Saham preferen anak perusahaan yang beredar Perubahan dalam

advertisement
Bab 9
Isu Kepemilikan
Konsolidasi
McGraw-Hill/Irwin
Copyright © 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.
ISU KEPEMILIKAN KONSOLIDASI
• Dalam ilustrasi konsolidasi di bab-bab
sebelumnya, kita baru membahas mengenai
situasi struktur kepemilikan yang sederhana
• Dalam praktik, sering ditemui struktur
kepemilikan yang kompleks. Sebagai contoh,
selain memiliki saham biasa, anak perusahaan
juga dapat memiliki saham preferen yang
beredar dan pada beberapa kasus induk
perusahaan dapat mengakuisisi saham biasa
maupun saham preferen anak perusahaan.
9-2
ISU KEPEMILIKAN KONSOLIDASI
• Pada kasus lain, satu atau beberapa anak
perusahaan dapat mengakuisisi induk
perusahaan atau perusahaan lain yang
berhubungan istimewa
• Kadang kala, klaim kepemilikan induk
perusahaan atas anak perusahaan dapat
berubah melalui penjualan atau pembelian
saham anak perusahaan atau melalui transaksi
saham anak perusahaan
9-3
ISU KEPEMILIKAN KONSOLIDASI
• Pembahasan bab ini ditujukan untuk
memberikan pemahaman mendasar atas
beberapa masalah konsolidasi yang timbul
dalam situasi kepemilikan kompleks yang sering
ditemui dalam praktik. Pembahasan meliputi
topik-topik
1. Saham preferen anak perusahaan yang beredar
2. Perubahan dalam kepemilikan induk perusahaan
pada anak perusahaan
3. Kepemilikan bertingkat
4. Kepemilikan timbal balik
5. Dividen saham anak perusahaan
9-4
Saham Preferen anak perusahaan yang
beredar
• Banyak perusahaan yang memiliki lebih dari
satu jenis saham yang beredar
• Setiap jenis efek biasanya mempunyai fungsi
tertentu dan setiap jenis juga mempunyai hakhak dan fitur-fitur yang berbeda
• Karena pemegang saham preferen mempunyai
klaim atas aset bersih anak perusahaan, harus
ada perhatian khusus mengenai bagaimana
menyajikan klaim tersebut dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasi.
9-5
Saham Preferen anak perusahaan yang
beredar
• Pemegang saham preferen umumnya
mempunyai hak lebih dulu dari pemegang
saham biasa dalam hal dividen dan distribusi
aset pada saat likuidasi.
• Pemegang saham preferen biasanya tidak
mempunyai hak untuk memilih, sehingga
kepemilikan dalam saham preferen umumnya
tidak menyebabkan timbulnya pengendalian,
berapapun jumlah saham yang dimiliki
.
9-6
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Dalam praktik banyak ditemukan fitur-fitur yang
berbeda dari saham preferen.
• Sebagai contoh, sebagian besar saham
preferen adalah kumulatif, sebagian lagi
berpartisipasi dan banyak yang dapat ditarik
bukan seharga nilai nominalnya.
9-7
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi,
jumlah ekuitas pemegang saham anak
perusahaan yang menjadi hak pemegang saham
preferen harus ditentukan terlebih dahulu sebelum
melakukan eliminasi kepemilikan saham biasa.
• Jika induk perusahaan memiliki sebagian dari
saham preferen anak perusahaan maka bagiannya
atas saham preferen tersebut harus dieliminasi.
• Bagian saham preferen anak perusahaan yang
tidak dimiliki induk perusahaan dialokasikan ke
kepemilikan nonpengendali
9-8
contoh
• PT Induk membeli 80% saham biasa PT Anak
pada tgl 31 Des 2000, pada nilai bukunya sebesar
Rp.240 juta dan mencatat investasinya dengan
metode ekuitas dasar
• PT induk memperoleh laba dari operasi
terpisahnya sebesar Rp.140 juta di tahun 2001
dan umumkan dividen sebesar Rp.60 juta
• PT Anak melaporkan laba bersih sebesar Rp.50
juta di tahun 2001 dan umumkan dividen saham
biasa sebesar Rp.30 juta
• Pada 1 jan 2001, PT Anak menerbitkan 12%
saham preferen dengan nilai nominal Rp.100 juta
PT induk tidak membeli saham tersebut
9-9
Alokasi laba bersih PT Anak
Laba bersih PT Anak, 2001 :
Dikurangi : dividen preferen (Rp.100 juta x 0,12)
Rp.50.000.000
(12.000.000)
Laba PT Anak yang menjadi hak pemegang saham biasa
Bagian proporsional PT Induk
Rp.38.000.000
X0,80
Pendapatan PT Induk dari PT Anak
Rp.30.400.000
Laba yang dialokasikan ke kepemilikan nonpengendali untuk tahun 2001
adalah total dividen preferen PT Anak dan bagian 20% pemegang saham
biasa nonpengendali PT Anak sebesar Rp.38 juta dan sisa laba setelah
dikurangi dividen preferen
Dividen preferen PT Anak
Laba yang dialokasikan ke pemegang saham biasa
nonpengendali PT Anak (Rp.38 juta x 0,2)
Rp.12.000.000
Pendapatan kepemilikan nonpengendali
Rp.19.600.000
7.600.000
9-10
Ayat jurnal eliminasi
Pendapatan dari Anak Perusahaan
Dividen diumumkan-saham biasa
Investasi pada saham biasa PT Anak
(mengeliminasi pendapatan dari anak
perusahaan)
30.400.000
Pendapatan untuk kepemilikan nonpengendali
Dividen diumumkan-saham preferen
Dividen diumumkan-saham biasa
Kepemilikan non pengendali
(mengeliminasi lab ke kepemilikan
nonpengendali)
19.600.000
24.000.000
6.400.000
12.000.000
6.000.000
1.600.000
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada sham biasa PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
200.000.000
100.000.000
Saham preferen-PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
100.000.000
240.000.000
60.000.000
100.000.000
9-11
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Kadang-kadang, induk perusahaan juga
memiliki saham preferen anak perusahaan
selain dari investasinya pada saham biasa anak
perusahaan.
