Uploaded by User14934

Tugas Akhir Modul I

advertisement
Nama
: Liberty
Nomor Peserta
: 19110541310383
Universitas
: Universitas Negeri Padang
Tugas Akhir Modul I
1. Sebagaimana yang telah diketahui faktor daya memiliki rentang nilai 0 sampai 1,
Semakin mendekati 1 maka nilai faktor daya akan semakin baik. Pada umumnya pada
konsumen listrik tingkat rumah tangga memiliki nilai faktor daya yang kurang baik yaitu
kurang dari 1. Apakah bisa faktor daya listrik pada konsumen rumah tangga diperbaiki?
(Tuliskan pendapat anda bagaimana cara memperbaikinya).
2. Arus bolak balik mempunyai nilai efektif, berapakah nilai efektif tegangan di pelanggan?
3. Kita mengetahui bahwa alat pengukur merupakan alat yang memungkinkan untuk
mengamati besaran listrik seperti arus, tegangan, daya, frekuensi, dan sebagainya. Jadi
Identifikasilah alat ukur menurut prinsip kerjanya.
4. Paparkan urutan dalam aturan pemasangan APP pada rumah pelanggan.
5. Hasil pengukuran pada suatu pelanggan dicatat sebagai berikut : Arus utama = 45 A,
tegangan = 220 V dan cos phi adalah = 0,95. Daya semunya adalah
Jawab :
1. Untuk memperbaiki factor daya pada konsumen rumah tangga adalah dengan cara
pemasangan kapasitor, namun pemasangan kapasitor daya pada instalasi rumah
tangga hasilnya tidak akan terlalu signifikan dalam menurunkan arus total pada
jaringan. Hal ini dapat terjadi karena arus resistif murni nilainya tidak berubah
sehingganilai energi yang terukur pada kWh meter tidak terjadi perubahan. Dapat
dikatakan bahwa peralatan listrik yang digunakan konsumen rumah tangga termasuk
dalam beban resistif, contohnya peralatan dengan menggunakan elemen pemanas dan
lampu pijar. Namun jika pemakaian rumah tangga banyak yang menggunakan beban
induktif, contohnya motor listrik, relay dan trafo, maka pemakaian kapasitor dalam
memperbaiki factor daya sangat efektif.
Karena dengan penambahan kapasitor,
menyebabkan arus leading (arus mendahului tegangan). Sehingga mampu
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 1
memperkecil sudut akibat pergeseran fasa arus lagging yang disebabkan oleh bebanbeban induktif.
Contoh masalah
Wattmeter membaca daya aktif; dan ammeter membaca arus beban.
Pertama kita perlu mengetahui daya nyata dalam KVA. Kita dapat mengetahuinya
dengan mengalikan tegangan dan arus listrik.
S=V.I
S = 220 . 11,5
S = 2,53 KVA
Seperti yang kita lihat, daya nyata 2,53 KVA merupakan daya yang jauh lebih besar
dari daya aktif yang hanya 1,6 KW. Hal ini mengatakan kalau faktor daya di sirkuit
ini begitu jelek atau buruk (secara substansial jauh kurang dari 1). Sekarang kita bisa
menghitung berapa faktor daya pada beban ini dengan membagi daya aktif dengan
daya nyata.
Faktor daya = P/S
Faktor daya = 1,6/ 2,53
Faktor daya = 0,63
Kita bisa menggambar segitiga daya untuk menghitung daya reaktif pada beban ini.
Daya reaktif dapat dihitung dari daya aktif dan daya nyata.
Kita bisa menghitungnya dengan rumus phytagoras.
Daya reaktif = √(Daya nyata)2 – (Daya aktif)2
Q = 1,96 KVAR
Jika beban ini adalah beban induktif maka ini berarti faktor daya lagging atau arus
tertinggal dari tegangan. Dan untuk memperbaikinya kita harus memasang kapasitor
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 2
secara pararel. kita sudah tahu besarnya jumlah daya reaktif (1,96 KVAR), sekarang
kita bisa menghitung ukuran kapasitor yang diperlukan untuk memperbaiki faktor
daya.
