sampel PT. BPR Marensabank selama
periode 2015-2018.
Pemilihan objek penelitian yaitu Laporan Keuangan periode
tahun 2015 sampai 2018
Variabel dan Pengukurannya:
1. Independen -> CAR, NPL, LDR, LDR
2. Dependen -> Kinerja Keuangan -> Return On Asset (ROA)
Alat Analisis yang Digunakan:
1. Uji Asumsi
a. Uji Normalitas
b. Uji Multikoleniaritas
c. Uji Autokorelasi
d. Uji Heteroskedastisitas
2. Analisis Regresi Linier Berganda
a. Uji F (Uji Serempak)
b. Uji t (Uji Parsial)
c. Uji R 2 (Koefisien Determinasi)
H1
: CAR berpengaruh positif terhadap ROA
H2
: NPL berpengaruh negatif terhadap ROA
H3
: LDR berpengaruh positif terhadap ROA
H4
: BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA
ROA
CAR
NPL
LDR
BOPO
Mean
-6.283750
16.69938
18.55938
87.34813
125.5519
Median
-2.050000
16.17000
20.46500
88.99000
110.5800
Maximum
5.280000
22.42000
38.86000
103.6300
190.6000
Minimum
-22.84000
11.84000
2.650000
67.59000
66.73000
Std. Dev.
9.603717
3.275608
11.92018
9.502948
40.17129
Skewness
-0.614771
0.089719
0.130286
-0.427769
0.380545
Kurtosis
1.924179
1.926134
1.959406
2.647275
1.743100
Jarque-Bera
1.779443
0.790257
0.767156
0.570906
1.439370
Probability
0.410770
0.673593
0.681419
0.751674
0.486906
Sum
-100.5400
267.1900
296.9500
1397.570
2008.830
Sum Sq. Dev.
1383.471
160.9441
2131.361
1354.590
24205.99
Observations
16
16
16
16
16
Uji Normalitas
5
Series: Residuals
Sample 1 16
Observations 16
4
3
2
1
0
-6
-5
-4
-3
-2
-1
0
1
2
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
-4.09e-15
0.506637
2.991044
-5.035910
2.121181
-0.711402
3.004180
Jarque-Bera
Probability
1.349592
0.509260
3
Hasil uji normalitas nilai residual menunjukkan nilai Jarque-bera 1,349 dan
signifikansi yaitu 0,509 sehingga signifikansi ditas 0,05. Oleh karena itu dapat
dikatakan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.
Uji Multikolinieritas
Variance Inflation Factors
Sample: 1 16
Included observations: 16
Variable
Coefficient
Variance
Uncentered
VIF
Centered
VIF
C
CAR
NPL
LDR
BOPO
103.4375
0.078749
0.020676
0.005417
0.001749
269.7392
59.33361
25.75420
108.9659
78.80342
NA
2.065694
7.182338
1.195856
6.900824
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengujiantara variabel independen yang satu
dengan variabel independen yang lainnya mempunyai hubungan langsung
(berkorelasi). Multikolineritas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation
Factor). Nilai VIF pada setiap variabel independen sudah dibawah 10 sehingga tidak
ada multikolinieritas.
Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: White
F-statistic
Obs*R-squared
Scaled explained SS
1.640310
5.977928
2.831411
Prob. F(4,11)
Prob. Chi-Square(4)
Prob. Chi-Square(4)
0.2331
0.2008
0.5864
Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2
Method: Least Squares
Sample: 1 16
Included observations: 16
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
CAR^2
NPL^2
LDR^2
BOPO^2
3.243335
-0.015413
-0.002836
0.000113
0.000342
12.46423
0.019955
0.007912
0.001073
0.000320
0.260211
-0.772368
-0.358464
0.104913
1.068673
0.7995
0.4562
0.7268
0.9183
0.3081
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.373620
0.145846
5.700037
357.3946
-47.55303
1.640310
0.233134
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
4.218197
6.167506
6.569129
6.810563
6.581492
2.656902
Uji heteroskedastisitas merupakan sebuah pengujian yang bertujuan untuk menguji
apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
ke pengamatan yang lain. Hasil diatas diperoleh nilai signifikansi Obs*Rsquared
yaitu 0,201 sehingga nilainya lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat
heteroskedastisitas.
Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic
Obs*R-squared
0.414561
1.349657
Prob. F(2,9)
Prob. Chi-Square(2)
0.6726
0.5092
Test Equation:
Dependent Variable: RESID
Method: Least Squares
Sample: 1 16
Included observations: 16
Presample missing value lagged residuals set to zero.