• Karena saham preferen yang dimiliki oleh induk
perusahaan berada di dalam entitas konsolidasi,
maka saham preferen tersebut harus dieliminasi
pada saat penyusunan laporan keuangan
konsolidasi.
9-12
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Begitu pula dengan pendapatan dari saham
preferen yang dicatat oleh induk perusahaan
harus dieliminasi.
• Karena PT Induk tidak memiliki saham preferen
PT Anak, seluruh dividen preferen tersebut
diklasifikasikan sebagai bagian dari kepemilikan
nonpengendali.
9-13
Contoh saham preferen yang dimiliki
oleh Induk Perusahaan
• PT Induk membeli 60% saham preferen anak
perusahaan yang mempunyai nilai nominal
Rp.100 juta, 12 % dengan harga Rp. 60 juta
yang diterbitkan tgl 1 Jan 2001. Selama tahun
2001 diumumkan dividen Rp.12 juta untuk
saham preferen. PT Induk mengakui
pendapatan saham preferen Rp.7.200.000 (12
juta x 0,60) atas investasi pada saham preferen
dan sisanya Rp.4.800.000 (12 juta x 0,40)
dibayarkan pada pemegang saham preferen lain
9-14
• Dalam konsolidasi, total laba yang dialokasikan
ke pemilikan minoritas termasuk bagian dividen
preferen yang dibayarkan untuk saham yang
tidak dimiliki oleh PT Induk
Kepemilikan nonpengendali atas dividen preferen
(Rp.12.000.000 x 0,40)
Laba yang dialokasikan ke pemegang saham biasa
minoritas (Rp.38.000.000 x 0,20)
Pendapatan kepemilikan nonpengendali
Rp.4.800.000
7.600.000
Rp.12.400.000
9-15
Ayat jurnal eliminasi
Pendapatan dari Anak Perusahaan
Dividen diumumkan-saham biasa
Investasi pada saham biasa PT Anak
(mengeliminasi pendapatan dari anak
perusahaan)
30.400.000
Pendapatan dividen-saham preferen
Dividen diumumkan –saham preferen
7.200.000
Pendapatan untuk kepemilikan nonpengendali
Dividen diumumkan-saham preferen
Dividen diumumkan-saham biasa
Kepemilikan non pengendali
(mengeliminasi lab ke kepemilikan
nonpengendali)
24.000.000
6.400.000
7.200.000
12.400.000
4.800.000
6.000.000
1.600.000
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada sham biasa PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
200.000.000
100.000.000
Saham preferen-PT Anak
Investasi pada saham preferen PT Anak
100.000.000
240.000.000
60.000.000
60.000.000 9-16
• Beberapa hal yang perlu diperhatikan
sehubungan dengan ayat jurnal tersebut di atas
adalah :
1. Bagian PT Induk sebesar 60% atas saham
preferen PT Anak dieliminasi terhadap akun
investasi saham. Sisa saham preferen
dimasukkan dalam kepemilikan nonpengendali
2. Pendapatan dividen PT Induk dari investasinya
di saham preferen PT Anak dieliminasi terhadap
bagiannya atas dividen diumumkan PT Anak
9-17
3. Laba yang dialokasikan ke pemilikan
nonpengendali termasuk laba PT Anak yang
menjadi hak pemegang saham selain PT Induk.
Begitu pula, total kepemilikan minoritas
termasuk ekuitas pemegang saham PT Anak
yang menjadi hak pemegang saham selain PT
Induk
9-18
Saham Preferen Anak Perusahaan
dengan Fitur Khusus
• Pada saat saham preferen anak perusahaan
yang beredar dikonsolidasi, provisi dari
perjanjian saham preferen harus ditelaah untuk
menentukan bagian ekuitas pemegang saham
anak perusahaan yang harus dialokasikan ke
hak saham preferen.
9-19
• Provisi dividen kumulatif memberikan tingkatan
perlindungan tertentu untuk pemegang saham
preferen dengan mengharuskan perusahaan
untuk membayar dividen saham preferen periode
sekarang dan dividen periode sebelumnya yang
belum dibayar sebelum perusahaan dapat
membagikan dividen untuk pemegang saham
biasa.
• Jika anak perusahaan mempunyai saham
preferen yang beredar, laba sejumlah dividen
preferen tahun berjalan harus dialokasikan ke
hak saham preferen dalam konsolidasi, baik ada
pengumuman pembagian dividen maupun tidak.
9-20
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Jika terdapat dividen belum dibagikan atas
saham preferen kumulatif anak perusahaan,
harus ada pengakuan dalam konsolidasi atas
klaim pemegang saham preferen dengan
mengalokasikan saldo laba sejumlah dividen
yang belum dibayarkan tersebut ke hak saham
preferen
• Tidak diperlukan prosedur konsolidasi khusus
sehubungan dengan dividen yang belum
dibayarkan atas saham preferen non-kumulatif
anak perusahaan.
