Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Siang Sebrang Istana Iwan Fals

advertisement
Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Siang Sebrang
Istana Iwan Fals
(Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk )
SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Konsentrasi Jurnalistik
Program Studi Ilmu Komunikasi
Oleh :
Windi Tresnanda
NIM. 6662102226
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
BANTEN
2015
LEMBAR ORISINALITAS
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
iii
LEMBAR PENGESAHAN
iv
MOTTO
“Jangan Pernah Merasa Takut, Cepat atau Lambat
Perubahan Pasti Akan Datang”
Skripsi ini kupersembahkan
Dengan segala hormat dan cinta kasih
Kepada kelurgaku, Papah dan Mamah
Yang telah melimpahkan begitu banyak kasih
Sayang dan akan selalu menjadi sumber
Motivasi dan inspirasi …
v
ABSTRAK
Windi Tresnanda. NIM 6662102226. Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu
Siang Sebrang Istana Iwan Fals. Pembimbing I : Prof. Dr.Ahmad Sihabudin,
M.Si. dan Pembimbing II. Yoki Yusanto,S.Sos, M.I.Kom
Musik adalah sarana bagi para musisi, seperti kata-kata yang merupakan
sarana bagi penulis lagu untuk mengungkap apa yang ingin disampaikan. Tema
yang diusung pun beragam tergantung sang musisi. Cinta, relegi, politik, kritik
sosial, lingkungan, pemerintahan dan lain-lain. Dalam Lagu “Siang Sebrang
Istana” karya Iwan Fals liriknya menceritakan perjuangan kaum termarjinalkan.
Iwan Fals adalah salah satu musisi yang mengutarakan kritik sosial melalui lagu.
Idealisme dalam bermusik, penggunaan kata-kata yang mengandung kiasan, serta
tema yang disajikan membuat penulis menjadikan lirik-lirik lagu “Siang Sebrang
Istana” Iwan Fals sebagai kajian dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini
adalah mengetahui makna kritik sosial pada lagu “Siang Sebrang Istana’ dengan
menggunakan pendekatan Teun A. van Dijk. Analisis wacana kritis dengan model
pendekatan Teun A. van Dijk meliputi dimensi teks, dimensi kognisi sosial dan
dimesi konteks sosial.Dimensi teks akan menganalisis secara Struktur Makro,
Superstruktur, dan Struktur Mikro, kemudian barulah membahasnya kedalam
dimensi kognisi sosial dan dimensi konteks sosial untuk menemukan makna kritik
sosial pada lirik lagu “Siang Sebrang Istana”. Analisis terhadap data-data lirik
lagu dilakukan untuk membuat kesimpulan dalam menggambarkan makna kritik
sosial pada lirik lagu “Siang Sebrang Istana” karya Iwan Fals. Hasil penelitian ini
menunjukan adanya makna kritik sosial pada lirik lagu “Siang Sebrang Istana”
yang dinyanikan oleh Iwan Fals.
Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis Kritik Sosial, Lirik Lagu, Iwan Fals
vi
ABSTRACT
Windi Tresnanda. NIM 6662102226. The Meaning of Social Criticism On
Siang Sebrang Istana Iwan Fals. Guide I : Prof. Dr.Ahmad Sihabudin, M.Si.
dan Guide II. Yoki Yusanto,S.Sos, M.I.Kom
Music is a tool for musicians, such as the words that is a means for
songwriters to uncover what you want delivered. The theme also varied
depending on the musician. Love, relegi, political, social criticism, environmental,
government and others. In the song "Siang Sebrang Istana" by Iwan Fals lyrics
recount the struggles of the marginalized. Iwan Fals is one of those musicians
who express social criticism through song. Idealism in music, the use of words
containing figurative, and themes that are presented makes the author makes the
lyrics of the song "Siang Sebrang Istana " Iwan Fals as a study in this research.
The purpose of this study was to determine the significance of social criticism on
the song "Siang Sebrang Istana'by using the approach of Teun A. van Dijk.
Critical discourse analysis approach model Teun A. van Dijk include dimension
text, dimension of social cognition and social context dimension.Dimensional
structure of the text will analyze Macro, superstructure, and microstructure, and
then discuss them into a dimension of social cognition and social dimensions of
context to find the meaning of social criticism in the lyrics of the song "Siang
Sebrang Istana". Analysis of the data of the lyrics done to make conclusions in
describing the significance of social criticism in the lyrics of the song "Siang
Sebrang Istana" by Iwan Fals. These results indicate the significance of social
criticism in the lyrics of the song "Siang Sebrang Sebrang" by Iwan Fals.
Keywords: Critical Discourse Analysis of Social Criticism, lyrics, Iwan Fals
vii
KATA PENGANTAR
Assalamualikum Wr. Wb
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan ridho-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini yang berjudul “Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Sore Siang Sebrang
Istana Iwan Fals” dengan baik. Adapun penelitian ini dilakukan dan disusun
dengan tujuan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh ujian sarjana pada
Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Dalam melakukan penelitian ini penulis tetap bertumpu pada landasan
akademis dan teori komunikasi yang ada untuk mengupas dan mengemas hasil
penelitian ini sehingga menjadi sebuah karya ilmiah yang diharapkan bermanfaat
dan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan Ilmu Komunikasi. Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tentu tidak luput dari kekuragankekurangan yang ada, sebagaimana fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah
SWT tidak ada yang sempurna dan tidak luput dari kesalahan.
Penulis sangat menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak dapat
terealisasi dengan baik tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih sebesarbesarnya kepada :
1. Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW.
2. Bapak H. H. Yulianto, SIP dan Ibu Windayani , selaku kedua orang tua
tercinta.
viii
3. Bapak Prof. Dr. Soleh Hidayat, M.Pd, selaku Rektor Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
4. Bapak Dr. Agus Sjafari, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
5. Ibu Neka Fitriyah, S.Sos, M.Si, selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
6. Bapak Prof. Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si, selaku dosen pembimbing
pertama yang telah memberi waktu, bimbingan ilmu, arahan, masukan dan
kesempatan pengalaman kepada penulis hingga dapat menyelesaikan
penelitian ini.
7. Bapak Yoki Yusanto, S.Sos, M.I.Kom, selaku dosen pembimbing pertama
yang telah memberi waktu, bimbingan ilmu, arahan, masukan dan
kesempatan pengalaman kepada penulis hingg dapat menyelesaikan
penelitian ini.
8. Ibu Mia Dwianna. W, S.Sos.M.I,Kom, selaku dosen yang selalu
membimbing saya dengan ikhlas untuk terus berusaha menyelesaikan
skripsi ini.
9. Ibu Puspita Asri Praceka, S.Sos, M.I.Kom, selaku Sekertaris Jurusan Prodi
Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
10. Bapak Darwis Sagita, S.I.Kom Selaku Dosen pembimbing akademik.
11. Para Dosen dan Staf TU Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.
12. Kakak tersayang, Vina Septiana W, Dede Suhendar dan Keponakanku
tercinta Alifa Devin Qurotulain.
ix
13. Iwan Fals yang selalu memberikan karya-karya terbaik sebagai sumber
inspirasi peneliti.
14. Teman-teman Jurnalistik komunikasi Kelas J Angkatan 2010, Putut
Wiroraksono, Maulana Yusup,
Agung Rahayu SJP, Agung Gumelar,
Galuh Garmabrata, Sumardi Noviono, M.Vicy, Suryanto, Romiawan
Fatullah, Iqbal Maltatuli, Alif Risna Fauzi. Terimakasih banyak.
15. Seluruh teman-teman komunikasi Angkatan 2010 yang tidak bisa
disebutkan satu persatu. Kompak selalu
16. Keluarga Gembok, Herzha Aftian Putra, Zulhilmi Hutagalung, Johanes
Efandi, Sigit Novianto, Adrian Hengki, Andi Suhandi, Adryan Ibnu Fiqih,
Redy Mulyadiana, Partogi Aritonang, Muhamad Hamami, Mahar
Suwandaru, Mujajudin. Salam damai untuk kita semua.
17. Teman seperjuangan kos bareng, R.F.K Gibran, Muhamad Anshari,
A.R.Lutfi. Tommy Dwi Suhartanto. Kalian luar biasa
18. Teman-teman, Reja Suryalaksana, Dimas Dwi.N. Rizki Aziz, Kiki Rizki.
19. Teman-teman Apro, Faizal Aziz, Adrian Azwar, Jak. Terimakasih atas
hiburannya selama ini.
20. Teman-teman PES, Kevin Doklas Torang, M.Fadli, Marwan, M. Ridzal.
Fajar Teruna. Terimakasih banyak.
21. Teman-teman kantin belakang yang selalu memberikan semangat kepada
peneliti untuk mengerjakan penelitian ini.
22. Teman-teman Komonitas Roemah Tawon yang selalu memberikan
harapan dan inspirasi untuk anak-anak Indonesia.
x
23. Semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu yang telah
banyak membantu peneliti dalam proses penyelesaian skripsi ini.
Kiranya tidak ada balasan yang lebih baik kecuali yang datang dari Allah
SWT, Terimakasih untuk segalanya. Kesempurnaan hanya milik Allah dan
kebenaran datang dari Allah. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua,
khususnya bagi peneliti dan pihak yang berkepentingan
Serang, April 2015
Windi Tresnanda
xi
DAFTAR ISI
LEMBAR ORISINALITAS ................................................................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................. iii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iv
MOTTO .................................................................................................................. v
ABSTRAK ............................................................................................................. vi
ABSTRACT .......................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... viii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1
Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah .................................................................................... 4
1.3
Identifikasi Masalah ................................................................................. 4
1.4
Tujuan Penelitian...................................................................................... 5
1.5
Manfaat Penelitian.................................................................................... 5
1.5.1 Manfaat Akademik ................................................................................... 5
1.5.2 Manfaat Praktis ........................................................................................ 5
BAB II ..................................................................................................................... 7
Landasan Teori ........................................................................................................ 7
2.1
Tinjauan Pustaka ...................................................................................... 7
2.2
Pengertian Komunikasi ............................................................................ 7
2.3
Kritik Sosial.............................................................................................. 8
2.3.1 Sebab Kritik Sosial .................................................................................. 9
2.4
Analisis Wacana ..................................................................................... 10
2.4.1 Pendekatan Analisis Wacana Teun A. Van Dijk ................................... 11
xii
2.5
Kognisi Sosial ........................................................................................ 17
2.6
Konteks Sosial ........................................................................................ 18
2.7
Lagu ........................................................................................................ 18
2.7.1 Lagu Sebagai Wacana ............................................................................ 19
2.7.2 Lagu Sebagai Kritik Sosial .................................................................... 20
2.7.3 Lagu Sebagai Proses Penyampaian Pesan ............................................. 20
2.8
Lirik ........................................................................................................ 21
2.9
Musik ...................................................................................................... 21
2.9.1 Fungsi Musik ......................................................................................... 23
2.10
Kerangka Pemikiran .............................................................................. 24
2.11
Penelitian Terdahulu .............................................................................. 26
BAB III ................................................................................................................. 29
METODOLOGI PENELITIAN ............................................................................ 29
3.1
Pendekatan Penelitian ............................................................................ 29
3.2
Paradigma Penelitian .............................................................................. 30
3.3
Fokus Penelitian ..................................................................................... 31
3.3
Instrumen Penelitian .............................................................................. 32
3.4
Unit Analisis .......................................................................................... 32
3.4.1 Triangulasi Data Metode Analisis Data ................................................. 33
BAB IV ................................................................................................................. 36
HASIL PENELITIAN .......................................................................................... 36
4.1
Gambaran Umum Iwan Fals .................................................................. 37
4.1.1 Perjalanan Karir Iwan Fals ..................................................................... 38
4.1.2 Keluarga Iwan Fals ................................................................................ 41
4.1.3 Prestasi Iwan Fals .................................................................................. 42
4.2
Sinopsis Lagu yang Diteliti .................................................................... 44
4.2.1 Siang Sebrang Istana .............................................................................. 44
4.3
Analisis Wacana Lagu Siang Sebrang Istana ......................................... 46
xiii
4.3.1 Unit Analisis 1 ....................................................................................... 47
4.3.2 Unit Analisi 2 ......................................................................................... 51
4.3.3 Unit Analisis 3 ....................................................................................... 56
4.4.4 Unit Analisis 4 ....................................................................................... 60
4.3.5 Unit Analisis 5 ....................................................................................... 65
4.3.6 Unit Analisis 6 ....................................................................................... 71
4.3.7 Unit Analisis 7 ....................................................................................... 77
4.4
Pembahasan ............................................................................................ 82
4.4.1 Dimensi Teks ......................................................................................... 82
4.4.2 Dimensi Kognisi Sosial.......................................................................... 86
4.6
Dimensi Konteks Sosial ......................................................................... 88
BAB V .................................................................................................................. 90
KESIMPULAN DAN SARAN............................................................................. 90
5.1
Kesimpulan............................................................................................. 90
5.2
Saran ....................................................................................................... 91
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 93
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................... 95
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Musik merupakan sarana budaya yang hadir dalam masyarakat sebagai
konstruksi dari realitas sosial yang dituangkan dalam bentuk lirik lagu.
Pada awalnya kebutuhan lagu digunakan untuk kepentingan upacara adat dan
upacara
ritual.
Tetapi,
seiring
perkembangan
masyarakat
musik
telah
berransformasi bergeser menjadi sebuah komoditi yang dikomersialisasikan dan
menjadi barang ekonomi yang diperjualbelikan.
Musik merupakan perilaku sosial yang kompleks dan universal yang
didalamnya memuat sebuah ungkapan pikiran manusia, gagasan, dan ide-ide dari
otak yang mengandung sebuah sinyal pesan yang signifikan. Pesan atau ide yang
disampaikan melalui musik atau lagu biasanya memiliki keterkaitan dengan konteks
historis. Muatan lagu tidak hanya sebuah gagasan untuk menghibur, tetapi memiliki
pesan-pesan moral atau idealisme dan sekaligus memiliki kekuatan ekonomis, serta
kritik-kritik sosial.
Perkembangan musik dewasa ini lebih menyesuaikan dengan selera pasar,
sehingga industri musik lebih banyak melahirkan lagu-lagu yang laku keras di
pasaran, misalnya lagu-lagu pop yang bertemankan percintaan. Hal ini berbeda
sekali dengan misi-misi dari musisi yang peduli pada kondisi sosial, Contohnya
Iwan Fals, Franky Sahilatua, Sawung Jabo, Setiawan Djody, atau Grup Musik
Slank, dan lain-lain. Walaupun demikian perkembangan lagu-lagu yang bertemakan
1
kritik sosial ternyata juga dimanfaatkan oleh industri musik untuk mendapatkan
akumulasi modal yang semakin besar.
Dampak besar dari sebuah lagu terhadap khalayaknya, yaitu dapat merubah
perilaku, pemikiran, dan kepribadian, serta memiliki unsur-unsur yang terkandung
didalam alunan musik dan liriknya. Iwan Fals merupakan sosok yang cukup
konsisten dalam perjuangan menggugat. Kritik-kritik pedas dan lugas selalu
dilontarkan dalam setiap karyanya. Wacana kritik dalam karya Iwan Fals ternyata
didukung oleh sebagian besar masyarakat terutama lapisan bawah, karena lagu
tersebut mewakili dan menyuarakan hati nurani rakyat dan juga banyak kritik-kritik
sosial serta terkandung sindiran-sindiran didalam liriknya. Dukungan itu
diwujudkan dengan terbentuknya fans-fans fanatik yang sering disebut OI (Orang
Indonesia). Sejak permunculan dalam solo albumnya, Iwan Fals nyaris tidak pernah
rnembuat lagu dan menulis lirik tanpa bicara ketidakadilan, nasib orang kecil atau
proses terhadap kesewenangan, kesederhanaan dalam menyampaikan gejolak dalam
dirinya yang ada dalam lagunya membuatnya mengalami banyak tekanan selama
pemerintahan orde baru.
Hampir semua lagu-lagu Iwan Fals mengandung pesan yang patut untuk
direnungkan oleh manusia, khususnya khalayak yang ada di Indonesia, melaui akun
twitter @iwanfals dirinya selalu memberikan motivasi yang layak untuk kita
cermati. Lagu-lagu yang ditulisnya didapat dari koran dan pengalaman pribadinya
yang diungkapkan secara jujur apa adanya. Sebagai orang yang besar dengan
kerasnya kehidupan jalanan. Iwan Fals memiliki renungan berlimpah yang marnpu
membuat penikmat musiknya miris, sedih bahkan dalam waktu yang bersamaan.
2
Selama orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan
dibatalkan oleh aparat pemerintah, lewat akun @iwanfals dia menulis lirik-lirik
lagu yang dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals
banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah dan juga potret-potret
kehidupan anak jalanan. Karya seorang Iwan Fals yang bercerita tentang kritikankritikan tersebut sangat berbeda bila dibanding musisi sejawatnya yang kala itu
bergulat tentang lirik yang melankolik. Hal tersebut menjadikan Iwan Fals sebagai
musisi yang cukup dikenal, khususnya di Indonesia. Sosoknya sangat menarik
untuk dibicarakan dari berhagai segi mulai dan sosoknya, karyanya, apresisasi
penggemarnya, hubungan karyanya dengan situasi sosial, ekonomi, bahkan keadaan
potitik di negara ini.
Iwan Fals merupakan seorang pemusik, penyanyi, sekaligus pengarang lagu
yang setiap pentasnya dibanjiri massa. Kharisma dan figur Iwan Fals menjadi
magnet yang untuk menarik orang berbondong-bondong datang berkomunikasi
dengan sang idola lewat lirik lagu yang dinyanyikannya. Kemampuan
mengumpulkan massa dalam jumlah banyak tak heran membuat para fansnya
membentuk komonitas yang tersebar hampir diseluruh Indonesia.
Dengan kepekaan tersebut Iwan Fals mampu melahirkan lagu yang secara
materi sesuai dengan situasi saat itu, satu contoh lagu yaitu lagu “Siang Sebrang
Istana” yang banyak diberi komentar oleh pendengarnya menceritakan kritik
terhadap ketidakadilan (potret anak jalanan). Kritik merupakan bagian dari sebuah
kontrol sosial, melalui kritik orang-orang yang terlibat dalam proses sosial tersebut
secara tidak langsung dapat memahami nilai nilai yang ada.
3
Hal inilah yang memberi inspirasi bagi peneliti untuk meneliti isi dari lirik
lagu Iwan Fals yang diindikasi adanya suara-suara perlawanan dalam lirik-lirik lagu
Iwan Fals. Dalam penulisan liriknya Iwan Fals dikenal lugas, berani sekaligus
cerdas dalam menyampaikan kritik sosial. Peneliti ingin menemukan apakah dalam
lirik lagu Siang Sebrang Istana karya Iwan Fals menggambarkan perlawanan yang
ditangkap oleh audiens dalam lirik-lirik lagunya
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui makna kritik sosial pada lirik
lagu Iwan Fals yang berjudul Siang Sebrang Istana dengan cara menganalisis pesan
dalam bentuk sebuah wacana teks (lirik lagu), dengan menggunakan analisis
wacana Teun A. Van Dijk yaitu dengan membedah pada dimensi Teks, Kognisi
Sosial dan Konteks Sosial.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas serta masalah yang akan
diteliti, maka peneliti membuat sebuah rumusan masalah yaitu.
“Bagaimana Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Siang Sebrang Istana Iwan Fals
?”
1.3
Identifikasi Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat
diidenttifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Pancoran
dilihat dari dimensi teks?
2. Bagaimana Makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Pancoran
dilihat dari kognisi sosial ?
4
3. Bagaimana makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Pancoran
dilihat dari konteks sosial?
1.4
Tujuan Penelitian
Berdasarkan kasus yang akan diteliti. Tujuan penulisan penelitian ini adalah
untuk :
1. Menjelaskan makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Pancoran
dilihat dari dimensi teks.
2. Menjelaskan makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Pancoran
dilihat dari kognisi sosial.
