perang bani qoiniqa3 - tarbiyah

advertisement
Seri: Siroh
PERANG BANI QOINIQA
-
LATAR BELAKANG
-
SEJARAH
-
LINTASAN PERISTIWA
-
HASIL
-
HIKMAH DAN PELAJARAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa diharapkan mampu memenuhi target-target pengajaran berikut ini:
-
Memberikan argumen bahwa Yahudi tidak menepati perjanjian dan kesepakatan yang telah
dibuat.
-
Menjelaskan alasan permusuhan Yahudi terhadap kaum muslimin.
-
Menjelaskan sikap orang Yahuid terhadap kemenangan umat islam.
-
Menjelaskan latar belakang peperangn Badar
-
Memberikan penjelasan kecongkakan orang-orang Yahudi
-
Menjelaskan sikap yang diambil oleh para pembesar Bani Qoiniqa terhadap Rasulullah SAW.
-
Menjelaskan sikap kaum muslimin terhadap kesepakatan yang diambil bersama orang Yahudi
-
Menjelaskan asbabun nuzul ayat “wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan
orang Yahudi dan Nasrani sebagai Wali”
-
Menentukan waktu dan lokasi peperangan
-
Menguraikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada peperangan tersebut.
-
Memberikan argumen akan ketakutan orang Yahudi terhadap umat islam.
-
Menjelaskan peran yang dimainkan oleh ‘Abdullah bin Salul.
-
Menjelaskan sikap nabi terhadap ‘Abdullah bin Salul
-
Mengungkap hikmah dan pelajaran yang dapat di ambil dari sikap tersebut.
-
Menjelaskan yang dimaksud dengan At-thobur Al Khoomis
-
Menyebutkan hasil dari perang Bani Qoiniqa
-
Mengungkapkan pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.
PERANG BANI QOINIQA
Selama sejarahnya, orang-orang Yahudi tidak pernah mengetahui arti dari sebuah penghargaan
terhadap perjanjian, kesepakan, ataupun menjaga hak-hak tetangga. Mereka pun tak pernah
mengenal arti persaudaraan dan interaksi yang dibangun atas kesucian dan kebersihan hati.
Begitu umat islam memperoleh kemenangan sikap permusuhan orang Yahudi pun langsung
tampak dengan sangat jelas dan begitu terbuka. Hal ini terlihat pada perbuatan maupun
perkataan mereka. Nampak sekali bahwa beberapa kelompok Yahudi yang hidup di tengah
komunitas arab ternyata bukanlah termasuk ahlul kitab. Namun mereka adalah kelompokkelompok yang memiliki ambisi pribadi dengan menjadikan agama sebagai tameng yang
www.tarbiyah-online.com
Page
tersebut mulai terancam, maka munculah permusuhan, kedengkian, dan konspirasi yang selama
1
melindungi kepentingan politis dan ekonomi mereka. Ketika mereka sadar bahwa kepentingan
Seri: Siroh
ini tersembunyi, yang kesemuanya merupakan alasan untuk memerangi dan mengusir mereka
dari kota Madinah.
LATAR BELAKANG PEPERANGAN
1. Pasca perang Badar, orang-orang Yahudi tidak lagi segan untuk menganiaya umat islam.
Mereka pun tidak pernah kehabisan energi untuk menghasut orang-orang Quraisy, mencaricari kesalahan dan kekurangan umat islam, serta menjadi agen Quraisy dengan memberikan
informasi pergerakan umat islam yang memberi dampak negatif bagi umat islam.
2. Mereka mengingkari perjanjian dan kesepakatan yang telah buat bersama Rasulullah SAW.
Mereka pun secara melakukan permusuhan terhadap umat islam secara terang-terangan,
sampai kepada derajat kelaliman terhadap kehormatan umat islam. Suatu saat mereka
melakukan pelecehan terhadap seorang wanita anshor ketika ia sedang berada di pasar Bani
Qoiniqa untuk menjual perhiasannya. Orang-orang Yahudi ingin agar wanita tersebut
membuka cadarnya, namun ia menolak. Seorang tukang emas Yahudi pun dengan sengaja
menarik ujung pakainnya dan mengikatknya ke pundak wanita tersebut. Ketika wanita itu
berdiri aurat bagain belakangnya pun tersingkap. Orang-orang Yahudi itu pun tertawa,
sementara wanita itu berteriak. Seketika itu ada seorang muslim yang langsung loncat dan
menyerang tukang emas tersebut hingga membunuhnya. Orang-orang Yahudi lainnya berang
dan langsung membunuh orang tersebut. Orang-orang muslim pun meneriaki mereka hingga
terjadilah kekacauan.