9-21
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Fitur partisipasi saham preferen memungkinkan
pemegang saham preferen untuk menerima
pembagian laba yang lebih besar dari tarif
dividen dasar saham preferen.
• Walaupun beberapa saham preferen
mempunyai fitur partisipasi, terdapat berbagai
jenis perjanjian partisipasi. Setelah tingkatan
partisipasi ditentukan, bagian laba dari aset
bersih anak perusahaan yang sesuai
dialokasikan ke hak saham preferen dalam
laporan keuangan konsolidasi
9-22
Subsidiary Preferred Stock Outstanding
• Banyak saham preferen yang dapat ditarik,
ketika harga penarikannya sering lebih tinggi
dari nilai nominalnya.
• Jumlah yang dibayarkan untuk menarik saham
preferen anak perusahaan yang dapat ditarik
berdasarkan perjanjian saham preferen
dipandang sebagai klaim pemegang saham
preferen atas aset bersih anak perusahaan dan
ekuitas pemegang saham anak perusahaan
sejumlah tersebut dialokasikan ke hak saham
preferen dalam penyusunan neraca konsolidasi.
9-23
• PT Anak menerbitkan 12% saham preferen
dengan nilai nominal Rp.100.000.000 pada
tanggal 1 Januari 20x0 dan saham tersebut
mempunyai fitur kumulatif, non-partisipasi dan
dapat diatrik pada harga 105. Tidak ada dividen
yang diumumkan untuk saham preferen selama
tahun 20x0. Pada tanggal 31 Desember 20x0,
PT Induk membeli 80% saham biasa PT Anak
seharga Rp.240.000.000 dan pada tanggal 1
januari 20x1, PT Induk membeli 60% saham
preferen PT Anak seharga Rp.61.000.000
9-24
Saham Preferen
Saham Biasa
Saldo Laba
Rp.100.000.000
200.000.000
100.000.000
Total Ekuitas Pemegang Saham
Rp.400.000.000
Jumlah yang dialokasikan ke pemegang preferen dalam penyusunan
neraca konsolidasi pada tanggal 1 Januari 20x1 dihitung sebagai berikut
Nilai Nominal Saham Preferen PT Anak
Premi harga penarikan
Dividen tertunggak (tidak diumumkan) tahun 20x0
Rp.100.000.000
5.000.000
12.000.000
Total hak Saham preferen, 1 Januari 20x1
Rp.117.000.000
9-25
Jumlah ini dialokasikan antara PT Induk dan pemegang saham
nonpengendali dengan perhitungan berikut :
Bagian PT Induk atas hak saham preferen (Rp.117.000.000
x 0,60)
Bagian pemegang saham nonpengendali atas hak saham
preferen(Rp.117.000.000 x 0,40)
Total hak Saham preferen, 1 januari 20x1
Rp.72.200.000
46.800.000
Rp.117.000.000
Karena hak asaham preferen lebih besar dari nilai nominal saham
preferen sebesar Rp.117.000.000 bagian saldo laba PT Anak yang
menjadi hak pemegang saham biasa dikurangi oleh jumlah tersebut.
Karena itu total klaim aset bersih pemegang saham PT Anak sebagai
berikut
Saham Biasa
Saldo Laba (Rp.100.000.000 – Rp.17.000.000)
Rp.200.000.000
83.000.000
Total hak Saham preferen, 1 Januari 20x1
Rp.283.000.000
9-26
Hak saham biasa PT Anak:dialokasikan di antara PT Induk dan
pemegang saham nonpengendali dengan perhitungan sebagai berikut
Bagian PT Induk atas hak saham biasa (Rp.283.000.000 x
0,80)
Bagian pemegang saham nonpengendali atas hak saham
biasa (Rp.283.000.000 x 0,20)
Total hak Saham biasa, 1 januari 20x1
Rp.226.400.000
56.600.000
Rp.283.000.000
9-27
Ayat jurnal eliminasi
Saham Biasa – PT Anak
Saldo Laba
Diferensial
Investasi pada saham biasa PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
(mengeliminasi invesatasi saham biasa)
Rp.83.000.000 = Rp.100 juta – Rp.17 juta
Rp.13,6 juta = Rp.240 juta – Rp.283 juta x 0,80)
Rp.56.600.000 = Rp.283.000.000 x 0,2
200.000.000
83.000.000
13.600.000
Saham preferen -PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada saham preferen PT Anak
Tambahan modal disetor
Kepemilikan nonpengendali
(mengeliminasi invesatasi saham preferen)
Rp.17.000.000 = Rp.117 juta – Rp.100 juta
Rp.9,2 juta = (Rp.117 jutax0,6) – Rp.61 juta
Rp.46.800.000 = Rp.117.000.000 x 0,4
100.000.000
17.000.000
240.000.000
56.600.000
61.000.000
9.200.000
46.800.000
9-28
Total kepemilikan nonpengendali pada tanggal 1 januari 20x1 terdiri
atas kepemilikan saham preferen dan saham biasa sebagai berikut
Kepemilikan saham preferen (RP.117.000.000 x 0,40)
Kepemilikan saham biasa (Rp.283.000.000 x 0,20)
Total kepemilikan nonpengendali, 1 januari 20x1
Rp.46.800.000
56.600.000
Rp.103.400.000
Selisih antara biaya perolehan investasi PT Induk atas saham preferen
PT Anak dan klaim mendasar atas aset bersih PT Anak dihitung
sebagai berikut
Klaim atas aset bersih (RP.117.000.000 x 0,60)
Biaya perolehan investasi saham preferen
Selisih
Rp.70.200.000
(61.000.000)
Rp.9.200.000
9-29
Perubahan pada kepemilikan Induk
Perusahaan
• Pada bab-bab sebelumnya, kepemilikan induk
perusahaan dianggap selalu tetap antar waktu,
tetapi dalam kenyataannya tingkat kepemilikan
sering berubah-ubah.
