2. Akuntabilitas dalam suatu Struktur Organisasi

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Pengantar Bisnis
Rancangan dan Struktur
Organisasi
Fakultas
Program Studi
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
Tatap Muka
06
Kode MK
Disusun Oleh
MK84014
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Abstract
Kompetensi
Fungsi dan tingkatan manajerial,
keterampilan dan peran manajemen.
Rancangan dan struktur organisasi,
kekuasaan, wewenang dan delegasi
Mahasiswa mampu memahami dan
menjelaskan aspek manajerial, rancangan
dan struktur organisasi
Struktur Organisasi
Setiap perusahaan sebaiknya mempunyai rencana strategis yang akan mengidentifikasikan
arah bisnis di masa mendatang. Tanggung jawab para manajer perusahaan sebaiknya
diorganisasikan untuk mencapai rencana strategis tersebut. Setiap perusahaan membuat
suatu struktur organisasi yang akan mengidentifikasikan tanggung jawab dari setiap posisi
jabatan dan hubungan yang ada diantara posisi-posisi tersebut. Struktur organisasi juga
mengidentifikasikan bagaimana seluruh tanggung jawab pekerjaan akan cocok satu sama
lain. Struktur organisasi memengaruhi efisiensi dari bagaimana perusahaan menghasilkan
produknya sehingga pada akhirnya akan memengaruhi nilai perusahaan.
1. Tujuan dan Jenis-jenis Struktur Organisasi
Struktur Organsiasi mengidentifikasikan berbagai tanggung jawab dari masing-masing posisi
jabatan dan hubungan yang ada di antara posisi-posisi tersebut.
Struktur organisasi sebuah perusahaan dapat diilustrasikan dalam suatu bagan organisasi,
yang menunjukkan interaksi antara posisi-posisi jabatan, Bagan ini menunjukkan rantai
komando (chain of command), yaitu mengidentifikasikan posisi-posisi jabatan di mana
masing-masing jenis karyawan harus memberikan laporannya. Rantai komando juga
menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas beragam aktivitas. Karena karyawan
sering menemukan masalah yang membutuhkan komunikasi dengan divisi-divisi lain,
mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas setiap jenis pekerjaan sangat membantu.
Bagaimana Struktur Organisasi Bervariasi antara Bermacam Perusahaan
Perusahaan-perusahaan yang berbeda akan menggunakan struktur organisasi yang
berbeda pula. Struktur organisasi tertentu yang digunakan sebuah perusahaan dapat
dipengaruhi oleh karakteristik-karakteristik tertentu dari bisnisnya dan dapat memengaruhi
kinerja perusahaan. Struktur organisasi dapat bervariasi di antara bermacam perusahaan
menurut:
 Rentang kendalinya
 Ketinggian organisasional
 Penggunaan posisi lini versus posisi staf
‘13
2
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rentang Kendali. Manajemen puncak akan menentukan rentang kendali (span of control)
perusahaan, atau jumlah karyawan yang dipimpin oleh masing-masing manajer. Ketika
suatu struktur organisasi dirancang sedemikian rupa di mana setiap manajer memimpin
hanya beberapa karyawan saja, maka ia akan memiliki rentang kendali yang sempit,
Sebaliknya, ketika struktur organsiasi tersebut dirancang di mana setiap manajer memimpin
banyak karyawan, maka ia akan memiliki rentang kendali yang luas.
Ketinggian Organsiasional. Struktur organisasi juga dapat diuraikan dari ketinggiannya.
Suatu struktur organisasi yang dikatakan tinggi memiliki arti bahwa di dalam struktur
tersebut terdapat banyak lapisan dari bawah struktur hingga ke puncaknya. Sebaliknya,
suatu struktur organisasi yang pendek (atau rata) menunjukkan bahwa tidak terdapat
banyak jarak dari bagian bawah struktur sampai ke puncaknya karena memang tidak
terdapat banyak lapisan karyawan di antara bagian bawah dan atas.
Posisi Lini versus Posisi Staf. Posisi jabatan dalam struktur organisasi dapat
diklasifikasikan sebagai posisi lini atau posisi staf. Posisi lini (line position) diciptakan untuk
melakukan pengambilan keputusan yang akan mencapai tujuan bisnis yang spesifik. Posisi
staf (staf position) diciptakan untuk mendukung usaha-usaha posisi lini, dan bukan untuk
mencapai tujuan perusahaan yang spesifik.
Suatu struktur organisasi yang hanya memiliki posisi-posisi lini dan tidak memiliki
posisi-posisi staf disebut organisasi lini (line orgnasization). Jenis stuktur organisasi seperti
ini mungkin cocok untuk bisnis yang tidak mampu merekrut staf sebagai dukungan seperti
sebuah perusahaan manufaktur kecil misalnya.
