C. Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Modul 11
Distinctive Strategic
Management
Materi : Business Ethics, Social
Responsibility, Environment
Sustainability, International Issues
Staffing, Management Corporate
Culture and Corporate Governance
Fakultas
Program Studi
Fakultas Pasca Sarjana
Program
Studi Magister
Manajemen
Tatap Muka
11
Materi pertemuan ke 11 Distinctive
Strategic Management ini
Kode MK
Disusun Oleh
35009
Nama Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Dosen menjelaskan materi secara
jelas kepada mahasiswa, terutama
menjelaskan secara detail tentang :
Business Ethics, Social
Responsibility, Environment
Sustainability, International Issues
Staffing, Management Corporate
Culture and Corporate Governance.
Uraian masing-masing Sub Materi
cukup padat, karena mulai dari
Strategi Business Ethics sampai
dengan penjelasan lebih terperinci
tentang Corporate Governance
diperlukan referensi yang cukup
agar penjelasan materi lebih jelas.
Selain bersumber dari referensi
Utama, juga ditambah referensi dari
berbagai sumber yang relevan
dengan materi yang dibicarakan.
menyangkut uraian Modul 11 ini.
Diharapkan mahasiswa akan lebih
memahami dan menjelaskan
tentang Business Ethics, Social
Responsibility, Environment
Sustainability, International Issues
Staffing, Management Corporate
Culture and Corporate Governance.
Materi Modul 11 ini sangat penting
bagi para manajer di perusahaan,
sehingga diharapkan para
Mahasiswa mampu menyerap,
menjelaskan sekaligus
mengimplementasikannya di
perusahaan masing-masing,
sehingga kinerjanya bisa lebih
unggul dari yang lain.
.
2012
2
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pembahasan
Business Ethics,
Pengertian Etika Bisnis
Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup
seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika
Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta
pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja,
pemegang saham, masyarakat.
Indikator Etika Bisnis
Dari berbagai pandangan tentang etika bisnis, beberapa indikator yang dapat
dipakai untuk menyatakan apakah seseorang dan suatu perusahaan telah
melaksanakan etika bisnis dalam kegiatan usahanya antara lain adalah: Indikator ekonomi;
indikator peraturan khusus yang berlaku; indikator hukum; indikator ajaran agama; indikator
budaya dan indikator etik dari masing-masing pelaku bisnis sebagai berikut :
1. Indikator Etika bisnis menurut ekonomi adalah apabila perusahaan atau pebisnis telah
melakukan pengelolaan sumber daya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa
merugikan masyarakat lain.
2. Indikator etika bisnis menurut peraturan khusus yang berlaku. Berdasarkan indikator
ini seseorang pelaku bisnis dikatakan beretika dalam bisnisnya apabila masing-masing
pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus yang telah disepakati sebelumnya.
3. Indikator etika bisnis menurut hukum. Berdasarkan indikator hokum seseorang atau
suatu perusahaan dikatakan telah melaksanakan etika bisnis apabila seseorang
pelaku bisnis atau suatu perusahaan telah
mematuhi segala norma hukum yang berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
4. Indikator etika berdasarkan ajaran agama. Pelaku bisnis dianggap
beretika bilamana dalam pelaksanaan bisnisnya senantiasa merujuk kepada nilai- nilai
ajaran agama yang dianutnya.
5. Indikator etika berdasarkan nilai budaya. Setiap pelaku bisnis baik secara individu
maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya dengan mengakomodasi nilai-nilai
budaya dan adat istiadat yang ada disekitar operasi suatu perusahaan, daerah dan suatu
bangsa.
2012
3
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
6. Indikator etika bisnis menurut masing-masing individu adalah apabila masing-masing
pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.
Prinsip Etika Dalam Berbisnis
Secara umum, prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas dari
kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya
adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya.
1.