• Perubahan dalam tingkat kepemilikan dapat
diakibatkan oleh tindakan induk perusahaan
atau anak perusahaan.
9-30
Perubahan dalam kepemilikan Induk
Perusahaan
• Induk perusahaan dapat mengubah rasio
kepemilikannya dengan membeli atau menjual
saham anak perusahaan melalui transaksi
dengan perusahaan yang tidak berafiliasi
• Anak perusahaan dapat menyebabkan
persentase kepemilikan anak perusahaan
berubah dengan menjual tambahan saham atau
membeli kembali dari pihak yang tidak berafiliasi
atau dengan melakukan transaksi saham dengan
induk perusahaan (jika anak perusahaan tidak
dimiliki penuh)
9-31
Pembelian saham tambahan oleh Induk
Perusahaan dari Non-afiliasi
• Induk perusahaan dapat membeli saham anak
perusahaan pada beberapa titik waktu yang
berbeda.
• Pada saat penyusunan laporan keuangan
konsolidasi, biaya perolehan setiap pembelian
saham dibandingkan dengan nilai buku saham
pada tanggal pembelian dan perbedaannya
diperlakukan sebagai bagian dari differensial
pembelian yang akan dialokasikan.
9-32
• Contoh : pengaruh tambahan dari pembelian
bertahap saham anak perusahaan dalam proses
konsolidasi sbb :
Periode
Laba bersih
Dividen
Nilai buku akhir
2000
Rp.40.000.000
0
Rp.300.000.000
2001
50.000.000
Rp.30.000.000
320.000.000
2002
75.000.000
40.000.000
355.000.000
9-33
• PT Induk membeli 80% kepemilikan di PT Anak
dalam beberapa pembelian sbb :
Tanggal
pembelian
Persentase Biaya
kepemilikan perolehan
yang dibeli
Nilai Buku
Diferensial
1 Jan 2000
20
Rp. 56 juta
Rp. 52 juta
Rp. 4 juta
31 Des 2000
10
35 juta
30 juta
5 juta
1 jan 2002
50
185 juta
160 juta
25 juta
80
Rp.276 juta
Rp.242 juta
Rp. 34 juta
9-34
• Akun investasi dalam pembukuan PT Induk
terdiri dari jumlah-jumlah sbb
2000
Pembelian saham 1 jan
Laba metode ekuitas (Rp.40 jt x 0,2)
Pembelian saham 31 des
Saldo akun investasi 31 des
Rp.56.000.000
8.000.000
35.000.000
Rp.99.000.000
2001
Laba metode ekuitas (Rp.50 jt x 0,3)
Penerimaan dividen (Rp.,30 jt x 0,3)
Saldo akun investasi 31 des
Rp.15.000.000
(9.000.000)
Rp.105.000.000
2002
Pembelian saham 1 jan
Laba metode ekuitas (Rp.75 jt x 0,8)
Penerimaan dividen (Rp.40 jt x 0,8)
Saldo akun investasi 31 des
Rp185.000.000
60.000.000
(32.000.000)
Rp.318.000.000
9-35
Jurnal eliminasi
Pendapatan dari Anak Perusahaan
Dividen diumumkan
Investasi pada saham PT Anak
60.000.000
Pendapatan untuk kepemilikana nonpengendali
Dividen diumumkan
Kepemilikan nonpengendali
15.000.000
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba 1 januari
Tanah
Investasi pada saham PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
200.000.000
120.000.000
34.000.000
32.000.000
28.000.000
8.000.000
7.000.000
290.000.000
64.000.000
9-36
Induk Perusahaan membeli Saham
Tambahan nonafiliasi
• Jika pembelian saham tambahan tersebut terjadi
pada pertengahan periode, ayat jurnal eliminasi
diubah, sehingga laba bersih konsolidasi hanya
memasukkan laba yang menjadi hak induk
perusahaan untuk bagian periode saat induk
perusahaan memiliki tambahan saham tersebut
• Prosedur konsolidasi untuk akuisisi interim akan
diilustrasikan pada bab 10.
9-37
Parent’s Sale of Subsidiary
Shares to Nonaffiliate
• Keuntungan atau kerugian dan dicatat dalam
pembukuan penjual
• Pertanyaan akan timbul, jika saham yang dijual
tersebut adalah saham anak perusahaan dan
anak perusahaan tersebut masih tetap
memenuhi syarat untuk dikonsolidasi.
• Pada saat induk perusahaan menjual sebagian
saham anak perusahaan, tetapi masih memiliki
hak kendali, persoalannya adalah apakah
keuntungan atau kerugian dari penjualan saham
tersebut akan dibawa ke dalam laporan laba rugi
konsolidasi atau dieliminasi dalam konsolidasi
9-38
Parent’s Sale of Subsidiary
Shares to Nonaffiliate
• Pengakuan keuntungan atau kerugian dalam
laporan laba rugi konsolidasi atas penjualan
saham anak perusahaan dan induk perusahaan
tetap mengkonsolidasi anak perusahaan
tersebut terlihat tidak konsisten dengan konsep
entitas ekonomi tunggal.
• Dari sudut pandang konsolidasi, saham anak
perusahaan adalah bagian dari kepemilikan
nonpengendali yang beredar pada saat saham
tersebut dijual ke non-afiliasi.
