ANALISIS STRATEGI PEMA,SARA.N MADU
(Stm:li Kasus Pada Unit Usaha Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta Timur)
SRI KURNIAWATI
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1425 H/2004M
ANALISIS STRATEGI PEMASARAI\f MADU
(Stmli Kasus Unit Usaha Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta Timur)
Oleh:
SRI KURNIA WATl
100092020322
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarj ana Sains
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERJ[
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1425 H/2004M
<Dan 'Tuflilnmu 1newaliyuf«zn k§padi:i Ce6afi: 'r:BuatCafi sarang-sarang di 6ulijt-6ulijt, di
pofion-pofion ftayu, cfan di tempat-tempat ya11g di6ilijn manusia''. ~J 'l(emucfian nlilf«znCafi
·~~s'
cfari tiap-tiap (macam) 6uafi-6uafian cfan tempuJi{afi jaCan 'Tulianmu yang teCali dimucfafif<!zn
(6agimu). <Dari perut Ce6ali itu k§fuar minuman (inacfu) yang 6eruUlcam-macam wamanya, cfi
cfafamnya tercfapat o6at yang menyem6ufif<!zn 6agi manusia. Sesunggufinya pacfa yang
cfemilijan itu 6enar-6e111lr tercfapat tand'a (!{§6esaran 'Tufian) 6agi orang-orang yang
memir.irr.an.
·~"'
f\J '\\
~~~
...
~
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERT ANIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
----
Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh :
Nama
Nim
Program Studi
Judul Skripsi
Sri Kurniawati
100092020322
Sosial Ekonomi Pertanian
: Analisis Strategi Pemasaran Madu ( Studi Kasus Pada Unit
Usaha Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta Timur)
Dapat diterima sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gdar Sarjana Sains pada
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, Agustus 2004
Menyelujui,
Dosen Pcmbimbing
Pembimbing II,
di~£~-
/~·;
Ir. Sctyo Adhie, MM.
Mcngetahui,
Dekan,
Ketua Jurusan,
'
~~'71
Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis
NIP. 150 317 965
Ir. Mudatsir Najamuddin. MM
NIP. 150 3 l 7 958
PENGESAHAN UJIAN
Skripsi yang berjudul "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN MADU
(Studi Kasus Pada Unit Usaha Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta Timur)".
Telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang Munaqosyah Fakultas Sains Dan
Teknologi lJIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Hari Sabtu, tanggal 07 Agustus
2004. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Strata I (S 1) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pe1ianian.
Jakarta, Agustus
2004
Tim Penguji,
P-enguji I,
Penguji II,
Penguji Ill,
r
,----Ir. Mnhandis N., MM, M.Si
Ir. Sudaru Dono, MBA
Mengetahui,
Dekan
Fakultas Sains dan Teknologi
Dr. Syopiansya Jaya Putra, M.Sis
NIP. 150 317 965
Ir . Setyo Adhie, MM
PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI
HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM
BENAR-BENAR
PERNAH DJAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH
PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN
Jakarta, 07 Agustus 2004
SRI KURNIAWATI
100092020322
RINGKASAN
SRI KURNIA WATI. Analisis Strategi Pemasaran Madu (Studi Kasus Pada Unit
Usaha Apiari Prarnuka Cibubur, Jakarta Timur) di bawah bimbingan Ir. Su<laru
dono, MBA dan Ir. Setyo A<lhie, MM.
Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, sekitar 143 hektar, dengan
beraneka jenis pohon yang berbunga secara bergantian sepanjm1g tahun. Pohonpchon tersebut merupakan habitat ideal untuk kehidupan, berkembang biak dan
berproduksi lebah madu.
Berdasarkaan ha! itu maka diperlukan penelitian yang
bertujuan untuk: mengidentifikasi faktor internal meliputi kekutan dan kelemahan dm1
faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman yang dihadapi Pusat apiari Pramuka,
menganalisis bauran pemasaran yang dilakukan Pusat Apiari Prarnuka, merumuskan
strategi pemasaran yang tepat sesuai kondisi internal dan eksternal yang dilakukan
Pusat Apiari Pramuka.
Penelitian ini dilakukan pada Pusat Perlebahan Apiari Pramuka yang
berlokasi di istana lebah komplek Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur 13 720 pada
bulan Mei 2004. Pemilihan responden dilakukan secara sengaja (purposive).
Metodologi yang digunakan dalmn penelitian ini adalah metode studi kasus dan data
yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh dari basil wawancara dan
pengisian kuesioner oleh responden yang dipilih secara sengaja. Sedangkan data
sekunder diperoleh dari tulisan-tulisan yang berkaitm1 dengan masalah-masalah yang
diteliti. Metode dan analisis data menggunakan analisis lingkungan internal dan
lingkungan eksternal perusahaan yang digambarkan dengan matrik !FE dan EFE lain
diplotkan dengan analisis SWOT dan analisis bauran pemasaran untuk mengetahui
strategi tepat yang seharusnya dijalankan oleh unit usaha Pusat Apiari Pramuka.
Hasil analisis matrik IFE diperoleh total skor 4,292 diatas rata-rata (3,0)
menunjukan perusahaan memiliki posisi internal yang kuat, artinya lingkungan
imernal
Apiari
Pramuka
yang
berupa
keuangan,
produksi,
sumberdaya
manusia/organisasi dan pemasaran yang kuat dan dapat mempermudah Apiari
didalam mengembangkan usahanya kearah yang lebih baik. Sedangkan hasil dari
matrik EFE diperoleh total skor 4,018 diatas rata-rata (3,0), ha! ini menunjukan
perusahaan secara efektif memanfaatkan peluang yang ada dan meminimalkan
pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal perusahaan.
Setelah teridentifikasi kekutan dan kelemahan internal serta peluang dan
ancaman eksternal unit usaha Apiari Pramuka, maka dapat disu:mn matrik SWOT
untuk memilih altematif strategi yang dapat diterapkan pada Apiari Pramuka.
Pendekatan matrik SWOT memberikan empat alternatif strategi, yaitu strategi S-0
meliputi: strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar dan strategi
pengembangan produk; strategi S-T meliputi: pemanfaatan teknologi tepat guna,
meningkatkan keunggulan produk, strategi integrasi ke depan, menan1bah jumlah
fact01y outlet strategi integarasi ke belakang, pe1iahankan keaslian produk; strategi
W-0 meliputi: memaksimalkan kapasitas produksi, membuat lembaga R&D untuk
mengembangkan usaha, memperbaiki fasilitas dan bentuk kemasan, mengintensifkan
promosi, membentuk sistem infmmasi pemasaran tersendiri, melakukan pelatihan
enterpreneurship untuk karyawan dan perbaikan sistem pengambilan keputusan;
strategi W-T meliputi: pemanfaatan teknologi tepat guna, memaksimalkan kapasitas
produksi, menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok untuk menjaga kualitas,
kuantitas dan kontiunitas bahan baku yang dibutuhkan, memperluas pemasaran pada
wilayah-wilayah potensial, mengintensifkan promosi dan membuat lembaga R&D
untuk mengembangkan usaha.
Bauran pemasaran yang dilakukan Apiari Pramuka meliputi: bauran produk
yaitu: mutu produk, keragaman produk, merek produk, kemasan clan ukuran produk;
bauran harga yaitu: penetapan harga jual dengan metode harga bi aya plus (cost plus
pricing method) dan potongan harga jual (discount) I 0% untuk penjualan kepada
agen perantara; bauran dislribusi yaitu: jalur distribusi yang diterapka oleh Apiari
Pramuka adalah 2 jalur, pertanm konsumen membeli langsung ke produsen dan yang
kedua produsen menjual ke agen perantara/pengecer yang seterusnya menjualnya
kekonsumen; bauran promosi yaitu: promosi dilakukan melalui media cetak atau
elektronik dan promosi bisa juga dilakukan dengan cara kerja sama dengan pihakpihak tertentu yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama dengan Apiari
Pramuka.
Strategi yang disarankan berdasarkan analisis bauran pemasaran yaitu dengan
memfokuskan perhatian pada bauran produk dan bauran promosi. Sedangkan pilihan
altematif strategi jangka pendek yang disarankan unit usaha Apiari Pramuka dengan
menjalankan strategi-strategi yang direkomendasikan dalam matrik SWOT, yaitu
pemilihan strategi jangka pendek disesuaikan dengan faktor-faktor kekuatan yang
dimiliki oleh Apiari Pramuka dengan cara mengeksploitasi kekuatan dan peluang
yang dimiliki, schingga dalum waktu rclatif singkal Apiari dapat mcngcmbmmgkan
usahanya. Untuk altematif strategi jangka panjang dapat digunakan strategi-strategi
yang membutuhkan investasi besar dan membutuhkan waktu yang reletif lama, yang
mana strategi jangka panjang sudah direkomendaikan dalam matrik SWOT.
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji serta syukur kepada Allah SWT penguasa segala yang
ada, yang memberikan nikmat Iman, Islam, dan nikmat sehat wal'afiat, sehingga
penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. Shalawat beserta salam terlimpahkan kepada
sang revolusioner sejati Nabi Besar Muhammmad SAW.
Selama penyusunan skripsi ini dan selama penulis belajar di Fakultas Sains
dan Teknologi Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian penulis banyak mendapatkan
bantuan, motivasi serta bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada:
1. Bapak Ir.Sudaru Dono, MBA dan Ir. Setyo Adhie, MM selaku pembimbing I
dan II, yang telah memberikan ilmu dan pengalaman dalan1 membimbing dan
mengarahkan penulis dalam penulisan skripsi ini.
2. Bapak Ir. Mudatsir Najamuddin, MMA dan Drs. Acep Muhib, MMA selaku
Ketua dan Sekretaris jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, yang telah
membekali ilmu pengetahuan kepada penulis.
3. Bapak Dr. H. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi
4. Bapak Ir. Wawan Darmawan, MBA selaku Pimpinan Pelaksana Unit Usaha
Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Indra Gunawan, Su selaku wakil
ii
Pimpinan Unit Usaha Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta Timur .Syarmin
Gumay, SE selaku Kepala Seksi Pemar.aran Out Door. Abdul Rofiq, selaku
Kepala Seksi Pemasaran In Door. Ir. Panut Nugroho Kepala Bagian Produksi.
Nurrochman kepala Bagian Personalia. Sulistyawati dan Okty selaku Asisten
bagian Keuangan dan Akutansi.
5. Ir. Muhandis Natadiwirya, MM. MSi, dan Ir. Sudaru Dono, MBA dan Ir.
Setyo Adhie, MM selaku tim penguji dalam sidang ujian skripsi.
6. Ayahanda Shobirin (aim) dan Ibunda Murdiyati yang selalu memberikan cinta
dan kasih sayang serta do'a yang tak pernah putus untuk ananda, ayah ...
ibu ... , satu dari keinginanmu telah ananda penuhi, terima kasih atas segala
pengorbanan dan jcrih payahmu selama ini, sampai ananda bisa seperti
sekarang ini.
7. kakakku tercinta (terutama untuk bang Rahmat), terima kasih atas nasehat,
motivasi dan pengorbanan baik materil maupun imateril yang telah diberikan,
sehingga adikmu bisa menyelesaikan skripsi ini.
8. Adik-adikku dan keponakanku tersayang, terima kasih atas kegembiraan dan
kebahagiaan yang kalian berikan dalam hari-hari yang kita lalui bersama.
9. Keluarga besar H. Ahmad Muhammad (terutama ka' Wida, Rita) terima kasih
kesediannya memberikan tempat, kebaikan dan pengorbananya.
IO. Thank's to "aa" Yusuf Abdul Kodir atas bantuan, pengorbanan dan yang telah
mewarnai hidupku selama kuliah.
lll
11. Kepada sahabat-sahabatku di kelas B (khususnya Arman, Gofur, Jery, Awa,
Salim, Ema, Hiki, Yati, Dini, Hilyati, Ajay, Heni, dll) kalianlah teman
terbaikku selama kuliah.
12. Kepada sahabat-sahabatku di kelas A (khususnya, Gifriah, Ina, Tanti,) yang
telah membantuku dalam proses penyelesaian skripsi.
13. Kepada sahabat-sahabatku di rumah (mas Ricky, bang Hasim, Yasin, Eki,
Yulia) thank 's sudah mau membantu menghitung.
14. untuk semua teman-temanku yang tidak dapat aku sebutkan satu per satu yang
telah memotivasi, menemaniku selama kuliah dan yang telah membantuku
dalam menyelesaikan skripsiku.
Akhimya penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besamya kepada semua
pihak yang telah banyak membantu penulis, semoga Allah SWT, membalas semua
kebaikan yang telah mereka berikan, dan penulis mohon maaf apabila ada kesalahan
dan kekhilafan yang penulis Iakukan.
Untuk para pembaca penulis sangat mengharapkan kritikm1 dan saran untuk
kesempurnaan skripsi ini.
Billahi fi sabiilil hag
Jakarta, Agus=t=u~s-~2=0~0~4~M=
Rajah
1425 H
Penulis
iv
DAFT AR ISI
-Ialaman Judul................................................................................................................ .
(ata Pengantar ................................................................................................................ ii
)aftar Isi .......................................................................................................................... v
)AFTAR TAB EL........................................................................................................... viii
)AFTAR GAMBAR...................................................................................................... ix
)AFTAR LAMPIRAN .................................................................................................. x
3AB I PENDAHULUAN ..............................................................................................
A. Latar Belakang.............................................................................................
B. Perumusan Masalah......................................................................................
C. Tujuan Penelitian..................................................................... .....................
D. Kegunaan Penelitian............................................. ................... .....................
E. Ruang Lingkup Penelitian....................................................... ....................
1
1
7
9
9
10
3AB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................
A. Kerangka Teoritis ........................................................................................
!. Agribisnis Madu.....................................................................................
a. Pengertian Madu..............................................................................
b. Jenis Madu........................................................................................
c. Sistem Produksi Madu.....................................................................
I ) Pcrsiapan Bctcrnak ....................................................................
2) Pengelolahan Lebah atau Koloni..............................................
3) Penggabungan Koloni ................................................................
4) Masa Paceklik ............................................................................
5) Panen Dan Pengelolahan Produk..............................................
6) Madu...........................................................................................
7) Pollen..........................................................................................
8) Royal Jelly..................................................................................
9) Malam (Lilin Lebah, Wax) .......................................................
I 0) Propolis ......................................................................................
11) Apitoxin (Bee venom) ...............................................................
2. Pemasaran...............................................................................................
a. Manajemen Strategi.........................................................................
b. Manajemen Strategi Pemasaran......................................................
3. Bauran Pemasaran .................................................................................
a. Produk...............................................................................................
b. Harga ................................................................................................
c. Saluran Distribusi ............................................................................
d. Promosi.............................................................................................
11
11
11
11
13
14
15
17
20
22
24
24
26
27
28
28
29
30
30
32
33
34
36
37
39
v
4. Analisis Lingkungan Pemasaran............................................................
a. Analisis Lingkungan Internal.. ........................................................
b. Analisis Lingkungan Eksternal ......................................................
1) Lingkungan Mikro .....................................................................
2) Lingkungan Makro ....................................................................
5. Matrik Internal Factor Evaluation (JFE) Dan External Factor ........
Evaluation (EFE)
6. Analisis SWOT......................................................................................
40
40
42
43
45
47
50
B. Penelitian-Penelitian Terdahulu................................................................... 52
C. Kerangka Pemikiran Operasional ................................................................ 63
3AB III METODE PENELITIAN ................................................................................ 67
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................ 67
B. Ruang Lingkup............................................................................................... 67
C. Pengambilan contoh...................................................................................... 67
D. Pengambilan Data........................................................................................ 68
E. Pengelolahan Dan Analisis Data................................................................... 69
1. Analisis Bauran Pemasaran................................................................... 70
2. Matrik Internal Factor Evaluation (JFE) Dan Matrik External Factor
Evaluation (EFE) ................................................................................... 70
3. Matrik SWOT ........................................................................................ 73
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN....................................................... 75
A. Sejarah Dan Perkembangan Pemsahaan ..................................................... 75
13. Pokok-Pokok Organisasi Dan Struktur Organisasi Unit Usaha
Apiari Pramuka....................................................................... ..................... 82
BAB V l IASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................
A. Analisis Lingkungan Perusahaan ...............................................................
1. Analisis Lingkungan Internal Perusahan..............................................
a. Aspek Produksi ...........................................................................
b. Aspek Pemasaran ...........................................................................
c. Aspek Keuangan ...................................................... .....................
d. Aspek Sumberdaya Manusia/Organisasai......................................
2. Analisis Lingkungan Ekstemal Perusahaan ......................................
a. Analisis Lingkungan Mikro ............................................................
b. Analisis Lingkungan Makro............................................................
3. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang Dan Ancaman ...............
a. Identifikasi Kekuatan.......................................................................
b. Identifikasi Kelemahan ...............................................................
c. Identifikasi Peluang.........................................................................
d. Identifikasi Ancaman........................................................................
86
86
86
86
88
89
90
92
92
94
99
99
99
100
101
VI
B. Perumusan alternatif Strategi Pemasaran....................................................
I. Matrik !FE (Internal Factor Evaluation).............................................
2. Matrik EFE (External Factor Evaluation).. .........................................
3. Analisis SWOT......................................................................................
a. Strategi S-0......................................................................................
b. Strategi S-T ......................................................................................
c. Strategi W-0 ....................................................................................
d. Strategi W-T.....................................................................................
4. Analisis Bauran Pemasaran...................................................................
a. Bauran Produk..................................................................................
b. Bauran Harga ..................................................................................
c. Bauran Distribusi .............................................................................
d. Bauran Promosi................................................................................
102
102
I 07
111
111
115
116
118
118
119
120
123
125
C. Pilihan Alternatif Strategi............................................................................. 125
1. Alternatif Strategi Jangka Pendek......................................................... 125
2. Alternatif Strategi Jangka Panjang....................................................... 127
BAB VJ KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................... 128
I . Kesimpulan............................................................................................. 128
2. Saran....................................................................................................... 130
Daftar Pustaka................................................................................................................. 133
vii
DAFTARTABEL
Gambar 1.
Jumlah ekspor-impor madu alam indonesia......................................... 3
Gambar 2.
Kosmetik dan kandungan hasil lebah ................................................... 4
Gambar 3.
Komposisi nutrisi madu......................................................................... 13
Gambar 4.
Bentuk penilaian faktor-faktor strategi internal-eksternal..................... 71
Gambar 5.
ldentifikasi kekuatan dan kelemahan madu Apiari Pramuka.............. 91
Gambar 6.
Isdentifikasi Peluang dan ancaman madu Apiari Pramuka................. 98
Gambar 7.
Matriiks Internal Factor Evaluation (!FE)........................................... 103
Gambar 8.
Matriks External Factor Evaluation (EFE).......................................... I 07
Gambar 9.
Hasil analisis madu ................................................................................ 119
Gambar 10. Daftar harga penjualan madu, kemasan dan ukuran produk............... 122
Vlll
DAFT AR GAMBAR
Gambar I.
Variabel-variabel 4P dari bauran pemasaran....................................... 33
Gambar 2.
Saluran pemasaran konsumen ............................................................... 36
Gambar 3.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penetapan harga,........ 38
Gambar 4.
Kerangka pemikiran operasional.......................................................... 66
Gambar 5.
Matriks SWOT........................................................................................ 74
Gambar 6.
Struktur organisasi Apiari Pramuka...................................................... 83
Gambar 7.
Jalur distribusi Apiari Pramuka............................................................. 123
IX
DAFT AR LAMPIRAN
Lampiran 1.
Kuesioner untuk matrik IFE-EFE...................................................... 134
Lampiran 2.
Kuesioner pemberian bobot terhadap kekuatan dan kelemahan..... 139
Lampiran 3.
Kuesioner pemberian bobot kekuatan............................................... 140
Lampiran 4.
Kuesioner pemberian bobot kelemahan............................................. l 4 l
Lampiran 5.
kuesioner pemberian bobot terhadap peluang dan ancaman ........... 142
Lampiran 6.
Kuesioner pemberian bobot peluan&................................................ 143
Lampiran 7.
Kuesioner pemberian bobot ancaman ................................................ 144
Lampiran 8.
Penilaian rating faktor strategi internal ............................................ 145
Lampiran 9.
Penilaian rating faktor strategi eksternal............................................ 146
Lampiran 10. Penilaian bobot faktor strategi internal............................................. 147
Lampiran 11. Penilaian bobot faktor strategi eksternal........................................... 148
Lampiran 12. Daftar harga pesaing (Produk Madu Murni Bina
Apiari Indonesia) dan beberapa merek lain....................................... 149
Lampiran 13. Gambar marik SWOT......................................................................... 150
Lampiran 14. Dokumentasi penelitian ........................................................................ 152
x
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar Belalrnng
Pembangunan
pertanian
yang
berbasis
agribisnis
dalam
pengembangannya memerlukan keterpaduan unsur-unsur sub-sistem mulai dari
budidaya sampai pemasaran hasilnya. Hal ini disebabkan karena sektor pertanian
cukup strategis peranannya dalam Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) selama
sepuluh tahun terakhir, peranan sektor ini
terhadap PDB menunjukan
pertumbuhan yang cukup baik, rata-rata sebesar 4% pertahun (Bank Indonesia,
2003).
Membangun
pertanian
hendaknya
tidak
diartikan
hanya
untuk
meningkatkan produksi tanaman pangan dan perkebunan saja, akan tetapi hams
meliputi semua kegiatan usaha dalam meningkatkan kesejahteraan,
den~jat
dan
martabat kaum tani Indonesia. Salah satu kegiatan usaha yang juga perlu
mendapat perhatian dalan1 hal ini adalah terna:k lebah madu. Pertimbangan untuk
beternak lebah madu ini selain menguntungkan juga memberikan dampak positif
dalam penyerapan tenaga kerja. Karena mekanisme dari usaha terna:k lebah madu
mengharuskan melakukan kegiatan penggembalaan (diangon) dari satu daerah Ice
daerah lain, untuk mencari madu dan tepung sari, pada musim bunga te1ientu.
Kegiatan ini sudah pasti memerlukan tenaga kerja buruh yang tidak tida:k sedikit.
Dari segi kesehatan, madu dipercaya memberikan banyak manfaat untuk
pengobatan dan pemeliharaan kesehatan.
Dengan jumlah penduduk terbesar ke-empat di dunia, Indonesia
merupakan pasar yang sangat baik. Selain itu di Indonesiaa terdapat areal daratan
sekitar 193 juta hektar dan luas hutan sekitar 143 juta hektar, merupakan lahan
yang sru1gat luas untuk tananian berbunga penghasil madu dan tepung sari. Untuk
konsumsi madu per kapita di Indonesia masih sangat rendah yaitu sebesar 0,3 kg
per tahun, sedangkan negara Jerman dan jepang sudah mencapai 1,3 kg per tahun
menurut Pusbalmas (Pusat Perlebahan Nasional).
Dari produksi nasional madu yang saat ini diperkirakm1 8.800 ton, masih
jauh dari kebutuhan yang semestinya sekitar 25.000 ton per tahun (Bank
fndonesia,2003).
Karena itu, ekspor dan impor madu alarn Indonesia sangat
rendali, karena untuk kebutuhan dalam negari saja belum dapat terpenuhi
sehingga Indonesia harus mengimpor madu dari berbagai negara produsen madu,
diantaranya Australia, Republik Rakyat Cina (RRC) dan Jepang. Jun1lah impor
madu Indonesia pada lima tahun terakhir menunjukkan nilai madu yang lebih
besar dibandingkan nilai ekspomya (lihat Tabel 1).
2
Tabel 1
J urn Ia h Eks
a u am Id
n onesia
• ipor-I mpor MdAI
TAHUN
EKSPOR
VOLUME
IMPOR
RASIO VOLUME
NILAI
VOLUME
NILAI
EKSPOR/IMPOR
(KG)
(US.$)
(KG)
(US.$)
(%)
1997
2.999
8.372
502.776
916.062
0,59
1998
11.996
8.075
222.037
363.62
5,40
1999
10.220
19.731
546.015
781.77
1,87
2000
31.991
28.432
746.648
975.06
4,28
2001
46.983
107.543
1.140.438
1.885.844
4,10
Sumber: Badan Pusat Statistk (1997-2001) dalam S1ti Badnyah
Besamya kebutuhan madu dalam negeri disebabkan produk yang
dihasilkan oleh lebah tidak hanya dipergunakan untuk konsumsi per orang, tapi juga
dibutuhkan oleh industri rokok, makanan, minuman, obat-obatan, susu, roti, sabun
mandi dan shampo. Selain itu industri kosmetik yang khusus memproduksi
kosmetik yang mengandung produk-produk lebah madu, sejak lan1a dijumpai di
Italia, Perancis, Jerman dan sebagainya. Beberapa contoh kosmetik yang
menggunakan hasil lebah madu, contohnya seperti pada Tabel 2.
3
NO
Tabel 2
Kosmetik Denean Kandnnean Hasil L ebah
HASILLEBAH
BENTUK KOSMETIK
NAMA
I
Antrid
Cai ran
Royal jelly
2
Apidemin
Cold cream
Royal jelly
3
Dermapin
Hair cream
Royal jelly, madu
4
Floral
Mount water
Propolis
5
Floral
Cold cream
Propolis
6
Floramin
Cold cream
Madu
7
Gelfior
Cream
Madu
8
Matca
Cold cream
Royal jelly
9
Tenapin
Pace cream
Royal jelly, madu
Sumber : Bank Indonesia (2003)
Madu adalah obat yang menyembuhkan bagi manusia, ha! itu sesuai
dengan firman Allah SWT yang bcrbunyi: "Dari perut lebah itu keluar minuman
(madu) yang bermacam-macam warnanya, didalanmya terdapat obat yang
menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan". (Qs. AnNahl, 16: 69). Selain itu madu memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan ha! itu
karena madu mempunyai komposisi beberapa molekul gula seperti fruktosa,
glukosa, maltosa, sukrosa dan karbohidrat, air, mineral, enzim serta energi (Pusat
Perlebahan Pramuka, 2002). Karena madu adalah obat yang menyembuhkan bagi
manusia maka banyak ilmuwan yang menggunakan madu untuk mengobati
berbagai macam penyakit dan fakta ilmiah tersebut dibenarkan oleh para ilmuwan
4
yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (Wold Apiculture Conference)
yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam
konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang
berasal dari madu (Ahanifah. Blogspot.com, 2004).
Petemakan lebah di Indonesia umumnya dif.elenggarakan oleh petanipetani dalam bentuk yang sangat sederhana. Mereka menternakan lebah dengan
menggunakan gelodog (bahasa Jawa), perumpung (bahasa Sunda), kungkungan
wanyi (bahasa Bali).
Gelodog adalah sepotong batang kelapa atau sepotong batang pohon yang
lain (kapuk, misalnya) yang didalamnya dibuatkan lubang sebagai tempat
bersarang. Jenis lebah yang diternakan adalah Apis indica. Orang awam
menyebutnya lebah madu, tawon gula dan tawon madu. Peternakan tradisional ini
dapat kita jumpai misalnya di daerah Jawa, Madura, Bali dan beberapa tempat di
Sumatra. Usahanyapun hanya sebatas usaha sampingan. Hasil yang diperoleh juga
masih terbatas pada madu (dalam jumlah yang relatif sedikit), lilin lebah dan larva
lebah. Madu mereka gunakan sebagai campuran jamu, lilin lebah untuk membatik
clan larva lebah untuk tambahan lauk-pauk makan.
Disamping peternakan lebah yang diselenggarakan dengan cara yang
sederhana ini, banyak pula petani-petani yang memanen madu dari lebah hutan
(Apis dorsata), atau Tawon Gung (bahasa Jawa), Odeng (bahasa Sunda). Lebah
hutan ini ada diseluruh Indonesia, terutama sekali di hutah-hutan pulau Sumatra,
5
Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, Irian, Nusa Tenggara Baral (terutarna
Sumbawa), Nusa Tenggara Timur, Bangka dan lain-lain. Hasil lebah hutan ini
cukup besar, yaitu madu dan lilin lebahnya. Dapat dikatakan bahwa hampir seluruh
wilayah hutan di Indonesia terdapat lebah hutan Apis dorsata yang sangat produktif
menghasilkan madu. Untuk lebah lokal Apis mellifera cerena yang sangat produktif
menghasilkan madu juga tersebar diseluruh kepulauan nusantara. Demikian juga
dengan lebah impor Apis mallifera lilmaeus juga telah berhasil dikembangkan dan
dapat beradaptasi dengan baik di alam lingkungan Indonesia.
Budidaya lebah madu secara modem mulai diperkenalkan kepada
masyarakat Indonesia sejak tahun 1971 oleh Kwatir Nasional Gerakan Pramuka,
khususnya Pusat Perlebahan
Apiari Pramuka. Pada saat itu Apiari mendapat
bantuan koloni lebah unggul (Apis mellifera) dari Australia sebanyak 20 koloni
(stup ). Koloni-koloni tersebut digembalakan di lokasi bunga kapuk randu. Hasilnya,
koloni-koloni lebah tersebut berkembang dengan baik dan cukup banyak madu
yang diperoleh.
Pusat Perlebahan Apiari Pramuka sebagai pelopor temak lebah modem di
Indonesia secara terus-menerus berupaya memasyarakatkan manfaat budidaya lebah
madu yang dikelola secara modem. Terutama sejak dibukanya Pelatihan Perlebahan
Nasional pada tahun 1973 oleh Pusat Perlebahan Pramuka, ke:mudian tahun 1986
dibentuk
Badan
Pembinaan
Perlebahan
Nasional
dengan
tujuan
untuk
mengembangkan, memperluas dan memodemisasi perlebahan serta menggali
6
kekayaan alam yang masih belum termanfaat secara optimal, selain itu karena
Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, sekitar 143 juta hektar, dengan
beraneka jenis pohon yang berbunga secara bergantian sepanjang tahun. Pohonpohon tersebut merupakan habitat ideal untuk kehidupan, berkembang biak dan
berproduksi lebah madu.
B. Perumusan Masalah
Banyaknya permintaan akan madu yang belum dapat lerpenuhi baik lokal
maupun luar negeri menunjukan adanya peluang pasar yang "cerah" bagi peternak
lebah madu. Pusat Apiari Pramuka, Sebagai salah satu unit usaha pelaksana
penggalakan lebah madu banyak menghadapi kendala dalam menjalankan
usahanya, salah satunya adalah pesaing. Oleh karena itu Pusat Apiari Pramuka
hams dapat mempertahankan dan lebih meningkatkan pangsa pasarnya dengan
memperhatikan strategi pemasaran yang tepat.
