PERANAN AI DALAM MENUNJANG ERM YANG EFEKTIF bY

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Kita menyadari bahwa krisis ekonomi yang melanda Indonesia telah
memberikan pelajaran yang berharga. Praktek-praktek tidak terpuji dari para
pelaku ekonomi dalam kurun waktu sebelum krisis akibat tidak adanya standar
etika usaha dan transparansi dalam pengelolaan perusahaan membuat situasi
ekonomi Indonesia semakin memburuk.
Perkembangan sektor korporasi baik perusahaan swasta maupun perusahaan
negara di Indonesia banyak yang belum diikuti dengan perangkat praktek-praktek
usaha yang sehat. Pertumbuhan korporasi selama ini ternyata belum sepenuhnya
dibangun di atas landasan korporasi yang kuat dan efektifitas operasional yang
baik, sehingga banyak perusahaan yang tidak mampu bertahan menghadapi
dampak krisis yang terjadi, padahal pada satu sisi perusahaan-perusahaan banyak
yang tergantung pada modal ekstern (ekuitas dan pinjaman) untuk pembiayaan
kegiatan, melakukan investasi dan menciptakan pertumbuhan, sementara pada sisi
lain perusahaan harus dapat memastikan investor atau kreditur bahwa danadananya digunakan secara tepat dan seefisien mungkin selain memastikan bahwa
pengelola perusahaan bertindak hal-hal yang terbaik untuk kepentingan
perusahaan.
Untuk memastikan bahwa pengelolaan operasi perusahaan berjalan dengan
baik dan dalam rangka penciptaan nilai perusahaan (value creation), maka
diperlukan sistem-sistem pendukung. Diantara sistem-sistem pendukung tersebut
adalah keberadaan fungsi audit internal pada satu sisi dan diterapkannya
manajemen resiko (risk management) pada keseluruhan operasi perusahaan disisi
lainnya.
Pembentukan fungsi audit internal perusahaan pada awalnya merupakan
bagian dari upaya perusahaan untuk memiliki, menerapkan dan memelihara
pengendalian internal.
Pengendalian internal merupakan suatu proses yang
dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen dan personal lainnya yang
dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai efektivitas dan
efisiensi operasi,
pelaporan keuangan yang dapat dipercaya, dan kepatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan (COSO, 2002).
Dalam perkembangannya, keberadaan fungsi Audit Internal itu sendiri
menjadi sangat strategis bagi perusahaan karena peranannya sebagai mata dan
telinga bagi perusahaan dan menjadi bagian utama dalam sistem peringatan dini
(early warning system) perusahaan. Audit internal merupakan aktifitas konsultasi
dan penjaminan yang obyektif
dan independen yang dirancang untuk
memberikan nilai tambah serta meningkatkan operasi organisasi guna membantu
organisasi dalam mencapai tujuannya, dengan menggunakan suatu pendekatan
yang terdisiplin dan sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas
manajemen resiko, pengendalian dan proses tata kelola perusahaan, The
Professional Practice Framework oleh The IIA Research Foundation Januari
2004 ( The Institute of Internal Auditors )
Namun demikian tidak ada jaminan pula bahwa memiliki fungsi Audit
internal maka operasi perusahaan akan berjalan efektif dan efisien. Kerap terjadi
ketidak efektifan fungsi audit internal perusahaan, karena fungsi audit internal
dianggap hanya merupakan formalitas belaka, padahal eksistensi fungsi audit
internal seyogyanya adalah untuk menilai efektivitas praktek-praktek yang sehat
dalam perusahaan termasuk pada para anggota organisasi termasuk interaksinya
dengan lingkungan selain sebagai media untuk mengefektifkan kebijakan, metoda,
prosedur, program dan alat dalam mencapai tujuan perusahaan.
Resiko merupakan potensi terjadinya suatu peristiwa – peristiwa yang dapat
menimbulkan kerugian yang tidak diharapkan terjadi. Dalam kaitannya dengan
bisnis, maka resiko merupakan suatu kondisi atau ancaman yang secara langsung
tidak langsung akan mempengaruhi
atau berdampak buruk terhadap kemampuan
perusahaan dalam mencapai tujuannya, sedangkan manajemen resiko merupakan
suatu proses perbaikan berkesinambungan (continous improvement) yang
mengarah langsung pada pengaruh – pengaruh buruk, identifikasi resiko,
perlakuan resiko dan pemantauan atas resiko ( Ernst &Young. 2005. Business
Risk Service : Enterprise Risk Management ).
Akhir-akhir ini pengelolaan resiko menjadi lebih penting dan dominan,
sehingga dalam beberapa konteks kebutuhan akan pertimbangan resiko dan
manajemen resiko menjadi lebih menonjol dan menjadi suatu kesatuan yang lebih
luas Enterprise wide Risk Management,( Amin Widjaya Tunggal, 2003), sehingga
diposisikan berdiri sendiri atau berkorelasi dengan konteks audit internal. Dalam
hal ini Enterprise Risk Management adalah suatu proses yang sistematis dalam
mengkoordinasikan antara setiap manajemen resiko yang ada di dalam suatu
organisasi ( Ernst &Young. 2005. Business Risk Service : Enterprise Risk
Management ).