9-39
Contoh
• Pada tanggal 31 Des 2000 PT Anak memiliki
20.000 saham biasa beredar dengan total nilai
nominal Rp.200 juta dan saldo laba Rp.100 juta.
Pada tgl. Tersebut, PT Induk mengakuisisi 80%
kepemilikan di PT Anak dengan membeli 16.000
saham biasa dengan nilai nominal Rp.10.000 pada
nilai bukunya sebesar Rp.240 juta (Rp.300 juta x
0,80). PT Anak melaporkan laba bersih Rp.50 juta
pada tahun 2001 dan membayar dividen sebesar
Rp.30 juta. Pada tgl. 1 Januari 2002 PT Induk
menjual 1.000 lembar saham biasa PT Anak ke
non-afiliasi seharga Rp.19 juta.
9-40
• Penjualan ini menyebabkan kepemilikan PT
Induk di PT Anak menjadi 75% (15.000 :
20.000). Pada tanggal penjualan, PT Anak
mempunyai total ekuitas pemegang saham
sebesar Rp.320 juta, terdiri atas saham biasa
sebesar Rp.200 juta dan saldo laba sebesar
Rp.120 juta
9-41
• Nilai tercatat investasi PT induk di PT Anak
menggunakan metode ekuitas pada tgl.
Penjualan mencerminkan bagian PT Induk atas
laba bersih dan dividen PT Anak tahun 2001 sbb
Biaya perolehan investasi 31 Desember 2000
Bagian PT Induk atas laba bersih PT Anak
tahun 2001 (Rp.50 juta x 0,80)
Bagian PT Induk atas dividen PT Anak tahun
2001 (Rp.30 juta x 0,80)
Rp.240.000.000
Saldo investasi 1 Januari 2000002
Rp. 256.000.000
40.000.000
(24.000.000)
PT Induk mencatat penjualan saham PT Anak dengan ayat jurnal sbb :
1 Januari 2002
Kas
19.000.000
Investasi pada saham PT Anak
16.000.000
Keuntungan penjualan investasi
3.000.000
Mencatat penjualan investasi
9-42
Jurnal eliminasi
Keuntungan penjualan investasi
Tambahan modal disetor
Mengeliminasi keuntungan dari transaksi
saham anak perusahaan
3.000.000
3.000.000
Pendapatan dari Anak Perusahaan
Deviden diumumkan
Investasi pada saham PT Anak
Mengeliminasi pendapatan dari nak perush
Rp.56.250.000 = Rp.75.000.000 x 0,75
Rp.30.000.00 = Rp.40.000.000 x 0,75
Rp.26.250.000 = Rp.56.250.000 – Rp.30 juta)
56.250.000
Pendapatan untuk kepemilikan nonpengendali
Dividen diumumkan
Kepemilikan nonpengendali
Mengalokasikan lab ke kepemilikan
nonpengendali
Rp.18.750.000= Rp.75.000.000 x 0,25
Rp.10.000.00 = Rp.40.000.000 x 0,25
00Rp.8.750.000= Rp.18.750.000-Rp.10 juta
18.750.000
30.000.000
26.250.000
10.000.000
8.750.000
9-43
Saham biasa _ PT Anak
Saldo laba, 1 januari
Investasi pada saham bisa PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
Mengeliminasi investasi pada saham biasa
Anak
Rp.240.000.000=Rp.320.000.000 x 0,75
Rp.80.000.000 = Rp.320.000.000 x 0,25
200.000.000
120.000.000
240.000.000
80.000.000
Investasi pada saham PT Anak
Biaya perolehan awal
Akrual ekuitas th 2001
(50.000.00 x 0,80)
Saldo 31 des 2001
Akrual ekuitas th 2002
(75.000.000 x0,75)
Saldo 31 Des 2002
240.000.000
40.000.000 Dividen tahun 2001
(30.000.000 x 0,80)
256.000.000 Penjualan 1.000 lb shm
(256.000.000 x 1/16)
56.250.000 Dividen th 2002
(40.000.000 x 0,75)
24.000.000
16.000.000
30.000.000
266.250.000
9-44
Konsolidasi setelah tahun 2002
Saldo laba, 1 Januari
Tambahan modal disetor
Mengeliminasi pengaruh keuntungan
dari transaksi yang melibatkan saham
anak perusahaan
3.000.000
3.000.000
9-45
Penjualan Saham Tambahan Anak
Perusahaan ke Nonafiliasi
• Jika pengakuan keuntungan penjualan saham
dianggap sesuai untuk dimasukkan ke dalam
laporan keuangan konsolidasi, maka tidak
diperlukan penyesuaian dalm penyusunan
laporan keuangan konsolidasi tanggal 31 Des
atau pada periode-periode setelahnya.
• Dilain pihak, tidak memasukkan keuntungan ke
dalam laporan laba rugi lebih konsisten dengan
pandangan entitas ekonomi tunggal
9-46
Subsidiary’s Sale of Additional
Shares to Nonaffiliate
• Pada saat anak perusahaan menjual saham
baru ke pihak-pihak di luar entitas ekonomi,
maka perusahaan konsolidasi akanmendapat
tambahan dana.
• Penjualan saham ke pihak nonafiliasi
meningkatkan jumlah saham anak perusahaan
yang beredar, sehingga akan mengurangi
prosentase kepemilikan yang dimiliki oleh induk
perusahaan
9-47
Subsidiary’s Sale of Additional
Shares to Nonaffiliate
• Pada saat bersamaan, jumlah yang dialokasikan
ke pemilikan nonpengendali dalam laporan
keuangan konsolidasi meningkat.