Analisis
strategi
pemasaran
yang
paling
tepat
dimulai
dengan
menganalisis lingkungan perusahaan, baik itu analisis lingkungan internal, yaitu
untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pernsahaan, kemudian
dilanjutkan dengan analisis lingkungan eksternal yang berguna untuk mengetahui
peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan, kemudian digambarkan
dengan matrik !FE dan EFE lalu diplotkan dengan analisis SWOT dan analisis
bauran pemasaran untuk mengetahui strategi tepat yang seharnsnya dijalankan oleh
unit usaha Pusat Apiari Pramuka.
7
Melalui identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dapat
diketahui strategi yang tepat untuk dapat diterapkan oleh perusahaan, ha! ini sangat
penting karena berkaitan dengan keberhasilan dari strategi pemasaran perusahaan,
sehingga perusahaan dapat bertahan dan berkembang, selain itu juga harus
diperhatikan strategi bauran pemasaran sehingga dengan analisis bauran pemasaran
dapat diketahui apakah bauran pemasaran yang telah cliterapkan perusahaan sesum
dengan kondisi perusahaan saat ini.
Pusat
Apiari
Pramuka
harus
dapat
mempertahankan
dan
lebih
meningkatkan pangsa pasarnya clengan memperhatikan strategi pemasarm1 yang
sesuai dengan lingkungan internal dan ekstemal perusahaan. Untuk dapat
menganalisis lingkungan internal clan eksternal perusahaan agar memperoleh
stralegi yang tepat, maka ada beberapa rumusan masalah yang dapat dikemukakan,
yaitu:
I. Bagaimanakan kondisi lingkungan internal clan eksternal Pusat Apiari
Pramuka?
2. Bagaimanakan bauran pemasaran yang dilakukan Pusat Apiari Pramuka ?
3. Alternatif strategi pemasaran manakah ym1g paling tepat untuk dapat
diterapkan oleh Pusat Apiari Pramuka?
8
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan diatas maka
tujuan dari penelitian ini, adalah :
l. Mengidentifikasi faktor internal meliputi kekuatan dan kelemahan dan faklor
eksternal meliputi peluang dan ancaman yang dihadapi Pusat Apiari Pramuka.
2.
Menganalisis bauran pemasaran yang dilakukan oleh Pusat Apiari Pramuka.
3. Merumuskan strategi pemasaran yang tepat sesuai kondisi internal dan
ekstemal yang dilakukan Pusat Apiari Pramuka.
D. Kcgunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah Sebagai berikut :
I. Secara akademik, kegunaan
penelitian ini merupakan
rnemperoleh gelar smjana (SI) di
syarat untuk
Universitas Islam Negeri
Syarif
Hidayatul lah.
2. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi Sebagai
bahan pertimbangan dalam merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi
.
.
Pusat Apiari Pramuka dalam menghadapi kendala pernsahaan.· ··se!ain itu
penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak yang
berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dan masuhm untuk penelitianpenelitian selanjutnya.
9
E. Ruang Lingkup Penelitian
Pusat Apiari Pramuka merupakan salah satu unit usaha yang bergerak
dalam bidang produksi dan pemasaran produk perlebahan. Cakupan pemasarannya
tidak hanya di wilayah Jakarta namun juga di wilayah Jawa Barnt dan Jawa Tengah.
Ruang lingkup penelitian ini hanya menganalisis pemasaran Apiari Pramuka pada
wilayah .Jakarta yang merupakan pusat pemasaran madu Apiari Pramuka.
JO
BAB II
TIN.JAUAN PUSTAKA
A. KERANGKA TEORITIS
1. Agribisnis Madu
a. Pengertian Madu
Madu merupakan produk yang unik mengandung presentasi
karbohidrat tinggi, praktis tidak ada protein maupun lemak, nilai gizi
madu tergantung dari kandungan gula-gula sederhana, fruktosa dan
glukosa. Menurut FDA, USA dalam Soeradjotanojo (I 980), madu
adalah nektar atau eksudat gula dari tanaman yang dikumpulkan oleh
lebah madu, diolah dan disimpan dalam sarang madu. Madu memiliki
sifat-sifat yang secara optis dapat memutar kekiri (Levo rotary) dan
mengandung tidak lebih dari 25% kadar air, 0,25% abu dan 8% sukrosa.
Sejak jutaan tahun yang lalu Jebah telah menghasilkan madu
sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alas
an mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci
ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia
memperoleh manfaat dari madu yang mengandung "obat bagi manusia"
tersebut. Allah SWT menyatakan tugas lebah ini dalam Al-qur'an: "Dari
perut lebah itu keluar (madu) yang bermacarn-macarn wamanya,
didalamnya
terdapat
obat
yang
menyembuhkan
bagi
manusia.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
(kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (Qs. An-Nahl, 16:
69).
Menurut Pusat Perlebahan Pramuka (2002) madu adalah "food
supplement" dan obat yang merupakan salah satu produk perlebahan
yang telah dikenal oleh masyarakat luas di seluruh dunia, termasuk
Indonesia. Madu mengandung berbagai jenis komponen yang sangat
bermanfaat bagi kesehatan manusia. Komponen yang dimaksud adalah
karbohidrat, asam, asam amino, mineral, enzim, vitamin dan air.
Dua enzim yang mencolok dalam madu adalah Enzim Diastase
dan Enzim Invertase. Enzim tersebut berperan dalam peristiwa
fennentasi
madu.
Fungsi
lainnya
dari
enz1m
tersebut
adalah
menghidrolisis pati (karbohidrat), protein dan gliikosida. Glikosida
merupakan turunan dari monosakarida, dimana contohnya adalah
glukosa dan fruktosa yang merupakan gula utama dalam madu.
Komposisi nutrisi madu tampak pada tabel 3 di bawah ini :
12
Tabcl 3
Kompos1s1
"N utr!SI
. "Md
a u
Komoonen
Jumlah
No
Air
17,0%
1
38,5%
2
Fruktosa
31,0%
Glukosa
3
7,2%
4
Maltosa
4,2%
Karbohidrat
5
1,5%
Sukrosa
6
Enzim, Mineral 0,5%
7
294,0
Vitamin
*
Energi
(Kalori/100 gr)
Sumber Pusat Perlebahan Prarnuka, 2002
b. Jeuis Madu
Menurut Soerodjotanojo ( 1980) madu dapat dibagi menurut
asal nektar, maupun menurut bentuk madu yang lazim terdapat dalam
istilah pemasaran. Berbagai jenis madu dapat dihasilkan dari berbagai
sumber nektar yang dikenal sebagai madu flora, madu ekstra flora serta
madu em bun (honey dew honey).
Madu flora dihasilkan dari nektar bunga. Bila nektar tersebut
berasal dari beraneka ragam bunga, maka madu yang dihasilkan disebut
Madu Poliflora dan bila dari satu jenis tanaman disebut Madu
Monoflora.
Madu ekstra flora, madu yang dihasilkan dari nektar yang
terdapat dari luar bunga yaitu bagian tanaman lain, sepetii daun, cabang
atau batang.
13
Madu embun dihasilkan dari cairan hasil sekresi serangga
Famili Lec/ianidae, Psyllidae yang diletakan eksudatnya pada bagianbagian tanaman. Cairan ini kemudian dihisap dan dikumpulkan oleh
lebah madu di dalam bagian tanaman tertentu yang disebut sarang madu.
Di samping itu masih ditemui beberapa jenis madu, misalnya Madu Sisir
(comb honey) yaitu madu yang dipasarkan beserta sisir sarang madu.
Madu cairan dan madu bergranulasi (berkristal). Madu bergranulasi ini
juga sering disebut "Creamer honey".
Di Indonesia, jenis madu yang dipasarkan sering diberi nama
menurut asalnya, misalnya madu Sumbawa, madu Sumba, madu
Lampung dan sebagainya.
c. Sistem Produksi Madu
membahas tentang produksi madu tentunya tidak lepas dari
hewan yang memiliki Kerajaan A11imalia, Filum Artlzrofoda, Kelas
Insecta, Ordo Hymenoptera, Genus Apis. Hewan ini memiliki spesies
berbagai macam jenis diantaranya : Apis a11dre11iji1rmis, Apis cerena,
Apis dorsata, Apis jlorea, Apis kosc/1ev11ikovi, Apis laboriosa, Apis
mellifera.
Diantara jenis lebah, ada yang produksinya sedikit, ada pula
yang potensial dikembangkan karena produksinya banyak. Jenis lebah
madu yang dapat dibudidayakan antara lain adalah jenis :
14
(1 ).Apis koscl1evnikovi, jenis ini lebih produktif dibandingkan Apis
cerena.
(2).Apis me/lifera, jenis ini merupakan lebah utama yang dibudidayakan
hampir di semua negara. temiasuk Indonesia.
(3).Apis cerena, jenis lebah ini memiliki produktivitas yang rendah 1-5
kg per koloni per tahun.
Selain itu juga terdapat jenis lebah madu yang hingga saat ini
belum dapal dibudidayakan, sementara ini ada 4 jenis ,yaitu:
(l).Apis dorsata
(2).Apis a11dre11iformis
(3).Apis florea
(4).Apis laboriosa
Membudidayakan lebah madu perlu perencanaan yang matang,
menurut Pusat Perlebahan Apiari Pranmka (2003) ada beberapa tahapan
didalam membudidayakan lebah diantaranya :
1) Persia pan Beternak
Sebelum memulai usaha ternak lebah madu, diperlukan
persiapan-persiapan agar usaha tersebut tidak mengalami hambatan,
beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu :
15
a) Memilih Lokasi Yang Sesnai
Pemilihan lokasi mernpakan faktor yang sangat penting, karena
berpengarnh pada produktivitas dan perkembangbiakan lebah
madu, lokasi petemakan yang dipilih sebaiknya memenuhi
beberapa persyaratan berikut ini :
•!• Kaya akan tanaman pakan lebah yang mengandung nektar
dan pollen dengan jarak terjauh 1-2 km.
•!• Terdapatnya sumber air bersih.
•!• Tidak ada angin kencang.
•!• Terhindar dari polusi udara serla jauh dari keramaian.
Ketinggian tempat antara 200-1.000 m di atas permukaan
laut (dpl) dengan suhu 20-30°C.
•!• Lokasi mudah dijangkau dengan kendaraan.
b) Peralatan Utama
Stup mernpakan peralatan utama dalam betemak lebah madu.
Keuntungan digunakan stup adalah setiap koloni dapat diperiksa
setiap saat dengan cara mengangkat sisiran-sisiran sarang satu
per satu dan pemanenan madu dapat dilakukan dengan selektif
tanpa merusak sisiran sarang.
16
c) Peralatan Pelengkap
Peralatan pelengkap digunakan untuk kelancaran dan tertibnya
pelaksanaan
pemeliharaan
lebah
madu.
Peralatan
yang
diperlukan antara lain Sebagai berikut :
•!• Fondasi
sarang
(comb
fondation)
digunakan
untuk
mempercepat pembangunan sarang
•!• Penyekat ratu (queen exluder) digunakan untuk menahan
gerak atau menghalangi ratu supaya tidak naik ke kotak super
atau kotak diatasnya.
•!• Kurungan ratu (queen cage) digunakan untuk mengamankan
ratu atau untuk mengenalkan ratu pada koloni yang
membutuhkan ratu barn.
•!• Mangkokan ratu (queen cell) digunakan untuk menempatkan
calon-calon ratu baru.
•:• Bingkai stimulasi (feeder frame) digunakan untuk wadah
atau tempat pakan tambahan (stimulasi gula-sirup ).
2) Pengelolahan Lebah Atau Koloni
Tujuan utama pengelolahan ini adalah menjaga koloni lebah
agar tetap hidup, berkembang biak, sehat serta menjamin pada saat
panen produk-produk perlebahan seperti madu, royal jelly dan pollen
17
tidak mengganggu perkembangan koloni lebah tersebut. Tahapan
pengelolahan lebah atau koloni dimulai dari :
a) Cara Mcmpcrolch Bibit
Lebah madu yang banyak dibudidayakan adalah jenis lebah
unggul Apis mellifera. Bila akan memulai beternak, bibit lebah
ini dapat dibeli di petemakan lebah karena jtmis ini tidak hidup
liar, kecuali di Papua. Pembelian bibit minimal I 0 koloni .
Pilihlah bibit yang baik. Bibit yang baik dicirikan dengan
keadaan yang sehat dan dalam satu koloni terdapat banyak lebah,
calon anakan dan ratu produktif.
b) Penempatnn Koloni Lebah
Koloni-koloni lebah ditempatkan pada lokasi peternakan yang
telah memenuhi syarat. Stup ditempatkan berderet secara rapi
untuk memudahkan pemeriksaan. Jarak antara stup yang satu
dengan yang lainnya minimal 2 meter. Dengan jarak ini
diharapkan akan memudahkan pada saat manupulasi, tidak
mengganggu koloni disebelalmya, dan mengurangi kemungkinan
disengat pada saat dilakukan pengontrolan.
c) Pcmeriksaan Koloni
Pemeriksaan koloni meliputi pemeriksaan di dalam stup dan di
luar (lingkungan) stup. Pada saat pemeriksaan, peternak
18
hendaknya lengkap membawa peralatan antara lain pengungkit,
smoker dan masker.
Pemeriksaan
koloni
di
luar
stup
(lingkungan)
meliputi
pengamatan terhadap tingkah laku lebah, terntama lebah pekerja
lapangan yang membawa pollen. Pengamatan dilakukan juga
terhadap ketersediaan sumber pakan dan kemungkinan adanya
organisme pengganggu (predator).
Pemeriksaan koloni lebah di dalam stup sangat penting
dilakukan, pemeriksaan tersebut meliputi kegiatan berikut ini :
(1 ). Pemeriksaan kesehatan koloni le bah , terutama dari serangan
hama dan penyakit, dilakukan dengan mengangkat sisiran
sarang yang dimulai dari sisiran paling tepi. Kerumunan
lebah pada tiap sisiran sarang diamati secara cermat.
(2). Pemeriksaan sarang dilakukan dengan cepat, teliti dan
cermat, terutama pemeriksaan terhadap sel-sel sarang tempat
keberadaan anakan (telur, larva, pupa) dan makanan (madu,
pollen). Bila madu di dalam sel sarang s<:dikit atau tidak ada
(kering) maka segera diberi stimulasi larutan gula (I bagian
air + I bagian gula) ke dalaam feeder freme. Namun, bi la
hanya ada sedikit atau tidak ada pollen maka cara termudah
dan terbaik dengan memindahkan koloni lebah ke lokasi
19
sumber tanaman
penghasil
pollen.
Dengan
cara
ini
diharapkan pertumbuhan clan perkembangan larva tidak
terganggu karena larva mutlak membutuhkan pollen untuk
dapat bertahan hidup. Telur dan anakan (larva clan pupa)
yang
terdapat
dalam
sel-sel
sarang
juga
diperiksa
keadaannya. Larva yang sehat terlihat basah, jemih dan
merupakan indikator tersedianya pakan yang cukup dan baik.
(3).Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi ratu dan tingkah
laku ratu dalam bertelur. Ratu yang baik akan meletakan satu
sel telur untuk setiap satu sel sarang sehingga setiap sel
sarang akan diisi lebih dari dari satu sel telur (2-3 sel telur)
atau terdapat queen cell (calon ratu), ha! ini menandakan ratu
sudah tua atau sudah mati. Dalam keadaan seperti ini segera
diberikan ratu pengganti (re-queening) atau dipilihkan salah
satu queen cell terbaik sebagai calon pengganti ratu. Ciri
queen cell yang baik yaitu bentuknya sempuma, tidak cacat
dan berisi calon ratu.
3) Penggabnngan Koloni
Penggabungan dapat dilakukan antara koloni lebah yang lemah
dan atau ticlak mempunyai ratu dengan koloni lebah lain yang
mempunyai ratu. Penggabungan dapat juga dilakukan bila kita
20
menginginkan keluarga lebah yang cukup kuat d(mgan jumlah lebah
peke1ja yang banyak. Cara ini terutama dilakukan bila menghadapi
musim pancn madu.
Untuk mempertahankan keberadaan dan keselamatan koloni,
penggabungan koloni lebah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca
tidak baik (banyak hujan) dan pada waktu sore hari setelah anggota
koloni lebah berkumpul semua di dalam sarang. Cara penggabungan
tersebut Sebagai berikut :
(I). Salah satu dari koloni yang akan digabung dipilihkan dari koloni
yang cukup kuat dengan kualitas ratu yang masih baik. Ratu
yang kurang baik dari koloni yang lemah hani.s disingkirkan.
(2). Tutup stup dari koloni yang kuat dibuka dan diganti dengan
selembar kertas Koran yang sebelumnya dibuat lubang-lubang
kecil.
(3).koloni lebah yang akan digabung (tanpa ratu) kemudian
diletakan di sebelah ke1ias koran pada koloni lebah yang akan
digabung. Dalam waktu 24 jam kedua koloni lebah tersebut
sudah bersatu yang ditandai semakin besarnya lubang pada koran
tertutup.
21
4) Pengembangan Koloni
Populasi koloni lebah madu yang sehat dan produktif serta
didukung oleh ketersedian pakan yang cukup banyak akan
berkembang dengan cukup cepat. Untuk mengatasi perkembangan
populasi tersebut dapat dilakukan pemecahan koloni dengan cara
membagi setiap satu koloni besar dan padat (7-8 sisiran) menjadi
dua koloni yang baru. Satu bagian koloni tetap dengan ratu yang
lama dan satu bagian pecahannya diberikan ratu baru yang
sebelumnya telah dipersiapkan melalui program queen rearing (budi
daya ratu lebah). Pemecahan koloni ini sebagai salah satu cara
memperbanyak jumlah koloni lebah dalam waktu relatif singkat.
Koloni lcbah dapat dikatakan sudah cukup kuat bila tclah
memiliki minimal 7-8 sisiran sarang yang sangat aktif dan setiap
sisiran sarang penuh dengan lebah-lebah pekerja. Setiap sel-sel
sarang juga diisi oleh anakan
(telu~,
larva dan pupa), makanan (madu
dan pollen) serta ratu yang produktif.
5) Masa Paceklik
Masa paceklik adalah masa pada saat tanaman pakan lebah
tidak berbunga atau tidak tersedia pakan dilapangan dalam jumlah
yang cukup sehingga koloni lebah kekurangm1 pakan. Tanaman
pakan lebah yang ideal adalah tanaman yang dapat menghasilkan
22
pollen dan nektar dalam jumlah yang cukup banyak dan tersedia
secara terus-menerus sepanjang tahun. Akan tetapi, keadaan yang
ideal tersebut sulit terjadi karena ketersedian pollen dan nektar
tanaman dipengaruhi oleh musim.
Untuk mengatasi masa paceklik, langkah terbaik yang hams
dilakukan yaitu dengan memindahkan atau mengangon kolonikoloni lebah ke lokasi barn yang mempunyai ketersediaan pollen
yang cukup banyak. Untuk mengatasi kekurangan nektar dapat
diberikan stimulasi berupa larutan gula (I bagian gula + I bagian air)
yang diletakan di dalamfeeder ji-ame.
Stimulasi larutan gula sebaiknya menggunakan gula pasJr
karena jumlah kalori gula pasir lebih besar (388 kal/l OOg).
Pemilihan altematif tersebut dikarenakan lebah membutuhkan lebih
banyak energi dari pada hewan lain dalam melakukan aktivitas
sehari-hari. Aktivitas yang dimaksud meliputi terbang mencari
sumber pakan, mempertahankan suhu dan kelembaban stup serta
menguapkan sebagian kandungan air madu.
Pemberian stimulasi sirup gula diharapkar1 dapat merangsang
peletakan telur dan memacu aktivitas lebah pekerja lapangan dalam
mengumpulkan pollen. Akan tetapi, pemberian stimulasi larutan gula
23
menjadi tidak berarti bila ketersedian pollen di lapangan sangat
kurang (tidak ada).
Untuk mcmcnuhi kebutuhan hidup dan berproduksi, lcbah
mengkonsumsi pakan tambahan bila daya dukung alam dalam
menyediakan
pakan
(nektar)
mengalami
penurunan.
Ketidakseimbangan antara jumlah koloni lebah dengan sumber
pakan alami menyebabkan persaingan antar koloni.
d. Panen Dan Pengelolahan Produk
Dari petemakan lebah, banyak produk yang dihasilkan, seperti
madu, pollen, malam, propolis dan apitoxin. Di tangan konsumen,
produk-produk tersebut telah mengalami pengolahan sehingga dapat
dikonsumsi.
1) Madu
Madu adalah cairan kenyal yang dihasilkm1 oleh lebah madu
dari berbagai sumber nektar yang masih mengandung Enzim Diatase
aktif. Jumlah maupun kualitas madu dipengaruhi oleh :
a) Ketersediaan pakan lebah penghasil nektar da.n pollen bunga.
b) Cuaca, kelembaban dan temperatur udara.
c) Proposi koloni lebah yang tertinggi pada saat produksi nektar
paling banyak.
24
Produksi ideal per koloni sekitar 4 kg sekali panen. Pada
musim bunga melimpah, produksinya bisa mencapai dua kalinya
atau sekitar 8 kg dan dapat berlangsung lebih dari 7 bulan. Adapun
pada masa paceklik, produksi dapat tumn hingga. 2 kg sekali panen.
Masa panen pun berlangsung selama 7 bulan.
Panen madu
dilakukan bila sisiran sarang yang berisi madu telah tertutup oleh
Jilin lebah. Sebagai patokan saat panen madu yaitu paling sedikit
sepe1iiga dari sel-sel sarang madu telah tertutup lilin. Panen
dilakukan pada saat itu agar kadar air madu tidak terlalu tinggi atau
<20%.
Pemanenan madu tidak begitu sulit bahkan teramat mudah dan
pelaksanaannya pun sangat sederhana.
a) Buka tutup luar stup lebah dan hembuskan asap kedalam stup
melalui penutup dalam (kasa).
b) Buka tutup dalam (kasa) d111 angkat sisiran.
c) Hentakan sisiran sarang ke arah dalam stup sehingga lebah lepas
dari sisiran dan jatuh ke dasar stup. Lebah yang masih menempel
pada sisiran dibersihkan dengan sikat lebah.
d) Kupas lilin penutup madu dengan pisau. Lilin tersebut lalu
ditempatkan pada wadah penampung
25
e) Sisiran yang telah dikupas lilinnya, dimasukkan ke dalam
ekstraktor untuk mengeluarkan madunya. Ekslraktor diputar agar
madu keluar dari sarang lebah.
f) Setelah madu keluar semua, sisiran dikembalikan ke dalam stup
agar dapat diisi kembali oleh lebah.
g) Madu
yang
tertampung
dalam
ekstraktor
disaring
dan
ditempatkan ke dalam drum penampung madu. Kemudian, madu
dibawa ke gudang untuk dikemas ke dalam botol dengan
beberapa macam ukuran.
2) Pollen
Pollen atau tepimg sari bunga adalah bagian dari antena bunga
yang berbentuk butiran atau serbuk halus. Lebah madu mempunyai
ala! dan cara khas untuk mengumpulkan dan mernbawa pollen dalam
bentuk pellet yaitu pollen disimpan dalam keranjang pollen
(Carbicula) yang terletak di kaki belakang lebah pekerja.
Pollen dapat dipanen dari lebah pekerja lapangan yang baru
kembali ke sarang. Pollen yang berbentuk pellet dan menempel pada
keranjang pollen tersebut akan terlepas pada saat lebah pekerja
masuk melalui lubang sempit yang merupakan alat perangkap pollen
(pollen trap). Pollen yang jatuh ditampung dalam wadah penampung
pollen yang ada dalam alat pollen trap.
26
Pada saat panen, pollen agak basal1 sehingga perlu dikeringkan
untuk mencegah kerusakan oleh jamur dan peragian. Pengeringan
dapat dilakukan dengan bantuan sinar mataliari atau alat pengering
(oven) dengan suhu 60° C. Pollen yang telah clikeringkan (kering
udara) dapat disimpan hingga satu talrnn, tetapi palatabilitas dan
sebagian nilai gizinya akan hilang. Untuk meningkatkan daya
simpan, pollen dapat disimpan dalam reji-igerator atauji-eezer.
Pollen clapat digunakan untuk berbagai tujuan. Salali satu
penggunaan pollen terbesar adalali diberikan k1;mbali pada koloni
lebali pada saat pollen langka dilapangan.
3) Royal Jelly
Dalam kehidupan keluarga lebah, royal jelly merupakan bahan
makanan bagi tetesan lebah (larva) umur 1-3 hari, makanan utama
larva calon ratu (queen cell) dan ratu lebah yang terus diberikan
sampai lebali ratu mati. Royal jelly ini dihasilkan oleh lebali madu
dari jenis lebah pekerja muda (urnur 3-13 hari). Royal jelly
disekresikan
melalui
kelenjar
hipofarink
(kelenjar
UJm1g
tenggorokan) dalam proses metaholisme dengan bahan baku madu
dan pollen.
Royal jelly adalali jenis makanan dengan kandungan nutrisi
yang
sangat
komplek,
balian
katalis
yang
terlibat
dalam
27
penyimpanan dan menjaga nutrisi untuk keseimbangan sistem serta
meningkatkan metabolisme. Berdasarkan alasan tersebut, Apiari
Pramuka merekomendasikan royal jelly untuk pengobatan atau
perawatan pada penyakit atau gejalajiwa, antara lain jerawat (ac11e),
alergi, penyakit jantung, kegelisaan, asma, kebotakan, bronchitis,
kelelahan,
hipertensi,
hipotensi,
eksim,
irnpoten,
insomnia,
meningkatkan fertilitas dan hernia. Royal jelly dapat pula digunakan
Sebagai bahan kosmetika yang sangat berperan dalam meningkatkan
atau perawatan kecantikan.
4) Malam (Lilin Lebah, Wl1X)
Penggunaan malam tidak hanya terbatas pada bidang industri
lilin saja, tetapi tetap meluas pada industri-industri lainnya seperti
kosmetika dan teknik.
Penggunaan malam terbanyak untuk
pembuatan Jilin dan industri perlebahan. Sekitar 75% produksi
malam dunia digunakan untuk industri kosrnetik dan preparat
farrnasi.
5) Propolis
Propolis adalah bahan perekat atau dempul bersifat resin yang
dikurnpulkan lebah pekerja dari kuncup, kulit atau bagian lain dari
tumbuhan. Dalarn sarang, propolis digunakan oleh lebah untuk
28
menutup
celah-celah,
mendempul
retakan,
mengurangi
atau
mcmpcrkccil luhang (pinlu masuk), alau mcnutup luhang dari luar.
Menurut Pusat Perlehahan (2002) susunan kimia propolis
sangat komplek, antara lain mengandung zat arornatik, zat wangi dan
berbagi obat jadi dari pabrik fammsi, antara lain untuk obat Iuka,
dalam tapal gigi dan Iuka usus. Hal ini sangat m<:mungkinkan karena
di dalam propolis terdapat zat bakterisida, bakteriostatik dan
memiliki sifat antibiotik.
6) Apitoxin (Bee venom)
Apitoxin adalah racun atau bisa lebah yang dihasilkan lebah
madu dari jenis lebah peke1ja. Apitoxin disekresikan oleh kelenjar
racun (poiso11 glad) dalam bentuk cairan bening dengan bau tiijam,
rasa pahit, aroma spesifik, bereaksi asam, berat jenis I, 1313 serta
cepat kering pada temperatur kamar.
Ada beberapa jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan
sengatan lebah, antara lain rematik, sakit kepala salah urat, tekanan
darah tinggi atau darah rendah dan impoten. Adapun kontra indikasi
sengatan lebah adalah terhadap penyakit jantung dan TBC.
29
2. Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk yang bemilai dengan
orang lain. Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti berikut :
kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands); produk
(barang, jasa dan gagasan); nilai dan biaya; kepuasaan dan mutu; pertukaran
dan transaksi; hubungan dan jaringan; pasar; serta pemasar dan prospek (
Kotler & Armstrong, 1997).
Sedangkan menurut Rangkuti (2002) pemasaran adalah suatu proses
kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik,
ekonomi dan manajerial. Akibat pengaruh dari berbagai faktor tersebut adalah
masing-masing individu atau kelompok mendapatkan kebutuhan dan
keinginan dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang
memiliki nilai komoditas.
a. Manajcmcn Stratcgis
Manajemen strategi menurut David (2004) adalah seni dan
pengetahuan
untuk
merumuskan,
mengimplementasikan,
dan
mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi
mampu mencapai obyektifnya. Seperti yang tersirat dalam definisi, fokus
manajemen strategi terletak pada memadukan marntjemen pemasaran,
3()
keuangan/akunting, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta
sistem
informasi
komputcr
untuk
mencapm
kcberhasilan
organisasi/perusahaan.
Menurut Hunger dan Wheeien (2001) manajemen strategi adalah
serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang rnenentukan kinerja
perusahaan dalUIU jangka panjang yang meliputi pengamatan lingkungan,
perumusan strategi (perencanaan strategi atau perencanaan jangka
panjang), implementasi strategi dan evaluasi serta peng•~ndalian.
Strategi
merupakan
alat
mencapai
tujuan.
Dal am
perkembangannya, konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini
dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi, yaitu:
./ Chandler ( 1962) dalam Rangkuti (2002), strategi merupakan alat
untuk mencapai tujuan perusahaan dalam tujuaa jangka panjang,
program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya .
./ Porter (1985) dalam Rangkuti (2002), strategi adalah alat yang sangat
penting untuk mencapai keunggulan bersaing.
./ Learned, Christensen, Andrews dan Guth (1965) dalUIU Rangkuti
(2002), strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan
bersaing,
dengan
demikian
salah satu fokus
strategi
adalah
memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.
31
b. Manajemen Strategi Pemasaran
Menurut Bygrave (1996) dalam M. Ismail et all (2002) strategi
pemasaran adalah kumpulan petunjuk dan kebijaka11 yang digunakan
secara efoktif untuk mencocokan program pemasanm (produk, harga,
promosi dan distribusi) dengan peluang pasar sasaran guna mencapai
sasaran usaha.
Manajemen pemasaran strategi dapat diartikan sebagai proses
perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan pengendalian aktivitasaktivitas pemasaran agar dapat mengantisipasi dan merespon perubahanperubahan yang mempengaruhi pasar untuk menghindari ancaman dan
mengambil keuntungan dari peluang, bukan hanya untuk saat ini, tapi juga
yang terjadi di masa depan (Kartika, 2001) dalam (Theresia, 2002).