3. Sikap congkak, menipu, kewaspadaan mereka terhadap Rasulullah SAW. Rasulullah SAW
pernah memanggil para pemuka Yahudi dan meminta mereka untuk menghentikan aksi
kekerasan terhadap umat islam serta komitmen terhadap kesepakatan damai. Rasulullah SAW
mengingatkan kepada mereka konsekwensi yang akan ditanggung apabila mereka melanggar
kesepakatan tersebut. Namun Banu Qoiniqa justru meremehkan peringatan tersebut. Mereka
berkata,”wahai Muhammad! Jangan tertipu! Engkau bertemu dengan orang-orang yang tidak
mengetahui cara berperang, lalu kau pergunakan kesempatan tersebut. Demi Tuhan,
sesungguhnya apabila kami memerangimu, niscaya engkau akan tahu bahwa kami adalah
orang yang sebenarnya!
AL QURAN MENJAWAB KLAIM YAHUDI
Melalui pernyataan tersebut sebenarnya orang-orang Yahudi hanya ingin menakut-nakuti kaum
mukminin dan menjatuhkan mental
mereka. Maka
Allah SWT pun menurunkan firman
Nya:”katakanlah kepada orang-orang yang kafir bahwa mereka pasti akan dikalahkan dan digiring
ke dalam neraka jahannam. Dan itulah tempat kembali yang paling buruk. Sungguh bagi kalian
terdapat satu pelajaran pada dua kelompok yang saling bertemu. Kelompok yang satu berperang
di jalan Allah dan yang lain kafir. Kalian melihat mereka dua kali lipatnya atas dasar pandangan
mata. Dan Allah mengokohkan kemenangan kepada siapa yang Ia kehendaki. Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang memiliki pandangan (fikiran)” 1
Al Quran ingin mengingatkan bahwa orang-orang Yahudi tidak mengambil pelajaran dari apa yang
1
. Ali ‘Imran 12-13
www.tarbiyah-online.com
Page
orang yang menantang Allah SWT dan rasul-Nya, dan setiap orang yang justru bangga dengan
2
telah menimpa orang Quraisy pada perang Badar. Mereka tidak membaca dari kekalahan orang-
Seri: Siroh
dosa dan kesalahannya. Dan barang siapa yang melakukan hal tersebut, maka niscaya ia akan
kalah dan binasa. Hingga akhirnya ia harus mendekam di dalam jahannam sebagai tempat tinggal
yang paling buruk.
SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP ALIANSI YAHUDI
Orang-orang islam yang selama ini menjalin kesepakatan dengan Yahudi lambat laun mengetahui
semua perbuatan mereka dan penghianatan mereka terhadap perjanjian yang telah disetujui.
Orang-orang islam pun semakin sadar akan sikap keras kepala dan penganiayaan verbal orang
yahudi kepada Rasulullah SAW.
‘Ubadah bin Shamit, salah seorang pemuka Kazraj, akhirnya
memutuskan kesepakatan aliansi tersebut. Sebaliknya ‘Abdullah bin Ubai bin Salul justru memuji
aliansi tersebut. Ia berkata,”aku adalah seorang yang sangat mengkhawatirkan akan adanya
bencana.” Maka Allah SWT pun menurunkan bara’ah dengan mereka melalui firmannya,
”wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan Yahudi dan Nasrani sebagai. Sebagian
dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lainnya. Dan barang siapa diantara kalian yang
menjadikan
mereka
sebagai
wali
maka
sesungguhnya
dia
adalah
bagian
dari
mereka.
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Maka engkau melihat orang-orang
yang di dalam hatinya terdapat panyakit berlomba-lomba kepada mereka. Mereka berkata,’kami
khawatir apabila kami tertimpa musibah. Maka semoga Allah mendatangkan kemenangan atau
urusan Nya sehingga mereka menyesal atas apa yang selama ini mereka sembunyikan di dalam
diri mereka.”1
RASULULLAH SAW MENDATANGI YAHUDI
Tidak ada yang pantas dilakukan atas penghianatan dan penentangan terhadap Rasulullah SAW
selain memerangi mereka. Yahudi Bani Qoiniqo sendiri sudah bisa merasakan hal tersebut.
