Audit Manajemen

advertisement
Audit Manajemen
Audit Manajemen Fungsi Keuangan Pada PT. Pupuk Kujang
Nur Wahyuningsih
Angela Cahyanti
Dian Hotni Sari
Indah Novriyanti
Indah Novriyanti
Harkesna
Pengertian dan Lingkup Audit Manajemen Keuangan
Manfaat Audit Manajemen Fungsi Keuangan
Ruang Lingkup Audit Manajemen Fungsi Keuangan
Strategi Pendekatan Audit Manajemen Fungsi Keuangan
Audit Manajemen Fungsi keuangan pada PT. Pupuk Kujang
Fungsi Dasar dan Aktivitas Manajemen
Keuangan
 Mengatur pencarian sumber-sumber dana
 Mengatur penggunaan dana
Sumber Dana Perusahaan
Sumber
Dana
Intern : hasil penjualan
produk/jasa perusahaan,
penjualan aktiva,
pendapatan yang diperoleh
dari hasil investasi dan lainlain
Ekstern : dana dari investor
Bagian keuangan memberikan petunjuk yang berarti
untuk meningkatkan siasat keberhasilan perusahaan
dalam jangka panjang.
Pengarahan dan dukungan dapat diberikan oleh bagian
keuangan dalam menghasilkan pendapatan bersih dan
pengambilan modal selama periode berjalan.
 memainkan peranan dalam bidang usaha yang utama seperti
strategi harga dan analisis biaya yang dibutuhkan
 harus menjamin adanya sistem yang sama untuk penyusunan
kegiatan dan biaya-biaya diluar kegiatan pokok
 ditunjukkan untuk merencanakan, mengumpulkan,
menganalisa, dan memonitor data dari seluruh aktivitas
fungsional dalam suatu perusahaan.
Berdasarkan data setiap hari, fungsi keuangan memainkan peranan dalam
bidang usaha yang utama seperti strategi harga dan analisis biaya yang
dibutuhkan. Strategi harga dalam perusahaan adalah merupakan suatu
unsur kritik dalam perencanaannya. Pemikiran harga yang ditingkatkan
harus menunjukkan bukti peningkatan keuangan yang layak seperti
untuk keuntungan jangka pendek, perkembangan dan peningkatan dimasa
yang akan datang.
Fungsi keuangan harus menjamin adanya sistem
yang sama untuk penyusunan kegiatan dan biayabiaya diluar kegiatan pokok. Hal ini harus disusun
dengan baik untuk melengkapi manajemen dengan
peralatan yang memadai untuk memonitor kegiatan
organisasi yang sempurna serta unsur-unsur
pelaksanaan.
laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif yang
factual dan akurat tentang posisi keuangan dan
perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode
tertentu
Bentuk
pertangungjawaban
manajemen
alat komunikasi yang
dapat memberikan
informasi mengenai
aktivitas perusahaan
manajer keuangan
selalu dihadapkan
kepada pengambilan
keputusan yang
diarahkan pada
pemantapan posisi
keuangan
perusahaan
Para manajer keuangan, para
analis dan para akuntan dalam
wajib memahami dimensi waktu
dalam pengelolaan keuangan
perusahaan untuk peningkatan
efisiensi, efektivitas dan
produktivitas perusahaan, baik
dalam satuan bisnis, satuan
kerja, dan berbagai bidang
fungsional yang terdapat di
dalam perusahaan maupun
dalam perusahaan secara
keseluruhan.
keseluruhan proses perencanaan pengeluaran uang yang akan diperoleh
kembali pada satu waktu tertentu di masa depan (investasi dan
menambah kekayaan perusahaan yang akan meningkatkan kemampuan
perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan)
 Investasi karena adanya sarana, prasarana
dan fasilitas kerja yang perlu diganti,
 Investasi yang dimaksudkan untuk
peningkatan kapasitas produksi,
 Investasi yang diperlukan karena manajemen
puncak memutuskan meluncurkan produk
baru,
 Investasi yang dilakukan karena adanya
tuntutan pemerintah terhadap dampak
lingkungan akibat proses produksi
perusahaan.
upaya sadar dan sistematik untuk mengambil
keputusan sekarang tentang hal-hal yang akan
dilakukan di kemudian hari.
Jika kegiatan analisis, perencanaan dan pengendalian keuangan
terlaksana dengan baik, berarti peningkatan efisiensi, efektivitas dan
produktivitas kerja perusahaan dengan berbagai komponennya
semakin baik, dengan adanya upaya yang sungguh-sungguh dari semua
pihak dalam perusahaan untuk menghilangkan/mengurangi terjadinya
pemborosan.