Suatu struktur organisasi yang memiliki baik posisi lini maupun staf dan memberikan
wewenang dari manajemen di tingkat yang lebih tinggi kepada para karyawan disebut
sebagai organsiasi lini-dan-staf (line-and-staf organization).
Dampak Teknologi Informasi terhadap Struktur Organisasi
Apapun jenis struktur organisasi yang digunakan oleh sebuah perusahaan, teknologi akan
memfasilitasi komunikasi yang terjadi di antara posisi-posisi jabatan melalui struktur
organisasi. Seluruh bagian dari sebuah perusahaan menggunakan teknologi, dan beragam
departemen memiliki pakar-pakar di bidang teknologi diantara para karyawannya. Teknologi
dan para profesional yang bekerja di lapangan harus mendukung dan menghubungkan
setiap bagian dari organisasi.
‘13
3
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Akuntabilitas dalam suatu Struktur Organisasi
Di samping struktur organisasi yang menunjukkan uraian pekerjaan (job description) dan
tanggung jawab dari masing-masing karyawan dan manajer, perusahaan juga perlu untuk
memastikan bahwa para karyawan dan manajernya telah bertanggung jawab (accountable).
Salah satu tugas penting dari seorang manajer perusahaan adalah mengevaluasi karyawan
dan membuat mereka bertanggung jawab dalam memenuhi tanggung jawab mereka. Uraian
pekerjaan memberikan arah bagi posisi jabatan, namun para manajer yang membawahi
posisi-posisi tersebut harus memastikan apakah para karyawannya telah bekerja sesuai
dengan uraian pekerjaan yang diberikan.
Peranan Dewan Direksi
Setiap perusahaan memiliki dewan direksi (board of directors), atau sekumpulan eksekutif
yang bertanggung jawab dalam pengawasan aktifitas presiden dan manajer tingkat atas
perusahaan.
“Dewan direksi secara rutin meninjau struktur perusahaan untuk memastikan apakah ia
telah mendukung kinerja yang optimal sehingga dapat melayani kepentingan utama para
pemegang saham dengan memberikan nilai pemegang saham.”
Para anggota dewan yang
juga merupakan manajer perusahaan yang sama (seperti
msialnya CEO) disebut sebagai anggota dewan direksi internal (inside board members).
Anggota dewan yang bukan manajer dari perusahaan disebut sebagai anggota dewan
direksi eksternal (outside board members).
Konflik Kepentingan dalam Dewan. Suatu dewan diharapkan dapat memastikan bahwa
para manajemen puncak telah bertindak demi kepentingan
perusahaan dan bukannya
kepentingan diri sendiri.
Dewan direksi kemungkinan akan lebih siap mengambil tindakan jika sebagian besar
anggotanya merupakan anggota dewan eksternal dapat mengusulkan kebijakan-kebijakan
yang akan menguntungkan pemegang saham, bahkan jika kebijakan-kebijakan tersebut
tidak didukung oleh para manajer puncak perusahaan. Oleh sebab itu, para pemegang
saham cenderung lebih menyukai dewan direksi yang memiliki lebih banyak direksi
eksternal.
Komite-komite Dewan. Selama beberapa tahun terakhir ini, komite-komite yang terdiri atas
para anggota dewan telah diberikan tugas-tugas khusus untuk memastikan adanya
‘13
4
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pengawasan yang memadai atas perusahaan. Meskipun setiap perusahaan terbuka
memiliki komitenya sendiri-sendiri, berikut adalah beberapa komite yang biasa dibentuk:
 Komite Kompensasi. Meninjau gaji dan rumusan kompensasinya yang berlaku bagi
para manajer tingkat atas. termasuk di antaranya CEO.
 Komite Nominasi. Menilai apakah para anggota dewan yang ada sekarang telah
mmeiliki pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan agar dapat menjadi efektif;
memberikan rekomendasi kepada dewan direksi mengenai besaran dan komposisi
dewan.
 Komite Audit. Mengawasi perekrutan dan pekerjaan auditor eksternal yang mengaudit
laporan keungan perusahaan.
Pengawasan Audiotor Internal
Salah satu cara lain dalam
mencapai akuntabilitas, banyak perusahaan menggunakan
auditor internal (internal auditor), yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh
departemen telah mengikuti panduan dan prosedur perusahaan.