Q = V2 / X
X = V2 / Q
X = 2202/1,96
X = 24,694 Ω
Xc = 1/ 2πfC
C = 1/ 2πfXc
C = 1/ 2π (50 hz) . (24,694)
C = 128 µF
Kita dapat menempatkan kapasitor dengan ukuran tersebut secara pararel dalam
rangkaian.
128 µF memiliki reaktansi kapasitif sebesar 24,880 dengan arus sebesar 8,842 A. Dan
daya reaktif kapasitif sebesar 1,945 KVAR. Daya reaktif kapasitor ini secara langsung
akan mengurangi daya reaktif induktif dari beban, Sehingga :
Daya reaktif induktif (KVAR) – Daya reaktif kapasitif (KVAR) = Total daya reaktif
(KVAR)
1,960 KVAR – 1,945 KVAR = 15 VAR
Berikut ini gambar segitiga daya sebelum dan sesudah diberi kapasitor.
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 3
S
= (16002 + 152)
= 1600, 07 VA
Faktor daya = P/S
= 1600 W/1600, 07 VA
= 0,99 (mendekati 1)
2. Dalam rangkaian arus bolak-balik, baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah
secara periodik. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran
listrik bolak-balik yang tetap, yaitu harga efektif. Harga efektif arus bolak-balik ialah
harga arus bolak-balik yang dapat menghasilkan panas yang sama dalam penghantar
yang sama dan dalam waktu yang seperti arus searah. Kuat arus dan tegangan yang
terukur oleh alat ukur listrik menyatakan harga efektifnya.
Contoh, jika tegangan nominal rumah kita 230 Volt, bisa jadi tegangan efektif kita
(Veff) = 220 Volt.
Jika dengan rumus perhitungan :
Veff = Vm/ 2
Dimana Vm dapat dilihat menggunakan alat ukur Osciloskop
3. Identifikasi alat ukur menurut prinsip kerjanya :
Menurut prinsip kerja dan konstruksi dari pada alat ukur listrik dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
a. Alat ukur kumparan putar magnet permanen (PMMC)
Alat ukur kumparan putar adalah alat pengukur yang bekerja atas dasar adanya
suatu kumparan listrik, yang ditempatkan pada medan magnet, yang berasal dari
suatu magnet pemanen. Alat ukur jenis ini tidak terpengaruh magnet luar, karena
telah memiliki medan magnet yang kuat terbuat dari logam alnico yang berbentuk
U. Arus yang dialirkan melalui kumparan akan menyebabakan kumparan tersebut
berputar. Alat ukur kumparan putar adalah alat ukur yang dipakai untuk arus
searah.
b. Alat ukur besi putar
Alat ukur dengan prinsip kerja besi putar atau disebut juga sistem elektromagnet
adalah sesuatu alat ukur yang mempunyai kumparan tetap dan besi yang berputar.
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 4
Konstruksi dari alat ukur ini terdiri dari kumparan tetap dan sepasang besi lunak
mudah mengalami demagnetisasi, besi lunak tersebut ditempatkan dalam ruang
antara kumparan tetap dimana besi lunak yang satu ditempatkan menempel
dengan kumparan tetap sedang besi lunak yang lain berhubungan dengan sumbu
as dari jarum penunjuk sehingga dapat berputar/bergerak bebas.Cara kerja ;Bila
ada arus yang mengalir pada kumparan maka ruangan tersebut akan ada medan
magnet yang mengakibatkan kedua besi lunak tersebut demagnetisasi dan bersifat
sebagai magnet permanen. Pasangan besi lunak tersebut mempunyai sepasang
kutub yang sama sehingga kutubkutub yang sejenis akan tolak menolak dan
besarnya penyimpangan tergantung dari besarnya arus yang lewat pada kumparan.