Mereka pun berlindung di balik benteng dan bersiap-siap menghadapi umat islam. Rasulullah SAW
bersama orang-orang Madinah mendatanginya pada hadi Sabtu, pertengahan syawwal pada
tahun kedua Hijriah. Kali ini panji dibawa oleh pamannya, Hamzah bin ‘Abdul Muththalib.
Sementara beliau menugaskan Abu Lubabah al Anshori untuk menjaga kota Madinah. Mereka pun
mengepung benteng tersebut selama lima belas hari.
DI BALIK PERISTIWA PERANG
POSISI YAHUDI SEMAKIN TERDESAK DAN LEMAH
Orang-orang Yahudi sadar bahwa mereka tidak mampu menghadapi pasukan Rasulullah SAW
dengan peperangan. Sementara benteng tempat mereka berlindung tidak mungkin bisa
menyelamatkan mereka dari tangan umat islam. Mereka pun semakin dihantui katakutan yang
teramat sangat. Mereka ingin lari secepatnya meninggalkan harta, senjata, dan bahkan rumah
mereka. Disinilah kita bertanya, dimanakah kecongkakan Yahudi selama ini? Dimanakah
perkataan mereka kepada Rasulullah SAW,”jika engkau memerangi kami, niscaya engkau akan
1
. Al Maidah 51-52
www.tarbiyah-online.com
Page
3
tahu bahwa kami adalah orang yang sebenarnya.”
Seri: Siroh
EKSODUS BANI QOINUQA
Ketakukan orang-orang Yahudi terhadap umat islam yang mengepungnya sudah mencapai titik
puncak. Akhirnya mereka menyerahkan diri dan harta mereka kepada Rasulullah SAW. Mereka
rela terhadap apa yang akan dilakukan terhadap diri, istri, keturunan, dan harta benda mereka.
Maka datanglah ‘Abdullah bin Ubai, salah seorang yang bersekutu dengan Yahudi, kepada
Rasulullah SAW dan berkata,”wahai, Muhammad berbuat baiklah kepada sekutuku, mereka
adalah sekutu Kazraj. Rasulullah SAW pun mengacuhkannya. Kemudian ia mengulanginya lagi.
Namun Rasulullah SAW berpaling darinya.
dalam
saku
baju
Rasulullah
SAW.
‘Abdullah bin Ubai pun memasukkan tangannya ke
Seketika
itu
wajah
Rasulullah
SAW
berubah
dan
berkata,”biarkan aku!” beliau tampak begitu marah, sampai semua orang dapat melihat
perubahan di wajahnya. Beliau kembali berkata,”celaka engkau! Biarkan aku!” ‘Abdullah bin Ubai
berkata,”demi Allah aku tidak akan membiarkanmu sampai engkau berbuat baik kepada sekutusekutuku. Empat ratus orang tidak mengenakan baju besi, tiga ratus orang mengenakan baju
besi, mereka telah melindungiku. Aku adalah seorang yang benar-benar takut tertimpa bencana.”
Rasulullah SAW menjawab,”mereka adalah untukmu, dengan syarat mereka harus keluar dari
kota Madinah dan tidak berdampingan lagi dengan kami di kota ini.” Rasulullah SAW pun
memberikan waktu tiga malam kepada mereka, dan menugaskan ‘Ubadah bin Shomit untuk
mengawasinya.
Akhirnya Bani Qoiniqa pun harus pergi dengan meninggalkan harta dan persenjataan mereka.
Mereka berjalan hingga sampai di lembah al Quro, di selatan Khaibar. Mereka tinggal di sana
untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian mereka meneruskan perjalanan ke Adzri’at, di Syam.
Di sanalah mereka menetap. Namun belum berapa lama mereka tinggal, mereka binasa
semuanya.1 Dengan demikian kaum muslimin pun dapat terbebas dari kelompok kelima di kota
Madinah, yang selama ini telah meresahkan umat islam dan membantu memberikan informasi
kepada orang-orang musyrikin.
HASIL DARI PEPERANGAN INI
1. Pembersihan kota Madinah dari Yahudi Bani Qoiniqa yang selama ini selalu membuat
keresahan di tengah komunitas umat islam serta kezaliman terhadap agama maupun
kehormatan mereka.
2. Terbebas kota Madinah dari kelompok kelima yang selama ini menjadi agen informasi orangorang musyrik.
3. Menumbuhkan rasa takut pada kabilah-kabilah Yahudi lainnya seperti Bani Nadhir dan Bani
Quraidzah, agar tak seorang pun dari mereka yang berani berbuat semena-mena terhadap
umat islam ataupun berani menghianati perjanjian yang telah disepakati bersama Rasulullah
SAW.