Proses Pengendalian Internal
Proses pengendalian internal akan melengkapi pekerjaan auditor internal dan auditor
eksternal. Proses pengendalian internal merupakan suatu sistem yang akan menghasilkan
pelaporan informasi keuangan yang akurat serta tepat waktu dan menerapkan pengendalian
atas informasi tersebut. Jadi, sistem tersebut memungkinkan manajer sebuah perusahaan
dapat dengan lebih mudah mengawasi kondisi keuangan perusahaan.
3. Mendistribusikan Wewenang di antara Posisi-posisi Jabatan
Sentralisasi
Beberapa perusahaan adalah perusahaan tersentralisasi (centralized); yang artinya;
sebagian besar wewenang berada di tangan manajer-manajer tingkat atas. Dalam
perusahaan yang tersentralisasi, manajer tingkat menengah dan supervisor bertanggung
jawab atas tugas sehari-hari dan memberikan laporannya kepada manajer puncak, tetapi
mereka tidak diperkenankan untuk banyak mengambil keputusan.
‘13
5
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Desentralisasi
Dalam bebrapa tahun terakhir ini, banyak perusahaan telah terdesentralisasi (decentralized),
yaitu wewenang disebar di antara bebera divisi atau manajer. Salah satu bentuk
desentralisasi yang ekstrem adalah otonomi (aoutonomy), di mana divisi-divisi diizinkan
untuk melakukan pengambilan keputusannya sendiri dan bertindak secara independen. Tren
ke arah desentralisasi ini di pacu oleh potensi-potensi keuntungan yang dimilikinya.
Kedua, desentralisasi dapat memperpendek proses pengambilan keputusan karena
karyawan-karyawan yang berada di tingkat yang lebih rendah diberikan kekuasanaan yang
lebih besar.
Ketiga, pendelegasian wewenang dapat meningkatkan moral karyawan, yang
mungkin akan menjadi lebih antusias dengan pekerjaan yang mereka lakukan jika mereka
mendapat tanggung jawab yang lebih besar.
Kerugian. Struktur organisasi terdesentralisasi dapat memiliki pula beberapa kerugian. Ia
dapat memaksa sebagian manajer mengambil keputusan-keputusan penting meskipun
mereka kurang memiliki pengalaman untuk mengambil keputusan seperti itu atau memilih
untuk tidak melakukannya. Demikian pula jika manajer tingkat menengah dan manajer
supervisor mendapat tanggung jawab yang lebih, mereka mungkin tidak akan dapat
menyelesaikan seluruh tugas mereka.
Tingkat Desentralisasi yang Tepat. Tingkat desentralisasi yang tepat bagi setiap
perusahaan akan tergatung pada keahlian para manajer yang dapat diberikan tanggung
jawab yang lebih besar. Desentralisasi dapat menguntungkan ketika manajer yang diberikan
kekuasaan yang lebih besar mampu menangani tambahan tanggung jawab tersbeut.
Perampingan. Usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengruangi pengeluaran
dengan menghilangkan posisi-posisi jabatan.
4. Struktur yang Memungkinkan Lebih Banyak Masukan Karyawan
Perusahaan pada umumnya mengandalkan masukan para karyawan dari berbagai divisi
untuk situasi-situasi khusus. Karena alasan ini, perusahaan mungkin butuh untuk sementara
waktu mneyesuaikan struktur organsiasi formal mereke sehingga sebagian tanggung jawab
ekstra tersebut dapat dilimpahkan kepada mereka. Perusahaan dapat memperoleh
masukan dari karyawan dengan menggunakan hal-hal berikut ini untuk melengkapi struktur
organsiasi formalnya;
‘13
6
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
 Organisasi matriks.
 Intrapreneurship
 Struktur organisasi informal
Masing-masing metode di atas akan dibahas satu per satu.
Organisasi Matriks
Perusahaan sering kali berhadapan dengan kondisi-kondisi khusus yang menuntut adanya
masukan dari para karyawan. Dalam suatu organisasi matriks (matrik organization),
beberapa bagian perusahaan akan saling berinteraksi untuk memusatkan perhatian pada
proyek-proyek tertentu. Karena proyek-proyek tersebut hanya mengambil sebagian waktu
saja dari minggu kerja normal, para partisipan dapat terus melakukan pekerjaan normal
mereka sekaligus masih tetap bertanggung jawab pada atasan yang sama untuk pekerjaanpekerjaan tersebut.
Keuntungan dari pendekatan matriks adalah bahwa ia akan menyatukan para
karyawan yang dapat memberikan masukan dari berbagai sudut pandang. Setiap partisipan
yang ditugaskan ke suatu kelompok (atau tim) tertentu memiliki keahlian-keahlian khusus
yang dapat memberikan kontribusi bagi proyek.