Perencanaan strategi pemasaran merupakan salah satu proses
manajemen pemasaran yang berkaitan dengan proses strategi perusahaan
terutanm
perencanaan
strategi
yang
berorientasi
pasar,
namun
merencanakan strategi pemasaran yang baik hanya merupakan awal
menuju pemasaran yang sukses. Strategi pemasaran yang cemerlang hanya
kecil artinya bila perusahaan gaga! mengimplementasikannya dengan
tepat. Menurut Kotler & Armstrong (1997), implementasi pemasaran
adalah proses yang mengubah strategi pemasaran dari rencana menjadi
tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran pemasaran strategik. Kalau
32
rencana pemasaran menekankan pada apa dan mengapa dari aktivitas
pemasaran, implementasi menekankan pada siapa, di mana, kapan dan
bagaimana.
3. Bauran Pernasaran
Bauran pemasaran terdiri dari empat P (product, price, place and
promotion) adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan
dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan
dalam pasar sasaran (kotler & Armstrong, 1997 ). Dari masing-masing P
dalam marketing mix ini masih terdapat variabel-variabel di dalamnya.
Berbagai variabel pemasaran dalam masing-masing P ditunjukkan dalam
gambar I
Harga
Daftar harga
Diskon
Potongan
Peri ode
pembayaran
Syarat kredit
Produk
Rancangan
Sifat-sifat
Keragaman produk
Mutu
Nama merk
Kemasan
Ukuran
Pelayanan
Jaminan
Keuntungan
Pasar Sasaran
Distribusi
Saluran
Cakupan
Jen is
Pron1osi
Pcriklanan
Pcnjualan pcron1ngan
Pro1nosi pcnjualan
Lokasi
Sediaan
Transportasi
Hubungan masyarakat
Logistik
Gan1bar 1 : Variabel-variabel 4P dari bauran pemasaran
Sumber: Kotler dan Armstrong (1997)
33
a. Produk
Produk bisa berupa barang atau jasa, menurut Kotler dan
Amrstrong (1997) produk dapat didefinisikan segala sesuatu yang dapat
ditawarkan ke pasar untuk mendapat perhatian, dibeli, dipergunakan,
atau dikonsumsi dan dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan yang
meliputi obyek secara fisik, jasa, tempat, organisasi, dan ide.
Pada dasarnya, produk yang dibeli konsumen dapat dibedakan menjadi
tiga tingkatan, yaitu :
(1 ). produk inti, merupakan inti/dasar yang sesungguhnya dari produk
yang diperoleh atau didapat oleh konsumen dari produk tersebut.
(2). Produk aktual, yang merupakan mutu, desain, sifat, merek dan
kemasan yang menyertai produk tersebut.
(3).Produk tambahan, yaitu tambahan produk aktual dengan berbagai
jasa yang menyertainya seperti : garansi, pemasangan (installasi),
pelayanan puma jual, pemeliharaan dan pengirimim.
Faktor-faktor yang terkandung dalam suatu produk adalah : (I)
mutu/kualitas, (2) penampilan, (3) pilihan, (4) gaya, (5) merek, (6)
pengemasan, (7) jenis produk dan (8) macam produk.
Mutu produk menurut Kotler & Armstrong (1997) berarti
menunjukkan kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya
34
meliputi keawetan, keandalan, ketepatan, kemudahan dipergunakan dan
diperbaiki serta atribut yang lain.
Kegiatan
memperkenalkan
dan
mempopulerkan
merek
merupakan bagim1 yang pcnling dari suatu produk dan menetapkan
merek dapat menambah nilai suatu produk. Menurut Kotler &
Armstrong (1997) merek adalah : nmna, istilah, tanda, simbol,
rancangan atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk
mengenali produk atau jasa dari seseorang atau kelompok penjual dan
untuk membedakan dari produk pesaing. Sedangkan pengemasan adalah
kegiatan merancang dan memproduksi kemasan atau membungkus suatu
produk. Sebagai bagian dari strategi produk, kemasan yang didisain
secara tepat dan baik akan menciptakan nilai khusus bagi konsumen
juga merupakan sarana promosi.
Bauran produk merupakan kumpulan seluruh lini produk yang
ditawarkan
oleh
perusahaan
kepada
konsumen
(Kotler
&
Armstrong, 1997). Sedangkan lini produk merupakan kelompok produk
yang berhubungan erat karena fungsinya serupa, dijual kepada
kelompok pelanggan yang sania, dipasarkan lewat jenis toko yang sama
atau masuk dalani kisaran harga yang sudah ada.
35
b. Harga
Dalam bauran pemasaran harga merupakan salah satu elemen
yang paling fleksibel, menghasilkan pendapatan/laba dan mewakili
seluruh biaya. Menurut Kotler & Armstrong ( 1997), harga adalah
jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa. Lebih luas,
harga adalab jumlab dari nilai yang dipertukarkan konsumen untuk
manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa.
Dalam
memutuskan
atau
menetapkan
harga
perusahaan
dipengaruhi oleh faktor internal dan ekstemal perusahaan ha! ini dapat
dTh
11 at pad agam bar 2
Faktor-faktor internal
•
•
•
•
Sasaran pcmasaran
Strategi bauran pemasaran
Biaya
Pertimbangan organisasi
1--1
Keputusan
pen eta pan
harga
Faktor·faktor eksternal
• Sifat pasar dan permintaan
I-!> •
•
Persaingan
Faktor-faktor lingkungan yang
pcdagang,
lain
(1:konomi.
pcmcrinwh, dll)
Gambar 2: Faktor-faktor yang mempengaruh1 keputusan penetapan harga.
Sumber Kotler dan Armstrong ( 1997).
Penetapan harga seyogianya dilakukan setelab perusahan
memonitor harga yang ditetapkan pesaing agar harga yang ditentukan
kompetitif, tidak terlalu tinggi atau sebaliknya. Menurut M. Ismail et all
(2002), ada beberpa strategi untuk menetapkan harga yang tepat, yaitu :
(1).Strategi harga cost-plus, yaitu harga dihitung dari biaya ditambab
margin keuntungan yang diinginkan (presentase d.ari biaya).
36
(2). Strategi harga mark-up, dimana harga dihitung sebagai suatu
presentase dari harga jual.
(3).Strategi
harga
break-even
(impas),
harga
dihitung
dengan
menentukan tingkat penjualan untuk menutup seluruh biaya tetap
dan variabel.
(4). Strategi harga going-rate berarti harga ditetapkan sama dengan harga
produk pesaing.
c.
Saluran Distribusi
Saluran distribusi memindahkan barang dari produsen kepada
konsumen, saluran distribusi mengatasi kesenjangan utama dalam
waktu, tempat dan kepemilikan yang memisahkan barang serta jasa dari
mereka yang akan menggunakan. Menurut Kotler dan Armstrong ( 1997)
saluran distribusi adalah : suatu perangkat organisasi yang saling
tergantung dalam menyediakan barang atau jasa untuk digunakan atau
dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis.
Ada beberapa fungsi saluran distribusi yang dapat membantu
menyelesaikan transaksi :
(1 ).lnformasi: mengumpulkan dan mendistribusikan riset pemasaran
serta informasi aktor dan kekuatan dalam lingkungan pemasaran
yang dibutuhkan untuk merencanakan dan membantu pertukaran.
37
(2). Promosi:
mengembangkan
dan
menyebarluaskan
komunikasi
persuasif mengenai suatu penawaran.
(3).Kontak: menemukan dan berkomunikasi dengan calon pembeli
(4).Penyesuaian: membentuk dan menyesuaikan tawaran dengan
kebutuhan
pembeli,
termasuk
aktivitas
seperti
pembuatan,
pemilihan, perakitan dan pengemasan.
(5).Negoisasi: mencapai persetujuan mengenai harga dan persyaratan
lain dari tawaran sehingga kepemilikan dapat dipindabkan.
Saluran distribusi dapat digambarkan oleh jumlab tingkat
saluran yang terlibat.
melaksanakan
semacam
Setiap lapisan perantara pemasaran yang
tugas
adalah
membawa
poduk
dan
kepemilikannya Jebih dekat pada pembeli akhir adalab tingkat saluran.
Ada beberapa tingkat saluran hai ini dapat dilihat pada gambar 3 :
·I
Saluran 1 : \ Perusahaan
Saluran 2:
Pengecer
Perusahaan
I
Saluran 3: \ Perusahaan
Saluran 4:
Perusahaan
~1
~1
Pedagang Besar
Pedagang Besar
H
l
~1
Konsumen
Konsumen
Pengecer ] - - - \ Konsumen
~I Jobber } E c e r HKonsumen
Gan1bar 3 : saluran pemasaran konsumen
Sumber : Kotler dan Armstrong (I 997).
38
d. Promosi
Istilah promosi banyak diartikan sebagai upaya membujuk orang
untuk menerima produk, konsep dan gagasan. Bauran promosi terdiri dari
iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang
dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.
Definisi dari keempat alat promosi utama adalah sebagai berikut (Kotler &
Armstrong, 1997):
(I). Periklanan (advertising): segala bentuk penyajian dan promosi bukan
pribadi mengenai gagasan, barang atau jasa yang dibayar oleh sponsor
tertentu.
(2). Penjualan pribadi (personal selling): penyajian pribadi oleh tenaga
penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan rnembina hubungan
dengan pelanggan.
(3).Promosi penjualan (sales promotion): intensif jangka pendek untuk
mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk atau jasa.
(4).Hubungan masyarakat (public relation): membina hubungan baik
dengan berbagai kelompok masyarakat yang be:rhubungan dengan
perusahaan melalui publisitas yang mendukung, membina "citra
perusahaan" yang baik dan menangani atau menangkal desas-desus,
cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.
39
4. Analisis Lingknngan Pcmasaran
Lingkungan pemasaran sebuah perusahaan terdiri dari banyak faktor
dan kekuataan di luar bagian pemasaran yang mempengaruhi kemampuan
manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan memelihara hubungan
baik dengan pelanggan sasaran , selain itu lingkungan pemasaran menawarkan
peluang dan ancaman dan perusahaan yang berhasil mengetahui betapa
pentingnya terus-menerus mengawasi dan rnenyesuaikan diri dengan
lingkungan yang selalu berubah (Kotler & Armstrong, 1997).
Lingkungan pemasaran dibagi menjadi dua
yaitu: lingkungan
internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan dalam !control man1\)emen
perusahaan dan lingkungan eksternal meliputi peluang dan ancaman di luar
kontrol manajemen perusahaan.
a. Analisis Lingkungan Internal
Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel (kekuatan dan
kelemahan) yang ada di dalam organisasi atau perusahaan. Menurut Kotler
(1999), definisi kekuatan adalah kompetensi khusus yang memberikan
keunggulan komparatif bagi perusahaan di pasar, sedangkan definisi
kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumberdaya,
keterampilan dan kapabilitas yang secara serius menghambat
kine~ja
efektif perusahaan.
40
Menurut Kotler (1999) variabel-variabel
kekekuatan dan
kelemahan perusahaan terdiri atas :
Bidang Pemasaran:
I. Nama dan citra perusahaan
2. Perusahaan memiliki pangsa pasar yang relatif kuat
3. Reputasi mutu yang baik
4. Reputasi pelayanaan yang baik
5. Biaya produksi yang rendah
6. Biaya distribusi yang rendah
7. Wiraniaga yang efektif
8. Riset dan inovasi yang efektif
9. Keunggulan geografis
10. Keunggulan bahan mentah
Bidang Keuangan:
1. Biaya dan adanya modal
2. Dana tersedia cukup tinggi
3. Profitabilitas yang tinggi
4. Stabilitas keuangan
41
Bidang Produksi:
I. Fasilitas yang baru dan lengkap
2. Skala ekonomis yang kuat
3. Kapasitas untuk memenuhi permintaan
4. Karyawan yang mampu dan loyal
5. Kemampuan memenuhi ketepatan waktu pengiriman
6. Keterampilan teknik dan produksi
Bidang Organisasi/Sumber Daya Manusia:
I . Kepemimpinan yang terbuka dan berpandangan ke depan
2. Para manejer yang mampu
3. Para pegawai yang loyal
4. Orientasi kewirausahaan
5. Fleksibel dan kemampuan beradaptasi
6. Cepat tanggap terhadap peruhahan kondisi
b. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal perusahaan meliputi faktor di luar
kontrol manajemen perusahaan yang dapat merupakan peluang bagi
perusahaan atau ancan1an yang dihadapi perusahaan. Kotler (1999)
mendefinisikan peluang pemasaran adalah sebuah gelanggang yang
menarik untuk kegiatan pemasarnn perusahaan di mana perusahaan
tertentu akan meraih keunggulan bersaing, sedangkan ancaman adalah
42
tantangan yang diperlihatkan atau diragakan oleh suatu kecendrungan atau
perkembangan yang tidak mengtmtungkan dalam lingkw1gan perusahaan
yang akan menycbabkan kemcrosotan kedudukan perusahaan, bila tidak
ada kegiatan pemasaran dengan tujuan lerlcnlu.
Menurut Kotler dan Annstrong (1997) lingkungan eksternal
perusahaan meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro.
1) Lingkungan Mikro
Menurut Kotler & Armstrong (1997), lingkungan mikro
terdiri dari berbagai kekuatan dekat dengan perusahaan yang
mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pemasok, perantara
pemasaran, pelanggan, pesaing dan masyarakat.
•!• Pemasok
Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting bagi perusahaan
karena pemasok menyediakan swnberdaya yang diperlukan
perusahaan untuk menghasilkan barimg dan jasa. Perkembangan
pemasok dapat secara serius mempengaruhi pemasaran. Manejer
pemasaran harus mengawasi ketersedian pasokan, penWldaan
pengiriman pasokan, pemogokan tenaga kerja dan peristiwa lain
yang dapat
mengurangi penjualan dalan1 jangka pendek dan
merusak kepuasan pelanggan dalamjangka panjang.
43
•:• Perantara Pemasaran
Perantara
pemasaran
membantu
pernsahaan
untuk
mempromosikan, menjual dan mendistribusikan barang ke
pembeli akhir.
Perantara pemasaran meliputi penjual, perusahaan distribusi
fisik, agenjasa pemasaran dan perantara keuangan.
•!• Pelanggan
Pelanggan adalah individu atau kelompok yang membeli barang
atau jasa untuk dikonsumsi sendiri atau tidak dikonsumsi secara
pribadi. Perusahaan perlu memahami profit pelanggan dari
produknya sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka.
•!• Pesaing
Konsep pemasaran menyatakan bahwa agar sukses, sebuah
perusahaan harus memberikan nilai dan kepuasan pelanggan
yang lebih besar ketimbang para pesaingnya. Jadi, pemasar harus
melakukan lebih dari sekedar menyesuaikan diri dengan
kebutuhan
dari
menghimpun
konsumen
keunggulan
sasa.ran.
strategik
Mereka juga
dengan
harus
memposisika.n
tawaran mereka dengan bena.r-benar melawan tawaran pesaing
dalam benak konsumen.
44
•!• Masyarakat
Lingkungan pemasaran perusahaan juga !ermasuk berbagai
kelompok masyarakat. masyarakat adalah kelompok yang
mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud
pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk
mencapai sasarannya (Kotler & Armstrong, 1997).
2) Lingkungau Makro
Menurut Koller dan Armstrong ( 1997) lingkungan makro
terdiri dari kekuatan masyarakat Jebih luas yang mempengaruhi
seluruh lingkungan mikro yang meliputi demografi, ekonomi, alam,
teknologi, politik dan budaya.
•!• Demografi
Demografi adalah telaah mengenai populasi manusia dalam arti
jumlah, kerapatan, lokasi, umur, jenis kelamin, ras, jenis
pekerjaan dan angka statistik yang lain (Kotler & Armstrong,
1997). Lingkungan demografi amat diperhatikan oleh pemasar
karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk
pasar.
•:• Ekonomi
Pasar membutuhkan daya beli di samping manusia. Lingkungan
ekonomi terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli
45
dan po la membeli konsumen (Kotler & Armstrong, 1997). Daya
beli konsumen sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan,
tingkat suku bunga, tingkat harga, tabungan dan pinjaman. Maka
pemasar diharapkan tanggap terhadap perubahan-perubahan daya
beli konsumen (David, 2004).
Lingkungan alam termasuk sumber daya alam yang dibutuhkan
sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi aktivitas
pemasaran (Kotler &
Annstrong, 1997). Perusahaan harus
mewaspadai dan mengantisipasi kecenderungan lingkungan alam
yang saat ini terjacli, seperti ketersediaan bahan baku yang
semakin menipis, kenaikan tingkat pencemarnn dan lain-lain.
•:• Teknologi
Teknologi mengambarkan pcluang clan ancaman utama yang
harus clipertimbangkan dalam merumuskan strategi. Kemajuan
teknologi secara dramatik dapat mempengaruhi produk, jasa,
pasar,
pemasok,
distributor,
pesaing,
pelanggan,
proses
manufaktur, praktek pemasaran dan posisi bersaing. Kemajuan
teknologi
dapat
menciptakan
pasar
baru,
menghasilkan
perkembangan procluk baru clan lebih baik, mengubah posisi
46
biaya bersaing relatif dalam suatu industri dan membuat produk
serta jasa yang sudah ada ketinggalan zaman (David, 2004).
•!• Politik
Keputusan pemasaran dipengaruhi oleh perkembangan dalam
lingkungan politik. Lingkungan politik terdiri dari undangundang, kantor pemerintah dan tekanan kelompok yang
mempengaruhi
dan
membatasi
berbagai
organisasi
dan
individual dalam suatu masyarakat (Kotler & Armstrong, 1997).
•:• Budaya
Lingkungan budaya terdiri dari lembaga dan kekuatan-kekuatan
lain yang mempengaruhi nilai-nilai dasar, persepsi, pilihan dan
tingkah
laku
Am1strong, 1997).
yang
dianut
Manusia
masyarakat
dibesarkan
clalam
(Kotler
&
masyarakat
tertentu yang membentuk keyakinan clan nilai··nilai clasar.
5. Matriks Internal Factor Evaluatioan (IFE) Dan External Factor
Evaluation (EFE)
Penentuan strategi yang di gunakan oleh para perusahaan dapat
dirumuskan dengan menggunakan matrik IFE dan EFE. Setelah diketahui
faktor yang termaksud faktor internal dan faktor ekstemal dari suatu
perusahaan maka dapat dilakukan pembobotan untuk mengetahui posisi
perusahaan dalam suatu industri dengan menggunakan matrik IFE dan EFE.
47
Dengan menggunakan matrik IFE dan EFE akan dapat diperoleh unsur yang
termasuk faktor yang sangat mempengaruhi perusahaan baik dalam
lingkungan eksternal maupun internal.
Matrih Evaluasi Faktor Internal (JFE) membuat ahli strategi
meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi,
lingkungan, politik, pemerintahe.n, hukum, teknologi.. dan persaingan.
Terdapat lima langkah dalam pengembangan matriks !FE (Hunger & Whelen,
2001):
I) Buat daftar faktor-faktor internal yang diidentifikasi dalam proses audit
internal. Cari antaral 0 dan 20 faktor, termasuk kekuatan dan kelemahan
yang mempengaruhi perusahaan dan industrinya. Daftarkan kekuatan
dahulu kemudian kelemahan.
2) Beri bobot pada setiap faktor dari 0,0 (paling tidak penting) sampai 1,0
(paling penting). Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari faktor
tersebut agar berhasil dalam industri tersebut.
3) Berikan peringkat I sampai 5 pada setiap faktor sukses kritis untuk
menunjukkan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini menjawab
faktor ini, dengan catatan 5= jawaban sangat baik, 4 = jawaban diatas
rata-rata, 3 = jawaban rata-rata, 2 = jawaban dibawah rata-rata, I =
jawaban sangat buruk. Peringkat didasarkan pada efektivitas strategi
perusahaan.
48
4) Kalikan setiap bobot faktor dengan peringkat untuk menentukan nilai
yang dibobot.
5) Jumlabkan nilai yang dibobot untuk setiap variabel untuk menentukan
nilai yang dibobot total bagi organisasi.
Tanpa memperdulikan jumlab kekuatan dan kelemahan kunci
yang dimasukkan dalan1 matriks IFE, total nilai yang dibobot tertinggi untuk
suatu organisasi adalab 5,0 (sangat baik) dan yang
t1~rendah
adalah 1,0
(sangat buruk). Rata-rata nilai yang dibobot adalab 3,0. Total nilai yang
yang dibobot jauh dibawah 3,0 merupakan ciri organisasi atau perusabaan
yang lemah secara internal, sedangkan jauh diatas 3,0 menunjukkan posisi
internal yang kuat.
Matriks Evaluasi Faktor External (EFE) meringkas dan
mengevaluasi peluang dan ancaman utama dalam suatu usaba. Menurut
Hunger & Whelen (2001), langkah-langkab dalam pengembangan matriks
EFE sama dengan pengembangan matriks IFE. Untuk pemberian peringkat
1-5, dengan catatan 5= jawaban hebat (amat baik), 4= jawaban diatas ratarata, 3= jawaban rata-rata, 2= jawaban dibawab rata-rata, 1= jawaban jelek.
Tidak peduli berapa banyak faktor yang dimasukkan dalan1 matriks EFE,
jumlah nilai yang dibobot dapat berkisar dari 1,0 yang rendab sampai 5,0
yang tinggi, dengan rata-rata 3,0. total nilai yang dibobot yang jauh diba
wah 3,0 merupakan ciri organisasi atau perusabaan yang dalam menjalankan
49
strategi tidak secara efektif memanfaatkan peluang ekstemal dan
menghindari ancaman, sedangkan jumlah jauh di atas 3,0 menunjukkan
perusahaan menjalankan strategi yang cukup efektif untuk memanfaatkan
peluang yang ada dan menghindari ancaman. Jumlah faktor tidak memberi
pengaruh pada rentang jumlah nilai yang dibobot karena bobot selalu
berjumlah 1,0.
6. Analisis SWOT
Penentuan analisis SWOT dilakukan setelah mengetahui kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan. Penentuan tersebut dilakukan
dengan identifikasi faktor yaitu dengan matrik !FE dan EFE.
Rangknti (2002) menyatakan bahwa analisis SWOT (Strength,
Weakness,
Opportunity and Threat) digunakan untuk melihat situasi
lingkungan perusahaan. Lingkungan perusahaan terdiri atas dua bagian, yaitu:
Lingkungan internal terdiri dari struktur perusahaan, budaya perusahaan dan
sumberdaya perusahaan, yang meliputi aspek pemasaran, produksi, keuangan,
personalia serta penelitian dan pengembangan. Lingkungan eksternal terdiri
dari lingkungan mikro yang meliputi : pemasok, perantara pasar, pelanggan,
pesaing dan masyarakat. Sedangkan lingkungan makro meliputi: demografi,
ekonomi, teknologi, politik, alam dan budaya.
Analisis terhadap lingkungan internal akan megidentifikasi kekuatan
dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Sedangkan analisis lingkungan
50
ekstemal akan dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada pada
sekitar perusahaan. Setelah mempelajari hasil identifikasi SWOT, maka akan
dianalisis lebih lanjut dengan memasukkan profil perusahaan ke dalan1 proses
pembentukan strategi untuk mendapatkan berbagai formula strategi yang
sesuai dengan kondisi identifikasi tersebut.
Menurut Rangkuti (2002) Secara umum, formulasi strategi dapat
dibagi menjadi empat bagian, yaitu :
1) Strategi S-0
Strategi yang menggunakan kekuataan perusahaan untuk memanfaatkan
peluang yang ada pada lingkungan di luar perusahaan.
2) Strategi W-0
Strategi yang meminimalkan kelemahaan yang dimiliki perusahaan untuk
memanfaatkan peluang yang berada di luar lingkungan perusahaan
3) Strategi S-T
Strategi yang menggunakan kekuataan perusahaan untuk mengatasi
kelemahan.
4) Strategi W-T
Strategi yang digunakan untuk meminimalkan kelemahan perusahaan
untuk menghindari ancaman.
51
B. Penelitian-penelitian Terdahulu
Hartyasning (200 I) melakukan penelitian dengan judul Analisis Strategi
Pengembangan Bisnis Produk Bihun lnstan Pada PT. Kuala Pangan, CiteurnpBogor dengan menggunakan analisis diskriptif, analisis IFE dan EFE serta analisis
SWOT.
Dalam hasil penelitiannya dikemukakan bahwa dengan menggunakan
analisis matrik external factor evaluation diperoleh skor 2, 709 yang berarti bahwa
pernsahaan tersebut berada dalam kondisi eksternal yang sedang, dimana
perusahaan sudah mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi
ancanmn. Sedangkan hasil analisis matrik internal factor evaluation diperoleh skor
3,0045. hal ini berarti bahwa perusahaan sudah mampu menggunakan kekuatan
yang dimiliki untuk mengatasi kelemahan yang ada.
Berdasarkan analisis SWOT alternatif strategi yang bisa diterapkan oleh
pihak manajemen perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Strategi S-0, yaitu memperluas pangsa pasar agar perrnintaan pasar dapat
terpenuhi, meningkatkan kerja sama distributor dan pemasok untuk menjaga
kontinuitas suplai bahan baku, produksi dan distribusi, meningkatkan
pelayanan terhadap konsumen.
2. Strategi
W-0,
yaitu
mengoptimalkan
volume
produksi
dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada, mengoptimalkar1 kinerja R&D agar
didapatkan diferensiasi produk dan mencari pasar mana yang pontensial,
52
meningkatkan
meningkatkan
program
kine~ja
promosi
secara
efektif dan
efisien
serta
divisi pemasaran.
3. Strategi W-T, yaitu mengadakan penelitian untuk mendapatkan metode
produksi yang efektif dan efisien guna menekan biaya produksi, melakukan
fasibility study (fs) dalam mengembangkan bisnis perusahaan untuk
mengantisipasi tingkat suku bunga yang tinggi.
4. Strategi S-T, yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk
untuk
mengantisipasi
ancaman
produk
subsitusi
serta
kompetitor,
rnempertahankan harga produk dipasaran untuk menghadapi persaingan
dalam industri.
Fatimah (2002) melakukan penelitian dengan judul Analisis Bauran
Pemasaran Telur Asin Brebes (Studi Kasus di Kelurahan Brebes dan Kelurahan
Limbangan Wetan, Kabupaten brebes, jawa Tengah) dengan menggunakan analisis
bauran pemasaran, analisis !FE dan EFE serta analisis SWOT.
Dalam hasil penelitiannya dikemukakan dengan mcngunakan analisis
internal factor evaluation diperoleh skor 2,5234. Nilai ini tidak terlalu berbeda
atau mendekati rata-rata . lndustri telur asin Brebes secara internal mempunyai
posisi internal yang relatif kuat. Sedangkan hasil analisis external factor evaluation
diperoleh skor 2,6108. Nilai tersebut menunjukan bahwa indus1ri dapat mengatasi
kelemahan dengan memanfaatkan kekuatan yang dan mampu memanfaatkan
peluang yang ada untuk menghindari ancaman yang mungkin timbul.
53
Dengan menggunakan analisis bauran pemasaran, maka basil analisis yang
diperoleh , yaitu :
I. Bauran produk, ha! yang harus diperhatikan yaitu kualitas atau mutu produk,
kemasan produk dan pclayanan.
2. Bauran harga, yaitu penetapan hargajual dengan metode harga biaya plus dan
potongan harga (discount) untuk meningkatkan penjualan.
3. Bauran distribusi, yaitu ada tiga jalur distribusi, pertama konsumen membeli
langsung ke produsen telur asin, kedua produsen menjual produknya ke
pengecer yang seterusnya menjualnya ke konsun1en, ketiga telur asin
dipasarkan melalui pedagang besar yang selanjutnya menjualnya ke pengecer
lalu ke konsumen.
4. Bauran promosi, yaitu promosi dilakukan menggunakan kertas merek yang
ditempel pada kemasan/besek, iklan di media cetak dan promosi manual
melalui mulut ke mulut (mouth to mouth).
Berdasarkan analisis SWOT altematif strategi yang dapat diterapkan oleh
pihak manajemen perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Strategi S-0, yaitu memanfaatkan peluang pasar untuk memperluas jaringan
pemasaran, peningkatan pelayanan dan jaminan pengembalian produk yang
rusak, peningkatan sumber daya manusia melalui pemberian keterampilan
atau pelatihan, meningkatkan kerja sama dengan pemasok dan pedagang
54
perantara lainnya dan mencari peluang ke~ja sama dengan lembaga perbankan
untuk pengembangan usaha.
2. Strategi S-T, yaitu meningkatkan pelayanan dan jaminan mutu, rnengurangi
ketergantungan dengan satu pemasok dengan earn memperbanyak pemasok,
pertahankan mutu, melakukan kerjasama dengan pengekspor.
3. Strategi W-0, yaitu meningkatkan prornosi, kerja sarna dengan pedagang
besar untuk membuka outlet khusus didaerah pelanggan banyak, bekerja sarna
dengan lembaga penelitian dan pengembangan untuk peningkatan mutu
produk.
4. Strategi W-T, yaitu peningkatan citra produk melah,1i social education,
pemanfaatan teknologi tepat guna dan melakukan sistem manajemen yang
baik.
Ahmad Salim (2004) dalan1 penelitiannya yang berjudul: Analisis Strategi
Pemasaran Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia (Studi Kasus Kantor
Pemasaran Bersama PT. Perkebunan Nusantara). Penelitian ini didasarkan pada
pendekatan analisis bauran pemasaran, analisis JFE dan EFE, analisis IE dan
analisis SWOT.
Berdasarkan Pelaksanaan analisis JFE diperoleh skor 2, 110 yang berarti
perusahaan memiliki kekuatan . internal yang cukup dan mampu mengatasi
kelemahan yang dimilikinya. Sedangkan analisis EFE diperoleh nilai skor 2,9
berarti pemsahaan mampu memiliki peluang untuk terus perkembang dan mampu
55
menghadapi ancaman dari luar. Berdasarkan analisis IE posisi perusahaan berada
pada kondisi Hold dan Maintain, ha! ini berarti perusahaan dapat mengembangkan
strategi penetrasi pasar yaitu berusaha untuk memanlapkan pangsa pasar produk
CPO atau pelayanaan penjualan yang ada sekarang pada pasar yang tersedia melalui
usaha-usaha pemasaran yang lebih intensif dan aktif. Strategi selanjutnya adalah
perusahaan dapat melakukan pengembangan produk yaitu dengan cara menjalin
kerja sama untuk menangkap peluang pasar baru untuk perluasan atau
pengembangan pasar dengan mengembangkan dan melakukan diferensiasi produk.
Dengan melakukan analisis bauran pemasaran maka, maka basil analisis
yang diperoleh adalah:
I. Bauran produk: menjaga kualitas produk dan melakukan pe:ngawetan mutu
2. Bauran harga: Penetapan harga berdasarkan pertemuan para pelaksana tender
sebelum tender CPO dibuka.
