efisiensi tataniaga

advertisement
PEMASARAN
HASIL PETERNAKAN
SM V
PEMASARAN
HASIL PERTANIAN/PETERNAKAN
DRA. Hj.SUHARTI, MP
Dra. Suharti, MP
Lahir di Magelang, 4 Oktober 1959
Status menikah dan memiliki 2 anak
1.Marlia Suryaputri, 2. Wikan Fajar Pramuditya
Tinggal di Ringinanom RT01 RW o4 No.9
MAGELANG UTARA
Contact: HP-08156866141
Pendidikan :
S1 Ekonomi Manajemen dan
S2 Sosial Ekonomi Peternakan
Bekerja sebagai Staf Pengajar di STPP Magelang
Konsentrasi minat pada Pengembangan
Kewirausahaan, Pemasaran/Tataniaga, Manajemen Agribisnis
BUKU ACUAN
1. Ericson, SP and W.D. Downy.1992. Manajemen
Agribisnis di terjemahkan oleh Rochidayat Ganda S dan
A. Sirait P.T.Erlangga Jakarta
2. Philips Kotler. 1991. Manajemen Pemasaran Analisi
Perencanaan.Erlangga. surabaya
3. Basu Suasta.1981. Asas-asas Marketing. Liberty.
Yogyakarta.
4. Stoner, James AF. 1989. Management Terjemahan
Alonisus strait. Erlangga, Jakarta
5. Terry, G.R. 1986. Prinsip – prinsip Manajemen. Bumi
Akasri, JakartaDrilon, J.D 1971. Introduction to
Agribusines Management. Imprint. Hongkong.
PENDAHULUAN
Semua organisasi, baik berorientasi profit
maupun not-for-profit, harus bekerja keras
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen bila
ingin tetap dapat beroperasi dan sukses.
Kemampuan organisasi dalam menentukan
siapa yang menjadi konsumen dari
Produk/jasa yang dihasilkan merupakan
salah satu kunci keberhasilan organisa
• Di sinilah fungsi pemasaran (marketing) yang
menonjol. Ia menjadi penghubung antara
organisasi dan konsumen. Lebih jauh lagi,
fungsi ini dapat diberdayakan untuk
mendukung suatu gagasan dan mendidik
konsumen
PENGERTIAN
• KOTTLER, (1990),
• PEMASARAN ADALAH PROSES PERENCANAAN DAN
PELAKSANAAN KONSEPSI, PENENTUAN HARGA,
PROMOSI DAN DISTRIBUSI IDE-IDE, BARANG-BARANG
DAN JASA-JASA UNTUK MENCIPTAKAN PERTUKARAN
YANG MEMUASKAN TUJUAN INDIVIDU DAN TUJUAN
ORGANISASI
• MUBYARTO (1987) BERPENDAPAT BAHWA ISTILAH
TATANIAGA ATAU PEMASARAN ADALAH KEGIATAN
EKONOMI YANG BERSIFAT MEMBAWA ATAU
MENYAMPAIKAN BARANG DARI PRODUSEN KE
KONSUMEN.
DEFINISI
Pemasaran didefinisikan sebagai suatu runtutan kegiatan atau
jasa yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk dari
titik produsen ke titik konsumen.
ADA 3 UNSUR PENTING :
1. Kegiatan atau jasa, sebagai fungsi pemasaran.
2. Titik produsen, menunjukkan asal produk yg dijual.
3. Titik konsumen, menunjukkan tujuan akhir pemasaran.
FUNGSI PEMASARAN BERTUJUAN
untuk mengubah produk berdasarkan :
1.bentuk (form)
2. waktu (time)
3. tempat (place), dan
4. kepemilikan (possession)
Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang
berbeda yang menambah nilai produk pada
saat produk bergerak melalui sistem antaralain:
Distribusi
Transportasi
Pengemasan
Pemberian Label
Standarisasi
Grading
Pemasaran merupakan kegiatan produktif
karena menciptakan kegunaan (utility),
yaitu proses menciptakan barang dan jasa
menjadi lebih berguna.
Berdasarkan Fungsi Diatas, Maka Pemasaran
Termasuk Kegiatan Produktif Karena Menciptakan
Kegunaa (Utility), Yaitu
Proses Untuk Menciptakan Barang Dan Jasa Yang
Lebih Berguna. Antara lain :
KEGUNAAN BENTUK (FORM UTILIY) : RPH - HEWAN - DAGING
KEGUNAAN TEMPAT ( Place UTILITY) : MEMINDAH TEMPAT,
MENUJU KE TEMPAT YANG MEMBUTUHKAN.
KEGUNAAN WAKTU (TIME UTILITY) : KEGUNAAN MUNCUL
KETIKA PRODUK TERSEDIA, PADA SAAT DIBUTUHKAN.
KEGUNAAN MILIK (POSSESSION UTILITY) : KEGUNAAN YANG
TIMBUL KETIKA BARANG DITRANSFER ATAU DITEMPATKAN
ATAS KONTROL DARI SESEORANG YANG MENGINGINKAN.
sistem pemasaran hasil pertanian adalah suatu
kompleks sistem dalam berbagai subsistem yang
berinteraksi satu sama lain dan dengan berbagai
lingkungan pemasaran.
SEKTOR PRODUKSI
SALURAN PEMASARAN
SEKTOR KONSUMSI
TIGA SUBSISTEM POKOK DI ATAS BERINTERAKSI
DENGAN TIGA SUBSISTEM PENDUKUNG, YAITU:
1. Aliran (flow) :
2. Fungsional :
3. Lingkungan :
aliran barang, uang, dan
informasi.
terkait dengan fungsi-fungsi
pemasaran.
iklim, sosial budaya, ekonomi/
teknologi, dan legal
(faktor politik).
SEBAGAI SUATU SISTEM, PEMASARAN PERTANIAN
MEMPUNYAI KARAKTERISTIK SEBAGAI BERIKUT :
1. Sistem pemasaran pertanian mempunyai tujuan spesifik
yang ingin dicapai, ada kriteria normatif dari masyarakat.
2. Untuk mencapai tujuan mempunyai komponen yang
melaksanakan bebagai fungsi : transportasi, prosesing,
grading, standarisasi dan informasi pasar.
3. Sistem pemasaran mempunyai dimensi
ruang dan waktu.
4. Sistem pemasaran membutuhkan
pengaturan atas keberadaan fungsi
pemasaran
SIFAT DAN KARAKTERISTIK PRODUK PERTANIAN
1. produksi yg diperoleh umumnya dari usaha
skala kecil (small scale production).
Dampaknya :
petani tidak bisa mempengaruhi permintaan.
petani sulit untuk saling komunikasi dalam
penjualannya karena terbatasnya
pengetahuan dan akses informasi.
2. Produksi bersifat musiman, sedangkan
konsumsi bersifat reguler (kontinyu).
dampaknya :
– Fluktuasi harga.
– Sering menimbulkan kesulitan dlm
penyeimbangan, penyimpanan dan
pengangkutan
3. Produksi terpencar dan terkonsentrasi
pada daerah tertentu, dampak :
– Kesulitan dlm proses pengumpulan
– Pedagang kesulitan dalam
pengangkutan dan penyimpanan
4. Produk pertanian mempunyai sifat
mudah rusak (perishable)
5. Menempati ruang yng besar tapi nilainya
rendah (bulky),
maka akan membutuhkan :
– Perawatan dan penyimpanan yg baik
– Pengangkutan harus cepat
– Pengepakan yng benar
– Penanggungan resiko yg tinggi
6. Produk secara umum homogen.
7. Beragamnya (variability) kualitas dan kuantitas
antar petani.
Dampaknya: perlu
standardisasi & grading dan sortasi
8. Permintaan dan penawaran produk pertanian
lebih banyak bersifat inelastis dalam jangka
pendek
9. Produk pertanian biasanya dalam bentuk
mentah yang tidak dapat dikonsumsi langsung
oleh konsumen.
• Tatap muka I 24 September 2014
PERMASALAHAN YG MENGHAMBAT TERWUJUDNYA
SISTEM PEMASARAN HASIL PERTANIAN YG LEBIH
EFISIEN DI INDONESIA
• Lemahnya infrastruktur
• Lemahnya informasi pasar
• Skala pasar pertanian yg relatif kecil
• Kurangnya pengetahuan, misal : grading dan
handling
• Tidak adanya kebijakan pemasaran yang baik.
• Tingginya biaya transaksi
SISTEM PEMASARAN EFISIEN
JIKA:
1. mampu menyampaikan produk dari produsen
ke konsumen dgn harga semurah-murahnya.
2. mampu mengadakan pembagian yg adil dari
keseluruhan harga yg dibayar konsumen
terakhir kepada semua pihak yg ikut andil
dalam kegiatan produksi dan tataniaga.
FUNGSI - FUNGSI PEMASARAN
FUNGSI PEMASARAN : KEGIATAN UTAMA YANG KHUSUS DILAKSANAKAN UNTUK
MENYELESAIKAN PROSES PEMASARAN.
KLASIFIKASI FUNGSI PEMASARAN :
1. FUNGSI PENYIMPANAN
Alasan utama produk2 pertanian perlu penyimpanan:
•
Produk bersifat musiman, perlu keseimbangan antara periode panen dan periode
paceklik.
• Adanya permintaan untuk produk2 yg berbeda sepanjang
tahun dan konsumen bersedia membayar biaya penyimpanan agar produk tersedia
sepanjang tahun.
• Perlu waktu untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen.
• perlu carryover stocks (stok persediaan) u/ musim berikutnya.
• Umumnya, penyimpanan dalam jangka
waktu yang lama menyebabkan kualitas
bahan pangan menurun dan pengurangan
berat (menyusut) sehingga jadi lebih tidak
menguntungkan.
• Namun ada juga produk-produk pertanian
mengalami perbaikan melalui penyimpanan,
seperti keju dan anggur.
• Buatlah Kurve : 1, Permintaan
2. Penwaaran
3. Permintaan dan Penawaran
Mewakili dari komoditas peternakan
KONDISI YG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM
PENYIMPANAN:
1. Penyimpanan sangat penting dilakukan u/ komoditi yang
dipanen & dipasarkan dalam jangka waktu pendek.
2. Penyimpanan kurang begitu penting u/ produk2 yg
dipasarkan sepanjang tahun & melimpah pada waktu
tertentu.
3. Penyimpanan semakin kurang penting u/ produk2 yg
dipasarkan dalam kuantitas yg relatif seragam sepanjang
tahun.