Satu kemungkinan kerugian dari organisasi matriks adalah bahwa tidak ada
karyawan yang merasa bertanggung jawab karana tanggung jawab tersebut dibebankan
kepada tim yang terdiri atas beberapa orang karyawan.
Presiden
‘13
Wakil Presiden
Keuangan
Wakil Presiden
Pemasaran
Wakil Presiden
Operasi
Akuntan dan
Manajer
Keuangan
Karaywan
Penjualan
Pekerja
Produksi
Satu orang
perwakilan
Keuangan
Satu orang
perwakilan
Pemasaran
7
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Satu orang
perwakilan
Produksi
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Karyawan Sistem
Komputer, yang
Ditunjuk sebagai
Manajer Proyek
Komputer
Interpreneurship
Beberapa perusahaan tidak hanya mencari masukan dari karyawan mengenai masalahmasalah yang khusus namun juga mendorong karyawan untuk memberikan ide-ide bagi
pengubahan operasional yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan ini bahkan
dapat membuat organisasi tambahan dalam struktur organisasi mereka di mana karyawankaryawan tertentu diberikan tanggung jawab untuk melakukan inovasi. Dengan cara ini,
biaya dan manfaat inovasi dapat diestimasikan secara terpisah dari operasi bisnis lainnya.
Struktur Organisasi Informal
Seluruh perusahaan memiliki baik struktur organisasi formal dan informal. struktur organisasi
informal (informal organizational structure) adalah jaringan komunikasi informal yang
terdapat di antara karyawan perusahaan. Jaringan ini (yang kadang disebut “grapevine”)
berkembang sebagai akibat dari adanya interaksi antarkaryawan. Beberapa karyawan
berinteraksi karena mereka mengerjakan pekerjaan yang mirip satu sama lain. Karyawan
dari berbagai tingkatan yang berbeda dapat berinteraksi di area makan siang bersama atau
acara- acara sosial.
Komunikasi.
Sebuah
perusahaan
dapat
mengambil
langkah-langkah
untuk
mengembangkan suatu struktur organisasi informal guna mendorong terjadinya komunikasi
antara manajer dan karyawan dalam lingkungan yang tidak begitu formal.
Jika seorang manajer meminta umpan balik dalam suatu lingkungan yang informal,
karyawan kemungkinan akan lebih bersedia untuk mengutarakan pendapat karena mereka
merasa manajer tersebut benar-benar tertarik dengan pendapat yang mereka miliki. Mereka
dapat memberikan saran mengenai peningkatan hubungan dengan karyawan, kondisi kerja,
gaji, atau bahkan inovasi-inovasi produk.
Keuntungan lain dari sturktur organsiasi informal adalah bahwa karyawan yang
membutuhkan bantuan dalam melakukan suatu pekerjaan dapat memperoleh keuntungan
dari karayawan lain. Jika karyawan harus mencari bantuan melalui stuktur formal, mereka
harus pergi ke atasannya terlebih dahulu. Jika orang tersebut tidak berada di tempat, proses
produksi bisa mengalami hambatan. Struktur informal juga dapat memastikan karyawan
menggantikan karayawan yang lain, sehingga dapat memastikan informal dapat mengurangi
manajer yang terlibat.
‘13
8
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Struktur informal juga dapat mendorong persahabatan di antara karyawan, yang
dapat mengarah pada kepuasan karyawan dengan pekerjaannya. Persahabatan di
lingkungan kerja dapat menjadi faktor penting yang akan menurunkan semangat mereka
mencari pekerjaan baru.
Kerugian. Selain keuntungan-keuntungan yang telah diuraikan sebelumnya, struktur
informal juga dapat memiliki beberapa kerugian. Mungkin kerugian utama adalah adanya
kemungkinan karyawan memperoleh informasi yang tidak benar atau tidak menguntungkan
mengenai perusahaan melalui struktur informal. Bahkan jika informasi tersebut tidak benar
atau sangat dibesar-besarkan, ia dapat memberikan dampak yang mendalam pada moral
karyawan.
5. Metode-metode Departementalisasi Pekerjaan
Ketika mengembangkan atau merevisi suatu struktur organisasi, manajemen tingkat atas
pertama kali harus mengidentifikasikan seluruh penugasan jabatan, pekerjaan, dan
tanggung
jawab
yang
berbeda-beda.
