naungan_pengaturan cahaya

advertisement
MATERI KULIAH
`DASAR AGROTEKNOLOGI`
SEMESTER GASAL T. A. 2012/2013
(2 /1 SKS)
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
IKLIM
FAKTOR ESENSIAL
(CAHAYA, AIR, UNSUR HARA)
BAHAN TANAM
(Benih/Bibit)
PRODUK
FAKTOR PENGGANGGU
(HAMA, PENYAKIT, GULMA)
MATERI 4
DASAR AGROTEKNOLOGI
NAUNGAN_AGROTEKNOLOGI
NAUNGAN_PENGATURAN CAHAYA
• Merupakan salah satu alternatif untuk
mengatasi intensitas cahaya yang terlalu
tinggi.
• Pemberian naungan dilakukan pada budidaya
tanaman yang umumnya termasuk kelompok
C3 maupun dalam fase pembibitan
• Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak
tahan IC penuh, butuh 30-40%, diatasi dengan
naungan
NAUNGAN_PENGATURAN CAHAYA
• Pada tanaman kelompok C3, naungan tidak
hanya diperlukan pada fase bibit saja, tetapi
sepanjang siklus hidup tanaman
• Meskipun dengan semakin dewasa umur
tanaman, intensitas naungan semakin
dikurangi
NAUNGAN_PENGATURAN CAHAYA
• Naungan selain diperlukan untuk mengurangi
intensitas cahaya yang sampai ke tanaman
pokok, juga dimanfaatkan sebagai salah satu
metode pengendalian gulma
• Di bawah penaung, bersih dari gulma
terutama rumputan, semakin jauh dari
penaung, gulma mulai tumbuh semakin cepat
• Titik kompensasi gulma rumputan dapat
ditentukan sama dengan IC pada batas mulai
ada pertumbuhan gulma
NAUNGAN_PENGATURAN CAHAYA
• Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari
titik kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh), hasil
fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk
pertumbuhan
NAUNGAN _IKLIM MIKRO
• Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40%
• Mengurangi aliran udara disekitar tajuk
• Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil
(60-70%)
• Mengurangi laju evapotranspirasi
• Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air
dengan tingkat transpirasi tanaman
NAUNGAN_TANAMAN MUDA
• Memerlukan intensitas cahaya relatif rendah
• IC terlalu rendah aktifitas fotosintesis
menurun, suplai karbohidrat dan auxin untuk
pertumbuhan akar menurun, bibit yang
kekurangan IC memiliki perakaran yang tidak
berkembang
• IC terlalu tinggi : fotooksidasi meningkat, suhu
tinggi, kelembaban rendah, kematian daun
(daun terbakar)
NAUNGAN_TANAMAN MUDA
• Penelitian pada penyetekan kakao: stek kakao
mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan
intensitas cahaya 20% lebih rendah dari IC penuh
(stek kakao diberi naungan dengan intensitas
sedang)
• Penelitian pada pembibitan karet: bibit karet
mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan IC
50%
• Penelitian pada penyetekan vanili: bibit vanili
mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan IC
30%-50%
NAUNGAN_TANAMAN MUDA
• Naungan dapat menghindari fluktuasi temperatur
yang tinggi dan kadar air tanah
• Naungan dapat digunakan sebagai sarana
konservasi tanah, karena meningkatkan jumlah
pori penyedia air tanah (melalui pengaturan
temperatur dan evaporasi)
• Besar kecilnya fotosintesis tergantung pada
temperatur, suplai air, unsur-unsur hara, sifat
morfologis tanaman. Puncak fotosintesis terkait
dengan besarnya sinar dan temperatur
NAUNGAN_MENGURANGI RESIKO
KEKURANGAN AIR
• Naungan mengurangi volume kecepatan aliran
permukaan dan meningkatkan air tersedia
bagi tanaman
NAUNGAN_RESPON TANAMAN
• Tekanan cahaya bisa menimbulkan respon
fisiologis (dalam aktivitas fotosintesis) maupun
respon morfologis (berubahnya ukuran daun dll)
• Kedua respon tsb memerlukan fleksibilitas
fenotipe
• Makromorfologi: tinggi tanaman, diameter
tanaman, sudut percabangan, jumlah daun, luas
daun dll
• Mikromorfologi: kandungan klorofil daun,
ketebalan daun dll
NAUNGAN_RESPON TANAMAN
• Tinggi tanaman lebih cepat naik di tempat
teduh, diameter tanaman lebih cepat naik di
tempat tanpa naungan, sudut percabangan
lebih besar ditempat ternaungi, luas daun
lebih besar di tempat ternaungi, begitu juga
dengan jumlah daun
• Kandungan klorofil lebih tinggi di tempat
terang, ketebalan daun lebih tinggi di tempat
terang
BEBERAPA CATATAN
• Besaran yang menggambarkan banyak
sedikitnya radiasi matahari yang mampu
diserap tanaman:ild
• ILD kritik dan ILD optimum, ILD kritik
menyebabkan pertumbuhan tanaman 90%
maksimum. ILD optimum menyebabkan
pertumbuhan tanaman (CGR) maksimum
• ILD optimum setiap jenis tanaman berbeda
tergantung morfologi daun
BEBERAPA CATATAN
• Faktor eksternal juga mempengaruhi nilai ILD
optimum, misalnya jarak tanam (kerapatan tanaman)
maupun sistem tanam
• Faktor eksternal mempengaruhi radiasi yang diserap
dan nilai ILD optimum, melalui efek penaungan
(mutual shading)
• Penaungan: distribusi cahaya dalam tajuk tidak merata,
ada daun yang bersifat parasit terhadap fotosintat yang
dihasilkan daun yang lain, NAR rendah, CGR rendah,
telah tercapai titik kompensasi cahaya, ILD telah
melampaui nilai optimumnya
BEBERAPA CATATAN
• Kaitannya dengan ILD optimum setiap jenis
tanaman perlu dilakukan kajian mengenai
jarak tanam yang menyebabkan tercapainya
ILD optimum tersebut. Pengaturan jarah
tanam ditentukan oleh tingkat kesuburan
lahan maupun habitus tanaman (morfologi
tanaman)
• Penentuan kerapatan tanaman dipengaruhi
juga oleh hasil ekonomis yang akan diambil
dari pertanaman.
BEBERAPA CATATAN
• Hasil ekonomis tanaman berupa biji (produk
reproduktif yang lain). Jika dibuat grafik
hubungan antara kerapatan dengan hasil,
kurve berbentuk parabolik, ada nilai LAI
optimum.
Peningkatan kerapatan tanaman setelah
LAI optimum, menimbulkan penurunan
hasil.
Hasil fotosintesis digunakan lebih banyak
untuk keperluan vegetatif
BEBERAPA CATATAN
• Hasil ekonomis tanaman berupa bagian
vegetatif tanaman, grafik hubungan antara
kerapatan dengan hasil berbentuk asimtotik.
Jarak tanam dibuat serapat mungkin
supaya penyerapan radiasi maksimum
cepat tercapai, dapat dikatakan tidak ada
LAI optimum
STOP
Any Question??
Download