strategi bisnis pt nestle indonesia

advertisement
STRATEGI BISNIS PT NESTLE INDONESIA
Masyarakat Indonesia sudah mengenal Nestlé sejak akhir abad ke-19 lewat produk “Tjap
Nona”(Cap Nona) yang sempat dikenal dengan nama“Milk Maid”.Pada tahun 1910 pemasaran
produk Nestlé dilakukan oleh cabang Nestlé di Singapura. Produk-produk Nestlé begitu
mendominasi pasaran susu kental manis di Indonesia sehingga para konsumen mengidentifikasi
semua jenis susu sebagai “Tjap Nona”. Pada tahun 1930 Nestlé memiliki pangsa pasar terbesar
di Indonesia untuk jenis produk susu. Kuatnya tim pemasaran yang terjun ke desa-desa serta
aktifnya upaya Nestlé menjaga mutu, dengan mengganti kaleng- kaleng tua di toko-toko dan
warung-warung dengan produk baru, merebut kepercayaan dan kesetiaan para konsumen. Karena
permintaan konsumen Indonesia yang semakin meningkat, maka Nestlé secara resmi memulai
berusaha di Indonesia pada tahun 1971 atas nama PT Food Specialities Indonesia.Nestlé
Indonesia sekarang memiliki tiga pabrik: Pabrik Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur untuk mengolah
produk susu seperti DANCOW, BEAR BRAND, dan NESTLÉ DANCOW IDEAL; Pabrik
Panjang di Lampung untuk mengolah kopi instan NESCAFÉ serta Pabrik Cikupa di Banten
untuk memproduksi produk kembang gula FOX'S dan POLO.dan sekarang memiliki karyawan
sekitar 2600 tersebar di tiga pabrik.
Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, dengan
mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing-masing unit bisnis sehingga
keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Untuk
mengkoordinasikan seluruh unit bisnisnya di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan sistem
teknologi informasi yang bisa mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh
competitive advantage.
Memilih atau membangun strategi yang tepat bagi perusahaan pada suatu periode waktu
menjadi kata kunci yang harus dilakukan oleh manajer Nestle. Perusahaan Nestle yang telah
melakukan diversifikasi bisnis, memiliki dua tingkatan strategi: strategi unit bisnis (competitive
strategy) yang menitik-beratkan pada upaya membangun keunggulan di setiap bidang usaha yang
digeluti, dan strategi korporasi yang menentukan berbagai bisnis yang akan diusahakan termasuk
pengelolaan keseluruhan portofolio bisnis perusahaan tersebut. Satu hal yang perlu dicermati,
kompetisi terjadi pada level unit bisnis, perusahaan induk tidak terlibat langsung dalam
persaingan. Strategi korporasi berpeluang sukses jika memberi perhatian utama pada
pemeliharaan keunggulan tiap–tiap unit bisnis.
Pertimbangan lain dalam membangun strategi korporasi adalah apakah unit bisnis baru
dapat menghasilkan keunggulan bersaing dari hubungannya dengan unit-unit bisnis lain atau
dengan induk perusahaan. Ada empat konsep strategi korporasi yang telah banyak diaplikasikan:
portfolio management, restructuring, transferring skills, dan sharing activities. Portfolio
management mendasarkan pada sejumlah asumsi vital. Diversifikasi dapat dilakukan melalui
beberapa cara seperti akuisisi, merger, atau membangun unit bisnis baru (greenfield company).
Melalui strategi restructuring, perusahaan Nestle mencari perusahaan yang tidak terlalu maju
(undeveloped), sedang sakit, atau yang sedang menghadapi kesulitan akibat perubahan
lingkungan bisnis yang tidak dapat diatasi. Perusahaan induk Nestle melakukan intervensi
dengan mengubah tim manajemen, mengubah strategi bisnis, memasukkan (infused) teknologi
baru, atau menjual/menutup unit-unit yang tidak efisien atau yang tidak terkait langsung dengan
kompetensi inti unit bisnis terkait. Dalam transferring skills, terjadi sinergi dan proses aktif untuk
mengubah strategi atau operasional unit bisnis. Proses perubahan dalam suatu unit bisnis sebagai
sasaran transfer ketrampilan harus spesifik dan dapat dikenali. Hampir mirip dengan transferring
skills, dalam sharing activities antar unit bisnis menggunakan beberapa sumber daya dalam value
chain secara bersama. Selain konsep strategi-strategi di atas Nestle menggunakan strategi merek
monolitik, dualitik atau multilitik yang bergantung pada keseimbangan antara investasi finansial
yang ditanamkan dengan manfaat strategis dan finansial yang hendak dicapai dari investasi ini.
Lantaran strategi merek monolitik dan dualitik memakai satu nama merek yang sama untuk
berbagai produk, nilai merek (brand value) dari merek yang sukses diharapkan bisa dieksploitasi.
Kapitalisasi pada nama merek bisa menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan terhadap
pengembangan
merek
yang
sifatnya
berkelanjutan.
