Uploaded by Ella Faizah

persamaan perbedan asesmen tradisional dan otentik

advertisement
Nama
: Laela Noor Faizah (0402519014)
Tugas
: Persamaan dan perbedaan assement tradisional dan otentik.
Jurnal Reflektif 01
Persamaan :
Sama-sama menilai atau menggambarkan sejauh mana kinerja dan kemajuan siswa dalam proses
pembelajaran.
Perbedaan :
A. Otentik assement
1. Siswa diminta untuk mencipta, membuat, bukan memilih jawaban, ketika ada tugas yang
terkait real konteks.
2. Bersifat berkelanjutan dan terus menerus. Pembelajaran yang tidak mandeg yang
dilakukan oleh siswa, siswa terlibat dalam proses belajar Before-During-After.
3. Siswa juga terlibat dalam asesmen atau menilai dirinya sendiri dan ada umpan balik dari
temannya (peer-asessment).
4. Melibatkan orang yang tahu tentang siswa dalam proses assement.
5. Tidak langsung men judge bahwa siswa termasuk golongan bodoh, malas belajar namun
beranggapan siswa tersebut berhasil karena sudah mencapai 50% dari 100% misalkan.
6. Tidak menekankan aspek kognitif saja tapi menekankan apa yang sudah bisa dilakukan
siswa.
7. Seringnya membutuhkan waktu cukup lama karena harus menilai siswa satu persatu.
8. Pembelajaran yang menggunakan assement Otentik dirancang sedemikian rupa sehingga
siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk bersikap dan terampil menghubungkan
konsep pengetahuan yang diimplementasikan kehidupan nyata
9. Memberi kesempatan siswa untuk mendemontrasikan dan menerapkan pengetahuan dan
ketrampilan dalam situasi nyata.
10. Solusi yang diberikan siswa disaat dihadapkan dalan situasi nyata akan menjadi dasar
assement otentik seberapa baik siswa dalam menerapkan pengetahuannya.
11. Assement otentik dapat dilakukan dengan beberapa macam teknik diantaranya
investigasi/eksperimen, proyek, produk, portofolio, membuat peta konsep, obsevasi sikap,
asesmen diri, asesmen antar teman, jurnal dan Reflektif jurnal, tes tertulis dan lisan.
B. Tradisional assessment
1. Siswa biasanya diminta memilih jawaban diantara pilihan yang sudah guru siapkan.
2. Biasanya bersifat at-the end yaitu mandeg, tidak berkelanjutan, seperti adanya tes akhir
bab, akhir tengah semester, akhir semester.
3. Asesmen hanya melibatkan guru dalam penilaian dan tidak memberi ruang untuk siswa,
teman sebaya ikut dalam penilaian.
4. Tidak melibatkan orang terdekat yang tau tentang siswa dalam proses assement, seperti
orang tua dan teman sebaya.
5. Masih berfokus pada penggolongan siswa yang pintar, rajin, bodoh, malas, dll.
6. Ketrampilan proses sains siswa tidak sepenuhnya muncul karena tidak di ajak berfikir
kritis.
7. Biasanya Tidak memerlukan waktu lama, karena asesmen tradisional ini lngsung diambil
dalam satu waktu pada akhir sesi.
8. Berfokus pada konten (output) sehingga yang diukur hanya kompetensi kognitif saja.
9. Tidak diajarkan untuk bagaimana menerapkan ilmu pengetahuan agar bisa terampil
diterapkan kedalam situasi nyata sehingga tidak dapat memiliki pengalaman kontekstual.
10. Biasanya hanya mengandalkan tes tertulis dalam pengambilan keputusan penilaiannya.
Download