3. Menjelaskan makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Pancoran
dilihat dari konteks sosial.
1.5
Manfaat Penelitian
1.5.1
Manfaat Akademik
Berharap penelitian ini dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi para
peneliti yang juga memiliki perhatian pada kesinergian antara masalah seni dalam
hal ini musik dan lagu, serta
memberikan manfaat yang besar bagi ilmu
pengetahuan terutama dalam bidang komunikasi. Dalam kajian ini lagu merupakan
sarana menyampaikan pesan, dimana pesan mengandung dan memiliki makna yang
beragam setelah diterima oleh pendengar. Oleh karena itu dirasa penting bagi
peneliti untuk meneliti makna lirik lagu yang terkandung pada sebuah lagu.
1.5.2
Manfaat Praktis
Untuk mengetahui bagaimana sebuah lirik lagu diciptakan dan apa yang
melatar belakanginya, diharapkan muncul suatu wawasan baru dari masyarakat
bahwa sebuah lagu dapat mengingatkan bahwa banyak hal yang terjadi tidak
5
berjalan sebagaimana mestinya seperi kejahatan, penyelewengan dan kemiskinan
yang seharusnya mendapat perhatian dan pemikiran semua lapisan masyarakat agar
keadaan dapat menjadi lebih baik.
Bagi para seniman, khususnya pengarang lagu diharapkan dapat
memperkaya kosa kata dan tema-tema untuk membuat lagu agar tidak terjadi
keseragaman tema, sehingga memperoleh pengetahuannya dalam menggunakan
bahasa sebagai ungkapan mengeluarkan ide-idenya. Sedangkan bagi peneliti lain
diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan sumber informasi.
6
BAB II
Landasan Teori
2.1
Tinjauan Pustaka
Pada sub bab ini akan dipaparkan teori-teori serta pustaka yang diambil dalam
penelitian. Teori-teori tersebut diambil dari buku literature dan skripsi. Teori-teori
yang dibahas yaitu komunikasi, kritik sosial, analisis wacana, analisis wacana Teun
A. van Dijk, lagu, lirik, musik.
2.2
Pengertian Komunikasi
Secara sederhana komunikasi adalah pertukaran informasi. Komunikasi harus
dibedakan dari representasi, yaitu penggambaran sesuatu dengan satu cara spesifik
untuk menciptakan suatu pesan. Komunikasi adalah penghantaran, penyiaran, atau
pemancaran pesan dengan suatu cara baik memalui udara, dengan sentuhan, secara
visual, dan seterusnya.
Komunikasi memiliki peranan penting di dalam kehidupan manusia. Secara
umum komunikasi adalah bentuk penyampaian pesan dari komunikator ke
komunikan. Terdapat tiga komponen penting dalam komunikasi yang saling
berhubungan satu sama lain, yaitu: pesan, komunikator dan komunikan. Komponen
utama komunikasi adalah komunikator ( pengirim pesan ), pesan, dan komunikan
(penerima pesan). Jika ketiga komponen ini tidak ada dalam komunikasi maka proses
komunikasi tidak akan berjalan lancar.
Cara-cara berkomunikasi menjadi tidak terbatas ruang dan waktu, setiap
orang berhak berkomunikasi tanpa hambatan ataupun noise ( gangguan ).
Penyampaian pesan dapat dilakukan dalam bentuk tulisan ataupun media cetak,
7
berita, gambar atau foto, iklan, musik, dan lagu. Harlod lasswel menyebutkan
“komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada
komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu”. (Mulyana,2007:62)
Sedangkan Onong Uchjana Effendy mengatakan bahwa, Komunikasi adalah
proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang, kepada orang lain untuk memberi
tahu atau untuk mengubah sikap atau prilku baik langsung secara lisan maupun tak
langsung melaui media. ( Effendy, 1999:6 ). Menurut Gerald R. Miller yang dikutip
oleh Deddy Mulyana mengatakan bahwa ” Komunikasi terjadi ketika suatu sumber
menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang didasari untuk
mempengaruhi penerimanya (Mulyana,2007:62)
Pada hakikatnya, komunikasi adalah proses pernyataan antara manusia, yang
dinyatakan adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan
menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya. Dari beberapa definisi komunikasi
yang sudah ditulis diatas, penulis menyimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu
proses penyampaian pesan, pikiran, informasi atau perasaan dari komunikator kepada
komunikan secara lisan maupun tertulis, baik secara langsung maupun tidak lagsung.
Komunikasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai wadah termasuk media
massa berupa lagu. Jika penyampaian pesan dalm media tersebut diterima dengan
baik oleh khalayak, maka khalayak akan memberi feedback kepada media tersebut.
2.3
Kritik Sosial
Kritik sosial menurut Ahmad Zaini Akbar adalah, “Salah satu bentuk
komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol
terhadap jalannya sebuah sistem sosial atau proses bermasyarakat. ( Mas’oed,
1999:47). Berdasarkan dari pengertian diatas diatas penulis menyimpulkan bahwa
8
bahwa kritik sosial adalah salah satu bentuk perlawanan atau ketidak sepahaman
individu atau kelompok tertentu terhadap realitas yang terjadi didalam sebuah
kelompok masyarakat.
Bentuk kritik sosial itu sendiri tertuang dalam berbagai bentuk, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Bentuk kritikan secara langsung antara lain,
demontrasi, aksi unjuk rasa, aksi sosial dan lain sebagainya. Sedangkan bentuk kritik
sosial dengan cara tidak langsung dapat dituangkan dalam aksi treatikal, kritik melaui
film, kritik melalui puisi, gambar atau kalikatur, serta dalam lirik yang terkandung
didalam sebuah lagu.
Kritik sosial dalam berbagai bentuk ini mempunyai pengaruh dan dampak
sosial yang signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kritik sosial dipahami sebagai
sebuah bentuk komunikasi yang dikemukakan baik dalam bentuk tulisan maupun
lisan, berkenaan dengan masalah interpersonal, serta bertujuan mengontrol jalannya
sistem sosial.
2.3.1
Sebab Kritik Sosial
Masyarakat merupakan kelompok manusia terbesar yang mempunyai
kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama, (Basrowi, 2009:38). Hal
ini menunjukkan bahwa masyarakat itu terdiri dari kelompok-kelompok mulai dari
yang kecil sampai yang paling besar yang memiliki kebiasaan dan kemudian menjadi
tradisi yang membentuk suatu aturan tertentu. Di dalam hubungan antarmasyarakat,
terhadap reaksi yang timbul sebagai akibat hubungan-hubungan tersebut yang
menyebabkan perilaku seseorang makin berkembang dan bertambah luas, sehingga
dapat mengakibatkan perubahan dalam masyarakat.
9
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat berupa nilai-nilai
sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku, organisasi, susunan lembagalembanga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dalam
wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya, (Soekanto, 2006:30).
2.4
Analisis Wacana
Menurut Ismail Marahimin mengartikan wacana sebagai “kemampuan untuk
maju (dalam pembahasan ) menurut urutan-urutan yang teratur dan semestinya”, dan
“komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur”
(Marahimin, 1994:26 ). Jika definisi ini kita pakai sebagai pegangan, maka dengan
sendirinya semua tulisan yang teratur, yang menurut urutan-urutan yang semestinya,
atau logis adalah wacana
Dalam pandangan Mills, analisis wacana merupakan sebuah reaksi terhadap
bentuk linguistik tradisional yang bersifat formal ( linguistik struktural ). Menurut
Mills, linguistik tradisional ini memfokuskan kajiannya pda pilihan unit-unit dan
struktur-struktur tanpa memperhatikan analisis bahasa pada penggunaannya. Berbeda
dari linguistik tradisional, analisis wacana justru lebih memperhatikan hal-hal yang
berkaitan dengan struktur pada level kalimat, misalnya hubungan ketata bahasaan (
gtamatika ) seperti subjek-kata kerja-objek, sampai pada level yang lebih luas dari
pada teks. Bagi teks tertulis, analisis wacana yang dilakukan bertujuan untuk
mengeksplisitkan norma-norma dan aturan-aturan bahasa yang implisit. Selain itu,
analisis wacana juga bertujua untuk menemukan unit-unit hierarkis yang membentuk
struktur diskursif. (Sobur,2004:13)
10
2.4.1
Pendekatan Analisis Wacana Teun A. Van Dijk
Dari sekian banyak model analisis wacana yang diperkenalkan dan
dikembangkan oleh beberapa ahli, barangkali model van Dijk adalah model yang
paling banyak dipakai. Hal ini kemungkinan karena van Dijk mengkolaborasi
elemen-elemen wacana sehingga bisa didayagunakan dan dipakai secara praktis.
Model yang dipakai oleh van Dijk ini sering disebut sebagai “kongnisi sosial”. Istilah
ini sebenarnya diadopsi dari pendekatan lapangan psikologi sosial, terutama untuk
menjelaskan struktur dan proses terbentuknya suatu teks.Nama pendekatan semacam
ini tidak dapat dilepaskan dari karakteristik pendekatan yang diperkenalkan oleh van
Dijk .
Menurut van Dijk, penelitian atas wacana tidak cukup hanya didasarkan pada
analisis teks semata, karena teks hanya hasil dari praktik produksi yang harus juga
diamati. Disini harus dilihat juga bagaimana suatu teks diproduksi, sehingga kita
memperoleh suatu pengetahuan kenapa teks bisa semacam itu. (Erianto, 2001:221).
Melalui berbagai karyanya, van Dijk ( Eriyanto,200a:6-7) membuat kerangka analisis
wacana yang dapat digunakan. Ia melihat suatu wacana terdiri atas berbagai
struktur/tingkat, yang masing-masing bagian saling mendukung (Eriyanto,2001:225226). van Dijk membaginya ke dalam tiga tingkatan:
1. Struktur Makro, ini merupakan makna global/umum dari suatu teks yang
dapat dipahami dengan melihat topik dari suatu teks. Tema wacana ini bukan
hanya isi, tetapi juga sisi tertentu dari suatu peristiwa
2. Superstruktur adalah kerangka suatu teks, bagaimana struktur dan element
wacana itu disusun dalam teks secara utuh.
3. Struktur Mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dengan
menganalisis kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase yang dipakai
dan sebagainya.
Struktur /elemen wacana yang dikemukaan van Dijk ini dapat digambarkan
sebagai berikut :
11
Tabel 2.1
ELEMEN WACANA VAN DIJK
Struktur Wacana
Hal yang Diamati
Elemen
Struktur Makro
TEMATIK
Topik
(Apa yang dikatakan?)
Superstruktur
SKEMATIK
Skema
(Bagaimana pendapat disusun dan
dirangkai?)
Struktur Mikro
SEMANTIK
Latar, detail, maksud,
praanggapan,
( Makna yang ingin ditekankan dalam
nominalisasi
teks berita)
Struktur Mikro
SINTAKSIS
Bentuk Kalimat,
koherasi, kata ganti
(Bagaimana pendapat disampaikan )
Struktur Mikro
STILISTIK
Leksikon
(Pilihan kata yang dipakai?)
Struktur Mikro
RETORIS
Grafis, Metafora
Ekspresi
(Bagaimana dan dengan cara apa
penekanan dilakukan )
Sumber : Diadopsi dari Eriyanto (2000a:7-8) dan Eriyanto (2001:228-229)
12
Dalam pandangan van Dijk, segala teks bisa dianalisis dengn menggunakan
elemen tersebut. Meski terdiri atas berbagai elemen, semua elemen itu merupakan
suatu kesatuan, saling berhubungan dan mendukung satu sama lain.
Untuk memperoleh gambaran awal ihwal elemen-elemen struktur wacana
tersebut, berikut ini adalah sekedar penjelasan singkat :
a. Tematik
Kata tema kerap disandingkan dengan apa yang disebut topik. Kata topik
berasal dari kata Yunani topoi yang berarti tempat. Aristoteles, yang dianggap
sebagai salah seorang tokoh retorika zaman klasik, menegaskan bahwa untuk
membuktikan sesuatu mula-mula harus ditentukan dan dibatasi topoi ‘tempat’
berlangsungnya suatu peristiwa. Dalam batas-batas yang telah ditentukan tadi,
penulis harus menemukan : manusia, interaksi, dan fakta-fakta lainnya yang
menimbulkan atau bersangkutan dengan peristiwa tadi.
Teun A. van Dijk mendefinisikan topik sebagai struktur makro dari suatu
wacana. Dari topik, kita bisa mengetahui masalah dan tindakan yang diambil oleh
komunikator dalam mengatasi suatu masalah. Tindakan, keputusan, atau pendapat
dapat diamati pada struktur makro suatu wacana. Struktur makro juga
memberikan pandangan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi suatu masalah.
Struktur makro ( topik ) dari wacana politik mungkin secara khusus dibuat
dengan kata pengandaian. Peristiwa dan tindakan yang mungkin perlu dilakukan
pada kasus massa lalu, hari ini, atau masa depan.
b. Skematik
Kalau topik menunjukan makna umum dari suatu wacana, maka struktur
skematis atau superstruktur menggambarkan bentuk umum suatu teks. Bentuk
13
umum itu disususn dengan sejumlah katagori atau pembagian umum seperti
pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup, dan sebagainya.
Skematik mungkin memerlukan strategi dari komunikator untuk mendukung suatu
makna umum dengan memberikan sejumlah alasan pendukung. Apakah informasi
penting disampaikan diawal, atau kesimpulan bergantung kepada makna yang
didistribusikan pada wacana.
Dengan kata lain, struktur skemantik memberikan tekanan : bagian mana yang
didahulukan, dan bagian mana yang dikemudiankan sebagai strategi untuk
menyembunyikan informasi penting. Upaya penyembunyian itu dilakukan dengan
menempatkan bagian penting di bagian akhir agar terkesan kurang menonjol.
c. Semantik
Semantik dalam skema van Dijk dikatagorikan sebagai makna lokal ( local
meaning ), yakni makna yang muncul dari hubungan antarkalimat, hubungan
antarproposisi yang membangun makna tertentu dalam suatu bangunan teks.
Analisis wacana banyak memusatkan perhatian pada dimensi teks seperti makna
yang eksplisit ataupun implisit, dengan kata lain makna, semantik tidak hanya
mendefinisikan bagian mana yang penting dari struktur wacana, tetapi juga
mengiring kearah sisi tertentu suatu peristiwa.
Latar merupakan elemen wacana yang dapat menjadi alasan pembenar
gagasan yang diajukan dalam suatu teks. Latar peristiwa itu dipakai untuk
menyediakan latar belakang dapat juga tidak, bergantung pada kepentingan
mereka. Bentuk lain dari strategi semnatik adalah detail suatu wacana. Elemen
wacana detail berhubungan dengan kontrol informasi yang ditampilkan seseorang
( komunikator ). Komunikator akan menampilkan secara berlebih informasi yang
14
menguntungkan dirinya atau citra yang baik. Sebaliknya, ia akan menampilkan
informasi dalam jumlah sedikit ( bahkan kalau perlu tidak disampaikan ) kalau
hal itu merugikan kedudukannya. Hampir sama dengan detail adalah elemn
ilustrasi dan elemen maksud . elemen ilustrasi berhubungan dengan apakah
informasi tertentu disertai contoh atau tidak.
Pengandaian ( presupposition ) adalah strategi yang dapat memberi citra
tertentu ketika diterima khalayak. Elemen wacana pengandaian merupakan
pernyataan yang digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Pengandaian
hadir dengan memberi pernyataan yang dipandang terpercaya dan kerenanya
tidak perlu dipertanyakan. Hampir mirip denganelemen pengandaian adalah
elemen penalaran-elemen yang digunakan untuk memberi basis nasional,
sehingga teks yang disajikan komunikator tampak benar-benar meyakinkan.
d. Sintaksis
Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk
beluk wacana, kalimat, kalusa dan frase. Dalam analisis wacana koherasi adalah
pertalian atau jalinan atarkata, proposisi atau kalimat. Koherasi dapat ditampilkan
melalui hubungan sebab akibat, bisa juga sebagai penjelas.
Bentuk kalimat adalah strategi strategi sintaksis yang berhubungan dengan
cara berfikir logis. Bentuk lain adalah bagaimana proposisi-proposisi diatur dalam
suatu rangkaian kalimat. Elemen lain adalah kata ganti. Kata ganti adalah elemen
untuk memanipulasi bahasa dengan menciptakan suatu komunitas imajinatif.
Dalam analisis wacana, kata ganti merupakan alat yang dipakai oleh komunikator
untuk menunjukan dimana posisi seseorang dalam wacana.
15
e. Stilistik
Pusat perhatian stilistik adalah style, yaitu cara yang digunakan seorang
pembicara atau penulis untuk menyatakan maksudnya dengan menggunakan
bahasa sebagai sarana. Dengan demikian style dapat diartikan sebagai gaya
bahasa. Apa yang disebut gaya bahasa itu sesungguhnya terdapat dalam ragam
bahasa: ragam lisan dan ragam tulis, ragam nonsastra dan ragam sastra, karena
gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa dalam ragam tertentu oleh orang
tertentu untuk maksud tertentu
Pengertiaan pilihan leksial atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan
oleh jalinan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan
kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi
juga meliputi persoalan faseologi, gaya bahasa, dan ungkapan. Elemen pemilihan
leksial pada dasarnya menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan
kata atau frase atas berbagai kemungkinan kata atau frase yang tersedia.
f. Retoris
Strategi dalam level retoris disini adalah gaya yang diungkapkan ketika
seseorang berbicara atau menulis. Strategi retoris juga muncul dalam bentuk
interaksi, yakni bagaimana pembicaraan menempatkan/memposisikan dirinya
diantara khalayak. Selanjutnya , strategi lain pada level ini adalah ekspresi,
dimaksudkan untuk membantu menonjolkan atau menghilangkan bagian tertentu
dari teks yang disampaikan. Elemen ini merupakan bagian untuk memeriksa apa
yang ditekankan atau ditonjolkan ( yang berarti dianggap penting ) oleh seseorang
yang dapat diamati dari teks. Wacana terakhir yang menjadi strategi dalam level
retoris ini adalah dengan menampilkan apa yang disebut visual image. Dalam
16
teks, elemen ini ditampilkan dengan penggambaran detail berbagai hal yang ingin
ditonjolkan.
2.5
Kognisi Sosial
Dalam pendekatan van Dijk, analisis wacana tidak dibatasi hanya pada
struktur teks, karena struktur wacana itu sendiri menunjukan atau menandakan
sejumlah makna, pendapat dan ideologi. Untuk membongkar bagaimana makna
tersembunyi dari teks, kita membutuhkan suatu analisis kognisi dan konteks sosial.
Karena setiap teks pada dasarnya dihasilkan lewat kesadaran, pengetahuan,
prasangka atau atas suatu peristiwa ( Eriyanto, 2001:260)
Kognisi sosial didasarkan pada anggapan umum yang tertanam yang akan
digunakan untuk memandang suatu peristiwa. Analisis kognisis menyediakan
gambaran yang kompleks yang tidak hanya pada teks tetapi juga representasi dan
strategi yang digunakan dalam memproduksi suatu teks. Bagaimana peristiwa
dipahami dan dimengerti didasarkan pada skema. van Dijk menyebut skema ini
sebagai model. Skema dikonseptualisasikan sebagai struktur mental dimana tercakup
di dalamnya bagaimana kita memandang manusia, peranan sosial, dan peristiwa.
(Eriyanto, 2001: 261).