Prinsip Otonomi
Orang bisnis yang otonom sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajibannya
dalam dunia bisnis. la akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti saja norma dan nilai
moral yang ada, namun juga melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu baik,
karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan secara masak-masak. Dalam kaitan
ini salah satu contohnya perusahaan memiliki kewajiban terhadap para pelanggan,
diantaranya adalah:
(1) Memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan
mereka;
(2)
Memperlakukan pelanggan secara adil dalam semua transaksi, termasuk pelayanan yang
tinggi dan memperbaiki ketidakpuasan mereka;
(3)
Membuat setiap usaha menjamin mengenai kesehatan dan keselamatan pelanggan,
demikian juga kualitas Iingkungan mereka, akan dijaga kelangsungannyadan
ditingkatkan terhadap produk dan jasa perusahaan;
(4)
Perusahaan harus menghormati martabat manusia dalam menawarkan, memasarkan dan
mengiklankan produk.
Untuk bertindak otonom, diandaikan ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan keputusan yang menurutnya terbaik. karena kebebasan adalah unsur
hakiki dari prinsip otonomi ini. Dalam etika, kebebasan adalah prasyarat utama untuk
bertindak secara etis, walaupun kebebasan belum menjamin bahwa seseorang bertindak
secara otonom dan etis. Unsur lainnya dari prinsip otonomi adalah tanggungjawab, karena
selain sadar akan kewajibannya dan bebas dalam mengambil keputusan dan tindakan
berdasarkan apa yang dianggap baik, otonom juga harus bisa mempertanggungjawabkan
keputusan dan tindakannya (di sinilah dimung-kinkan adanya pertimbangan moral).
Kesediaan bertanggungjawab merupakan ciri khas dari makhluk bermoral, dan
tanggungjawab disini adalah tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga tentunya pada
stakeholder
.
2012
4
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2.
Prinsip Kejujuran
Bisnis tidak akan bertahan lama jika tidak ada kejujuran, karena kejujuran merupakan
modal utama untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnis-nya, baik berupa
kepercayaan komersial, material, maupun moril. Kejujuran menuntut adanya keterbukaan dan
kebenaran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang berkaitan dengan kejujuran:
1.
Kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Pelaku bisnis
disini secara a priori saling percaya satu sama lain, bahwa masing-masing pihak jujur
melaksanakan janjinya. Karena jika salah satu pihak melanggar, maka tidak mungkin lagi
pihak yang dicuranginya mau bekerjasama lagi, dan pihak pengusaha lainnya akan tahu
dan tentunya malas berbisnis dengan pihak yang bertindak curang tersebut.
2.
Kejujuran relevan dengan penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang
baik. Kepercayaan konsumen adalah prinsip pokok dalam berbisnis. Karena jika ada
konsumen yang merasa tertipu, tentunya hal tersebut akan rnenyebar yang menyebabkan
konsumen tersebut beralih ke produk lain.
3.
Kejujuran relevan dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan yaitu antara
pemberi
kerja dan pekerja, dan berkait dengan kepercayaan. Perusahaan akan hancur
jika kejujuran karyawan ataupun atasannya tidak terjaga.
3.
Prinsip Keadilan
Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keadilan berarti tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya. Salah satu teori
mengenai keadilan yang dikemukakan oleh Aristoteles adalah:
1.
Keadilan legal. Ini menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat
dengan negara. Semua pihak dijamin untuk mendapat perlakuan yangsama sesuai dengan
hukum yang berlaku. Secara khusus dalam bidang bisnis, keadilan legal menuntut agar
Negara bersikap netral dalam memperlakukan semua pelaku ekonomi, negara menjamin
kegiatan bisnis yang sehat dan baik dengan mengeluarkan aturan dan hukum bisnis yang
berlaku secara sama bagi semua pelaku bisnis.
2.
Keadilan komunitatif. Keadilan ini mengatur hubungan yang adil antara orang yang satu
dan yang lain. Keadilan ini menyangkut hubungan vertikal antara negara dan warga
negara, dan hubungan horizontal antar warga negara. Dalam bisnis keadilan ini berlaku
sebagai kejadian tukar, yaitu menyangkut pertukaran yang fair antara pihak-pihak yang
terlibat.
3.
Keadilan distributif. Atau disebut juga keadilan ekonomi, yaitu distribusi ekonomi yang
merata atau dianggap adil bagi semua warga negara. Dalam dunia bisnis keadilan ini
2012
5
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
berkaitan dengan prinsip perlakuan yang sama sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam
perusahaan yang juga adil dan baik.