2. FUNGSI TRANSPORTASI
Tujuan utama: menjadikan suatu produk
berguna dengan memindahkannya dari
tempat proses produksi (produsen) ke
konsumen. Perhatian utamanya waktu dan
biaya.
Faktor2 yang mempengaruhi biaya transportasi :
a. Jarak antara Lokasi Produksi dan Konsumen
b. Area Pasar yang Dilayani
Petani/produsen akan mengirimkan produk-produk
mereka ke tempat yang menawarkan harga bersih
tertinggi (harga dikurangi biaya transportasi).
c. Bentuk Produk yang Dipasarkan
Akan semakin murah memindahkan produk yg diproses
(processed product) jika terletak di daerah produksi
bahan mentah. Contoh : pabrik2 pengolahan susu menjadi
mentega / keju biasanya terletak di wilayah produksi susu
Produk2 dengan biaya transportasi tertinggi akan
diproduksi di daerah yang paling dekat dengan
pasar.
Contoh :
penyuplai susu cair.
Urutan dari zona terdekat sampai terjauh :
Penyuplai
susu cair
Penyuplai cream
Penyuplai
mentega/ keju
D. UKURAN DAN KUALITAS PRODUK YANG DIPASARKAN
Produk2 dari wilayah yg jauh cenderung memiliki ukuran yg
cermat & kualitas yg lebih tinggi dari produksi lokal.
Produsen tidak akan memasarkan produknya yang paling tidak
dapat menutupi biaya pemasaran.
Contoh:
Biaya transportasi dr daerah produksi A ke pasar Rp 50/kg
dari daerah produksi B ke pasar Rp 40/kg. Biaya pemasaran
lain kedua daerah tsb sama Rp 10/kg. Sedangkan harga
produk tsb
berdasarkan ukuran & kualitasnya sbb :
BERDASARKAN UKURAN & KUALITASNYA SBB :
• Tatap muka ke 2
3. FUNGSI GRADING DAN STANDARISASI
Grading : penyortiran produk2 ke dalam
kesatuan2 atau unit menurut salah satu atau
lebih sifat kualitas mereka, seperti ukuran,
berat, bentuk, warna, aroma, panjang,
diameter, kekuatan/kepadatan, tekstur,
keseragaman, kandungan uap, kerusakan
fisik, dll.
Standarisasi :
praktek menjadikan spesifikasi kualitas grade
seragam antara pembeli dan penjual dan antara
satu tempat dengan tempat yg lain dan dari waktu
ke waktu.
Contoh : grading u/ beras umumnya didasarkan
jenis varietas, aroma, tingkat butir pecah, tingkat
kotoran, dan kandungan air.
Penentuan grade produk pertanian di
Indonesia dengan panca indera; tuntutan
internasional menggunakan uji kimia, biologi &
fisik melalui peralatan standar
4. FUNGSI PERIKLANAN (ADVERTISING)
TUJUAN UMUM PEMASANGAN IKLAN PRODUK PERTANIAN :
a. Menginformasikan pada konsumen apa yg tersedia untuk
dibeli. Cara ini paling cocok diterapkan u/ memasarkan
produk2 baru yg dipasarkan & belum begitu dikenal konsumen.
b. Mengubah permintaan atas suatu produk.
Penggunaan iklan saat ini sangat mempengaruhi minat beli
konsumen pada produk2 tertentu. namun semakin tidak elastis
harga barang pada permintaan, semakin sulit untuk merangsang
penjualan melalui pemakaian iklan.
MARJIN DAN BIAYA PEMASARAN
KONSEP DASAR MARJIN PEMASARAN
• Marjin Pemasaran :
perbedaan harga di antara tingkat lembaga dalam sistem
pemasaran, atau perbedaan antara jumlah yang dibayar
konsumen dengan jumlah yang diterima produsen atas suatu
produk pertanian yang diperjualbelikan pada waktu, volume, dan
kualitas yang sama.
• SECARA MATEMATIS :
MP = Pr - Pf
MP = Marjin Pemasaran
Pr = Harga di tingkat pedagang eceran
Pf = Harga di tingkat petani
NILAI MARJIN PEMASARAN TERDIRI DARI 2 KOMPONEN:
a. Marketing costs, yaitu imbalan terhadap faktor produksi yang
dipakai di dalam proses pemasaran yang terdiri dari upah,
sewa, bunga, dan laba (lebih fokus pada biaya pemasaran).
b. Marketing charges, yaitu imbalan terhadap jasa yang diberikan
oleh lembaga pemasaran mulai dari pedagang pengumpul,
pedagang besar, grosir, maupun pengecer (lebih fokus pada keuntungan
pemasaran).
• SEBAB-SEBAB MARJIN PEMASARAN TINGGI :
1. Banyaknya penyediaan layanan pemasaran yg diminta konsumen.
2. Biaya pemasaran yg terlalu berlebihan, karena :
- transportasi yg tidak mencukupi
- fasilitas & metode penyimpanan & penanganan yg kurang baik
- kurangnya pelatihan pemasaran & organisasi yg lemah.
Menghitung Marjin Pemasaran
1. Dengan memilih saluran dari komoditi spesifik yang telah
ditentukan dan mengikutinya dalam sistem pemasaran.
Bisa dimulai dari petani sampai ke konsumen akhir/konsumen,
dan sebaliknya.
2. Membandingkan harga produk pada berbagai level
pemasaran yang berbeda. Kelemahan metode ini:
- penetapan harga kadang tidak mewakili level harga sebenarnya
- harga yg digunakan kadang tidak sebanding kualitasnya
- harga yg digunakan kadang tidak sebanding kuantitasnya
- kelambatan waktu operasi pemasaran
3. Mengumpulkan data penjualan dan pembelian kotor dari tiap jenis
pedagang sesuai dengan jumlah unit yangditangani.
Pertimbangkan product reference.
KENDALA DALAM MENGUMPULKAN DATA MARJIN PEMASARAN :
• Terkadang pedagang tidak hanya menjual satu komoditi
sehingga biaya yang dikeluarkan oleh pedagang tidak
mudah untuk dipilah-pilah sesuai komoditi.
• Biaya yang dikeluarkan setiap kilogram suatu komoditi
sangat bervariasi, sehingga penting untuk menjelaskan
perhitungan variasi dari biaya rata-rata.
• Harga produk pertanian yang relatif sangat berfluktuasi
menyebabkan kemungkinan terjadinya perbedaan harga
dalam waktu yang relatif singkat.
• Adanya produk yang hilang karena penurunan kualitas dan
rusak.
RINCIAN KEMUNGKINAN BIAYA PEMASARAN
1. Biaya Persiapan & Pengepakan. Meliputi biaya pembersihan,
sortasi dan grading, juga biaya pengepakan (packaging) yg
tergantung tujuan tempat penjualan.
2. Biaya Handling. Biaya u/ melakukan pengepakan (packed) dan
pembukaan pak (unpacked), bongkar muat di berbagai tingkat
lembaga pemasaran.
3. Biaya Produk yang Hilang. Dalam proses pemasarannya produk
pertanian banyak mengalami susut, baik karena kerusakan &
penanganan yg kurang baik, jarak yg jauh, atau tidak laku saat
panen raya. Perhitungan penyusutan produk relatif kompleks
karena dapat terjadi berat masih tetap tapi kualitas sudah
menurun.
4. Biaya Transportasi. Biaya u/ mengangkut produk dari satu
tempat ke tempat lain, baik manusia, hewan, truk, atau
kontainer.
5. Biaya penyimpanan. Perlu diperhitungkan apakah biaya
penyimpanan relatif sesuai dengan kenaikan harga jual.
6. Biaya Prosesing. Biaya prosesing perlu perhatikan faktor
konversi. Besarnya biaya prosesing tergantung biaya BBM, biaya
depresiasi, pajak, upah TK, dll.
7. Biaya Modal. Uang / modal yg dipinjam perlu ditambah biaya
kolateral dan bunga. Biaya yg tidak berasal dari pinjaman perlu
diperhitungkan biaya kesempatan (opportunity cost).
8. Pungutan2, Komisi, dan Pembayaran Tidak Resmi. contoh :
retribusi pasar, komisi ke broker, pajak, pungli.
Nilai Tambah Produk Agroindustri
• Salah satu konsep yang sering digunakan
untuk
membahas biaya pengolahan hasil pertanian
adalah nilai tambah.
• Ada dua cara untuk menghitung nilai tambah
yaitu :
1.Nilai tambah untuk pengolahan dan
2. Nilai tambahuntuk pemasaran.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TAMBAH
pengolahan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu
faktor teknis dan faktor pasar.
• Faktor teknis yang berpengaruh adalah kapasitas
produksi, jumlah bahan baku yang digunakan dan
tenaga kerja.
• Faktor pasar yang berpengaruh adalah harga
output, upah tenaga kerja, harga bahan baku dan
nilai input lain selain bahan baku dan tenaga kerja
(bahan pembantu).
•
•
•
•
•
•
•
•
Nilai tambah = f (K,B,T,U,Ho,Hb,L)
K = Kapasitas produksi
B = Bahan baku yang digunakan
T = Tenaga kerja yang digunakan
U = Upah tenaga kerja
Ho = Harga output
Hb = Harga bahan baku
L = Nilai input lain
Besarnya nilai tambah karena proses
pengolahan didapat dari pengurangan biaya
bahan baku dan input lain terhadap nilai
produk yang dihasilkan, tidak termasuk tenaga
kerja.
Nilai tambah berhubungan dengan teknologi
yang diterapkan dalam proses pengolahan,
kualitas tenaga kerja berupa keahlian dan
ketrampilan serta kualitas bahan baku.
EFISIENSI PEMASARAN
PRODUK AGRIBISNIS
BAGAIMANA MENGUKURNYA?
PROSES KEGIATAN PEMASARAN
Kegiatan Pemasaran agribisnis meliputi
• Pengumpulan komoditi ditingkat petani (tersebar
pada daerah yang cukup luas)
• Kemasan komoditi
• Transportasi
• Pengolahan
• Distribusi (wholesaling dan retailing)
TERJADI EFISIENSI – BILA SEMUA ASPEK ITU DILAKUKAN
DENGAN BIAYA MINIMUM
Untuk mengetahui apakah telah tercapai efisiensi –
perhatikan
Cara I.
• Apakah perjalanan komoditi agribisnis dari satu
tempat ke tempat lain telah diusahakan dengan
biaya minimum?
• Apakah lokasi fasilitas pasar sudah berada pada
lokasi yang tepat (gudang, pendingin)?
• Apakah fasilitasnya cukup?
• Berapa banyak pedagang yang ikut dalam kegiatan
tersebut?
