Uploaded by User30850

1.Rizka Andalusia - Farmakologi Kanker (palembang)

advertisement
OUTLINE

Menjelaskan Epidemiologi Kanker

Menjelaskan Etiologi dan Karakteristik sel
kanker

Menjelaskan berbagai modalitas pengobatan
kanker

Menjelaskan kemoterapi pada kanker

Menjelaskan terapi pendukung pada pasien
kanker
EPIDEMIOLOGI KANKER

14.1 juta kasus baru, 8.2 juta meninggal karena kanker, dan
32.6 juta orang hidup dengan kanker (setelah 5 tahun
diagnosis) in 2012 seluruh dunia.

57% (8 juta) kasus baru, 65% (5.3 juta) meninggal karena
kanker dan 48% (15.6 juta) orang hidup dengan kanker
terjadi pada negara maju.

Kanker payudara menempati urutan tertinggi kejadian
kanker pada wanita, dan kanker prostat menempati urutan
tertinggi kejadian kanker pada pria.

Kanker Paru menempati urutan tertinggi penyebab
kematian.
GLOBOCAN, 2012
Etiology Kanker

Carcinogenesis
 Kanker
berkembang dari sel yang
mengalami
perubahan
mekanisme
pembelahan dan proliferasi
 Konsep
karsinogenesis
berkembang
sebagai proses multistage yang diregulasi
secara genetik
Karakteristik Sel Kanker

Merusak dan menginvasi jaringan sekitarnya

Bentuk yang berubah dari sel normal  pada
umumnya bentuk tidak sama dengan sel asal

Dapat bervaskularisasi  mensuplai makanan

Kehilangan
normal

Dapat bermetastasis  rekurensi

Metastasis adalah penyebaran sel kanker ke
organ lain
kemampuan/fungsi
sebagai
sel
CANCER BIOLOGY
MODALITAS
PENGOBATAN KANKER
Modalitas Pengobatan
Kanker
Operasi
Lokal
Radiasi
Terapi Kanker
Kemoterapi
Sistemik
Hormon Terapi
Biologi terapi/Trageted
Therapy/imunotherapy
CAPAIAN PENGOBATAN
KANKER
Tujuan
Utama
Tujuan
Alternatif
Menyembuhkan
(cure)
Memperpanganjang
masa hidup (Prolong
Life)
Membuat pasien
hidup sehat seperti
orang non kanker
Meningkatkan Q0L
Tujuan ke3
Pemilihan Terapi
Kondisi
Pasien
• Usia
• Comorbid
disease
Jenis
Penyakit
• Jenis kanker
• Lokasi organ
Stadium
Penyakit
• Stadium
• Derajat
Keganasan
Tujuan Pemberian
Kemoterapi
Ajuvan
Kuratif
Tujuan
Pemberian
Kemoterapi
Neo Ajuvan
Paliatif
Prolong Life
Tujuan Pemberian Kemoterapi

Kemoterapi Adjuvant :



Kemoterapi Neoadjuvant :



Diberikan bersama terapi yang lain ( bedah & radiasi )
Untuk menghilangkan residu mikro metastasis yang
menyebabkan sel kanker tumbuh kembali
Diberikan sebelum pembedahan, untuk mengurangi masa
tumor  proses pembedahan tdk berbahaya
Dapat menghilangkan mikro metastasis
Kemoterapi Paliatif


Mengurangi ukuran masa tumor
Mengatasi simptomatik : obstruksi, nyeri
Karakteristik Pemberian
Kemoterapi
Individualized
Therapy
Sifat farmakologi
obat kanker
berbeda-beda
Efek Samping
yang berat 
drug induced
toxicity
Dose limiting
Toxicity
Kepatuhan
menentukan
outcome
pengobatan
DOSIS Vs. RESPON TERAPI


Dosis merupakan faktor kritis dalam
menetukan respon pada beberapa kanker.
Dose intensity

Dosis yang diberikan pada pasien pada periode waktu
tertentu.