4.
Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu
sama lain. Dalam dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa
melahirkan suatu win-win situation.
5.
Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini menyarankan dalam berbisnis selayaknya dijalankan dengan tetap menjaga
nama baiknya dan nama baik perusahaan.
Dari kelima prinsip yang tentulah dipaparkan di atas, menurut Adam Smith, prinsip
keadilanlah yang merupakan prinsip yang paling penting dalam berbisnis. Prinsip ini
menjadi dasardan jiwa dari semua aturan bisnis, walaupun prinsip lainnya juga tidak akan
terabaikan. Karena menurut Adam Smith, dalam prinsip keadilan khususnya keadilan
komutatif berupa no harm, bahwa sampai tingkat tertentu, prinsip ini telah mengandung
semua prinsip etika bisnis lainnya. Karena orang yang jujur tidak akan merugikan orang
lain, orang yang mau saling menguntungkan dengan pibak Iain, dan bertanggungjawab untuk
tidak merugikan orang lain tanpa alasan yang diterima dan masuk akal.
Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial)
A. Pengertian
Corporate Social Responsibility (CSR) dapat didefinisikan sebagai bentuk kepedulian
perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang
dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi
pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya. Selain definisi diatas
masih ada definisi lain mengenai CSR yakni Komitmen perusahaan dalam pengembangan
ekonomi yang berkesinambungan dalam kaitannya dengan karyawan beserta keluarganya,
masyarakat sekitar dan masyarakat luas pada umumnya, dengan tujuan peningkatan
kualitas hidup mereka (WBCSD, 2002).
Menurut Commission of The European Communities (2001), mendefinisikan CSR sebagai
aktifitas yang berhubungan dengan kebijakan kebijakan perusahaan untuk
mengintegrasikan penekanan pada bidang sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis
mereka dan interaksi dengan stakeholder.
2012
6
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Menurut Carrol tanggung jawab sosial, dari sudut pandang strategisnya bahwa suatu
perusahaan bisnis perlu mempertimbangkan tanggung jawab sosialnya bagi masyarakat
dimana bisnis menjadi bagiannya. Ketika bisnis mulai mengabaikan tanggung jawabnya,
masyarakat cenderung menanggapi melalui pemerintah untuk membatasi otonomi bisnis.
Carroll menyatakan bahwa manajer organisasi bisnis memiliki empat tanggung jawab yakni :
1. Tanggung jawab ekonomi yakni memproduksi barang dan jasa yang bernilai bagi
masyarakat.
2. Tanggung jawab hukum yakni perusahaan diharapkan mentaati hukum yang ditentukan
oleh pemerintah
3. Tanggung jawab etika yakni perusahaan diharapkan dapat mengikuti keyakinan umum
mengenai bagaimana orang harus bertindak dalam suatu masyarakat.
4. Tanggung jawab kebebasan memilih yakni tanggung jawab yang diasumsikan bersifat
sukarela. Dari keempat tanggung jawab tersebut, tanggung jawab ekonomi dan hukum
dinilai sebagai tanggung jawab dasar yang harus dimiliki perusahaan. Setelah tanggung
jawab dasar terpenuhi maka perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab sosialnya yakni
dalam hal etika dan kebebasan memilih.
Terdapat dua pandangan tentang kepada siapa organisasi bertanggung jawab sosial, yaitu
sebagai berikut :
1. Model Pemegang saham (Shareholder) Pandangan tentang tanggung jawab social yang
menyebutkan bahwa sasaran organisasi yang utama adalah memaksimalkan keuntungan
bagi manfaat para pemegang saham. Lebih spesifik lagi, apabila keuntungan meningkat,
maka nilai saham perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham akan meningkat juga.
2. Model Pihak yang berkepentingan (Stakeholder) Teori tentang tanggung jawab social
perusahaan yang mengatakan bahwa tanggung jawab manajemen yang terpenting,
kelangsungan hidup jangka panjang (bukan hanya memaksimalkan laba), dicapai dengan
memuaskan keinginan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (bukan
hanya pemegang saham).