Otorisasi yang
semestinya dan
transaksi dan
kegiatan
Pemisahan tugas
dan
tanggungjawab
yang memadai
Perancangan dan
penggunaan
dokumen dan
catatan yang
memadai
Perlindungan yang
yang memadai atas
akses dan
penggunaan aktiva
perusahaan dan
catatan
Pengecekan secara
independen atas
pelaksanaan dan
penilaian yang
semestinya
terhadap jumlah
yang harus dicatat
Penyusunan Rencana Induk
Rencana Aksi Bidang Akunting
Rencana Aksi Analisis Keuangan
Fungsi Keuangan dalam perusahaan harus mampu menyusun suatu
rencana induk yang menggambarkan segi biaya yang timbul sebagai
akibat penyelenggaraan berbagai kegiatan operasional dan segi
penerimaan perusahaan.
Anggaran yang baik adalah anggaran yang mendukung
operasionalisasi berbagai jenis strategi yang ditetapkan oleh
berbagai kelompok manajemen dalam perusahaan.
Satuan kerja yang menangani keuangan perusahaan memikul
tanggung jawab untuk menyusun anggaran bagi setiap unit
operasional dalam lingkungan perusahaan.Anggaran yang baik
adalah anggaran yang mendukung operasionalisasi berbagai jenis
strategi yang ditetapkan oleh berbagai kelompok manajemen dalam
perusahaan.
Rencana
aksi
komponen
akunting
mencakup
Tata cara
pengumpulan data
finansial dari
seluruh satuan
operasional
Menyusun berbagai
pertimbangan yang
diperlukan,
khususnya yang
menyangkut
keuangan, operasi,
dan pengalaman
perusahaan.
Identifikasi berbagai
bisnis baru yang
akan dimasuki
dimana kegiatannya
bersinergi dengan
perusahaan.
2 Komponen Utama
Manajer analis keuangan berfungsi untuk :
Menentukan tingkat
pengeluaran bagi
setiap unit operasional
di lingkungan
perusahaan
Mengimplementasikan
suatu system yang
telah dipahami dan
disepakati bersama
untuk mengukur
perbedaan yang
mungkin terjadi
anatar biaya yang
sesungguhnya
dikeluarkan dengan
biaya yang ditetapkan
dalam anggaran.
Menyusun prakiraan
untuk satu tahun kerja
tentang volum
penjualan, tingkat
harga dantingkat
pembiayaan yang
harus ditanggung
perusahaan.
Audit atas fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan
menemukan informasi tentang bagaimana rencana yang telah
ditetapkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan operasional
disoroti khusus dari segi keuangan.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari
subjektivitas dalam melakukan audit manajemen keuangan
ialah melakukan analisis hasil yang dicapai dalam
perencanaan rencana untuk satu kurun waktu tertentu secara
terus menerus
Pengujian Hasil Nyata 
Membandingkan arahan yang
terdapat dalam rencana
perusahaan dengan hasil yang
benar-benar dicapai melalui
implementasi rencana,
Meneliti secara cermat rencana induk
masing-masing bidang fungsional yang
dimuat dalam rencana stratejik dengan
maksud untuk melihat apakah rencana
bidang fungsional yang telah disusun
berperan efektif atau tidak dalam upaya
mencapai tujuan perusahaan,
Berdasarkan temuan kedua jenis
penelitian diatas, proses audit harus
bermuara pada penilaian tentang
tepat tidaknya struktur organisasi
yang diberlakukan dalam
lingkungan perusahaan.
Audit manajemen terdiri dari dua dasar
fungsi yang tetap objektif tetapi berbeda
objeknya
Memeriksa dan
mengevaluasi
keefektifan bagian
keuangan dalam
pemberian
pengarahan dan
penelitian
keuangan yang
meliputi
keseluruhan
organisasi termasuk
pelaksanaan dari
berbagai macam
unit.
Pemeriksaan ini
adalah untuk
mengatur efisiensi
di dalam fungsi
keuangan yang
berhubungan
dengan keuangan,
akuntansi, budget
dan pedoman
kebijaksanaan dan
standar-standar
Dalam perusahaan besar maupun sedang, fungsi keuangan adalah sebagai alat
utama dalam proses pembentukan keputusan dengan alasan sebagai berikut :
Bagian
keuangan
memberikan
petunjuk yang
berarti untuk
meningkatkan
siasat
keberhasilan
perusahaan
dalam jangka
panjang
Pengarahan dan
dukungan dapat
diberikan oleh
bagian keuangan
dalam bentuk
kegiatan yang
dapat
menghasilkan
pendapatan bersih
dan pengembalian
modal selama
periode berjalan
Berapa banyak
perusahaan melakukan
investasi dan aktiva apa
saja yang dimasukkan
dalam investasi tersebut
Bagaimana cara
memperoleh kas untuk
membelanjai investasi
tersebut
2 alasan mengapa suatu organisasi perlu dievaluasi atau
dikaji ulang sistem perencanaan
dan pengendalian aktivitas bagian keuangannya
1
Evaluasi dapat
digunakan
sebagai
perencanaan di
dalam
pengambilan
keputusan baik
untuk top
manajemen,
pejabat atau
pemberi bantuan
kredit dan
lembaga lainnya
yang mempunyai
hubungan erat
dalam kegiatan
operasional suatu
perusahaan.
