Pengembangan Bioenergi Ramah Lingkungan

advertisement
~ Pengembangan Bioenergi Ramah Lingkungan
Kini Saatnya Pengembangan Energi Hijau
ENERGI fosil khususnya minyak bumi, merupakan sumber energi utama dan sumber devisa
negara. Krisis BBM baru-baru ini menunjukkan cadangan energi fosil yang dimiliki Indonesia
terbatas jumlahnya. Fakta menunjukkan konsumsi energi terus meningkat sejalan dengan laju
pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Terbatasnya sumber energi fosil
menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi yang disebut
pengembangan energi hijau.
Yang dimaksud dengan energi terbarukan di sini adalah energi non-fosil yang berasal dari alam
dan dapat diperbaharui. Bila dikelola dengan baik, sumber daya itu tidak akan habis. Di
Indonesia pemanfaatan energi terbarukan dapat digolongkan dalam tiga kategori. Yang
pertama adalah energi yang sudah dikembangkan secara komersial, seperti biomassa, panas
bumi dan tenaga air. Yang kedua, energi yang sudah dikembangkan tetapi masih secara
terbatas, yaitu energi surya dan energi angin. Dan yang terakhir, energi yang sudah
dikembangkan, tetapi baru sampai pada tahap penelitian, misalnya energi pasang surut.
Sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi energi surya dengan radiasi harian
matahari rata-rata 4,8 kWh/m. Untuk memanfaatkan potensi energi surya ada dua macam
teknologi yang sudah diterapkan, yaitu energi surya fotovoltaik dan energi surya termal.
Fotovoltaik
Energi surya fotovoltaik dihasilkan dengan mengubah energi matahari menggunakan sel surya
yang terdiri dari rangkaian panel unsur semikonduktor, misalnya lapisan unsur silikon yang tipis.
Lempengan silikon itu dipasang dengan posisi sejajar dalam sebuah panel yang terbuat dari
aluminium atau baja antikarat dan dilindungi oleh kaca atau plastik. Lempengan silikon itu
kemudian dirangkaikan secara seri menggunakan kisi-kisi kabel penghantar arus listrik. Bila sel
surya itu terkena matahari maka pada lapisan silikon terjadi pemisahan elektron dari atom
silikon sehingga dibangkitkan arus listrik.
Berbeda dengan energi surya termal, sel fotovoltaik tergantung pada jumlah energi cahaya
1/4
~ Pengembangan Bioenergi Ramah Lingkungan
yang mencapai lapisan semikonduktor dan luas permukaan sel. Ketergantungan pada jumlah
energi matahari yang menyinari sel inilah merupakan kelemahan sumber energi surya
fotovoltaik. Untuk mengatasi kekurangan ini, peneliti Amerika telah menciptakan modul
fotovoltaik yang secara otomatis bergerak mengikuti arah matahari. Setiap modul dilengkapi
komputer yang memperhitungkan posisi matahari di lokasi sel surya. Analisa tersebut
diteruskan pada motor penggerak yang mengatur posisi sel surya sehingga mendapat
penyinaran matahari secara optimal.
Butuh Lahan Luas
Efisiensi sel surya fotovoltaik komersial berkisar antara sepuluh sampai 17 persen. Artinya,
hanya 10 sampai 17 persen energi matahari yang diubah menjadi arus listrik. Untuk
menghasilkan energi dalam skala besar diperlukan lahan yang luas. Pembangkit Listrik Tenaga
Surya Fotovoltaik terbesar di dunia saat ini berada di Jerman. Sebanyak 38.000 modul sel
fotovoltaik tersebar di atas lahan seluas 24 hektar yang dapat mengasilkan daya listrik sebesar
enam megawatt. Jumlah ini mencukupi kebutuhan listrik 4.000 rumah tangga Jerman dalam
setahun.
Saat ini, kendala dalam penggunaan sistem surya fotovoltaik adalah harga panel surya yang
masih tinggi. Hal ini dapat diatasi misalnya dengan mengganti lapisan semikonduktor dengan
unsur yang lebih kompetitif. Sedangkan keuntungan pembangkit energi surya fotovoltaik adalah
dalam pembangkitan listrik tidak dihasilkan emisi CO2 atau gas berbahaya lainnya. Selain itu,
Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk kebutuhan individu dapat dikembangkan di daerah
yang terpencil sekalipun.