• Jumlah kepemilikan pengendali dan
nonpengendali yang dihasilkan karen adanya
transaksi tersebut dipengaruhi oleh dua faktor
yaitu :
• Jumlah saham yang dijual ke nonafiliasi.
• Harga jual saham tersebut ke nonafiliasi
9-48
Subsidiary’s Sale of Additional
Shares to Parent
• Penjualan saham tambahan langsung dari nak
perusahaan yang tidak dimiliki seluruhnya ke
induk perusahaan akan meningkatkan
persentase kepemilikan induk perusahaan.
• Jika penjualan terjadi pada harga sama dengan
niali buku saham yang ada, peningkatan dalam
akun investasi induk perusahaan sama dengan
peningkatan dalam ekuitas pemegang saham
anak perusahaan. Nilai buku bersih yang
dialokasikan ke kepemilikan minoritas tidak
mengalami perubahan
9-49
Subsidiary’s Sale of Additional
Shares to Parent
• Dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasi, ayat jurnal eliminasi yang normal
didasarkan pada persentase kepemilikan induk
perusahaan yang baru
9-50
Subsidiary’s Sale of Additional
Shares to Parent
• Pada saat induk perusahaan membeli saham
langsung dari anak perusahaan denga jumlah
yang lebih besar dari nilai buku sham anak
perusahaan yang beredar, diferensial diukur
sebagai perbedaan antara harga yang
dibayarkan dan peningkata total nilai buku
semua saham yang dimiliki induk perusahaan
• Peningkatan nilai buku tersebut termasuk jumlah
yang dialokasikan untuk saham yang baru dibeli
dari anak perusahaan dan peningkatan atau
penurunan nilai buku saham yang sebelumnya
dimiliki induk perusahaan.
9-51
Subsidiary’s Sale of Additional
Shares to Parent
• Setelah jumlah diferensial ditentukan,
perlakuannya dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasi samadengan diferensial
yang timbul atas pembelian saham dari nonafiliasi.
• Akantetapi, karena dalam kasus ini induk
perusahaan dapat mempengaruhi harga beli
saham, maka jumlah diferensial dapat mempunyai
atau tidak mempunyai kaitan dengan perubahan
dalam nilai aset atau kewajiban yang dapat
diidentifikasi dan harus ditelaah secara hati-hati
untuk menentukan bagaimanandiferensial tersebut
dialokasikan.
9-52
Subsidiary’s Purchases of
Shares from Nonaffiliate
• Kadangkala, anak perusahaan membeli saham
diperoleh kembali dari pemegang saham
nonpengendali.
• Pemegang saham nonpengendali sering
menyadari bahwa mereka hanya memiliki sedikit
kesempatan untuk memberikan input untu
aktivitas dan operasi anak perusahaan dan sering
bersedia untuk menjual sahamnya.
• Induk perusahaan dapat lebih memilih untuk tidak
memedulikan pemegang saham lain dan dapat
memerintahkan anak perusahaan untuk membeli
kembali saham nonpengendali yang tersedia.
9-53
Subsidiary’s Purchases of
Shares from Nonaffiliate
• Walaupun induk perusahaan bukan pihak yang
terlibat langsung pada saat anak perushaan
membeli saham diperoleh kembali dari
pemegang saham nonpengendali, ekuitas induk
perusahaan atas aset bersih anak perusahaan
dapat mengalami perubahan karena adanya
transaksi tersebut.
• Jika hal ini terjadi, jumlah perubahan tersebut
harus diakui dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasi.
9-54
Subsidiary’s Purchases of
Shares from Parent
• Anak perusahaan dapat mengurangi jumlah
saham beredar dengan pembelian saham dari
induk perusahaan maupun dari pemegang
saham nonpengendali.
• Dalam praktiknya, pembelian saham dari induk
perusahaan yang terjadi. Induk perusahaan
biasanya mengurangi kepemilikannya di anak
perusahaan dengan menjual sebagian
kepemilikannya ke nonafiliasi untuk
mendapatkan dana tambahan.
9-55
Subsidiary’s Purchases of
Shares from Parent
• Pada saat anak perusahaan mengakuisisi
kembali sebagian sahamnya dari induk
perusahaan, induk perusahaan mencatat
keuntungan atau kerugian sebesar selisish
antara harga jual dan perubahan dalam nilai
tercatat investasinya.
• Timbul pertanyaan apakah transaksi antara
induk perusahaan dan anak perusahaannya
tersebut dapat dianggap transaksi yang wajar;
akibatnya, pelaporan keuntungan atau kerugian
dalam laporan laba rugi induk peruswahaan
menjadi dipertanyakan
9-56
Subsidiary’s Purchases of
Shares from Parent
• Dari sudut pandang konsolidasi, pada saat anak
perusahaan mengakuisisi kembali sahamnya
dari anak perusahaan, transaksi tersebut
merupakan transfer internal dan tidak
menimbulkan keuntungan atau kerugian.
9-57
Struktur kepemilikan kompleks
• Standar yang berlaku mengharuskan
penyusunan laporan keuangan konsolidasi jika
satu perusahaan mempunyai pengendalian
langsung atau tidak langsung atas perusahaan
lain.
• Pembahasan sampai tiik ini hanya berfokus
pada hubungan induk dan anak perusahaan
yang sederhana dan langsung
• Akan tetapi, banyak perusahaan yang
mempunyai skema organisasi yang jauh lebih
kompleks.