2
Evaluasi dapat
digunakan
sebagai
pedoman atau
alat didalam
pengawasan,
apakah suatu
organisasi
dapat berjalan
sesuai dengan
yang
direncanakan
atau tidak
Sasaran Finansial Perusahaan
Perencanaan Keuangan
Organisasi
Pengawasan
Dalam pelaksanaan audit yang dapat dijadikan objek pertama audit adalah pencarian,
penemuan, dan pengumpulan informasi tentang tercapai tidaknya sasaran finansial
keuangan.
Segi lain yang sangat penting dalam pelaksanaan audit ialah untuk meneliti apakah
tujuan dan berbagai sasaran perusahaan memenuhi berbagai persyaratan.
Seperti kelayakan, kewajaran, dapat dipertanggungiawabkan secara moral dan etika
atau untuk menemukan fakta apakah berbagai komponen perusahaan memenuhi standar
kinerja yang telah ditentukan atau tidak.
Perencanaan keuangan sebagai objek audit berarti dua hal, yaitu
 Efektif tidaknya satuan kerja yang mengurus keuangan perusahaan dalam
menyelenggarakan fungsi perencanaan bagi satuan kerja yang bersangkutan
 Mencari dan menemukan fakta tentang mutu rencana yang disusun oleh para manajer
satuan bisnis
audit harus bisa menemukan fakta tentang apakah perusahaan dikelola
dengan pendekatan kesisteman atau tidak dan apakah prinsip sinergi
dan simbiosis diterapkan secara baik atau tidak
Dengan menjadikan organisasi satuan kerja di bidang
keuangan sebagai sasaran audit, informasi yang diperoleh
akan mampu memberi masukan penting tentang apakah
organisasi di bidang keuangan itu dikelola dengan efektif atau
tidak yang akan turut menentukan satuan kerja mampu
menyelenggarakan fungsi pendukung yang diembannya atau
tidak, dikenali faktor penyebabnya dan diberikan rekomendasi
untuk mengatasinya.
Proses pengendalian atau pengawasan melalui analisis
anggaran dan keuangan yang dimaksudkan untuk
mengamankan kekayaan dan sumber finansial
perusahaan. Hasilnya disampaikan kepada satuansatuan kerja operasional untuk dimanfaatkan dalam
peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja masingmasing
Mengatur pencarian
sumber-sumber dana
yang dibutuhkan
perusahaan
kemudian mengatur
penggunaan dana
yang telah diperoleh
Alat utama
dalam proses
pembentukan
keputusan
menyatakan
pendapat tentang
kewajaran, dalam
semua hal yang
material, posisi
keuangan, hasil
usaha, perubahan
ekuitas, dan arus
kas sesuai dengan
prinsip akuntansi
yang berlaku
umum di
Indonesia
Memeriksa dan
mengevaluasi
keefektifan dan
efisiensi bagian
keuangan
dalam
pemberian
pengarahan
dan penelitian
keuangan
manfaat
ekonomi :
- Akses ke
pasar modal
- Biaya modal
yang lebih
rendah
- Penangguhan
inefisiensi dan
kecurangan
Fungsi
Manajemen
• Mengambil keputusan
investasi
• Merencanakan untuk
memperoleh dana dan
menggunakan dana
Kegiatan
penting lain
•bekerjasama dengan para manajer lainnya
yang bertanggung jawab atas perencanaan
umum perusahaan
•memusatkan perhatian pada berbagai
keputusan investasi dan pembiayaan
•bekerjasama dengan para manajer di
perusahaan agar perusahaa
•menghubungkan perusahaan dengan pasar
keuangan
Dalam menjalankan perusahaan, direktur utama membawahi para
direktur fungsional, seperti produksi dan operasi, direktur
pemasaran, direktur keuangan, dan direktur
personalia.Fungsi
keuangan dalam organisasi perusahaan biasanya dipisahkan antara
dua jabatan, yaitu bendaharawan (treasurer) dan kontroler
(controller).