Salah satu elemen yang sangat penting dalam proses kognisi sosial selain
model adalah memori. Lewat memori kita bisa berfikir tentang seseuatu dan
mempunyai pengetahuan tentang sesuatu pula. Lewat memori, misalnya, kita bisa
mengerti suatu pesan dan mengkatagorikan suatu pesan. Dalam setiap memori
terkandung di dalamnya pemasukan dan penyimpanan pesan-pesan, baik saat ini
maupun dahulu yang terus-menerus yang digunakan oleh seseorang dalam
memandang suatu realitas. (Eriyanto,2001:264)
17
2.6
Konteks Sosial
Dimensi ketiga dari analisis van Dijk adalah analisis sosial. Wacana adalah
bagian dari wacana yang berkembang dalam masyarakat., sehingga untuk meneliti
teks perlu dilakukan analisis intertekstual dengan meneliti bagaimana wacana tentang
suatu hal diproduksi dan dikonstruksi dalam masyarakat. Dalam kerangka model van
Dijk, kita perlu melakukan penelitian bagaimana wacana komunisme diproduksi
dimasyarakat. Titik penting dari analisis ini adalah untuk menunjukan bagaimana
makna yang dihayati bersama, kekuasaan sosial diproduksi lewat praktik diskursus
dan letimasi. Menurut van Dijk dalam analisis mengenai masyarakat ini, ada dua
point yang penting adalah kekuasaan (power) dan akses (acces) (Eriyanto, 2001:271272 ).
2.7
Lagu
Pengertian lagu tidak sama dengan pengertian musik akan tetapi memiliki
unsur yang berkaitan satu sama lain. Hal-hal yang sifatnya menghibur, menimbulkan
ketenangan dan mengurangi ketegangan kepada pendengarnya. Lagu dan musik
adalah unsur yang memilik ketertarikan satu sama lain. “Secara mendasar musik
dapat dikatakan suatu kelompok bunyi-bunyian terdiri dari beberapa alat yang
mengeluarkan suara dengan irama yang dirangkai dengan tujuan menimbulkan suatu
bunyi berirama yang harmonis dan dapat dinikmati oleh pendengarnya.
Secara harafiah lagu merupakan gabungan seni nada atau suara dalam urutan,
kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik ) untuk
menghasilkan gubahan musik yang memiliki kesatuan dan kesinambungan
(mengandung irama), dan ragam nada atau suara yang berirama disebut lagu.
(Poerwadarminta, 2002:550)
18
Peneliti mengambil kesimpulan bahwa lagu adalah musik yang dipadukan
dengan syair-syair atau lirik yang dinyanyikan dengan irama-irama merdu hingga
terdengar suara-suara yang mengalun indah hingga dapat didengarkan dan
disenandungkan.
2.7.1
Lagu Sebagai Wacana
Analisis wacana memandang bahwa wacana disini tidak dipahami semata
sebagai studi bahasa tetapi juga dipahami sebagai kritik atas konteks sosial yang
terjadi. Konteks disini dapat dilihat sebagai latar, situasi, peristiwa dan kondisi
dimana wacana itu muncul. Kemudian dilihat pula konteks komunikasinya, seperti
siapa mengkomunikasikan apa, dengan siapa dan mengapa, dalam jenis khalayak dan
situasi apa, melalui media apa, bagaimana perbedaan tipe dari perkembangan
komunikasi, dan hubungan untuk setiap masing-masing pihak.
Dalam studi etnomusikologi, musik dianggap sebagai cerminan dari keadaan
sosial yang ada. Musik dalam struktur sosial terdiri atas dua elemen utama
pembentuknya yakni teks dan konteks. “Teks merupakan kejadian akustik yang
sering diterjemahkan sebagai lirik sedangkan konteks adalah kondisi yang sedang
terjadi dimasyarakat” (Nakagawa, 2000;6). Sejak dahulu, lagu telah menjadi media
seni popular untuk mengekspresikan sesuatu secara lisan. Lagu dipakai untuk
mengekspresikan sesuatu yang dilihat, dirasa dan didengar baik itu berupa
pengalaman pribadi ataupun untuk mengungkap realitas sosial. Seperti halnya pada
lagu-lagu yang menyuarakan diskriminasi rasial, anti perang, mengkritisi
pemerintahan, kritik akan gaya hidup dan lain sebagainya.
19
2.7.2
Lagu Sebagai Kritik Sosial
Secara harafiah lagu merupakan gabungan seni nada atau suara dalam urutan,
kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik ) untuk
menghasilkan gubahan musik yang memiliki kesatuan dan kesinambungan
(mengandung irama), dan ragam nada atau suara yang berirama disebut lagu.
(Poerwadarminta, 2002:550). Kritik sosial menurut Ahmad Zaini Akbar adalah,
“Salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi
sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah sistem sosial atau proses bermasyarakat.
(Mas’oed,1999:47). Banyak kalimat-kalimat yang berupa sindiran maupun kritikankritikan yang dituangkan kedalam sebuah lagu. Lagu tersebut dijadikan media untuk
mengkritik berbagai permaslahan yang ada didalam realitas kehidupan. Lagu
bertemakan kritik sosial sangat efektif dan mudah dipahami oleh khalayak
dikaranekan perkembangan musik yang sudah sangat maju seperti sekarang.
2.7.3
Lagu Sebagai Proses Penyampaian Pesan
Lagu adalah rangkaian nada yang dipadukan dengan irama yang harmonis dan
dilengkapi dengan syair yang membentuk sebuah harmonisasi indah. Lagu merupakan
salah satu hal yang kerap dijadikan sebagai media untuk menyampaikan pesan terhadap
orang lain. Secara harafiah lagu merupakan gabungan seni nada atau suara dalam
urutan, kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik )
untuk menghasilkan gubahan musik yang memiliki kesatuan dan kesinambungan
(mengandung irama), dan ragam nada atau suara yang berirama disebut lagu.
(Poerwadarminta, 2002:550)
Pesan yang disampaikan melalui lirik lagu atau syair merupakan contoh
komunikasi verbal dan non verbal. Lagu merupakan komunikasi verbal jika dilihat dari
sisi lirik. Lirik biasanya pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada
20
komunikan. Setiap lagu memiliki penggemar dan pangsa pasar tersendiri, tergantung
pada kondisi pendengarnya. Hal ini menunjukan pesan yang terkandung dalam lagu
tersebut sampai kepada komunikan. Lagu menyampaikan pesan-pesan dengan lirik. Lirik
lagu biasanya dikemas dengan ringan dan mudah diingat. Setiap lagu pasti memiliki
cerita tersendiri. Cerita inilah pesan yang akan disampaikan kepada orang lain. Oleh
karena itu, banyak orang yang menggunakan lagu sebagai media penyampaian pesan.
2.8
Lirik
Para pengarang lagu menciptakan sebuah lagu yang didalamnya terdapat lirik.
Lirik dibuat berdasarkan ide yang didapat oleh sang pengarang, bisa menceritakan
tentang kritik sosial, kehidupan, sosial, cinta, persahabatan, lingkungan hidup dan
sebagainya. Lirik adalah sebuah teks yang dibuat sebagai tema dan alur cerita dalam
sebuah lagu. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia lirik adalah karya
sastra (puisi) yang berisikan curhatan perasaan pribadi, susunan kata sebuah nyanyian
(DEPDIKNAS,2002:678).
Penentuan bahasa yang digunakan juga tergantung pada penulis lagu tersebut,
belum ada penentuan bahasa dalam membuat sebuah lirik lagu akan tetapi lirik yang
dibuat dapat dipertanggung jawabkan isinya. Sedangkan tiap lirik yang dibuat oleh
pengarang lagu pasti memiliki makna tersendiri yang ingin disampaikan oleh
pendengarnya.
2.9
Musik
Pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai
media penciptaannya. Walaupun dari waktu ke waktu beraneka ragam bunyi
senantiasa mengerumuni kita, tidak semua dapat dianggap musik karena sebuah
21
karya musik harus memilik melodi, irama, ritme, harmoni dan sebagainya. Dan
dibawah ini ada beberapa definisi tentang musik.
Jamalus berpendapat bahwa musik adalah karya seni bunyi berbentuk lagu
atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya
melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu
dan ekspresi sebagai kesatuan (Mottaqin dkk, 2008:15-16). Sedangkan musik
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah nada atau suara yang disusun
sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisasian (terutama
yang
menggunakan
alat-alat
yang
dapat
menghasilkan
bunyi-bunyi
itu).
(DEPDIKNAS, 2002:766).
Maka peneliti menyimpulkan bahwa musik merupakan gabungan dari
berbagai bunyi instrument dan alat musik, suara benda-benda mati ketika dipukul dan
suara manusia. Hal ini berhubungan dengan masalah yang akan diteliti, mengenai
Lagu Iwan Fals yaitu Sore Tugu Pancoran. Di dalam lagunya, Iwan Fals
menggunakan berbagai alat musik untuk menghasilkan sebuah karya lagu yang
didalamnya terdapat juga pengungkapan pikiran dan perasaan penciptanya, karena
setiap alunan musik harus saling terkait antara pikiran, perasaan dan juga instrumen
alat musik.
Ada beberapa macam-macam tingkatan seni musik yang mungkin ada. Dalam
tingkatan seni musik kita sendiri, ada tiga tingkatan, yaitu :
1. Musik Klasik, yaitu musik yang diubah dan dimainkan oleh kalangan
profesinal terlatih, yang awalnya ada di bawah lingkungan kaum bangsawan
dan lembaga religious
2. Musik Tradisional, yaitu musik yang dimiliki bersama oleh seluruh populasi.
3. Musik popular, yaitu musik yang dibawakan oleh kalangan professional,
disebar melaui media elektronik (radio,televisi,album rekaman,film) dan
dikonsumsi oleh masyarakat ( Danesi, 2010:243)
22
2.9.1
Fungsi Musik
Musik tercipta karena ada pesan yang hendak disampaikan oleh pemusik.
Pemusik mempunyai ide, gagasan, atau pengalaman yang hendak disampaikan
kepada orang lain melalui musik. Sementara itu orang lain bisa menerima musik
tersebut bukan semata-mata karena musik tersebut sudah dibuat dan siap dinikmati
tetapi lebih jauh lagi ada kebutuhan yang terpenuhi dengan menikmati musik tertentu.
Ada beberapa fungsi musik, yang pertama adalah mengungkapkan
pengalaman fisik maupun pengalaman emosional. Maka dari itu, tidak mengherankan
jika sangat banyak pemusik yang menuangkan kritik sosial terhadap kondisi yang
sedang terjadi atau pun yang telah terjadi sesuai dengan realitas. Tidak jarang
keresahan-keresahan yang dialami oleh seorang pemusik dituangkan juga ke dalam
liriknya. Meskipun demikian, tidaksemua musik berasal dari pengalaman pribadi
anggotanya. Banyak musik yang timbul dari pengalaman orang lain, berdasarkan
pengalaman tersebut kemudian dituangkan menjadi sebuah musik yang utuh.
Fungsi yang kedua adalah mengungkapkan ide-ide, pemusik yang bisa
mengungkapkan ide-ide, biasanya adalah pemusik yang kritis. Pesan dimunculkan
dalam musik, karena ada sesuatu yang kurang benar yang perlu diperbaiki. Ide bisa
muncul dari keinginan untuk mengubah atau memperbaiki sesuatu yang sudah ada
atau bahkan memunculkan sesuatu yang baru.
Menurut pandangan Alan P. Merriam, “Fungsi musik dalam masyarakat itu
berkenaan dengan berbagai kebutuhan, diantaranya sebagai wadah ekspresi
emosional, sebagai kenikmatan estetik, sebagai hiburan pada berbagai tingkat
sosietas, sebagai fungsi komunikasi, sebagai representasi simbol, sebagai alat respon
fiskal, sebagai penganut konformitas norma sosial, sebagai kontribusi untuk
kontinuitas dan stabilitas kultural, dan sebagai penopang sosial”(Pasaribu,2004:1).
23
2.10
Kerangka Pemikiran
Lagu merupakan bagian dari salah satu media yang digunakan dalam proses
komunikasi.
Dalam
berkomunikasi
melalui
lagu,
seseorang
musisi
dapat
menyampaikan pesannya dalam bentuk ungkapan perasaan, pendapat, bahkan
kritikan.
Berdasarkan permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini, van Dijk
membuat kerangka analisis wacana yang dapat digunakan. Ia melihat suatu wacana
terdiri atas berbagai struktur. Struktur-struktur tersebut terbagi kedalam struktur teks,
kognisi sosial dan kontek sosial. Penelitian ini bertumpu pada lirik lagu tersebut yang
akan dibahas dengan struktur teks itu sendiri. Lirik lagu akan dibahas menggunakan
analisis makro, supermakro dan juga mikro. Dengan begitu dapat diketahui makna
kritik sosial pada laguSore Tugu Pancoran Iwan Fals, maka peneliti membuat
kerangka pemikiran sebagai berikut:
24
Analisis
Lirik Lagu Sore
Wacana Van
Tugu Pancoran dan
Dijk
Siang Sebrang Istana
Kognisi Sosial
Teks
Konteks
Sosial
Struktur
Super
Struktur
Makro
Struktur
Mikro
Tematik
Skemantik
Semantik,Sintaksis
Stilistik, Retoris
Makna Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Siang Sebrang Istana
25
2.11
Penelitian Terdahulu
Tabel 2.2
Penelitian Terdahulu
ITEM
Dery Pratama
M. Yahya Rasyid
Windi Tresnanda
NO
1
2
3
4
1
Judul
Konstruksi Kritik
Ekspresi Kritik Sosial
Makna kritik sosial
Sosial Pada Lirik-
Dalam Lirik Lagu “
pada lirik lagu
Lirik Lagu Grup Band
Dilarang Di
“Siang Sebrang
Bangkutaman
Bandung” Karya
Istana” Iwan Fals
Grup Musik Seringai
2
Tahun
2011
2014
2015
3
Tujuan
Menemukan bentuk
Bagaimana ekspresi
Untuk mengetahui
Penelitian
konstruksi kritik sosial
kritik sosial dalam
makna kritik sosial
dalam lirik lagu grup
lirik lagu Dilarang di
pada lirik lagu
band Bangkutaman
Bandung karya grup
“Siang Sebrang
musik Seringai
Istana” Iwan Fals
Teori analisis
Teori analisis wacana
Teori analisis
semiotika Roland
kritis Van Dijk
wacana kritis Van
4
Teori
Barthes
Dijk
26
5
6
Metode
Kesimpulan
Metode Penelitian
Metode Penelitian
Metode Penelitian
Kualitatif
Kualitatif
Kualitatif
Adanya konstruksi
Dalam wacana lirik
kritik sosial yang
lagu “Dilarang Di
dimunculkan grup
Bandung”, dilihat
band BangkuTaman
dari Dimensi Teks
yaitu Struktur Makro,
Super Struktur dan
Struktur Mikro,
Dimensi Kognisi
Sosial serta Analisis
Dimensi Konteks
Sosial.
7
8
Persamaan
Perbedaan
Menggunakan
Menggunakan
Menggunakan
Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif
sebagai Metode dalam
sebagai Metode
sebagai Metode
penelitiannya
dalam penelitiannya
dalam penelitiannya
Grup band
Grup band Seringai
Penyanyi Iwan Fals
Bangkutaman diambil
diambil sebagai objek
diambil sebagai
sebagai objek
penelitian
objek penelitian
penelitian
27
9
Kritik
Kritik sosial yang
Sosok yang dijadikan
dijadikan tema kurang
objek penelitian tidak
diminati pasar dan
memiliki ketenaran
jarang mendapatkan
seperti musis-musisi
apresiasi dari
yang ada di Indoneisa
penikmat musik
10
Sumber
Perpustakaan
Perpustakaan
Perpustakaan
Universitas Budi
Universitas
Universitas Sultan
Luhur
Komputer Indonesia
Ageng Tirtayasa
28
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan
ini menggunakan data penelitian yang berupa kumpulan kata-kata dan bukan
merupakan kumpulan angka-angka. Metode penelitian kualitatif tidak seperti
penelitian kuantitatif yang mendasarkan penelitiannya pada prinsip-prinsip bilangan,
ataupun teknik-teknik analisis statistik. Penelitian kualitatif lebih mendasarkan
penelitiannya pada hal-hal yang bersifat diskursif, seperti transkrip dokumen, catatan
lapangan, hasil-hasil wawancara, yang dikonversikan dalam bentuk narasi yang
bersifat deskriptif sebelum dianalisis, diinterpretasikan, dan kemudian disimpulkan.
Menurut
Rosady
Ruslan,
pendekatan
kualitatif
diharapkan
mampu
menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, dan tingkah laku yang
dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, orang dalam suatu konteks
setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan haistik.
(Ruslan, 2003:20)
Sedangkan menurut Denzin dan Lincoln tentang metode kualitatif adalah
penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkn yang terjadi
dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. (Moleong,2000:5)
Pendektan kualitatif digunakan untuk menghasilkan data deskriptif berupa
kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dalam prilaku yang diamatinya.
Pendekatan
kualitatif
juga
tidak
menggunakan
prosedur
statistik
dalam
pendekatannya, melainkan dengan berbagai macam sarana. Sarana tersebut antara
29
lain dengan wawancara, pengamatan, atau dapat juga melalui dokumen, naskah,
buku, dan lain-lain
Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya
umum terhadap kenyataan sosial berdasarkan perspektif dari setiap partisipan.
Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu tetapi diperoleh setelah
melakukan analis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian kemudian
ditarik suatu kesimpuan beberapa pemahaman umum tentang kenyataan- kenyataan
tersebut.
3.2
Paradigma Penelitian
Paradigma merupakan suatu kepercayaan atau prinsip dasar yang ada dalam diri
seseorang tentang dunia dan membentuk cara pandangnya terhadap dunia
(Wibowo,2011:27)
Paradigma kritis memandang bahwa realitas kehidupan sosial bukanlah
merupakan suatu hal yang netral. Realitas kehidupan sosial dipengaruhi oleh berbagai
kekuatan seperti politik, ekonomi, dan sosial. Konsentrasi analisis pada paradigma
kritis adalah menemukan kekuatan yang dominan tersebut dalam memarjinalkan dan
meminggirkan kelompok-kelompok yang lain yang tidak dominan. Pada penelitian
ini, paradigma yang digunakan peneliti mengacu pada paradigma kritis. Dalam
penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis yang dikembangkan Teun. A Van
Dijk. Model analisis yang dikemukakan Van Dijk mengelaborasi elemen-elemen
wacana sehingga dapat didayagunakan dan dipakai Fokus Penelitian secara praktis.
Sehingga model ini banyak dipakai dalam penelitian serupa.(Eriyanto, 2001: 221).
30
3.3
Fokus Penelitian
Agar mempermudah dalam melaksanakan penelitian maka diperlukan fokus
penelitian. Adapun fokus penelitian yang diambil oleh penulis dalam penelitian ini
adalah ini adalah kritik sosial yang terdapat pada lagu Sore Tugu Pancoran dan Siang
Sebrang Istana yang dinyanyikan oleh Iwan Fals
Fokus penelitiannya bertumpu pada struktur teks tersebut yang memanfaatkan
analisis linguistik (kosakata, kalimat, proposisi, dan paragrap) untuk menjelaskan dan
memaknai suatu wacana, yang dihubungkan dengan penelitian ini, bahwa teks dalam
lirik lagu dilihat dari struktur kebahasaannya.
Walaupun tidak ada kesepakatan bersama tentang struktur baku yang menjadi
landasan membuat suatu lirik lagu, setidaknya ada aturan-aturan tertentu yang tidak
tertulis tentang bagaimana agar sebuah lirik lagu tersebut dapat dengan mudah
diterima oleh khalayak dan sekaligus juga menggugah kesadarannya untuk lebih
memahami secara kognitif tentang karya musik yang dibuat, seperti halnya Judul,
Intro, reffrein dan penutup lagu.
Analisis wacana dengan struktur teks yaitu struktur makro, super struktur, dan
struktur mikro dalam lirik tersebut. Teori van Dijk melalui karyanya, van Dijk
membuat kerangka analisis wacana yang dapat didayagunakan. van Dijk membuat
kerangka analisis wacana yang dapat digunakan. Ia melihat suatu wacana terdiri atas
berbagai struktur/tingkat, yang masing-masing bagian saling mendukung. van Dijk
membaginya ke dalam tiga tingkatan:
1. Struktur Makro, ini merupakan makna global/umum dari suatu teks yang
dapat dipahami dengan melihat topik dari suatu teks. Tema wacana ini bukan
hanya isi, tetapi juga sisi tertentu dari suatu peristiwa
2. Super Struktur adalah kerangka suatu teks, bagaimana struktur dan element
wacana itu disusun dalam teks secara utuh.