Energi Surya Termal
Energi surya termal menggunakan tenaga matahari untuk menghasilkan listrik secara tidak
langsung. Salah satu caranya adalah dengan pemanasan rangkaian pipa secara langsung.
Atau dengan menggunakan cermin untuk memfokuskan sinar matahari pada pipa berisi cairan
penghantar panas seperti misalnya minyak sintetis. Cara lain dengan mengatur cermin
mengelilingi menara yang di puncaknya terdapat tabung kolektor cahaya matahari. Sinar
matahari yang dipantulkan terfokus pada satu titik dan memanaskan cairan dalam tabung
tersebut. Energi panas yang dihasilkan dalam kedua proses ini menggerakkan turbin uap yang
pada akhirnya akan menghasilkan listrik.
2/4
~ Pengembangan Bioenergi Ramah Lingkungan
Efisiensi kerja energi surya termal mencapai 30 persen. Sama dengan energi surya fotovoltaik,
pembangkit listrik tenaga surya termal tidak menghasilkan emisi CO2. Sementara
kelemahannya adalah pembangkit listrik ini hanya dapat digunakan pada siang hari karena
membutuhkan penyinaran langsung matahari. Pemanfaatan energi surya termal yang bersifat
komersial belum tersebar luas. Pembangkit Listrik Surya Termal pertama di Eropa akan
dibangun di Spanyol.
Energi Biomassa
Energi biomassa berasal dari bahan organik dan sangat beragam jenisnya. Sumber energi
biomassa dapat berasal dari tanaman perkebunan atau pertanian, hutan, peternakan atau
bahkan sampah. Energi dari biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan panas, membuat
bahan bakar dan membangkitkan listrik.
Teknologi pemanfaatan energi biomassa yang telah dikembangkan terdiri dari pembakaran
langsung dan konversi biomassa menjadi bahan bakar. Hasil konversi biomassa ini dapat
berupa gas Biomassa, bio ethanol, bio diesel dan bahan bakar cair.
Yang tengah ramai dibicarakan adalah pengembangan bio ethanol dan bio diesel. Kedua bahan
bakar dari biomassa ini dalam jangka panjang diharapkan dapat menjadi pengganti bahan
bakar minyak.
Energi Bio Ethanol
Bio ethanol dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dengan kandungan hidrokarbon tinggi. Proses
fermentasi biomassa seperti misalnya sampah tebu atau singkong racun menghasilkan ethanol.
Ethanol ini dapat digunakan sebagai substitusi sebagian ataupun keseluruhan bahan bakar
bensin. Bila dicampur dengan bensin, ethanol dapat menaikkan angka oktan pada bahan bakar.
Angka oktan pada bahan bakar mesin menunjukkan kemampuan menghindari terbakarnya
campuran udara-bahan bakar sebelum waktunya. Angka oktan yang tinggi secara langsung
akan meningkatkan efisiensi kerja mesin modern. Keuntungan lain penggunaan ethanol
sebagai bahan bakar adalah rendahnya emisi gas berbahaya hasil pembakaran daripada
3/4
~ Pengembangan Bioenergi Ramah Lingkungan
pembakaran buang bensin.
Energi Bio Diesel
Bio diesel dihasilkan dari minyak nabati, lemak hewani, ganggang atau bahkan minyak goreng
bekas. Biodiesel dapat digunakan sebagai zat aditif diesel untuk mengurangi emisi gas buang.
Atau juga dapat digunakan sepenuhnya sebagai bahan bakar kendaraan. Kelemahan
penggunaan biodiesel atau ethanol murni sebagai bahan bakar kendaraan adalah perlu
modifikasi pada mesin karena ethanol dan biodiesel antara lain akan bereaksi dengan karet dan
plastik konvensional. Salah satu kerugian lain bila ethanol dan biodiesel diproduksi dalam skala
besar adalah meningkatkan beban lingkungan karena adanya perkebunan mono kultur atau
perkebunan dengan satu jenis tanaman. Hal ini dapat mengurangi produktivitas tanah dan
menggangu keseimbangan ekosistem.(Tiksna/dw-world.de-12)
4/4
Download