4. Bertambahnya rasa tsiqoh kaum muslimin terhadap diri sendiri, kebanggaan terhadap agama
ini, serta kemampuan berperang dan mengantisipasi. Dengan demikian semakin tinggi pulalah
1
. Sirah Ibnu Katsir 2/138
www.tarbiyah-online.com
Page
4
posisi umat islam di mata masyrakat arab.
Seri: Siroh
HIKMAH DAN PELAJARAN DARI PEPERANGAN INI
1.
Janji Allah SWT kepada orang-orang yang beriman dan ancaman Nya kepada orang-orang
kafir akan selalu ditepati. Allah SWT berjanji bahwa mereka pasti akan dikalahkan.
“katakanlah kepada orang-orang kafir bahwa mereka pasti akan dikalahkan dan digiring
ke neraka jahannam. Dan itulah tempat kembali yang paling buruk.”
2.
Akibat dari kesewenang-wenangan adalah kenistaan. Dan akibat dari perusakan adalah
kebinasaan di dunia dan diakhirat.
3.
Peristiwa tersebut menunjukkan sifat pengecut adalah sifat sejati orang Yahudi di
sepanjang sejarah. Kesombongan dan klaim bahwa mereka memiliki kekuatan hanyalah
propaganda belaka. Sesuatu yang mereka harap benar-benar menjadi sebuah realita,
namun kenyataan menolaknya. Dari peristiwa ini pula tampak bahwa orang Yahudi tidak
akan merasa gentar kecuali melalui tangan orang-orang yang beriman dan para pembela
akidah yang benar.
PENILAIAN
1.
Sebutkan latar belakang terjadinya peperangan dengan Bani Qoiniqa!
2.
Apakah yang dikatakan Rasulullah SAW kepada para pemuka Bani Qoiniqa? Dan
bagaiamana tanggapan mereka?
3.
Isilah titik-titik berikut ini! ‘Ubadah bin Shamit, salah seorang pemuka Kazraj,
memutuskan .......dan sebaliknya
........ semakin bangga dan mempererat hubungan
dengan mereka. Ia berkata ........ maka Allah SWT pun menurunkan firman Nya ........
4.
Sebutkan apakah yang menyebabkan Yahudi begitu ketakutan ketika mereka berhadapan
dengan umat islam. Jelaskanlah tanda-tanda rasa takut ini. Dan bagaiamanakah akhir
dari Bani Qoiniqa?
5.
Bacalah hasil dari peperangan tersebut dan tulislah kesanmu terhadap Yahudi dan
perbuatan mereka. Tulis kesanmu terhadap kekuatan umat islam dan keberanian
mereka, serta dampak dari itu semua dalam meruntuhkan keberanian musuh.
REFRENSI
Fii DZILALIL QURAN
SAYYID QUTUB
TAFSIR IBNU KATSIR
IBNU KATSIR
FATHUL BARI
IBNU HAJAR
AS-SIRAH AN-NABAWIAH
IBNU HISYAM
AS-SIRAH AN-NABAWIAH
IBNU KATSIR
ZAADUL MA’AD
IBNUL QOYYIM
AR-RAUDH AL-UNF
SUHAILI
FIQHUS SIRAH
MUHAMMAD AL GHOZALI
MUHAMMAD ABU SYUHBAH
NURUL YAKIN
MUHAMMAD AL KHUDHAR HUSAIN
AL KAMIL FII AT TARIKH
IBNU KATSIR
TAARIKHUL RUSUL WAL MULUK
THOBARI
AL MAGHAZI
www.tarbiyah-online.com
WAQIDI
Page
FII DHOUIL QURAN WASSUNNAH
5
AS-SIRAH AN-NABAWIAH
Seri: Siroh
MAJMU’ATUR RASAAIL AS SIASIAH
LIL’AHD AN NABAWI
MUHAMMAD HAMIDULLAH
DIRASAT FII SIRAH
‘IMAD KHALIL
GHAZWATUL BADR AL KUBRA
MUHAMMAD BASYAMIL
AS-SIRAH AN NABAWIAH
ABU HASAN AN NADAWI
AR RAHIQ AL MAKHTUM
SHOFIYYURRAHMAN AL MUBARAK FURY
Page
6
WAL KHILAFAH AR RYASIDAH
www.tarbiyah-online.com
Download