TERCAPAI EFISIENSI – PERHATIKAN (LANJUTAN)
Cara 2
• Sistem pemasaran agribisnis efisien, bila telah
mampu meneruskan permintaan kepada petani/
produsen dengan wajar dan supply dari produsen
kepada konsumen.
• Apakah sistem pemasaran dapat meneruskan
informasi harga, kuantitas dan kualitas komoditi
ke produsen dan sebaliknya.
• “harga yang layak” adalah rambu-rambu kepada
petani, pedagang perantara dan konsumen.
• Efisien artinya juga bahwa manfaat komoditi itu
dinikmati oleh semua pelaku agribisns.
PENGUKURAN EFISIENSI
Ada dua pendekatan yang saling melengkapi
satu sama lainnya?
• Pertama teliti unsur-unsur sebagai berikut:
• struktur pasar, tingkah laku perusahaan/
pedagang (market conduct) dalam
memasarkan komoditi, kinerja pasar
(market performance) yang terkait dengan
market structure dan market performance
• Kedua analisis rantai pemasaran menurut kriteria harga,
jasa-jasa yang diberikan
• PERTAMA
• Struktur pasar: berhubungan dengan karakteristik pasar
komoditi tertentu yang mempengaruhi tingkah laku
pedagang dan kinerjanya dalam sistem pemasaran.
Unsurunsurnya
adalah:
– Jumlah pedagang pada setiap mata rantai: jumlah dan
– ukuran perusahaan – apakah ada yang mendominasi
lainnya? – hubungan niaga satu perusahaan dengan
lainnya (baik pemilikan dan maupun menejemennya).
• – Hambatan masuk kedalam pasar: Bisa saja kelihatan
• banyak yang ikut dalam pemasaran tetapi bila diteliti
• hanya beberapa saja perusahaan induk yang
mengendalikan
• (contoh karet rakyat, beberapa pabrik crumb).
• – Efek supply yang inelastis: Jika inelastis mendekati
nol,
• maka pengusaha monopsoni dalam mengurangi
harga
• beli akan mengundang pendatang baru ke dalam
pasar.
(Lanjutan)
• Market conduct: Tingkah laku dalam menyesuaikan
kebijakan pemasaran (baik metoda pemasaran
maupun dalam kriteria) dalam hal harga, jumlah
maupun dalam praktek-praktek grading dan
standarisasi, penimbangan dan pemotongan berat
(basi) dalam usaha menguasai pasar.
• Kinerja pasar (market performance): menilai keberhasilan
suatu proses pemasaran dalam mencapai tujuan
– Apakah pengumpulan dan penyerahan tepat waktu?
– Apakah kualitas sesuai dan dapat dipercaya agar tidak
ada perselisihan dalam jual-beli?
– Apakah permintaan bertambah dari waktu ke waktu?
– Apakah pasar berjalan secara kompetitif?
Secara teoritis market performance adalah efisiensi statis
dalam arti keseimbangan parsial dalam penggunaan
sumberdaya.
Kedua
• Harga: harga yang berlaku mencerminkan biaya plus
margin keuntungan. Keuntungan diperoleh harus cukup
untuk menutup biaya penegembalian investasi dan
bunga .
• Jasa–jasa yang diberikan: Harga jasa yang dibayar
konsumen seharusnya tidak terlalu tinggi – sehingga
perluadanya dua pendekatan:
•
•
•
•
•
•
•
•
– Ambil contoh dengan menelusuri setiap mata rantai
pemasaran – catat parameter harga dan biaya –
kemudian hitung angka rata-ratanya (mudah dilakukan)
– Catat total penerimaan dan pengeluaran dari setiap
tingkat mata rantai, kemudian dibagai dengan jumlah
yang diperjual belikan (lebih susah dilakukan).
Cara lain untuk melihat efisiensi adalah dengan melihat
keterpaduan pasar baik vertikal maupun horizontal.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Mengukur Keterpaduan Pasar
Dimensi yang menentukan efisiensi dari satu
daerah surplus ke daerah minus ditentukan:
• Guna Ruang yang dapat dicerminkan oleh
prasarana jalan dan transportasi (jumlah dan
kualitasnya)
• Guna Waktu proses produksi/ panen yang sifatnya
musiman dan konsumsi sepanjang waktu.
• Guna bentuk yang dikehendaki oleh kon-sumen
yang tercermin dalam efisiensi fasilitas
pengolahan.
PENGEMBANGAN PASAR
• Kuliah ke 3 8-9-014
THEAMERICAN MARKETING ASSOCIATION MENDEFINISIKAN MARKETING
(MANAGEMENT)
Sebagai “proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi,
penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan,
barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu
memenuhi tujuan individu dan organisasi.
Pertukaran dalam konteks ini dimaksud kan sebagai sebuah
proses dimana dua atau lebih pihak saling mempertukarkan
sesuatu yang memiliki nilai sehingga pada akhirnya mereka
merasa lebih baik setelah melakukan proses ini.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Nilai marjin pemasaran terdiri dari 2 komponen:
a. Marketing costs, yaitu imbalan terhadap faktor produksi yang
dipakai di dalam proses pemasaran yang terdiri dari upah,
sewa, bunga, dan laba (lebih fokus pada biaya pemasaran).
b. Marketing charges, yaitu imbalan terhadap jasa yang diberikan
oleh lembaga pemasaran mulai dari pedagang pengumpul,
pedagang besar, grosir, maupun pengecer (lebih fokus pada
keuntungan pemasaran).
• Sebab-sebab marjin pemasaran tinggi :
1. Banyaknya penyediaan layanan pemasaran yg diminta konsumen.
2. Biaya pemasaran yg terlalu berlebihan, karena :
- transportasi yg tidak mencukupi
- fasilitas & metode penyimpanan & penanganan yg kurang baik
- kurangnya pelatihan pemasaran & organisasi yg lemah.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Menghitung Marjin Pemasaran
1. Dengan memilih saluran dari komoditi spesifik yang telah
ditentukan dan mengikutinya dalam sistem pemasaran.
Bisa dimulai dari petani sampai ke konsumen
akhir/konsumen, dan sebaliknya.
1. Membandingkan harga produk pada berbagai level
pemasaran yang berbeda. Kelemahan metode ini:
- penetapan harga kadang tidak mewakili level harga sebenarnya
- harga yg digunakan kadang tidak sebanding kualitasnya
- harga yg digunakan kadang tidak sebanding kuantitasnya
- kelambatan waktu operasi pemasaran
3. Mengumpulkan data penjualan dan pembelian kotor dari
tiap jenis pedagang sesuai dengan jumlah unit yang
ditangani. Pertimbangkan product reference.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah
pengolahan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu
faktor teknis dan faktor pasar.
• Faktor teknis yang berpengaruh adalah kapasitas
produksi, jumlah bahan baku yang digunakan dan
tenaga kerja.
• Faktor pasar yang berpengaruh adalah harga
output, upah tenaga kerja, harga bahan baku dan
nilai input lain selain bahan baku dan tenaga kerja
(bahan pembantu).
Konsep-konsep Pemasaran
Pemasaran dapat lebih mudah dipahami dan di
mengerti
dengan beberapa elemen inti dari
pemasaran.
Secara konseptual, pemasaran merupakan
sebuah falsafah bisnis yang menyadari
Pentingnya keterlibatan seluruh elemen
organisasi dalam proses pemenuhan
kebutuhan dan keinginan konsumen
sekaligus memenuhi tujuan-tujuan
organisasi
Langkah-langkah yang diperlukan untuk
mengaplikasikan konsepsi pemasaran:
1. Menggali informasi mengenai pasar,
potensial maupun aktual.
Sudah tersediakah barang/jasa yang mampu
memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar?
Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan
kemampuan produknya untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen?
2. Merancang dan mengembangkan program
pemasaran
a. Menyediakan produk yang mampu memuaskan
kebutuhan dan keinginan konsumen
b. menetapkan harga produk yang dapat diterima
oleh pasar
c. mengkomunikasikan produk kepada konsumen
untuk memposisikan produk di pikiran konsumen
d. memberikan jaminan bahwa konsumen dapat
memperoleh produk di saat yang tepat dan di
tempat yang tepat pula.
3. Mengevaluasi melalui proses penggalian
informasi mengenai erektivitas programprogram pemasaran perusahaan
Aktivitas-aktivitas pemasaran seharusnya
dilaksanakan dengan mempertimbangkan
efisiensi, efektivitas, dan tanggung jawab
sosial pemasaran
KONSEP PRODUKSI,
Di dalam khasanah pemasaran terdapat lima
konsep yang mendasari aktivitas pemasaran
perusahaan:
1. konsep produksi,
2. konsep produk,
3. konsep penjualan,
4. konsep pemasaran, dan konsep
5. pemasaran sosial.
Konsep Produksi:
Konsep produksi meyakini bahwa konsumen
akan lebih menyukai produk-produk
yang tersedia di mana-mana dan dengan harga
murah. (The production concept holds
that consumers will prefer products that are
widely available and inexpensive.)
Konsep Produk
Konsep produk meyakini bahwa konsumen
akan lebih menyukai produk-produk yang
menawarkan kualitas yang baik, kinerja, atau
fitur-fitur yang inovatif. (The product
concept holds that consumers will favor those
products that offer the most quality,
performance, or innovative features.)
Konsep Penjualan
Konsep penjualan meyakini bahwa bila
konsumen dan pelaku bisnis dibiarkan saja,
maka mereka tidak akan membeli dalam jumlah
yang memadai produk-produk
perusahaan. Perusahaan haruslah melakukan
usaha penjualan dan promosi yang
agresif.
Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran meyakini bahwa kunci
untuk mencapai tujuan perusahaan
mencakup usaha perusahaan untuk menjadi
lebih efektif daripada para pesaingnya
dalam hal menciptakan, menyampaikan, dan
mengkomunikasikan kepada pasar
sasaran yang ditetapkan nilai manfaat bagi
konsumen
Konsep Pemasaran Sosial
Konsep pemasaran sosial meyakini bahwa
tugas perusahaan adalah menetapkan
kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar
sasaran dan memberikan kepuasan yang
diinginkan secara lebih efektif dan efisien
daripada para pesaing dengan cara-cara
yang
menjaga
atau
meningkatkan
kesejahteraan konsumen dan masyarakat
BEBERAPA AHLI MENGEMUKAKAN PENDAPAT
TENTANG PENGERTIAN PEMASARAN/MARKETING
• MARKETING), KOHLS AND DOWNEY (1972)
MENGEMUKAKAN TATANIAGA ADALAH
TAMPILAN AKTIVITAS SIKLUS KEGIATAN
PEREKONOMIAN BARANG DAN JASA
DIMULAI TITIK PRODUKSI SAMPAIK KE
TANGAN KONSUMEN
PENGERTIAN
• KOTTLER, (1990),
• PEMASARAN ADALAH PROSES PERENCANAAN DAN
PELAKSANAAN KONSEPSI, PENENTUAN HARGA,
PROMOSI DAN DISTRIBUSI IDE-IDE, BARANG-BARANG
DAN JASA-JASA UNTUK MENCIPTAKAN PERTUKARAN
YANG MEMUASKAN TUJUAN INDIVIDU DAN TUJUAN
ORGANISASI
• MUBYARTO (1987) BERPENDAPAT BAHWA ISTILAH
TATANIAGA ATAU PEMASARAN ADALAH KEGIATAN
EKONOMI YANG BERSIFAT MEMBAWA ATAU
MENYAMPAIKAN BARANG DARI PRODUSEN KE
KONSUMEN.
CIRI-CIRI PRODUK PETERNAKAN SANGAT
BERPENGARUH PADA TATANIAGA.
PRODUK-PRODUK PETERNAKAN MEMILIKI
SIFAT-SIFAT YANG SPESIFIK SEHINGGA
PERLU KHUSUS DALAM PERJALANAN
TATANIAGA DIBANDING DEGAN PRODUK
BIDANG LAIN SEPERTI INDUSTRI DAN
PERDAGANGAN
CIRI-CIRI PRODUK PETERNAKAN YAITU :
1.
BERSIFAT MUSIMAN, ARTINYA PRODUK TIDAK MUNGKIN TERSEDIA
SETIAP SAAT BILA TIDAK DIIKUTI DENGAN MANAJEMEN STOCK YANG
BAIK.
2.
MUDAH RUSAK DAN BUSUK
3.
BERSIFAT "BULKY", YAKNI VOLUMENYA BESAR TETAPI NILAINYA
RELATIF KECIL
4.
BERSIFAT LOKAL ATAU KONDISIONAL, YAITU SETIAP JENIS PRODUK
MEMERLUKAN LINGKUNGAN TERTENTU.
5.
TIDAK SELAU MUDAH DIDISTRIBUSIKAN KE TEMPAT LAIN KARENA
PENGUSAHAAN YANG BERSKALA KECIL DAN TERPISAH-PISAH.
PENDEKATAN INSTITUSI / LEMBAGA
PEMASARAN/TATANIAGA
 LEMBAGA PEMASARAN/TATANIAGA ADALAH
PIHAK YANG MENJALANKAN FUNGSI
PEMASARAN /TATANIAGA.
 LEMBAGA PEMASARAN / TATANIAGA DAPAT
TERDIRI DARI PERSEORANGAN ATAU
KELOMPOK.
• MASING-MASING LEMBAGA PEMASARAN /
TATANIAGA DAPAT MENJALANKAN SATU
ATAU BEBERAPA TUGAS TATANIAGA
SEKALIGUS.
• ALASAN UTAMA PENGGUNAAN JASA
PERANTARA PEMASARAN / TATANIGA
ADALAH KARENA MEREKA DAPAT
MEMBANTU MENINGKATKAN EFISIENSI
DISTRIBUSI.
• MENURUT KOTTLER (1990)
• GUNA MEMENUHI KEGIATAN-KEGIATAN SERTA
PENAMPUNGAN PRODUKSI DIPERLUKAN
KELEMBAGAAN DENGAN JARINGAN-JARINGAN
YANG MAMPU MELAKSANAKAN PEMENUHAN
KEPUASAN MANUSIA.
• UNSUR YANG TERLIBAT DALAM PEMASARAN /
TATANIAGA YAITU PRODUSEN, KONSUMEN, DAN
LEMBAGA PERANTARA (LIMBONG DAN SITORUS,
1985).
CONTOH LEMBAGA-LEMBAGA TATANIAGA
a. Pengumpul
Adalah mereka yang aktif membeli dan
mengumpulkan barang dari produsen di daerah
produksi dan menjualnya ke pedagang
perantara berikutnya dan jarang menjual
kepada konsumen akhir,
Contoh:
Pengumpul ayam kampung, ayam layer afkir, ayam
broiler, susu (koperasi), telur (ayam/itik/burung
puyuh), sapi dan kambing.
b. PENGOLAH
Adalah mereka yang melakukan pengolahan
terhadap produk-produk peternakan sehingga
menjadi barang jadi maupun setengah jadi, untuk
selanjutnya disalurkan kepada konsumen atau
perantara berikutnya.
DIBEDAKAN MENJADI:
PENGOLAH BARANG SETENGAH JADI, SEPERTI :
Jagal sapi/ rumah potong hewan (RPH) dan
rumah potong ayam (RPA).
Pengolah barang jadi,
contoh :
1. Daging sapi/ayam :
abon, sosis, dendeng, daging
asap, corned beef, bakso,
ayam goreng, ayam bakar,
itik goreng, dan Lain - lain
LANJUTAN
2. Kulit/tanduk : pabrik kulit, pengrajin
kulit/tanduk, pengusaha krupuk rambak, dll.
3. Kotoran ternak : pembuatan pupuk jadi
(sapi/ayam)
4. Telur : telur asin (itik), pembuat roti, makanan
siap saji dari telur, dan Iain-lain.
5. Susu : pasteurisasi, yoghurt (susu fermentasi),
keju, es krim, susu kuda liar, dan Iain-lain.
6. Pakan ternak : hijauan (tebon/rendang),
konsentrat, bahan konsentrat (pabrik tepung
ikan), probiotik (starbio, EM-4, dll)
Praktek
• Sebutkan lembaga tataniaga yang terlibat
dalam proses tataniaga produk peternakan
yang dipilih. jelaskan secara deskriptif peran
masing-masing lembaga tataniaga tersebut
dan bagaimana koordinasi antar lembaga
tataniaga tersebut.
2-10-2013 TATAP MUKA KE 2
PENDEKATAN FUNGSI TATANIAGA
FUNGSI TATANIAGA ADALAH
TINDAKAN-TINDAKAN YANG DAPAT MEMPERLANCAR KEGIATAN
PROSES PENYAMPAIAN BARANG DARI TINGKAT PRODUSEN KE
TINGKAT KONSUMEN (LIMBONG DAN SITORUS, 1985).
( BASU SWASTHA (1979),
FUNGSI-FUNGSI TATANIAGA YANG DILAKSANAKAN DALAM SALURAN
DISTRIBUSI DAPAT DIKELOMPOKKAN DALAM 3 GOLONGAN YAITU:
1.
FUNGSI PERTUKARAN (TRANSACTION FUNCTION)
BERTUJUAN MEMPERLANCAR PEMINDAHAN HAK MILIK DARI
PRODUSEN KE KONSUMEN. FUNGSI INI MELIPUTI PEMBELIAN,
PENJUALAN, DAN PENGAMBILAN RESIKO.
2. Fungsi Penyediaan Fisik (Logistical Function)
Bertujuan mengadakan barang secara fisik
sehingga memperlancar jalannya fungsi
pertukaran.
Fungsi ini meliputi :
Pengumpulan, Penyimpanan, Pengangkutan,
Sortasi/pemilihan, Standarisasi dan grading,
Pengolahan dan Pengemasan.
3. FUNGSI PENUNJANG
(FACILITATING FUNCTION)
Fungsi ini bersifat membantu untuk menunjang
terlaksananya fungsi-fungsi yang lain. termasuk ke
dalam fungsi ini antara lain adalah pelayanan
bantuan fasilitas dengan teknologi, bantuan modal,
penyebaran informasi dan asuransi.
CONTOH :
MISALNYA PABRIK PEMBUAT DENDENG:
1. SUPPLY/PENGUMPULAN BAHAN (FUNGSI PERTUKARAN).
a)
b)
c)
DARI MANA DAGING DIPEROLEH
JUMLAH PRODUKSI
BIAYA PENGUMPULAN
2. TRANSPORTASI, PENGOLAHAN, PENYIMPANAN (FUNGSI FISIK)
a)
b)
c)
TRANSPORTASI BAHAN BAKU DAN DISTRIBUSI DENDENG JADI
CARA PENGOLAHAN DAN BESAR BIAYA YANG DIKELUARKAN
PENYIMPANAN (LAMANYA, KERUSAKANNYA, BIAYANYA
3. PENGEMASAN, DANA, PROMOSI (FUNGSI FASILITAS)
a. BAGAIMAN PENGEMASANNYA BAIK DIJUAL ECERAN
MAUPUN UNTUK GROSIR
b. SUMBER DANA
c. PROMOSI DENGAN CARA APA DAN DENGAN BIAYA
BERAPA
SEMUA FUNGSI DIJALANKAN OLEH PELAKU TATANIAGA,
MAKA YANG PERLU DIKETAHUI ADALAH SEMUA
AKTIVITAS YANG BETUL-BETUL DIKERJAKAN.
Praktek
Jelaskan secara deskriptif macam aktivitas dan
jalannya proses pendekatan fungsi tataniaga
yang dilakukan oleh lembaga tempat saudara
tinggal atau bekerja , meliputi fungsi
pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas atau
penunjang
SALURAN / JALUR TATANIAGA SAPI POTONG
URUT-URUTAN LEMBAGA TATANIAGA YANG
HARUS DILALUI OLEH PRODUSEN
PETERNAKAN DARI TEMPAT BERPRODUKSI
SAMPAI KE KONSUMEN DISEBUT SALURAN
TATANIAGA.
SATU JENIS PRODUK DIMUNGKINKAN
MEMPUNYAI LEBIH DARI SATU MACAM
SALURAN TATANIAGA.
BUCKHL DALAM KOTTLER (1990)
Mendefinisikan saluran tataniaga sebagai
suatu saluran yang digunakan oleh
seperangkat lembaga yang melakukan semua
kegiatan atau fungsi tataniaga untuk
menyalurkan
produk
dan
status
kepemilikannya dari produsen ke konsumen.
SNODGRASS DAN WALLANCE (1975)
BERPENDAPAT JALUR TATANIAGA KOMODITI
HASIL PERTANIAN PADA UMUMNYA
MEMERLUKAN MODEL YANG RELATIF
PENDEK SESUAI DENGAN SIFATNYA YANG
MUDAH RUSAK, TIDAK TAHAN LAMA, SERTA
MEMAKAN TEMPAT.