Lalu,
langkah
selanjutnya
adalah
mendepartementalisasikan (departementalize) pekerjaan dan tanggung jawab tersebut,
yang artinya memberikan pekerjaan dan tanggung jawab tadi ke berbagai departemen yang
berbeda. Cara terbaik dalam melakukan departementalisasi akan tergantung pada
karakteristik bisnis perusahaan. Dengan menggunakan metode-metode departementalisasi
pekerjaan dan tanggung jawab yang efiisen, perusahaan dapat meminimalisasi pengeluaran
dan memaksimalkan nilainya. Berikut adalah empat metode departementalisasi yang cukup
populer;
 Menurut fungsi
 Menurut produk
 Menurut lokasi
 Menurut pelanggan
Departementalisasi menurut Fungsi
Ketika perusahaan melakukan departementalisasi menurut fungsi, perusahaan akan
mengalokasikan pekerjaan dan tanggung jawab menurut fungsi-fungsi karyawan. Bagan
organisasi seperti yang ditunjukkan dalam Tampilan 8.6 didepartementalisasi menurut
fungsinya.
‘13
9
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Presiden
Wakil Presiden
Keuangan
Wakil Presiden
Pemasaran
Wakil Presiden
Operasi
Akuntan dan
Manajer
Keuangan
Manajer
Penjualan
Manajer
Produksi
Departementalisasi menurut Produk
Pada perusahaan-perusahaan yang lebih besar dengan banyak rpoduk, departementalisasi
menurut produk adalah suatu hal yang biasa dilakukan. Pekerjaan dan tanggung jawab
dipisahkan menurut jenis produk yang dihasilkan. Bagan organsiasi seperti yang disajikan
dalam tampilan 8.7
Presiden
Wakil Presiden
Operasi Minuman
Ringan
Wakil Presiden
Makanan dalam
Kemasan
Wakil Presiden
Operasi
Restoran
Manajer Operasi
Minuman Ringan
Manajer Operasi
Makanan dalam
Kemasan
Manajer
Restoran
Departementalisasi menurut produk memungkinkan sebuah perusahaan lebih mudah
melakukan estimasi pengeluaran-pengeluaran yang terkait dalam produksi masing-masing
produk. Perusahaan dapat dilihat sebagai suatu kumpulan divisi-divisi bisnis yang terpisah
(dipisah menurut produk), dan laba setiap divisi lama-kelamaan dapat diketahui. Hal ini
memungkinkan perusahaan mengetahui kontribusi masing-masing divisi bisnis terhadap
total labanya, yang akan bermanfaat ketika perusahaan ingin memutuskan divisi mana yang
sebaiknya diperluas.
‘13
10
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Departementalisasi menurut Lokasi
Pekerjaan dan tanggung jawab juga dapat didepartementalisasi menurut lokasi melalui
pendirian kantor-kantor daerah yang meliputi wilayah-wilayah geografis tertentu. Sistem ini
akan menarik jika pelanggan perusahaan di lokasi-lokasi tertentu sering membeli berbagai
jenis produk. Pelanggan tersebut dapat menghubungi kantor daerah di wilayah yang sama
dengannya untuk memenuhi pesanan.
Presiden
Presiden Bisnis
Minuman
Ringan
Presiden Bisnis
Makanan dalam
Kemasan
Presiden
Bisnis
Restoran
Wakil Presiden
Pemasaran untuk
Bisnis Minuman
Ringan
Wakil
PresidenPemasaran
untuk Makanan dalam
Kemasan
Wakil Presiden
Pemasaran untuk
Bisnis Restoran
Wakil Presiden
Operasi untuk Bisnis
Minuman Ringan
Wakil Presiden Operasi
untuk Bisnis Makanan
dalam Kemasan
Wakil Presiden
Operasi untuk Bisnis
Restoran
Departementalisasi menurut Pelanggan
Beberapa perusahaan membuat divisi-divisi yang terpisah berdasarkan jenis pelanggannya,
sebagai contoh; beberapa maskapai penerbangan memiliki divisi-divisi reservasi terpisah
yang sepenuhnya memusatkan diri pada perjalanan-perjalanan kelompok. Perusahaanperusahaan komputer seperti misalnya Dell telah menunjuk beberapa orang tenaga
penjualan
untuk sepenuhnya memusatkan diri pada penjualan komputer ke lembaga-
lembaga pendidikan. Mereka juga memiliki beberapa divisi yang memusatkan diri pada
penjualan pribadi secara online, sedangkan yang lainnya memusatkan diri pada pelanggan
perusahaan besar.
‘13
11
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Griffin, Ricky W, and Elbert Ronald 2013, Business, 8th edition, Pearson Education,
New Jersey. Bab 7
Madura Jeff, 2007, Introduction to Business, 4th edition, South-Western College
Publishing, USA. Bab 8
‘13
12
Pengantar Bisnis
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download