2012
7
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
B. Alasan Perusahaan Menerapkan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
Ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan memutuskan untuk menerapkan CSR
sebagai bagian dari aktifitas bisnisnya, yakni :
1. Moralitas : Perusahaan harus bertanggung jawab kepada banyak pihak yang
berkepentingan terutama terkait dengan nilai-nilai moral dan keagamaan yang dianggap
baik oleh masyarakat. Hal tersebut bersifat tanpa mengharapkan balas jasa.
2. Pemurnian Kepentingan Sendiri : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap pihakpihak yang berkepentingan karena pertimbangan kompensasi. Perusahaan berharap akan
dihargai karena tindakan tanggung jawab mereka baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang.
3. Teori Investasi : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder karena
tindakan yang dilakukan akan mencerminkan kinerja keuangan perusahaan.
4. Mempertahankan otonomi : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder
untuk menghindari campur tangan kelompok-kelompok yang ada didalam lingkungan kerja
dalam pengambilan keputusan manajemen.
C. Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
1. Strategi Reaktif Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab
sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab social, Contohnya,
perusahaan tembakau di masa lalu cenderung untuk menghindarkan diri dari isu yang
menghubungkan konsumsi rokok dengan peluang penyakit kanker. Akan tetapi, karena
adanya peraturan pemerintah unuk mencantumkan bahaya rokok setiap iklan, maka hal
tersebut dilakukan oleh perusahaan rokok.
2. Strategi Defensif Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh
perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk
menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab social. Perusahaan yang menghindarkan
diri dari tanggung jawab limbah saja berargumen melalui pengacara yang disewanya untuk
mempertahankan diri dari tuntutan hukum dengan berargumen bahwa tidak hanya
perusahaannya saja yang membuang limbah ke sungai ketika lokasi perusahaan tersebut
beroperasi, terdapat juga prusahaan lain yang beroperasi.
2012
8
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Strategi Akomodatif Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang
dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar
akan hal tersebut.Tindakan seperti ini terkait dengan strategi akomodatif dalam tanggung
jawab sosial.contoh lainnya,perusahaan perusahaan besar pada era orde baru dituntut
untuk memberikan pinjaman kredit lunak kepada para pengusaha kecil, bukan disebabkan
karena adanya kesadaran perusahaan, akan tetapi sebagai langakah akomodatif yang
diambil setelah pemerintah menuntut para korporat untuk lebih memperhatikan pengusaha
kecil.
4. Strategi Proaktif Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian
dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders, Jika stakeholders terpuaskan, maka
citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.Dalam jangka panjang perusahaan akan
diterima oleh masyarakat dan perusahaan tidak akan khawatir akan kehilangan pelanggan,
justru akan berpotensi untuk menambah jumlah pelanggan akibat citra positif yang
disandangnya. Langkah yang dapat diambil oleh perusahaan adalah dengan mengambil
inisiatif dalam tanggung jawab sosial, misalnya dengan membuat khusus penanganan
limbah, keterlibatan dalam setiap kegiatan social lingkungan masyarakat atau dengan
membarikan pelatihan terhadap masyarakat di sekitar lingkungan masyarakat.
D. Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
1. Manfaat bagi Perusahaan Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.
Kegiatan perushaan dalam jangka panjang akan dianggap sebagai kontribusi positif di
masyarakat. Selain membantu perekonomian masyarakat, perusahaan juga akan dianggap
bersama masyarakat membantu dalam mewujudkan keadaan lebih baik di masa yang akan
datang. Akibatnya ,perusahaan justru akan memperoleh tanggapan yang positif setiap kali
menawarkan sesuatu kepada masyarakat. Perusahaan tidak saja dianggap sekedar
menawarkan produk untuk dibeli masyarakat, tetapi juga dianggap menawarkan sesuatu
yang membawa perbaikan masyarakat.
2. Manfaat bagi Masyarakat Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan
masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution, Artinya
terdapat kerjasama yang saling menguntungkan ke dua pihak. Hubungan bisnis tidak lagi
dipahami sebagai hubungan antara pihak yang mengeksploitasi dan pihak yang
tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat lingkungan kebih
baik. Tidak hanya di sector perekonomian, tetapi juga dlam sektor sosial, pembangunan dan
lain-lain.