Alat ukur jenis besi putar mempunyai karakteristik sebagai berikut:
 Dapat digunakan untuk pengukuran arus searah maupun bolak balik.
 Mempunyai ketelitian yang rendah.
 Untuk mengukur arus yang sedang dan besar.
 Sederhana dan kuat dalam konstruksi
c. Alat ukur elektro dinamis
Konstruksi terdiri dari kumparan putar dan kumparan tetap, medan magnet
dibangkitkan oleh kumparan tetap yang mempunyai bagian dua gulungan yang
dipasang pararel satu sama lain sedang rangkaian elektrisnya dari kedua kumparan
tersebut terhubung seri atau pararel.
Alat ukur elektrode memiliki dua jenis belitan kawat, yaitu belitan kawat arus
yang dipasang, dan belitan kawat tegangan sebagai kumparan putar terhubung
dengan poros dan jarum penunjuk. Interaksi medan magnet belitan arus dan
belitan tegangan menghasilkan sudut penyimpangan jarum penunjuk sebanding
dengan daya yang dipakai beban:
P = V · I · cos θ
Alat ukur elektrodinamik memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Dapat digunakan pada pengukuran arus listrik bolak-balik maupun searah
- Mempunyai ketelitian yang tinggi
- Pemakaian dayanya tinggi
- Biasa digunakan pada Wattmeter
d. Alat ukur elektro statis
Alat ukur ini bekerja atas dasar gaya elektrostatis sebagai akibat interaksi antara
dua elektroda yang mempunyai beda potensial.
Cara kerja; Bila tegangan yang akan diukur ditempatkan diantara elektroda tetap
dan elektroda berputar maka pada elektroda putar akan mendapatkan momen putar
yang sebanding dengan V2 elektroda ini dibuat sedemikian sehingga didapatkan
skala rata. Momen yang menyebabkan elektroda putar bergerak didapat dari
medan elektrostatis yang terjadi diantara kedua keping elektroda yang berttindak
sebagai kondensator. Alat ukur ini untuk mengukur tegangan yang tinggi.
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 5
e. Alat ukur induksi
Alat ukur ini terdiri dari piringan logam yang dapat berputar pada porosnya dan
dua buah kumparan tetap. Alat ukur induksi memiliki sistem perputaran sederhana
dan kokoh. Disamping itu,mudah untuk dibuat sebagai alat ukur sengan sudut
penunjukkan yang lebar.
Cara kerja ;Bila kumparan induksi dilalui arus maka akan timbul medan magnet
bolak-balik sehingga menimbulkan arus putar pada piringan logam dan akan
membangkitkan pula medan magnet sehingga interkasi kedua medan magnet ini
akan menimbulkan momen putar/gerak pada piringan logam.
Alat ukur jenis induksi mempunyai karakteristik sebagai berikut:
- Mempunyai konstruksi yang sederhana dan kokoh
- Mudah dibuat dengan skala pembacaan yang lebar
- Tidak terlalu berpengaruh oleh medan magnet luar
- Menyerap daya yang besar
- Hanya dapat digunakan pada pengukuran arus bolak-balik
f. Alat ukur berdasarkan efek panas
Alat ukur kawat panas ini terdiri dari sebuah kawat lurus yang panjang yang
terdiri dari campuran logam platina dan iridium, yang bekerja dengan
memanfaatkan konsep pemuaian. Cara kerja Jika sepotong kawat logam dialiri
arus listrik yang cukup besar, kawat tersebut akan menjadi panas, oleh sebab itu
akan memuai (menjadi lebih panjang). Pemuaian tersebut digunakan untuk
mengerakkan jarum petunjuk.