Dosis persiklus

Interval antar siklus

Total kumulatif dosis
DOSIS Vs. RESPON TERAPI

Pemberian dosis intensitas yang optimal
sering dipertimbangkan dengan toksistas
obat

Siklus terapi sering tertunda karena
recovery dari sel yang disebabkan oleh
kemoterapi belum tercapai  myelosupresi

Beberapa dosis kadang diturunkan untuk
mencegah dan mengurangi keparahan
toksisitas.
Peran Kemoterapi dalam Terapi Kanker
Kemoterapi digunakan sebagai modalitas tunggal untuk Kuratif
ALL
AML
Burkitt Lymphoma
Diffuse Large B-Cell Lymphoma
Hodgkin Lymphoma
Testicular Cancer
Kemoterapi digunakan sebagai Ajuvan dan untuk kuratif
Kanker Payudara
Kanker Colorectal
Ewing Sarcoma
Osteosarkoma
Wilms tumor
Kanker Ovarium
Kemoterapi digunakan sebagai neoajuvam
Anal Carcinoma
Lovally Advance BC
Esophageal cancer
Cervical Cancer
Bladder Cancer
Kanker Kepala dan Leher
Kemoterapi digunakan sebagai Paliatif
Brain Tumor
CLL
Advanced BC
CML
Cara Pemberian
Kemoterapi
Rute
Pemberian
Regimen
Obat
Tempat
Pemberian
• Intra vena
• Intra thecal
• Peroral
• Sub cutan, dll
• Tunggal
• Kombinasi
• Bersiklus  3 weekly, weekly, dll
• Rawat Inap
• Rawat singkat ( one day care )
• Ambulatory
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Respon Kemoterapi
Faktor
Pasien
• Kondisi umum
• Fungsi ginjal, hepar, darah
• Toleransi terhadap obat
Faktor
Obat
• Dosis
• Jadwal pemberian obat
• Siklus sel spesifik
Faktor
Tumor
• Stadium dan derajat keganasan
• Letak dan ukuran masa tumor
• Resistensi dan mutasi gen
Faktor Pasien

Kondisi umum pasien  perlu dinilai sebelum
pemberian kemoterapi agar tidak memperburuk kondisi

Toleransi terhadap obat  pertimbangan pemberian
dosis obat (dose intensity)  antara efikasi dan efek
samping

Fungsi ginjal & fungsi hepar sebagian besar senyawa
sitostatika dieliminasi melalui hepar dan ginjal
kerusakan fungsi ginjal dan hepar meningkatkan
toksisitas  perlu penyesuaian dosis
Faktor Pasien

Riwayat pengobatan sebelumnya Kemoterapi /
radiasi

Myelosupresi  ES dari kemoterapi dan Radiasi 
harus ada waktu pemulihan, pada geriatri waktu
pemulihan lebih lama

Terjadi kumulatif kerusakan jaringan  dosis << dan
interval >> untuk mencegah toksisitas yang
menyebabkan kematian

Penyakit penyerta  DM, hipertensi, jantung dan
pembuluh darah, stroke.
Faktor Obat

Perubahan farmakokinetik obat farmakogenomik
menyebabkan perubahan pada ADME

Interaksi obat :


Metabolism Inducer
Metabolism Inhibitor
Faktor Tumor

Resistensi sel tumor terhadap sitostatika

Ukuran masa tumor dan jumlah sel 


Kemoterapi sangat bermanfaat jika jumlah sel < dan
memiliki fraksi replikasi yg tinggi.

Masa tumor yg besar  metastasis  ; distribusi obat 
Lokasi dan jenis sel tumor  obat paling sulit
menembus CNS dan prostat
ASSESMENT SEBELUM
KEMOTERAPI

WBC 3,000/mm3 atau ANC 1,500/mm3 dan platelet
100,000/mm3  dibutuhkan sebelum pemberian
kemoterapi

Fungsi renal dan hepar  terutama obat yang
dieliminasi melalui rute tersebut.

Dosis kemoterapi berdasarkan : body surface area
 BSA digunakan untuk mengestimasi cardiac
output dan distribusi obat pada liver dan ginjal
 Perhitungan BSA dengan rumus : Mosteller dan
DuBois
PERHITUNGAN DOSIS

Sebagian besar berdasarkan luas permukaan tubuh (Body
Surface Area)
Rumus Mosteller

BSA :
TB(cm)xBB(kg)
3600

Dosis berdasarkan AUC untuk carboplatin
Rumus Calvert
Target AUC x ( GFR + 25 )
MEKANISME KERJA OBAT KANKER
BERDASAR SIKLUS SEL
MEKANISME KERJA OBAT KANKER PADA
DNA
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Alkylating Agent :



Secara langsung merusak DNA sehingga reproduksi sel
terhenti.
Mengikat gugus alkyl pada DNA sehingga tidak dapat
melakukan transformasi.
Bekerja pada semua fase siklus sel
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Alkylating Agent :





Nitrogen mustard : chlorambucil, Cyclophosphamid,
Ifosfamid, melphalan.
Nitrosourea : Carmustin, Lomustin
Alkyl sulfonat : Busulfan
Triazines : Temozolamid, Dacarbazine
Platinum : Cisplatin, Carboplatin
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Antimetabolites :

Menghambat pembelahan sel kanker dengan cara memblok DNA
dan RNA melalui substitusi DNA dan RNA normal.

