Makalah PAI - WordPress.com

advertisement
Makalah PAI
TOLERANSI AGAMA
(Teknik informatika)
Di Susun Oleh :
1. Fahmi Imaniar
2. Faisal
3. Hairur Rozikin
4. Reza Abdillah
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN INFORMATIKA
AKAKOM YOGYAKARTA
2012
i
Page |1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
…………………………………………………….……………………………………………………….. i
PENDAHULUAN
……………………………………………………...………………………….………………….. 1
Latar Belakang
PEMBAHASAN
………………………………………………………………………….………………………. 1
….……………….……………………………………………………………….…………………… 2
1. Pengertian Toleransi
……………………….………………………………………..………………………. 2
2. Toleransi antar Umat Beragama
3. Toleransi dalam Islam
……………………………………………………………………………….. 2
………………………………………………………………………………………… 3
4. Menghormati Dan Memelihara Hak Dan Kewajiban Antar Umat Beragama
5. Manfaat Toleransi Hidup Beragama Dalam Pandangan Islam
PENUTUP
….…… 4
……………………..…….. 5
……………………………………………………………………………………………………………….. 6
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………………………………………………………………..……………… 6
…………………………………………………………………………………………………… 7
Page |1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia adalah makhluk indiviudu sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai
makhluk sosial tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan individu lain
dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam
masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda
warna dengannya salah satunya adalah perbedaan agama.
Dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap
saling menghormati dan saling menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang dapat
menimbulkan pertikaian dapat dihindari. Masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak
dan kewajiban diantara mereka antara yang satu dengan yang lainnya.
Dalam pembukaaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa “Negara menjamin
kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk
beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Olehnya itu kita sebagai warga
Negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama dan
saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan Negara.
Kebebasan beragama pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan antar umat
beragama. Tanpa kebebasan beragama tidak mungkin ada kerukunan antar umat beragama.
Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan
oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya.
Demikian juga sebaliknya, toleransi antarumat beragama adalah cara agar kebebasan
beragama dapat terlindungi dengan baik. Kebebasan dan toleransi tidak dapat diabaikan.
Namun yang sering kali terjadi adalah penekanan dari salah satunya, misalnya penekanan
kebebasan yang mengabaikan toleransi dan usaha untuk merukunkan dengan memaksakan
toleransi dengan membelenggu kebebasan. Untuk dapat mempersandingkan keduanya,
pemahaman yang benar mengenai kebebasan beragama dan toleransi antar umat
Page |1
beragama merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari dalam
bermasyarakat.
PEMBAHASAN
TOLERANSI AGAMA
1. Pengertian Toleransi
Toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan diri, bersikap
sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang
memiliki pendapat berbeda. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu sikap atau
perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau
menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Toleransi juga dapat dikatakan istilah
dalam konteks sosial budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang
adanya deskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima
oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama dimana
penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama
lainnya.
2. Toleransi antar Umat Beragama
Toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang
beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang
beragama lain.
Dalam masyarakat berdasarkan pancasila terutama sila pertama, bertaqwa kepada
tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing adalah mutlak. Semua agama
menghargai manusia maka dari itu semua umat beragama juga wajib saling menghargai.
Dengan demikian antar umat beragama yang berlainan akan terbina kerukunan hidup.
Page |2
3. Tolerasi dalam Islam
Islam adalah agama yang sempurna dan memiliki sejumlah syariat yang sangat
menjunjung tinggi sikap toleransi. Firman Allah SWT:






    



   



    
 
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang
benar dari pada jalan yang sesat. karena itu Barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan
beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat
kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.
Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t. (TQS. Al
Baqarah:256)
     








   
   
  