Tanggung Jawab Bendaharawan dan Kontroler
KONTROLER
Akuntansi
Melaporkan informasi
keuangan
Pengamanan catatan atau
arsip
Menafsirkan data keuangan
Penganggaran
Mengendalikan operasi
Menilai hasil dan membuat
rekomendasi
Mempersiapkan pajak
Mengelola aset
Melindungi aset
Laporan kepada instansi
pemerintah
Daftar Gaji
BENDAHARAWAN
Menempatkan dana
Memelihara hubungan baik dengan
bank
Menginvestasi dana
Hubungan dengan investor
Mengelola kas
Mengasuransikan asset
Memupuk hubungan baik dengan
investor dan kreditor
Menilai kredit dan menagih dana
Menempatkan campuran
pendahaan
Mengelola dana pensiun
Motif
transaksi
Motif
berjaga-jaga
Motif
spekulasi
Perencanaan kas (budget kas)
Pengendalian kas
Pengelolaan saldo kas
Resiko keuangan
Resiko tingkat bunga
Resiko likuiditas
Resiko inflasi
Untuk
ekspansi
tingkat
operasi
Untuk
penggantian
Memperbaharui
sebagai alternatif
penggantian
Untuk
tujuantujuan lain
4 Langkah Utama
Menentukan tujuan dan batasan
investasi
Memformulasikan strategi investasi dalam
bentuk alokasi asset
Mengimplementasikan strategi dan
monitoring
Melakukan
penyesuaian
Audit Operasional
Audit Kepatuhan
Audit Laporan
Keuangan
Program Pemeriksaan Manajemen Fungsi Keuangan.
N0
1
2.
Proses Pemeriksaan
Manajemen
Objek Keuangan :
Langkah pertama dalam proses ini
ialah mengadakan pemeriksaan
awal dan selajutnya memeriksa
objek dari fungsi keuangan dalam
organisasi tersebut. Keobjektifan
keuangan harus dievalusi dengan
maksud untuk menentukan bahwa
mereka
mendukung
langsung
obyek yang lebih penting.
Bagian
keuangan
yang
obyektif harus ditingkatkan
dengan dua tujuan yang
harus selalu diingat.
Pertama untuk menjamin
keobyektifan
data
yang
dijumpai dan yang kedua
untuk menjamin bahwa
kegiatan keuangan pada
organisasi
Ulasan
Strategi
obyektifitas
keuangan
perusahaan
terdiri
dari
suatu
rangkaian
tafsiran
dari
obyek
keuangan yang dapat dipergunakan
sebagai pendukung dari keseluruhan
maksud dan tujuan.
Departemen obyektifitas untuk fungsi
keuangan adalah suatu contoh dari
obyek bagian keuangan yang akan
dipergunakan untuk tujuan yang lebih
penting. Dalam proses analisa obyek
keuangan,
kelompok
pemeriksa
manajemen harus hati-hati meneliti
N0
2.
Proses Pemeriksaan Manajemen
tersebut terus berjalan dan
diperlukan
adanya
peningkatan
dalam
pengawasannya.
Tugas
pemeriksaan
manajemen dalam langkah
yang satu dan dua dibuat
sesuai dengan pedoman yang
sama dari seluruh obyek.
Organisasi yakni mendukung
kegiatan berbagai unit baik
perusahaan maupun bukan
perusahaan
yang
akan
menetukan pedoman obyek
atau standard perusahaan
yang dirumuskan. Sebagai
tambahan: proses pemeriksaan
harus
berhati-hati
dalam
menganalisa
keseluruhan
obyek
perusahaan
yang
penting
dan
setiap
unit
kegiatan yang berkemampuan
serta tetap berpedomanpada
apa yang telah digariskan
Ulasan
danmengarahkan kegiatan yang sedang
dijalankan oleh perusahaan. Langkahlangkah untuk melakukan dukungan ini
harus digambarkan lebih teliti dalam
perencanaan maupun pengawasan dari
berbagai unsur pemeriksaan manajemen
3.
4.
Perencanaan :
Proses
pemeriksaan
manajemen harus berhati-hati
menganalisa
perencanaan
ihtisar fungsi keuangan.
Di dalam fase proses perencanaan
pemeriksaan
keuangan
harus
memperhatikan
mutu
dan
keefektifan
dari
pimpinan
perusahaan.
Bagian perencanaan adalah teknik
membuat perencanaan melalui
obyek utama di teruskan ke obyek
pertengahan
dan
seterusnya
ketingkat yang lebih rendah dalam
organisasi tersebut dan berbagai
unit departemen.