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
C
CAR
NPL
LDR
BOPO
RESID(-1)
RESID(-2)
-4.794046
-0.034167
-0.037807
0.058272
0.007551
0.395780
0.029108
12.05002
0.331600
0.160075
0.114829
0.046902
0.438956
0.428599
-0.397845
-0.103036
-0.236183
0.507472
0.160988
0.901641
0.067915
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.084354
-0.526077
2.620391
61.79803
-33.51328
0.138187
0.987180
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
Prob.
0.7000
0.9202
0.8186
0.6240
0.8757
0.3907
0.9473
-4.09E-15
2.121181
5.064160
5.402167
5.081469
1.970525
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier
terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan
kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya. Jika terjadi korelasi antara
kesalahan pengganggu, maka dapat dikatakan bahwa dalam model linier terdapat
autokorelasi. Hasil diatas diperoleh nilai signifikansi Obs*Rsquared yaitu 0,5092
sehingga nilainya lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat autokorelasi.
Hasil Regresi
Dependent Variable: ROA
Method: Least Squares
Sample: 1 16
Included observations: 16
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
CAR
NPL
LDR
BOPO
32.30624
-0.140948
-0.127782
-0.110583
-0.192792
10.17042
0.280623
0.143791
0.073597
0.041823
3.176489
-0.502270
-0.888664
-1.502546
-4.609709
0.0088
0.6254
0.3932
0.1611
0.0008
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.951216
0.933476
2.477006
67.49115
-34.21828
53.62102
0.000000
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
-6.283750
9.603717
4.902285
5.143719
4.914648
1.522516
Kesimpulan
1. Variabel Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh positif terhadap
profitabilitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi variabel Capital
Adequacy Ratio memiliki nilai t hitung -0,502 dan signifikansi 0,625
sehingga nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga tidak
terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan dari variabel Capital
Adequacy Ratio (CAR) terhadap profitabilitas perbankan pada PT. BPR
Marensabank.
2. Variabel Non Performing Loan tidak berpengaruh negative terhadap
profitabilitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi variabel Non
Performing Loan memiliki nilai t hitung -0,887 dan signifikansi 0,393
sehingga nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga tidak
terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan dari variabel NonPerforming Loan (NPL) terhadap profitabilitas perbankan pada PT.
BPR Marensabank.
3. Variabel Loan to Deposit Ratio tidak berpengaruh positif terhadap
profitabilita. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi variabel Loan to
Deposit Ratio memiliki nilai t hitung -1,502 dan signifikansi 0,161
sehingga nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga tidak
terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan dari variabel Loan to
Deposit Ratio (LDR) terhadap profitabilitas perbankan pada PT. BPR
Marensabank.
Kesimpulan
4. Variabel beban operasional berpengaruh positif terhadap profitabilitas
terbukti. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi variabel beban
operasional memiliki nilai t hitung -4,609 dan signifikansi 0,001 sehingga
nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat pengaruh secara
parsial yang signifikan dari variabel Beban Operasional (BOPO) terhadap
profitabilitas perbankan pada PT. BPR Marensabank. Nilai koefisien
regresi -0,193 menunjukkan adanya pengaruh yang negatif artinya
semakin tinggi Beban Operasional (BOPO) maka profitabilitas perbankan
pada PT. BPR Marensabank akan semakin menurun begitu pula
sebaliknya. Nilai koefisien ini juga mengartikan profitabilitas perbankan
pada PT. BPR Marensabank akan menurun sebesar 0,193 satuan setiap
kenaikan satu-satuan dari Beban Operasional (BOPO).
5. Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai koefisien regresi paling tinggi
yaitu variabel BOPO sebesar -0.193. hal ini mengartikan bahwa vaiabel
ini merupakan variabel yang paling dominan dalam menentukan
profitabilitas (return on asset). Nilai negatif pada koefisien menentukan
arah pengaruh yaitu negatif artinya semakin tinggi BOPO maka ROA akan
menurun sebesar 0,193 satuan tersebut.
Keterbatasan Penelitian dan Saran
1. Data yang tersedia baik yang terdapat pada direktori Bank Indonesia
maupun yang disajikan pada situs yang dimiliki Bank Indonesia
memiliki kekurangan dalam penyajian laporan keuangan bank-bank
secara lengkap, sehingga penulis kesulitan dalam memperluas sampel
penelitian maupun periode pengamatan.
2. Sampel yang digunakan hanya PT. BPR Marensabank
3. Penelitian ini juga hanya menggunakan faktor-faktor CAR, NPL, LDR,
dan BOPO saja. Maka, dalam penelitian mendatang perlu
menambahkan variabel-variabel lain yang mempengaruhi ROA,
misalnya Giro Wajib Minimum (GWM), Net Profit Margin, aktiva
produktif bermasalah atau PPAP terhadap aktiva produktif.
Presented by
Riston Simbolon
Download