3. Bauran promosi: Promosi mengenai manfaat mengkonsw11si minyak kelapa
sawit bagi kesehatan.
4. Bauran distribusi: Memperluas jaringan pasar ekspor CPO secara lebih
intens if.
56
Berdasarkan analisis SWOT altematif strategi yang bisa digunakan
adalah:
I. Strategi S-0: Melakukan penetrasi pasar pada pasar larna serta perluasan
pasar baru, melakukan perbaikan kine1ja dan peraturan tender CPO di KPB
PTPN, melakukan ekstensifikasi lahan untuk memenuhi permintaan CPO
dunia yang terns meningkat, melakukan penelitian dan pengembangan
terhadap varietas unggul yang lebih baik.
2. Strategi S-T: Memberikan jaminan kontiunitas suplai CPO yang ditawarkan
KPB PTPN, berusaha menarik investor untuk bekerja sama membangun
industri minyak dari CPO, melakukan diversifikasi produk sehingga ekspor
CPO bukan hanya pada produk setengah jadi.
3. Strategi
W-0:
Strategi
aliansi
dengan
pihak
lain,
memanfaatkan
perkembangan teknologi produksi untuk meningkatkan ketahanan produk dan
teknologi informasi untuk mempercepat proses penjualan
4. Strategi W-T: Meningkatkan pelayanan kepada pembeli, menjalin kerja sama
dengan pihak swasta untuk menangkap peluang pasar baru.
Elvia Fitriana (1997) melakukan penelitian dengan judul Analisis Strategi
Pemasaran buah Segar (Studi Kasus Di Toko Buah "Tropis", Bekasi). Alat analisis
yang digunakan dalam penelitian berdasarkan pendekatan analisis bauran
pemasaran, analisis lingkungan internal, analisis lingkungan eksternal dan analisis
SWOT.
57
Dengan melakukan analisis bauran pemasaran, maka hasil analisis yang
didapat adalah:
1. Bauran produk: Adanya keragaman produk, penyimpanan produk pada lemari
pendingin, melakukan pengemasan pada produk yang rentan dengan dikemas
pada piring buah dengan menggunakan mesin pengemas.
2. Bauran harga: Harga ditentukan dengan menggunakan metode harga mark-up,
hargajual ditetapkan setelah menambah harga pokok dengan mark-up sebesar
20%.
3. Bauran distribusi: distribusi pemasaran buah segar kepada konsumen
merupakan distribusi langsung karena kegiatan pemasaran langsung dilakukan
kepada konsumen tanpa perantara.
4. Bauran promosi: Promosi yang dilakukan toko buah "Tropis" melalui media
cetak, yaitu koran Kompas dengan frekuensi tiga hari sekali selama satu
bulan dalam satu tahun, radio pada gelombang 93,55 FM, spanduk dan
potongan harga atau pemberian hadiah.
Dengan melakukan analisis lingkungan intenal, maka hasil analisis yang
didapat adalah:
I. Faktor-faktor kekuatan Toko Buah "Tropis" adalah:
a) Faktor keuangan: Adanya kondisi keuangan yang stabil
58
b) Faktor sumber daya manusia: Adanya pelayanan yang baik kepada
konsumen, karyawan dan pengusaha dapat memberikan pengawasan
produk dalam ha! kualitas dan kuantitas.
c) Faktor
manajemen: Manajemen yang baik oleh pemilik Toko Buah
"Tropis" dapat meningkatkan pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas
produk, variasi produk, evaluasi harga, efisiensi distribusi, tata letak
tempat usaha dan peningkatan pelayanan.
d) Faktor pemasaran: Adanya tempat penjualan yang strategis, mudah
dijangkau karena dekat dengan pemukiman penduduk, tersedianya gudang
dan cold stroge, sehingga dapat menyimpan produk sebagai persediaan.
2. Faktor-faktor kelemahan bagi Toko Buah "Tropis":
a) Belum terbentuknya bagan organisasi sehingga lemalmya manajemen.
b) Tidak
dilakukannya
pengendalian
stok,
menyebabkan
banyaknya
kerusakan buah baik di gudang maupun di cold storage Dalam
menentukan harga belum didasarkan pada seluruh faktor biaya, terutama
biaya investasi.
Dengan melakukan analisis ekstemal, maka basil analisis yang didapat
adalah:
I. Faktor-faktor peluang bagi Toko Buah "Tropis":
a) Faktor ekonomi: Pertumbuhan ekonomi di wilayah Bekasi yang cukup
tinggi, searah dengan tingkat pendapatan
59
b) Faktor
demografi:
Adanya
jumlah
pertambahan
penduduk
dan
meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
2. Faktor-faktor ancaman bagi Toko Buah "Tropis":
a) Faktor pesaing: Adanya pedagang kaki lima yang memberikan harga
rendah dan toko swalayan.
b) Faktor
ekonomi:
Perubahan
nilai
menyebabkan peningkatan dalam biaya
mata
uang
yang
meningkat,
produk terutama dalam biaya
produk untuk buah impor.
Berdasarkaan analisis SWOT altematif strategi yang dapat digunakan
adalah:
I. Strategi S-0: Pemeliharaan buah, efisiensi distribusi, efisiensi biaya,
meningkatkan promosi dan melayani parcel.
2. Strategi S-T: Pengendalian stok, meningkatkan komunikasi antara karyawan
dengan konsumen dan meningkatkan pelayanan dengan konsumen.
J. Strategi W-0: Mempertahankan kualitas, meningkatkan hubungan dengan
pemasok, memanfaatkan promosi dan cara penjualan.
4. Strategi W-T: Usaha penelitian dan pengembangan, evaluasi harga, perubahan
bentuk promosi dan spesialisasi karyawan.
60
Dede Wawas (2003) melakukan penelitian dengan judul: Analisis Strategi
Pemasaran Susu Segar Dalam Upaya Peningkatan Nilai Volume Penjualan (Stu.di
Kasus Pada Perusahaan Susu Yakoob Zaristan. Dalam penelitiannya menggunakan
alat analisis bauran pemasaran, analisis lingkungan internal clan eksternal serta
analisis SWOT.
Dengan menggunakan analisis bauran pemasaran, maka basil analisisnya
aclalah:
I. Bauran produk: diversifikasi produk, adanya mutu produk serta ukuran
kemasan procluk yaitu 250cc, 500cc clan l.OOOcc.
2. Bauran barga: Harga jual clisesuaikan dengan ukuran kemasan, untuk 250cc
barga jual Rp. 1.000,-, kemasan 500cc barga jual Rp. 2.000,- dan kemasan
l.OOOcc bargajual Rp. 4.000,-.
3. Bauran distribusi: Saluran distribusi langsung tanpa melalui perantara,
penjualan langsung pada konsumen.
4. Bauran promosi: Promosi dari mulut ke mulut dan belum menggunakan jasa
media iklan untuk mempromosikan produknya.
Dengan menggunakan analisis lingkungan internal, maka basil analisisnya
adalah:
I. Faktor-faktor kekuatan:
a) Memiliki produk yang kbas, baik dalam mutu maupun kemasan
61
b) Pelayanan yang dilakukan berorientasi kepada pelanggan yaitu
memenuhi kebutuhan pelanggan.
c) Budaya gotong-royong dan suasana kekeluargaan yang tercipta
dilingkungan kerja perusahaan.
2. Faktor-faaktor kelemahan:
a) Pengan1bilan keputusan masih didominasi pemimpin
b) Kualitas pendidikan tenaga kerja masih rendah
c) Produk yang mudah rusak
d) Bel um ada devisi penelitian dan pengembangan produk
e) Tidak ada kegiatan promosi khusus.
Dengan menganalisis lingkungan ekstemal, maka basil analisis yang
didapat adalah:
3. Faktor- faktor peluang
a) Pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik
b) Laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat
c) Perkembangan teknologi yang semakin maju
d) Serna.kin luasnya penggunaan susu oleh konsumen mulai dari ice cream,
coklat, kue hingga berbagai minuman.
4. Faktor-faktor ancan1an:
a) Banyaknya pesaing dan produk subsitusi yang bereda:r dipasaran
b) Kondisi politik dan keamanan yang tidak menentu.
62
Dengan analisis SWOT, alternatif strategi yang didapat::
1. Strategi S-0: Memperluas peluang pemasaran, mempertahankan budaya
gotong-royong dan suasana kekeluargaan
2. Strategi S-T: Mengembangkan produk dan mempertahankan mutu,
menetapkaan harga yang lebih bersaing dengan meluncurkan produk-produk
berukuran ekonomis.
3. Strategi W-0: Melakukan kegiatan promos1, menggunakan perantara
pemasaran seperti warung, kios dan swalayan.
4. Strategi W-T: Terus melakukan riset dan pengembangan produk agar
produk yang dijuak tidak ketinggalan dari pesaing, meningkatkan kualitas
SDM dengan memberikan pelatihan untuk menghadapi persaingan yang
semakin ketat.
C. Kerangka Pemikiran Operasional
Pembangunan
pertanian
yang
berbasis
agribisnis
dalam
pengembangannya memerlukan keterpaduan unsur-unsur sub-sistem mulai dari
budidaya sampai pemasaran hasilnya. Hal ini disebabkan kare:na sektor pertanian
cukup strategis perananya dalam Pertumbuhan Domestik Bmto (PDB) selama
sepuluh tahun
terakhir,
peranan sektor ini terhadap PDB menunjukan
pertumbuhan yang cukup baik, rata-rata sebesar 4% pertahun (Bank Indonesia,
2003).
63
Adan ya peningkatan j umlah penduduk seiring dengan meningkatnya
kesadaran masyarakat akan kebutuhan komposisi gizi yang seimbang, maka
permintaan akan madu terns meningkat. Hal ini memungkinkan banyaknya
bermunculan pengusaha madu sehingga tingkat persaingan akan semakin kelal.
Peningkatan persaingan ini menuntut perencanaan yang matimg, terutama yang
berkaitan
dengan
perencanaan
strategi
khususnya
perencanaan
strategi
pemasaran. Perusahaan yang memiliki strategi yang tepat akan dapat bertahan
dalam tingkat persaingan bisnis.
Penetapan strategi pemasaran yang tepat perlu mempertimbangankan
kondisi internal dan eksternal perusahaan. Melihat kondisi internal perusahaan
yang meliputi, sumberdaya manusia, kegiatan produksi dan pemasaran maka
dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan
perusahaan, sedangkan kondisi ekstemal perusahaan yang dianalisis adalah
lingkungan mikro dan makro. Dari lingkungan mikro yang dianalisis meliputi
pemasok, perantara pemasaran, pelanggan dan pesaing, sedangkan lingkungan
makro meliputi demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik dan sosial budaya.
Setelah mengetahui lingkungan mikro dan makro maka dapat diidentifikasikan
faktor-faktor yang menjadi ancan1an dan peluang perusahaa11. Selain itu, perlu
juga menganalisis bauran pemasaran meliputi produk, harga, distribusi, dan
promosi yang dilakukan perusahaan karena analisis bauran pemasaran merupakan
inti dari sistem pemasaran perusahaan.
64
Pengidentifikasian kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman ini
dituangkan dalam analisis IFE dan EFE. Melalui analisis IFE dan EFE dilanjutkan
dengan memberikan bobot dan rating dalam bentuk matrik internal factor
evaluation dan matrik external factor evaluation. Posisi perusahaan dapat
diketahui melalui matrik !FE dan EFE yang diplotkan berdasarkan total skor
matrik
Perumusan alternatif strategi dari matrik SWOT terdiri dari empat
altematif strategi, yaitu strategi S-0 atau strategi kekuatan-peluang menggunakan
kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal, strategi WO atau strategi kelemahan-peluang bertujuan untuk memperbaiki kelemahan
dengan memanfaatkan peluang eksternal, strategi S-T atau strategi kekuatanancanmn menggunakan kekuatan pemsahaan untuk menghindari atau mengurangi
dampak ancaman eksternal dan strategi W-T atau strategi kelemahan-ancaman
merupakan teknik defens/fyang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal
dan menghindari ancaman lingkungan. Dari ke empat strategi yang dihasilkan
matrik SWOT akan dipilih altematif strategi yang terbaik sesuai dengan kondisi
perusahaan, baik itu alternatif strategi jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagan kerangka pemikiran operasional dapat dilihat pada gambar 4 :
65
Mempelajari keadaan umum
perusaha~
Analisis
Pemasaran madu
lingkungan
APIARI Pramuka
.
Analisis
lingkungan
eksternal
internal
Bauran pemasaran
'
Analisis SWOT
Gambar 4 : Kerangka Pemikiran Operasional
66
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pusat Perlebahan Apiari
Pramuka yang berlokasi di istana lebah komplek Wiladatika Cibubur Jakarta
Timur 13720. pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan
mempertimbangkan bahwa APIARI Pramuka merupakan unit usaha agribisnis
yang telah lama bergerak dalam memproduksi dan memasarkan produk lebah
madu sejak tahun 1971. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2004.
B. Ruang Linglmp
Ruang lingkup dan pembahasan dalam penelitian ini meliputi gambaran
umum perusahaan, analisis lingkungan internal perusahaan, analisis lingkungan
eksternal perusahaan , analisis bauran pemasaran dan analisis SWOT.
C. Pengambilan Contoh
Pada penelitian ini, pemilihan responden dilakukan secara sengaja
(purposive) yaitu dengan kepala seksi pemasaran, kepala bagian produksi, asisten
bagian keuangan dan akutansi serta kepala bagian personalia. Alasan pemilihan
responden tersebut karena kepala seksi pemasaran adalah orang yang paling
mengetahui informasi penjualan, distribusi, pesaing dan pelanggan. Kepala bagian
produksi adalah orang yang paling mengetahui tentang informasi pemasok,
produk dan persedian produk. Asisten bagian keuangan dan akutansi adalah orang
yang paling mengerti kondisi keuangan perusahaan, sedangkan kepala bagian
pcrsonalia adalah orang yang paling mengetahui informasi mengenai komposisi
karyawan dan struktur organisasi.
D. Pcngambilan Data
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi
kasus yang bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih luas dan lengkap
dari suatu subjek yang diteliti sehingga dapat menentukan altematif strategi
pemasaran yang tepat bagi perusahaan untuk masa yang akan datang. Metode atau
teknik pengumpulan data adalah metode wawancara, riset pustaka dan survei
lapang.
Data yang dikumpulkan adalah data pnmer dan data sekunder. Data
primer diperoleh dari hasil wawancara dengan staf dan pimpinan perusahaan,
sedangkan data sekunder diperoleh dari tulisan-tulisan yang berkaitan dengan
masalah-masalah yang diteliti. Sebagai data penunjang maka pengumpulan data
primer maupun sekunder juga diperoleh dari instansi-instansi terkait.
Untuk analisis lingkungan internal, data yang dikumpulkan adalah :
•!• Sejarah, perkembangan dan keadaan umum perusahaan
•!• Struktur·perusahaan
•!• Sumber dana perusahaan
•!• Fasilitas dan Kapasitas produksi perusahaan
•!• Volume dan nilai produksi produk
68
Untuk analisis lingkungan eksternal perusahaan, jenis data yang
dibutuhkan ialah
•!• Keadaan perekonomian secara nasional
•!• Peraturan
pemerintah
yang
berhubungan
dengan
perlindungan
alam
lingkungan
•!• Volume produksi madu
•!• Volume ekspor-impor madu
•!• Pe1mintaan terhadap madu
Untuk analisis bauran pemasaran data yang dibutuhkan adalah :
•:• Hal-ha! mengenai komponen produk adalah keanekaragaman jJroduk, bentuk,
merek, kemasan, ukuran pelayanan dan jaminan pengemba.lian produk.
•!• Hal-hal mengenai komponen harga adalah daftar harga, rabat, potongan dan
jangka waktu pengembalian.
•!• Hal-hal mengenai komponen promosi adalah promosi penjualan, iklan, usaha
penjualan, hubungan masyarakat dan penjualan langsung.
•!• Hal-ha! mengenai komponen tempat/distribusi adalah saluran distribusi, ruang
lingkup, persedian dan pengangkutan.
E. Pengelolahan Dan Analisis Data
Metode pengola.lmn dan analisis data yang digunakan adalah pendekatan
manajemen strategi. Data-data yang diperoleh dianalisis dan diola.11 secara
kuantitatif dan kualitatif dan disajikan dalam bentuk tabulasi, bagan dan uraian.
69
1. · Analisis Bauran Pcmasaran
Untuk menentukan bauran pema:mran yang dilakukan oleh perusahaan
digunakan data dari basil survei lapang yang dilakukan terhadap Pusat
APIARI Pramuka. Data tersebut dianalisis menurut konsep manajemen
startegi untuk mengetahui bauran produk, bauran harga, bauran promosi dan
bauran distribusi.
2. Matrik Internal Factor Evaluation (IFE) Dan External Factor Evaluation
(EFE)
Matrik !FE dan EFE diolah dengan menggunakan beberapa langkah
seperti dipaparkan dibawah ini :
a. Identifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan
Langkah awal yang dilakukan adalah mendaftarkan semua kekuatan dan
kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan. Hasil identifikasi
faktor-faktor tersebut menjadi faktor penentu internal dan eksternal yang
selanjutnya akan diberikan bobot dan rating.
b. Penetuan bobot setiap variabel
Penentuan bobot dilakukan dengan jalan mengajukan identifikasi faktor
strategi internal dan eksternal kepada pengusaha perusahaan sebagai
penentu kebijaksanaan perusahan denagan menggunakan metode Paired
Comparison. Metode tersebut digunakan untuk memberikan penilaian
terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal. Untuk
70
menetukan bobot setiap variabel digunakan skala 1,2 dan 3. Skala yang
digunakan untuk pengisian kolom adalah (Kinner & Taylor, 1988):
1= jika indikator horisontal k11ra11g pe11tillg dari pada indikator vertikal
2= jika indikator horisontal sama pe11ti11g dari pada indikator vertikal
3= jika indikator horisontal lebill pe11ti11g dari pada indikator vertikal
Bentuk penilai data dilihat pada tabel di bawah ini
Tabet 4
Ben t u k P em'Iaian
. F a ktor-t:a'
I t or St rateg1. I n t erna I El{Ste ma l
Faktor Strategi
B
A
D
c
".
Intemal/Ekstema
Total
I
A
B
0
0
c
0
D
0
...
0
n
Total
Ii=l Xi
Bobot setiap vanabel d1peroleh dengan menentukan mla1 setiap vanabel
terhadap jumlah nilai keseluruhan dengan menggunakan rumus :
Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i
Xi
OCi =
n
xi
=
nilai variabel ke-i
l:Xi
i = 1,2,3, ......
i=l
n = jumlah variable
c. Penentuan Peringkat (rating)
Penentuan peringkat (rating) dilakukan terhadap vaiiabel-variabel dari
basil analisis situasi perusahaan yang ditentukan oleh pihak manajemen
71
perusahaan sebagai penentu kebijaksanaan. Untuk mengukur pengaruh
masing-masing variabel terhadap kondisi perusahaan, digunakan nilai
peringkat dengan skala 1,2,3,4 dan 5 tcrhadap masing-masig faktot
strategi yang menandakan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini.
Untuk matrik JFE, skala nilai peringkat yang digunakan yaitu (Hunger &
Whelen, 2001):
5= Sangat baik
4= Diatas rata-rata
3= Rata-rata
2= Dibawah rata-rata
I= Sangat buruk
Sedangkan untuk matrik EFE skala nilai peringkat yang digunakan yaitu
(Hunger & Whelen, 2001):
5= Hebat (amat baik)
4= Diatas rata-rata
3= Rata-rata
2= Dibawah rata-rata
l= Jelek
Selanjutnya nilai dari bobot dikalikan dengan peringkat pada setiap faktor
dan semua hasil kali tersebut dijumlahkan secara vertikal untuk
memperoleh skor pembobotan. Tanpa mempedulikanjumlah kekuatan dan
kelemahan yang dimasukan pada matrik JFE, total nilai yang dibobot
72
tertinggi untuk suatu perusahaan atau organisasi adalah 5,0 dan yang
terendah adal 1,0. Rata-rata nilai yang dibobot adalail 3,0. Jumlah nilai
yang dibobot sama dengan 5,0 menunjukan bahwa suatu organisasi atau
perusahaan memiliki lingkungan internal yang kuat dan jika jumlah nilai
yang dibobot 1,0 menunjukkan organisasi atau perusahaan lemahan secara
internal. Dalam matrk EFE tidak jauh beda dengan matrik IFE rata-rata
nilai yang dibobot adalah 3,0. nilai yang dibobot jauh di bawah 3,0
merupakan ciri organisasi atau perusahaan yang tidak efcktif dalam
menjalankan strateginya untuk memanfaatkan peluang dan menghindari
ancaman, sedangkan jauh di atas 3,0 menunjukkan bahwa organisasi atau
perusahaan menjalankan strategi yang efektif uniuk memanfaatkan
peluang dan menghindari ancaman.
3. Matrik SWOT
Data yang diperoleh diklasifikasikan secara kualitatif menurut analisis
lingkungan internal untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan
dan analisis lingkungan ekstemal untuk mengetahui peluang dan ancaman
yang dihadapi perusahaan yang kemudian dituangkan dalam matrik SWOT.
Analisis SWOT dilakukan dengan metode deskriptif berdasarkan kerangka
analisis SWOT, yaitu streght (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity
(peluang) dan threat (ancaman). Matrik SWOT dapat menghasilkan empat set
kemungkinan altematif strategi, ha! ini dapat dilihat pada gambar 5
di bawah ini
73
Gambar 5 Matrik SWOT
FAKTOR
INTERNAL
FAKTOR
EKSTERNAL
OPPORTUNIES (0)
DAFTAR
PELUANG
TREATHS(T)
DAFTAR
ANCAMAN
STRENGTHS (S)
'VEAKNESSES (W)
DAFTAR
KEKUATAN
DAFT AR
KELEMAHAN
STRATEGISO
Ciptakan
strategi
yang
menggunakan
kekuatan
untuk
memanfaatkan
peluang
STRATEGIWO
Ciptakan strategi yang
meminimalkan
kelemahan
untuk
memanfaatkan peluang
STRATEGIST
STRATEGIWT
Ciptakan
yang Ciptakan strategi yang
strategi
menggunakan
kekuatan meminimalkan
untuk mengatasi ancaman
dan
kelemahan
menghindari ancaman
Sumber Rangkuti (2002)
74
BAB IV
GAMBARAN UMUN PERUSAHAAN
A. Sejarah Dan Perkembangan Perusahaan
Pusat Apiari Pramuka yang berlokasi di
istana lebah komplek
Wiladatika Cibubur jakarta Timur 13 720, merupakan salah satu unit usaha di
bawah KWARNAS (Kwatir Nasional) yang bergerak dalam penggalakan basil
leba11 madu. Melihat kenyataan bahwa peternakan lebah di Indonesia yang pada
dasarnya sudah ada dan dikenal oleh masyarakat
Indonesia walaupun
diselanggarakan secara tradisional dengan basil yang kurang memuaskan,
sedangkan usaha peternakan lebah yang dirintis oleh pemerintah maupun badan
swasta Massito Apiaries dan lembaga Apikulture Indonesia ticlak membawa basil,
maka kalangan gerakan pramuka mempunyai gagasan untuk melanjutkan usahausaha tersebut, membantu pemerintah merintis usaha memodernisir peternakan
lebah di Indonesia.
Gagasan pertama kali dicetuskan oleh bapak Mayjen Dr. Azis Saleh
(Sekjen KWARNAS) pada tahun 1970. Gagasan ini kemudian dirumuskan oleh
bapak Azis Saleh, kak Hendro Singgih (aim) dan kak Kardjono (aim) yang
akhirnya atas atas bantuan dan saran-saran dari Direktorat Bina Produksi
Pertanian/Ditjen Pertanian (kak Sumaryo Sumardi), lembaga Apikultur Indonesia
(Bpk. Mayjen Sambas Atmadinata dan Kak Sumardi Karsono) dan Massito
Apiaries, maka pada bulan Mei 1970 oleh KWARNAS diselanggarakan
workshop petemakan lebah.
Salah satu keputusan workshop tersebut adalah bahwa KWARNAS
gerakan pramuka perlu membentuk suatu badan yang disebut Pusat Apiari
Pramuka untuk menampung segala aktifitas petemakan lebah di kalangan gerakan
pramuka. Dengan surat keputusan KWARNAS No. 68/KN/71, tanggal 20
Agustus 1971 terbentuklah team pelaksana Pusat Apiari Pramuka dengan ketua
Letjen TN! (Pum) H. M. Sarbini, yang merupakan ketua pertama dan pelopor
temak lebah modern sejak Indonesia merdeka, setelah 1tu ditetapkan 20 Agustus
merupakan hari lahirnya Pusat Apiari Pramuka.
Tanggal 20 April 1972 Pusat Apiari Pramuka menerima sumbangan 25
stup lebah unggul (Apis mellijica) dari Mrs. G. N. Frost, presiden Australia
Freedom From Hunger Campaign Committee, Australia. Sumbangan yang telah
diberikan kepada Pusat Apiari Pramuka hingga tahun 1974 adalah 50 stup Apis
mellifera, 50 ekor ratu, 542 lembar sarang fondasi dan 31 kolli peralatan lebah.
Semua itu adalah merupakan langkah awal clan modal pertama bagi Pusat Apiari
Pramuka untuk menyelenggarakan petemakan lebah modem di Indonesia.
Bibit lebah unggul tersebut untuk pertama kali dicoba/diangon di kebun
PTP XVIII Siluwok Sawangan Gringsing, Jawa Tengah
dan temyata dapat
berkembang dengan baik clan menyebar keseluruh Jawa Tengah clan ke daerahdaerah lain, sehingga kebun PTP XVIII Siluwok Sawangan adalah merupakan
76
tonggak sejarah pengembangan lebah jenis unggul di Indonesia yang telah
berhasil dengan baik.
Tanggal 22-29 Agustus 1973 di Ragunan, pasar Minggu Pusat Apiari
Pramuka menyelenggarakan kursus Apiari Pramuka tingkat nasional yang
pertama, kursus tersebut dibuka oleh Bapak Presiden Soeharto sekaligus panen
madu yang pertama dan meresmikan kantor Pusat Apiari Pram.uka.
Awai tahun 1975, ketua Pusat Apiari Pramuka menunjuk Bpk. Mayjen.
P. Sobiran tmtuk membantu memikirkan berbagai kemungkinan pengembangan
Apiari Pramuka secara nasional didalamnya memikirkan bentuk badan hukum
bagi kegiatan usaha Pusat Apiari Pramuka. Untuk maksud tersebut telah
disarankan agar dibentuk:
•!• Koperasi peternakan lebah Indonesia
•!• Yayasan Pusat Apiari pramuka
Sejak tahun 1975 Pusat Apiari Pramuka resmi menjadi anggota
APIMONDIA (International Federation Of Beekeepers' Associations) yang
berpuat di Roma (Italia). Dan sejak saat itu Indonesia selalu terwakili dalam
kongres-kongres APIMONDIA.
Pusat Apiari Pramuka dibentuk Kwatir Nasional Gerakan Pramuka yang
memiliki visi "Memberdayakan secara maksimal potensi perlebahan di
Indonesia". Adapun misi Apiari Pramuka dirumuskan dalam bentuk
tujuan,
77
yaitu untuk membantu program pemerintah memasyarakatkan peternakan lebah
modern keselumh rakyat Indonesia melalui :
I. Menyebarkan
ilmu
peternakan
lebah
modern
di
kalangan
gerakan
pramuka/generasi muda dan masyarakat peminat.
2. Meningkatkan produk-produk petemakan lebah, baik langsung maupun tidak
langsung.
3. Menciptakan lapangan kerja barn bagi masyarakat di pedesaan, meningkatkan
gizi dan pendapatan petani.
4. Memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk jangka panjang mengusahakan
adanya ekspor madu keluar negeri (ekspor non migas).
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, Pusat Apiari Pramuka
melakukan usaha/kegiatan :
I. Ke1ja sama dengan instansi terkait :
Departemen Dalam Negeri/Pemda/Dit.
Bangdes,
Departemen
Penerangan, Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian, Departemen
Transmigrasi, Departemen Koperasi, Departemen Kehutanan, Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen
Hankam, LVRI, AURI, BPP Teknologi, Perhutani, Perkebunan/PTP XVIII,
PTP XI, PTP X, LIPI, PWRI, LPPSD, PKK, Dharma Wanita, Yayasan PPT
Bogor, dll.
78
2. Menyclenggarakan pendidikan dan latihan
•!• Kursus
•!• Penyuluhan
•!• Pameran
•!• Karya tulis
•!• Praktek kerja nyata/job training
•!• Memberi bimbingan teknis lapangan
•!• Membuka museum perlebahan
3. Menyediakan peralatan lebah madu
4. Menyediakan bibit unggul maupun Jebah Jokal
5. Menampung hasil le bah dari para petani/petemak Jebah
6. Memasarkan hasil lebah
7. Menerbitkan buku-buku temak lebah, leaflet, brosur, dll
8. Menerbitkan majalah perlebahan
9. Membangun pusat percontohan pengkajian dan pengembangan teknologi dan
industri ternak Jebah di Gringsing
I 0. Membangun proyek percontohan peternakan lebah di Kabupaten Jayawijaya,
Irian Jaya.
11. Membangun pusat riset lebah Asia di desa Antiga Bali
12. Membangun "!STANA LEBAH" di areal Wiladatika Cibubur
13. Mengusaahakan terbentuknya Koperasi Petemakan Lebah [ndonesia
79
14. Mengusahakan terbentuknya Badan Musyawarah Apiari Nasional dengan Sk
Presiden
15. Mengusahan
kepada
pemerintah
untuk
menerbitkan
undang-undang
perlebahan Indonesia
16. Mengusahakan terpenuhinya kebutuhan madu dalam nege,ri dan pada jangka
panjang diusahakan adanya ekspor madu
Hasil-hasil yang telah dicapai oleh Pusat Apiari Pramuka, yaitu :
1. Kegiatan pendidikan dan pelatihan
2. Mengimpor bibit lebah (koloni lebah, ratu lebah) dan peralatan untuk
budidaya.
3. Menjual atau menyebarluaskan bibit lebah unggul, han1pir seluruh daerahdaerah di Indonesia.
4. Tahun 1985 telah dibangun "!STANAH LEBAH" di Gringsing sebagai Pusat
lnformasi perlebahan dan Pelayanaan bagi para petemak lebah dan pemasaran
hasil-hasil lebah.
5. Bertepatan pada ulang tahun Pusat Apiari Pramuka yang ke-17 tgl. 20
Agustus 1988 :
•
Dibuka
Museum
Perlebahan
Pusat
Apiari
Pramuka
di
gedung
Perpustakaan Pramuka Cibubur.