PURCELL (1979)
Dikatakan bahwa bila dalam penanganan
komoditi tersebut dapat diproses atau diolah
lebih lanjut sesungguhnya jalur tataniaga
yang panjangpun dapat ditempuh.
Jalur tataniaga akan efisien bila
masing-masing
lembaga
dalam
jalur
tataniaga mendapatkan bagian proporsi yang
merata
Hadijah, (1986).
• Semakin panjang saluran tataniaga yang
dilalui suatu mata dagangan semakin besar
biaya tataniaga yang dikeluarkan serta
keuntungan yang diperoleh dari masingmasing lembaga tataniaga yang terlibat
dalam proses penyaluran barang tersebut
Contoh 1. Tataniaga Sapi Potong
Peternak
Blantik Desa
Pedagang Sapi Lokal
(Pengumpul)
Pasar Hewan
Pedagang Antar
Daerah
Jagal
Pengecer
daging
PETERNAK
Merupakan produsen yang menghasilkan
produk berupa ternak sapi, dengan harga jual
di tingkat peternak
Balntik Desa
Tugas yang dikerjakan adalah membawa ke
pedagang lokal dan Iain-lain. Harga jual/upah
?
PEDAGANG LOKAL
Tugasnya adalah mengangkut, menyimpan, dsb. Biaya ?
(berapa hari memberi makan). Harga jual?
PASAR HEWAN
Tugasnya mencari/mendatangkan pembeli (fungsi
pertukaran). Biaya angkut, karcis pasar, upah untuk
pembantu pedagang. Harga jual?
JAGAL
Fungsinya adalah mengolah (menyembelih) komoditas
ternak yang diperjualbelikan. Biaya (pengolahan,
transportasi, dll). Harga jual?
Contoh 2. TATANIAGA SUSU LEWATKOPERASI
SUSU
Peternak
Perantara
Penampungan Susu
Disediakan Koperasi
Koperasi Peternak
GKSI
IPS
Contoh 2. TATANIAGA SUSU LEWAT KOPERASI SUSU
MATA RANTAI TATANIAGA YANG DILEWATI AKAN MELIPUTI
Peternak : Ongkos memelihara (pakan, kesehatan, dsb).
Harga di tingkat peternak.
Perantara : biaya tataniaga (pengangkutan) dan keuntungan.
Harga jual?
Penampungan susu : dalam penampungan yang dikerjakan,
misalnya: mengukur BD, uji organoleptik (antara
lain: warna, bau, dan rasa), transportasi ke koperasi
(kadar lemak, bakteri, dsb).
yang dikerjakan di GKSI ( Gabungan Koperasi
Susu Indonesia ) pengumpulan susu-susu dari
koperasi anggota dan kemudian diangkut ke
IPS ( industri pengolah Susu ) (biaya
transportasi) Harga jual?
Soal Praktek
Sebutkan berapa macam saluran/jalur
tataniaga yang biasa dilalui oleh lembaga
tataniaga yang saudara ketahui .
Gambarkan dan jelaskan secara deskriptif.
Margin Tataniaga
MARGIN TATANIAGA
Margin tataniaga adalah perbedaan harga
konsumen akhir untuk suatu produk dengan
harga yang diterima produsen untuk produk
yang sama.
Margin meliputi biaya tataniaga dan keuntungan
yang didapat oleh pedagang perantara mulai
dari produsen/peternak sampai dengan
pedagang eceran.
• Marjin :
• Selisih harga keseimbangan di pasar
Konsumen (Pr ) dan produsin (Pp)
• M= Pr – Pp
• Pr merupakan harga dipasar produsen yg
mencerminkan keseimbangan antara
penawaran primer dengan permintaan
turunan
• Pp merupakan harga dipasar konsumen
(retailer) yg mencerminkan keseimbangan
antara penawaran turunan dengan
permintaan primer
• Apa itu Permintaan Primer dan Permintaan
Turunan
• Apa itu Permintaan Primer : Permintaan
langsung dari konsumen untuk barang yang
akan di konsumsi
• Permintaan Turunan : Permintaan dari
pedagang penyalur stok barang yg selanjutnya
Didistribusikan ke konsumen
• Margin tataniaga dapat dirumuskan sebagai
berikut :
M = Pk - Pp
Keterangan:
M
= margin tataniaga (Rp)
Pk = harga di tingkat konsumen akhir (Rp)
Pp = harga di tingkat produsen ( Rp )
M = Pk - Pg
Keterangan:
M
= margin tataniaga (Rp)
Pk
= harga jual(Rp)
Pg
= harga beli + total biaya tetap dan biaya
variabel
• Menurut Rasyid dan Aslam Chaundry ( 1973 ),
Semakin kecil margin tataniaga tidak menjamin
sistem tataniaga efisien apabila mengecilnya
margin disertai dengan menurunnya kepuasan
konsumen, dengan membandingkan margin
tataniaga yang diperoleh dari berbagai saluran
tataniaga yang akan dapat dilihat sampai sejauh
mana efektifitas pasar tersebut.
Praktek
• Apa itu Marjin Pemasaran ?
• Gunanya untuk Apa ?
ELEMEN INTI PEMASARAN
KITA DAPAT MENGGOLONGKAN PASAR KE DALAM DUA KATEGORI,
1. PASAR KONSUMEN DAN
2. PASAR INDUSTRI.
PASAR KONSUMEN
MERUJUK PADA INDIVIDU-INDIVIDU YANG MEMBELI
PRODUK PERUSAHAAN UNTUK DIKONSUMSI SENDIRI.
PASAR INDUSTRI
ORGANISASI MEMBELI SUATU PRODUK UNTUK DIJUAL KEMBALI ATAU
DIGUNAKAN DI DALAM PROSES OPERASI YANG NANTINYA JUGA AKAN
DIJUAL KEPADA KONSUME
USAHA MENAWARKAN PRODUK KEPADA PASAR
DALAM USAHANYA MENAWARKAN PRODUK KEPADA PASAR,
PERUSAHAAN HARUS MENYADARI BAHWA TIDAKLAH MUNGKIN
SEMUA ORANG AKAN MENYUKAI SATU PRODUK TERTENTU.
Tidak semua orang sama-sama menyukai softdrink, kamar
hotel, restoran, mobil, universitas dan lain sebagainya.
KETIDAK SAMAAN INI MUNCUL DARI BERBAGAI ALASAN, YAITU
PERBEDAAN LINGKUNGAN Yaitu :
1. GEOGRAFIS :
seperti wilayah negara, provinsi, kabupaten atau
perkotaan dan pedesaan,
2.DEMOGRAFI
SEPERTI JENIS KELAMIN, USIA
TINGKAT PENGHASILAN
UKURAN KELUARGA DAN
TINGKAT PENDIDIKAN
3.PSIKOGRAFI
seperti gaya hidup, kepribadian dan nilai, dan
perilakunya (seperti kesempatan khusus,
manfaat khusus, status pemakai, dan tingkat
pemakaian).
PERBEDAAN-PERBEDAAN INI PERLU PENANGANAN YANG
SPESIFIK BILA PERUSAHAAN INGIN BERHASIL.
• Konsep penanganan ini membawa kita pada
• istilah Market Segmentation (segmentasi pasar).
• Segmen pasar adalah suatu
kumpulan besar dari pasar yang memiliki
kesamaan keinginan, daya beli,
lokasi geografis, sikap pembelian, atau kebiasaan
membeli.
AGAR SEGMENTASINYA BERMANFAAT PEMASAR
SEBAIKNYA MEMPERTIMBANGKAN HAL-HAL SBB :
a. dapat diukur (measurable): jumlahnya, daya beli
b. cukup besar jumlahnya sehingga dapat menguntungkan
(substantial)
c. dapat diakses dan dilayani (accessible)
d. dapat dibedakan (differentiable)
e. dapat diaplikasikan (actionable), program yang efektif dapat
disusun untuk menarik dan melayani segmen itu.
Dalam realitas pemasaran, para pemasar seringkali
menemukan bahwa pasarnya sangatlah beragam setelah
dilakukan segmentasi.
UNTUK MEMILIH SEGMEN MANA YANG HENDAK DILAYANI,
KOTLER MENYARANKAN ADA LIMA PILIHAN, YAITU :
(1) konsentrasi pada satu segmen (single segment
concentration),
(2) Spesialisasi selektif (Selective specialization),
(3) Spesialisasi produk (product specialization),
(4) Spesialisasi pasar (Market specialization), dan
(5) Peliputan seluruh pasar (full market coverage).
• Tg, 9-10 – 2013 Tatap muka ke 3
•
•
•
•
EFISIENSI TATANIAGA
Kelemahan dalam sistem peternakan di negara berkembang, adalah kurangnya
perhatiannya dalam bidang tataniaga. Fungsi - fungsi tataniaga sering tidak
berjalan seperti yang diharapkan, sehingga efisiensi tataniaga menjadi lemah.
Dalam banyak kejadian, besar kecilnya biaya tataniaga disebabkan oleh : 1) macam
komoditi, (2) lokasi pengusahaan, (3) macam dan peran lembaga tataniaga, dan (4)
efektifitas tataniaga. Efektivitas tataniaga menyangkut efisiensi tataniaga.
