UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Festival musik memberi dampak yang sangat besar dalam dunia seni.
Festival menjadi paket lengkap yang memiliki daya (kekuatan) dalam berbagai sisi.
Pertama festival menjadi wadah bagi seniman dalam mempresentasikan karyanya
kepada masyarakat luas. Kedua, festival memiliki peran dalam pendidikan yakni
sebagai wadah belajar bagi seniman dalam mengeksplorasi karya, maupun menjadi
wadah
belajar
bagi
masyarakat
(penonton)
dalam
mengapresiasi
dan
menginterpretasi karya seni. Ketiga, festival dapat mempertemukan berbagai
kalangan sehingga festival menjadi medium interaksi sosial baik sesama seniman,
seniman dengan penonton, maupun sesama penonton itu sendiri. Keempat, festival
memiliki potensi untuk menjadi aset atau komoditas yang dapat mendukung
pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Saat ini pemerintah mendukung dan mempromosikan festival sebagai
bagian dari strategi pengembangan ekonomi, pembangunan dan destinasi wisata.
Korporasi dan bisnis menjadikan festival sebagai kunci dari strategi pemasaran dan
citra perusahaan. Antusiasme komunitas dan individu untuk berpartisipasi dalam
festival pun semakin signifikan, tidak hanya untuk apresiasi akan tetapi menjadi
sebuah gaya hidup. Festival menjadi ekspresi penting aktivitas manusia yang
memberikan banyak kontribusi untuk kehidupan sosial dan budaya.
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
Melihat potensi tersebut, menjaga keberlangsungan penyelenggaraan
festival
menjadi
sesuatu
yang
sangat
penting
bagi
kehidupan
seni.
Menyelenggarakan sebuah festival yang berkualitas tidaklah mudah. Banyak aspek
yang perlu diperhatikan seperti artis siapa yang akan tampil, kemasan festival,
visualisasi panggung dan area festival, kualitas suara, serta fasilitas penunjang
lainnya seperti toilet, parkir, dan pembuangan sampah.
Di Indonesia, festival cukup berkembang baik, salah satu penyelenggara
festival terbesar ialah PT Java Festival Production. Beberapa festival yang
diselenggarakan antara lain Java Jazz Festival, Java Rockinland, dan Java
Soulnation. Java Jazz Festival menjadi perhatian tersendiri karena menjadi festival
terbesar dan sudah bertaraf internasional. Java Jazz merupakan festival Jazz
tahunan yang diadakan setiap bulan Maret minggu ke-1.
Sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2005, Java Jazz berkembang
cukup pesat setiap tahunnya. Pengisi acara yang terlibat tidak hanya musisi dalam
negeri akan tetapi banyak musisi populer dari mancanegara membuat Java Jazz
makin menjadi festival paling bergengsi di Indonesia. Prestasi yang diukir oleh
festival ini pada tahun 2010 Java Jazz Festival mendapat rekor dari Museum Rekor
Indonesia (MURI) sebagai festival musik Jazz terbesar di dunia dengan lebih dari
1.500 musisi asing dan Indonesia yang bermain dalam 20 panggung selama 3 (tiga)
hari dan ditonton oleh lebih dari 105.000 (seratus lima ribu) pencinta Jazz dari
Indonesia dan luar negeri. Animo masyarakat untuk datang pada acara ini selalu
ramai setiap tahunnya. Pihak penyelenggara berhasil menyedot ratusan ribu
penonton pada setiap gelaran festival Java Jazz.
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
2
Tahun 2016 merupakan tahun ke-12 festival ini diselenggarakan. Pihak PT.
Java Festival mengusung tema “Explore Indonesia : Toraja” pada gelaran Java Jazz
Festival 2016.dengan 11 panggung serta puluhan musisi baik dari dalam negeri
maupun luar negeri. Harga tiket masuk Java Jazz Festival 2016 ialah Rp 550.000
untuk daily pass dan Rp 350.000 hingga Rp 1.400.000 untuk special show. Harga
yang ditulis di atas belum termasuk pajak. Pihak penyelenggara memberikan
beberapa fasilitas untuk memudahkan calon penonton untuk membeli tiket. Ada
beberapa alternatif pembelian tiket yakni melalui website secara online baik website
resmi maupun website ticketing kerja sama, gerai sponsor dan Java Jazz on the move
yang mengunjungi beberapa ruang publik dan kampus-kampus. Tahun ini
ditargetkan Java Jazz Festival akan dipenuhi sekitar 120.000 penonton seperti yang
dikatakan kepada media oleh Dewi Gontha selaku director Java Jazz Production
pada konferensi pers 26 Januari 2016. Segmentasi penonton Java Jazz Festival tidak
hanya dari dalam negeri melainkan juga luar negeri dilihat dari promosi Java Jazz
Festival dilakukan ke 130 negara di dunia.