31
3. Struktur Mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dengan
menganalisis kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase yang dipakai
dan sebagainya. (Sobur, 2002:73-74)
Penelitian ini juga membahas lirik lagu Iwan Fals dengan cara analisis teks,
kognisi sosial dan konteks sosial ,untuk mengetahui makna kritik sosial pada lirik
lagu “Siang Sebrang Istana”.
3.3
Instrumen Penelitian
Penelitian kualitatif mempercayakan instrument utamanya penelitiannya pada
peneliti itusendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena data
yang akan dianalisi berupa teks lirik lagu Iwan Fals yaitu, Siang Sebrang Istana.
Guna memperoleh tujuan dari penelitian ini, maka penelitian ini brsifat
induktif, yang didasarkan pada prosedur logika dari proposisi khusus sebagai hasil
pengamatan, dan kemudian akan berakhir pada suatu kesimpulan yang biasanya
berupa pengetahuan baru, sehingga dapat menghasilkan suatu uraian mendalam
tentang tulisan berupa makna kritik sosial pada lirik lagu yang dapat diamati dari
sudut pandang peneliti.
3.4
Unit Analisis
Unit analisi yang digunakan untuk menganalisis interpretasi lagu Iwan Fals
adalah lirik lagunya, bahasa yang menjadi kata-kata dalam lirik lagu tersebut baik
perkata maupun dalam bentuk kalimat. Tahapan selanjutnya adalam mengumpulkan
data sekunder, yaitu dengan mencari buku-buku referensi yang dapat membantu
penulis , serta memberikan penegasan tentang penggunaan teori van Dijk dalam
membedah makna kritik sosial dalam lirik-lirik lagu tersebut.
Sehingga semuanya dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang
ada, yaitu “menemukan makna kritik sosial pada lirik lagu Siang Sebrang Istana “
32
Lirik Lagu Siang Sebrang Istana
Karya : Iwan Fals ( Album Sugali 1984 )
Seorang anak kecil bertubuh dekil
Tertidur berbantal sebelah lengan
Berselimut debu jalanan
Rindang pohon jalan menunggu rela
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja
Kotak semir mungil dan sama dekil
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga
Saksi nyata yang sudah terbiasa
Tamu negara tampak terpesona
Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaan yang ada
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan hidungmu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan matamu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi sikecil siang tadi
Dia berdiri malas melangkahkan kaki
Diraihnya mimpi digenggam tak dilepaskan lagi
3.4.1
Triangulasi Data Metode Analisis Data
Menurut Rachmat Kriyanto analisis trianulasi adalah menganalisi jawaban
subjek dengan meneliti kebenarannya dengan data empiris ( sumber data lain-lain )
yang tersedia. Di sini jawban subjek di cross-check dengan dokumen yang ada.
(Kriyanto,2009:70). Sedangkan menurut Sugiono, triangulasi diartikan sebagai teknik
33
pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan
data dan sumber yang telah ada (Sugiono,2005:85)
34
Tabel 3.1
Jadwal Penelitian
No
Nama Kegiatan
1
Proses bimbingan
Ags
Sept
Okt
revisi dan Acc Bab
I
2
Proses bimbingan
revisi dan Acc Bab
II
3
Proses bimbingan
revisi dan Acc Bab
III
4
Sidang Outline
5
Riset Lapangan
6
Proses bimbingan
revisi dan ACC
Bab IV & V
Penyerahan
Laporan Akhir
7
35
Nov Des
Jan Feb
Mart
Apr
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Pada bab ini, peneliti akan menguraikan data dan hasil penelitian tentang
permasalahan yang telah dirumuskan pada bab 1, yaitu mendeskripsikan makna kritik
sosial pada lagu Sore Tugu Pancoran dan Siang Sebrang Istana. Dimana penelitian ini
menggunakan analisis wacana Teun A. van Dijk dengan metode kualitatif.
Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan datadata berupa kata-kata tertulis atau lisan didasari oleh orang atau perilaku yang
diamati. Pendekatannya diarahkan pada latar dan individu secara holistik (utuh). Pada
penelitian kualitatif, peneliti dituntut dapat menggali data berdasarkan apa yang
diucapkan,dirasakan,dan dilakukan oleh sumber data. Dengan melakukan penelitian
melalui pendekatan deskriptif maka peneliti harus memaparkan, menjelaskan,
menggambarkan data yang diperoleh oleh peneliti melalui wawancara mendalam
yang dilakukan dengan para informan.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara mendalam dengan
informan sebagai bentuk pencarian data dan dokumentasi langsung di lapangan yang
kemudian peneliti analisis menggunakan analisis wacana van Dijk. Analisis ini
sendiri terfokus pada teks lagu.
Analisis ini sendiri terfokus pada lirik lagu Iwan Fals yang dikaitkan kepada
perumusan masalah. Agar penelitian ini lebih objektif, dan akurat, peneliti mencari
informasi-informasi tambahan dengan melakukan wawancara mendalam dengan
informan untuk melihat langsung bagaimana makna kritik sosial pada lirik lagu Siang
Sebrang Istana
36
4.1
Gambaran Umum Iwan Fals
Iwan Fals adalah sosok yang sangat fenomenal dan berpengaruh terhadap
perkembangan musik diblantika musik Indoneisa. Ia tidak hanya tenar lewat lagulagu, tetapi juga menjadi legnda hidup musik Indonesia berkat lagu-lagunya tersebut.
Keberadaannya di belantika musik Indonesia menjadi tonggak yang memperkokoh
khasanah musik Indonesia. Lirik lagunya berbeda dengan lagu-lagu romantis masa
kini yang penuh dengan gombal rayu. Hampir semua lagu Iwan Fals memotret
kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Melalui lagu-lagunya Iwan Fals banyak
memotret suasana kehidupan Indonesia. Kritik atas perlakuan sekelompok orang,
empati bagi kelompok marginal, atau bencana besar yang melanda Indonesia
mendominasi tema lagu yang dibawakan.
Meskipun demikian, Iwan tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri,
tetapi juga membawakan sejumlah pencipta lain. Maka dari itu tak ayal jika nama
Iwan Fals sangat terkenal dan mengakar dilubuk hati rakyat Indonesia, khususnya Oi
sebagai fans Iwan Fals.(Bastian,2013:8). Selain sebagai musisi, pencipta lagu dan
penyanyi, Iwan Fals juga pernah bermain film sebagai aktor, melalui “Damai Kami
Sepanjang Hari” pada tahun 1985 menjadi awal kemunculannya di dunia perfilman
Indonesia.
Kemudian ia pernah juga bermain dalam “Kantata Takwa” pada tahun 1990
dan beberapa tahun lalu bermain dalam film “Kekasih” ditahun 2008. Iwan Fals
selain bermusik dan bermain film akhir-akhir ini juga membintangi sebuah iklan kopi
bersama pesinetron Nikita Willy dan Samuel Z.
37
4.1.1
Perjalanan Karir Iwan Fals
Iwan Fals sebenarnya bernama asli Virgiawan Listanto, pria yang lahir di
Jakarta pada tanggal 3 september 1961 ini adalah seorang penyanyi beraliran balada
dan country yang menjadi legenda hidup di Indonesia. Selain sebagai musisi papan
atas dieranya, Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar
Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat
masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik).
Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga. Masa kecil Iwan
Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama
8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan
banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar
dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya
bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan
suara sekolah. Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari
seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master.
Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi,
Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di
pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Sekarang album ini
menjadi buruan para kolektor serta para fans fanatik Iwan Fals. (Bastian,2013:10).
Iwan juga pernah mengikuti festival musik country, dan berhasil keluar sebagai juara.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor.
Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama
Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan
hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan
bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica Iwan sudah rekaman sekitar
38
4-5 album. Di Musica barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana
Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Meskipun sudah menciptakan beberapa album, namun Iwan Fals tetap
menjalankan profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah
satu demi satu, terkadang dipasar kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata
banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi.
Kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987, waktu siaran acara Manasuka
Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak
kedua Iwan Fals yaitu Cikal yang lahir pada tahun 1985 seketika kegiatan
mengamennya langsung dihentikan.
Selama Orde baru banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan
dibatalkan oleh pemerintah karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing
kerusuhan. Pada awal karirnya ia banyak membuat lagu bertemakan kritikan terhadap
pemerintah, beberapa lagunya dapat dikatagorikan terlalu keras pada masanya.
Sehingga perusahaan rekaman yang menaungi Iwan Fals tidak berani memasukan
lagu-lagu tersebut kedalam album untuk dijual bebas. Iwan juga pernah menyanyikan
lagu-lagu yang bertemakan kritikan pedas terhadap pemerintah dalam beberapa
konser musik yang mengakibatkan harus berulang kali berurusan dengan pihak
keamanan. Lirik yang pedas dan kritikan yang keras dianggap menjadi alasan yang
dapat mengganggu stabilitas Negara.
Iwan Fals bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk
SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan
Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika
dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang di dukung penuh oleh
39
pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang
dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik
Indonesia.
Setelah meluncurkan beberapa album yang membuat namanya meroket
dibelantika musik Indonesia, kemudian Iwan Fals dirundung duka yang membuat
dirinya sempat vakum bermusik. Hal itu terjadi ketika putra pertamanya meninggal
dunia. Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak
membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat berhenti sejenak selama beberapa
tahun.
Galang
dimakamkan
di
pekarangan
rumah
Iwan
Fals,
di
Desa
Leuwinanggung, Cimanggis Depok. Sepeninggal anaknya tersebut Iwan sering
menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.
Setelah vakum beberapa tahun, kemudian pada tahun 2002 Iwan Fals mulai
aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri. Ia pun bangkit dengan
munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang
bercerita tentang kehilangan anaknya tersebut. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos)
juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak
meninggalnya
Galang
Rambu
Anarki,
warna
dan
gaya
bermusiknyaterasa berbeda. Iwan Fals tidak lagi segarang dan seliar dulu. Lirik-lirik
lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis, Iwan juga membawakan lagu-lagu bertema
cinta, baik karangannya sendiri maupun dari orang lain (Bastian,2013:12). Sejak
meluncurkan album Suara Hati pada tahun 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok
pengiring tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan albumnya maupun
konsernya.
40
Menariknya dalam seluruh alat musik yang digunakan oleh Iwan Fals
maupun band nya, setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek
maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada
pangung yang menjadi dunianya Iwan Fals tidak pernah mengizinkan logo atau
tulisan sponsor terpampang, hal tersebut dilakukannya untuk menjaga idealismenya
yang enggan dianggap menjadi wakil dari produk tertentu. Selain membawakan dan
menyanyikan lagunya sendiri, ternyata single karya Iwan Fals juga dibawakan oleh
penyanyi lain seperti, Ritta Rubby, Fajar Budiman, God Bless, Nicky Astria, Franky
S, Superman Is Dead.
4.1.2
Keluarga Iwan Fals
Terlahir dari pasangan Kolonel Anumerta Sucipto dan Lies, Iwan Fals
menikah dengan seorang perempuan bernama Rosana yang kini menjadi inspirasi
dalam berkarya. Dari pernikahannya dengan mbak Yos tersebut Iwan dikaruniahi tiga
anak yang masing-masing diberi nama Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu
Bassae, dan Raya Rambu Rabbani. Dari ketiga anaknya tersebut yang betul-betul
serius terjun ke dunia musik dan mengikuti jejak Ayahnya adalah anak pertama,
yakni Galang Rambu Anarki.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian,
musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya.
Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album
perdana menjelang kematiannya. Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu
berjudul “Galang Rambu Anarki” pada album Opini. Dimana lagu tersebut bercerita
tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai
imbas dari kenaikan harga BBM.
41
Tidak hanya mengabadikan nama Galang dalam lagunya, Iwan Fals juga
mengabadikan nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album
dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Pada tanggal 22 Januari 2003
merupakan hari yang sangat bersejarah, pada tanggal tersebut Iwan Fals diangugrahi
seorang anak laki-laki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra
ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki. Anak
ketiganya tersebut memberi banyak inspirasi dalam dunia musik Iwan Fals.
Diluar musik dan lirik yang bertemakan kondisi sosial dan kritik-kritik sosial,
penampilan Iwan Fals juga berubah total sejak putra pertamanya meninggal dunia.
Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul, sekarang
penampilannya lebih bersahaja. Rambut rapih disisir, serta kumis dan jengotnya
dihilangkan. Dari segi berpakaian ia lebih sering menggunakan kemeja yang
dimasukan kedalam celana pada setiap kesempatan tampil didepan publik, sanggat
jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong,
bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal. Peran
isterinya juga menjadi sangat penting sejak putra pertamanya tiada. Rosana menjadi
manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak.
Dengan adanya Iwan Fals Manajemen tersebut, ia lebih professional dalam berkarier.
4.1.3
Prestasi Iwan Fals
Kesederhanaan seorang Virgiawan Listanto melambungkan namanya yang
saat ini masyarakat mengenalnya sebagai Iwan Fals, demikian dikenalnya sehingga ia
tidak menjadikan itu sebuah jarak. Iwan Fals telah lama berkecimpung dalam dunia
musik, memulai karirnya dari bawah sampai menjadi sumber inspirasi banyak orang
bukanlah hal yang mudah. Karya-karyanya hampir selalu mewakili sisi lain
42
kehidupan masyarakat. Sadar atau tidak, Iwan Fals telah memberikan warna
tersendiri bagi perjalanan hidup bangsa Indonesia.
Iwan Fals turut memberikan sumbangan yang besar untuk bangsa ini, dan hal
tersebut harus diakui. Ia memberikan motivasi yang tinggi bagi kaum yang
disingkirkan. Dihati mereka Iwan adalah panutan, ditelingia mereka setiap ucapan
yang terlontar dari mulut Iwan Fals adalah sebuah semangat, dimata mereka pula
senyuman Iwan Fals adalah penyejuk panasnya kepala, dijiwa mereka amarah
seorang musisi yang melegenda seperti Iwan mungkin bisa menjadi penanda perang,
perang bagi siapa saja yang menyebabkan ketidakadilan.
Tidak mengherankan apabila nama Iwan Fals dimasukan dalam 100 orang
yang sangat berpengaruh di Negara ini. Karya-karyanya masih terus bergema di
mana-mana dan kapan saja dari kota besar di Indonesia maupun di daerah-daerah
ujung bagian negri ini. Masih banyaknya ketidakadilan dan keserakahan yang ada
pada bangsa ini Iwan Fals mampu berteriak lantang diikuti jeritan dan lambaian
bendera jutaan fans fanatiknya, walaupun mungkin dianggap angina lalu oleh subjek
yang diperotesnya.
Berbagai penghargaan dan piala berhasil diraih atas prestasi bermusiknya,
pada awal karirnya Iwan Fals berhasil menjuarai Festival Musik Country ditahun
1980, lewat lagu Oemar Bakri berhasil menembus Gold record. Secara berturut-turut
pada tahun 1999 dan 2000 ia berhasil mraih penghargaan sebagai Penyanyi Solo
Terbaik di Anugerah Musik Indonesia. Melanjutkan penghargaan beberapa tahun
sebelumnya Iwan Fals kembali Mendapatkan penghargaan pada Anugrah Musik
Indonesia sebagai album terbaik dan artis solo terbaik ditahun 2002, kemudian pada
perhelatan selanjutnya sebagai penynyi solo pria pop terbaik ditahun 2003. Sudah
43
banyak penghargaan yang diterima oleh Iwan Fals mulai dari Most Favorite Male,
Anugerah Planet Musik, SCTV Musik Award, With The Compliment Of Metro Tv.
Hingga saat ini lagu yang berjudul “Bongkar” menerima penghargaan 150 lagu
terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone peringkat 1. Tidak mengherankan
jika pada tahun 2010 Iwan Fals mendapatkan penghargaan Satyalancana Kebudayaan
Pemerintah Republik Indonesia sebuah pencapaian yang luar biasa (Bastian,2013:2122).
4.2
Sinopsis Lagu yang Diteliti
Peneliti akan meneliti lagu-lagu Iwan Fals, yaitu “Siang Sebrang Istana”
yang merupakan track ke 3 pada album Sugali. Berikut adalah sinopsis dari lagu-lagu
yang akan diteliti.
4.2.1
Siang Sebrang Istana
Lirik lagu “Siang Sebrang Istana” ini dibuat dan dinyanyikan pula oleh Iwan
Fals, dibawah ini adalah sinopsisnya :
Seorang anak kecil bertubuh dekil
Tertidur berbantal sebelah lengan
Berselimut debu jalanan
Rindang pohon jalak menunggu rela
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja
Kotak semir mungil dan sama dekil
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga
Saksi nyata yang sudah terbiasa
Tamu negara tampak terpesona
Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaan yang ada
44
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan hidungmu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan matamu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi sikecil siang tadi
Dia berdiri malas melangkahkan kaki
Diraihnya mimpi digenggam tak dilepaskan lagi
Gambaran dari lirik lagu ini secara umum yaitu melukiskan mengenai
perjuangan kaum yang termarjinalkan yaitu seorang anak kecil bekerja sebagai
tukang semir sepatu yang banyak dijumpai dikota Jakarta, dimana kaum minoritas
menjadi tema utama dalam lagu yang di garap dan dinyanyikan langsung oleh sang
pencipta ”Iwan Fals”. Kesenjangan sosial yang terjadi nampak jelas terlihat di dalam
lagu ini, dimana ketidakseimbangan, perbedaan, serta ketidakberdayaan kalangan
bawah hanya menjadi hiasan bagi mereka yang menjadi kalangan atas tanpa ada rasa
prihatin ataupun simpatik. Betapa sedihnya negeri ini, ketidakmerataan penghasilan,
pengkotak-kotakan yang terjadi seperti sudah menjadi sebuah tradisi yang tak dapat
diubah oleh apapun. Perjuangan dilakukan oleh anak-anak kecil yang termarjinalkan
seperti tukang semir sepatu. Anak-anak tersebut harus terus berjuang untuk
mempertahankan hidupnya di ibu kota Jakarta. Hal tersebut mengakibatkan muncul
istilah yang besar di agungkan yang kecil di kucilkan.
45
4.3
Analisis Wacana Lagu Siang Sebrang Istana
Lagu ini terdapat dalam album Sugali yang dirilis tahun 1984. Lagu ini
memiliki tujuh bait didalamnya, dimana bercertita mengenai perjuangan kaum yang
termarjinalkan. Betapa sedihnya negri ini, ketidakmerataan penghasilan, pengkotakkotakan yang terjadi seperti sudah menjadi sebuah tradisi. Paerjuangan dilakukan
oleh anak-anak kecil yang termarjinalkan dan harus terus berjuang untuk
mempertahankan hidupnya di Jakarta.
Seorang anak kecil bertubuh dekil
Tertidur berbantal sebelah lengan
Berselimut debu jalanan
Rindang pohon jarak menunggu rela
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja
Kotak semir mungil dan sama dekil
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga
Saksi nyata yang sudah terbiasa
(REFF 1)
Tamu negara tampak terpesona
Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaan yang ada
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan hidungmu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
( REFF 2)
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan matamu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi sikecil siang tadi
Dia berdiri malas melangkahkan kaki
Diraihnya mimpi digenggam tak dilepaskan lagi
46
4.3.1
Unit Analisis 1
Seorang anak kecil bertubuh dekil
Tertidur berbantal sebelah lengan
Berselimut debu jalanan
Tabel 4.1
Unit Analisis 1
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada
(Tematik)
digambarkan keadaan seorang
tersebut digambarkan
anak kecil yang bertahan hidup
dengan
dengan berbagai keterbatasan.
dipenuhi
Lirik
debu-debu jalanan
lirik
Bukti
lagu
tersebut
lagu
-
tersebut
mengambarkan kerasnya beban
-
Anak kecil pada lagu
tubuh
dengan
Anak kecil pada lagu
kehidupan yang harus dijalani
tersebut
anak kecil dijalanan-jalanan ibu
emperan jalanan, hal
kota
ini
untuk
tetap
menjalani
tidur
di
mengakibatkan
kehidupannya. Tidak seharusnya
badanya
anak-anak hidup dengan berlatar
lusuh
jalanan, hal ini tidak seharusnya
akibat
banyaknya
terjadi
polusi
yang
karena
seharusnya
anak-anak
menikmati
masa
serta
dan
kotor
ditimbulkan
kanak-kanak dengan bermain,
belajar
menjadi
dari
jalan raya.
mendapatkan
perhatian yang baik dari kedua
orang tua mereka.