•
Efisiensi tataniaga (Shepherd, 1985) diukur dengan rumus :
Efisiensi tataniaga
(ET) = Biaya tataniaga x 100%
• Nilai produk yang dipasarkan
•
• Efisiensi tataniaga (Shepherd, 1985) diukur
dengan rumus :
• Efisiensi tataniaga (ET) = Biaya tataniaga
______________________ X 100%
Nilai produk yang dipasarkan
•
• Tatap muka ke 4 , 16 – 10 - 2014
MODEL – MODEL PERSAINGAN PASAR
• SECARA UMUM PASAR TERBAGI KEDALAM
LIMA JENIS :
– 1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
– 2. PASAR MONOPOLI ( penjual Tunggal ) Listrik,Gas
– 3. PASAR OLIGOPOLI ( sedikit penjual & pembeli )
pakan ternak
– 4. PASAR MONOPOLISTIK
– 5. PASAR MONOPSONI
• 1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Suatu struktur pasar bersaing sempurna
apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1 . Ada sejumlah besar pembeli dan penjual,
dimana tak seorang pun dari mereka
mempunyai pengaruh cukup kuat untuk
mengubah – ubah harga pasar melalui
tindakannya secara sendiri.Produk homogen,
contioh : penjual Bakso, pakaian
• Tg 15 – 10 - 014
PENGEMBANGAN PASAR
• MENINGKATKAN NILAI PRODUK
– GUNA MEMUASKAN KEBUTUHAN KONSUMEN
ANTARA LAIN :
•
•
•
•
•
•
KEGITAN PERIKLANAN
PENGENDALIAN MUTU
PERENCANAAN KEMASAN
PENGEMBANGAN PRODUK BARU
PEMBERIAN POTONGAN HARGA
DAN KEGIATAN – KEGIATAN PEMASARAN
PENTINGNYA PENGEMBANGAN PASAR
• ADANYA PERSAINGAN KETAT
MISAL : INDOFOOD DAN UNILEVER
• PERSAINAGN ANTAR PRODUK – PRODUK
PANGAN
MISAL : MINYAK KEDELAI
MINYAK SAWIT
APEL MALANG DAN NEWZEALAND
KONSEP – KONSEP MAKANAN
MISAL : MAKANAN SEGAR
MAKANAN DIDINGINKAN
SALURAN DISTRIBUSI PANGAN
MISAL : RESTORAN PADANG
WARUNG TEGAL
SIFAT-SIFAT PERMINTAAN HASIL – HASIL PERTANIAN
• 1. PERMINTAAN NEGATIF ( NEGATIVE DEMAND )
• 2.KEADAAN TAK ADA PERMINTAAN (NO DEMAND
STATE )
• 3. PERMINTAAN TERSEMBUNYI ( LATENT DEMAND )
• 4. PERMINTAAN TERPUTUS – PUTUS ( FALTERING
DEMAND
STRATEGI PROMOSI
TUJUAN
1. MENGINFORMASIKAN BEBERAPA PRODUK
TERTENTU
2. MEMPENGARUHI (MEMBUJUK ) KONSUMEN
3. MENGINGATKAN KEMBALI ( DRILLING )
BAHWA PRODUK TERSEBUT MASIH TETAP
BERJAYA DI PASAR
4. MENJUAL LEBIH BANYAK PRODUK/ JASA
LIMA KOMPONEN DALAM PROMOSI
1.
2.
3.
4.
IKLAN ( ADVERTENTION )
KEMASAN ( PACKAGING )
PROMOSI PENJUALAN ( SALES PROMOTION )
USAHA PENJUALAN PERORANGAN (
PERSONAL SELLING )
5. PUBLIKASI UMUM ( PUBLICITY )
1. IKLAN
KOMUNIKASI NON PERSONAL YANG BIASANYA
DILAKUKAN DI MEDIA MASA AT BILLBOARD (
PAPAN REKLAME )
DESAIN IKLAN
1. RASIONAL
MISAL : IKLAN BIBIT TANAMAN BUAH –
BUAHAN PRODUKSI UNGGUL, MASA BUAH
LEBIH CEPAT, TAHAN HAMA DAN PENYAKIT
RASANYA MANIS
• 2. EMOSIONAL
MIS : TEH DENGAN PENGAMBILAN
BINTANG FILM CANTIK MEMETIK TEH
MINYAK GORENG KUNCI MAS
3. MENGEMBANGKAN RASA TAKUT ATAU NGERI
MENGIKLANKAN JAMU TRADISIONAL DENGAN IKLAN
ORANG YANG SANGAT MENDERITA
4. HUMOR
MENGIKLANKAN PRODUK – PRODUK PANGAN DENGAN
BANYOLAN PELAWAK
EFEKTIFITAS PRODUK – PRODUK PERTANIN
• A. USAHA PROMOSI AKAN BERHASIL APABILA
PRODUK – PRODUK YG DI IKLANKAN SANGAT
SPESIFIK DAN DAPAT DI BEDAKAN
• B. PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK –
PRODUK SEYOGYANYA OLEH SEKELOMPOK
PETANI YANG TERORGANISIR
• C. PROGRAM – PROGRAM PERIKLANAN HARUS
DIPADUKAN DENGAN KEGIATAN PEMASARAN
LAINNYA.
• D. MENYEDIAKAN SEJUMLAH UANG
TERTENTU JIKA PROMOSI –PROMOSI MELALUI
MEDIA MASA UNTUK MEMPEROLEH DAMPAK
PENENTUAN HARGA BERDASARKAN PERSEPSI
NILAI KONSUMEN
1. PENETAPAN HARGA DENGAN ANGKA GANJIL
( ADDEVEN PRICING )
2. PENETAPAN HARGA PENETRASI
( PENETRATION PRICING )
3. PENETAPAN HARGA SKIMMING ( DISCOUNT)
4. PENETAPAN HARGA BERGENGSI )
5. PENETAPAN HARGA PEMIMPIN ( LOSSLEADER
PRINCING )
6. PENETAPAN HARGA DUMPING
1. PENETAPAN HARGA DENGAN ANGKA GANJIL
( ADDEVEN PRICING )
metode ini menghasilkan harga yang kelihatan
nya lebih memuaskan karena seakan – akan
cukup rendah
MIS : HARGA Rp. 10.000 ( BULAT )
DIPASARKAN Rp. 9.900,PERBEDAAN YG HANNYA RP. 100
AKAN MEMBERIKAN KESAN BAHWA HARGA
TSB MURAH
2. PENETAPAN HARGA PENETRASI ( PENETRATION
PRICING )
– DITERAPKAN UNTUK PRODUK BAKU
– MEMPERBESAR PANGSA PASAR
– HARGA YG DITETAPKAN SANGAT RENDAH
– MEMPERBESAR PANGSA PASAR
– STRATEGI MEMBENDUNG PESAING POTENSIAL
3. PENETAPAN HARGA SKIMMING ( DISCOUNT)
- POTONGAN HARGA BERDASARKAN VOLOME
PEMBELIAN SERING DIBERIKAN DLM A.B
- MENDORONG PEMBELI DALAM JUMLAH YG
BESAR UNT MENINGKATKAN VOLUME
PENJUALAN DAN MENURUNKAN HARGA
PERUNIT .
4. PENETAPAN HARGA BERGENGSI )
• MENENTUKAN HARGA YG AGAK TINGGI DAN
KUALITAS ATAU STATUS YG TINGGI
• PERILAKU KONSUMEN YG MEMENTINGKAN
STATUS ATAU GENGSI
• MIS : TANAMAN HIAS CEMARA, PALEM ,
ANGGREK
• BIASANYA DIKOTA – KOTA BESAR
5. PENETAPAN HARGA PEMIMPIN ( LOSSLEADER
PRINCI)
menawarkan satu atau beberapa produk dalam
bauran produk dalam jangka waktu terbatas
tujuan mendorong penyerapan produk jngka
Panjang
metode ini jarang produktif produk – produk yg
tdk langsung bersaing
mis : penjualan rokok di pinggir jalan yg dapat
ditawar harga nta
• PH. DUMPING
• HARGA YG DITETAPKAN OLEH PRODUSEN
BARANG LUAR NEGERI ATAU EKSPORTIR, YG
BESARNYA DIDUGA DIBAWAH HARGA JUAL
DIPASARAN NEGERINYA SENDIRI
PERAMALAN PANGSAPASAR ( MARKET SHARE )
pangsa pasar merupakan suatu proporsi atau
perbandingan antara penjualan industri keseluruhan
(total)
Kotler ( 2006 )
Pangsa Pasar ( Market Share ) adalah : Besarnya Bagian
penjualan yang dimiliki pesaing di pasar yang relevan .
pasar yang bisa dikuasai
Baroes ( 2009 )
Pangsa pasar adalah besarnya bagian yang dikuasai
oleh suatu perusahaan
Pangsa pasar dapat dihitung dengan
satuan unit atau moneter
• Pangsa Pasar =
Jumlah penjual perusahaan (unit )
jumlah penjualan Industri (unit)
• Contoh :
• Perusahaan A menjual ayam sejumlah 2500 Ekor
jumlah penjualan industri seluruh kabupaten magelang
10.000.ekor
• Berapa pangsa pasar yang dikuasai perusahaan A
• Jadi pangsa pasar yang bisa dikuasai Perusahaan A
• 25 00
= 0,25 %
• 10.000
• Jadi pangsa pasar yang bisa dikuasai perusahaanA
dengan produk yg sama baru mencapai 0.25 %
PELATIHAN
PERUSAHAAN
TEMBAKAU
TATANIAGA HASIL PERTANIAN
• PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
TATANIAGA
PEREKONOMIAN YG MENYANGKUT PERSOALAN CARA KITA
BERPENCAHARIAN DAN CARA KITA HIDUP DAPAT DIBAGI KE
DALAM TIGA ASPEK :
1. PRODUKSI
2. DISTRIBUSI ( MARKETING )
3. KONSUMSI
DALAM PENGERTIAN EKONOMI
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI (MARKETING ) ADALAH
KEGITAN YG BERTALIAN DENGANPENCIPTAAN ATAU
PENAMBAHAN KEGUNAAN DARI BARANG DAN JASA
SEDANGKAN KONSUMSI
KEGIATAN YG BERTALIAN DENGAN PENURUNAN
KEGUNAAN BARANG DAN JASA
DALAM PENGERTIAN DUNIA
PERUSAHAAN
• DALAM PRODUKSI DIPAKAI SEBAGAI
TINDAKAN PEMBUATAN BARANG-BARANG
• SEDANG PERKATAAN DISTRIBUSI
(MARKETING ) SEBAGAI TINDAKAN YG
BERTALIAN DG PERGERAKAN BARANGBARANG DAN JASA DARI PRODUSEN KE
TANGAN KONSUMEN.
• ISTILAH PEMASARAN DAN TATANIAGA YG
SERING DI DENGAR DALAM UCAPAN SEHARIHARI DI NEGERI KITA ADALAH TERJEMAHAN
DARI PERKATAAN “ MARKETING”
• TATANIAGA ADALAH
• KEGIATAN YG BERTALIAN DENGAN
PENCIPTAAN ATAU PENAMBAHAN KEGUNAAN
DARI BARANG DAN JASA MAKA TATA NIAGA
TERMASUK TINDAKAN ATAU USAHA YG
PRODUKTIP
KEGUNAAN KEGIATAN DALAM
TATANIAGA
KEGUNAAN TEMPAT
KEGUNAAN WAKTU
KEGUNAAN PEMILIKAN
• KEGUNAAN TEMPAT
• BARANG-BARANG MEMPUNYAI FAEDAH ATAU KEGUNAAN
YG LEBIH BESAR KARENA PERUBAHAN TEMAPT
• CONTOH:
– TEMBAKAU YG DIHASILKAN DARI KAB TEMANGGUNG
AKAN MEMPUNYAI KEGUNAAN LEBIH BESAR KALAU BILA
DIPINDAH ATAU DIBAWA KE KUDUS ATAU KE PT JARUM
KUDUS
• KEGUNAAN WAKTU
• BAHWA BARANG-BARANG MEMPUNYAI
FAEDAH ( YG LEBIH BESAR ) SETELAH TERJADI
PERUBAHAN WAKTU .