•
Diterbitkan
Bulletin
APIAKA
(lnformasi
Perlebahan
Indonesia),
merupakan bulletin pertama di Indonesia.
80
6. Diterbitkan buku : "LEBAH MADU DAN MADU LEBAH DI INDONESIA
TAHUN 2000".
7. Sedang dilaksanakan pelaksanaan kegiatan Proyek percontohan Peternakan
Jebah di Kabupaten Jayawijaya, Irian Jaya.
8. Dibuka Pusat Apiari pramuka unit Bali ("ISTANAH LEBAH") di Desa
Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karang Asem, Bali dalam rangka
persiapan pembangunan Pusat Risct Lebah Asia.
9. Kerjasama KWARNAS-BPP Teknologi sedang dipersiapkan pembangunan
Pusat percontohan pengkajian dan Pengembangan Telmologi dan Industri
Ternak lebah di Gringsing.
10. Tahun 1986 Departemen Kehutanan telah membentuk Badan Pembinaan
Perlebahan Nasional.
11. Tahun 1988 Pemda Tkt.l Propopinsi Jateng membentuk Badan Pembinaan
Perlebahan daerah Propinsi Jateng.
12. Kegiatan luar nege1i:
Sebagai anggota resmi APIMONDIA, Pusat Apiari Pramuka telah mengikuti
berbagai kegiatan luar negeri berupa:
a. Kongres APIMONDIA sebanyak 6 kali {ke-27, ke-28, ke-29, ke-30,
ke-31, ke-32}
•
Pada
kongres
APIMONDIA
ke-29
Ir.
Bambang
Soekartiko/Departemen Kehutanan /WK. Ketua Pusat Apiari
81
Pramuka terpilih sebagai ketua komisi Beekeeping In Developing
Coutries APIMONDIA.
•
Pada kongres APIMONDIA ke-32 di Brazil th 1989: Majalah
APIAKA mendapat piagam penghargaan dan medali perunggu.
b. Mengikuti seminar-seminar, studi perbandingan, dll.
B.
Pokok-pokok Organisasi Dan Struktur Organisasi Unit Usaha Apiari
Pramuka
1. Pokok-pokok Organisasi Unit Usaha Apiari Pramuka:
a) Kedudukan:
Unit usaha Apiari Pramuka disingkat Apiari Pramuka adalah unit usaha
yang bergerak dalam usaha dalam usaha budidaya lebah madu dan
berada dibawah Tim Usaha Dana (TUD) Kwmtir Nasional Gerakan
Pramuka.
b) Tugas Pokok:
Unit usaha Apiari Pramuka bertugas mengelola budidaya lebah dan
produksi hasil budidaya dan menciptakan sumber dana bagi kegiatan
Kwatir Nasional Gerakan Pramuka/TUD.
c) Fungsi:
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut diatas, Unit Usaha Apiari
Pramuka menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai be:rikut:
82
I) Mengembangkan lebah jenis unggul untuk memperoleh hasil berupa
Royal jelly, Bee pollen, Madu, lilin lebah, Propolis, Bee venom,
ratu lebah dan koloni lebah.
2) Menyiapkan dan membuat peralatan ternak Jebah dan ratu lebah.
3) Membuka peralatan ternak lebah dan ratu lebah.
4) Membuka pelatihan budidaya lebah madu (job /raining).
5) Pemasaran produk perlebahan, peralatan beternak lebah, buku-buku
tentang perlebahan dan praktek pengobatan dengan sengatan lebah.
6) Memperluas jaringan pemasaran.
2. Struktur Organisasi Unit Usaha Apiari Pramuka
Unit usaha Apiari Pramuka menerapkan struktur organisasi bentuk lini,
tetapi memiliki staf ahli untuk membantu kepala uni1Jpimpinan. Bentuk
struktur organisasinya dapat dilihat pada gambar 6:
I
KA KWARNAS/KETUA PUSAT APIARI PRAMUKA
TUD
I
]
~-~.---
J
1 KEPALA UNIT USAHA I
I
'
BAGIAN UMUM
--l
I
I
TU/PERSONALIA
KEAMANAN
:1-----1---l:
STAF AHLI
I
KEUANGAN
I
BAGIAN PRODUKSI
1
PROD. I, II, Ill.
I
--l
PRODUKSI KOi.ON i/RATU
-1
PRODUKSIPERALATAN
I
BAGIAN PEMASARAN
LiI
IH
IH
y
I
Gambar 6 : Struktur Organisasi Apiari Pramuka
-1
DIKLAT PERLEBAHAN
I
KEDAI I PENJUALAN
GUDANG
PROMOS!
SENGATAN LEBAH
Sumber : Administrasi Apiari Pramuka, 2004
83
Pada tingkat manajemen perusahaan. Batasan dan tanggung jawab serta
wewenang manajemen perusahaan antara lain:
I. Kepala Unit Apiari Pramuka ( Top Management).
a. Membuat perencanaan pengembangan usaha Pusat Apiari Pramuka
kedepan.
b. Mengkoordinasikan dan mengawasi semua pekerjaan/kegiatan staf ahli
para kabag, para kasie, dan staf lainnya.
c. Memelihara dan mengawasi prosedur kerja dilingkungan Pusat Apiari
Pramuka.
d. Bertanggungjawab kepada KA KWARNAS Pramuka.
2. Kepala Bagian (Middle Managemenl).
a. Membuat program kerja tahunan bersama-sama bagian lain sesuai dengan
tata kerja masing-masing dengan persetujuan kepala unit.
b. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketetapan yang ditentukan oleh
kepala unit.
c. Mengatur, mengkoordinir, dan mengawasi seksi-seksi yang berada
dibawah ruang lingkupnya.
d. Bertanggm1g jawab kepada kepala tlllit Apiari Pramukac.
3. Kepala Seksi/Kasie (Lower Management)
a. Melaksanakan tugas yang sudah diatur oleh kepala seksi.
b. Mengkoordinir staf-staf yang ada dibawah lingkup kerjanya.
84
c. Mengatur tata kerja staf-staf yang dibawah lingkup kerjanya.
d. Bertanggung jawab terhadap kepala lain.
Perencanaan operasional perusahaan dilakukan oleh para staf yang mempunyai
tugas:
I. Melaksanakan kegiatan I tata kerja yang ditetapkan oleh k1~pala seksi.
2. Membantu bagian-bagian lain bila dibutuhkan.
3. Membantu kegiatan kepala seksi.
4. Membantu dan menjalankan daftar kerja harian yang disetujui kepala seksi.
5. bertanggungjawab terhadap kepala seksi.
85
BABY
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Lingkungan Perusahaan
1. Analisis Lingkungan Internal Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan, untuk itu dapat
dilakukan dengan analisis internal. Dalam analisis internal unit usaha Apiari
Pramuka, ada beberapa aspek yang bisa dijadikan identifikasi kekuatan dan
kelemahan antara lain aspek produksi, aspek pernasaran, aspek keuangan dan
aspek sumber daya manusia/organisasi.
a. Aspck Produksi
Pada aspek produksi ada beberapa kekuatan yang dimiliki Apiari
Pramuka, diantaranya:
Produksi yang tepat waktu, hal tersebut dikarenakan produksi yang
terencana. Yang dimaksud dengan produksi tepat waktu di sini adalah
Apiari mulai memproduksi sesuai dengan waktu tanaman, misalnya pada
saat musim bunga rambutan maka Apiari menggembalakan lebahnya pada
wilayah bunga rambutan dengan demikian akan dihasilkan madu yang
sesuai dengan jenis bunga dimana lebah digembalakan .
Dalam memproduksi Apiari didukung dengan fasilitas produksi yang
modern, yang dimaksud dengan peralatan modern di sini adalah Apiari
tidak lagi mengunakan sistem ternak yang sederhana seperti gelodog atau
memanen madu dari lebah hutan seperti yang masih banyak dilakukan
oleh peternak lebah di Indonesia, namun Apiari menggunakan peralatan.
Peralatan produksi dibagi 2, yaitu: peralatan utama dan peralatan
tambahan, untuk penjelasan mengenai peralatan produksi sudah dijelaskan
pada tinjauan pustaka.
Selain produksi yang tepat waktu dan fasilitas produksi yang modem,
kekuatan yang dimiliki Apiari dalam aspek produksi adalah adanya
pekerja yang terampil, berpengalaman dan memiliki kemampuan teknis
produksi yang tinggi ha! tersebut dikarenakan dalam memproduksi Apiari
mempekerjakan peternak yang sebelumnya sudah dibina oleh Apiari
sehingga pekerja memiliki kemampuan teknis produksi yang tinggi karena
sebelum bekerja mereka diberikan training terlebih dahulu oleh Apiari
Pramuka.
Selain kekuatan yang dimiliki pada aspek produksi juga terdapat
kelemahan, diantaranya : produksi yang bergantung dengan musim ha! itu
dikarenakan Apiari memproduksi madu asli dimana produksi tergantung
pada jenis musim tanaman yang berbunga sehingga produksi belum
optimal, selain itu proses produksi akan memakan waktu yang lama.
Adanya kapasitas produksi yang belum maksimal membuat Apiari
belum dapat memenuhi secara keseluruhan permintan madu, jumlah
permintaan madu Apiari sekitar 75 ton/tahun dan Apiari hanya mampu
menghasilkan 40 ton/tahun. Apiari berusaha mengatasinya dengan
87
mengambil madu dari petemak madu lain yang sebelumnya juga sudah
memperoleh binaan dari Apiari.
Selain itu Apiari belum memiliki lembaga research and development
khusus, sehingga usaha pengembangan unit usahanya sangat terbatas.
Fasilitas pengemasan yang manual juga menjadi salah satu kelemahan
yang dimiliki oleh Apiari Pramuka pada aspek produksi ha! tersebut
dikarenakan adanya permintaan konsumen yang tidak ingin madu
produksi Apiari terkena proses mekanisasi, namun ha! tersebut akan
menambah lama proses produksi.
b. Aspek Pemasaran
Dalam aspek pemasaran ada beberapa ha! yang me11iadi kekuatan yang
dimiliki oleh unit usaha Apiari Pramuka, diantaranya adalah :
Adanya pangsa pasar yang jelas , karena yang
m1~njadi
pangsa pasar
unit usaha Apiari pramuka adalah konsumen menengah ke atas dan agenagen perantara yang bekerja sama dengan Apiari Pramuka dalam
memasarkan produk Apiari Pramuka, seperti : Mini Market, Apotik,
Koperasi Karyawan dan beberapa industri pengolahan seperti KongGuan
dan industri susu.
Karena adanya pangsa pasar yang jelas maka jalur distribusi menjadi
sangat efektif. Sistem distribusi dibagi 2 yaitu : pendistribusian langsung
ke konsumen, hal itu dikarenakan Apiari Pramuka memiliki fact01y outlet
sendiri dan pendistribusian produk pada agen perantara.
88
Dalam memproduksi Apiari selalu memperhatikan kualitas produk dan
keaslian produk karena itu produksinya sangat bergantung dengan musim,
selain itu harga jual yang ditetapkan Apiari disesuaikan dengan mutu
produk dan adanya sistem pelayanan yang baik membuat konsumen
merasa puas, ha! itu karena Apiari memberikan pelayanan
informasi
kepada konsumen yang akan membeli tentang madu, sehingga konsumen
tepat membeli madu yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pada aspek pemasaran selain kekuatan juga terdapat kelemahan,
diantaranya: promosi yang belum intensif mengakibatkan pemasaran
belum optimal, selain itu kurang inovatif dalam mengemas produk ha! itu
dikarenakan pengemasan yang dilakukan masih manual dan belum adanya
sistem infonnasi pemasaran tersendiri pada pemsahaan. Infmmasi
pemasaran akan sangat berguna, terutama bagi bagim1 pemasaran untuk
memperoleh infonnasi mengenai pemasaran yang dapat digunakan
sebagai dasar pengmnbilan keputusan.
c. Aspek Keuangan
Pada aspek keuangan yang menjadi kekuatan bagi Apiari Pramuka
adalah adanya nilai penjualan yang semakin meningkat sehingga
menan1bah income pada perusahan, selain itu kondisi keum1gan
perusahaan yang stabil, adanya biaya dan modal sendiri merupakan aset
tersendiri bagi perusahaan dan akan memudahkan perusahan
mengembangkan
usahanya.
Namun
adanya
sistem
bagi
untuk
hasil
89
penjualan/laba dengan KW ARNAS mengakibatkan laba perusahaan
menjadi kecil.
d. Aspek Sumber Daya Manusia/Organisasi
Pada aspek sumber daya manusia yang menjadi kekuatan yang
dimiliki oleh Apiari Pramuka adalah :
Karena adanya kerja sama dengan petemak lebah lain yang bukan
pekerja tetap Apiari Pramuka, didalam membantu penyediaan madu maka
ha! tersebut membuka lapangan kerja produktif bagi petemak lebah yang
lain. Selain itu kepemimpinan yang handal, karyawan yang setia serta
responsif karyawan terhadap segala perubahan yang terjadi pada
perusahaan merupakan kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki
perusahaan karena adanya keterkaitan dan mempunyai andil yang cukup
besar didalam memajukan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Kelemahan yang dimiliki perusahaan dalam aspek sumber daya
manusia adalah unit usaha yang masih di bawah naungan KW ARN AS
sehinga adanya pembagian hasil/laba yang mengakibatkan alokasi modal
kerja dan investasi
untuk pengembangan usaha kecil, selain itu
pengambilan keputusan yang bersifat sentralisasi yang berada pada top
management oleh karena itu pengambilan keputusan harus menunggu
kepala pimpinan untuk memutuskan segala sesuatu namun keputusan akan
lebih mudah disosialisasikan kepada karyawan serta kurangnya wawasan
enterpreneur dari karyawan menjadi kelemahan yang mengakibatkan
90
perusahaan mengalami sedikit kesulitan dalam mengembangkan usahanya.
Berikut ini disajikan tabel 5 yang berisi tentang identifikasi kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.
Tabet 5
ldentifikasi Kekuatan Dan kelemahan Madu APIARI Pramuka
VARIABEL
Keuangan
I.
2.
3.
Produksi
I.
2.
3.
4.
Sumber Daya Manusia
I.
2.
3.
4.
Pemasaran
I.
2.
3.
4.
5.
6.
KEKUATAN
KELEMAHAN
Nilai penjualan semakin I. Adanya sistem bagi
meningkat
hasil penjualan/laba
Adanya biaya dan modal
dengan KWARNAS'
2. Alokasi modal kerja dan
sendiri
kondisi
keuangan
investasi yang kecil
perusahaan vang stabil
kemampuan teknis produksi I. Produksi yang
yang tinggi
bergantung musim
Produksi yang tepat waktu
2. Proses produksi lama
fasilitas produksi yang 3. Belum ada lembaga R&D
dalam mengembangkan
modern
pekerja
yang
Adanya
usaha
terampil
dan 4. Fasilitas pengemasan
berpengalaman
yang manual
5. Kapas.itas produksi yang
belum maksimal
Menciptakan
lapangan I. Unit usaha yang masih di
kerja yang produktif
naungan
bawah
Kepemimpinan yang handal
KWARNAS
Karyawan yang setia
2. Pengambilan keputusan
yang bt:rsifat sentralisasi
Responsif
karyawan
terhadap segala perubahan
wawasan
3. Kurangnya
dari
enterpreneur
karyawan
Jalur distribusi yang efektif I. Promosi belum
Memiliki fact01y outlet
intensi f/kurang
2. Kurang inovatif dalam
sendiri
Adanya pangsa pasar yang
mengemas produk
Pemasaran
belurn
3.
jelas
Optimal
Produk yang asli dan
berkualitas
4. be Iurn adanya sistern
Sistern pelayanan yang baik
inforn1asi
pernasaran
pad a
tersendiri
Adanya penentuan harga
produk yang sesuai rnutu
perusahaan
oroduk
91
2. Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan
Analisis lingkungan eksternal meliputi berbagai faktor di luar perusahaan
yang merupakan peluang dan ancaman bagi perusahaan. Lingkungan eksternal
perusahaan yang dapat diidentifikasi untuk rnenjadi pelu.ang dan ancaman
dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro.
a. Analisis Linglmngan Mikro
Lingkungan mikro terdiri dari pelaku-pelaku dalam lingkungan yang
langsung
mempengaruhi
kemampuan
perusahaan dalam
melayani
pasarnya. Analisis lingkungan mikro perusahaan mcliputi : pemasok,
perantara pemasaran, pelanggan dan pesaing.
I) Pemasok
Te~jalin
hubungan yang baik dengan pemasok (peternak lebah)
yang dibina Apiari Pramuka merupakan peluang yang bagus ha! itu
dikarenakan apiari Pramuka belum dapat memenuhi kebutuhan
pennintaan madu secara keseluruhan dan masih membutuhlcan
pemasok untuk mensuplai madu kepada Apiari Pramuka. Dengan
adanya hubungan yang baik dengan pemasok akan mempererat
hubungan kerja sama dan akan terjalin kepercayrurn antara pemasok
dengan perusahaan.
Namun adanya beberapa pemasok yang berada di luar daerah (di
luar Jakarta) merupakan ancaman karena dapat memungkinkan adanya
92
keterlambatan pengiriman karena terdapat banyak kemungkinan yang
dapat menghambat pengiriman.
2) Perantara Pemasaran
Terjalin hubungan yang baik dengan pedagang perantara (agen)
merupakan peluang yang baik, karena pedagang perantara membantu
perusahaan dalam menyalurkan produk untuk sampai ke tangan
konsumen.
Dengan terbina hubungan yang
baik maka akan
memperkuatjalinan kerja sama yang saling menguntungkan.
3) Pelanggan
Peluang munculnya konsumen baru pada daerah baru dan pangsa
pasar yang masih luas sangat terbuka baik lokal maupun ekspor karena
produksi nasioanal madu diperkirakan 8.800 ton/tahun sedangkan
permintaan konsumen akan kebutuhan madu semakin meningkat
sekitar 25.000 ton/tahun (Bank Indonesia, 2003).
Begitu juga peluang ekspor sangat terbuka karena konsumsi madu
di negara industri dan super industri, sepe1ti Jerman, Jepang, Perancis,
Inggris dan
lain-lain rata-rata mencapai jumlah
1.000-16.000
gr/kapita/tahun sedangkan di negara berkembang konsumsi madu
diperkirakn 70 gr/kapita/tahun, karena perkembangan berbagai produk
industri makanan, terutama yang berguna untuk menjaga kesehatan
semakin meluas dan meningkat (Bank Indonesia, 2003).
93
4) Pesaing
Adanya kompetitor yang menjual produk se1ems dan peluang
munculnya pesaing baru cukup besar ha! tersebut dikarenakan
produsen rnadu yang ada pada saat sekarang belurn dapat rnemenuhi
permintaan lokal sebesar 25.000 ton/tahun sedangkan baru dapat
dipenuhi oleh para produsen madu sekitar 8.800 ton/tahun (Bank
Indonesia, 2003 ).
b. Analisis Lingkungan Makro
Lingkungan makro
terdiri
dari
peluang
dan
ancan1an
yang
rnempengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Analisis lingkungan makro
perusahaan meliputi demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik dan
sosial budaya.
I) Demografi, Ekonomi Dan sosial Budaya (sosio Ekonomi)
Faktor demografi dapat mernberikan peluang bagi perusahaan
dalam rneningkatkan volume peqjualan. Indonesia sebagai negara
berkembang dengan tingkat populasi yang cukup besar, dimana jumlah
penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 203.025.313 jiwa (BPS,
2000), maka Indonesia merupakan konsun1en potensial.
Meningkatnya pemahaman dan
kesadaran masyarakat akan
kesehatan juga merupakan peluang besar untuk meningkatkan volume
penjualan, karena sekarang ini masyarakat mulai menyadari bahwa
madu merupakan food suplemen yang dapat dikonsumsi kapan saja
94
tanpa harus menunggu saldt dan madu memiliki manfaat yang sangat
tinggi karena madu diyakini secara rasional merupakan sumber daya
energi bagi tubuh (100fr madu
= 328 kalori) (Bank Indonesia. 2003).
Meningkatnya daya beli masyarakat juga merupakan peluang
untuk
meningkatkan
penjualan
terbukti
dengan
meningkatnya
pengeluaran konsumsi rumah tangga pada tahun 200 I sekitar
288.510,2 miliar rupiah atau 4,39%, pada tahun 2002 meningkat
sebesar 302.139,3 miliar rupiah atau 4,72% (BPS, 2002). Begitujuga
dengan meningkatnya permintaan madu tahun 2003 sekitar 25.000
ton/tahun (Bank Indonesia) sehingga menjadi peluang yang besar bagi
Apiari Pranmka untuk mengembangkan usahanya.
Namun pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil merupakan
ancaman. Pada tahun 2002 ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 3,66 %
yaitu lebih rendah dari target yang ditetapkan pem<:rintah sebesar 4 %
dalam asumsi APBN 2002 (BPS, 2002). Tidak tercapainya target
angka pertumbuhan tersebut, karena kondisi perekonomian dalam
negeri yang belum pulih secara keseluruhan.
2) Teknologi
Penggunaan teknologi produksi yang modern rnerupakan peluang
w1tuk
mempermudah
pengembangan
usaha.
Adanya
peluang
konsentrasi pada penyempurnaan teknologi kecil rnerupakan peluang
yang
masih
terbuka
bagi
Apiari
karena
dengan
melakukan
95
penyempurnaan teknologi yang ada seperti mengganti ekstraktor
manual dengan ekstraktor elektrik atau penggunaan alat dehidrator
dan mekanisasi proses pengemasan, akan mempermudah perusahaan
untuk mengembangkan usahanya sehingga hasil produksi optimal.
Laju percepatan perubahan teknologi menjadi ancaman seperti
sudah adanya inseminasi buatan ratu, hal itu dikarena Apiari belum
melakukan penyempurnaan pada teknologi yang ada dan apiari tidak
memiliki Jembaga riset dan development sendiri sehingga mengalami
keterlambatan dalam pengembangan usahanya.
3) Pemerintah/Politik
Kebijakan pemerintah yang mendukung budidaya lebah sangat
terbukti seperti memberikan pelatihan mengenai perlebahan dibawah
naungan Departemen Kehutanan dan tah\111 1986 Departemen
Kehutanan
telah
Nasional.Selain
itu
membentuk
Badan
adanya
kebijakan
Pembinaan
pemerintah
Perlebahan
mengenai
perlindungan lingkungan alam/hutan, yaitu peraturan pemerintah
Republik Indonesia nomor 28 tahun 1985 "Tentang Perlindungan
Hutan". Kebijakan pemerintah mengenai perlindungan alam/hutan
sangat penting ha! itu dikarenakan sumber pakan lebah berasal dari
tanaman/alam tanpa adanya tanaman/hutan sumber pakan Jebah, maka
keberadaan lebah akan terancam punah.
96
4) Alam
Banyaknya keanekaragaman flora di Indonesia menjadi peluang
yang besar hal itu dikarenakan sumber pakan Jebah berasal dari
tanaman yang mengandung nektar dan tepung sari seperti tanaman
buah, tanaman sayur, tanaman hias, tanaman pangan dan tanaman
perkebunan (Pusat Perlebahan Apiari Pranmaka, 2002).
Adanya kondisi iklim dan cuaca yang tidak clapat diprediksikan
dan adanya kerusakan alam lingkungan seperti adanya penebangan
pohon sembarangan atau pelubangan pohon atau kayu yang dilakukan
oleh petemak lebah yang masih menggunakan sistem temak yang
sederhana,
merupakan ancaman ekstemal yang besar yang dapat
mempengaruhi produksi madu Apiari pramuka karena Apiari
memproduksi madu berdasarkan mus1m dan lebah membutuhkan
pakan nektar dan tepung dari dari alan1. Berikut ini akan disajikan
identifikasi peluang dan ancaman yang dimiliki perusahaan pada
tabel 6:
97
Tabel 6
Identifikasi Peluang Dan Ancaman Madu APIARI Pramuka
VARIABEL
PELUANG
Pemerintah/Politik
I. Kebijakan pemerintah yang
mendukung budidaya lebah
2. kebijakan pemerintah
mengenai perlindungan
lingkungan alam
I. Konsumen baru pada
daerah baru
2. Pangsa pasar yang masih
luas
I. Penggunaan teknologi
produksi yang modern
2. Konsentrasi pada
penyempurna teknologi
kecil dan bukan pada
penemuan besar
I. Meningkatnya pemahaman
masyarakat akan kesehatan
2. Meningkatnya permintaan
madu
3. Pertumbuhan penduduk
yang pesat
4. Meningkatanya
kemampuan daya beli
masyarakat
I. Terjalin hubungan yang
baik dengan pemasok
(peternak lebah) yang
dibina oleh Apiari Pramuka
I. Terjalin hubungan yang
baik dengan pedagang
oerantara (agen)
Pelanggan
Teknologi
Sosio Ekonomi
Pemasok
Perantara
Pemasaran
ANCAMAN
I. Laju percepatan
perubahan teknologi
I.
Pertumbuhan ekonomi
yang tidak stabil
2. Perubahan pola
pengeluarnn konsumen
I. Adanya beberapa
pemasok yang berada di
luar daerah
I. Adanya kompetitor
Pesaing
2. Peluang munculnya
pesaing baru cukup besar
Alam
I. Banyaknya
keanekaragaman flora di
Indonesia
Kondisi iklim dan cuaca
a lam yang tidak dapat
diprediksikan
2. Adanya kerusakan alam
lingkungan
I.
98
3. Identifikasi Kekuatan, Kclemahau, Pcluaug Dan Ancaman
a. Identifikasi Kekuatau
Apiari Pramuka adalah salah satu badan usaha yang bergerak dalam
bidang budidaya lebah madu dan pemasaran hasil produk pcrlcbahan.
Produk-produk hasil perlebahan yang dipasarkan berkualitas tinggi clan
dijamin keasliannya. Dalam memproduksi Apiari Prarnuka berusaha tepat
waktu (sesuai musim tanaman), selain itu proses produksi didukung
dengan pekerja yang memiliki keterampilan clan berpengalaman karena
sebelumnya Apiari Pramuka memberikan binaan terhadap pekerja.
Adanya kerja sama dengan pcternak lebah Iain dalam mensuplai
madu menciptakan lapangan ke1ja yang produktif bagi peternak lebah, di
samping itu adanya kepemimpinan yang handal, kaiyawan yang setia,
adanya biaya clan modal sendiri untuk mengembangkan usaha serta
kondisi keuangan perusahaan yang stabil merupakan sumber daya
potensial yang dapat membantu Apiari Pramuka dalain mengembangkan
unit usahanya.
b. Idcntifikasi Kclcmahan
Sistem produksi yang bcrgantung dengan mus1m mengakibatkan
proses produksi lama clan belum optimal. Di samping itu promosi yang
kurang intensif, pengemasan yang kurang inovatif dan belum adanya
99
sistem informasi pemasaran tersendiri mengakibatkan pemasaran belum
optimal dan wilayah pemasaran yang masih kecil.
Unit
usaha
yang
masih
di
bawah
naungan
KWARN AS
mengakibatkan adanya sistem bagi hasil/laba dengan KWARNAS
sehingga alokasi modal kerja dan investasi menjadi kecil. Adanya
pengambilan keputusan yang bersifat sentralisasi yang berada pada top
management yang mengakibatkan proses tunggu hasil keputusan dari
kepala pimpinan namun hasil keputusan akan mudah disosialisasikan,
serta kurangnya wawasan enterpreneur dari karyawan menjadi kelemahan
bagi perusahaan yang menimbulkan sedikit kesulitan pada perusahaan di
dalam mengembangkan usahanya.
c. Identifikasi Peluang
Pertumbuhan penduduk yang Indonesia yang semakin pesat
merupakan peluang bagi Apiari Pramuka untuk dapat meningkatkan
volume penjualan. Meningkatnya pertumbuhan pe:nduduk dibarengi
dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan yang
pada akhirnya meningkatnya pennintaan madu.
Penggunaan teknologi produksi yang modern serta adanya peluang
penyempumaan teknologi
dapat mempermudahkan Apiari Pramuka
dalam memproduksi dan memasarkan produknya, selain itu peluang
pemasaran baik lokal maupun ekspor yang masih terbuka karena adanya
pangsa pasar yang masih luas.
100
Hubungan yang baik dengan pemasok (petcrnak lebah) dan
pedagang perantara (agen) serta adanya dukungan pernerintah mengenai
budidaya lebah dan perlindungan alam/hutan merupakan sumber daya
yang potensial dan baik karena hal itu dapat membantu Apiari Pramuka
untuk mempetiahankan dan mengembangkan unit usahanya.
d. Identifikasi Ancaman
Selain peluang unit usaha Apiari Pramuka juga menghadapi
beberapa ancaman. Pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, dapat
menurunkan volume penjualan dan laju percepatan teknologi dapat
mengakibatkan unit usaha Apiari Pramuka mengalami ketertinggalan
dalam teknologi.
Peluang mllllculnya pesaing barn merupakan ancaman yang
cukup besar yang harus dihadapi oleh Apiari Pramuka dan adanya
pemasok yang berada diluar Jakarta yang dapat menimbulkan masalah
keterlambatan dalam pengiriman.
Kondisi iklim dan cuaca alam yang tidak dapat diprediksikan
dapat menghambat proses produksi, begitu juga adanya kerusakan
alam/hutan mengakibatkan terancamnya kebt>rlangsungan hidup lebah
madu yang sumber pakannya tergantllllg dari nektar dim tepung sari yang
tersedia di alam.
JOI
B. Perumusan Alternatif Strategi Pemasaran
l. Matrik IFE (lntemal Factor Evaluation)
Setelah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, pelmmg dan ancaman,
maka dibuat matrik IFE. Matrik IFE berisi kekuatan dan kelemahan
peruasahaan. Penetapan bobot dilakukan oleh pihak pengusaha dengan
menggunakan kuesioner dan wawancara. Kemudian data dioleh dengan
membandingkat tingkat kepentingan relatifnya satu dengan lainnya, sehingga
dapat diketahui nilai faktor yang berpengaruh terhadap perusahaan. Nilai
kepentingan relatif setiap faktor dijumlahkan sehingga diperoleh nilai faktor,
kemudian nilai total faktor masing-masing variabel dibagi nilai total seluruh
faktor yang diidentifikasi sehingga dihasilkan besaran bobot yang diperlukan.
Proses pembobotan untuk matrik IFE dapat dilihat pada larnpiran I 0.