FAKTOR INTERNAL PERUSAHAAN NESTLE
Nestle yang memiliki misi untuk dikenal sebagai pemimpin dalam Gizi, Kesehatan dan
Keafiatan di dunia yang terangkum dalam moto sederhana, "Good Food, Good Life" selalu
mencari inovasi inovasi baru untuk menjadi perusahaan yang besar. Sumberdaya merupakan
asset yang sangat penting dalam suatu bisnis, baik itu sumberdaya yang tampak
maupun
sumberdaya tak tampak . Sumberdaya manusia yang dimiliki oleh perusahaan Nestle sangat
handal dan berkompeten dibidangnya masing masing, Riset dan Pengembangan atau Research
and Development (R&D) merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Tanpa
R&D, Nestlé tidak akan pernah memimpin industri makanan di bidang nutrisi, kesehatan, dan
keafiatan. Dengan 29 fasilitas riset, pengembangan dan teknologi di seluruh dunia, Nestlé
memiliki jaringan R&D terluas di kalangan perusahaan makanan. Jaringan riset, pengembangan
dan teknologi Nestlé, bersama dengan kelompok aplikasi pasar lokal, Nestlé juga memperkuat
kemampuan R&D melalui Kemitraan Inovasi di tiap tahap proses pengembangan produk – dari
kolaborasi awal dengan perusahaan awal dan biotek hingga kemitraan akhir dengan para
pemasok utama. Dengan menyatukan semua sumber R&D, Nestlé mampu memberikan solusi
makanan berkualitas tinggi dan aman untuk semua konsumen di seluruh dunia – baik dalam gizi,
kesehatan, dan keafiatan, nutrisi, kesehatan, kebaikan, rasa, tekstur atau kenyamanan. Selain itu,
Nestlé memberikan produk-produk berkualitas terbaik bagi konsumen serta jaminan keamanan.
Dan salah satu yang menarik di perusahaan nestle ini adalah setiap karyawan yang berkerja di
perusahaan Nestle yang memiliki ide atau inovasi akan dikasih imbalan, dan nantinya akan
diakumulasikan dan di ambil pada akhir periode.
Selain itu keunggulan dari perusahaan Nestle adalah bahan baku yang dibuat dalam
produksi adalah dari mitra yang sudah dibina, sebuah contoh Nestle yang berada di kejayan
pasuruan yang memproduksi susu, susu yang diproduksi oleh Nestle tidak dari ternakan sendiri
tapi susu yang berasal dari peternak sapi yang hasilnya akan dikumpulkan di koperasi koperasi
yang sudah menjadi binaan dari Nestle tersebar di wilayah jawa timur. Dengan strategi tersebut
Nestle juga berpartisipasi dalam kemanjuan ekonomi di Indonesia. Ini merupakan faktor yang
sangat penting karena merangkul masyarakat dalam usaha ini, sehingga sedikit banyak
mempengaruhi nama besar perusahaan.
Selain sumberdaya yang unggul Nestle juga memiliki kapabilitas yang tinggi, Nestle
mampu mengintegrasikan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang diinginkan,
banyak strategi yang diterapkan oleh Nestle guna menjadi perusahaan nomor satu di bidang gizi
dan kesehatan. Nestle melakukan terobosan terobosan dalam produknya, seperti perusahaan
Nestle yang berada di kejayan pasuruan. Perusahaan yang memproduksi susu olahan, sekarang
banayak variasi variasi susu, seperti BEAR BRAND yaitu susu murni tanpa adanya penambahan
bahan tambahan,selain itu nama produk (Brand) yang tinggi dimasyarakat.ada juga susu buat
balita dengan kandungan gizi yang seimbang, yang mana penyempurnaan dari produk
sebelumnya. Selain itu ada Pabrik Panjang di Lampung untuk mengolah kopi instan NESCAFÉ.
Banyak juga variasi baru yang ditawarkan oleh Nestle agar para konsumen mendapatkan apa
yang diinginkan.. Dengan kapabilitas yang terjaga membuat Nestle akan tetap menjadi
perusahaan pemimpin dalam bidang gizi.
Selain itu Nestle memiliki kompetensi yang baik. memiliki nama besar sehingga hampir
semua produk produk disukai oleh konsumen.selain itu Nestle juga menjual produknya sangat
terjangkau oleh konsumen, dibandingkan dengan produk yang sama dengan perusahaan yang
lain. Hal inilah yang membuat Nestle menjadi perusahaan besar. Nestle di tahun 2012 meraih
peringkat 1 untuk kategori industri produk makanan di survey tahunan The World’s Most
Admired Companies (perusahaan-perusahaan paling dikagumi di seluruh dunia) versi majalah
Fortune. Perusahaan Nestlé sudah 7 tahun berturut-turut berada pada peringkat teratas di
kategori industri tersebut. Nestlé memperoleh nilai tertinggi di setiap kategori yang dinilai :
inovasi, pengelolaan sumber daya manusia, penggunaan aset perusahaan, tanggung jawab sosial,
kualitas manajemen, kesehatan finansial, investasi jangka panjang, kualitas produk atau
pelayanan, dan daya saing di skala internasional. Untuk menentukan peringkat tersebut, majalah
Fortune mengirimkan angket kepada para eksekutif perusahaan makanan dan pengamat
finansial, dan meminta mereka untuk menilai perusahaan-perusahaan berdasarkan beberapa
faktor, seperti kualitas karyawan, kualitas produk dan pelayanan, serta kesehatan finansial.
Download