MEREK PENDAFTARAN DAN

advertisement
MEREK
PENDAFTARAN DAN PERLINDUNGANNYA
Mohammad Isrok, SH.,CN.,MH.
Konsultan HKI No: 622-2012
Hp.: 081233991006
Dipresentasikan di Acara Sosialisasi HKI dalam rangka
Penguatan Sentra HKI Universitas Trunojoyo Madura pada
tanggal 7 Oktober 2015 bertempat di Gedung Auditorium
Kampus Universitas Trunojoyo Madura
APA YANG DIMAKSUD MEREK ?
Gambar
Nama
Kata
MEREK
Tanda yang
berupa
HURUFHURUF
Angkaangka
Susunan
Warna
Kombinasi
dari unsur
Tsb
Memiliki
daya
pembeda dan
digunakan
dalam
kegiatan
perdagangan
barang dan
jasa
TANDA BERUPA NAMA : NAMA ORANG, NAMA BADAN USAHA, NAMA
MAHLUK HIDUP, NAMA BENDA MATI
TANDA YANG BERUPA HURUF – HURUF
MEREK YANG TERDIRI DARI SATU HURUF TIDAK DIANGGAP MEMILIKI DAYA PEMBEDA ,
NAMUN APABILA SATU HURUF TERSEBUT DALAM BENTUK DEVICE DAPAT DIANGGAP
SEBAGAI MEREK
TANDA BERUPA ANGKA – ANGKA
TANDA YANF TERDIRI SATU ANGKA TIDAK DIANGGAP MEMILIKI DAYA PEMBEDAN
NAMUN APABILA SATU ANGKA TERSEBUT DALAM BENTUK DEVICE DAPAT DIANGGAP
SEBAGAI MEREK
TANDA BERUPA SUSUNAN WARNA
TANDA BERUPA KOMBINASI
Merek Kombinasi, adalah merek yang terdiri dari gabungan /
kombinasi unsur-unsur kata, warna, angka-angka, dan sebagainya.
Manfaat Merek
1. Pengenalan produk terhadap konsumen
2. Pemberian Citra dan Reputasi terhadap
konsumen
3. Memberikan Nilai Tambah bagi perusahaan
untuk berinvestasi dalam memelihara dan
meningkatkan kualitas produk dan kualitas
reputasi produk.
Fungsi pendaftaran merek
 Memberikan hak eksklusif kepada Pemegang
Merek guna mencegah pihak lain memproduksi
dan memasarkan produk yang memiliki
persamaan, baik pada pokoknya maupun
keseluruhannya.
 Tanpa hak eksklusif, investasi membangun citra
dan reputasi menjadi sesuatu yang sia-sia karena
perusahaan pesaing dapat membuat produk
dengan tanda yang mirip atau bahkan identik.
Efek pelanggaran hak eksklusif merek
• Konsumen bingung, sulit menemukan yang
asli,
• Reputasi dan citra cenderung rusak
• Merugikan, karena Konsumen membeliproduk
pihak lain.
Pasal 4
( Relative grounds for refusal )
Merek tidak dapat didaftar atas dasar permohonan pendaftaran
merek yang diajukan oleh pemohon yang beriktikad tidak baik
beriktikad tidak baik :
secara tidak layak atau tidak jujur
ada niat untuk membonceng
meniru atau menjiplak
menimbulkan kondisi persaingan curang,
mengecoh, atau menyesatkan konsumen.
Contoh :
Terdaftar a/n. A, untuk kl. 34
Permohonan a/n. B, untuk kl. 30
Terdaftar a/n. H. Ilham Bintang
Permohonan a/n. Yoga Sayoga
untuk kelas barang 16
Kelas barang 25
Pasal 5
( Absolute grounds for refusal )
Tidak Dapat Diterima atau Didaftar sebagai Merek, Apabila :
a. Bertentangan dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku
moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum;
b. Tidak memiliki daya pembeda;
c. Telah menjadi milik umum;
d. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang
dimohonkan pendaftarannya.
Bertentangan dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku,
moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum, antara lain :
Pornografis;
Simbol - simbol agama
Simbol yang dilarang oleh undang - undang yang berlaku
Tidak memiliki daya pembeda, seperti :
.
Sebuah titik
Satu tanda garis
Telah menjadi milik umum

Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang
dimohonkan pendaftarannya, misalnya :
Mereknya “KIPAS ANGIN”
Mereknya “TOPI”
Untuk barang kipas angin
Untuk barang topi
Mereknya “JAGUNG”
Untuk barang Jagung
Pasal 6
( Relative grounds for refusal )
(1) Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal
apabila merek tersebut :
a. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan
merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang
dan / atau jasa yang sejenis.
Penjelasan dari Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek
Yang dimaksud dengan persamaan pada pokoknya adalah kemiripan yang
disebabkan oleh adanya unsur - unsur yang menonjol antara merek yang
satu dan merek yang lain, yang dapat menimbulkan kesan adanya persamaan
baik mengenai bentuk, cara penempatan, cara penulisan, atau kombinasi
antara unsur - unsur ataupun persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam
merek - merek tersebut.
Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal
apabila merek tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya atau
keseluruhannya dengan merek milik pihak lain yang sudah terdaftar
lebih dahulu untuk barang dan atau jasa yang sejenis.
Persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya yaitu adanya kesan
yang sama tentang :

Bentuk ;
 Cara Penempatan ;
 Cara Penulisan;

Kombinasi antara unsur - unsur ataupun ;

Persamaan Bunyi Ucapan .
Kriteria persamaan pada pokoknya, selain yang diatur dalam penjelasan
Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek, adalah :
secara :
-. Konseptual;
-. Visual;
-. Fonetik / persamaan bunyi.
Persamaan pada pokoknya secara :
 Visual ( first impression )
 Cara penempatan
 konseptual
 Cara Penulisan
 Fonetik / persamaan bunyi
 Susunan warna
 Bentuk Tulisan
 visual / ( first impression )
 Cara Penempatan
 Konseptual
 Cara Penulisan
 Fonetik / persamaan bunyi
 Susunan Warna
 Bentuk Tulisan
 Visual / ( first impression )
 Cara Penempatan
 Konseptual
 Cara Penulisan
 Fonetik / Persamaan Bunyi
 Susunan Warna
 Bentuk Tulisan
 Visual / ( first impression )
 Konseptual
 Cara Penempatan
 Fonetik / Persamaan Bunyi
 Cara Penulisan
 Bentuk Tulisan
 Susunan Warna
 Visual / ( first impression )
 Cara penulisan
 Konseptual
 Cara penempatan
 Fonetik / persamaan bunyi
 Susunan warna
 Bentuk tulisan
 Visual / ( first impression )
 Cara penulisan
 Konseptual
 Cara penempatan
 Fonetik / persamaan bunyi
 Susunan warna
 Bentuk tulisan
 Visual / ( first impression )
 Cara penempatan
 Konseptual
 Cara penulisan
 Fonetik / persamaan bunyi
 Susunan warna
 Bentuk tulisan
Pasal 6
( Relative grounds for refusal )
(1) Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal
apabila merek tersebut :
b. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan
yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan / atau jasa
sejenis.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat pula
diberlakukan terhadap barang dan / atau jasa yang tidak sejenis sepanjang
memenuhi persyaratan tertentu yang akan ditetapkan lebih lanjut dengan
Peraturan Pemerintah.
Pasal 6
( Absolute grounds for refusal )
(1) Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal
apabila merek tersebut :
c. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan
indikasi geografis yang sudah dikenal.
Contoh :
Penggunan tanda yang diindikasikan sebagai indikasi goegrafis, seperti :
Toraja
Muntok
Cianjur
Pasal 6
( Absolute grounds for refusal )
(3) Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal
apabila merek tersebut :
a. Merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama
badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis
dari yang berhak.
b. Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama,
bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga
nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis
dari pihak yang berwenang.
Pasal 6
( Absolute grounds for refusal )
(3) Permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal
apabila merek tersebut :
c. Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel
resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah, kecuali
atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.
Lambang Negara Isle of Man
Persamaan barang dan / atau jasa sejenis, terdiri atas :
Barang dengan barang yang sejenis
Jasa dengan jasa yang sejenis
Barang dengan jasa yang sejenis.
Kriteria barang yang sejenis :
Asal dari barang ( bahan baku )
Sifat barang
Tujuan dari pemakaian
Segmen konsumen / tempat pemasaran
Contoh :
baju sejenis dengan kaos/T-shirt
Sediaan pencuci sejenis dengan sabun
Kriteria jasa sejenis :
Sifat dari jasa yang diberikan
Tujuan dari pemberian jasa
Menyebabkan konsumen tersesat (likelihood consumer confusion)
Contoh :
Hotel sejenis dengan motel, jasa transportasi sejenis dengan taxi, bus.
Kriteria barang dan jasa sejenis :
Sifat dari barang dan jasa dalam kor bisnis yang sama
Menyebabkan konsumen tersesat (likelihood cosumer confusion)
Contoh :
Toko pakaian (jasa kelas 35) sejenis dengan pakaian (barang kelas 25).
Toko roti dan cake (jasa kelas 35) sejenis dengan roti / cake (barang kelas 30).
Jasa penerbitan (jasa kelas 41) sejenis dengan surat kabar, majalah, tabloid
(barang kelas 16).
Pendaftaran Merek
1
2
3
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
Download