Rating dalam matrik IFE dilakukan terhadap variabel-variabel dari
basil analisis situasi perusahaan yang ditentukan oleh pihak manajemen
perusahaan sebagai penentu kebijakan. Penetapan rating dilakukan dengan
dengan menggunakan kusioner dan wawancara dan untuk rnengukur pengaruh
masing-masing variabel terhadap kondisi perusahaan, digunakan nilai
peringkat dengan skala I = sangat buruk, 2 = dibawah rata-rata, 3 = rata-rata,
4 = diatas rata-rata, dan 5 = sangat baik. Untuk proses pernberian rating daput
dilihat pada lan1piran 8 dan untuk lebih jelas matrik IFE dapat dilihat pada
label 7:
102
Tabel 7
MATRIKS INTERNAL FACTOR EVALUATION <IFE)
Faktor strategi Internal
No
Bobo!
Penilaian
Ra tarata
Ralina
Score
Faktor Kekuatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Nilai oeniualan semakin meninakat
Adanva biava dan modal sendiri
Kondisi Keuanaan n_erusahaan vana stabil
Kemamouan Teknis Produksi vana teoat waktu
Produksi yang
te~at
waktu
Fasilitas produksi yang modern
Adanva oekeria vana teramc ii dan beroenaalaman
Menciptakan laoanaan keria vana oroduktif
Keoemimpinan yang handal
Karvawan vana setia
Resoonsif karvawan terhadao seaala oerubahan
Jalur distribusi vana efektif
Memiliki factoiy outlet sendiri
Adanva oanasa oasar vana ielas
Produk vana asli dan berkualitas
Sistem oelavanan vana baik
Adanya penentuan harga produk yang sesuai
mutu produk
Faktor kelemahan
Adanya sistem bagi hasil oeniualan /laba denaan KWARNAS
Alokasi modal keria dan investasi vana kecil
Produksi vana beraantuna denaan musim
Proses oroduksi lama
Belum adanya lembaga R&D dalam
menaembanakan usaha
Fasilitas oenaemasan vana manual
Kapasitas ~roduksi yang belum maksimal
Unit usaha yang masih dibawah naungan KWARNAS
Penaambilan keoutusan vana bersifat sentralisasi
Kurangnya wawasan entemreneur dari karvawan
Promosi belum intensif
Kurana inovatif dalam mengemas oroduk
Pemasaran belum optimal
Belum adanya sistem informasi pemasaran
tersendiri oada oerusahaan
Jumlah
0,028
0,034
0,036
0,025
0,028
0,026
5,0
5,0
4,8
4,6
5,0
5,0
0,139
0,172
0,172
0,115
0,142
0,131
0,027
0,027
0,023
0,023
0,024
0,026
0,028
0,025
0,025
0,025
4.6
4,6
5,0
4,8
4,2
4,4
4,4
5,0
5,0
5,0
0123
0,123
0,115
0,110
0,103
0,115
0,125
0,125
0,126
0,127
0,025
4,8
0,118
0,042
0,044
0,033
0,039
4,8
3,4
4,0
4,0
0,202
0,149
0,132
0,156
0,029
0,038
0,039
3,8
5,0
4,0
0, 112
0,191
0,155
0,041
0,041
0,039
0,039
0,039
3,8
3,8
3,2
3,8
3,8
0,156
0.154
0,126
0,150
0,150
0,039
3,8
0,150
0,040
1,000
3,2
0,129
135,6
4,292
103
Dilihat dari matrik IFE, identifikasi kekuatan yang paling besar adalah
pad a aspek keuangan dengan skor 0, 172 yaitu : kondisi keuangan perusahaan
yang stabil serta adanya biaya dan modal sendiri. Hal itu dikarenakan adanya
nilai penjualan semakin meningkat yang menambah income pada pcrusahaan
dan penggunaan modal sendiri dalam menjalankan usahanya.
Pada aspek produksi faktor yang paling berpengaruh adalah produksi
yang tepat waktu dengan skor 0, 142. Produksi yang tepat waktu dapat
dilakukan oleh Apiari dikarenakan sebelum memproduksi mereka melakukan
perencanaan dan penjadwalan produksi yang disesuaikan dengan jenis musim
tanaman, misalnya musim tanaman bunga kopi maka Apiari menggembalakan
lebah pada daerah tanaman bunga kopi.
Sedangkan pada aspek sumber daya manusia/organisasi faktor yang paling
berpengaruh adalah menciptakan lapangan kerja yang produktif dan adanya
pekerja yang terampil dan berpengalaman dengan skor 0,123. ha! ini
dikarenakan dalarn usahanya Apiari rnelakukan kerja sama dengan peternak
lebah lain untuk mensuplai hasil produk perlebahan kepada Apairi, ha! itu
masih dilakukan karena Apairi hanya marnpu rnenghasilkan rnadu sekitar 40
ton/tahun sedangkan total perrnintaan konsumen sekitar 75 ton/tahun, dan
Apiari mempekerjakan pekerja yang sebelumnya mendapat binaan atau
training dari Apiari.
Pada aspek pernasaran faktor yang paling berpengamh adalah adanya
sistem pelayanan yang baik dengan skor 0, 127. Adanya sistem pelayanan
104
yang
baik dikarenakan dalam
melayani
konsumen langsung Apiari
memberikan informasi mengenai produk-produk perlebahan serta manfaatnya
yang dibutuhkan oleh konsumen.
Untuk identifikasi kelcmahan yang paling berpengaruh adalah pada aspck
keuangan yaitu adanya sistem bagi hasil dengan KWARNAS dengan skor
0,202. Adanya sistem bagi hasil dengan KWARNAS dikarenakan Apiari
adalah unit usaha yang masih di bawah naungan KW ARN AS, maka ada
kewajiban untuk memberikan sebagian laba untuk KWARNAS, meskipun
KWARNAS tidak memberikan patokan berapa jumlah yang harus diberikan
oleh KW ARN AS. Dengan adanya sistem bagi hasil mengakibatkan alokasi
modal ke1ja dan investasi perusahaan menjadi kecil, ha! itu dikarenakan laba
perusahaan sebagian diberikan oleh KWARNAS dan dengan alokasi modal
kerja dan investasi yang kecil akan mempersulit Apiari Pramuka untuk
mengembangkan usahanya.
Pada aspek produksi kelemahan yang paling berpengaruh adalah fasilitas
pengemasan yang manual dengan skor 0,191. Hal ini terjadi dikarenakan
dalam proses pengemasan Apiari melakukannya dengan cara manual yaitu
memasukan kedalam botol dengan menggunakan tenaga manusia belum
menggunakan sistem mekanisasi. Proses pengemasan yang manual akan
membutuhkan banyak tenaga kerja dan membutuhkan waktu yang relatiflebih
lama sehingga proses pengemasan menjadi tidak efektif.
105
Pada aspek sumberdaya manusia faktor yang berpengaruh adalah lmit
usaha yang masih di bawah naungan KWARNAS dengan skor 0,156. karena
unit usaha yang masih berada di bawah naungan KWARNAS mengharuskan
Apiari membagi laba yang dihasilkan dengan KWARNAS.
Dan pada aspek pemasaran faktor yang berpengaruh terdapat 3 yaitu:
promosi belum intensif, kurang inovatif dalam mengemas produk, pemasaran
belum optimal dengan skor sama yaitu: 0, 150. Pemasaran belum optimal
dikarenakan promosi yang belum intensif, produksi belum optimal dan Apiari
belum memiliki sistem informasi pemasaran tersendiri yang dapat mengakses
semua informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan
pemasaran yang akan mempermudah Apiari mendistribusikan produknya
kepada konsumen. Kurang inovatif dalam
mengema~;
produk menjadi
kelemahan karena pengemasan masih dilakukan secara manual.
Penentuan skor didapat dari mengkalikan bobot penilaian dengan rata-rata
rating, hasil dari skor dijumlahkan secara vertikal maka akan didapat total
skor. Dilihat dari total skor matrik !FE, total skor 4,292 diatas rata-rata (3,0)
menunjukkan perusahaan memiliki posisi internal yang kuat. Artinya
lingkungan internal Apiari Pramuka yang berupa keuangan, produksi,
sumberdaya manusia/organisasi dan pemasaran yang !mat serta dapat
mempermudah Apiari didalam mengembangkan usahanya kearah yang lebih
baik.
106
2. Matrik EFE (Extemal Factor Evaluation)
Penentmm bobot dan rating pada marik EFE sama d•engan matrik !FE,
untuk lebih jelas proses rating dapat dilihat paada lampiran 9 dan proses
pembobotan pada lampiran 11. Skala nilai peringkat yang digunakan pada
matrik EFE adalah; I = jelek, 2 = dibawah rata-rata, 3 = rata-rata, 4 = di atas
rata-rata, dan 5 = hebat (anmt baik). Untuk lebih jelas hasil matrik EFE dapat
dilihat pada tabel: 8
Tabel8
Matriks External Factor Evaluation (EFEl
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Faktor strategi Eksternal
Faktor Peluang
Kebiiakan oemerintah vana mendukuna budidava lebah
Kebijakan pemerintah mengenai
oerlindunaanlinakunaan alam
Konsumen baru pada daerah baru
Panosa oasar vanah masih luas
Pennnunaan teknoloqi oroduksi vanq modern
Konsentrasi pada penyempurnaan teknologi kecil dan
bukan oada oenemuan besar
Peninakatnva oemahaman masvarakat akan kesehatan
Meninakatnva oermintaan madu
Pertumbuhan oenduduk vana oesat
Meninakatnva kemampuan dava beli masvarakat
Terjalinnya hubungan yang baik dengan pemasok
tneternak lebah\ vana dibina Aoiari Pramuka
Terjalinnya hubungan yang baik dengan pedagang
oerantara I aaen\
Banvaknva keanekaraqaman flora di indonesia
Bobot
Penilaian
Raiarata
Ratino
Score
0,039
4,0
0,155
0,041
0,045
0,045
0,048
3,8
4,0
5,0
3,4
0,154
0,181
0,225
0,164
0,053
0,036
0,036
0,143
0,039
3,4
4,4
4,8
4,4
4,8
0,182
0,160
0,173
0,629
0,185
0,034
5,0
0,171
0,034
5,0
0,169
0,037
5,0
0,187
0,040
0,053
0,049
0,045
0,045
0,045
0,043
0,050
1,000
3,2
3,2
3,0
3,2
3,4
3,4
4,2
4,2
84,8
0,129
0,171
0,146
0,143
0,153
0,152
0,179
0,210
4,018
Faktor Ancaman
1
2
3
4
5
6
7
8
Laiu Perceoatan oerubahan teknoloai
Pertumbuhan ekonomi vang lidak stabil
Perubahan pola oenqeluaran konsumen
Adanva beberaoa oemasok vana berada di luar daerah
Adanva komoetitor
Peluana munculnva oesaina baru cukuo besar
Kondisi iklim dan cuaca vana tidak daoat diorediksikan
Adanva kerusakan alam dan linakunqan
Jumlah
107
Dilihat dari matrik EFE identifikasi peluang yang paling besar adalah pada
aspek pelanggan, yaitu : pangsa pasar yang masih luas dengan skor 0,225.
Pangsa pasar yang masih luas merupakan peluang yang sangat besar ha! itu
dikarenakan produksi nasional madu diperkirakan 8.800 ton/tahun sedangkan
permintaan konsumen akan kebutuhan madu semakin meningkat sekitar
25.000 ton/tahun. Apiari hanya mampu menghasilkan madu sekitar 75
ton/tahun, maka dari itu masih banyak peluang pasar bagi Apiari dalam
mengembangkan usahanya.
Pada aspek pemerintah/politik faktor yang berpengarun adalah kebijakan
pemerintah yang mendukung budidaya lebah dengan skor 0,155. Salah satu
bentuk dukungan pemerintah dengan mengadakan pelatihan perlebahan yang
bekerja sama Perlebahan Nasional (PUSBAHNAS)
di bawah naungan
Departemen Kehutanan dan dukungan pemerintah mengenai perlindungan
alam/hutan yaitu peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 28 tahun
1985 "Tentang Perlindungan Hutan".
pada aspek teknologi yang paling berpengaruh adalah konsentrasi pada
penyempumaan teknologi kecil bukan pada penemuan besar dengan skor
0, 182. Artinya Apiari memiliki peluang yang besar untuk menggunakan
teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan Apiari, misalnya
Apiari mengunakan proses mekanisasi pada saat pengemasan untuk agar
proses pengemasan meajadi lebih efektif selain itu hendaknya Apiari
108
mengembangkan inseminasi buatan ratu agar Apiari dapat menambah jumlah
koloni lebah.
Pada aspek sosio ekonomi yang memiliki peluang besar adalah
pertumbuhan penduduk yang pesat dengan skor 0,629. Pertumbuhan
penduduk yang pesat dapat meningkatkan volume peruualan. Indonesia
sebagai negara berkembang dengan tingkat penduduk Indonesia pada tahun
2000 adalah 203.025.313 jiwa (BPS, 2000) maka Indonesia merupakan
konsumen potensial.
Sedangkan pada aspek pemasok dan aspek perantara pemasaran samasama memiliki peluang yang besar karena masing-masing teridentifikasi satu
peluang, untuk pemasok dengan skor 0,171 dan perantara pemasaran 0,169.
Terjalin hubungan baik dengan pemasok (peternak lebah) yang dibina Apiari
Begitu juga dengan aspek alam
memiliki
peluang yang sangat
berpengaruh dengan skor 0,187, yaitu : banyaknya keanekaragaman flora di
Indonesia. Ini merupakan peluang yang sangat besar dikarenakan sumber
pakan Jebal1 yang berupa nektar dan tepw1g sari berasal dari tanaman, semakin
banyak tanaman maka akan semakin banyak pakan lebah yang tersedia dan
hal itu akan mempermudah Jebah dalam mencari pakan yang dibutuhkannya.
Sedangkan identifikasi ancaman yang paling besar pada aspek alam,
yaitu : adanya kerusalrnn alam dan lingktmgan dengan skor 0,210. Hal ini
dikarenakan peternak lebah yang masih menggunakan sistem ternak
sederhana gelodog, beternak dengan cara melubangi sebatang pohon untuk
109
tempat tinggal koloni lebah, ha! ini merusak alam. Begitu juga dengan adanya
penebangan hutan sembarangan dapat merusak lingkungan hutan yang mana
hutan adalah sumber pakan bagi lebah.
Pada aspek teknologi ancaman yang terbesar adalah Laju percepatan
perubahan teknologi yang cepat dengan skor 0,129. Laju percepatan
perubalmn teknologi akan menjadi ancaman bagi Apiari untuk mengimbangi
ha! itu Apiari hendaknya melakukan penyempurnaan teknologi yang dimiliki
agar Apiari dapat menggmiakan teknologi tepat guna sesuai dengan
kebutuhannya.
Pada aspek sos10 ekonomi ancaman yang besar adalah pertumbuhan
ekonomi yang tidak stabil dengan skor 0,171. Madu aclalahfood supplement
yang bukan kebutuhan primer yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat jika
membutuhkannya, maka dengan semakin meningginya kebutuhan primer
masyarakat akan semakin rendah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi
madu.
Untuk aspek pemasok ancaman yang besar karena adanya beberapa
pemasok yang berada diluar daerah dengan skor 0,143. Pemasok yang berada
diluar daerah merupakan ancaman dikarenakan ada.nya kemungkinan
keterlambatan pengiriman sehingga dapat mengganggu proses pemasaran.
Untuk aspek pesaing ancaman yang besar yaitu: ada kompetitor dengan
skor 0,153. Peluang pemasaran madu sangat besar karena untuk pasar lokal,
produsen madu yang sudal1 ada belum dapat memenuhi secara keseluruhan,
110
maka dari itu peluang munculnya pesaing baru sangat memungkinkan dan ini
merupakan ancaman bagi Apiari yang merupakan salah satu unit usaha yang
bergerak pada pembudidayaan dan pemasaran produk-produk perlebahan.
Dilihat dari jumlah skor matrik EFE 4,018 diatas rata-rata (3,0), ha! ini
menunjukan perusahaan secara efektif memanfaatkan peluang yang ada dan
meminimalkan pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal perusahaan.
3. ANALISIS SWOT
Setelah diperoleh identifikasi kekuatan dan kelemahan internal serta
peluang dan ancaman eksternal unit usaha Apiari Pramuka, maka dapat
disusun suatu matrik SWOT sehingga diperoleh gambaran tentang kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman unit usaha Apiari Pramuka serta altematif
strategi yang akan diambil.
Pendekatan matrik SWOT memberikan empat alternatif strategi, yaitu
strategi S-0, strategi S-T, strategi W-0 dan strategi W-T. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada lampiran 13.
a. Strategi S-0
Strategi
1111
dibuat
dengan
menggunakan
kekuatan
untuk
memanfaatkan peluang, maka alternatif strategi yang ada untuk strategi
SO adalah:
111
I) Strategi Penetrasi Pasar
Strategi penetrasi pasar adalah mencari pangsa pasar yang lebih
besar untuk produk atau jasa yang sudah ada (David, 2004). Ada tiga
pendekatan dalam strategi pasar (Kotler & AB. Susanto, 2000):
a) Meyakinkan pelanggan/konsumen untuk membeli produk lebih
ban yak
b) Meyakinkan
pelanggan/konsumen
tentang,
manfaat
dari
produknya.
c) Menarik pelanggan/konsumen pesaing untuk beralih ke mereknya.
Strategi penetrasi pasar dapat diterapkan pada. unit usaha Apiari
Pramuka. Penerapan strategi pasar yang dilakukan oleh Apiari
Pramuka dapat diterapkan dengan beberapa earn:
a) Meyakinkan pelanggan untuk membeli produknya lebih banyak.
Dapat dilakukan dengan cara memperbanyak kuantitas produkproduk perlebahan, sehingga berapapun jumlah yang dibutuhkan
konsumen
Apiari
dapat
memenuhinya.
Dengan
begitu
mengharuskan Apiari untuk meningkatkan kapasitas produksinya
agar dapat memenuhi pe1mintaan konsumen, untuk meningkatkan
kapasitas produksi harus didukung dengan biaya dan modal
sendiri, kemampuan teknis produksi yang tinggi dan penggunaan
teknologi tepat guna.
112
b) Menyakinkan pelanggan tentang manfaat dari produknya
Hal ini dapat dilakukan Apiari dengan mempertahankan
keaslian produk dan kualitas produk sesuai standar SIT yang telah
ditcntukan scrla mcmbcrikan infonnasi lcntang manfaat dari
produk yang diproduksinya, hal ini dapat dilakukan dengan
meningkatkan intensitas promosi dengan begitu pelanggan akan
dengan mudah mengetahui manfaat dari produk Apiari.
c) Menarik pelanggan pesaing untuk beralih ke mereknya.
Upaya Apiari untuk menarik pelanggan pesaing beralih ke
mereknya dapat dilakukan dengan tetap mempe:rtahankan keaslian
dan kualitas produk serta menetapkan harga produk yang sesuai
dengan mutu produk, dengan adanya penentuan harga yang sesuai
maka akan menarik pelanggan pesaing untuk beralih kemereknya.
2) Strategi Pcngcmbangan Pasar
Strategi pengembangan pasar adalah memperkenalkan produk
yang sudah ada ke wilayah geografis baru (David, 2000).
Strategi ini cocok diterapkan untuk Apiari kan:na produsen madu
yang ada sekarang ini hanya mampu memenuhi pennintaan konsumen
8.800 ton/tahun, sedangkan pe1mintaan konsumcn akan kebutuhan
madu semakin meningkat sekitar 25.000 ton/tahun.
Dilihat dari pertumbuhan penduduk yang semakin pesat pada
tahun 2000 adalah 203.025.313 jiwa (BPS,2000), maka Indonesia
113
merupakan konsumen potensial dan ha! ini merupakan peluang besar
bagi
Apiari untuk
mengembangkan unit usahanya.
Strategi
pengembangan pasar dapat dilakukan oleh Apiari dcngan cara
memaksimalkan kapasitas produksi madu yang selama ini Apiari
hanya man1pu mcnghasilkan 40 ton/tahun dari total pcrmintaan
konsumen sekitar 75 ton/tahun. Selain meningkatkan kapasitas
produksi Apiari juga harus menggunakan teknologi tepat guna sepcrti
menggunakan mekanisasi pada proses pengemasan, dehidrator dan
ekstraktor elektrik yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan
efesiensi dalam proses produksi. Menambah dan melakukan kerja
sama dengan distributor serta membuka lebih banyak factory outlet
merupakan salah satu cara dalam mcngembangkan pasar.
3) Strategi Pengembangan Produk
Strategi pengembangan produk adalah mencari kenaikan penjualan
dengan memperbaiki produk atau jasa dan teknologi yang sudah ada
atau pengembangan yang baru (David, 2000). Strategi ini
dapat
diterapkan oleh Apiari Pramuka dengan cara melakukan diferensiasi
produk dikarenakan masih banyak keanekaragaman flora yang belum
dieksploitasi yang dapat menghasilkan madu serta meningkatkan hasilproduk perlebahan yang lain seperti wax, propolis, clan koloni lebah.
Serta melakukan kerjasama dengan lembaga penelitian dalam
mengembangkan produk.
114
b. Strategi S-T
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki
perusahaan tmtuk mengatasi ancaman, maka alternatif' strategi yang ada
unluk ini, ialah:
l) Menggunakan teknologi tepat guna, ha! ini dilakukan oleh Apiari
dengan cara merubah proses pengemasan yang manual kedalam proses
mekanisasi, memperbaiki bentuk kemasan menjadi lebih menarik,
melakukan inseminasi buatan untuk ratu, penggunaan ekstraktor
elektric pada saat panen.
2) Meningkatkan keunggulan produk melalui kualitas, kuantitas dan
kontiunitas sesuai standar Sil. Mempertahankan kemurnian dan
keaslian madu tanpa harus menurunkan kadar air dalam madu.
Meningkatkan kapasitas produksi agar dapat mempertahankan dan
meningkatkan volume penjualan. Mengatur sistem persedian madu
agar dapat memenuhi kebutuhan madu walaupun di luar musim panen.
3) Strategi integrasi ke depan yaitu : memperoleh kepemilikan atau
meningkatkan kendali atas distributor atau penge1;er (David, 2000).
Strategi ini dapat dilaksanakan dengan menambah kerja sama dengan
pedagang perantara didalam menjual produk Apiari Pramuka.
4) Menambah jumlah fact01y outlet yang ada agair konsumen dapat
dengan mudah membeli produk-produk hasil perlebahan langsung dari
Apiari.
5) Strategi integrasi ke belakang yaitu : mencari kepemilikan atau
meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok. Strategi ini dapat
dilaksanakan dengan menambah atau menjalin ke(ja sama dengan
pemasok yang potensial, ha! ini dilakukan untuk menghindari
keterlambatan pensuplaian pada saat Apiari membutuhkannya serta
mengurangi ketergantungan terhadap rntu pemasok. Sehingga proses
produksi tidak terhambat. Strategi ini dapat juga dilaksanakan dengan
memaksimalkan kapasitas produksi sehingga Apiari dapat mensuplai
sendiri bahan baku yang dibutuhkan.
6) Pertahankan keaslian dan kualitas produk dan harga yang sesuai mutu
produk. Dengan mempe1tahakan keaslian dan kualitas produk maka
konsumen tidak akan mudah berpaling ke produk pesaing, begitu juga
dengan penetapan harga harus sesuai mutu sehingga konsumen tidak
merasa dirugikan.
c. Strategi W-0
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada
dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada, maka altematif strategi
yang dapat digunakan adalah:
l) Memaksimalkan kapasitas produksi sehingga akan menghilangkan
atau mengurangi ketergantungan terhadap pemasok dan dapat
memenuhi permintaan konsumen secara kontiyu.
116
2) Membuat lembaga R&D untuk mengembangkan u:saba atau bekerja
sama dengan lembaga penelitian dalam usaba peningkatan mutu
produk dan menciptakan suatu sistem proses produksi yang tidak
membutuhkan waktu lama.
3) Memperbaiki fasilitas dan bentuk kemasan sehingga lebih menarik dan
proses pengemasan menjadi lebih efektif.
4) Melakukan pelatihan enterprewiersh/f' U11tuk karyawan sehingga
timbuljiwa kewirausabaan pada diri masing-masing karyawan.
5) Mengitensifkan promosi baik dengan kerja sama d.engan pihak yang
memiliki kepentingan yang sama atau dengan melakukannya sendiri
melalui media elektronik atau media cetak sehingga prod.uk semakin
d.ikenal oleh masyarakat luas.
6) Membentuk sistem informasi pemasaran tersendiri untuk perusahaan
sehingga informasi mengenai pemasaran mudab didapat serta diakses
oleh bagian pemasaran sehingga d.apat digunakan sebagai dasar
pengan1bilan keputusan.
7) Perbaikan sistem pengambil keputusan yang tidak hanya me11U11ggu
top
management/kepala
pimpinan
untuk
memutuskan
segala
sesuattmya.
117
d. Strategi W-T
Strategi meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman, maka
altematif strategi yang dapat diterapkan adalah:
I) Penggunaan
teknologi
tepat
guna
hal
ini
dilakukan
untuk
mengoptimalkan proses produk dan meminimalkan proses produksi
yang lama serta mengantisipasi ancaman laju pertumbuhan dan
perubahan teknologi yang cepat.
2) Memaksimalkan kapasitas produksi, sehingga dapat memenuhi
pem1intaan konsumen secara keselurnhan.
3) Menjalin kerja sama dengan pemasok dalam menjaga kualitas,
kuantitas dan kontiunitas bahan baku yang dibutuhkan.
4) Memperluas pemasaran pada wilayah-wilayah potensial
5) Mengintensifkan promosi.
6) membuat lembaga R&D untuk mengembangkan usaha atau bekerja
sama dengan lembaga penelitian didalam menemukan inovasi atau
dalam mengembangkan usaha.
4. Analisis Bauran Pemasaran
Strategi pemasaran yang dijalankan oleh Unit Usaha Apiari Pramuka
dapat diuraikan menurut konsep balll'an pemasaran, yaitu : bauran produk,
bauran harga, bauran distribusi dan bauran promosi.
118
a. Bauran Produk
Dalam bauran produk ada beberapa ha! yang l\arus diperhatikan,
yaitu: mutu produk, keragaman produk, merek produk, kemasan dan
ukuran produk
1) Mutu Produk
Keaslian dan kualitas produk Apiari Pramuka dapat dibuktikan ha!
tersebut sudah dibuktikan melalui uji coba laboratorium yang bekerja
sama dengan jurusan Kimia FMIPA !PB. Hasil analisis uji coba madu
dapat dilihat pada tabel 9 di bawah ini
Tabel 9
Hasil Analisis
... ... Madu
.... ...
NO
......
·----·-
-------
1
2
-oo-o=o-.=:=-==:=o·.c·~~"-
PARAMETER
..
..... ---·- ·--
--
PERSY ARA TAN
SII-86
.......... ------------
--··-
Kadar air
Keasaman
Enzim diastase
Hidroksimetil
rurfural
--5 Kadar abu
6
Gula oereduksi
Sukrosa
7
8
Padatan tak
la rut
9 Asam benzoat
----·
10 Logam:
Fe(ppm)
Zn
Pb
Cu .•
....
3
4
---------------~--·
1
2
--------·-- ·-·
21.68
18.85
13.97
8.94
-
Maks. 25%
Maks. 40 ml NaOh 1
N/kg____ ..
Min.3 DN
Maks. 40 mg/kg
.....
,.,
--·
-----
-- ·-··
---·-·
SAMPEL
- ---··--
"
6.06
0.23
3
18.85
20.03
4
20.31
7.65
·-·- ,o,,·o··
5
24.78
5.6
------------..··---- - ---- .. ··-·--- ---.--------.-•33.94
5.31 - - 4.51
19.17
- - - ·----------'"''""
0.19
9.53
1.65
0.15
0.23
0.27
0.11
73.83
69.74
73.66
·-------·
4.96 ·-------------·
2.19 -----------·3. 14 '
0.02
0.04
0.03
------------~-
Maks. 0.5 %
Min. 60%
Maks.10%
Maks. 0.5 %
0.30
67.82
2.80
0.03
0.28
74.27
2.28
0.02
-
-
-
-
-
-
0.50
1.03
0.82
1.93
0.37
0.79
0.64
1.22
1.02
8.62
0.25
0.02
-
--
.
-
Sumbcr : Apiari pramuka, Cibubur Jakarta Timur, 1999.
119
2) Keragaman Produk
Selain produk madu, Apiari pramuka juga rnemproduksi lilin
malam (Wax), propolis, racw1 lebah (Bee venom) dan koloni lebah.
Namun penjualan Jilin malam dan propolis dilakukan hanya
berdasarkan permintaan hal tersebut dikarenakan pihak Apiari
Pnm1uka belum dapat memproduksi secara kontinu dan harga tersebut ·
relatif lebih mahal di banding dengan produk lebah lainnya.
Untuk racilll lebah (Bee venom) digunakan untuk pengobatan
sengatan lcbah untuk koloni lebah dijual per kotak dan setiap kotak
bcrisi 300 lcbah yang terdiri dari ratu, pejantan dan kbah pekerja.
3) Merck Produk
Produk Apiari di beri nama merk "MADU APIARI PRAMUKA".
Mcrek diletakkan pada label botol madu yang akan dijual.
4) Kemasan dan Ukuran Produk
2cngemasan madu dimasukan dalam botol dengan berbagai
ukw·an. Untuk ukuran isi botol terdapat perbedaan antara yang di jual
langsilllg ke konsW11en dengan yang di jual kepada agen perantara
(pengecer). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 10.
b. Bauran Harga
Harga merupakan bauran pemasaran yang mendatangkan penghasilan.
Pcnctapan harga mempakan suatu keputusan bauran pemasaran yang
sang:at mencntukan. karcna harga dapat mempengaruhi tingkat keuntungan
120
yang diperoleh perusahaan. Perusahaan harus memikirkan lebih lanjut
strategi penetapan harga untuk memperlancar penjualan produknya.
Kebijakan
harga yang ditetapkan oleh perusahaan akan berpengaruh
kepada pelanggan, pesaing dan konsumen akhir. Tujuan dari penetapan
harga yang dilakukan oleh Unit usaha Apiari Pramuka adalah agar Apiari
dapat mencapai keuntungan bersih sebesar 10%.
