gelombang2

advertisement
GELOMBANG RADIO UNTUK MRI
(MAGNETIC RESONANCE IMAGING)
Gerak gelombang merupakan gejala yang ditimbulkan oleh suatu gangguan lokal pada
besaran fisis tertentu serta perambatan gangguan itu dalam medium di sekitarnya. Gangguan
tersebut bisa berupa osilasi kedudukan pertikel, osilasi tekanan atau kerapatan massa dalam
medium bersangkutan, dan osilasi medan listrik/magnet yang berasal dari osilasi arus atau osilasi
rapat muatan listrik. Kecuali gelombang elektromagnet, perambatan gangguan lokal tersebut
selalau berlangsung dalam medium material. Gelombang yang terjadi dapat bersifat satu dimensi
(misalnya gelombang tali), dua dimensi (misalnya gelombang permukaan air dan selaput tipis)
atau bersifat tiga dimensi seperti gelombang electromagnet, gelombang laut dan gelombang
gempa bumi.
Selain itu juga ada gelombang radio, dimana gelombang ini digunakan dalam prinsip
kerja MRI (Magnetic Resonance Imaging). Magnetic Resonance Imaging ialah gambaran
potongan cara singkat badan yang diambil dengan menggunakan daya magnet yang kuat
mengelilingi anggota badan tersebut. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan suatu
teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam pada organisme hidup dan juga
untuk menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi. Berbeda dengan "CT scan",
MRI tidak memberikan rasa sakit akibat radiasi karena tidak digunakannya sinar-X dalam proses
tersebut
Cara kerja MRI

Pertama, putaran nukleus atom molekul otot diselarikan dengan menggunakan medan
magnet yang berkekuatan tinggi.

Kemudian, denyutan/pulsa gelombang dengan frekuensi radio ditembakkan secara tegak
lurus kepada garis medan magnet agar sebagian nukleus hidrogen bertukar arah.

Setelah itu, frekuensi radio akan dimatikan menyebabkan nukleus berganti pada
konfigurasi awal. Saat nukleus kembali ke konfigurasi awal, maka energi dari gelombang
radio dilepaskan dan kemudian ditangkap oleh dinding-dinding tabung yang mengelilingi
pasien.

Sinyal ini dicatat dan data yang dihasilkan diproses oleh komputer untuk menghasilkan
gambar otot. Sehingga anatomi yang jelas dapat dihasilkan.
Pada pengobatan, MRI digunakan untuk membedakan otot patologi seperti tumor otak
dibandingkan otot normal. MRI tidak berbahaya bagi orang yang sakit jika dibandingkan dengan
CT scans "Computed axial Tomography" yang menggunakan aksial tomografi dari komputer
yang mengakibatkan radiasi mengion, MRI hanya menggunakan medan magnet kuat dan radiasi
tidak mengion dalam rentang frekuensi radio. Tetapi, untuk orang sakit yang membawa benda
asing/logam (seperti serpihan peluru) atau implant terbenam (seperti tulang Titanium buatan,
atau pacemaker) tidak boleh dipindai di dalam mesin MRI, karena MRI penggunaan medan
megnet yang kuat yang akan memberikan efek buruk tehadap benda-benda tersebut. Selain itu
kelebihan scan MRI adalah kualitas gambar yang diperoleh biasanya mempunyai resolusi lebih
baik berbanding CT scan.
Sumber :
Tjia, M.O.1994.Gelombang.Surakarta:Dabara Publisher
Wikipedia.org.2011.Magnetic Resonance Imaging
Wikipedia.org.2011.Pencitraan Reonansi Magnetik
Download