2012
9
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Manfaat bagi Pemerintah Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah
dalam hal tanggung jawab sosial. Pemerintah pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai
wasit yang menetapkan aturan main dalam hubungan masyarakat dengan dunia bisnis, dan
memberikan sanksi bagi pihak yang melanggarnya. Pemerintah sebagai pihak yang
mendapat legtimasi untuk mengubah tatanan masyarakat agar ke arah yang lebih baikakan
mendapatkan partner dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas
pemerintah dapat dilaksanakan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau
organisasi bisnis.
Environment Sustainability,
Lingkungan hidup, adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan
timbal balik Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah
dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun
lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan,
minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang
memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di
sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan,
dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun
sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa
udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada
di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan
sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya
dalam membentuk kepribadian seseorang.
Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi
ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam
melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.
2012
10
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang
merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan
Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera
dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan
kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia
menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan
lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.
Persetujuan Internasional Tentang Lingkungan Hidup
Indonesia termasuk dalam perjanjian: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies
yang Terancam, Sampah Berbahaya, Hukum Laut, Larangan Ujicoba Nuklir, Perlindungan
Lapisan Ozon, Polusi Kapal, Perkayuan Tropis 83, Perkayuan Tropis 94, Dataran basah,
Perubahan Iklim - Protokol Kyoto (UU 17/2004), Perlindungan Kehidupan Laut (1958)
dengan UU 19/1961.
Masalah lingkungan hidup di Indonesia
Bahaya alam: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, kebakaran
hutan, gunung lumpur, tanah longsor,limbah industri, limbah pariwisata, limbah rumah sakit.
Masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan
hutan; polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerah perkotaan
(Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut dari
kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan; perambahan suaka
alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang
dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara
maju; pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di
Sidoarjo, Jawa Timur; hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara.
Limbah Rumah Sakit
Merupakan hasil dari pemakaian peralatan kesehatan padat dan cair, bahan kimia dan
bagian dari tubuh manusia yang tidak dapat digunakan lagi. Unit penghasil limbah di
2012
11
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
rumahsakit adalah semua unit yang menghasilkan limbah seperti loundri, dapur, unit kamar
operasi, laboratorium, unit radiologi, apotek/farmasi, perkantoran, kantin dan lain
sebagainya. pengolahan limbah padat dan cair dapat dilakukan dengan cara kimiawi dan
cara tradisional, tetapi dalam standarisasinya incenarator.
Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan
kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi
mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan
modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak
diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak
kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan
lingkungan hidup.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak
adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan
kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa
dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Pembangunan Berkelanjutan
Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan
hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung
jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha
untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing2012
12
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi
terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa
harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program
pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan
lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia
secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan
lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan
berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di
dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan.
b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka panjang.
Daya Dukung Lingkungan Hidup
Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung
perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Penentuan daya dukung lingkungan hidup
dilakukan dengan cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya untuk
mendukung kegiatan manusia/penduduk yang menggunakan ruang bagi kelangsungan
hidup. Besarnya kapasitas tersebut di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan dan
karakteristik sumber daya yang ada di hamparan ruang yang bersangkutan. Kapasitas
lingkungan hidup dan sumber daya akan menjadi faktor pembatas dalam penentuan
pemanfaatan ruang yang sesuai.
Daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas
2012
13
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity).
Dalam pedoman ini, telaahan daya dukung lingkungan hidup terbatas pada kapasitas
penyediaan sumber daya alam, terutama berkaitan dengan kemampuan lahan serta
ketersediaan dan kebutuhan akan lahan dan air dalam suatu ruang/wilayah. Oleh karena
kapasitas sumber daya alam tergantung pada kemampuan, ketersediaan, dan kebutuhan
akan lahan dan air, penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam pedoman ini dilakukan
berdasarkan 3 (tiga) pendekatan, yaitu:
a) Kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan ruang.
b) Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan.
c) Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air.
Agar pemanfaatan ruang di suatu wilayah sesuai dengan kapasitas lingkungan hidup dan
sumber daya, alokasi pemanfaatan ruang harus mengindahkan kemampuan lahan.
Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan akan lahan dan air di suatu wilayah
menentukan keadaan surplus atau defisit dari lahan dan air untuk mendukung kegiatan
pemanfaatan ruang. Hasil penentuan daya dukung lingkungan hidup dijadikan acuan dalam
penyusunan rencana tata ruang wilayah. Mengingat daya dukung lingkungan hidup tidak
dapat dibatasi berdasarkan batas wilayah administratif, penerapan rencana tata ruang harus
memperhatikan aspek keterkaitan ekologis, efektivitas dan efisiensi pemanfaatan ruang,
serta dalam pengelolaannya memperhatikan kerja sama antar daerah.
International Issues Staffing,
Hukum Internasional Tenaga Kerja dan Buruh
Hukum internasional adalah tubuh aturan hukum yang berlaku di antara negara-negara
berdaulat dan entitas lain seperti telah diberikan kepribadian internasional oleh negaranegara berdaulat. Mengenai hukum perburuhan, entitas yang paling penting adalah
Organisasi Buruh Internasional.
Aturan-aturan hukum internasional yang bersifat normatif, yaitu, mereka meresepkan
standar perilaku. Mereka membedakan diri, bagaimanapun, dari aturan-aturan moral dengan
menjadi, setidaknya berpotensi, yang dirancang untuk interpretasi otoritatif oleh otoritas
2012
14
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
peradilan yang independen dan dengan menjadi mampu penegakan hukum oleh penerapan
sanksi eksternal. Karakteristik ini membuat mereka aturan hukum.
Hukum internasional dapat bersifat universal, regional atau bilateral. Meskipun ada
beberapa duplikasi antara hukum perburuhan universal dan regional, nilai praktis dari hukum
daerah terletak terutama pada kemungkinan ia menawarkan untuk menetapkan standar
yang lebih progresif daripada standar di seluruh dunia untuk menangani masalah khusus
daerah yang bersangkutan, untuk mengamankan keseragaman yang lebih besar hukum
dalam suatu wilayah, atau untuk memberikan keuntungan timbal balik yang lebih luas.
Hukum bilateral memiliki tujuan yang berbeda. Terutama, ia menentukan kondisi masuk dan
kerja di setiap negara kontrak untuk warga negara yang lain. Bab ini hanya berkaitan
dengan hukum perburuhan universal dan regional.
Dalam hukum internasional ada beberapa cabang hukum yang tercakup di dalamnya, antara
lain:
a.
Hukum Humaniter Internasional
b.
Hukum Hak Asasi Manusia
c.
Hukum Militer
d.
Hukum Tenaga Kerja (Perburuhan)internasional
e.
Dll.
Nah, dalam papper ini kami akan membahas tentang Hukum Tenaga Kerja (Perburuhan)
Internasional.
Hukum Tenaga Kerja (Perburuhan) Internasional
Hukum tenaga kerja atau hukum perburuhan menurut:
Molenaar; sarjana Belanda ini mengatakan
bahwa "ar-beidsrecht" (Hukum Perburuhan) adalah bagian dari hukum yang berlaku yang
pada pokoknya mengatur hubungan antara buruh dengan majikan, antara buruh dengan
buruh dan antara buruh dengan penguasa.
M.G. Levenbach; merumuskan hukum arbeidsrecht sebagai sesuatu yang meliputi
hukum yang berkenaan dengan keadaan penghidupan yang langsung ada sangkut-pautnya
dengan hubungan-kerja, dimaksudkannya peraturan-peraturan mengenai persiapan bagi
hubungan kerja (yaitu penempatan dalam artikata yang luas, latihan dan magang),
mengenai jaminan social buruh serta peraturan-peraturanmengenai badan dan organisasiorganisasi di lapangan perburuhan.
2012
15
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Management Corporate Culture
Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya
organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

Pengaruh umum dari luar yang luas
Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan
oleh organisasi.

Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopan
santunan dan kebersihan.

Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah
eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang
berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi
tumbuhnya budaya organisasi.
Fungsi Budaya Organisasi
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada
kepentingan diri individual seseorang.
4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu
dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan
membentuk sikap serta perilaku karyawan.