Ada beberapa unsur yang diperhatikan dalam penetapan bauran harga,
yaitu prosedur penetapan harga, penrntuan harga produk yang sesuai mutu
dan potongan harga (discount). Penetapan harga jual yang dilakukan Unit
usaha Apiari Pramuka adalah dengan metode harga biaya plus (cost plus
pricing method), yaitu harga jual per unit ditentukan dengan menghitung
jumlah seluruh biaya produksi per unit ditambah margin keuntungan yang
diinginkan. Penentuan harga juga disesuaikan dengan mutu produk,
ukuran (volume) produk dan jenis produk, untuk lebih jelas mengenai
harga-harga produk Apiari Pramuka dapat dilihat pada tabel 10. Jika
dibandingkan dengan unit usaha madu yang lainnya harga yang ditetapkan
Apiari Pramuka sebanding dan sesuai dengan mutu, ukuran (volume) dan
jenis produk, untuk lebih jelas harga mengenai pesaing madu dapat dilihat
pada lampiran 12.
Potongan harga (discount) digunakan untuk penjualan kepada agen
perantara, yaitu Apiari Pramuka memberikan discount sebesar I 0% dari
harga normal atau harga penjualan ke konsumen yang telah ditentukan.
121
Untuk lebih jelas penentuan harga dapat dilihat pada tabel 10. Discount
diberikan oleh Apiari untuk setiap pembelian madu minimal 6 botol madu
untuk semua jenis madu dan untuk semua jenis ukuran
Tabel 10
p
Daf tar Harga en.1ua Ian Md
a u, Kemasan Dan Ulmran p ro duk
NO
l
2
3
4
5
6
JENlSMADU
Bunga Kapuk/Karet :
Ukurnn 3 KG/botol
Harga Agen
Harga Satuan
(DalamRuoiah)
Harga Konsumen
Harga Satuan
(Dalam Ruoiah)
l 10.000
l 10.000
Ukuran 600 ML/botol
Ukuran 350 ML/botol
Ukuran 300 ML/botol
35.000
-
35.000
20.000
17.500
-
Ukuran 100 ML/botol
Ukuran curah (kiloan) min 100 KG
Bunga Mangga/Lokal/Mahoni I
Jamblang/Belimbing/Multiflora/Kopi/
Jambu Mede/Coklat/Durian/Apel
Ukuran 3 KG/botol
Ukuran 600 ML/botol
Ukuran 350 ML/botol
Ukuran 300 ML/botol
Bunga Klengkeng/Sonokeling:
Ukuran 3 KG
Ukuran 600 ML/botol
Ukuran 350 ML/botol
Ukuran 300 ML/botol
Madu Super (madu + tepung sari+
royal jelly) :
Ukuran 3 KG
Ukuran 600 ML/botol
6.000
35.000
6.000
35.000
110.000
35.000
i 10.000
35.000
20.000
Ukuran 350 ML/botol
Ukuran 300 ML/botol
Madu Royal jelly (madu +royal jelly) :
Ukuran 3 KG
Ukuran 600 ML/botol
Ukuran 350 ML/botol
Ukuran 300 ML/botol
Madu Pollen (madu + tepung
sari)/Nanas/Rambutan/Kaliandrn :
Ukuran 3 KG
Ukuran 600 ML/botol
17.500
-
125.000
45.000
140.000
45.000
27.500
22.500
-
140.000
45.000
140.000
45.000
-
27.500
22.500
-
125.000
40.000
125.000
40.000
25.000
20.000
-
125.000
40.000
125.000
40.000
-
122
I
7
Ukuran 350 ML/botol
Ukuran 300 ML/botol
Bee Pollen (tepung sari bunga)
Ukuran I Ons (butiran/granular)
Ukuran I KG (butiran/granular)
Ukuran Pies 75 Gr (tepung halus)
Ukuran I KG (tepung halus)
8
9
IO
11
Royal Jelly :
Ukuran I KG
Ukuran 250 Gram
Ukuran 75 Gram
Ukuran 25 Gram
Madu Parcel
Selai Pollen
Madu Dalam Sarang :
Ukuran pies besar
Ukuran pies sedang
Ukuran oles kecil
-Sumber : Unit Usaha Apian Pramuka, 2003
-
25.000
20.000
-
25.000
25.000
250.000
30.000
400.000
250.000
30.000
400.000
1.600.000
400.000
120.000
40.000
20.000
40.000
1.600.000
400.000
120.000
40.000
20.000
40.000
100.000
80.000
75.000
100.000
80.000
75.000
c. Bauran Distribusi
Jalur pemasaran Unit Usaha Apiari Pramuka dilakukan oleh 2 jalur
pemasaran yang dapat dilihat pada gambar 7 di bawah ini.:
Produsen
a..,._ _ _ _
...-~~~~~~~~-~--.1-~_.·~nsumen
_.1----+-I
Agen Perantara/Pengecer
J .
I
Gambar 7: jalur distribusi Apiari Pramuka
Jalur pertama, konsumen membeli langsung ke produsen (Unit Usaha
Apiari Pramuka)karena apiari memiliki factory outlet sendiri dan karena
Apiari sudah memiliki pelanggan tetap yang datang atau membeli
langsung kefactory outlet Apiari.
Jalur kedua, produsen menjual ke agen perantara/pengecer yang
seterusnya menjualnya ke konsumen. Umumnya agen perantara/pengecer
121
adalah toko-toko, apotik, koperasi, dan beberapa mini market. Pemilihan
agen
perantara/pengecer
menguntungkan
dan
oleh
membantu
Apiari
Pramuka
Apiari
dianggap
Pramuka,
karena
sangat
agen
perantara/pengecer membantu menyalurkan produk dan membentuk
komponen penting dari sistem penyerahan nilai dari sebuah unit usaha
dalam usahanya untuk menciptakan hubungan denga11 pelanggan yang
memuaskan.
Sistem pembayaran yang dilakukan antara Apiari dan pembeli dapat
dilakukan dengan tunai. Pembayaran dengan sistem tunai
dan sistem
kongsinasi. Sistem tunai berlaku bagi pembeli yang melakukan transaksi
pembeli langsung di factory outlet miliki Apiari Pramuka. Sedangkan
sistem pembayaran kongsinasi berlaku untuk agen perantara/pengecer,
yaitu pembayaran dilakukan setelah produk yang diambil laku terjual,
dengan periode pembayaran yang telah disepakati dan waktu yang
disepakati, sistem pembayaran ini tidak terlalu menguntungkan, karena
adanya sistem tunggu pembayaran dan Apiari Pramuka akan menerima
pembayaran jika produk yang diambil oleh agen perantara/pengecer laku
terjual dengan periode pembayaran yang telah disepakati dan waktu yang
disepakati.
124
d. Bauran Promosi
Promosi dilakukan melalui brosur, media cetak. dan elektronik.
Promosi yang dilakukan melalui media elektronik dilakukaan Apiari
Pramuka dengan sistem kerja sama dengan pihak-pihak tertentu yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama dengan Apiari.
C. IPilihan Alternatif Strategi
1. Alternatif Strategi Jangka Pendek
Berdasarkan hasil wawancara dan hasil kuesioner unit usaha Apiari
Pramuka, maka alternatif pilihan strategi bauran pemasaran (marketing mix)
terpenting yang harus mendapatkan fokus perhatian dari pengusaha adalah
bauran produk dan bauran promosi. Bauran produk yang perlu dipertahankan
adalah keaslian dan kualitas produk dan melakukan diferensiasi produk serta
memperbaiki kemasan produk agar menjadi lebih menarik. Untuk bauran
promosi hal yang harus diperhatikan adalah dengan mengintensifkan promosi
agar masyarakat lebih mengenal produk-produk Apiari. Promosi dapat
dilakukan melalui media cetak atau elektronik dan promosi bisa juga
dilakukan cara kerja sama dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai
kepentingan dan tujuan yang sama dengan Apiari.
Pilihan alternatif strategi jangka pendek yang disarankan kepada unit
usaha Apiari Pramuka dengan menjalankan strategi-strategi yang telah
direkomendasikan dalam matrik SWOT,
yailu pemilihan strategi jangka
pendek disesuaikan dengan faktor-faktor kekuatan yang dimiliki oleh Apiari
125
dengan cara mengeksploitasi kekuatan dan peluang yang dimiliki, sehingga
dalam waktu yang relatif singkat Apiari dapat mengembar.gkan usaha, maka
pilihan alternatif strategi untuk jangka pendek adalah sebagai berikut:
a. Strategi penetrasi pasar
b. Strategi pengembangan pasar.
c. Strategi pengembangan produk.
d. Memaksimalkan kapasitas produksi.
e. Memperbaiki fasilitas dan bentuk kemasan.
f.
mengintensifkan promosi.
g. Melakukan pelatihan enterpreneurship untuk karayawan.
h. Perbaikan sistem pengambilan keputusan.
1.
Pemanfaatan teknologi tepat guna.
j.
Meningkatkan keunggulan produk dengan mempertahankan kualitas dan
keaslian produk.
k. Menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok untuk menjaga kualitas,
kuantitas dan kontiunitas bahan baku yang dibutuhkan.
I.
Memperluas pasar pada wilayah-wilayah potensial.
Semua strategi ini dapat dilaksanakan Apiari dikarenakan adanya faktor
kekuatan dan faktor peluang yang sebelumnya sudah teridentifikasi.
126
2. Alternatif Strategi Jangka Panjang
Alternatif strategi jangka panjang yang disarankan kepada unit usaha
Apiari Pramuka, adalah strategi yang direkomendasikan dalam matrik SWOT,
yaitu dcngan mcnggunakan stratcgi-stratcgi yang mcmbutuhkan invcstasi
besar. Beberapa alternatif strategi jangka panjang yang direkomendasikan,
yaitu:
a. Membuat lembaga R&D untuk mengembangkan atau bekerja sama
dengan
lembaga penelitian dalam usaha peningkatan mutu
dan
menciptakan suatu sistem proses produksi yang tidak membutuhkan waktu
Jama.
b. Membentuk sistem pemasaran informasi tersendiri untuk perusahaan
sehingga informasi mengenai pemasaran mudah didapat serta diakses oleh
manajemen
pemasaran
sehingga
dapat
digunakan
sebagai
dasar
pengambilan keputusan.
c. Melakukan strategi integrasi ke depan.
d. Menambahjumlah/actory outlet.
e. Melaknkan strategi integrasi ke belakang.
127
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kcsimpulan
I. Apiari Pramuka adalah salah satu unit usaha yang bergcrak dalam bidang
budidaya dan pemasaran produk-produk basil perlebahan. Hasil perlebahan
yang diproduksi adalah lilin malam, Bee venom, propolis,, koloni lebah, dan
madu.
2. Identifikasi faktor internal perusahaan meliputi kekuatan dan kelemahan
terdiri dari empat variabel yaitu: keuangan, produksi, sumber daya manusia
dan pemasaran. Sedangkan identifikasi faktor eksternal meliputi peluang dan
ancaman terdiri dari delapan variabel yaitu: pemerintah/politik, pelanggan,
teknologi, sosio ekonomi, pemasok, perantara pemasaran, pesaing dan alam.
3. Dilihat dari total skor matrik !FE yaitu: 4,292 diatas rata-rata (3,0)
menunjukkan perusahaan memiliki posisi internal yang kuat, artinya
lingkungan internal Apiari Pramuka yang berupa keuangan, produksi,
sumber daya manusia/organisasi dan pemasaran yang kuat serta dapat
mempermudah Apiari Pramuka dalam mengembangkan usahanya kearah
yang lebih baik. Sedangkan dilihat dari total skor matrik EFE 4,018 diatas
rata-rata (3,0),hal ini menunjukkan perusahaan secara efoktif memanfaatkan
peluang yang ada dan meminimalkan pengaruh negatif potensial dari
ancaman eksternal perusahaan.
4. Bauran pemasaran yang dilakukan Apiari meliputi: Bauran produk .
Bauran produk yang harus mendapat perhatian, yaitu mutu produk,
keraganrnn produk, merek produk kcmasan dan ukuran produk. Bauran
harga, hal yang harus diperhatikan penetapan harga, penetapan harga yang
sesuai mutu produk dan potongan harga. Penetapan harga j ual yang
dilakukan Unit Usaha Apiari Pramuka dengan metode harga biaya plus dan
potongan harga digunakan untuk penjualan kepada agen perantara sebesar
I 0%. Bauran distribusi, terdapat dua jalur distribusi, pertama konsumen
membeli langsung ke Apiari, kedua produsen menjual ke agen perantara
yang setemsnya menjualanya ke Konswnen . Bauran promosi dilakukan
melalui media cetak atau elektronik atau bisa juga bekerja sama dengan
pihak yang mempunyai kepentingan yang sama.
5. Pilihan altematif strategi untuk bauran pemasaran yang harus mendapat
perhatian adalah bauran produk dan bauran promosi.
6. Pilihan alternatif strategi untuk jangka pendek yang disarankan kepada unit
usaha Apiari pramuka dengan menjalankan strategi yang sesuai dengan
faktok-faktor
kekuatan
dan
peluang
yang
dimiliki
dengan
cara
mengeksploitasi peluang dan kekuatan yang dimiliki sehingga seperti yang
direkomendasikan dalam matrik SWOT, sehingga dalam jangka pendek
Apiari dapat memperbaiki usahanya.
129
7. Pemilihan altematif strategi jangka panjang berdasarkan alternatif strategi
yang telah direkomendasikan dalam matrik SWOT, yaitu alternatif strategi
yang memiliki investasi besar dan mempunyai waktu yang relatif lama
sehingga dalam jangka waktu panjang altematif ini sangat berpengaruh
dalarn pemgembangan usaha Apiari
B.
Saran
Untuk jangka pendek hendaknya Apiari melaksanakan strategi yang
telah direkomendasikan dalam matrik SWOT, yaitu :
1.
Memaksimalkan kapasitas produksi yang dimilikinya sehingga dapat
mengurangi ketergantungan terhadap pemasok dan dapat memenuhi
permintaan konsumen secara kontiyu. Untuk memaksimalkan kapasitas
produksi hendaknya Apiari menggunakan teknologi tepat guna didalam
usahanya, seperti penggunan ekstraktor elektrik pada saat panen,
penggunaan alat dehidrator, inseminasi buatan untuk ratu dan mekanisasi
proses pengemasan. Selain itu peningkatan kualitas dan mempertahankan
keaslian produk, dengan tetap menggunakan standar Sil yang telah
ditetapkan dan menjalin ke1ja sarna yang baik dengan pemasok dalam
menjaga kualitas, kuantitas dan kontiunitas bahan baku yang dibutuhkan.
2.
Melakukan strategi penetrasi pasar dengan cara meyakinkan pelanggan
untuk membeli produk lebih banyak, meyakinkan pelanggan tentang
manfaat clari produknya dan menarik pelanggan pesaing untuk beralih ke
130
mereknya. Selain itu dapat dilakukan strategi pengembangan pasar dan
pengembangan produk dengan cara memperluas pemasaran pada wilayahwilayah potensial dan melakukan diferensiasi produk.
3.
Perbaikan aspek sumber daya manusia seperti: melakukan pelatihan
entrepreuneurship untuk karyawan sehingga timbul jiwa kewirausahaan
pada diri masing-masing karyawan serta perbaikan sistem pengambilan
keputusan sehingga tidak menunggu top management dalam mengambil
keputusan
Untuk jangka panjang hendaknya Apiari melaksmrnkan strategi yang
direkomendasikan dalmna matrik SWOT seperti :
1. Melakukan strategi integrasi ke depan, dengan cara menambah kerja sama
dengan agen perantara/pengecer dan menambah jumlah.fc1c/01y outlet yang
telah ada dan melaksanakan strategi ke belakang, dengan cara menambah
kerja sama dengan pemasok sehingga mengurangi ketergantungan terhadap
satu pemasok.
2. Membuat lembaga R&D atau bekerja sama dengan lembaga penelitian
untuk meningkatkan mutu dan menciptakan sistem proses produksi yang
tidak membutuhkan waktu lmna
3. Membentuk sistem informasi pemasaran, sehingga informasi yang
diperoleh dapat digunakan olch bagian pcmasarm1 unr:uk dijadikan dasar
dalmn pengmnbilm1 keputusan
131
DAFTAR PUSTAKA
Analisis Usaha Madu, Http:\www.bi.go.id. 23 Desember 2003
Badriyah, Strategi Optimalisasi produksi Madu Kemasan pada Pusat Perlebahan
Nasional Parung, Bogor. ( Bogor: Jurusan Sosial Ekonomi lndustri Pertanian
Fakultas Pertanian !PB, 2003)
Biro Pusat Statistik. Laporan perekonomian Indonesia 2002 (Jakarta: BPS 2002)
David, Fred R. Manajemen Strategi (konsep),Ed 7 (Jakarta: Prehallindo, 2004)
Devi Indriani, Theresia. Analisis Strategi Pemasaran Distributor Buah Segar 'Studi
Kasus pada PT Moena Putra Nusantara, Jakarta. ( Bogor: Jurusan Ilmu Sosial
Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, 2002)
Fatimah. Analisis Bauran Pemasaran Telur Asin Brebes 'Studi Kasus di Kelurahan
Brebes dan Kelurahan Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah'.
(Bogor: Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Pertanian . Fakultas Petianian IPB 2002)
Fitriana, Elvia. Analisis Strategi Pemasaran Buah Segar 'Studi Kasus Di Toko Buah
"Tropis'', Bekasi' (Jakarta: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas
Pertanian Borobudur 1997)
Hartyasning. Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Produk Bihun Instan pada PT
Kuala Pangan, Citereup Bogor ( Bogor : Jurusan Ilmu Sosial Pertanian,
Fakultas Pertanian IPB, 2001)
Hunger, J David. Thomas L Whelen. Manajemen Strategi ( Y ogyakarta: Adi
Yogyakarta, 2001)
Keajaiban Lebah Madu, Http:/ahanifah.blogspot.com. 05 Agustus 2004.
Kinner, Thomas C. James R Taylor. Rise/ Pemasaran Pendekatan Terpadu. Jilid I.
Ed. 3 ( Jakarta: Erlangga, 1988)
Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran, Analisis, Permasalahan, Jmplementasi dan
Kontrol, Jilid I Ed. 9 (Jakarta: Prehallindo, 1999)
--~
AB Susanto. Manqjemen Pemasaran di Indonesia (Jakarta: PT Gramedia
Utama, 2000)
132
___ ,Garry Amstrong. Dasar-dasar Pemasaran: principle o.fmarketing (Jakarta:
Prehalindo, 1997)
KWARNAS Pramuka, Sejarah singkat Pusat Apiari Pramuka Th. 1971-1982 (Jakarta:
KW ARNAS Pramuka, 1989)
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 1985 Tentang Perlindungan Hutan
(Departemen Kehutanan RI)
Pusat Perlebahan Pramuka, Petunjuk Petemak Lebah Keluarga Lebah /Koloni
(Jakarta: Apiari Pramuka, 2002)
___, Lebah Madu, Cara Beternak dan Pemanfaatan (Jakarta: Penebar Swadaya,
2003)
--~
Sekelumit Informasi dan Manfaat Madu Sebagai Food Suplement dan Obat,
Bee pollen Sebagai Intisari Kehidupan, Royal jelly Sebagai Natural Health
Food (Jakarta: Apiari Pramuka, 2002)
Pusat Penelitian Kependudukan UGM, Proyeksi Penduduk Indonesia 1990-2050
(Yogyakarta: Universitas Gajahmada, 1992 )
Rangkuti, Fredy. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis Reorientasi Konsep
Perencanaan Strategi Untuk Menghadapi Abad 21 (Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama, 2002)
Soerodjotanojo, Dkk. Membina Usaha Jndustri Ternak Lebah Apis Melifica (Jakarta:
Balai Pustaka, 1980)
Salim, Ahmad. Analisis Strategi Pemasaaran Ekspor Crude Palm Oil (CPO)
Indonesia 'Studi Kasus Kantor Pemasaran Bersama PT. Perkebunan
Nusantara' (Jakarta: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Sains Dan
Teknologi UIN 2004)
Wawas, Dede. Analisis Strategi Pemasaran Susu Segar Dalam Upaya Peningkatan
Nilai Volume Penjualan 'Studi Kasus Pada Perusahaan Susu Yakoob
Zmistan' (Jakarta: Jurusan Sosial Ekonomi Pe1ianian. Fakultas Pertanian
Borobudur 2003)
Yusanto, Ismail, et all. Menggagas Bisnis Islami (Jakarta: Gema Insani Press, 2002)
133
Lampiran 1:
KUESIONER UNTUK MATRIKS EFE IFE
I. Pemberian Nilai Peringkat Terhadap Kelmatan
Responden :
Jabatan
•!• Petunjuk pengisian
Pemberian nilai peringkat didasarkan pada kekuatan perusahaan dibandingkan
dengan pesaing utama atau rata-rata industri dengan cara memberikan tanda (-.J)
pada pilihan bapak/ibu.
Pemberian nilai peringkat didasarkan pada keterangan berikut :
>
Nilai 5: Jika faktor tersebut sangat baik dibandingkan dengan perusahaan
pesaing.
>
Nilai 4: Jika faktor tersebut diatas rata-rata baik bila dibandingkan
dengan perusahaan pesaing.
>
Nilai 3: Jika faktor tesebut rata-rata baik bila dibandingkan dengan
perusahaan lain.
>
Nilai 2: Jika faktor tersebut dibawah rata-rata baik bila dibandingkan
dengan perusahaan lain.
>
Nilai 1: Jika faktor tesebut sangat buruk bila dibandingkan dengan
perusahaan lain.
Menurut bapak/ibu bagaimana kondisi perusahaan bila dibandingkan dengan
perusaan pesaing utama atau rata-rata industri dalam ha! faktor-faktor kekuatan
yang dimiliki perusahaan :
134
5
FAKTOR PENENTU
I
Nilai
pcnjuahm
semakin
meningkat
Adanva biava dan modal sendiri
Kondisi keuangan perusahaan
vang stabil
v
2 3
'
v
tinooj
Produksi vang tcoat waktu
Fasilitas eroduksi yang modern
Adanya pekerja yang teran1pil dan
bcroengalan1an
Menciptakan lapangna kerja yang
oroduktif
Kcpcn1impinan yang handal
Kuruawan vane sctia
Rcsponsif karyawan terhadap
pcrubahan
Jalur distribusi vmrn: cfcktif
Memiliki facton• outlet sendiri
\
'/
'
v
I
2 3
"
\
I
2
4 5
I
2
3 4
5 I
2 3
'/
' v
'
v '/
v
" '/
"v
\
'
\
"
\
v
"'/v
'
\
"
'/
v
3
5
"
'
v v
"
Produk yang asli dan berkualitas
Sistem pclayanan yang baik
Adanya penentuan harga produk
vanu: scsuai mutu oroduk.
" '' "
v \ v ' v
" v \ '/v
v
4
3 4
\ v
"v
v
Adanxa Eangsa oasar vang iclas
2
' v \ vv v
'
"' "
v
I
v ' v
'/
Kemampuan teknis produksi yang
4 5
v
'/
"
"
v
2. Pemberian Nilai Peringkat Terhadap Kelemahan
Pemberian nilai peringkat didasarkan pada keterangan berikut :
)>
Nilai 5: Jika faktor tersebut sangat lcmah dibandingkan dengan perusahaan
pesaing.
)>
Nilai 4: Jika faktor tersebut diatas rata-rata lemah bila dibandingkan
dengan perusahaan
pesaing.
)>
Nilai 3: Jika faktor tesebut rata-rata lemah bila dibandingkan dengan
perusahaan lain.
)>
Nilai 2: Jika faktor tersebut dibawah rata-rata lemah bila dibandingkan
dengan perusahaan
lain.
)>
Nilai 1:Jika faktor terse but sangat tidak lemah bila dibandingkan dengan
perusahaan lain.
135
4 5
Menurut bapak/ibu bagaimana kondisi perusahaan bila dibandingkan dengan
pernsahaan pesaing utama atau rata-rata industri dalam hal faktor kelemahan
yang dimiliki pernsahaan berikut :
I
2
5
3
4 5
~
~
~
~
FAKTOR PENENTU
Adanya sisten1 bagi ha<>il
penjualan /laba dcngan
KWARNAS
Alokasi modal kcrja dan
investasi vanf! kecil
Produksi
yang
I
2
4
3
4 5
I
2
3
3
I
2
4 5
l
2. 3 4 5
I
2 3 4 5
'i
v
'i
v v
v
v v
'i
'i
'i
bergantung pada musim
v v v v v
Proses produksi lama
Belum ada lcmbaga R&D
dalam mcngembangkan
us aha
pengemasan
Fasilitas
van!! manual
Kapasitas
produksi
belum maksin1al
Unit usaha yng masih
dibawah
naungan
KWARNAS
Pengambilan keputusan
vane bersifat sentralisasi
Kurangnya
wawasan
enJrepreuneur
dari
karvawan
belum
Promosi
intensif/kurang
Kurang inovatif dalam
mengemas produk
Pemasaran
beIum
optimal
Bel um adanya sistem
pe1nasaran
infonuasi
tersendiri
pad a
'i
'i
'i
'i
'i
v v
v
"
v
'i
'i
'i
'i
'i
'i
'i
v
v
'i
v
v
"
v v
'i
'i
'i
'i
v
'i
v
v
'i
v
'i
v
'i
'i
'i
v v v
v v
v
v
v
"
v v
oerusahaan
3. Piemberian Nilai Peringkat Terhadap Peluang
Pembedan nilai peringkat didnsarknn padn keterangnn berikut ;
)»
Nilai 5: Jika perusahaan mempunyai kemampuan
yang hebat (amat baik)
dalam meraih peluang tersebut.
J» Nilai 4: Jika perusahaan mempunyai kemampuan
yang
diatas rata-rata
dalam meraih peluang tersebut.
nli
~
Nilai 3: Jika perusahaan mempunyai kemampuan yang rata-rata dalam meraih
peluang tersebut.
~
Nilai 2: Jika perusahaan mempunyai kemampuan yang dibawah rata-rata
dalam meraih peluang tersebut.
~
Nilai I:
.Tika perusahaan mempunyai kemampuan yang sangat jclck dalam
meraih peluang tersebut.
Menurut bapak/ibu bagaimana kondisi perusahaan bila dibandingkan dengan
perusahaan pesaing utama atau rata-rata industri dalam hal meraih faktor-faktor
peluang yang dimiliki perusahaan berikut.
5
FAKTOR PENENTU
1 2 3 4 5
pemerintah
yang
:bijakan
mdukunv budidava lcbah
:bijakan pemerintah tnengcnai
-./
anyaknya kcanekaragaman flora di
.donesia
3 4 5 1 2 3 4 5
-./
-./
-./
-./ -./ -./
-./
-./
y
1 2
3 4 5
I
I
2
-./
-./
-./
pcmahaman
asvarakat akan kcschatan
:,ialinnya hubungan yang baik
:nean neda•an• ncrantara Iaecn \
>rjalin hubungan yang baik dengan
:dagang Ecrantara (agen)
2
y -./ y -./ y
:sar
eningkatnya
:rtu1nbuhan pcnduduk yang pcsat
:Cningkalnya kcn1a1npuan day a
:Ii mas)_'.arakat
2
-./ -./ -./ -./
:>nsumen baru pada dacrah baru
eningkatnya permintaan madu
I
-./
:rlindunl!an JinakunPan alam
mgsa pasar yang masih luas
:nggunaan teknologi produksi
1IH! n1odcm
onsentrasi pad a penye1npumaan
:cil dan bukan pada penemuan
3
4
-./ -./ -./
-./ -./ -./ -./
-./ y -./ -./ -./
y
y y y
'
' ' ' 'y '
'y 'y 'y 'y y
y y y y y
v
y y y y
117
3 4 5
4. Pcmberian Nilai Pcringkat Terhadap Ancaman
Pemberian nilai peringkat didasarkan pada keterangan berikut :
~
Nilai 5: Jika faktor ancaman sangat hebat
(amat baik) mempengaruhi
perusahaan.
~
Nilai 4: Jika faktor ancaman diatas rata-rata mempengaruhi perusahaan.
~
Nilai 3: Jika faktor ancaman rata-rata terhadap perusahaan.
~
Nilai 2: Jika faktor ancaman dibawah rata-rata terhadap perusahaan.
~
Nilai 1: Jika faktor ancaman sangat jelek terhadap perusahaan.
Menurut bapak/ibu bagaimana kondisi perusahaan bila dibandingkan dengan
perusahaan pesaing utama atau rata-rata industri dalam hal faktor-faktor ancaman
yang mempengaruhi perusahaan berikut :
FAKTOR
PENENTU
<o
I
pcrccpatan
pcrubahan tcknologi
Laju
I
!
Pertun1buhan
ckonon1i yang tidak
stab ii
I
Pcrubahan
2
v
5
3 4 5
4
I
~
po la
'
beberapa
Adanya
pemasok yang berada
di luar daerah
Adanya kompetitor
Peluang munculnya
pesaing bani cukup
besar
Kondisi iklim dan
cuaca yang tidak
danat dinrediksikan
Adan ya
kcrusnknn
alam linokunoan
'
pengeluaran
konsumen
I
;
i
7
l
2 3 4 5
'
'
'
"'
v
'
v
"
v
3
2 3 4 5
:.r
v v
2
2 3
I
I
4
5
v
'
' '
v
'
v
v
"
'
' v
"
'
l
'
v
3 4 5
2
-
I- I-
v
v
'i
'
I
-J
I
I
I
'
'
'
138
Lampiran 2:
KUESIONER PEMBERIAN BOHOT Tl~RHADAI''
KI~KUTAN
DAN
KELEMAHAN
I. Pcmbobotan Tcrhadap Kckuatan
01111
kclcmahan
A. Pctuujuk l'cngisian
Pcmberian nilai didasarkan pada pcrhitungan pcrbandingan bcrpasangan anlara
dua faktor secarn relatif bcrdasarkan kepentingan atau pengaruhnya lerhadap unit
usaha Apiari Pramuka
B. Contoh:
), "Adanya hiaya dan modal scndiri" (B pada
baris/v•~rlikal)
lcbih pcnting dari
pada "Nilai penjualan semakin meningkat" (A pada kolom/ horizontal), maka
nilai I.
)..- "Adanyn hiaya dan modal scndiri" (B pada haris/vcrlikal) snma pcnting
dari pada "Nilai pcnjualan scmakin meningkat" (A pada kolom/ horizontal),
malrn ni lai 2.
;... "Adanya hiaya dan modal scndiri" (B pa<la baris/vcrtikal)
tidak lcbih
pcnting dari pada "Nilai pcnjualan scmakin mcningkal" (A pada kolom/
horizontal), maka nilai 3.
Catafan :
Cara membaca pcrbandingan <limulai <lari variabcl pada gans I (huruf celak
miring) tcrhadap kolom I (huruf cctak tegak) <lan harus konsisten
•!• Nilai I : bila lcbih pcnting.
•:• Nilai 2 : bila sama pcnting.
•!• Nilai 3 : bila tidak lcbih pcnting.