Superstruktur
Pada lirik lagu ini pendapat
(Skematik)
disampaikan
dengan
melihat
-
Skema
yang
disampaikan
kejadian yang terjadi dikota-kota
lirik
besar.
Realitas
seperti
biasa
lagu
ingin
pada
tersebut
yang
terjadi
dimulai
adanya.
Kritik
melihat situasi yang
sosial atas perjuangan seorang
sedang dialami oleh
47
dengan
anak kecil yang harus berjuang
anak
melawan situasi yang tidak layak
Kondisi tubuh yang
dialami oleh anak-anak yang
dekil dan lelah ini
hidup
mengahruskan
di
jalanan.
Mirisnya
tersebut.
tidur
keadaan anak tersebut sehingga
ditempat yang tidak
rela tubuhnya yang kecil harus
nyaman tanpa bantal,
dibalut
debu-debu
guling
jalanan. Situasi yang berat harus
kasur.
dengan
dijalani dengan keadaan dimana
mengharuskan
walupun
-
dan
Debu-debu
juga
jalanan
beristirahat
yang dihasilkan dari
berbagai
banyaknya kendaraan
dengan
ganguan seperti kebisingan suara
bermotor
lalulintas.
melintas
yang
menyebabkan
tubuhnya
seakan
terselimuti oleh debu
jalanan.
Struktur Mikro
Pada lirik lagu ini makna yang
(Semantik)
ingin
ditekankan
-
adalah
Latar dari lirik lagu
tersebut digambarkan
perjuangan seorang anak kecil
oleh
dengan semua kejadian yang
kehidupan di jalan
dialaminya, perjuangan untuk
raya. Dimana banyak
tetap bertahan ditengah kondisi
sekali
yang seharusnya tidak dialami
dihasilkan
oleh anak seusianya. Jalanan
kendaraan bermotor.
dijadikan tempat untuk bertahan
-
kerasnya
polusi
yang
oleh
Pada dari lirik ini
hidup. Seperti diketahui jalanan
digambarkan tentang
tempat anak tersebut berada
kondisi
banyak dilintasi oleh kendaraan-
yang harus bertahan
kendaraan bermotor, sehingga
hidup dengan segala
tubuh anak tersebut menjadi
macam masalah yang
kotor akibat polisi dari asap
ditimbulkan
48
anak
kecil
oleh
kendaraan
yang
didepannya.
Hal
melintas
ini
tekanan jalanan ibu
tidak
kota, hal ini bertujuan
seharusnya dialami oleh anak
untuk
kecil
ketidak adilan yang
seusianya.
Seharusnya
mengkritisi
mereka fokus untuk belajar dan
seharusnya
bermain
dialami oleh anak-
bersama
teman-
temannya.
tidak
anak.
Struktur Mikro
Kalimat
yang
(Sintaksis)
merupakan kalimat akan realitas
lirik
yang terjadi, dimana banyak
terbentuk
anak
realitas
kecil
tersusun
tidak
-
seharusnya
Bentuk kalimat pada
lagu
ini
oleh
kehidupan
berada disituasi seperti yang
yang
terjadi
digambarkan pada lirik lagu
dijalanan.
Uraian
tersebut.
kata-kata
yang
Penggunaan
kata
berselimut jalanan merupakan
tersusun
suatu
kalimat umum yang
hal
yang
dijadikan
merupakan
pelindung untuk menahan tubuh
kemudian
anak
berbagai
mengkerucut ke hal-
macam cuaca, padahal pada
hal yang ditimbulkan
kenyataannya
oleh
tersebut
dari
hal
tersebut
kerasnya
merupakan kendala utama yang
kehidupan
ditimbulkan oleh asap kendaraan
jalanan.
bermotor. Debu jalanan seakan
-
anak
Kata berselimut debu
menjdai hal yang biasa dan harus
merupakan kata ganti
dinikmati
dari
oleh
mereka
para
tubuh
yang
anak-anak yang hidup dijalanan.
dipenuhi oleh debu
Hal inilah yang mengakibatkan
akibat polusi udara.
tubuh
anak-anak
tersebut
menjadi dekil dan kotor.
49
Struktur Makro
Pilihan kata yang dipakai pada
(Stilistik)
lirik lagu tersebut merupakan
memiliki
fakta yang ditimbulkan oleh
seperti digambarkan
kerasnya kehidupan anak-anak
kata
yang tumbuh dan bertahan hidup
bermaksud kotor,bau
dijalanan. Sudah menjadi hal
dan lusuh.
yang lumrah anak-anak yang
-
-
Kata
dekil
disini
arti
dekil
lain,
disini
Kata berselimut debu
hidup dijalanan pasti tubuhnya
disini
dekil. Hal ini diakibatkan oleh
tubuh yang dipenuhi
banyaknya asap kendaraan dan
oleh debu.
debu-debu
jalanan
bermaksud
yang
ditimbulkan oleh polusi udara.
Mereka
juga
terbiasa
tidur
dengan menggunakan tangannya
sebagai bantalan untuk kepala
mereka.
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
Tertidur
berbantal
dilakukan dengan menampilkan
sebelah
lengan
berbagai macam kendala yang
merupakan
sebuah
harus dialami oleh anak-anak
hal yang biasa untuk
yang hidup dan menggantungkan
mereka yang hidup
nasib
dijalanan
mereka
pada
-
jalanan.
Kendala seperti tubuh yang dekil
-
Berselimut
debu
akibat polusi udara, tidur di
jalanan
emperan
sesuatu yang lumrah
jalanan
tanpa
menggunakan alas dan tubuh
menjadi
terjadi pada mereka.
yang dipenuhi oleh debu jalanan
akibat
polusi
kendaraan
bermotor.
Pada bait pertama lirik lagu “Siang Sebrang Istana” ini merepresentasikan
pada kita mengenai pandangan pembuat teks lirik lagu ini tentang kritik sosial.
50
Kritik-kritik sosial tersebut dituangkan kedalam sebuah lagu. Lirik lagu ini
menggambarkan keadaan-keadaan yang harus dihadapi oleh anak-anak yang hidup
dijalanan. Mereka seakan tidak perduli dengan tubuh mereka yang lusuh, kotor dan
dekil akibat banyaknya polusi kendaraan bermotor. Kritik sosial atas perjuangan
seorang anak kecil yang harus berjuang melawan situasi yang tidak layak dialami
oleh anak-anak seusia mereka. Anak-anak seharusnya tidak perlu berada dalam
situasi tersebut. Banyak anak-anak jalanan yang menjadi korban keganasan jalanan
membuat mereka seakan tidak perduli dengan akibat yang ditimbulkan oleh debudebu jalanan yang dapat merusak kesehatan mereka.
Dijelaskan pada bait pertama lagu ini betapa sulitnya hidup dijalanan,
berbagai macam kendala yang harus dialami oleh anak-anak yang hidup dan
menggantungkan nasib mereka pada jalanan ditampilkan dengan penuh kesusahan.
Kendala seperti tubuh yang dekil akibat polusi udara, tidur di emperan jalanan tanpa
menggunakan alas dan tubuh yang dipenuhi oleh debu seakan menjadi pemandangan
yang lumrah bagi mereka. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki pilihan lain
untuk bertahan hidup dan mencari rezeki. Seharusnya anak-anak tersebut menuntut
ilmu pendidikan disekolah dan dapat bermain layaknya anak-anak seusianya, tetapi
pada realitanya banyak anak-anak yang tidak mendapatkan hak-hak mereka.
Sehingga mengharuskan mereka untuk turun kejalanan bergelut dengan situasi-situasi
yang seharysnya tidak mereka hadapi
4.3.2 Unit Analisi 2
Rindang pohon jarak menunggu rela
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja
51
Tabel 4.2
Unit Analisis 2
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada
(Tematik)
digambarkan
lirik
Bukti
lagu
tersebut
keadaan
-
di
Istana
sang
merupakan
raja
tempat
seberang jalan Istana Negara
dimana
Republik Indonesia. Saat anak-
Republik
anak tersebut kelelahan mereka
bekerja menjalankan
terbiasa
roda pemerintahan
menunggu
teman
seperjuangannya dibawah pohon
yang
berada
Presiden.
didekat
-
Istana
Istana
Presiden
Indonesia
Anak-anak
terbiasa
jalanan
menunggu
Negara
teman-teman sesama
dijadikan tempat pengharapan
anak jalanan dibawah
bagi para anak jalanan tersebut
pohon yang berada
untuk mendapatkan penghasilan.
didekat
Lirik
Negara.
lagu
mengambarkan
tersebut
keadaan
Istana
pada
siang hari di sebrang Istana
Negara Republik Indonesia yang
merupakan
sebuah
kantor
Presiden Republik Indonesia.
Superstruktur
Alur dalam bait lagu tersebut
(Skematik)
diawali dengan kebiasaan para
disampaikan
anak jalanan yang menunggu
lirik
teman
dimulai
seperjuangan
dibawah
-
Skema
yang
lagu
ingin
pada
tersebut
dengan
pohon didekat Istana Republik
melihat keadaan anak
Indonesia.
jalanan
Mereka
terbiasa
yang
menunggu temanya yang senasib
menunggu
dengan
sesama anak jalanan
dirinya.
Selanjutnya
teman
dijelaskan bagaimana megahnya
dibawah
pohon
Istana Negara. Kemudian ditutup
didekat
Istana
52
dengan kondisi pada waktu siang
hari,
dimana
tersebutlah
pada
Presiden
waktu
Negara.
-
bekerja
Kemudian
menjelaskan tentang
menjalankan tugasnya sebagai
betapa
megahnya
seorang kepala Negara.
Istana Negara tempat
Presiden Bekerja.
Struktur Mikro
Pada lirik lagu ini makna yang
(Semantik)
ingin
ditekankan
kebiasaan
anak-anak
-
Pohon
yang
jalanan
menunggu
kawan
setia sehabis bekerja
-
Indonesia.
rindang
oleh
situasi anak jalanan
dibawah pohon di sebrang Istana
Republik
diawali
adalah
menunggu teman seperjuangan
Negara
Latar
Mereka
menjadikan
pohon jarak sebagai
dipilih
pelindung
dibawah
mereka untuk beristirahat setelah
panasnya
sinar
bekerja
matahari siang itu.
mengais
Pemandangan
rezeki.
lain
terjadi
-
Anak jalanan tersebut
disebrang jalan mereka tempat
mengangap
beristirahat, terlihat jelas betapa
indahnya
hidup
megahnya
Istana
Negara
dilingkungan
Istana
Republik
Indonesia
berdiri
Negara seperti yang
kokoh. Istana Negara merupakan
dijalankan
tempat dimana Presiden dan para
Presiden
staf-staf Istana Negara bekerja
Indonesia.
betapa
oleh
Republik
menjalankan roda pemerintahan
bangsa Indonesia. Miris memang
melihat
betapa
kesenjangan
timpangnya
sosial
yang
menimpa para anak jalanan.
Struktur Mikro
Kalimat
yang
tersusun
(Sintaksis)
merupakan perbandingan dengan
lirik
realitas yang terjadi dengan apa
terbentuk
53
-
Bentuk kalimat pada
lagu
ini
oleh
yang anak-anak jalanan hadapi.
realitas
Istana Negara yang megah dan
yang
layak sebagai tempat untuk siapa
terbalik
saja bekerja, hal ini sungguh
situasi antara anak
sangat
jalanan
berbanding
terbalik
kehidupan
berbanding
dengan
dengan
dengan situasi-situasi apa yang
Presiden
mereka hadapi di jalan raya yang
Indonesia.
penuh dengan berbagai masalah
yang
ada.
Istana
-
Republik
Pada lagu ini Istana
Negara
Sang Raja merupakan
Republik Indonesia merupakan
kata ganti dari Istana
kantor bagi Presiden dan para
Negara
pegawainya untuk bekerja dan
Indonesia.
Republik
memperoleh rezeki, sedangkan
mereka
bergantung
dengan
kerasnya jalanan Ibu Kota.
Struktur Makro
Pilihan kata yang dipakai pada
(Stilistik)
lirik lagu tersebut merupakan
adalah teman yang
fakta
memiliki nasib sama
betapa
yang
-
menggambarkan
bahagianya
berada
didalam Istana Negara Republik
Kawan setia disini
sebagai anak jalanan.
-
Kata istana sang raja
Indonesia. Pemandangan terbalik
disini
bermaksud
terjadi
Istana
Negara
pada
sebrang
Istana
Negara, dimana banyak terdapat
Republik
anak jalanan yang hanya bisa
yang
menunggu teman seperjuangan
Jakarta.
yang
hidup
Indonesia
berada
di
menggantungkan
nasib dijalanan seperti
yang
dialami oleh mereka.
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
dilakukan dengan menampilkan
dijadikan
pemandangan
berbeda
mereka
disebrang Istana Negara. Istana
jalanan
yang
54
-
Rindang pohon jarak
tempat
para
anak
untuk
Negara tempat Presiden bekerja
beristirahat
begitu mewah dan kokoh berdiri.
bekerja.
Keadaan berbeda terjadi kepada
-
setelah
Kawan setia disini
mereka para anak-anak jalanan
berarti adalah anak-
yang
anak
hanya
bisa
berlindung
dibawah pohon.
jalanan
yang
memiliki nasib sama
seperti mereka.
-
Istana sang raja yang
dimaksud pada lagu
ini
adalah
Negara
Istana
Republik
Indonesia.
Pada bait kedua lirik lagu “Siang Sebrang Istana” ini merepresentasikan pada
kita mengenai pandangan pembuat teks lirik lagu ini tentang kritik sosial. Kritikkritik sosial tersebut dituangkan kedalam sebuah lagu. Lirik lagu ini menggambarkan
keadaan-keadaan yang terbalik antara anak-anak jalanan dengan kepala Negara
Republik Indonesia yaitu Presiden Republik Indonesia. Mereka para anak jalanan
hanya bisa bersandar pada pohon yang dipenuhi dengan dedaunan untuk melindungi
mereka dari panasnya matahari siang itu, karena mereka bertarung dengan panasnya
jalanan untuk mencari rezeki. Sedangkan Istana Negara yang berdiri kokoh menjadi
tempat para Presiden dan pegawainya untuk bekerja.
Digambarkan pada bait lagu ini ketimpangan-ketimpangan tersebut menjadi
hal yang lumrah terjadi, karena merka hanyalah kaum minoritas yang harus bertahan
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pemandangan yang berbeda disebrang istana
inilah menjadi hal lumrah terjadi. Presiden bersama para pegawai istana dapat
menikmati fasilitas yang ada disana. Berbagai fasilitas tersebut dibuat untuk
melindungi Presiden dalam bekerja sebagai kepala Negara.
55
4.3.3
Unit Analisis 3
Kotak semir mungil dan sama dekil
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga
Saksi nyata yang sudah terbiasa
Tabel 4.3
Unit Analisis 3
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada
(Tematik)
digambarkan keadaan seorang
anak kecil ditunjukan
anak kecil yang bertahan hidup
oleh banyak anak-
dengan berbagai keterbatasan.
anak
Lirik
bekerja
lirik
Bukti
lagu
tersebut
lagu
-
tersebut
Kritik sosial terhadap
yang
harus
sebagai
mengambarkan kerasnya beban
tukang semir sepatu
kehidupan yang harus dijalani
untuk
anak kecil dijalanan-jalanan ibu
kebutuhan
kota
harinya.
untuk
tetap
kehidupannya.
menjalani
Bermodalkan
-
memenuhi
sehari-
Merka
rela
kota semir dan perlengkapan
mengesampingkan
semir sepatu yang sudah lusuh
rasa khawatir, rasa
akibat
digunakan
bimbang, bahkan rasa
berhari-hari, para anak jalanan
takut oleh keberadaan
tersebut mencoba mengais rezeki
para penjaga Istana
sebagai tukang semir sepatu
yang
dikawasan
dilingkungan
Negara.
seringnya
lingkungan
Anak
berhadapan
tersebut
dengan
Istana
rela
para
petugas-petugas di area gardu
tempat ia mencari rezeki. Dia
rela menerima dan menjalankan
itu
semua
untuk
menutupi
56
bertugas
Istana
Negara Republik.
perutnya yang kelaparan. Hal
tersebut sudah menjadi rutinitas
yang harus ia jalani
setiap
harinya. Mereka tidak memiliki
pilihan
lagi
selain
menjadi
tukang semir sepatu
guna
memenuhi kebutuhan sehari-hari
seperti makan dan minum.
Superstruktur
Alur dalam bait lagu tersebut
(Skematik)
diawali
dengan
-
menampilkan
Skema
lirik
anak
tersebut
sudah
ingin
disampaikan
peralatan semir yang digunakan
tersebut.
yang
lagu
pada
tersebut
Kotak
semir
dimulai
dengan
lusuh
akibat
melihat
keadaan
sering dipakai sehari-hari untuk
kotak
mencari rezeki. Kritik sosial atas
sudah lusuh dan dekil
perjuangan seorang anak kecil
akibat
yang harus berjuang menjadi
setiap hari.
tukang semir sepatu dan juga
-
semir
yang
digunakan
Kemudian
harus menghindari para penjaga
menjelaskan tentang
Istana
bagaimana
Negara
Republik
para
Indonesia yang sedang bertugas
penjaga
berjaga-jaga
mengamankan lokasi
mengamankan
Istana.
Istana
Istana
Negara
Republik Indonesia.
Struktur Mikro
Pada lirik lagu ini makna yang
(Semantik)
ingin
ditekankan
-
Latar
diawali
oleh
adalah
situasi dimana para
peralatan semir yang sudah tidak
anak jalanan bekerja
layak digunakan karena sering
sebagai tukang semir
dipakai sehari-hari. Para anak-
sepatu dilingkungan
anak
Istana Negara. Hal ini
jalanan
yang
bekerja
sebagai tukang semir sepatu
57
dilakukan
mereka
dikawan Istana Negara harus
tanpa
berhadapan dengan para penjaga
takut oleh keberadaan
Istana
para penjaga Istana
Negara
yang
sedang
adanya
rasa
bertugas untuk mengamankan
yang
lokasi tersebut. Mereka sudah
dilingkungan
terbiasa
menghadapi
Negara Republik.
penjaga
yang
dilingkungan
para
berjaga-jaga
Istana
berjaga-jaga
istana,
hal
ini
terpaksa mereka jalani guna
memenuhi
kebutuhan
sehari-
hari.
Struktur Mikro
Kalimat
yang
tersusun
(Sintaksis)
terangkai menjadi kesatuan utuh
lirik
serta
terbentuk
menyentuh
-
perasaan.
kata
Penggunaan
dan
”sama”
Bentuk kalimat pada
realitas
lagu
ini
oleh
kehidupan
menunjukan kemiripan dengan
yang
apa yang dialaminya. Pada lirik
menyentuh hati, hal
lagu
ini
dapat
terdapat
kata
ini terlihat dari kata
“dan”
yang
“lapar
menggigil”
merupakan kata perbandingan
didalam
lirik
yang
tersebut.
penghubung
mirip
dengan
keadaan
lagu
sesungguhnya.