9-58
Kepemilikan langsung (direct
ownership)
• Induk perusahaan mempunyai kepemilikan
pengendali pada setiap anak perusahaan
Perusahaan
A
Perusahaan
B
Perusahaan
C
9-59
Kepemilikan Bertingkat (multilevel
ownership)
• Induk perusahaan hanya mempunyai
pengendalian tidak langsung (indirect
control) atas perusahaan yang dikendalikan
oleh anak perusahaan
Perusahaan
A
Perusahaan
B
Perusahaan
C
9-60
Kepemilikan Timbal Balik (reciprocal
owneship atau mutual holding)
• Induk perusahaan memiliki mayoritas saham biasa
anak perusahaan dan anak perusahaan memiliki
sebagian saham biasa induk perusahaan. Jika
kepemilikan timbal balik tidak diperhitungkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasi, maka
sebagian dari jumlah yang dilaporkan akan
dinyatakan terlalu tinggi
Perusahaan
A
Perusahaan
B
9-61
Kepemilikan dan pengendalian
bertingkat
• Dalam banyak kasus, perusahaan mendirikan
tingkatan perusahaan yang bertingkat untuk
menjalankan operasi yang terdiversifikasi.
• Contoh, sebuah perusahaan dapat memiliki
beberapa anak perusahaan, salah satu
diantaranya adalah perusahaan ritel. Anak
perusahaan ritel tersebut pada akhirnya dapat
memiliki anak perusahaan keuangan, anak
perusahaan real estate, anak perusahaan
asuransi dan mungkin beberapa anak
perusahaan lain
9-62
Multilevel Ownership and Control
• Hal ini berarti pada saat penyusunan laporan
keuangan konsolidasi, laporan keuangan
konsolidasi tersebut termasuk perusahaanperusahaan dimana induk perusahaan hanya
memiliki investasi tidak langsung, bersamasama dengan perusahaan-perusahaan di mana
induk perusahaan yang memiliki kepemilikan
langsung
9-63
Multilevel Ownership and Control
• Kompleksitas proses konsolidasi meningkat
seiring dengan penambahan tingkatan
kepemilikan.
• Jumlah laba dan aset bersih yang dialokasikan
ke pemegang saham nonpengendali, dan
jumlah keuntungan dan kerugian belum
direalisasi yang harus dieliminasi harus
ditentukan untuk setiap tingkat kepemilikan
9-64
Multilevel Ownership and Control
• Jika terdapat beberapa tingkat kepemilikan,
langkah pertama adalah mengkonsolidasi anak
perusahaan yang paling bawah, atau paling jauh
dengan perusahaan di tingkat berikutnya.
Urutan ini terus berlanjut sepanjang struktur
kepemilikan sampai anak perusahaan yang
langsung dimiliki oleh induk perusahaan.
• Laba dialokasikan antara pemegang saham
pengendali dan nonpengendali dari perusahaan
pada setiap tingkatan
9-65
Contoh
• PT Induk membeli 80% saham biasa PT Anak
pd tgl 31 Des 2000, pd nilai bukunya Rp.240 juta
• PT Anak membeli 90% saham biasa PT Bahtera
pada tgl 1 Jan 2001, pada nilai bukunya
Rp.162Juta. Pada tanggal akuisisi, PT Bahtera
mempunyai saham biasa Rp.100Juta dan saldo
laba Rp.80 juta
• Selama tahun 2001, PT Bahtera melaporkan
laba bersih sebesar Rp.10 juta dan umumkan
dividen sebesar Rp.8 juta. PT Anak melaporkan
laba operasi terpisah Rp. 50 juta dan umumkan
dividen Rp.30 juta
9-66
31/12/2000
80%
I
KNP
A
20%
1/1/2001
90%
KNP
B
10%
9-67
PT Induk
Laba operasi
140.000.000
Laba dari :
PT Bahtera
PT Anak
47.200.000
Laba bersih
187.200.000
PT Anak
50.000.000
PT Bahtera
10.000.000
9.000.000
59.000.000
Kepemilikan
non
pengendali
1.000.000
11.800.000
10.000.000
12.800.000
Laba Operasi
PT Induk
PT Anak
PT Bahtera
140.000.000
50.000.000
10.000.000
Total laba terpisah
200.000.000
Kepemilikan nonpengendali pada
PT Bahtera (10.000.000 x 0,10)
PT Anak (59.000.000 x 0,20)
Total kepemilikan nonpengendali
Laba bersih konsolidasi
1.000.000
11.800.000
(12.800.000)
187.200.000
9-68
Jurnal eliminasi
Pendapatan dari PT Bahtera
dividen diumumkan
Investasi pada saham PT Bahtera
Mengeliminasi pendapatan shm PT Bahtera
9.000.000
Pendapatan untuk kepemilikan nonpeng
dividen diumumkan
kepemilikan nonpengendali
Mengeliminasi lab ke kepemilikan
nonpengendali PT Bahtera
1.000.000
Saham biasa-PT Bahtera
Saldo laba, 1 januari
Investasi pada saham biasa PT Bahtera
Kepemilkan nonpengendali
Mengeliminasi investasi pada saham biasa
PT Bahtera
7.200.000
1.800.000
800.000
200.000
100.000.000
80.000.000
162.000.000
18.000.000
9-69
Jurnal eliminasi
Pendapatan dari PT Anak
dividen diumumkan
Investasi pada saham PT Anak
Mengeliminasi pendapatan shm PT Anak
47.200.000
Pendapatan untuk kepemilikan nonpeng
dividen diumumkan
kepemilikan nonpengendali
Mengeliminasi lab ke kepemilikan
nonpengendali PT Anak
11.800.000
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba, 1 januari
Investasi pada saham biasa PT Anak
Kepemilkan nonpengendali
Mengeliminasi investasi pada saham biasa
PT Anak
24.000.000
23.200.000
6.000.000
5.800.000
200.000.000
100.000.000
240.000.000
60.000.000
9-70
PT Induk
PT Anak
PT Bahtera
Laba operasi
140.000.000
50.000.000
10.000.000
Laba belum
direalisasi
(5.000.000)
(10.000.000)
(3.000.000)
Laba operasi
direalisasi
135.000.000
40.000.000
7.000.000
Laba dari :
PT Bahtera
PT Anak
37.040.000
Laba bersih
172.040.000
6.300.000
6.300.000
Kepemilikan
non
pengendali
700.000
9.260.000
7.000.000
12.800.000
9-71
Dividen Saham Anak Perusahaan
• Utang dividen anak perusahaan dalam bentuk
saham anak perusahaan memerlukan sedikit
perubahan dalam ayat jurnal eliminasi yang
digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasi.