Mcnurul bapak I ibu bagaimana kondisi pcrusahaan bila dibandingkan dcngan
pcrusahaan pcsaing utama atau rata-rata industri dalam ha! faktor-f'aktor
kckuatan dan kclcmahan yang dimiliki pcrusahaan bcl'ikut:
IJ<)
i;;3
u
01·
::>
(,)
s---:
" '·
-
..
1:
Ii .
'·
140
Lampiran 5:
KlJESIONER l'EMHERIAN HOBOT Tli:IUIADAP
PELUANG DAN ANCAMAN
2. Pcmbobotan TcrhmJap Pcluang dan Ancan11111
A. Pctunjuk Pcngisian
Pcmbcrian nilai didasarkan pada pcrhit11ngan pcrbandingan hcrpusangan antara
dua faktor secara rclatif bcrdasarkan kepentingan atau pengaruhnya tcrhadap unit
usaha Apiari Prarnuka.
B. Contoh:
}>-
"Kebijakan pernerintah mengenai perlindungan lingkungan alam" (B pada
baris/vertikal) lcbih pcnting
dari pada "Kebijakan pemerintah yang
mendukung budidaya lebah madu" (A pada kolom/ horizontal), maka nilai I.
}>-
"Kebijakaan pemerintah rnengenai perlindungan lingkungan alarn" (B pada
baris/vcrtikal) sam11 pcnting
dari pada "Kchijakan pcmcrintah yang
rncndukung budidaya lcbah madu" (A pada kolo I horizontal), maka nilai 2.
r
"Kcbijakaan pcmcrintah mcngcnai pcrlindungan lingkungan alam" (B pada
baris/vcrtikal) tidak lcbih pcnting dari pada "Kcbijakan pcmcrintah yang
rncndukung budidaya lcbah madu" (A pada kolom/horizontal), maka nilai 3
Catutan :
Cara mcmbaca pcrhandingan dimulai dari variabel pada garis
(huruf cctak
miring) tcrhadap kolom I (hurufcctak tcgak) dan harus konsistcn)
•:• Nilai I : bila lcbih pcnting.
•!• Nilai 2 : bila sama pcnling.
•:• Nilai 3 : bila tidak lebih pcnting.
Menurut bapak I ibu bagaimana kondisi pcrusahaan bila dibandingkan dcngan
perusahaan pcsaing utama atau rata-rata industri dalam hal fliktor-f'aktor pcluang
dan ancaman yang dimiliki pcrusahaan bcrikut :
142
Lampiran 6
KUESIONER PEMBERIAN BOBOT PELUANG
--f-B
No - --FaktorSt?';g;ln°_...1
C
..i
E-
.c:;
:..
Fa!<torP~"<I
"'"' °"""I IIll[
KebiJ"in
II,
11
! u-, ,
i I!
'""'"""''"'AJ oooolol22 22!z1212!2L 22 22 22 2
Kebijekoopemerin:ahl 1·11'' JI''
I
,.,;:-:~::~;,,
1!1
I
""''"""ao ''"" 1a1 l2bblzl2iolololo!o12bbbbbl2bbblzl2
I I 111,
rn rrri
I
i i
I
I '1 I I11 1i Ij
' !I II
I! I !' I ! I[ ITi
j
1 '11 l1 1
bis 23 3f23 33f33 11!111 12212 l2/,, 12 ,2;2
I, l2i22 11113 ,I, 1
112132/2 12)2 2!212!2 l2f22i2li
ITTTTTf]TJ l•'f-1 'TITTTFJ ii,~,
1111·r1··1111mn-1
I
11111111111 ·1 ii ·111I11
!11111 1111
II lil1l1il,li1i1 I
I 1111111, 1111
111
21111I1lzli[,[,[2blzl2l2bbbl1I1!1I1!1l2hbsbl2bl2bl2'2l2i2IJ'2l212'2l2hI1h!JI1!2'2!il1I1!2!2!zl1 1i1I1!211h121212 !2l2!2l2l2l2l2l2l2 l2!2l2l212l2l 1I
11
11111· I I
3 1kon,,meobaru-1· 11·1 ·1 ·1 i I I' I
rnm111·1111
·1·11 ·1 i 1 1 r-~,1 ·11 imn1,.,1·11111··1·1·1 1 I I '!I I 13 ·1111111
daerah
r'CJ
2 2 2 2 2 2 2/2lzbla10 o o/ablzbbb/i/2!1)~ i)2/z/2/::/i/2 2 2 t!t 3bbb/2bb/2 2 2 3 3 3.i2 2 3 Jb 3 2/3 3J3!2/2li/2bb 2 3 3 3 1 bbbl, 2 2!2 1/1 l3l3b ,/, 3 2 3
3 3 2 2 312 3lz 2 3 3 311 2
ii
·1
baru
1
nmm1
rpnir-1
J
II
'rl
t
i
,I,,
I
~-~12 2 2 2 2 i 2 2 2 2 2 o oo olo 2 2!2l~Lf2l2!1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 212 2131212 3 3J3i2 2 3 3!3!2 2 3 313!1!2 313 3 1 l 2 2 2 1 1 212 2 1 13l3l3l1l12231 1 3 313121;-~J~ 3 2l2 313 3J21;1~J~l31Jil
111 I I I 11111
I
! I ! '
! i! j [
[[
'I
11
5 Pengg"na""
~:~:=:1s1 212 2 2b 2 2 222_1 3 3 2 212 210 ololclol2.2l2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2l2!1l1 3 3bb 2 31sbb 2 3 3!313 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 1 1 3 313!z 2 2 2 3 1 t 3 2!3 2!2 Jb 3 212 Jb 31212 3bb 211
K<mieri!ra•pada
I 11I
I
I
'II
!Ill'
I
il!li
I'[!! I j!liJ'!
pe1;yem~~"'""
II'·1· 11 !II
I'
"I 1
i 11' 1i
'
i /"
6teknologikecildan
!,
l
,I
I' I IiI I
I
j
4
~~~~~~:7oiyang
1
j
1 lyangmen&Jkung
b~::;·"""
Menlngke'. .,_,
22
11 2 I
I'
r·r,1·illJl'
I I 2 I IJ
I
I
111,
'J
I
Zs.5
257
""
297
317
"'-"2
I, ,,1,1,13 33 ,1,1,1, ,,/,, ,j,13lsl2l22
0 03 33 ' " 33 3133 22.2,1 1'312133,,13!313,,l,l,i,i3133 3j33 32 32 ' 22 ,,11 , 2l2l212lzl, 32 113213 131213313 ,,1,IJ,bl22l2 131
·1·. I 11 ! !
J' i'
I '1
I
I I II I i I I !! ·'1 11 ![ !' 11! ·I I
I
11.I 11
!I [
·1 ! i I! ;1-1m
IlI:11
i
I!
! ! .
.I
!
i · i !
l~mhetao!GI '32 ,1J,, ,1,1,Ji 12222 22 22212I "': 1l1l1110000 02 222 22 ,12111,,1212l22.212122l2l2i2l2i2l222
1122" 111 1111,2121,1,122"
1221211
1122" 122!2i 1i1!Jl2l2id1I
240
jMeningkemye
[! I 1/ ! i II
I I'
I I I I I I ii 11 I I I I J ' 11 ! I I
I II!Ii
I j 1!
1! I i 11111
Z38
B loennintaanmadufH,' 2 2 2 2!212 2l2l11l1l111l2 2 2 2 2 2 2l2 2/2 .'.~ 11!1 l.11i 2 2 2 2lob Q,O ob 2,!2!1!1 2 2bt2l2l2b!2l212l2 2 2l2!2b 2lz 2 2 2 2 21122 2 3 2l2l2l1l1l2 1tt12312l212/3iz 2 2 2 221 2 izlzk.2i1 ii
Pert,mbohiri
I i i ' Ji I i i
'! ; , •I jI 111
r·1
i' '!
I I I IJ 111 ii ',I
I
i 11 ii.I
I
I l f1'
ill
11
2 2 2 31::J2 212bb12l223 2 2 2 3 2 2 2i2:3;3!2!2!2 3b 3 3 3 3iJ 3 3 3 3 3 o o!olo o 2 3 3i2 2bl3b 3h 31313 13.2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2!z 3 2 2 2 3 2_3 213b 3 2 3 3 3 3 3 3 3131312 313i2 21
941
Meningke\nyi>
.
II
!II,[
!1.1
ill'
illl'l
'IJ'
i
I
l!ill
''II
Iii
II
I
,!ll
I
10 kemampuan daya t:el
i: : ·
i
I
l
i I !
i
ma=arakat fJJ
2 2 2 2!212 2 2131311 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2!2 '" · 1
!1 ,2!z 2!2 2 212 2 2 2 2 212!2 2 o oloio10 2 2!2l2 2!2[2 2 2 2 2lz 2 2 2 2 2 1 112 2l2 1 3 212l2i2lzl2 2 2 2 2 3!2!2!2i2 2 2 2 2 2.2 3 2'212i3l2lz!1 1
254
1
Terjelinnye
h"buni)en
11
I / II I
'I f[i i I
I I / 11 · / i I
;
'
'
1
·
I / 1· : '
I' I / I
! / '
I i i 11 I
yengb,,kdeni)en
I
I I!
I 1' "
II
II I
I
I
1I I
I '
I I I 11
I
fpemo;ok fpetemek
IjI I
'
I
I
I
11
i
j I i : '1
!
,, I
I
I
!
I
!
ADlarilKJ
222 ,IJ22 2l22l111l22 22 222 ,[22!21· d1i2hl1l1122 22 ,121221,122 2'211123J221oolooo2!zi2 12222l1 1122 21 ,I, 11,11 1i11tl111i11121,,I,,\,2322 2121,12!2'112212!1111 225
I
I I 11
l
!\ - II I
l I !
I 11. I rjIIIl
l
12f'Terjaiinnya
angbelkden''"""ngan
)en
! I '
II
/II i1 ii II I: I I
222 22122222'111 122 22 222
:. l,1,1, 122 ,11 222 22 22 2l»21 2 ,,11 22 2L 2 lolo1ol02l22 1122 2 1112111,/,I, ,I, I. 111122 ,121 22 22 22 l2!2l1l221211hl 222
1I
IBenyak"Y'
I
'
i
i ; I I'
I II
I
I
·11 I
i ! / Ii 11
13 lkeanekaragaman
I
II I I
!f I I
lnoradlindCM•i"Ml 22l22b!22 22 211122222 22 22lil,12l1,I,11Z,21221222 22 2 2,,1,, 22 23 32 2!2132100 00 02 22 22 121111,l,12!211111222 212 22 22 22 22i2b22b11l1I 240
[F)
7 lpemaharr><>n
masyaraltatakan
I
,
·
1.
I
9pendudukyangpesat
1·
·
1
i
1
I
!
i
11
1
I
:
i l
I IJ JJ
t
'
! '
1·
!
•
1
I
II 1· I"
1 !1 1]; i1
1
!
I
J I
T. ;
J
r
,
I
!
1
'!
lebah}yangdiblna
!~::::;~,''"""""
I I'
J
:::
22!2~2:,
1
J
,,I,,
ll I
l
1
l'
I I
Lampiran 7
KUESIONER PEMBERIAN BOBOT ANCAMAN
No l
Falctm Sll'll~l In
Fal<totA~an
Laju Percepatan
!~rub.ah~~-·
2J2 l2 l3 ls!2 l2 l2 l3 !3 l2!2lzb13 !2 l2l2 hh!2 l2 l2 l2 l2 !2!2'213 ls f2 !2!2!2 b h l1 l1 '2 !2 l2 l2!3 l2 !2 l2 !2 f3!21212 !2!2 IJ l2 l2!2l2l3 l2 l2 !2 !2 l2 ls l2 l2 !2 l2 l2 lo lo!o lo!o 12 !2 l2 l1 l1 !2 l2 l2 l1 l1 l1 !1 l1 h 11 !2 l2l21212 !2 !2
·2121212121212121211111
266
s1s ls ls ls!s ls lsl3 !s ls !31313 I3!2 l2 l2Js ts !1 l1 !11313!21212 !s ls 12 !2l2!s ls ls lsls!J!s ls ls!s lsls lslsls Jsl31sts ls l3ls!s!s ls ls ls ls!s ls 1s 1313 !sis ls !s ls ls ls lsls lolo lo to !0!2 l2 l2 ls ls l212 !2 ls ls!2 l2 l2!3131212
!3 l2 l2 l2l3 l312!2 l2b.f3
'51
31 "'"'~~=::~,, l2bbl313bbbl31312bbl2l3bl2bbl3bbbbl3bbbbl3bbbbbbbbbbbbbbbbbl2b6bl2bl3bbbbl3bbbbbbbbbl3bl2bbbbbbl2bhlololololobbbbbbbbbbbbbhbbbbl3bbbbh13
321
1
Pertumbuhan
2 lekonoml ya!lQ
.,,,,,,
Pen.ibahan po!a
• l:::::~~:.'·11111111111111111111111111111111111ffl11111111111111111111 ...... .
I:~:~ ;..;""' 13131312 l21313131, f, I, 1, bl2 I2l2 l2 l2f, I, l2l2 l2 l2 l2 l3l3 l3l2 l2 l1 l1 l1 l2 l213131312 l2 I, l3l3 l2 l2 l3 l3l,l1 I1l3l3 l3 l2 l2l3l,l3 l2 l2 l3 I, I, l2 bl3 l3 I, l2l2 br, l2 bl2 l2 l2bl1 l1 l2 bl2 l1 l1 l1 l1 l1 l1 l1 l2 l2 bbb 666b1213131, 12121313131212
5
!Ad'""· -- l2l2l2 l2l2l2 l2l2 l2 l2 l2 l~l2 l3 l3l2 l2 l2l3I,f2l2 l2 l2l2 l2l2 l2 l3 l3 l2 l2l2l2 l2 l2 l2 l21313131312 l2l2 l313131261,13131313131313"""12" 12!212'212 hh12b12" hl2 l2 l213 l3 l2 l2 l2 bbl2!2 !2 !2bl2 l2 l2l2l21212121212 l2121212 l2 l2 l2 l2l1
295
297
Petuang
6 !mum:u!nya
""'"' "'".'no I, bb bb bbbbbbbb1313b12 bbl3l2b bbl2 l2b l2l2 l2 l2bf2'2l212 f2l2b bbbb bl2 j3 j3j3j2 !2 !3j3 j3 j3j3 j3 j3j3j3j3 j212 l3 l21212121211 l1
l2 !2/111 l2 l2l2 l3!3 l212l2!313121212 [2!212 !2!21212 IO IO
1012121212121212121112
295
!212 !2 lo lolo!olo 12121211 12
280
!3131212 !2!3!2 IO [Ololol2
329
Kond!sl lldlm dan
1
,cuaca yang tldak
dapat
dioradik•lkoo /ZI
.!;~:~::::~~
bbbbbbbbbbblzbbl 3bl2l2bbbbl2bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbl2bbbbl2l2bl2l2l2bbbl2bbbbl2l2bbbl2l2l2bbl2bl2h bl2'2'2l1 l1111111 l11112111213l3
l,l,l,l3l,l,l,l,l2l2l2l2ll,l,l2l2l2l,l.l,l,l2l3l,IJ,l2l,l,IJ2l2l3l,l2l2l2l,1,121213f3[3[2[2[2[3f3[2l2l2f3[3[2l2!2l3[3[2!2!213bl2!2!2!3f3f2!2l213l3l2121213l3l2121213l3l2121213l31212l2l3
n 8:
Penilaian Rating Faktor Strategi Internal
.Faktor stratcgi Internal
1r Kekuatan
I
Junllah
Ra ta-Ra ta
penjualan semakin meningkat
25
5,0
ya biaya dan modal sendiri
25
5,0
isi Keuangan perusahaan yang stabil
24
4,8
mpuan teknis Produksi yang tcpat \Vaktu
23
4,6
1ksi yang tcpat waktu
25
5.0
las produksi yang inodcm
25
5,0
ya pckcrja yang tcrampil dan bcrpcngalrunan
23·
4,6
iptakan lapangan kerja yang produktif
2-:;
4,6
nimpinan yang handal
2''·'
5.0
twan yang setia
24
4,8
lnsif karyawan terhadap segala perubahan
21.
4,2
distribusi yang efektif
22
4,4
ilikifactory outlet sendiri
22
4,4
ya pangsa pasar yang jelas
25
5,0
1k yang asli dan berkualita<;
2''.>
5,0
n pclayanan yang baik
2'".>
5,0
ya penentuan harga produk yang sesuai rnutu produk
24
4,8
ya sistem bagi hnsil penjualan /laba dcngan K'vamns
24
4,8
:isi modal kerja dan invcstasi yang kccil
17
3,4
lksi yang bcrgmltung dcngru1 1nusin1
20
4,0
:s produksi Jania
20
4,0
n adanya lembaga R&D dalam mengcmbangkan usaha
19
3,8
ltas pengemasan yang manual
25
5,0
sitas produksi yang belum rnaksimal
20
4,0
usaha yang masih dibawah naungan Kwarn as
19
3,8
arnbilan keputusan yang bersifat sentralisasi
19
3,8
ngnya wawasan enterpreneur dari karyawan
16
3,2
tosi belum intensif
19
3,8
ng inovatif dalam mengemas produk
19
3,8
tsaran bclum optin1al
19
3,8
16
3,2
llr Kelemahan
m adanya sisten1 infonnac;i pemasaran tcrsendiri pada pcrusahaan
Jun1lah
135,6
145
.ampiran 9:
Penilaian Rating Faktor Strategi eksternal
Faktor strategi Eksternal
No
Faktor Peluang
1
Kebiiakan oemerintah vanq mendukunr:i budidava lebah
Kebijakan pemerintah mengenai perlindungan lingkungan
2
a lam
3 Konsumen baru pada daerah baru
4 Panasa oasar vanah masih luas
5 Pennnunaan teknoloai oroduksi vana modern
Konsentrasi pada penyempurnaan teknologi kecil dan bukan
6
nada oenemuan besar
7 Peninakatnva oemahaman masvarakat akan kesehatan
8 Meninrikatnva permintaan madu
9 Pertumbuhan oenduduk vana oesat
10 Meninakatnva kemamouan dava beli masvarakat
Terjalinnya hubungan yang baik dengan pemasok (peternak
11
lebah\ vana dibina Aoiari Pramuka
Terjalinnya hubungan yang baik dengan pedagang perantara
12
aaen)
13 Banvaknva keanekaraaaman flora di indonesia
Faktor Ancaman
1 Laiu Percepatan perubahan teknoloqi
2 Pertumbuhan ekonomi vana tidak stabil
3 Perubahan pola penrieluaran konsumen
4 Adanva beberapa oemasok vana berada di luar daerah
5 Adanva komoetitor
6 Peluanq munculnva pesainq baru cukup besar
7 Kondisi iklim dan cuaca vana tidak daoat diorediksikan
8 Adanva kerusakan alam dan linakunaan
Jumlah
Jumlah
-
Rata-Rata
20
4,0
19
20
25
17
3,8
4,0
5,0
3,4
17
22
24
22
24
3,4
4,4
4,8
4,4
4,8
25
5,0
25
25
5,0
5,0
16
16
15
16
17
17
21
21
3,2
3,2
3,0
3,2
3,4
3,4
4,2
4,2
84,8
146
Lampiran 1O:
Penilaian Bobot Faktor Strategi Internal
Faktor strategi Internal
No
Jumlah
Ra ta-Ra ta
Bobo!
Faktor Kekuatan
1
Nilai penjualan semakin meningkat
298
59,6
0,028
2
Adanya biaya dan modal sendiri
367
73,4
0,034
3
Kondisi Keuangan perusahaan yang stabil
384
76,8
0,036
4
Kemampuan Teknis Produksi yang tepat waktu
267
53,4
0,025
5
Produksi yang tepat waktu
303
60,6
0,028
6
Fasilitas produksi yang modern
280
56,0
0,026
7
Adanya pekerja yang terampil dan berpengalaman
286
57,2
0,027
8
Menciptakan lapangan kerja yang produktif
286
57,2
0,027
9
Kepemimpinan yang handal
246
49,2
0,023
10 Karyawan yang setia
245
49,0
0,023
11 Responsif karyawan terhadap segala perubahan
261
52,2
0,024
12 Jalur distribusi yang efektif
279
55,8
0,026
13 Memiliki factory outlet sendiri
303
60,6
0,028
14 Adanya pangsa pasar yang jelas
267
53,4
0,025
15 Prociuk yang asli dan berkualitas
269
53,8
0,025
16 Sistem pelayanan yang baik
272
54,4
0,025
17 Adanya penentuan harga produk yang sesuai mutu produk
262
52,4
0,025
Faktor Kelemahan
1
Adanya sistem bagi hasil penjualan /laba dengan Kwarnas
449
89,8
0,042
2
Alokasi modal kerja dan investasi yang kecil
467
93,4
0,044
3
Produksi yang bergantung dengan musim
352
70.4
0,033
4
Proses produksi lama
418
83,6
0,039
5
Belum adanya lembaga R&D dalam mengembangkan usaha
315
63,0
0,029
6
Fasilitas pengemasan yang manual
408
81,6
0,038
7
Kapasitas produksi yang belum maksimal
413
82,6
0,039
8
Unit usaha yang masih dibawah naungan KWARNAS
439
87,8
0,041
9
Pengambilan keputusan yang bersifat sentralisasi
433
86,6
0,041
10 Kurangnya wawasan enterpreneur dari karyawan
421
84,2
0,039
11 Promosi belum intensif
421
84,2
0,039
12 Kurang inovatif dalam mengemas produk
422
84.4
0,039
422
84.4
0,039
432
86,4
0,040
2137.4
1,000
13 Pemasaran belum optimal
Belum adanya sistem informasi
14
pemasaran tersendiri
.... ef'
Jumlah
pad a
147
Lampiran 11:
Penilaian Bobot Faktor Strategi eksternal
Ne
Faktor strategi Eksternal
Jumlah
Ral:a-Rata Bo bot
Faktor Peluang
1 Kebijakan pemerintah yang mendukung budidaya lebah
255
51,0
0,039
267
53,4
0,041
3 Konsumen baru pada daerah baru
298
59,6
0045
4 Pangsa pasar yangh masih luas
297
59 4
0,045
5 Penggunaan Teknologi produksi yang modern
317
63,4
0,048
Konsentrasi pada penyempurnaan teknologi kecil dan
6
bukan pada penemuan besar
352
70,4
0,053
7 Peningkatnya pemahaman msyarakat akan kesehatan
240
48,0
0,036
8 Meningkatnya permintaan madu
238
47,6
0,036
9 Pertumbuhan penduduk yang pesat
941
188,2
0,143
10 Meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat
254
50,8
0,039
Terjalinnya hubungan yang baik dengan
11
(peternak lebah) yang dibina Apiari Pramuka
225
45,0
0,034
222
44,4
0,034
246
49,2
0,037
1 Laju Percepatan perubahan teknologi
266
53,2
0,040
2 Pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil
351
70,2
0,053
3 Perubahan pola pengeluaran konsumen
321
64.2
0,049
295
59,0
0,045
5 Adanya kompetitor
297
59,4
0,045
6 Peluang munculnya pesaing baru cukup besar
295
59,0
0,045
7 Kondisi iklim dan cuaca yang tidak dapat diprediksikan
280
56 0
0 043
8 Adanya kerusakan alam dan lingkungan
329
65,8
0,050
1317,2
1,000
2
12
Kebijakan
pemerintah
lingkungan alam
mengenai
perlindungan
pemasok
Terjalinnya hubungan yang baik dengan pedagang
perantara (agen)
13 Banyaknya keanekaragaman flora di indonesia
Faktor Ancaman
4 Adanya beberapa pemasok yang berada di luar daerah
Jumlah
148
Lampiran 12:
Daftar Harga Pesaing
(Produk Madu Murni Bina Apiari Indonesia}
Madu
Bunga kapuk Randu
Bunga Klengkeng
Madu Ekslusif
Multi Flora
Madu Royal Jely (super)
Madu Sarang
Pollen Alami
Raval Jelly in Honey 25 %
Royal Jelly 50 %
Madu3 in one
(Madu+ Pollen+ Royal Jelly)
(Volume)
Btl 300 gr
Btl 900 gr
Btl 300 gr
Btl 900 gr
Btl 400 gr
Btl 900 gr
Btl 300 gr
Btl 900 gr
Btl 400 gr
Btl 900 gr
Btl 400 gr
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Ro.
Rp.
Btl 900 gr
Rp.
Btl Plastik 100 gr
Btl Plastik 250 gr
Btl 100 gr
Btl 100 gr
Rp.
Ro.
Rp.
Rp.
30.000,75.000,40.000,75.000,-
Btl 400 gr
Rp.
50.000,-
Hanrn
17.000,35.000,20.000,50.000,25.000,50.000,20.000,40.000,25.000,50.000,50.000,100.000,
-
Selain itu juga terdapat beberapa jenis merek produk madu pesaing lainnya seperti:
Madu
Sumbawa Alami
Sumbawa Alami
Madu Asli Hasil Hutan MBA (Royal Jelly)
Madu Asli Hasil Hutan MBA (Royal Jelly)
Madu Asli Hasil Hutan SBT (Sari Bunga
Alam)
Madu Rasa sachet
(Volume)
100 ml
330 ml
150 gr
Rp.
Rp.
Rp.
Harga
5.000,10.000,6.500,-
850 gr
250ml
Rp.
Rp.
33.000,15.500.-
20ml
Rp.
800,-
149
Lampiran 13:
Gambar Matriks SWOT
FAKTORINTERNAL
STRENGTHS (S)
I.
2.
Nilai penjualan semakin
meningkat
Ada biaya dan modal
sendiri
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Kondisi
keuangan
perusahaan yang stabil
Adanya
pekerja
yang
terampil
dan
berpengalaman
Produksi yang tepat waktu
Fasilitas produksi yang
modern
Kepemimpinan yang handal
Karyawan yang setia dan
respon terhadap segala
perubahaan
Jalur distribusi yang efektif
Memiliki factory outlet
sendiri
Pangsa pasar yangjelas
Produk yang asli dan
berkualitas
Sistem pelayanan yang baik
Adanya penentuan harga
produk sesuai dengan mutu
produk
WEAKNESSES (W)
I.
Adanya sistem bagi hasil
KW ARNAS
dengan
sehingga alokasi modal
kerja dan investasi menjadi
kecil
2. Produksi yang bergantung
dengan musim
3. Proses produksi lama
4. Belum adanya lembaga
R&D
dalam
mengembangkan usaha.
5. Fasilitas pengemasan yang
manual
dan
kapasitas
produksi belum maksimal.
6. Unit usaha yang masih di
bawah
naungan
KWARNAS.
7. Pengambilan
keputusan
yang bersifat sentralisasi.
8, Kurang
wawasan
enterpreanur
dari
kartawan.
9. Promosi belum intensif
10. Kurang inovatif dalam
mengemas produk
11. Pemasan belum optimal
12. Belum
adanya
sistem
infonnasi
pemasaran
1:ersendiri pada perusahaan.
FAKTOR EKSTERNA
OPPORTUNIES(O)
I.
2.
3.
4.
5.
Kebijakan pemerintah yang
mendukung budidaya lebah
dan perlindungan alam.
Pangsa pasar yang masih
luas.
Penggunaan
teknologi
produksi yang modern
teknologi
STRATEGI S-0
I.
2.
3.
Strategi penetrasi pasar (St,
S2, S3, S4, SS, S6, S7, SS,
01, 03, 08, 09)
Strategi
pengembangan
pasar (S9, Sto, Slt, 02,
03, 04, 05)
Strategi
pengembangan
produk (SI 2, SI 3, S 14, 06,
07, 08)
STRATEGI W-0
1.
2.
3.
4.
Memaksimalkan kapasitas
produksi (Wl, W2, W3,
03, 04, 06, 07, 08)
Membuat lembaga R&D
untuk
mengembangkan
usaha (W4, WI I, 01, 02)
Memperbaiki fosilitas dan
bentuk pengemasan (WS,
Wto, 03, 04)
Men intensitkan
romosi
150
~~~~~~~~~~~~....,-~~~~~~~~~~--~~~~~~~~~~~~~
6.
7.
8.
penduduk dan pemahaman
masyarakat aka kesehatan.
Meningkatnya kemampuan
daya beli masyarakat.
Terjalin hubungan baik
dengan
pemasok
dan
pedagang perantara.
Banyaln1ya
keanekaragaman flora di
Indonesia.
5.
6.
7.
penga1nbilan
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Laju percepatan perubahan
teknologi yang cepat.
Pertumbuhan ekonomi yang
tidak stabil.
Perubahan
pola
pengeluaran konsumen.
Adanya beberapa pemasok
yang berada diluar daerah.
Adanya kompetitor dan
peluang munculnya pesaing
baru cukup besar.
Kondisi iklim dan cuaca
yang
tidak
dapat
diprediksikan.
Adanya kerusakan a lam
Iingkungan.
keputusan
(W7)
TREATHS (T)
J.
(W9, 02, 04, 05, 06)
Membentuk
sistem
informasi
pemasaran
tersendiri (Wl2, 02)
Melakukan
pelatihan
enterpreneurship
untuk
karyawan (WS)
Perbaikan
sistem
STRATEGI S-T
l.
2.
3.
4.
5.
6.
Pemanfaatan
teknologi
tepat guna (SI, S2, S3, S4,
Tl,)
Meningkatkan keunggulan
produk (SS, S6, T2, T3,
TS)
Strategi integrasi ke depan
(S4, SS, S6, S7, SS, S9, T4,
T6)
Menambah jumlah fact01y
outlet (Sto, Sil, S12, S13,
SI4, TS)
Strategi
integrasi
ke
belakang (S4, SS, S6, T4)
keaslian
Pertahankan
produk (Sl2, SJ4, Tl, T2,
T3, TS)
STRATEGI W-T
l.
2.
3.
4.
5.
6.
Pemanfaatan
teknologi
tepat guna (WS, WIO, Tl)
Memaksimalkan kapasitas
produksi (W2, W3, T6,
T7)
Menjalin ke1ja sama yang
baik dengan
pemasok
untuk menjaga kuaJitas,
kuantitas dan kontiunitas
bahan
baku
yang
dibutuhkan (T4)
Memperluas
pemasaran
pada
wilayah-wilayah
potensial (WJ I, W12, T3,
TS)
lVfengintensifkan promosi
(W9, TS)
'.\1embuat lembaga R&D
untuk
mengembangkan
usaha (W3, T6, T7)
151
Lampiran 14
Dokumentasi Penelitian
Kedai Apiari Pramuka Cibubur
Setup Lebah Madu
152
Feeder Frame yang Sudah Dihuni
Koloni Lebah Madu
Koloni Lebah Siap Panen
153
Download

analisis stra tegi pema,sara.n madu