Struktur Makro
Pilihan kata yang dipakai pada
(Stilistik)
lirik lagu tersebut merupakan
adalah
kata yang mengundang rasa iba
seseorang untuk bisa
dan keresahan anak sesuatu yang
bertahan
tidak diharapkan. Banyak kata-
sebagai anak jalanan.
kata yang disamarkan sebagai
kritik
sosial
kepada
yang
mereka
ditujukan
para
anak
-
-
Benteng rapuh disini
keinginan
kondisi
Lapar
menggigil
yang
dimaksud
adalah
rasa
lapar
jalanan. Karena tidak seharusnya
yang terjadi ketika
anak-anak
mereka
jalanan
58
tersebut
tidak
bertarung
untuk
memenuhi
mendapatkan
kebutuhan sehari-hari.
uang
dari bekerja sebagai
tukang semir sepatu
-
Saksi
nyata
disini
adalah orang
terbiasa
yang
melihat
situasi yang dialami
anak-anak jalanan.
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
dilakukan dengan menampilkan
penjaga
kritik-kritik
merupakan
bagaimana
sosial
-
tentang
perjuangan
Gardu dan mata para
disini
sebuah
anak
ungkapan dari adanya
jalanan yang harus berhadapan
para penjaga Istana
dengan
Negara yang sedang
para
penjaga
Istana
Negara dalam mencari rezeki
berjaga-jaga
yang
mengamankan Istana.
halal.
Serta
keadaan
mereka yang dekil, kotor seperti
-
Saksi
untuk
nyata
ini
peralatan semir yang sehari-hari
merupakan
mereka pakai. Bagian akhir pada
sekumpulan penjaga
lirik lagu ini menampilkan suatu
yang
pemandangan yang sudah sering
keberadaan
terjadi
anak-anak
dilingkungan
Istana,
menyaksikan
para
jalanan
dimana banyak para anak-anak
yang bekerja sebagai
jalanan menggantungkan nasib
tukang semir sepatu.
mereka sebagai seorang tukang
semir
sepatu
Istana
di
lingkungan
Negara
Republik
Indonesia.
59
Pada
bait
ketiga
lirik
“Siang
lagu
Sebrang
Istana”
ini
masih
merepresentasikan kita mengenai pandangan pembuat teks lirik lagu ini tentang
kritik sosial terhadap kondisi para anak jalanan yang bekerja sebagai seorang tukang
semir sepatu. Kritik-kritik sosial tersebut dituangkan kedalam sebuah lagu. Lirik lagu
ini menggambarkan tentang tidak adanya pilihan selain bekerja sebagai tukang semir
sepatu, dimana pekerjaan tersebut merupakan mata pencariannya untuk bertahan
hidup di Jakarta.
Bait ketiga yang merupakan bagian dari reff
pertama lagu ini,
menggambarkan gagasan atas kritik-kritik sosial yang ingin disampaikan oleh
pengarang lagu. Didalam teks lagu tersebut bercerita tentang kritik sosial terhadap
anak kecil yang mana anak tersebut hanya bermodalkan perlengkapan semir yang
sama-sama kotor dengan tubuhnya, akibat setiap hari ia harus melawan getirnya debu
jalanan. Anak tersebut rela berhadapan dengan para petugas-petugas di area gardu
tempat ia mencari rezeki. Rasa khawatir, bimbang bahkan takut harus ia hadapi
sendiri karena sorot mata tajam para petugas-petugas Istana Presiden tersebut selalu
saja mengawasi. Dia rela menerima dan menjalankan itu semua untuk menutupi
perutnya yang kelaparan. Hal tersebut sudah menjadi rutinitas yang harus ia jalani
setiap harinya, untuk memperoleh rezeki untuk menyambung hidupnya.
4.4.4
Unit Analisis 4
Tamu negara tampak terpesona
Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaan yang ada
60
Tabel 4.4
Unit Analisis 4
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada lirik lagu tersebut tema
(Tematik)
utama
yang
Bukti
menjadi
-
suatu
Kritik
sosial
yang
ingin
dimunculkan
permasalahan dilagu ini adalah
adalah
kesenjangan sosial. Perbedaan
kesenjangan
sosial
mencolok terjadi antara anak-
antara
kaum
anak jalanan dengan para pejabat
penguasa
Negara yang bekerja di Istana.
kaum
minoritas
Para tamu Negara yang diundang
seperti
anak-anak
untuk
jalanan.
datang
menyaksikan
ke
Istana
sendiri
tentang
-
bagaimana
dengan
Tamu Negara hanya
pemandangan anak-anak jalanan
bisa mengelus dada
yang harus berjuang untuk tetap
melihat situasi yang
memenuhi
terjadi di Jakarta
hari,
kebutuhan
dimana
merka
sehariharus
-
Kesenjangan
sosial
bekerja sebagai tukang semir
inilah yang membuat
sepatu
dilingkungan
para
Negara
Republik
Istana
Indonesia.
tamu
Negara
hanya
bisa
Istana Negara yang kokoh nan
mengelengkan kepala
megah tidak seharusnya dihiasi
menyaksikan
oleh
peristiwa
keadaan-keadaan
miris tersebut.
yang
mereka
Indonesia.
61
yang
lihat
di
Superstruktur
Alur dalam bait lagu tersebut
(Skematik)
diawali dengan kedatangan para
disampaikan
tamu Negara ke Istana Negara
lirik
Republik
dimulai
Indonesia.
kata-kata
-
Terdapat
sindiran
yang
yang
lagu
ingin
pada
tersebut
kehadiran
tamu kenegaraan ke
bermakna sebaliknya didalam
lirik lagu tersebut. Kesenjangan
Skema
Istana Negara.
-
Selanjutnya
sosial dan ketimpangan sosial
kesenjangan
sosial
yang terjadi di lingkungan Istana
sangat jelas diwakili
Negara merupakan kritik sosial
oleh kata perbedaan
yang dimunculkan dalam lirik
yang ada.
lagu. Hal ini dapat dilihat dengan
berbagai macam perbedaan yang
.
seusai dengan realita sehingga
disaksikan langsung oleh para
tamu Negara.
Struktur Mikro
Latar awal dari bait lagu ini
(Semantik)
adalah kedatangan para tamu
perbedaan
Negara yang diundang untuk
terjadi
berkunjung ke Istana Negara
menceritakan tentang
Republik
perbedaan
Indonesia.
-
Kalimat
Latar
tentang
yang
dilagu
ini
yang
yang tersusun dan terangkai
terjadi di lingkungan
menjadi kesatuan utuh serta
Istana
membuat
langsung disaksikan
maksud
menjadi
tersampaikan oleh kritik-kritik
oleh
tentang kesenjangan sosial pada
Negara.
pada
lagu
tersebut.
-
para
tersebut
tamu
Mengelus
dada
kalimat-kalimat pada lirik lagu
gelengkan
kepala
tersebut dibalut oleh sindiran-
merupakan
sindiran yang bermakna berbeda
yang dilakukan para
dengan konotasi sebenarnya.
tamu Negara melihat
62
Serta
hal
ekspresi
kesenjangan
sosial
yang terjadi.
Struktur Mikro
Awal kalimat merupakan sebuah
(Sintaksis)
pengharapan
-
yang diinginkan
Kata
gelengkan
kepala
ini
oleh para tamu Negara, tetapi
menggambarkan
pada kalimat selanjutnya yang
ekspresi
terjadi adalah respon yang tidak
dilakukan para tamu
baik, sehingga para tamu Negara
Negara
yang
langsung
kesenjangan
menggelengkan kepala melihat
yang terjadi
hadir
perbedaan
dan
kesenjangan
-
yang
melihat
sosial
Kata perbedaan yang
sosial Kalimat yang tersusun
ada merupakan kata
jelas
ganti
menggambarkan
kritikan
tentang
sebuah
kesenjangan
dari
kesenjangan
sosial yang terjadi di lingkungan
yang
Istana
lingkungan
Negara
Republik
Indonesia.
sosial
terjadi
di
Istana
Negara.
Struktur Makro
Pilihan kata menunjukan fakta
(Stilistik)
yang terjadi. Dimana para tamu
adalah
Negara menyaksikan langsung
yang
kesenjangan sosial antara para
oleh
penguasa Negara dengan anak-
yang diundang untuk
anak jalanan yang merupakan
berkunjung ke Istana
kaum-kaum
Negara
minoritas
-
dan
Kata terpesona disini
rasa
ditimbulkan
tamu
termarjinalkan. Pada lirik lagu
kesenjangan
tersebut
yang terjadi.
kritik
digambarkan
sosial
dengan
dengan
ekspresi
Negara
yang
para
jelas
-
takjub
Kalimat
Negara
melihat
sosial
mengelus
tamu
dada adalah sebuah
berkunjung ke
ekspresi langsug dari
Istana Negara.
seseorang
yang
melihat kesenjangan
63
sosial tersebut.
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
dilakukan dengan menampilkan
yang hadir ke Istana
respon yang ditunjukan oleh para
Negara
tamu Negara. Kesenjangan sosial
menyaksikan
antara kaum penguasa dengan
kesenjangan
anak-anak
yang terjadi
jalanan
-
bekerja
mencari rezeki di lingkungan
-
Para
tamu
Negara
tekejud
sosial
Mengelus dada serta
Istana Negara menjadi hal yang
menggelengkan
ingin dikedepankan dalam lirik
kepala dalah respon
lagu. Hal tersebut membuat para
yang dilakukan oleh
tamu Negara merasa terkejud
mereka
dengan apa yang dilihat dan
melihat kesenjangan
dialaminya di Istana Negara
sosial antara kaum
Republik Indonesia
penguasa denga para
anak-anak
ketika
jalanan
yang termarjinalkan.
Pada bait keempat lirik lagu “Siang Sebrang Istana” ini masih
merepresentasikan kita mengenai pandangan pembuat teks lirik lagu ini tentang
kritik-kritik sosial dan kesenjangan sosial yang terjadi antara anak-anak jalanan dan
para penguasa Negara. Pada bait dilagu tersebut menampilkan situasi yang tidak jauh
berbeda dengan bait ketiga. Tema utama yang menjadi permasalahan dilagu ini
adalah kesenjangan sosial antara kaum penguasa yang bekerja di Istana Negara
Republik Indonesia dengan para anak-anak jalanan yang bekerja mencari rezeki di
lingkungan Istana Negara. Melihat berbagai perbedaan dan kesenjangan sosial yang
terjadi menimpa para anak-anak jalanan membuat para tamu Negara terkejud, heran
dan tidak percaya serta prihatin dengan apa yang terjadi serta mereka lihat secara
langsung.
64
Melihat perbedaan-perbedaan dan kesenjangan sosial yang terjadi, para tamu
Negara tak habis pikir mengapa hal tersebut bisa terjadi. Mereka harus meyaksikan
kejadian-kejadian yang sangat memprihatiankan dan tidak layak terjadi, dimana
kesenjangan sosial antara penguasa yang pakaian rapi, berdasi, mengenakan sepatu
pantopel mengkilat yang dikenakan, dengan keadaan anak-anak jalanan yang
berjuang sekuat tenaga dan bekerja mencari rezeki menjadi tukang semir sepatu demi
kelangsungan hidupnya. Miris memang melihat betapa sedihnya negri ini yang
dihinggapi ketidakmerataan penghasilan, pengkotak-kotakan serta kesenjangan sosial
yang sangat besar.
4.3.5
Unit Analisis 5
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan hidungmu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Tabel 4.5
Unit Analisis 5
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada lirik lagu tersebut tema
(Tematik)
utama
yang
Bukti
menjadi
suatu
-
Kritik
sosial
yang
ingin
dimunculkan
permasalahan dilagu ini adalah
adalah
kesenjangan sosial. Sikap tidak
kesenjangan
sosial
perduli
antara
kaum
dan
acuh
yang
bagaimana
ditunjukan oleh kaum penguasa
penguasa
terhadap para anak-anak jalanan
dengan
menjadi
sorotan
dari
bait
minoritas
seperti
tersebut.
Mereka
para
elite
anak-anak
jalanan
Negara
benar-benar
tidak
tidak
65
Negara
kaum
mendapat
memikirkan
nasib
para
perhatian
rakyatnya yang berada dibawah
garis kemiskinan.
Para anak-
dari
mereka.
-
Kesenjangan
sosial
anak jalanan harus berjuang
digambarkan dengan
demi
kebutuhan
sikap para penguasa
menjadi
Negara yang terkesan
memenuhi
sehari-hari
dengan
tukang
semir
dilingkungan
sepatu
Istana
acuh
Negara.
dan
tidak
perduli terhadap apa
Mereka merasa dicampakan oleh
yang
sikap penguasa Negara. Berbagai
anak-anak jalanan .
kesusahan yang dihadapi oleh
anak
jalanan
tidak
-
pernah
dialami
oleh
Para penguasa sama
sekali tidak mencium
mendapatkan perhatian dari para
adanya
anak-anak
penguasa Negara. Padahal hal
jalanan
yang
tersebut sangat dekat terjadi
memerlukan bantuan
dilingkungan
serta
Istana
Negara,
tetapi peristiwa tersebut sama
sekali
tidak
uluran
dari
yang
ingin
mereka.
tercium
keberadaannya oleh mereka para
penguasa Negara.
Superstruktur
Alur dalam bait lagu tersebut
(Skematik)
diawali
dengan
sikap
-
para
Skema
disampaikan
penguasa Negara yang berada
lirik
dibalik Istana Negara seakan
dimulai
tidak
ketidak pedulian para
memperdulikan
nasib
lagu
pada
tersebut
dengan
anak-anak jalanan. Hal inilah
penguasa
yang menjadikan kritik sosial
melihat
keadaan-
kepada kaum penguasa terhadap
keadaan
yang
kesejahteraan
menimpa rakyatnya.
masyarakatnya,
khususnya bagi mereka yang
termarjinalkan.
Keberadaan
anak-anak jalanan yang bekerja
66
-
Berbagai
keprihatinan
Negara
macam
yang
dialami oleh anak-
mencari rezeki sama-sekali tidak
anak jalanan sama
tercium oleh mereka, seharusnya
sekali
para
mendapatkan
penguasa
memperhatikan
terhadap
lebih
dan
perduli
kaum-kaum
yang
termarjinalkan.
tidak
perhatian
oleh
mereka
para
penguasa Negara.
-
Struktur Mikro
Sikap tidak perduli serta acuh
(Semantik)
para penguasa Negara terhadap
perbedaan
adanya anak-anak jalanan yang
terjadi
bekerja
menceritakan
mencari
lingkungan
menjadi
rezeki
Istana
hal
ditekankan
yang
dibait
-
di
Negara
Latar
tentang
yang
dilagu
bagaimana
ingin
ini
ketidak
pedulian antara kaum
tersebut.
penguasa
mencium
Berbagai macam permasalahan
keberadaan
yang dihadapi oleh anak jalanan
anak-anak jalanan.
sama sekali tidak mendapatkan
-
para
Pada kalimat seakan
perhatian. Sehingga mereka para
meludah diatas tubuh
anak-anak
merasa
yang resah dianggap
dicampakan oleh mereka yang
sebagai sikap ketidak
bekerja
pedulian
jalanan
di
Istana
Negara
Republik Indonesia
penguasa,
sehingga para anakanak jalanan merasa
dicampakan
oleh
mereka yang bekerja
di Istana Negara.
Struktur Mikro
Kalimat
yang
(Sintaksis)
merupakan sebuah sikap ketidak
bermakna
perdulian
mencampakan
serta
tersusun
-
menunjukan
Kata
meludah
kesombongan yang dilakukan
keberadaan
oleh mereka yang bekerja di
anak-anak jalanan
Istana
Negara
Republik
67
-
para
Kalimat ribuan jerit
Indonesia. Berbagai kesusahan-
didepan
kesusahan yang dialami oleh
menggambarkan
para anak-anak jalanan dalam
sikap tidak perduli
bekerja mencari rezeki seakan
yang dilakukan oleh
tidak diperhatikan oleh para
kaum
penguasa
kepada
Negara
yang
seharusnya membantu mereka
dalam
mengatasi
kemiskinan
hidungmu
penguasa
para
anak-
anak jalanan.
-
Maksud
kata
yang terjadi. Penguasa Negara
menggangu
seakan acuh, dan
adalah tidak mampu
bahwa
tidak peduli
disekelingnya
nampak
disini
merubah
sikap
rakyatnya hidup dibawah garis
penguasa untuk lebih
kemiskinan, sehingga
perduli
masih
sangat
uluran
tangan
untuk
terciptanya
mereka
membutuhkan
serta
dan
memperhatikan
bantuan
masyarakat
yang makmur dan dapat hidup
layak,
agar
tidak
ada
lagi
kesenjangan sosial dimasyarakat,
khususnya dikota-kota besar.
Struktur Makro
Pilihan kata menunjukan sebuah
(Stilistik)
reaksi atas sikap para penguasa
diatas
Negara
tidak
resah disini adalah
memperdulikan nasib anak-anak
pemilihan kata dari
jalanan.. Dimana para penguasa
mencampakan
tersebut
anak-anak
yang
seakan
memperlihatkan
-
tidak
Kalimat
meludah
tubuh
yang
para
jalanan
keberpihakan
yang berada dibawah
mereka kepada rakyat biasa yang
kemiskinan, sehingga
serba kekurangan sehingga harus
harus rela menjadi
bekerja menjadi tukang semir
tukang semir sepatu.
sepatu. Tidak adanya kepedulian
atas banyaknya penderitaan yang
68
-
Pemilihan kata ribuan
jerit
menandakan
dialami oleh anak-anak jalanan
banyaknya
membuat mereka mencampakan
penderitaan
anak-anak jalanan. Pada lirik
dialami oleh anak-
lagu
anak jalanan.
tersebut
kritik
sosial
digambarkan dengan jelas sikap
-
Kalimat
tak
yang
terasa
penguasa Negara merasa tidak
menggangu
mencium
memperlihatkan
keberadaan
kaum
termarjinalkan dan seakan acuh
sikap para penguasa
terhadap semua masalah yang
Negara
yang tidak
terjadi.
perduli
dan
acuh
terhadap
ketimpangan
sosial
yang terjadi
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
dilakukan
memperlihatkan
-
Para penguasa yang
dengan
bekerja
yang
Negara
respon
di
Istana
tidak
ditunjukan oleh para penguasa
memperdulikan nasib
negara. Ketidak perdulian sikap
anak-anak jalanan.
acuh
Keberadaan
para
rakyatnya menjadi hal utama
anak-anak
jalan
bagaimana penekanan dilakukan.
seperti
tidak
Kesenjangan sosial antara kaum
dianggap
oleh
penguasa
mereka
jalanan
dan
mencampakan
dengan
jelas
-
anak-anak
dirasakan
bagi
-
Mereka benar-benar
mereka yang bekerja sebagai
tidak
tukang
Para
nasib para rakyatnya
semir
sepatu.
memikirkan
penguasa
Negara
yang
yang berada dibawah
seharusnya
berpihak
serta
garis kemiskinan.
menciptakan kemakmuran dan
kehidupan
rakyatnya
yang
layak
malah
Tak
terasa
bagi
menggangu
dalah
tidak
respon
yang
memikirkan nasib para anak-
69
-
dilakukan oleh para
anak jalanan.
penguasa
Negara
terhadap
keadaan
yang
sangat
memperhatikan
menimpa para anakanak jalanan disekitar
mereka.
Pada bait kelima yang menjadi reff dari lagu ini, yaitu gagasan atas kritikkritik sosial serta kesenjangan sosial yang ingin disampaikan oleh pengarang lagu.
Didalam teks lagu tersebut terlihat jelas pemandangan dimana para penguasa Negara,
petinggi dan elite pemerintahan bersikap acuh, angkuh, sombong dan terkesan tidak
peduli bahwa disekelingnya nampak rakyatnya masih amat sangat membutuhkan
kemakmuran. Banyak anak-anak jalanan yang harus bekerja untuk menyambung
hidupnya. Saat ini yang dibuthkan adalah realisasi kepedulian para penguasa Negara
bersama petinggi-petinggi Negara untuk ikut turun tangan membantu dan
menyelesaikan masalah yang terjadi, bukan sekedar janji dan omong kosong belaka,
seolah menganggap kami tidak ada dengan keadaan saat ini yang kami rasakan. Miris
memang melihat apa yang dirasakan oleh masyarakat kelas bawah dalam menjalani
kehidupannya, anak-anak kecil yang masih dibawah umur rela melakukan pekerjaan
orang dewasa untuk mencari rezeki.