2012
16
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ciri-ciri Budaya Organisasi
Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:
1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi
inovatif dan mengambil resiko.
2. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan
kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada
teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada
orang-orang di dalam organisasi itu.
5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya
individu.
6. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
7. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang
sudah baik.
Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran
majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan
pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana
urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 : 289).
Glaser dalam (Kreitner dan Kinicki, 2005) menyatakan bahwa budaya organisasi seringkali
digambarkan dalam arti yang dimiliki bersama. Pola-pola dari kepercayaan, simbol-simbol,
ritual-ritual dan mitos-mitos yang berkembang dari waktu ke waktu dan berfungsi sebagai
perekat yang menyatukan organisasi. Beraneka ragamnya bentuk organisasi atau
perusahaan, tentunya mempunyai budaya yang berbeda-beda hal ini wajar karena
lingkungan organisasinya berbeda-beda pula misalnya perusahaan jasa, manufaktur dan
trading.
Menurut Nawawi (2003) yang dikutip dari Cushway B dan Lodge D, Hubungan budaya
dengan budaya organisasi, bahwa “budaya organisasi adalah suatu kepercayaan dan nilainilai yang menjadi falsafah utama yang dipegang teguh oleh anggota organisasi dalam
menjalankan atau mengoperasionalkan kegiatan organisasi”. Sedangkan Nawawi (2003)
2012
17
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang dikutip dari Schemerhom, Hurn dan Osborn, mengatakan “budaya organisasi adalah
suatu sistem penyebaran keyakinan dan nilai-nilai yang dikembangkan di dalam suatu
organisasi sebagai pedoman perilaku anggotanya”.
Menurut Moorhead dan Ricky (1999), memberikan definisi budaya merupakan kumpulan
nilai-nilai yang membantu anggota organisasi memahami tindakan yang dapat diterima dan
mana yang tidak dapat diterima dalam organisasi. Nilai-nilai tersebut biasanya
dikomunikasikan melalui cerita-cerita atau simbol-simbol lain yang mempunyai arti
tertentu bagi organisasi.
Corporate Governance.
Tata kelola perusahaa (corporate governance) adalah rangkaian proses, kebiasaan,
kebijakan, aturan, dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta
pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup
hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan
pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan
adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya
termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan,
serta masyarakat luas.
Tata kelola perusahaan adalah suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu topik
utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan
tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk
memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. Fokus
utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan
harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada
kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata
kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang menuntuk
perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham,
misalnya karyawan atau lingkungan.
Perhatian terhadap praktik tata kelola perusahaan di perusahaan modern telah meningkat
akhir-akhir ini, terutama sejak keruntuhan perusahaan-perusahaan besar AS seperti Enron
Corporation dan Worldcom. Di Indonesia, perhatian pemerintah terhadap masalah ini
2012
18
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
diwujudkan dengan didirikannya Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) pada akhir
tahun 2004.
Latar belakang kebutuhan atas good corporate governance (GCG) dapat dilihat dari
latar belakang praktis dan latar belakang akademis.

Dari latar belakang praktis, dapat dilihat dari pengalaman Amerika Serikat yang
harus melakukan restrukturisasi corporate governance sebagai akibat market crash
pada tahun 1929. Corporate governance yang buruk disinyalir sebagai salah satu
sebab terjadinya krisis ekonomi politik Indonesia yang dimulai tahun 1997 yang
efeknya masih terasa hingga saat ini.
Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat pada saat ini juga ditengarai karena
tidak diterapkannya prinsip-prinsip GCG, beberapa kasus skandal keuangan seperti
Enron Corp., Worldcom, Xerox dan lainnya melibatkan top eksekutif perusahaan
tersebut menggambarkan tidak diterapkannya pronsip-prinsip GCG.

Dari latar belakang akademis, kebutuhan good corporate governance timbul
berkaitan dengan principal-agency theory, yaitu untuk menghindari konflik antara
principal dan agentnya. Konflik muncul karena perbedaan kepentingan tersebut
haruslah dikelola sehingga tidak menimbulkan kerugian pada para pihak.