Berdasarkan fenomena yang diuraian sebelumnya, terutama mengenai
pelaksanaan fungsi audit internal yang dikaitkan dengan penerapan manajemen
resiko yang efektif di dalam perusahaan, dengan demikian maka penelitian ini
dihadapkan pada masalah pokok atau dengan tema sentral berjudul :
”
PERANAN
AUDIT
INTERNAL
DALAM
MENUNJANG
PENERAPAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT YANG EFEKTIF ”
1.2
Identifikasi Masalah
Di dalam pengendalian internal terdapat elemen untuk menaksir resiko
(risk assesment ). Hal ini menunjukan apakah suatu perusahaan mampu
mengelola resiko sebagai salah satu key success factor yang efektif dalam
melaksanakan aktivitas perusahaan dan memastikan bahwa pengelola perusahaan
bertindak hal-hal yang terbaik untuk kepentingan perusahaan
dengan
mengidentifikasikan permasalahannya sebagai berikut :
1.
Apakah fungsi audit internal telah dilaksanakan oleh perusahaan
secara memadai ?
2.
Apakah
Enterprise
Risk
Management
telah
diterapkan
oleh
perusahaan secara efektif sesuai dengan kerangka yang berlaku di
dalam dunia usaha pada umumnya ?
3.
Seberapa besar peranan audit internal yang ada di dalam perusahaan
dapat menunjang penerapan Enterprise Risk Management yang
efektif ?
1.3
Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan
kurikulum pada akhir studi di Fakultas Ekonomi. Hasil penelitian ini dituangkan
dalam bentuk skripsi.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1.
Meneliti untuk mengetahui peranan fungsi audit internal di
perusahaan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2.
Meneliti untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dapat
melaksanakan manajemen resiko usahanya secara memadai.
3.
Meneliti untuk mengetahui seberapa besarkah peranan fungsi Audit
Internal dalam menunjang penerapan Enterprise Risk Management
yang efektif di perusahaan.
1.4
Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dan memberikan informasi yang
berarti mengenai masalah fungsi audit internal perusahaan dan upaya-upaya yang
dilakukan oleh perusahaan dalam menerapkan Enterprise Risk Management
secara efektif. Diharapkan juga akan memberi banyak tambahan ilmu dan
pengetahuan yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau
orang lain. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
bagi para pengelola perusahaan dan pembuat kebijakan, khususnya yang berkaitan
dengan pengelolaan manajemen resiko perusahaan dan fungsi audit internal, atau
dapat digunakan juga sebagai bahan referensi dalam penelitian lebih lanjut selain
tentunya untuk melengkapi salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang
sarjana pada Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi Universitas Widyatama.
1.5
Kerangka Pemikiran
Audit internal dan manajemen resiko memiliki saling keterkaitan bagi
perusahaan dalam mencapai tujuannya. Pada satu sisi, menerapkan pengelolaan
resiko akan menempatkan perusahaan dalam peluang terbaiknya untuk mencapai
laba yang maksimal, memenuhi misinya dan mengurangi hal-hal yang sifatnya
mendadak dalam jangka panjang, selain itu perusahaan dapat lebih siap dalam
mengadapi beberapa kondisi seperti: perubahan ekonomi yang cepat, lingkungan
persaingan yang ketat, perubahan selera dan prioritas pasar, serta restrukturisasi
untuk pertumbuhan dimasa depan.
Pada sisi lain, fungsi audit internal memiliki peran bukan hanya menilai
sistem dan pelaksanaan pengendalian internal namun juga berperan dalam
mengefektifkan pengelolaan resiko dan proses tata kelola, sebagaimana
dinyatakan dalam The Professional Practice Framework oleh The IIA Research
Foundation Januari 2004 ( The Institute of Internal Auditors ) sebagai berikut :
Internal Auditing is an independent, objective assurance and consulting
activity designed to add value and improve an organization’s operations. It
helps an organization accomplish its objectives by bringing a systematic,
disciplined approach to evaluate and improve the effectiveness of risk
management, control, and governance processes.
Audit internal adalah aktifitas konsultasi dan penjaminan secara objektif dan
independen yang dirancang untuk menambah nilai serta meningkatkan operasi
organisasi guna membantu organisasi dalam mencapai tujuannya, dengan
menggunakan suatu pendekatan yang disiplin dan sistematis untuk mengevaluasi
dan meningkatkan efektifitas manajemen resiko, pengendalian dan proses tata
kelola perusahaan.
Dalam framework diatas dinyatakan bahwa salah satu yang menjadi fokus
dari fungsi audit internal adalah manajemen resiko (risk management), dimana
resiko adalah suatu kondisi mengenai kemungkinan dan dampak yang potensial
dari suatu peristiwa yang tidak diharapkan terjadi yang dapat mempengaruhi
pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu resiko harus dikelola secara
memadai, seperti dinyatakan juga dalam Canadian Integrated Risk Management
Framework (2001) :
” Risk management is a systematic approach to setting the best course of
action under uncertainty by identifying, assessing, understanding, acting on and
communicating risk issues”. Sedangkan menurut Bowden Adrian, R (2001) : The
process of planning, organizing, directing, and controlling the resources and
activities of an organization in order to minimize the adverse impacts on accident
losses to that organization at least possible cost.