Kekurangan, kemiskinan, dan kesengsaraan yang terjadi pada bait lagu diatas,
adalah apa yang sesuangguhnya rakyat rasakan, banyak sekali anak-anak jalanan
yang rela berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan mereka sampai
meringis kesakitan akibat kelaparan, dan pada lagu tersebut telihat jelas makna yang
ingin disampaikan adalah bagaimana sikap petingi negeri ini yang seolah tak
70
mencium dan apa yang sesungguhnya terjadi di sekelilingnya, tentang keadaan,
tentang rakyat dan, tentang kesengsaraan.
4.3.6
Unit Analisis 6
Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit didepan matamu
Namun yang ku tahu tak terasa mengganggu
Tabel 4.6
Unit Analisis 6
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada lirik lagu tersebut tema
(Tematik)
utama
yang
Bukti
menjadi
-
suatu
Kritik
sosial
yang
ingin
dimunculkan
permasalahan dilagu ini adalah
adalah
kesenjangan sosial. Sikap tidak
kesenjangan
sosial
perduli
antara
kaum
dan
acuh
yang
bagaimana
ditunjukan oleh kaum penguasa
penguasa
terhadap para anak-anak jalanan
dengan
menjadi
sorotan
dari
bait
minoritas
seperti
tersebut.
Mereka
para
elite
anak-anak
jalanan
Negara
benar-benar
tidak
tidak
para
perhatian
memikirkan
nasib
rakyatnya yang berada dibawah
garis kemiskinan.
Para anak-
Negara
kaum
mendapat
dari
mereka.
-
Kesenjangan
sosial
anak jalanan harus berjuang
digambarkan dengan
demi
kebutuhan
sikap para penguasa
menjadi
Negara yang terkesan
memenuhi
sehari-hari
dengan
tukang
semir
dilingkungan
sepatu
Istana
Negara.
Mereka merasa dicampakan oleh
71
acuh
dan
tidak
perduli terhadap apa
yang
dialami
oleh
sikap penguasa Negara. Berbagai
kesusahan yang dihadapi oleh
anak
jalanan
tidak
anak-anak jalanan .
-
Para penguasa sama
pernah
sekali menutup mata
mendapatkan perhatian dari para
denga permasalahan
penguasa Negara. Padahal hal
yang dirasakan oleh
tersebut sangat dekat terjadi
anak-anak
dilingkungan
Negara,
padahal merka sangat
tetapi peristiwa tersebut sama
memerlukan bantuan.
Istana
jalanan,
sekali tidak terlihat dimata para
mereka para penguasa Negara
Superstruktur
Alur dalam bait lagu tersebut
(Skematik)
diawali
dengan
sikap
-
para
Skema
yang
ingin
disampaikan
pada
penguasa Negara yang berada
lirik
dibalik Istana Negara seakan
dimulai
tidak
ketidak pedulian para
memperdulikan
nasib
lagu
tersebut
dengan
anak-anak jalanan. Hal inilah
penguasa
yang menjadikan kritik sosial
melihat
keadaan-
kepada kaum penguasa terhadap
keadaan
yang
kesejahteraan
menimpa rakyatnya.
masyarakatnya,
khususnya bagi mereka yang
termarjinalkan.
Keberadaan
-
Negara
Berbagai
macam
keprihatinan
yang
anak-anak jalanan yang bekerja
dialami oleh anak-
mencari rezeki sama-sekali tidak
anak jalanan sama
terlihat oleh mereka dan para
sekali
penguasa
mendapatkan
Negara
seperti
tidak
menutup mata dengan keadaan
perhatian
oleh
yang dialami oleh anak-anak
mereka
para
jalanan,
penguasa Negara
seharusnya
para
penguasa lebih memperhatikan
dan perduli terhadap kaum-kaum
yang termarjinalkan.
72
Struktur Mikro
Sikap tidak perduli serta acuh
(Semantik)
para penguasa Negara terhadap
perbedaan
adanya anak-anak jalanan yang
terjadi
bekerja
menceritakan
mencari
lingkungan
menjadi
rezeki
Istana
hal
ditekankan
yang
dibait
-
di
Negara
Latar
tentang
yang
dilagu
bagaimana
ingin
ini
ketidak
pedulian antara kaum
tersebut.
penguasa
melihat
Berbagai macam permasalahan
keberadaan
yang dihadapi oleh anak jalanan
anak-anak
sama sekali tidak mendapatkan
dan seperti menutup
perhatian. Sehingga mereka para
mata
anak-anak
kesenjangan sosial
jalanan
merasa
dicampakan oleh mereka yang
bekerja
di
Istana
-
Negara
para
jalanan,
melihat
Pada kalimat seakan
meludah diatas tubuh
Republik Indonesia
yang resah dianggap
sebagai sikap ketidak
pedulian
penguasa,
sehingga para anakanak jalanan merasa
dicampakan
oleh
mereka yang bekerja
di Istana Negara.
Struktur Mikro
Kalimat
yang
(Sintaksis)
merupakan sebuah sikap ketidak
bermakna
perdulian
mencampakan
serta
tersusun
-
menunjukan
Kata
meludah
kesombongan yang dilakukan
keberadaan
oleh mereka yang bekerja di
anak-anak jalanan
Istana
Negara
Republik
-
para
Kalimat ribuan jerit
Indonesia. Berbagai kesusahan-
didepan
kesusahan yang dialami oleh
menggambarkan
para anak-anak jalanan dalam
sikap tidak perduli
73
hidungmu
bekerja mencari rezeki seakan
yang dilakukan oleh
tidak diperhatikan oleh para
kaum
penguasa
kepada
Negara
yang
seharusnya membantu mereka
dalam
mengatasi
kemiskinan
penguasa
para
anak-
anak jalanan.
-
Maksud
kata
yang terjadi. Penguasa Negara
menggangu
seakan acuh, dan
adalah tidak mampu
bahwa
tidak peduli
disekelingnya
nampak
disini
merubah
sikap
rakyatnya hidup dibawah garis
penguasa untuk lebih
kemiskinan, sehingga
perduli
masih
sangat
uluran
tangan
untuk
terciptanya
mereka
membutuhkan
serta
dan
memperhatikan
bantuan
masyarakat
yang makmur dan dapat hidup
layak,
agar
tidak
ada
lagi
kesenjangan sosial dimasyarakat,
khususnya dikota-kota besar
Struktur Makro
Pilihan kata menunjukan sebuah
(Stilistik)
reaksi atas sikap para penguasa
diatas
Negara
tidak
resah disini adalah
memperdulikan nasib anak-anak
pemilihan kata dari
jalanan.. Dimana para penguasa
mencampakan
tersebut
anak-anak
yang
seakan
memperlihatkan
-
tidak
Kalimat
meludah
tubuh
yang
para
jalanan
keberpihakan
yang berada dibawah
mereka kepada rakyat biasa yang
kemiskinan, sehingga
serba kekurangan sehingga harus
harus rela menjadi
bekerja menjadi tukang semir
tukang semir sepatu.
sepatu. Tidak adanya kepedulian
-
Pemilihan kata ribuan
atas banyaknya penderitaan yang
jerit
dialami oleh anak-anak jalanan
banyaknya
membuat mereka mencampakan
penderitaan
anak-anak jalanan. Pada lirik
dialami oleh anak-
74
menandakan
yang
lagu
tersebut
kritik
sosial
digambarkan dengan jelas sikap
anak jalanan.
-
Kalimat
tak
terasa
penguasa Negara merasa yang
menggangu
menutup mata dengan adanya
memperlihatkan
keberadaan kaum termarjinalkan
sikap para penguasa
serta
Negara
yang tidak
perduli
dan
seakan
acuh
terhadap
semua masalah yang terjadi.
acuh
terhadap
ketimpangan
sosial
yang terjadi
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
dilakukan
memperlihatkan
-
Para penguasa yang
dengan
bekerja
yang
Negara
respon
di
Istana
tidak
ditunjukan oleh para penguasa
memperdulikan nasib
negara. Ketidak perdulian sikap
anak-anak jalanan.
acuh
Keberadaan
para
rakyatnya menjadi hal utama
anak-anak
jalan
bagaimana penekanan dilakukan.
seperti
tidak
Kesenjangan sosial antara kaum
dianggap
oleh
penguasa
mereka
jalanan
dan
mencampakan
dengan
jelas
-
anak-anak
dirasakan
bagi
-
Mereka benar-benar
mereka yang bekerja sebagai
tidak
tukang
Para
nasib para rakyatnya
semir
sepatu.
memikirkan
penguasa
Negara
yang
yang berada dibawah
seharusnya
berpihak
serta
garis kemiskinan.
menciptakan kemakmuran dan
kehidupan
rakyatnya
yang
layak
malah
-
Tak
terasa
bagi
menggangu
dalah
tidak
respon
yang
memikirkan nasib para anak-
dilakukan oleh para
anak jalanan.
penguasa
Negara
terhadap
keadaan
yang
75
sangat
memperhatikan
menimpa para anakanak jalanan disekitar
mereka.
Pada bait keenam dari lagu ini, yaitu gagasan atas kritik-kritik sosial serta
kesenjangan sosial yang ingin disampaikan oleh pengarang lagu. Didalam teks lagu
tersebut tidak jauh berbeda dengan lirik lagu di bait ke lima. Hal ini terlihat jelas
pemandangan dimana para penguasa Negara, petinggi dan elite pemerintahan
bersikap acuh, angkuh, sombong dan terkesan tidak peduli bahwa disekelingnya
nampak rakyatnya masih amat sangat membutuhkan kemakmuran. Banyak anak-anak
jalanan yang harus bekerja untuk menyambung hidupnya. Saat ini yang dibuthkan
adalah realisasi kepedulian para penguasa Negara bersama petinggi-petinggi Negara
untuk ikut turun tangan membantu dan menyelesaikan masalah yang terjadi, bukan
sekedar janji dan omong kosong belaka, seolah menganggap kami tidak ada dengan
keadaan saat ini yang kami rasakan. Miris memang melihat apa yang dirasakan oleh
masyarakat kelas bawah dalam menjalani kehidupannya, anak-anak kecil yang masih
dibawah umur rela melakukan pekerjaan orang dewasa untuk mencari rezeki.
Kekurangan, kemiskinan, dan kesengsaraan yang terjadi pada bait lagu diatas,
adalah apa yang sesuangguhnya rakyat rasakan, banyak sekali anak-anak jalanan
yang rela berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan mereka sampai
meringis kesakitan akibat kelaparan, dan pada lagu tersebut telihat jelas makna yang
ingin disampaikan adalah bagaimana sikap petingi negeri ini yang seolah tidak
melihat apa yang sesungguhnya terjadi di sekelilingnya. Mereka juga menutup mata
76
dengan keadaan para rakyatnya yang masih hidup kekurangan dan berada didalam
kesengsaraan.
4.3.7
Unit Analisis 7
Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi sikecil siang tadi
Dia berdiri malas melangkahkan kaki
Diraihnya mimpi digenggam tak dilepaskan lagi
Tabel 4.6
Unit Analisis 6
Struktur Wacana
Hal Yang Diamati
Struktu Makro
Pada lirik lagu tersebut tema
(Tematik)
utama
yang
Bukti
menjadi
-
suatu
Kritik
sosial
ingin
dimunculkan
adalah
permasalahan dilagu ini adalah
telah
diperjuangkan.
ashar
seorang
anak tukang semir
Mereka
sepatu
adzan
yang
dilakukan
harus bekerja hingga sore hari,
suara
bagaimana
perjuangan
ketidak sesuaian atas apa yang
yang
yang
harus
melakukan pekerjaan
menjadi
orang dewasa demi
kehidupan
penanda untuk mereka untuk
yang
layak.
segera menunaikan kewajiban
sebagai umat beragama. Para
anak-anak jalanan seolah tak
-
Para
anak-anak
jalanan
bahwa
percaya
suatu
saat
mereka dapat hidup
mampu
sesuatu
menghadapi
ketidak
kesengsaraan
segala
adilan
yang
dan
terjadi.
berkecukupan
mereka
77
dapat
mewujudkan mimpimimpi tersebut
Harapan besar akan masa depan
dan
yang selalu ia percaya akan lebih
baik lagi akan terus ada didalam
hati mereka. Dari situlah si anak
mulai bangkit kembali untuk
berjuang.
Superstruktur
Alur dalam bait lagu tersebut
(Skematik)
diawali dengan suara adzan yang
disampaikan
terdengar.
lirik
Hal
-
tersebut
Skema
yang
ingin
pada
lagu
tersebut
menandakan bahwa waktu sore
dimulai
hari mulai tiba, dimana mereka
suara
harus bergeas kembali pulang
yang
setelah bekerja menjadi tukang
menandakan
semir sepatu. Anak-anak jalanan
sore hari akan segera
tidak seharusnya bekerja hingga
tiba.
sore
hari
kebutuhan
untuk
memenuhi
sehari-hari,
-
inilah
hadirnya
adzan
ashar
menggema,
Para
bahwa
anak-anak
jalanan
harus
yang menjadikan kritik sosial
menunda
untuk
dilagu tersebut. Bagaimana kerja
berharap
kehidupan
keras yang dilakukan para anak-
yang
layak
dari
anak jalanan demi mewujudkan
segala
usaha
yang
segala impian dan harapan agar
telah dilakukan pada
segera terealisasi.
hari itu.
-
Mereka
yakin
dan
percaya bahwa suatu
saat
mewujudkan
impiannya
78
dapat
segala
Struktur Mikro
Rasa
lelah
akibat
seharian
(Semantik)
bekerja sebagai tukang semir
ini
sepatu harus mereka lawan demi
kondisi
segala harapan dan keinginan
sore
yang selama ini didambakan.
keadaan para anak
Memang hal tersebut hingga saat
jalanan
ini belum terjadi, tetapi mereka
akibat
terus percaya dan yakin jika
bekerja.
suatu saat impian mereka akan
bisa
diwujudkan.
-
-
Mereka
Latar pada bait dilagu
menceritakan
menjelang
har,
dimana
yang
lelah
seharian
Pada
kalimat
buyarkan
mimpi
berharap agar kemiskinan yang
dilagu ini memiliki
mereka alami segera berganti
maksud yang berarti
dengan
mimpi-mimpi
kemakmuran,
kesejahteraan dan kebahagian.
anak
jalanan harus terhenti
sementara.
Struktur Mikro
Kalimat yang tersusun terangkai
(Sintaksis)
menjadi kesatuan utuh dan yang
bermaksud
berakhir pada pengharapan atas
terealisasinya mimpi-
mimpi-mimpi para anak jalanan.
mimpi
Mimpi
diharapkan oleh para
yang
besar
-
untuk
memperoleh kehidupan layak,
agar mereka para anak-anak
Kata diraihnya mimpi
yang
anak jalanan.
-
Kalimat ribuan jerit
tidak lagi turun kejalan untuk
didepan
hidungmu
bekerja sebagai tukang semir
menggambarkan
sepatu.
sikap tidak perduli
yang dilakukan oleh
kaum
kepada
penguasa
para
anak-
anak jalanan.
-
Maksud
menggangu
kata
disini
adalah tidak mampu
79
merubah
sikap
penguasa untuk lebih
perduli
dan
memperhatikan
Struktur Makro
Pilihan kata menunjukan sebuah
(Stilistik)
reaksi atas pengharapan tentang
ashar
segala nasib yang lebih baik.
waktu yang semakin
Dimana para anak-anak jalanan
sore,
bekerja menjadi tukang semir
sudah bekerja hingga
sepatu hingga suara adzan ashar
sore hari.
terdengar dikupingnya. Tetapi
apa
yang
mereka
-
-
harapkan
Kalimat gema adzan
menandakan
tanpa
terasa
Pemilihan
kata
diraihnya
mimpi
belum juga terjadi. Anak-anak
digenggam
tak
jalanan harus rela melangkah
dilepaskan
lagi
kembali dalam menggapai segala
bermakna
jika
impiannya
mimpi-mimpi
para
pada
hari-hari
selanjutnya. Anak-anak jalanan
anak jalanan sudah
selalu menyimpan harapan besar
dapat
akan masa depan yang selalu ia
tidak akan dibiarkan
percaya akan lebih baik lagi.
untuk
diwujudkan
lepas
dari
hidupnya.
Struktur Makro
Pada lirik lagu ini penekanan
(Retoris)
dilakukan
memperlihatkan
yang
tidak
-
Para
anak-anak
dengan
jalanan rela bekerja
perjuangan
keras sebagai tukang
kenal
waktu,
semir
sepatu
perjuangan dilakukan oleh anak-
kehidupan
anak
layak.
jalanan
yang
bekerja
sebagai tukang semir sepatu
hingga
sangat
menjelang
sore
memberatkan
-
demi
yang
Keyakinan
akan
hari
mimpi-mimpi
besar
bagi
yang dimiliki oleh
mereka. Tetapi hal itu dipilih
anak-anak
oleh mereka sebagai jembata
menjadikannya
80
jalanan
untuk meraih mimpi-mimpinya
bertahan pada situasi
dan
yang berat.
juga
untuk
memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Mereka
yakin jika kelak suatu saat roda
kehidupan akan terus berputar
dan mereka dapat merasakan
kehidupan yang lebih layak dari
apa yang mereka alami saat ini.
Pada
bait
ketujuh
lirik
lagu
“Siang
Sebrang
Istana”
ini
masih
merepresentasikan kita mengenai pandangan pembuat teks lirik lagu ini tentang
perjuangan yang dialami oleh para anak-anak jalanan dalam menggapai impiannya.
Banyak anak-anak jalanan yang harus bekerja untuk menyambung hidupnya. Segala
upaya dilakukan oleh mereka dalam mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Para anakanak jalanan rela bekerja keras hingga menjelang sore hari sebagai tukang semir
sepatu demi kehidupan yang lebih layak. Mereka rela melakukan pekerjaan orang
dewasa tersebut sebagai jembata untuk meraih cita-citanya.
Pada bait penutup dalam lagu ini, kritik sosial digambarkan dengan
menampilkan ketidak sesuaian keadaan dan kondisi, mereka bekerja keras demi
mimpi-mimpi dan cita-cita yang tinggi akan kehidupan yang lebih baik, makmur dan
sejahtera. Para anak-anak jalanan yang bekerja sebagai tukang semir sepatu seolah
tak mampu menghadapi itu semua. Harapan besar akan masa depan yang selalu ia
percaya menjadi satu-satunya semangat untuk mulai bangkit dan berjuang setiap
harinya.
81
4.4
Pembahasan
4.4.1
Dimensi Teks
Lagu ini terdapat banyak kritik-kritik sosial tentang kerasnya kehidupan di ibu kota,
penulis menemukan bahwa gagasan umum atau tema sentral yang berusaha
dimunculkan dalam wacana lirik lagu ini mengenai ketidak setujuan pembuat teks
lirik terhadap . Hal tersebut dipengaruhi oleh realitas tersebut pada situasi dan
keadaan yang terjadi, dimana banyak anak kecil tidak seharusnya berada disituasi
seperti itu, tetapi apa daya keadaan membuat mereka harus tetap berjuang demi
memenuhi kebutuhan ekonominya walaupun harus menjadi tukang semir sepatu.
Terdapat sebuah alur atau skema tertentu yang berusaha untuk ditonjolkan
dalam wacana lirik lagu seperti, bait pembuka, reff dan bait peutup. Pola penyusunan
skematik lirik lagu ini menjadi deskripsi yang mendukung tema sentral dalam
struktur makro teks dimana gagasan utama diletakan pada bait reff. Penggunaan
metafora ini selain sebagai alasan estetik, juga memiliki tendensi sebagai
pembungkus wacana lirik lagu yang menonjolkan bagaimana kritikan serta sikap
perlawanan atas situasi – situasi dinilai memberikan beban terhadap seorang anak
yang termarjinalkan seperti tukang semir sepatu.