• Karena dividen saham diterbitkan secara
proporsional untuk semua pemegang saham
biasa, kepemilikan relatif dari pemegang saham
pengendali dan nonpengendali tetap tidak
berubah.
9-72
Subsidiary Stock Dividends
• Nilai tercatat investasi pada pembukuan induk
perusahaan juga tidak terpengaruh oleh dividen
saham. Di lain pihak, akun ekuitas pemegang
saham dari anak perusahaan mengalami
perubahan, walaupun total ekuitas pemegang
saham tidak berubah.
• Dividen saham mencerminkan kapitalisasi
permanen dari saldo laba, sehingga saldo laba
menjadi berkurang dan saham biasa, dan
mungkin juga tambahan modal disetor
bertambah.
9-73
Subsidiary Stock Dividends
• Dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasi untuk periode pengumuman dividen
saham oleh anak perusahaan, pengumuman
dividen saham harus dieliminasi bersama-sama
dengan peningkatan saham biasa dan
peningkatan tambahan modal disetor
• Pengumuman saham dividen tidak muncul
dalam laporan saldo laba konsolidasi karena
hanya dividen induk perusahaan yang dianggap
sebagai dividen entitas konsolidasi.
9-74
• Ditahun-tahun berikutnya, saldo akun ekuitas
pemegang saham anak perusahaan dieliminasi
dengan cara yang biasa. Perhatikan dividen
saham tidak mengubah total ekuitas pemegang
saham, yang terjadi hanya perubahan dalam
saldo masing-masing akun di dalam ekuitas
pemegang saham. Oleh karena itu, saldo penuh
dari semua akun ekuitas pemegang saham anak
perusahaan harus dieliminasi dalam konsolidasi,
sebagimana prosedur yang biasa, walaupun
telah terjadi pergeseran jumlah dari satu akun
ke akun yang lain.
9-75
• PT Anak mengumumkan 25% dividen saham
untuk tahun 2001 atas saham biasa senilai
Rp.200.000.000 dan memutuskan untuk
mengapitalisasi nilai nominal dari saham
tersebut. PT Anak mencatat dividen saham
tersebut dengan ayat jurnal berikut:
Dividen saham diumumkan
Saham biasa
Mencatat 25% dividen saham biasa
Rp.200.000.000 x 0,25
50.000.000
50.000.000
9-76
• Pada saat penyusunan laporan keuangan
konsolidasi pada akhir tahun 2001, ayat jurnal
eliminasi yang biasa dimasukkan dalam kertas
kerja. Jika anak perusahaan telah
mengumumkan dividen saham, ayat jurnal untuk
mengeliminasi akun investasi dan saldo ekuitas
pemegang saham anak perusahaan pada awal
periode akan menjadi sbb :
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada saham PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
Mengeliminasi saldo investasi awal
200.000.000
100.000.000
240.000.000
60.000.000
9-77
• Dengan adanya pengumuman dividen saham
oleh anak perusahaan, semua ayat jurnal
eliminasi sama kecuali ayat jurnal eliminasi
investasi.
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada saham PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
Dividen saham diumumkan
Mengeliminasi saldo investasi awal
Rp.250 juta = Rp.200 juta + Rp.50 juta
Rp.50 juta = Rp.200 juta x 0,25
250.000.000
100.000.000
240.000.000
60.000.000
50.000.000
9-78
Pengaruh terhadap periode-periode
berikutnya
• Pada akhir tahun 2001, pengumuman dividen
saham telah ditutup dan menjadi akun saldo
laba anak perusahaan, serta tidak muncul
secara terpisah dalam laporan keuangan pada
periode-periode berikutnya. Dividen saham
mengakibatkan saldo saham biasa lebih tinggi
Rp. 50 juta dan saldo laba lebih rendah Rp.50
juta pada pembukuan anak perusahaan
dibandingkan jika tidak ada dividen saham.
• Ayat jurnal eliminasi investasi dalam kertas kerja
konsolidasi harus mencerminkan perubahan
saldo tersebut
9-79
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada saham PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
200.000.000
120.000.000
256.000.000
64.000.000
Mengeliminasi saldo investasi awal
Jika PT Anak mengumumkan dividen saham salam tahun 2001, maka
ayat jurnal eliminasi adalah sebagai berikut :
Saham biasa-PT Anak
Saldo laba-1 januari
Investasi pada saham PT Anak
Kepemilikan nonpengendali
250.000.000
70.000.000
256.000.000
64.000.000
Mengeliminasi saldo investasi awal
9-80
Chapter 9
End of Chapter
McGraw-Hill/Irwin
Copyright © 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.
Download