Page |3
dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barang siapa yang ingin
(beriman) hendaklah ia beriman, dan Barang siapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir".
Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya
mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum
dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang
paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. (TQS, Al Kahfi: 29)
Seruan (khitab) tersebut terbatas hanya ditujukan untuk orang-orang kafir. Jadi
kaum muslimin tidak boleh memaksa orang lain (selain islam) untuk masuk Islam. Sebab
orang –orang kafir dalam hal ini diberikan hak oleh Allah untuk memilih beriman kepada
Islam dan berhak pula untuk tidak mengimaninya. Dengan demikian, kaum muslimin tidak
boleh memaksa mereka untuk mengimani Islam.
Hanya saja seruan ini tidak tepat untuk diterapkan kepada kaum muslimin, sebab
setelah mereka beragama Islam kaum muslimin tidak diberi pilihan lagi untuk kafir atau
murtad dari islam. Hukum Islam bagi seorang muslim yang murtad (keluar dari ajaran
Islam) maka dia diminta bertaubat agar kembali kepada Islam.
Jika dia tetap besikeras pada kekafirannnya maka akan dikenakan sanksi (had) yang
ditetapkan untuk orang murtad yaitu hukuman mati. Hal ini telah ditegaskan oleh Rasulullah
SAW: “siapa saja yang mengganti agama Islamnya bunuhlah dia (HR. Ahmad, Bukhari,
Muslim Ashabusunnah).
4. Menghormati Dan Memelihara Hak Dan Kewajiban Antar Umat Beragama
Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak
dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah
kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undangundang. Pembatasan ini harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai
melanggar hak orang lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang, artinya,
kita tidak boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban.
Page |4
Toleransi Hak dan kewajiban dalam umat beragama telah tertanam dalam nilai-nilai
yang ada pada pancasila. Indonesia adalah Negara majemuk yang terdiri dari berbagai
macam etnis dan agama, tanpa adanya sikap saling menghormati antara hak dan kewajiban
maka akan dapat muncul berbagai macam gesekan-gesekan antar umat beragama.
Pemeluk agama mayoritas wajib menghargai ajaran dan keyakinan pemeluk agama
lain, karena dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 dikatakan bahwa “setiap warga diberi
kemerdekaan atau kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat
menurut agama dan kepercayaannya”. Hal ini berarti kita tidak boleh memaksakan
kehendak, terutama dalam hal kepercayaan, kepada penganut agama lain, termasuk
mengejek ajaran dan cara peribadatan mereka.
5. Manfaat Toleransi Beragama dalam Pandangan Islam
a) Menghindari Terjadinya Perpecahan.
Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam
mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang
selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama
menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama
ardli dalam kehidupan umat manusia ini.
b) Memperkokoh Silaturahmi dan Menerima Perbedaan
Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan
memperkokoh tali silaturahmi antarumat beragama dan menjaga hubungan yang baik
dengan manusia lainnya. Pada umumnya, manusia tidak dapat menerima perbedaan
antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya.
Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab utama adanya konflik antar
sesama manusia.
Merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika
masing-masing pihak menghargai pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama,
Page |5
bahwa setiap penganut agama boleh menjalankan ajaran dan ritual agamanya dengan
bebas dan tanpa tekanan. Oleh karena itu, hendaknya toleransi beragama kita jadikan
kekuatan untuk memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dengan ini,
akan terwujud perdamaian, ketentraman, dan kesejahteraan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Toleransi adalah sikap tenggang rasa yang berarti rukun dan tidak menyimpang dari
aturan dimana seseorang harus saling menghargai dan saling menghormati. Toleransi
beragama sangat diperlukan pada kehidupan sehari-hari untuk menjalin hubungan yang
harmonis, rukun dan sejahtera.
Agama Islam tidak memaksa orang (selain islam) untuk memeluk agama islam,
karena Allah memberikan hak kepada mereka untuk memilih sendiri beriman kepada Islam
atau pun tidak. Tapi Allah sangat tidak suka dengan orang yang murtad.
Peran berbagai elemen tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemerintah sangat
diperlukan untuk memberikan pencerahan dan penyadaran akan arti pentingnya
menghargai perbedaan dalam toleransi beragama. Sikap toleransi bisa ditunjukkan melalui
sikap menghargai perbedaan pandangan, keyakinan dan tradisi orang lain dengan kesadaran
tinggi bahwa perbedaan adalah rahmat Tuhan yang harus disyukuri.
Page |6
DAFTAR PUSTAKA

Hartono Yudi, Abdul Rozaqi dkk. 2002.Agama dan Relasi Sosial. LKiS : Yogyakarta

Kahmad Dadang. 2000. Sosiologi Agama. Pt Remaja Rosdakarya : Bandung.

http://zifazy.wordpress.com/2012/02/13/tugas-makalah-pendidikan-kewarganegaraantoleransi-beragama-untuk-mewujudkan-negara-demokrasi-dan-masyarakat-madani-diindonesia/

http://juliani-vj.blogspot.com/2011/11/makalah-toleransi-antar-umat-beragama.html
Download