F I S I O L O G I

advertisement
FISIOLOGI
STIKES MITRA RIA
HUSADA
2 NOPEMBER 2007
FISIOLOGI JANTUNG

Siklus Jantung



Mencakup dari akhir kontraksi
dan relaksasi jantung sampai ke
kontraksi dan relaksasi
berikutnya.
Diastolik : Mengalirnya darah dari
atrium masuk ke ventrikel.
Sistolik : Mengalirnya darah dari
ventrikel keluar menuju aorta.



Ketika darah isi ventrikel
sudah mengalir ke
dalam aorta, katup aorta
dan pulmonal menutup.
Tekanan dalam ventrikel
turun, terjadi pengisian
darah ke dalam ventrikel
dari atrium.
Setelah tekanan dalam
ventrikel naik,
mendorong katup
trikuspidal dan
bikuspidal/mitral
menutup.

Sementara darah dari
vena cava terus
mengalir mengisi atrium.




Kemudian ventrikel berkontraksi,
darah mengalir dari ventrikel
masuk ke aorta dan arteri
pulmonalis.
Demikian seterusnya siklus ini
berulang.
Sumber Impuls
Jantung

Nodus Sinoatrial (Nodus SA).
 Lokasi di dinding posterior
atrium kanan tepat di bawah
muara V cava superior.
 Melepas impuls sebanyak 72
kali/menit.
 Disebut pemacu jantung.




Nodus Atrioventrikuler (Nodus
AV).
 Posisi di bawah dinding
posterior atrium kanan.
 Menyaring impuls supaya
ejeksi darah dari atrium
selesai dulu sebelum ada
kontraksi ventrikel.
Serabut Purkinje.
 Adalah serabut otot jantung
khusus yang mampu
menghantar impuls dengan
kecepatan 5 kali lipat
kecepatan hantaran otot
jantung biasa.
 Serabut purkinje ini
memungkinkan kedua atrium
berkontraksi bersamaan
diikuti kontraksi kedua
ventrikel bersamaan.
Berkas His.


Adalah sekelompok serabut
purkinje yang berasal dari
Nodus AV berjalan sepanjang
septum interventrikuler
menuju ke ventrikel.
Berkas His bercabang 2,
Berkas His Kanan dan Kiri.


Elektrokardiografi.



Adalah rekaman grafik aktifitas
listrik yang menyertai kontaksi
atrium dan ventrikel jantung.
Ada 12 lead yang dipasang di
tubuh untuk mendapatkan
perekaman.
 6 lead dipasang di kaki dan
tangan.
 6 lead dipasang di dinding
dada depan.
Gambaran EKG di gambarkan
dengan:



Gelombang P >> gamb
depolarisasi atrium.
Gelombang QRS >> gamb
depolarisasi ventrikel.
Gelombang T >> gamb
repolarisasi ventrikel.


Bunyi Jantung.


Ada 2 bunyi jantung normal
yang sering dipakai:
 Bunyi Jantung 1.
 Berasal dari bunyi
tertutupnya katup
atrioventrikuler(trikuspidal
dan bicuspidal).
 Bunyi Jantung 2.
 Berasal dari bunyi
tertutupnya katup aorta
dan pulmonal.
Frekuensi Jantung

Frekuensi jantung normal 60 –
100 kali/menit.





Frekuensi denyut jantung janin
normal 140 – 160 kali/menit.
Bila lebih dari 100 kali/menit
disebut Takikardi.
Bila kurang dari 60 kali/menit
disebut Bradikardi.
Pengaturan frekuensi:
 Saraf otonom.
 Reseptor.
 Pengaruh lain.


Faktor2 yang
menyebabkan frekuensi
jantung meningkat:


Saraf simpatis.
Reseptor di vena cava yang
sensitif thd penurunan tek darah.



Reseptor saraf kulit.
Emosi.
Hiperkalemi.


Faktor2 yang
menyebabkan
penurunan frekuensi
jantung:



Saraf parasimpatis.
Baroreseptor di aorta.
Hipokalemi.


Curah Jantung.


Adalah volume darah yang
dikeluarkan oleh kedua ventrikel
dalam satu menit.
Curah Jantung = frek jantung
x isi sekuncup


Isi sekuncup adalah volume
darah yang masuk ke aorta
sesudah sistolik.
Faktor2 yang memperbesar
curah jantung:
 Aktifitas berat.
 Peningkatan aliran balik vena.
 Pompa otot rangka kaki.
 Inspirasi pernapasan.