Lebih lanjut Daniri (2005), mengemukakan pengertian manajemen resiko
sebagai berikut :
Manajemen resiko adalah upaya untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan
mengelola resiko sedemikian rupa sehingga perusahaan senantiasa dapat
menerapkan pengendalian atas kondisi saat ini maupun mengantisipasi
potensi resiko yang mungkin timbul sehingga perusahaan dapat memenuhi
tujuan dan sasarannya.
Sejalan dengan semakin pentingnya peranan pengelolaan resiko, COSO
Report (2004) menerbitkan juga Enterprise Risk Management (ERM) dengan
definisi sebagai berikut:
Enterprise risk management is a process, effected by an entity’s board of
directors, management and other personnel, applied in strategy setting and
across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the
entity, and manage risks to be within its risk appetite, to provide reasonable
assurance regarding the achievement of entity objectives.
Definisi Enterprise Risk Management ini mencerminkan konsep-konsep
mendasar dan komprehensif mengenai resiko yang dikembangkan dari definisi
pengendalian internal sebagai berikut:
“Pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh
Komisaris, Manajemen dan personil lainnya yang dirancang untuk
memberikan jaminan memadai mengenai pencapaian tujuan perusahan
melalui efektivitas & efisiensi operasi, pelaporan keuangan yang dapat
dipercaya, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan”
(COSO Framework).
Dalam hal ini Enterprise Risk Management memiliki tujuan umum tentang
bagaimana perusahaan
mengelola resiko yang difokuskan secara langsung
terhadap upaya pencapaian tujuan perusahaan selain memberikan kerangka dasar
bagi suatu Enterprise Risk Management yang efektif.
Sebagaimana pengendalian internal, Enterprise Risk Management inipun
memiliki elemennya yang juga dikemukankan dalam COSO Report (2004)
sebagai berikut:
Enterprise risk management consists of eight interrelated components,
which complement the way management runs the enterprise and are
integrated with other management processes. The components are linked
and serve as criteria for determining whether enterprise risk management is
effective.
Elemen-elemen
enterprise riks management menurut Committee of
Sponsoring Organizations of the Treadway Commission
(ERM
FrameWork 2004) adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Di dalam
Internal Environment
Objective Setting
Event Identification
Risk Assessment
Risk Response
Control Activities
Information and Communication
Monitoring
enterprise risk management meliputi juga pengendalian
internal, namun lebih luas dan lebih fokus pada masalah-masalah resiko, sehingga
dapat dikatakan bahwa pengendalian internal dan enterprise risk management
dapat dipandang berdiri sendiri-sendiri walaupun didalamnya terdapat elemen
yang sama.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka penulis mengemukakan
hipotesis sementara sebagai berikut :
” Fungsi Audit Internal di perusahaan berperan dalam menunjang
penerapan manajemen resiko usaha ( Enterprise Risk Mangement ) yang
efektif. ”
1.6 Metode Penelitian
1.6.1 Metode yang digunakan
Dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan metode studi kasus
dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana data yang diperoleh selama
penelitian akan diolah, dianalisis, dan diproses lebih lanjut berdasarkan teori yang
telah dipelajari. Untuk keperluan pengujian, diperlukan serangkaian langkahlangkah yang akan dimulai dengan operasional variabel dan teknik pengumpulan
data.
1.6.2 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.
Penelitian Lapangan (Field Research)
Studi lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer. Metode
pengumpulan data ini dilakukan melalui :
a. Wawancara, yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung dengan
pihak-pihak
yang
berkompeten
atau
yang
berwenang
terhadap
permasalahan yang diteliti.
b. Kuesioner, yaitu suatu lembar isian yang didalamnya berisi pertanyaan dan
atau pernyataan.
c. Observasi, yaitu kegiatan pengamatan di lapangan secara langsung atas
objek yang diteliti, untuk mengetahui tentang pelaksanaan yang
sebenarnya.
2.
Studi Kepustakaan (Library Research)
Studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder yang
digunakan sebagai landasan teoritis masalah yang akan diteliti. Setelah data
diperoleh, maka dilakukan pengolahan dan analisis dimana data primer
dibandingkan dengan kriteria-kriteria yang telah disusun guna melaksanakan
pengujian hipotesis. Dari hasil pengujian, ditarik kesimpulan, apakah data
tersebut dapat mendukung hipotesis yang ditentukan atau tidak.
1.7 Lokasi Penelitian
Untuk memperoleh data primer dalam penyusunan skripsi ini penulis
melakukan penelitian pada PT.Dirgantara Indonesia (Persero) yang berlokasi di Jl.
Pajajaran no.154, Bandung.
Download