• UMPAMANYA : TEMBAKAU PADA WAKTU
BUKAN MUSIMNYA LEBIH BESAR FAEDAHNYA
DIBANDING DIBANDING WAKTU PADA
MUSIMNYA
• KEGUNAAN PEMILIKAN
• BARANG – BARANG MEMPUNYAI KEGUNAAN
• ( YG LEBIH BESAR )KARENA BERALIHNYA HAK
MILIK ATAS BARANG
KESIMPULAN
• TUJUAN AKHIR DARI PADA TATANIAGA ADALAH
MENEMPATKAN BARANG-BARANG KE TANGAN KONSUMEN
AKHIR .
• UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT PERLU
DILAKSANAKAN KEGIATAN – KEGIATAN TATANIAGA YG
DIBANGUN BERDASARKAN ARUS BARANG YG MELIPUTI:
• PROSES PENGUMPULAN (KONSENTRASI)
• PROSES PENGIMBANGAN (EQUALISASI) DAN
• PROSES PENYEBARAN ( DISPERSI)
PROSES PENGUMPULAN (KONSENTRASI)
• MERUPAKAN TAHAP PERTAMA DARI ARUS
BARANG –BARANG YG DIHASILKAN DARI
JUMLAH YG KECIL DIKUMPULKAN MENJADI
JUMLAH LEBIH BESAR AGAR DAPAT
DISALURKAN SECARA EFISIEN.
PROSES PENGIMBANGAN
(EQUALISASI)
• MERUPAKAN PROSES TAHAP KE DUA DARI
ARUS BARANG TERJADI ANTARA PROSES
KONSENTRASI DAN PROSES DESPERSI
• PROSES EQUALISASI MERUPAKAN TINDAKAN –
TINDAKAN PENYESUAIAN PERMINTAAN DAN
PENAWARAN BERDASARKAN :
– TEMPAT
– JUMLAH DAN KUALITAS
PROSES PENYEBARAN ( DISPERSI)
• MERUPAKAN PROSES TAHAP TERAKHIR DARI
PADA ARUS BARANG , DIMANA BARANGBARANG YANG TELAH TERKUMPUL
DISEBARKAN KEARAH KONSUMEN ATAU PIHAK
YG MENGGUNAKAN
CIRI-CIRI TATANIAGA HASIL PERTANIAN
TEMBAKAU
1. SEBAGIAN BESAR DARI HASIL PERTANIAN
TEMBAKAU BERUPA BAHAN ROKOK YAITU
TEMBAKAU RAJANGAN YG DIPASARKAN DAN
DISERAP OLEH KONSUMEN AKHIR YAITU
PABRIK RELATIF STABIL SEPANJANG TAHUN
SEDANGKAN PENAWARANNYA SANGAT
TERGANTUNG PADA PRODUK YANG SANGAT
DIPENGARIHI OLEH KEADAAN IKLIM
2. PADA UMUMNYA PEDAGANG PENGUMPUL
MEMBERI KREDIT (ADVANCED PAYMENT)
KEPADA PRODUSEN ( PETANI TEMBAKAU)
SEBAGAI IKATAN ATAU JAMINAN UNTUK
DAPAT MEMPEROLEH BAGIAN TERBESAR
DARI HASIL PERTANIAN TEMBAKAU DALAM
WAKTU TERTENTU
3. SALURAN TATANIAGA HASIL PERTANIAN
TEMBAKAU PADA UMUMNYA TERDIRI DARI :
PRODUSEN (PETANI TEMBAKAU) PEDAGANG
PERANTARA SEBAGAI PENGUMPUL, DAN
KONSUMEN (INDUSTRI PENGOLAHAN DAN
KONSUMEN AKHIR)
4. KEDUDUKAN TERPENTING DALAM
TATANIAGA HASIL PERTANIAN TEMBAKAU
TERLETAK PADA PEDAGANG PENGUMPUL
DALAM FUNGSINYA SEBAGAI PENGUMPUL
HASIL BERHUBUNG DAERAH PRODUKSI
TERPENCAR – PENCAR, SKALA PRODUKSI
KECIL – KECIL DAN PRODUKSINYA
BERLANGSUNG MUSIMAN
5.TATANIAGA HASIL TEMBAKAU PADA
UMUMNYA BERSIFAT MUSIMAN,KARENA
PADA UMUMNYA PRODUKSI BERLANGSUNG
MUSIMAN.
SUATU USAHA TANI DAPAT DIKATAKAN BERHASIL APABILA
USAHA TANI TERSEBUT SECARA MINIMAL DAPAT MEMENUHI
SYARAT SEBAGAI BERIKUT
a. USAHATANI HARUS DAPAT MENGHASILKAN CUKUP
PENDAPATAN UNTUK MEMBAYAR BIAYA DARI SEMUA ALATALAT YANG DIPERLUKAN
b. USAHATANI HARUS DAPAT MENGHASILKAN PENDAPATAN
YG DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK MEMBAYAR BUNGA
MODAL YG DIPERGUNAKAN DI DALAM USAHATANI
TERSEBUT, BAIK MODAL PETANI SENDIRI MAUPUN
MODAL YANG DIPINJAM DARI FIHAK LAIN
c. USAHATANI HARUS DAPAT MEMBAYAR UPAH TENAGA
PETANI DENGAN KELUARGA NYA YG DIGUNAKAN SECARA
LAYAK
lanjutan
c.
USAHATANI YG BERSANGKUTAN HARUSLAH PALING SEDIKIT
BERADA DALAM KEADAAN SEPERTISEMULA
d. UASATANI HARUS DAPAT PULA MEMBAYAR TENAGA
PETANI SEBAGAI MANAGER YG HARUS MENGAMBIL
KEPUTUSAN MENGENAI APA YG HARUS DIJALANKAN, BILA
MANA , DIMANA DAN BAGAIMANA
MASALAH YG SERING DIHADAPI
PETANI TEMBAKAU
1. PRODUKSI TEMBAKAU RAKYAT PADA UMUMNYA MASIH
SANGAT RENDAH
a. PRODUKSI TANAMAN TEMBAKAU RAKYAT (RAJANGAN)
PADA UMUMNYA MASIH
DIUSAHAKAN SECARA
TRADISIONAL DAN BARU SEBAGIAN KECIL YG TELAH
MENERAPKAN TEKNOLOGI MAJU
b. PEMELIHARAAN TANAMAN TIDAK DILAKUKAN SECARA
NTENSIF
C. PETANI KURANG MEMEHAMI ASPEK BUDIDAYA SECARA
BAIK DAN BENAR
2. PRODUKSI TEMBAKAU RAJANGAN DIPENGARUHI OLEH
BANYAK FAKTOR BAIK ITU FAKTOR AGRONOMIS, FAKTOR
TANAH, ALAM TEKNOLOGI MAUPUN SOSIAL EKONOMI
PENGUSAHA
3. LEMAHNYA PERMODALAN PETANI DALAM USAHATANI
TEMBAKAU RAKYAT. HAL INI DIDUGA KARENA :
a. SEMPITNYA LAHAN SEHINGGA PENDAPATAN DARI
USAHATANI TERSEBUT BELUM DAPAT MENCUKUPI
KETERLUAN KONSUMSI DAN PENYEDIAAN SARANA
PRODUKSI
LANJUTAN
b. PETANI TERJEBAK OLEH RENTENIR, PENGIJON, DAN
PENGUSAHA-PENGUSAHA YG SENANTIASA MENCARI
KEUNTUNGAN SEBANYAK-BANYAKNYA
c. SEBAGIAN BESAR PETANI KURANG PERHITUNGAN
DALAM MEMBELANJAKAN HASIL PANENNYA SEHINGGA
PADA SAAT MULAI TANAM PETANI SUDAH KEHABISAN
MODAL
LANJUTAN
4. ADANYA FLUKTUASI HARGA TEMBAKAU RAJANGAN YG
DISEBABKAN KARENA :
a. PANJANGNYA RANTAI PEMASARAN SEHINGG A HARGA
DITINGKAT PETANI MENJADI LEBIH RENDAH
b. TIDAK ADANYA STANDARISASI MUTU SEHINGGA
PEMBELI SANGAT BERPERAN DALAM PENENTUAN
MUTU DAN HARGA TEMBAKAU RAJANGAN
5. ADANYA PERBEDAAN TIPE LAHAN YG DIGUNAKAN DALAM
PENGUSAHAAN TEMBAKAU, SEHINGGA AKAN
MEMPENGARUHI CARA PEMBUDIDAYAAN TEMBAKAU,
SERTA MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN KUALITAS DAUN
TEMBAKAU YG DIHASILKAN
FUNGSI TATANIAGA
• PADA UMUMNYA FUNGSI TATANIAGA DIKELOMPOKKAN
SEBAGAI BERIKUT:
1. FUNGSI PERTUKARAN :
- PENJUALAN
- PEMBELIAN
2. FUNGSI PENGADAAN SECARA FISIK
- PENGANKUTAN
- PENYIMPANAN
3. FUNGSI PELANCAR
- PERMODALAN
- PENANGGULANGAN RISIKO
- STANDARDISASI DAN GRADING
- INFORMASI PASAR
FUNGSI PENJUALAN
• Adalah mengalihkan barang kepada pihak
pembeli dengan harga yg memuaskan
• Pada dasarnya penjualan dapat dilaksanakan
seperti berikut:
1. Penjualan melalui inspeksi (pengawasan,
pemeriksaan )
2. Penjualan melalui Sample
3. Penjualan melalui penggambaran
4. Penjualan melalui kombinasi 1,2 dan 3
Penjualan melalui inspeksi
(pengawasan, pemeriksaan )
• Adanya pemberian izin oleh para penjual kepada
pembeli untuk memeriksa dan meneliti semua
persediaan dari penjual sebelum pembeli
memilih apa yg akan diobelinya.Cara ini terjadi
karena adanya sifat – sifat tertentu dari barang
tersebut dan situasi tata niaganya. Dimana :
• 1. Tidak ada Standarisasi terhadap barang
• 2. Adanya sifat cepat rusak yg tinggi dari barang
Lanjutan
• 3. Tingkat pembelian yg sangat cepat sehingga
lalu lintas langganan dan tingkat penjualan
akan terganggu
• 4. Suatu cara memamerkan barang-barang yg
akan mendorong sejumlah pembelian yang
terjadi pada saat bersamaan
Penjualan melalui Sample
• Penjualan melalui contoh berdasarkan pada
prinsip – prinsip standardisasi , sehingga
contoh dari barang yg diperdagangkan akan
merupakan wakil untuk semua unit barang yg
akan dijual
Penjualan melalui penggambaran
• Penjualan dg penggambaran terjadi karena
ada anggapan bahwa barang-barang dalam
bentuk katalogsehingga tidak ada satu unit
pun perlu pada waktu penjualan diselesaikan .