4. Urutan dalam aturan pemasangan APP pada rumah pelanggan:
1) Permohonan Pelanggan Listrik PLN
Pendaftaran pasang listrik baru bisa langsung dilakukan melalui website PLN
atau mendatangi langsung kantor PLN. Kemudian melakukan pengisian formulir
data calon pelanggan. Pihak PLN akan melakukan survey jaringan dan
menghubungi pelanggan untuk melakukan pemasangan listrik baru. Yang harus
pelanggan siapkan pada saat pemasangan meteran listrik dari pihak PLN adalah:
 Instalasi Listrik Pelanggan
Instalasi listrik pelanggan adalah jaringan pipa untuk listrik dalam bagunan
rumah Anda, yaitu: kabel instalasi, saklar, stop kontak (kotak kontak), kotak
sekering dan kotak MCB, Arde/ Grounding, kabel BC, Kabel NYM 3×4 mm.
Instalasi tersebut harus sudah disediakan sendiri oleh Anda sebagai pelanggan
baru.
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 6
Sedangkan pihak PLN akan menyediakan KWH meter, kabel SR atau kabel
dari tiang listrik menuju KWH meter. Instalasi tersebut akan terpasang di luar
bangunan pelanggan.
 Sertifikat Laik Operasi
Sertifikat Laik Operasi dikeluarkan oleh lembaga pemeriksa independen
sebagai syarat penyambungan listrik baru. Lembaga pemeriksa ini akan
melakukan pengujian instalasi listrik milik pelanggan agar tidak terjadi hal-hal
yang merugikan konsumen di kemudian hari.
 Penyambungan
Pada proses penyambungan meteran listrik menuju kabel instalasi rumah,
Anda sebagai pelanggan harus mempersiapkan materai untuk Surat Perjanjian
Jual Beli Tenaga Listrik. Hal ini telah ditetapkan oleh Undang-Undang dan
Peraturan PT PLN.
2) Pemasangan APP
a) Pemasangan dua buah kabel hitam twist dari tiang listrik Jaringan Tegangan
Rendah ke rumah Anda sebagai pelanggan. Pekerjaan ini dilakukan oleh
petugas PLN. Dua kabel hitam twist itu terdiri dari kabel arus listrik positif/
fasa dan negatif/ netral.
b) Setelah kabel dari tiang listrik PLN terhubung menuju rumah pelanggan,
selanjutnya dilakukan pemasangan meteran listrik. Pertama-tama,
penyambungkan kabel positif (fasa) ke arus listrik TR Input KWH meteran
listrik.
c) Selanjutnya, sambungan tersebut dilanjutkan menyambung pada TR Input
MCB. Dari MCB kabel positif akan masuk ke dalam rumah pelanggan berupa
kabel NYM yang umumnya berwarna hitam dengan ukuran 2,5 mm. Kabel
NYM inilah yang akan digunakan pelanggan untuk memasang lampu dan
sakelar listrik rumah.
d) Kabel negatif atau netral dari TR input akan disambungkan menuju meteran
listrik dan keluar dalam bentuk TR Output yang digunakan pelanggan dalam
rumah.
e) Kabel Arde atau Grounding yang telah terpasang di tanah, akan diteruskan
menuju rumah menggunakan kabel NYM yang biasanya berwarna kuning.
Kabel Arde ini dihubungkan pada setiap terminal stop kontak di dalam rumah.
fungsi kabel Arde atau grounding ini adalah menghilangkan setrum yang
biasanya muncul pada peralatan elektronik seperti televisi, radio, lemari es,
atau komputer. Arus liar yang bisa menimbulkan percikan api juga aman
dengan sistem grounding ini.
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 7
Diagram pengawatan pemasangan APP 1 fasa
5. Diketahui :
I
= 45 A
V
= 220 Volt
Cos Phi = 0,95
Ditanya :
 Daya Semu (S) …… ? (VA)
Jawab :
S
= V. I
= 220 Volt . 45 A
= 9900 VA
= 9,9 kVA
Tugas Akhir M1 Profesional
Page 8
Download