Senyawa ini bekerja membunuh sel kanker pada S phase, ketika
kromosom mengalami replikasi.

Contoh antimetabolit :





5-fluorouracil (5-FU)
Fludarabine
6-mercaptopurine (6-MP) Gemcitabine
Capecitabine (Xeloda®)
Hydroxyurea
Cytarabine (Ara-C®)
Methotrexate
Floxuridine
Pemetrexed
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Anthracyclines




Adalah anti-tumor antibiotik yang bekerja dengan cara
mempengaruhi enzym yang terlibat dalam replikasi DNA.
Senyawa ini bekerja pada semua fase siklus sel.
Contoh anthracyclin :

Daunorubicin

Doxorubicin

Epirubicin

Idarubicin
Perhatian utama pada pemberian obat-obat ini adalah
toksisitas pada jantung yang bersifat permanen pada
pemberian dosis tinggi.
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Anti-tumor antibiotik lain :

Anti-tumor antibiotik yang tidak termasuk anthracyclines
adalah:

Actinomycin-D

Bleomycin

Mitomycin-C
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Topoisomerase inhibitors

Senyawa ini bekerja pada enzymes topoisomerase, yang berperan dalam
pemisahan strand DNA untuk melakukan replikasi selama fase S.

Topoisomerase inhibitors dikelompokkan menjadi :

Topoisomerase I inhibitors :



Topotecan
Irinotecan (CPT-11).
Topoisomerase II inhibitors :




Etoposide (VP-16)
Teniposide.
Mitoxantrone
Antracycline
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Mitotic inhibitors arau lebih dikenal plant alkaloids dan turunan dari
natural product. Bekerja dengan cara menghentikan mitosis pada M
fase dari siklus sel.

Selain itu dapat juga membunuh sel kanker pada semua fase melalui
menghambat enzym yang dibutuhkan untuk membentuk protein yg
diperlukan pada reproduksi sel.

Mitotic inhibitors terdiri dari :





Taxanes: paclitaxel and docetaxel
Epothilones: ixabepilone
Vinca alkaloids: vinblastine, vincristine, and vinorelbine
Estramustine
Senyawa ini sangat toksik menyebabkan kerusakan saraf, sehingga
penggunaannya terbatas dan dipengaruhi dosis.
Penggolongan Senyawa
Kemoterapi

Corticosteroids




Digunakan untuk terapi bbrp kanker , sebagai lympho-lisis
Ketika digunakan pada terapi kanker maka disebut sebagai
obat kemoterapi
Corticosteroids terdiri dari :

Prednisone

Methylprednisolone

Dexamethasone
Steroid juga digunakan untuk mecegah nausea dan vomiting
yang disebabkan oleh kemoterapi dan untuk mencegah reaksi
alergi karena kemoterapi.
Keuntungan dan Keruian
Regimen Kombinasi
Kerugian
Keuntungan



Memiliki maksimal
pembunuhan sel kanker
dengan toksisitas yang dapat
ditoleransi

Toksisitas > 1 tempat
tergantung obatnya

Pemberian lebih rumit,
karena menggunakan > 1
obat

Harga mahal
Broad coverage  pada sel
tumor
Kemungkinan timbulnya
resistensi <
Contoh Regimen Kemoterapi
Kanker Payudara
Regimen Obat
Dosis
Schedule
Frekuensi
5-Fu
Doxorubicin
Cyclophosphamid
500mg/m2
50 mg/m2
500mg/m2
D1
3 weekly
Docetaxel
Doxorubicin
Cyclophosphamid
75 mg/m2
50mg/m2
500mg/m2
D1
D1
D1
3 weekly
Docetaxel
Capecitabine
75 mg/m2
1000 mg/m2
D1
p.o D1-14
3 weekly
Vinorelbine
Gemcitabine
25 mg/m2
1000 mg/m2
D1,8
D1,8
3 weekly
Paclitaxel
Bevacizumab
90 mg/m2
10 mg/kg
D1,8,15
D1,15 (3-90
min inf)
4 weekly
EFEK SAMPING KEMOTERAPI
Alopecia
Mucositis
Pulmonary fibrosis
Nausea/vomiting
Diarrhea
Cardiotoxicity
Cystitis
Local reaction
Sterility
Renal failure
Myalgia
Neuropathy
Myelosuppression
Phlebitis
Monitoring Terapi

