Learning Tournament

advertisement
PROPOSAL
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE
LEARNING TOURNAMENT TERHADAP HASIL
BELAJAR KONSEP RUANG DIMENSI TIGA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 9 AMBON
OLEH :
WA AYU SAMPULAWA
NPM : 200812005
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
 Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah yang
memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan
sehingga siswa dapat meraih hasil belajar dan prestasi yang optimal.
Dengan demikian maka peneliti tertarik
mengambil judul “Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe
Learning Tournament Terhadap Hasil Belajar Konsep Ruang Dimensi
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimanakah Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Learning
Tournament Terhadap Hasil Belajar Konsep Ruang Dimensi Tiga Siswa
Kelas X SMA Negeri 9 Ambon ?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui “Penerapan Strategi Pembelajaran
Aktif Tipe Learning Tournament Terhadap Hasil Belajar Konsep
Ruang Dimensi Tiga Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Ambon “.
1.4 Manfaat Penelitian
 Guru, agar dapat menambah wawasan tentang strategi pembelajaran
yang bisa meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap
pembelajarannya.
 Siswa, agar lebih mandiri serta dapat berinteraksi antara sesama
siswa maupun guru dalam pembelajaran.
 Sekolah, agar dapat dijadikan sebagai dasar acuan untuk
pengembangan streategi pembelajaran matematika yang pada
gilirannya menghasilkan output yang berprestasi di bidang
matematika.
 Peneliti, sebagai bahan acuan sekaligus sebagai pegangan untuk
diterapkan dalam proses belajar mengajar kelak.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Belajar
o Belajar tidak pernah dibatasi oleh usia,tempat maupun waktu, karena
perubahan yang menuntut terjadinya aktivitas belajar itu juga tidak
pernah berhenti. (Aunurrahman, 2009:33).
o Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk
mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan
atau pengalaman-pengalaman (Baharuddin & Wahyuni, 2010:12).
2.2 Hasil Belajar
1) Gagne (Ratumanan, 2004:78-79) yang meliputi :
 informasi verbal (verbal information)
 Keterampilan intelektual (intelektual skill)
 Strategi kognitif (cognitive strategies)
 Keterampilan motorik (motorik skill)
 Sikap
2.) Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa
setelah menerima pengalaman belajarnya. Sejalan dengan itu
Soedijarto (Purwanto, 2009:46).
hasil belajar adalah kemampuan, keterampilan, dan sikap serta
perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah ia menerima
perlakuan
yang
diberikan
oleh
guru
sehingga
dapat
2.3 Strategi Learning Tournament
Learning Tournament merupakan suatu bentuk yang disederhanakan dari
“Teams Games Tournaments” merupakan model pembelajaran yang menggantikan
turnamen sebagai kuis, siswa mewakili kelompok asalnya untuk mengikuti
pertandingan dalam turnamen dengan anggota kelompok lain yang mempunyai
kemampuan yang homogen (sama).
2.3.1.Langkah-langkah Learning Tournament
Menurut Silberman, M (2009:159) Strategi pembelajaran aktif tipe
learning tournament terdiri dari 7 langkah tahapan, antara lain:
 Bagilah peserta didik dalam tim yang terdiri atas 2 – 8 orang
anggota. Masing-masing tim harus memiliki jumlah yang sama
(kalau tidak dapat, anda harus mambuat rata-rata untuk setiap
tim).
Berilah materi untuk dibahas bersama
Kembangkan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman
dan mengingat materi pelajaran. Gunakan bentuk yang
menggunakan skor mudah, seperti pilihan ganda, soal isian,
betul/salah, atau istilah untuk didefinisikan.
Berikan serangkaian pertanyaan kepada peserta didik, sebagai
“babak pertama” untuk turnamen belajar. Setiap peserta didik
harus menjawab pertanyaan secara pribadi.
Setelah pertanyaan- pertanyaan diberikan, sediakan jawaban dan mintalah peserta
didik menghitung pertanyaan yang mereka jawab secara benar. Kemudian
suruhlah mereka menyatakan skor mereka kepada anggota lain dalam tim tersebut
untuk mendapat skor tim. Umumkan skor masing-masing tim.
Mintalah tim mempelajari lagi turnamen pada babak kedua. Kemudian mintalah
tes pertanyaan yang lebih banyak sebagai bagian “babak kedua”. Mintalah sekali
lagi tim menyatakan skornya dan tambahan satu skor kepada gilirannya.
Anda dapat melakukan beberapa ronde seperti yang anda sukai. Akan tetapi,
pastikan membolehkan tim memiliki sesi untuk belajar antara ronde (lama
turnamen belajar dapat bervariasi, mungkin 20 menit atau beberapa jam)
2.4. Keunggulan dan Kelemahan Learning Tournament
2.4.1. Keunggulan
Saling ketergantungan yang positif.
Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.
Siswa diberikan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
Suasana kelas yang rileks dan menyenangkan.
 Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahajat antara siswa
dan guru.
 Memiliki banyak kesempatan untuk mengekpresikan
pengalaman emosi yang menyenangkan.
2.4.2. Kelemahan
 Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang,
disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran, dan
waktu.
 Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka
dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup
memadai.
 Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada
kecenderungan topik permasalahan yang dibahas meluas
supaya banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
 Saat diskusi harus terkadang didominasi seseorang, hal ini
mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif (Mony, 2009: 36)
2.5. Ruang Lingkup Materi
Salah satu materi pelajaran matematika untuk SMA Negeri 9
Ambon sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yaitu
materi ruang dimensi tiga .Materi ini mencakup kedudukan titik,
garis, dan bidang dalam ruang dan volume benda-benda ruang.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif yaitu
mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang penerapan
hasil belajar siswa kelas X dengan menggunakan strategi
pembelajaran aktif tipe learning tournament .
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah SMA Negeri 9
Ambon.
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian
akan
dilaksanakan
setelah
proposal
ini
diseminarkan, yaitu selama kurang lebih satu bulan.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X
SMA Negeri 9 Ambon yang terdiri dari tiga kelas dengan
jumlah 105 orang siswa.
3.3.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 yang terdiri dari
36 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan
secara acak (random sampling).
3.4 Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel
tunggal yaitu hasil belajar konsep Ruang dimensi tiga dengan
menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Learning Tournament.
3.5 Instrumen Penelitian
 Tes (tes awal dan tes akhir).
 Lembaran observasi (lembaran afektif dan psikomotor).
3.6 Teknik Analisis Data
 Analisis Statistik Deskriptif.
Nilai tes hasil belajar:
Nilai =
× 100
Tabel 3.1 Tingkat Penguasaan Siswa
Nilai Angka
Nilai Huruf
Predikat
80 ke atas
A
Baik Sekali
66 – 79
B
Baik
56 – 65
C
Cukup
46 – 55
D
Kurang
45 ke bawah
E
Gagal
Sudijono,
2009: 35
Selanjutnya untuk nilai akhir (NA) :
NA =
Keterangan :
X1 = Nilai tes siswa setelah kegiatan pembelajaran.
X2 = Penilaian proses, didapat dari skor perolehan penilaian afektif dan
psikomotor menjadi persentase pencapaian, ditambah skor perolehan tugas.
NA = Nilai akhir.
Selanjutnya data-data yang telah dianalisis
dengan KKM di SMA Negeri 9 Ambon yaitu :
disesuaikan
Tabel 3.2 Kriteria Tingkat penguasaan siswa
Kriteria Ketuntasan
Minimal
Keterangan
(KKM) Siswa
≥ 70
<70
Tuntas
Belum tuntas
Sumber: SMA Negeri 9 Ambon
 Menentukan Nilai Rata- rata
Mx =
Sudijono (2010:81)
Keterangan :
Mx
= Mean yang kita cari
Jumlah dari skor-skor yang ada
N
= Banyaknya skor-skor yang ada
 Menentukan distribusi persentase
P=
× 100%
Sudijono, 2010:43
Keterangan : P = Angka persentase
f = Frekuensi yang sedang dicari persentasinya
N = Jumlah individu / frekuensi
DAFTAR PUSTAKA
Annurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Arikunto. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
Arikunto, S.2006. Prosedur Penelitian:Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:PT Rineka Cipta
Baharudin, dan Wahyuni Nur Esa, 2010 Teori Belajar dan Pembelajaran Jogjakarta: Ar-Ruuz
Media
Nurgiantoro, B. 2008. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.
Hariwijaya dan Triton. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi. Yogyakarta :
Oryza
Mony, E, 2009, Teknologi Pendidikan Universitas Surabaya, http://blog. tp. ac.id./ ModelPembelajaran-Kooperatif. Diakses tanggal 11 Mei 2013.
Purwanto. 2009. Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta : Pustaka Belajar. Yogyakarta : Pustaka
Pelajar.
Ratumanan, T.G. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Surabaya : UNESA Universitas Semarang.
Silberman, M. 2009. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka
Insan Madani
Sudijono, Anas,a, 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada
Sudijono, Anas,b, 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta:Rajawali Pers
Sudijono, Anas, 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta:Rajawali Pers
Suprijono, A. 2009. Cooperatif Learning. Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka
Belajar.
Tampomas, H. 2007. Matematika Jilid 1 untuk SMA Kelas X:Jakarta :Erlangga
Yudhawati dan Haryanto. 2011. Teori-Teori Dasar Psikologi. Jakarta : Prestasi Pustakaraya.
Download