Keberadaan anak jalanan yang ada di Jakarta ini memiliki risiko sendiri bagi
mereka. Contohnya, anak jalanan sangat rentan menjadi korban eksploitasi, tindak
kekerasan, dan korban pelecehan seksual. Permasalahan anak jalanan ini merupakan
masalah bersama yang harus dicari solusinya bersama. Untuk mencegah
bermunculannya anak jalanan lainnya yang harus berjuang mencari rezeki dijalanan.
Terdapat faktor yang melatar belakangi anak-anak jalanan menjadi pelaku ekonomi
dijalanan salah satunya adalah karena kemiskinan, kurangnya materi yang diperlukan
82
untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan keperluan hidup. Masalah kemiskinan ini
merupakan suatu faktor yang dapat menyebabkan seorang anak harus mampu dan
bertahan untuk mendapatkan penghasilan. Kemiskinan merupakan masalah utama
bagi semua anak jalanan, hampir semua dari mereka yang hidup dijalanan merupakan
masyarakat miskin dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,
sehingga para anak terpaksa harus membantu mencari uang untuk bertahan hidup.
Terlihat jelas kurangnya kepedulian masyarakat melihat realitas yang terjadi
dan juga minimnya campur tangan pemerintah terhadap kehidupan anak-anak
jalanan. Sehingga anak kecil tersebut harus berjuang untuk kehidupan dan masa
depannya sendiri. Padahal seperti diketahui dalam Undang-undang Republik
Indonesia No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dijelaskan:
a) Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiaptiap warga negaranya, termasuk perlindungan terhadap hak anak yang
merupakan hak asasi manusia;
b) Bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam
dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya;
c) Bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita
perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat
khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa
depan
d) Bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut,
maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan
berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak
mulia, perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan
kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hakhaknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi
e) Bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan
dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat
menjamin pelaksanaannya
f) Bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai
anak dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan
dengan perlindungan anak
g) Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a, b, c, d, e, dan f perlu
ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak
83
Melihat situasi saat ini nampaknya dengan adanya Undang-undang Republik
Indonesia No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak masih jauh dari harapan..
Banyaknya anak-anak yang hidup dijalanan sangatlah miris, terlebih lagi situasi ini
terjadi di Jakarta yang merupakan sebuah Ibu kota Negara Indonesia. Anak-anak
yang masih dibawah umur seharusnya mendapatkan hak-haknya sebagai warga
Negara Indonesia.
Dijelaskan dalam undang-undang tentang hak-hak anak yang seharusnya
mendapatkan perlindungan dari Negara. Anak kecil seharusnya memiliki waktu
untuk mengembangkan dirinya sehingga dapat memajukan bangsa Indonesia agar
kelak dapat menjadi generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa Indonesia,
tetapi pada realitanya banyak anak kecil yang tidak memiliki kesempatan tersebut
sehingga mengharuskan mereka bekerja diusia muda, anak adalah bagian dari hak
asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga,
masyarakat, pemerintah, dan Negara.
Pemerintah yang seharusnya lebih mementingkan kepentingan rakyatnya
seakan acuh, angkuh, sombong dan terkesan tidak peduli dengan realitas yang terjadi.
Seharusnya pemerintah bergerak cepat terhadap realitas yang terjadi seperti ini.
Bantuan dan uluran tangan pemerintah sangat amat diharapkan agar terwujudnya
kemakmuran dinegeri kita. Tetapi apa yang terjadi sesungguhnya tidaklah
mencerminkan sikap tanggap dari pemerintah. Bagaimana bisa pemerintah mengatasi
masalah ini jika terdapat kasus korupsi dimana-mana. Negeri ini akan semakin
berantakan jika KKN masih mendarah daging ditubuh pemerintahan bangsa
Indonesia. Saat ini yang dibuthkan adalah realisasi kepedulian para petinggi Negara,
bukan sekedar janji dan omong kosong belaka.
84
Miris melihat keadaan yang terjadi, kemakmuran dan kesejahteraan yang
seharusnya menjadi prioritas utama petinggi dan elite pemerintahan seakan hanya
menjadi wacana semata yang tidak dapat diwujudkan oleh bangsa Indonesia.
Pemerintah tidak dapat bertindak cepat terhadap permasalahan yang ada, jumlah anak
jalanan di Jakarta meningkat secara signifikan. Hal ini jelas membawa dampak buruk
bagi anak jalanan yang seharusnya dapat tumbuh secara wajar. Masalah anak jalanan
yang ada di Jakarta terjadi dari tahun ke tahun, dan jumlahnya selalu meningkat.
Berbagai macam cara dan upaya sebetulnya sudah dilakukan oleh pemerintah dengan
pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Anak. Lembaga yang didirikan pada
tanggal 26 Oktober 1998 di Jakarta ini dibuat oleh pemerintah untuk tujuan
memantau, memajukan, dan melindungi hak anak, serta mencegah berbagai
kemungkinan pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh Negara. Tetapi bisa dilihat
sendiri peran Komisi Nasional Perlindungan Anak belum maksimal, buktinya masih
saja banyak anak-anak kecil yang harus hidup mencari rezeki dijalanan.Saat ini
memang belum banyak yang dapat dilakukan oleh Komisi Nasional Perlindungan
Anak. Memang pemerintah dalam hal ini tidak bisa disalahkan sepenuhnya,
lingkungan dan keluargalah yang dapat membentuk para anak-anak untuk
berkembang menjadi pribadi yang unggul demi memajukan Indonesia serta meraih
segala impiannya.
Kepedulian
pemerintah
dalam
menyelesaikan
masalah-masalah
yang
berkaitan dengan anak sangatlah diharapkan masyarakat, pemerintah harus lebih
bekerja ekstra keras untuk mewujudkan hak-hak anak sesuai dengan Undang-undang
Republik Indonesia No 23 Tahun 2002. Kemakmuran dan kesejahteraan yang
diharapkan oleh masyarakat Indonesia sangat didambakan oleh rakyat. Agar suatu
85
saat tidak ada lagi anak-anak yang salah langkah, sehingga merka tidak lagi harus
hidup di jalanan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan mendapatkan perlakuanperlakukan yang tidak patut diterima sebagai seorang anak.
4.4.2
Dimensi Kognisi Sosial
Dalam pandangan Van Dijk, analisis wacana tidak dibatasi hanya pada
struktur teks, karena struktur wacana itu sendiri menunjukan atau menandakan
sejumlah makna, pendapat dan ideologi. Melalui analisis kognisi sosial peneliti
menganalisis bagaimana kognisi sosial sang komunikator dalam memahami
seseorang atau sebuah peristiwa tertentu yang akan ditulis kedalam sebuah teks,
dalam penelitian ini yang menjadi komunikator dalam lagu Sore Tugu Pancoran dan
Siang Sebrang Istana adalah Iwan Fals.
Kognisi sosial didasarkan pada anggapan umum yang tertanam yang akan
digunakan untuk memandang suatu peristiwa yang terjadi. Iwan Fals sejatinya
merupakan sosok yang sangat fenomenal dan berpengaruh terhadap perkembangan
musik diblantika musik Indoneisa. Iwan Fals yang telah lama berkecimpung dalam
dunia musik, memulai karirnya dari bawah sampai menjadi sumber inspirasi banyak
orang bukanlah hal yang mudah. Karya-karyanya hampir selalu mewakili sisi lain
kehidupan masyarakat. Dirinya tidak hanya tenar lewat lagu-lagunya saja tetapi juga
menjadi legnda hidup musik Indonesia, berkat keberaniannya dalam menciptakan
lagu-lagu tersebut yang berlirik tajam tentang ketidakadailan yang ada di Indonesia.
Pada awal kemunculannya di blantika musik Indonesia ia banyak membuat
lagu bertemakan kritikan terhadap pemerintah, melaui lagu-lagu seperti Sore Tugu
Pancoran dan Siang Sebrang Istana Iwan Fals mencoba mengkritik situasi-situasi
86
tentang kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan sosial, pengkotak-kotakan dan segala
sesuatu yang merugikan masyarakat kecil.
Berbagai macam faktor yang melatar belakangi kenapa ia selalu mencurahkan
hati dan pikirannya melalui lagu, sebagai musisi yang memiliki keinginan besar
untuk melihat bangsanya menjadi maju dan besar dirinya merasa banyak
ketidakadlian yang terjadi, kritik-kritik sosial mengenai para kaum yang
termarjinalkan seakan menjadi sampah. Pada lagu ini terdapat beberapa pendapat dan
ideologi penulis lirik dalam melakukan pemaknaan terhadap peristiwa berdasarkan
yang ia lihat, dengar dan rasakan ketika dituangkan dalamsebuah lirik yang
dilatarbelakangi oleh, kesenjangan sosial yang terjadi nampak jelas terlihat,
ketidakseimbangan, perbedaan, serta ketidakberdayaan kalangan bawah dalam yang
hanya menjadi hiasan bagi mereka para penguasa Negara . Hal tersebutlah yang
menjadikan
inspirasi
dalam
membuat
lagu,
Betapa
sedihnya
negeri
ini,
ketidakmerataan penghasilan, pengkotak-kotakan yang terjadi seperti sudah menjadi
sebuah tradisi yang tak dapat diubah oleh apapun. Terlihat jelas kurangnya
kepedulian masyarakat melihat realitas yang terjadi dan juga minimnya campur
tangan pemerintah terhadap. Pemerintah yang seharusnya lebih mementingkan
kepentingan rakyatnya seakan acuh, angkuh, sombong dan terkesan tidak peduli
dengan realitas yang terjadi. Hal tersebut banyak terjadi dan dilihat serta dialami
langsung oleh Iwan Fals.
Seharusnya pemerintah bergerak cepat terhadap realitas yang terjadi seperti
ini. Bantuan dan uluran tangan pemerintah sangat amat diharapkan agar terwujudnya
kemakmuran dinegeri kita. Pemerintah diharapkan agar bekerja ekstra keras untuk
87
mewujudkan hak-hak masyarakat. Kemakmuran dan kesejahteraan yang diharapkan
oleh masyarakat Indonesia sangat didambakan oleh rakyat.
4.6
Dimensi Konteks Sosial
Dimensi ketiga dari analisis van Dijk adalah analisis sosial. Wacana adalah
bagian dari wacana yang berkembang dalam masyarakat., sehingga untuk meneliti
teks perlu dilakukan analisis intertekstual dengan meneliti bagaimana wacana tentang
suatu hal diproduksi dan dikonstruksi dalam masyarakat.
Tidak mengherankan apabila nama Iwan Fals dimasukan dalam orang yang
sangat berpengaruh di Negara ini. Karya-karyanya masih terus bergema di manamana dan kapan saja dari kota besar di Indonesia maupun di daerah-daerah. Dirinya
berhasil membuat rakyat mendukung dalam melakukan kritikan-kritikan lewat
sebuah lagu. Lewat lagu “Siang Sebrang Istana” dirinya mampu memberikan
pemahaman kepada masyarakat tentang kritik-kritik sosial melalui sebuah lagu. Iwan
Fals yang banyak memiliki pengemar terus membela hak-hak para masyarakat kelas
bawah dan anak-anak jalanan yang termarjinalkan. Dirinya bersuara lantang ditengah
banyaknya ancaman-ancaman yang ditujukan kepadanya. Lagu-lagunya yang syarat
akan kritikan tajam terhadap pemerintah dan ketidak beradaan kaum yang
termarjinalkan menjadikan ujung tombak perubahan bangsa Indonesia. Lagu-lagunya
diharapkan dapat dihayati oleh setiap lapisan masyarakat sehingga aspirasinya dapat
didengar dan direalisasikan oleh para penguasa Negara yang menjalankan roda
pemerintahan bangsa Indonesia.
Hingga saat ini masih banyaknya ketidakadilan dan keserakahan yang ada
pada bangsa ini. Hal ini mendasari Iwan Fals berteriak lantang diikuti jeritan dan
lambaian bendera jutaan fans fanatiknya, masalah ketidakadlian yang terjadi, kritik-
88
kritik sosial mengenai masayrakat kelas bawah yang seakan termarjinalkan di
negaranya sendiri masih dialami oleh masyarakat Indonesia. Banyaknya kesenjangan
sosial, ketidakseimbangan, perbedaan, serta ketidakberdayaan kalangan bawah jelas
terlihat adanya. Sebagai seorang musisi dirinya berhak mengeluarkan karya yang
dapat memberikan perubahan bagi masyarakat. Ditambah sosok iwan fals yang
memiliki kharisma kuat untuk membimbing para pendengarnya untuk terus
meneriakan kritik-kritik tetang ketidakadilan di Indonesia
Dirinya yakin melalui lagu perubahan dapat didengar oleh semua kalangan,
tidak heran jika dirinya seringkali menteror pemerintah dalam mengambil kebijakankebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Khususnya para masyarakat
miskin dan termarjinalkan. Sore Tugu Pancoran dan Siang Sebrang Istana merupakan
lagu yang bertemakan kritik sosial terhadap segala sesuatu yang tidak adil dan patut
untuk diperjuangkan. Melalui lagu ini Iwan Fals berharap agar aspirasinya dapat
didengar dan diterima, sehingga mempunyai dampak besar bagi perubahan bangsa
Inodesia kearah yang lebih baik lagi.
89
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dari bab sebelumnya, maka peneliti menarik
kesimpulan sebagai berikut :
a. Struktu Teks
Dalam analisis terhadap dimensi teks yang dijelaskan pada Struktur
Makro, Super Struktur dan Mikro, penulis menemukan bahwa gagasan
umum atau tema sentral yang berusaha dimunculkan dalam wacana lirik
lagu ini mengenai ketidak setujuan pembuat teks lirik terhadap
kemiskinan, kesenjangan sosial, keberpihakan serta pengkotak-kontakan
yang terjadi dikota-kota besar di Indonesia. Terdapat sebuah alur atau
skema tertentu yang berusaha untuk ditonjolkan dalam wacana lirik lagu
seperti, bait pembuka, reff dan bait peutup. Pola penyusunan skematik
lirik lagu ini menjadi deskripsi yang mendukung tema sentral dalam
struktur makro teks dimana gagasan utama diletakan pada bait reff.
Penggunaan metafora ini selain sebagai alasan untuk membungkus
wacana lirik lagu “Siang Sebrang Istana” yang menonjolkan bagaimana
kritikan serta sikap perlawanan atas situasi – situasi yang terjadi
b. Kognisi Sosial
Berdasarkan kognisi sosial, penulis melihat beberapa pendapat dan
ideologi penulis lirik dalam melakukan pemaknaan terhadap peristiwa
berdasarkan yang ia lihat, dengar dan rasakan ketika dituangkan dalam
sebuah lirik yang dilatarbelakangi oleh beberapa hal seperti pengetahuan
90
penilaian dia terhadap peristiwa tersebut. Artinya penulisan lirik ini
dilandasi oleh kesadaran tinggi tentang situasi-situasi yang tidak
seharusnya terjadi, sehingga memuat berbagai perlawanan yang berupa
kritik sosial didalam lirik nya.
c. Konteks Sosial
Dalam aspek konteks sosial yang membuat lahirnya lirik ini berkaitan erat
dengan wacana yang berkembang dikalangan masyarakat luas mengenai
ketidakadlian, kesenjangan sosial, ketidakseimbangan, perbedaan, serta
ketidakberdayaan yang terjadi pada masyarakat kelas bawah di Indonesia
menjadikan lagu Siang Sebrang Istana sebagai sarana kritik sosial.
5.2
Saran
Dari perjalanan panjang menyelami permasalahan dalam penelitian ini,
penulis telah merumuskan saran-saran yang mudah-mudahan dapat berguna. Berikut
ini adalah saran yang telah penulis rangkum :
1. Diharapkan peneliti yang akan melakukan penelitian selanjutnya, disarankan
untuk mencari dan membaca referensi lain lebih banyak lagi sehingga hasil
penelitian selanjutnya akan semakin baik serta memperoleh ilmu pengetahuan
yang baru.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan peneliti
selanjutnya yakni program studi ilmu komunikasi
3. Penulis hendaknya menyampaikan pandangan-pandangan lain terkait dengan
pengalaman yang disampaikannya.
4. Diharapkan penelitian ini berguna dimasyarakat serta dapat bermanfaat bagi
pecinta musik Indonesia
91
5. Diharapkan Penelitian ini dapat berguna untuk membuka mata terhadap
kesenjangan sosial, ketidakadilan, perbedaan, dll.
6. Diharapkan penelitian ini berguna bagi mereka yang masih hidup dibawah garis
kemiskinan.
92
DAFTAR PUSTAKA
Bastian, Radis. 2013. Iwan Fals Lekat Dihati, Yogyakarta : Flash Books
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikasi,
Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Eriyanto.2001. Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media, Yogyakarta :LKIS
Kriyanto,
Rachmat.
2009.
Teknik
Praktis
Riset
Komunikasi,
Jakarta
:
KencanaPrenada Media Grup
Lull, James. 1899. Popular Music and Communications. Sage Publications:
Newburry Park.
Marahimin, Ismail. 1994. Menulis Secara Popular. Jakarta : Pustaka Jaya
Marcel, Danesi. 2010. Pesan,Tanda, Makna. Yogyakarta : Jalasutra
Mas’oed,
Mohtar.
1999.
Kritik
Sosial
Dalam
Wacana
Pembangunan
Yogyakarta: Prenada Media
Moleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT
Remaja
Rosdakarya.
Mottaqin,
Moh
dan
Kustap.
2008.
Seni
Musik
Klasik,
Jakarta
:
DepartemenPendidikan Nasional
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya
M. S., Basrowi. 2005. Pengantar Sosiologi. Bogor : Ghalia Indah.
Nakagawa,
Shin.
2000.
Musik
dan
Kosmos;
Sebuah
Pengantar
Etnomusikologi,Yayasan Obor Indonesia.
Republik Indonesia. 2002. Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak. Jakarta : Sekertariat Negara
Ruslan, Rosady. 2006 Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta:
Raja Grafindo Persada
93
Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana,
Analisis Semiotika, dan Analisis Framing, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta : PT Rajagrafindo
Persada.
Sugiono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung : CV. Alfabeta.
Wibowo, Indiwan Seto Wahyu. 2011. Semiotika Komunikasi- Aplikasi Praktis Bagi
Penelitian dan Skripsi Komunikasi, Jakarta : Mitra Wacana Media Darminta
W.J.S. Poerwadarminta. 2002 Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Jakarta
SUMBER LAIN
Pasaribu, Ben M. 2004. Musikalits + Etnisitas = Pluralitas dalam Jurnal Berjudul
Pluralitas Musik Etnik, Medan : Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan
Batak Universitas HKBP Nommensen.
KAMUS
Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Jakarta : Balai Pustaka.
Moelibo, Anton M. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Departemen
Kebudayaan Republik Indonesia.
94
LAMPIRAN-LAMPIRAN
95
BiodataPenulis
Nama
: WindiTresnanda
TempatTanggalLahir
: Jakarta 14 Maret 1992
Agama
: Islam
JenisKelamin
: Laki-Laki
Email
: [email protected],id
Alamat
: Komp. Sekretariat Negara RI Blok A II No.2
RT.01/03 Panunggangan Utara, Pinang Tangerang
15143
RiwayatPendidikan
2010-2015
: Universitas Sultan AgengTirtayasa
2007-2010
: SMK N 4 Tangerang
2004-2007
: SMPN 14 Tangerang
1998-2004
: SDN Cikokol 4 Tangerang
PengalamanKerja
Menjadi wartawan TVRI selama satu bulan pada tahun 2014 dengan status Kuliah
Kerja Praktek.
Menjadi kepala bidang pengadaan barang APRO JERSEY, usaha bergerak dibidang
jual beli jersey tahun 2012-2014
PengalamanOrganisasi
Osis SMPN 14 Tangerang
Sekertaris OSIS SMK N 4 Tangerang
Wakil Ketua Al-Barque Sekneg
Crew Untirta TV
96
Download