Pangsa utama Java Jazz Production ialah masyarakat dengan usia remaja
hingga dewasa yang memiliki hasrat mendengarkan musik Jazz. Dengan banyaknya
masyarakat di Indonesia yang saat ini sudah menyukai musik Jazz dan menantikan
idola Jazz mereka dari luar negeri, maka Java Jazz Production dapat
memaksimalkan
pendapatan
dan
juga
meningkatkan
kualitas
serta
memperkenalkan Indonesia pada dunia. Dalam hal ini, Java Jazz Production dapat
dikategorikan sebagai industri kreatif yang dapat berkembang dengan baik di
Indonesia
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
3
Di tinjau dari segi sajian musik, panggung Java Jazz Festival tahun 2016
semakin jauh dari rasa Jazz. Sebagian besar pengisi acara membawakan lagu-lagu
pop, bahkan ska dan folk. Musisi pop yang mendapat panggung prestisius, antara
lain Raisa, Afgan, Glenn Fredly, Marcello Tahitoe, dan Isyana Sarasvati di BNI
Hall atau Naif di Java Jazz Hall dengan tata panggung maksimal dan penyejuk
ruangan. Beberapa musisi Jazz malah mendapat tempat pinggiran, seperti Benny
Mustafa di Coffee Stage dan Syaharani di stage bus, bus yang di modifikasi menjadi
panggung di luar gedung.
Berbagai opini penonton muncul menanggapi penyelenggaraan Java Jazz
Festival. Ada yang memberikan opini baik dan puas dengan penyelenggaraan event
tersebut, ada pula yang menyampaikan keluhan mengenai Java Jazz Festival. Hal
yang paling banyak diungkapkan ialah Java Jazz dirasa mulai mengalami
pergeseran dari yang seharusnya yakni ialah festival Jazz menjadi banyak unsur
musik pop yang masuk. Beberapa opini masyarakat diangkat oleh media seperti
“Jenis musik yang diusung juga pop mainstream. Saya bingung kenapa RAN, Vidi,
bahkan Slank yang hadir di acara ini, bukan bermaksud mengucilkan band yang
disebutkan melainkan sedikit protes dari penggemar Jazz yang merasa Java Jazz
kurang mengusung genre Jazz itu sendiri”. Namun, masyarakat Indonesia kini
mendatangi Java Jazz Festival bukan hanya sekedar menikmati musik saja akan
tetapi sudah menjadi lifestyle dan merupakan “kenikmatan sosial” untuk
menunjukkan eksistensi diri. (enterteinment.kompas.com/2016)
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
4
Pertunjukan musik yang berkualitas sebagai aspek dari layanan utama menjadi
alasan yang penting bagi penonton untuk datang ke Festival musik (Saleh & Ryan
1993; Thrane, 2002). Walaupun penonton datang ke festival untuk sebuah layanan
inti dalam kasus ini pertunjukan musik akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa
ada aspek lain seperti profesionalisme penyelenggara dan lingkungan juga menjadi
bagian yang dapat mempengaruhi kepuasan penonton festival secara signifikan.
Jika sebuah festival mempertahankan kualitasnya maka akan ada penonton
yang memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kualitas penyelenggaraan
festival dapat ditentukan oleh berbagai atribut.. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pengunjung festival dapat mengevaluasi kualitas pelayanan sesuai dengan
karakteristik umum dan khusus tergantung pada program festival. Melihat
fenomena tersebut, peneliti berasumsi bahwa bertahannya Java Jazz Festival hingga
saat ini tentu tidak lepas dari penonton yang datang. Banyaknya penonton yang
hadir dipengaruhi oleh faktor kepuasan yang mereka dapatkan pada setiap
penyelenggaraan Java Jazz Festival. Mengingat bahwa dampak ekonomi dari
festival ini sangat ditentukan oleh pemasukan langsung maupun tidak langsung dari
penonton festival (Lee dkk 2008), penyelenggara festival harus berusaha untuk
menciptakan pengalaman tak terlupakan sehingga dapat memaksimalkan kepuasan
penonton. . Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh
kualitas penyelenggaraan festival terhadap kepuasan penonton di Java Jazz
Festival.
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
5
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, peneliti menentukan rumusan masalah yakni :
1. Bagaimana pengaruh kualitas penyelenggaraan festival dimensi layanan inti
terhadap kepuasan penonton pada Java Jazz Festival 2016?
2. Bagaimana
pengaruh
kualitas
profesionalisme penyelenggara
penyelenggaraan
festival
dimensi
terhadap kepuasan penonton Java Jazz
Festival 2016?
3. Bagaimana pengaruh kualitas penyelenggaraan festival dimensi lingkungan
terhadap kepuasan penonton Java Jazz Festival 2016?
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
6
Download