Capecitabine




ES utama : diare, hand-foot syndrome (palmar-plantar
erythema)
Perlu perhatian gejala HFS pada awal penggunaan
Interaksi obat : warfarin   antikoagulan, Phenitoin 
pengurangan dosis
Monitoring : darah lengkap,
Monitoring Terapi

5 - Fu :

ES yang utama : mucositis, diare, HFS, myelosuppresi, Nausea
dan Vomiting, hyperpigmentasi, Photosensitif

Interaksi obat : warfarin   antikoagulan
Monitoring : Darah lengkap


6- MP :

ES yang utama : Myelosupressi, hepatotoxicity, jaundice, skin
rash

Interaksi : Allopurinol  meningkatkan toksisitas 6-MP
Monitoring : Darah Lengkap, fungsi hepar

Monitoring Terapi

Mtx oral diabsorpsi baik pada dosis dibawah 25 mg/m2
tetapi bioavailabilitas oral menjadi tdk menentu pada dosis
yang lebih tinggi

Rute eliminasi melalui ekskresi ginjal. Ekskresi di ginjal
dihambat oleh ASA, NSAID, Penicilin, Cephalosporin,
probenecid

Perlu penyesuaian dosis pada penurunan fungsi ginjal

Hanya 10 % MTX diekskresi via empedu
Monitoring Terapi

Dikeluarkan perlahan-lahan pada saat pengeluaran cairan
karena ascites dan efusi pleura.

T1/2 obat memanjang dan menyebabkan toksisitas
meningkat  pengambilan cairan harus dilakukan sebelum
terapi MTX

High dose Mtx menghasilkan konsentrasi yg cukup di CSF

IT MTX menyebabkan myelosuppresi dan mucositis
High Dose MTX

Aggressive hidrasi dengan 2.5 – 3.5 liter/m2/hari dengan
0.9% NaCl dimulai paling sedikit 12 jam sebelum dan 24-48
jam sesudah MTX therapy.

NaBic dapat diberikan bersama hidrasi untuk menjaga agar
pH diatas 7 dan dilanjutkan sampai 24-48 jam.

Kadar obat dalam darah harus dimonitor setiap 24 jam
dimulai dari 24 jam setelah infus habis diberikan
Monitoring Terapi

Methotrexate





ES utama : Myelosuppresi, mucositis, Renal dysfunction,
N/V, CNS toxicity (pada pemberian IT)
Penyesuaian dosis pada penurunan fungsi ginjal
Penggunaan bersama NSAID, PPI, sulfa, penicillin dapat
menurunkan ekskresi
High dose MTX perlu monitoring kadar obat dalam darah
untuk menentukan Leucovorin rescue
Untuk pemberian IT  harus menggunakan sediaan yg tidak
mengandung preservatives
Monitoring Terapi

Pemetrexad :




ES utama : Myelosuppresi, stomatisiss, rash
Hindari pemebrian pada pasien dengan penurunan fungsi
ginjal, hindari pemberian NSAID bersama2x.
Premedikasi untuk mencegah myelosuppresi : Folic Acid 400
mcg 1 x sehari dimulai 1 minggu sebelum pemberian dosis
pertama dilanjutkan samapi dosis terakhir. Vit. B12 1000 mcg
im diberikan 1 mgg sebelum dosis pertama dan sesudahnya
setiap siklus.
Monitoring : Darah lengkap, funsi ginjal
Methotrexate

Penggunaan sebagai anti folat pada kemoterapi kanker :
ALL, kanker payudara, Head and Neck, lymphoma, dll.

Untuk mempunyai efek sitotoksik harus berbentuk
polyglutamated

Mekanisme kerja :




Inhibisi dihydrofolate reductase (DHFR)  menurunkan folat
Inhibisi purine de novo dan biosintesis pyrimidine
Inhibisi sintesa thymidylate  inhibisi sintesis dan fungsi
DNA
Bekerja pada S-Fase siklus sel
Pelayanan Onkologi Farmasi
Preparasi
Obat
• Aman  terhindar dari risiko paparan
• Dosis tepat  Individualized dose
• Indikasi tepat  targeted therapy
Monitoring
Terapi
• Efek samping obat
• Kepatuhan pasien
• Interaksi obat
Konseling
Pengobatan
• Cara penggunaan obat : antikanker oral
• Cara menyimpan obat
• Cara memusnahkan sisa obat
TERIMA KASIH
Download