• Penjualan seperti ini akan berhasil jika adanya
syarat kebebasan dalam mengadakan
kebijakan garansi terhadap barang-barang
untuk memuaskan pilihannya.
Penjualan melalui kombinasi 1,2 dan 3
• Pada penjualan seperti ini ada contoh
(sample) yg meringkaskan tentang semua
barang yang tersedia dan daftar penawaran
(Cataloque) dari sebagian barang yg dijual
yang dibuat . Para pembeli dapat memeriksa
contoh dalam bungkusnya dan bungkusan –
bungkusan lain yg tersedia
2. Fungsi Pembelian
• Pembelian terdiri dari sejumlah kegiatan al:
1) Penentuan macam dan jumlah serta kualitas
barang yg mau dibeli
2) Mencari sumber penawaran
3) Penentuan tempat penawaran
4) Mengetahui keadaan pasar baik harga
maupun macam barang dan barang
substitusi
Lanjutan
5) Merundingkan syarat – syarat pembelian
6) Memindahkan hak milik :
a) PEMBELIAN UNTUK KUNSUMSI
b) PEMBELIAN UNTUK BAHAN DASAR
c)
PEMBELIAN UNTUK BAHAN DASAR
PENGANGKUTAN
• FUNGSI PENGANGKUTAN MENCIPTAKAN
KEGUNAAN TEMPAT,
• APABILA FUNGSI PENGANGKUTAN DILAKUKAN
TEPAT WAKTU MAKA FUNGSI INI AKAN
MENCIPTAKAN KEGUNAAN WAKTU .
• ASPEK PENTING DARI PENGANGKUTAN
ADALAH BIAYA PENGANGKUTAN , SEDANGKAN
BIAYA PENGANGKUTAN INI SANGAT
DIPENGARUHI OLEH TARIP ANGKUTAN
LANJUTAN
• CONTOH:
1) PENGANGKUTAN LEWAT DARAT, LAUT, DAN
UDARA
2) MASING-MASING MEMPUNYAI KELEBIHAN
DAN KELEMAHAN
PENYIMPANAN
• ARTINYA MENAHAN BARANG-BARANG
• SELAM A JANGKA WAKTU ANTARA DIHASILKAN
ATAU DITERIMA SAMPAI DENGAN DIJUAL ,
DENGAN DEMIKIAN PENYIMPANAN
MENCIPTAKAN KEGUNAAN WAKTU,DISAMPING
BERTENDENSI MERATAKAN HARGA.
• PENYIMPANAN DILAKUKAN KARENA ADA
BEBERAPA ALASAN :
• MENURUT BRUNK AND DARRAH
PENYIMPANAN DILAKUKAN KARENA ADA BEBERAPA ALASAN :
MENURUT BRUNK AND DARRAH
a) SIFAT MUSIMAN DARI KEBANYAKAN PRODUKSI
b) PERMINTAAN UNTUK BERBAGAI PRODUK BERLANGSUNG
SEPANJANG TAHUN
c) ALASAN – ALASAN YG TERDAPAT DALAM WAKTU YANG
DIPERLUKAN UNTUK PELAKSANAAN BERBAGAI PELAYANAN
TATANIAGA MISAL: DALAM WAKTU MENUNGGU
PENGANGKUTAN , PENGOLAHAN DAN SELAMA PEMBELIAN
DAN PENJUALAN
d) UNTUK MENDAPATKAN HARGA LEBIH BAIK
PEMBIYAYAAN
• ARTINYA MENCARI DAN MENGURUS MODAL
UANG YG BERKAITAN DENGAN TRANSAKSI –
TRANSAKSI DALAM ARUS BARANG DARI
SEKTOR PRODUKSI SAMPAI SEKTOR
KONSUMSI
PENANGGULANGAN RISIKO
• RISIKO DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI KETIDAKPASTIAN DALAM HUBUNGUNNYA DENGAN
ONGKOS, KERUGIAN ATAU KERUSAKAN.
• CONTOH:
I. RISIKO YANG TIMBUL KARENA SIFAT PRODUK
II. RISIKO YANG TIMBUL KARENA PERUBAHAN KONDISI
PASAR
III. RISIKO YANG TIMBUL KARENA SEBAB-SEBAB
ALAMIAH
IV. RISIKO YANG TIMBUL KARENA UNSUR MANUSIA
DAN PEMERINTAH
ADA DUA MACAM PENDEKATAN UMUM UNTUK MENGHINDARI
ATAU MEMPERKECIL RISIKO YANG DITANGGUNG OLEH PEDAGANG
a) USAHA – USAHA PENCEGAHAN (PREVENTIP)
b) MENGALIHKAN DAN MEMBAGI RISIKO
KEPADA PIHAK LAIN
KELNJUTAN
– CONTOH HASIL PERIKANAN
– Ikan mudah rusak
a) Risiko yang timbul karena perubahan
kondisi pasar
• Perubahan harga menyebabkan timbulnya
kerugian aktual atau kehilangan laba
• Perubahan harga disebabkan oleh ketidak
seimbangan dalam permintaan dan
penawaran
– Risiko yang timbul karena sifat produk
– Risiko persainagn
– Risiko perubahan harga barang substitusi . Penurunan
harga barang substitusi akan mengalihkan perhatian
konsumen untuk membeli barang substitusi tersebut
• Risiko karena fluktuasi harga
• Perubahan harga menyebabkan timbulnya
kerugian aktual atau kehilangan laba
• Perubahan harga disebabkan oleh ketidak
seimbangan dalam permintaan dan
penawaran
• Risiko karena unsur waktu
• Risiko persainagnRisiko perubahan harga barang
substitusi . Penurunan harga barang substitusi akan
mengalihkan perhatian konsumen untuk membeli
barang substitusi tersebut
FUNGSI PENGEMASAN
• MEMPERTAHANKAN PRODUK :
•
BERSIH DAN TERLINDUNG DARI PENCEMARAN
• PERLINDUNGAN TERHADAP KERUSAKAN :
• FISIK, AIR, OKSEGEN DAN SINAR
• EFISIENSI DAN EKONOMIS DALAM PROSES
•
•
•
•
PENGEPAKAN
DIBENTUK MENURUT RANCANGAN
KEMUDAHA DALAM PENGANGKUTAN DAN DISTRIBUSI
MEMBERI PENGENALAN ,
• KETERANGAN DAN DAYA TARIK PENJUALAN
TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN
LABELING
• PENGEMASAN
– DIGUNAKAN UNTUK MEMBATASI ANTARA BAHAN PANGAN DAN
KEADAAN NORMAL SEKELILINGNYA
– MENUNDA PROSES KERUSAKAN (PERUBAHAN ) DALAM JANGKA
WAKTU TERTENTU
– DAYA AWET ( WAKTU DIMANA BAHAN PANGAN HARUS DIJUAL DAN
DIKONSUMSI)
• PERMASALAHAN (PERTIMBANGAN )
– PROSES KERUSAKAN DAN PEMBUSUKAN ITU SENDIRI
SYARAT BAHAN PENGEMASAN
• TIDAK BERACUN DAN TIDAK ADA PERUBAHAN
WARNA DAN RASA
• MAMPU MENCEGAH MASUKNYA BAU DAN GAS,
AROMA BAHAN PANGAN TETAP
• KEDAP AIR DAN TIDAK MENYERAP ATAU
BERKURANG KADAR AIRNYA
• TAHAN TERHADAP BENTURAN DAN TEKANAN
DAN TIDAK Rusak
• HARUS DAPAT MELINDUNGI TERHADAP SINAR
MATAHARI
BAHAN-BAHAN PENGEMASAN
/KEMASA
• TIN PLATE
•
BAHAN YG DIGUNAKAN UNTUK KEMASAN KALENG, DARI LEBARAN BAJA DENGAN PELAPIS
TIMAH , MENGKILAP, KUAT, TAHAN KARAT
• ALUMUNIUM
•
KELEBIHAN
–
–
–
–
–
RINGAN
TAHAN KARAT
TIDAK TERNODA OLEH SULFIDA YG DIHASILKAN OLEH PANGAN SELAMA PEMANASAN
TIDAK BERACUN
MUDAH DIBENTUK
•
LANJUTA
• KELEMAHAN
– SULIT DISOLDER (PATRI)
– TIDAK SEKUAT LEMBARAN TIMAH WALAUPUN
KETEBALAN SAMA
– KETAHANAN LEBIH PENDEK TERHADAP BAHAN
PANGAN BASAH
– DAPAT MEMUCATKAN BEBERAPA PRODUK
– TIDAK DAPAT DIBUAT MENJADI KALENG
Lanjutan
• Plastik
– Kuat, ringan, tidak karatan, bersifat
termoplastik ( Heat Seal)
– Dapat diberi warna
– Kelemahan
Zat-zat Monoomer dan Molekul kecil dari
plastik dapat melakukan Migrasi kedalam
bahan makanan yang dikemas
Sifat dari plastik
1. CELLUL0SA
• Sangat mengkilap,
• Sangat halus, Mempunyai transmisi Gas dan
Air yg tinggi
2. POLYETHYLENE
• POLYETHYLENE KEPADATAN RENDAH (DIBUAT DENGAN TEKANAN
DAN SUHU TINGGIO Al :
» Pengaman Air yang baik
» Plastik tipis yg murah
CONTOH PENGEMASAN SUSU
• WADAH DARI GELAS
• BOTOL TUTUP Alumunium foil... SUSU
PASTIURISASI
• BOTOL TUTUP SEKROP .... Susu
pastiurisasi dalam botol
• Wadah dari plastik lemas ----> Susu segar
• Wadah dari plasti keras --- Susu pastiurisasi,
Krim
• Wadah dari plastik lemas ---> Susu segar
• Wadah dari karton dilapisi alumunium foil -- Susu pasturisasi
PERANAN KEMASAN DI INDONESIA
• Kemasan memainkan peran yg penting dan
menentukan dalam menunjang
pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan
pertumbuhan pemakaian kemasan Sekitar
10% - 13% setahun.
• Pemakaian kemasan yg terbesar di Indonesia
adalah disektor Agrofood rata-rata sebesar
60%
Download