Korporasi yang dibentuk dan merupakan suatu Entitas tersendiri yang terpisah
merupakan Subyek Hukum, sehingga keberadaan korporasi dan para pihak yang
berkepentingan (stakeholders) tersebut haruslah dilindungi melalui penerapan GCG.
Selain pendekatan model Agency Theory dan Stakeholders Theory tersebut di atas,
kajian permasalahan GCG oleh para akdemisi dan praktisi juga
berdasarkan Stewardship Theory, Management Theory dan lainnya.
Prinsip-prinsip GCG Secara umum terdapat lima prinsip dasar darigood corporate
governance yaitu:
1. Transparency (keterbukaan informasi), yaituketerbukaan dalam melaksanakan proses
pengambilankeputusan dan keterbukaan dalam mengemukakaninformasi materiil dan
relevan mengenaiperusahaan.
2012
19
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasanfungsi, struktur, sistem, dan
pertanggungjawabanorgan perusahaan sehingga pengelolaan perusahaanterlaksana secara
efektif.
3. Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian(kepatuhan) di dalam
pengelolaan perusahaanterhadap prinsip korporasi yang sehat sertaperaturan perundangan
yang berlaku.
4. Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaandimana perusahaan dikelola secara
profesionaltanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanandari pihak manajemen yang
tidak sesuai denganperaturan dan perundangan-undangan yang berlakudan prinsip-prinsip
korporasi yang sehat.
5. Fairness (kesetaraan da kewajaran), yaitu perlakuanyang adil dan setara di dalam
memenuhi hakhakstakeholder yang timbul berdasarkan perjanjianserta peraturan
perundangan yang berlaku
2012
20
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Afif, Faizal (2014). Implementasi Strategi Samudra Biru. PPM. Jakarta.
(sbm.binus.ac.id/2014)
2. Agustian, Eko (2014). Perencanaan Strategis. Ekoagustian.blogspot.com/2014.
(diakses tanggal 27 Maret 2015)
3. Aji, Didit (2012). Arti Dari Strategi Integrasi. Diditaji.blogspot.com/2012. (diakses
tanggal 25 Maret 2015)
4. Bagus, Denny (2012), Tahapan dan Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life
Cycle). (diakses tanggal 2 April 2015)
5. Dinata, Vendrian (2013). Perrencanaan Strategis. Vendriandinata.blogspot.com
(diakses tanggal 29 Maret 2015)
6. Fred , David R.(2010), Strategic Management Consepts and Cases, Thirteen Edition
7. Gaspersz, Vincent (2012). All in One Strategic Management. 20 Concepts, Models
and Key Analyses in Strategic Management. Penerbit Vinchristo Publication. Bogor
8. Hendriyani, Lenny (2011), Strategi Unit Bisnis. Lennyhhendriyani. Wordpress.
com/2011/08/11. (diakses 2 April 2015)
9. Hitt, Ireland and Hoskisson (2013), Strategic Management Consepts and Cases,
Prentice Hall
10. Jibonk, Wisnu (2013), Pemilihan Strategi Tingkat Bisnis. Jibonk168.blogspot.com
(diakses 2 April 2015)
11. Kadir, Abdul Wahab Abdoel (2007). Manajemen Strategik. Pramita Press, Banten.
12. Tamami, Ibnu (2012). Perencanaan Strategis. https://tammut.wordpress.com/2012.
(diakses 26 Maret 2015)
13. Tiara (2012). Good Corporate Governance. File Ekonomi. Sumber dari :
http://blogtiara.wordpress.cm//2012 (diakses tanggal 3 Mei 2015)
14. Triton, PB (2007) . Manajemen Strategis. Terapan Perusahaan dan Bisnis. Penerbit
Tugu. Jogjakarta.
2012
21
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
15. Umar, Husein (2005). Strategic Management in Action. PT. Gramedia Pustaka Utama
16. Wheelen, Thomas L. and Hunger, J. David (2010), Strategy Management and Business
Policy, Twelfth Edition
17. Zona siswa (2014). Pasar: Pengertian, Fungsi dan Jenis.www.zonasiswa.com/2014
(diakses tanggal 5 April 2015)
2012
22
Modul 11: Distinctive Strategic
Management
Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download