Faktor2 yang menurunkan curah
jantung:
 Posisi tubuh.
 Perdarahan hebat.
 Tekanan darah tinggi.
 Penyakit jantung.
Sirkulasi Darah

Ada 2 yang utama :

Sirkulasi besar.



Sirkulasi kecil.
Sirkulasi besar bermula
dari ventrikel kiri
jantung > aorta >
seluruh tubuh > vena
cava > atrium kanan
jantung.
Sirkulasi kecil bermula
dari ventrikel kanan >
arteri pulmonalis >
paru-paru > vena
pulmonalis > atrium kiri
jantung.


Sirkulasi yang lain al:
 Sirkulasi portal
Sirkulasi koroner.
Sirkulasi portal di mulai dari vena2
yang berasal dari lambung, usus,
limpa dan pankreas > vena porta >
hepar > vena hepatika > vena cava.
Sirkulasi koroner berawal dari arteri
koronaria yang berasal dari
percabangan di aorta > bercabang2
menjadi arteri yang lebih kecil
menuju ke seluruh badan jantung
> sinus koronaria > atrium kanan.



Sirkulasi Janin

Sirkulasinya sama dengan manusia
dewasa, hanya ada tambahan:
 Ada vena umbilikalis yang
menyalurkan darah bersih dari
ibu masuk ke vena cava janin.
 Di septum interatrial ada lubang
foramen ovale yang
mengakibatkan darah dari atrium


kanan bisa mengalir ke atrium kiri
dan sebaliknya.
Ada duktus arteriosus yang
mengalirkan darah dari ventrikel
kanan ke aorta.
Di arteri abdominalis ada cabang
yaitu arteri hipogastrika yang
berlanjut menjadi arteri
umbilikalis yang membawa darah
dari janin ke ibu.


Ke empat organ yang
disebut diatas, setelah
janin lahir, akan
mengalami rudimenter.
DARAH

Fungsi:






Sistem transpor.
Sistem respirasi.
Perlindungan.
Sumber protein.
Transpor hormon.
Tersusun dari air 91 %,
protein 8 %, sisanya
mineral.



Terdiri dari : plasma dan
sel darah.
Sel darah terdiri dari:




Eritrosit.
Lekosit.
Trommbosit.
Eritrosit.


Jumlah +/- 5000000/mm3.
Berbentuk cakram bikonkaf.



Pada dindingnya ada hemoglobin.
Dibentuk di sumsum tulang.
Waktu hidupnya 115-120 hari.


Hemoglobin:




Protein yang kaya akan zat besi.
Jumlah normal 15 gr/100 ml
darah.
Memiliki afinitas dengan oksigen.
Lekosit.



Bening tidak berwarna.
Lebih besar dari sel darah merah.
Jumlah 6000-100000/100 ml.


Terdiri dari:
 Limosit.
 Monosit.
 Netrofil.
 Basofil.
 Eosinofil.


Fungsi untuk perlindungan
terhadap mikroorganisme.
Trombosit.



Sepertiga besar eritrosit.
Jumlah 300000/100mm3 darah.
Berperan dalam pembekuan
darah.


Plasma.



Cairan berwarna kuning.
Fungsi untuk transpor makanan,
hormon, enzim, sisa
metabolisme, dll.
Protein plasma:
 Albumin.
 Globulin.
 Fibrinogen.
Tekanan Darah

Yang mempengaruhi:






Kekuatan pompa jantung.
Banyaknya darah.
Kekentalan darah.
Elastisitas dinding pembuluh
darah.
Tahanan tepi.
Tekanan normal:


Tekanan sistolik 110-130 mmHg.
Tekanan diastolik 60-80 mmHg


Cara mengukur tekanan
darah:



Manset dipasang pada lengan
atas.
Manometer dipompa sampai
tekanan sekitar 180-200 mmHg.
Tekanan diturunkan secara
perlahan-lahan.



Sambil tekanan diturunkan,
dengan stetoskop didengarkan
suara degup pada arteri
brakhialis di fossa cubiti.
Degup pertama yang terdengar,
adalah tekanan sistolik.
Degup yang terakhir terdengar,
adalah tekanan distolik.
Download