Pedoman
dasar
perencanaan
tahunan pada bagian keuangan
adalah suatu contoh dari bentuk
dan ukuran dasar perencanaan
keuangan. Dasar perencanaan
yang terpisah harus digabungkan
dalam satu wadah oleh fungsi
keuangan
untuk
mendukung
setiap obyektifitas yang lebih
penting.
Rencana tindakan bagian ukuntansi
menunjukkan rencana kegiatan dan
tindakan yang terperinci untuk
keuangan setiap unit. Daftar ini
termasuk sub-set dari perencanaan
akuntansi budget, dan pajak-pajak
yang selalu di hubungkan dengan
obyek utama. Sub-set itu
dibagi
menjadi departemen akuntansi dan
analisa keuangan dari perencanaan
tindakan.
5.
5.
ORGANISASI :
Kebenaran dari fungsi keuangan
dalam perusahaan ditunjukkan
dalam cara fungsi ini pada luasnya
struktur organisasi perusahaan.
Di dalam diagram kedudukan orgasasi
berbadan hukum. Dalam pasal ini fungsi
keuangan melaporkan pada pimpinan
perusahaan untuk mendapat dukungan
yang diperlukan untuk menyelesaikan
Agar fungsi keuangan memberikan
pertolongan
yang
berarti
dan
bermanfaat, maka harus bebas dari
kegiatan unit yang lain dan pada tingkat
yang sama seperti pada setiap unit lain
yang lebih utama.
Analisa bagian organisasi harus di
masukkan dalam fumgsi keuangan agar
meningkatkan
keberhasilan
dan
efesiensi data keuangan.
Pemeriksaan
manajemen
supaya
menganalisa
keefektifan
organisasi
bagian
keuangan
dengan
membandingkan rencana organisasi
dengan kemampuan organisasi dalam
meningkatkan keberhasilan.
obyek yang lebih penting yang terpaksa
membutuhkan bantuan keuangan.
Di dalam diagram organisasi bagian
keuangan. Fungsi keuangan yang lebih
penting seperti akuntansi budget dan pajakpajak yang dipisahkan menjadi sub-unit.
Dalan hal ini pemecahan akan mengurangi
kesamaan (rangkap) usaha dan keberhasilan
partner kerja dapat terkendali dengan baik.
6.
Pengawasan
Fungsi pengawasan dibagi dalam
dua bagian dalam unit keuangan:
akuntansi dan anggaran belanja
atau analisa keuangan bidang
akuntansi
bertanggung
jawab
untuk
menyusun,
memilih,
mangalisa dan melaporkan hasil
kegiatan bagian keuangan.
Laporan tersebut memuat susunan
dan laporan-laporan lain yang
berhubungan dengan keuangan.
Departemen
anggaran
belanja
bertangungjawab penuh dalam
pelaksanaan
system
informasi
keuangan dalam perusahaan, yang
akan mengumpulkan data dari
berbagai macam kegiatan.
Data itu juga harus dipergunakan
oleh setiap unit dalam memonitor
dan
mengukur
keberhasilan
mereka.
Maksud utama dalam pengawasan
fungsi
keuangan
adalah
untuk
menjamin
berbagai
tingkat
manajemen menerima informasi yang
diperlukan untuk harian, mingguan,
dan
proses
pembuatan
laporan
bulanan.
Bagian
keuangan
juga
harus
menjamin bahwa data yang diperoleh
adalah akurat, dapat dibuktikan
kebenarannya dan bermanfaat untuk
keseluruhan
organisasi.
Unsur
pemeriksaan
keuangan
yang
direncanakan untuk menjamin bahwa
obyektifitas utama akan didapat.
7.
Akuntansi:
Pengawasan yang terpenting dalam
fungsi akuntansi harus dievaluasi dan
diperiksa.
Pemeriksaan
pertanyaan-pertanyaan
untuk
bagian
penulisan
akuntansi
terdiri dari daftar dan penjelasan
singkat
dari
berbagai
pengawasan
akuntansi yang seharusnya berada pada
bagian akuntansi. Berbagai pertanyaan
yang direncanakan oleh tim pemeriksa
manajemen untuk menetukan kuatlemahnya proses pengawasan akuntansi.
Setiap pengawasan yang tidak efisian agar
dicatat di bawah bagian ulasan dan
kemudian di ikhtisarkan pada perkiraan
biaya seperti taksiran biaya yang tidak
efisien pada bagian keuangan.
8.
Anggaran Belanja dan Analisa Keuangan:
Proses pemeriksaan dalam anggaran
belanja dana analisa keuangan berbeda
dengan pengawasan mesin yang mendetail
yang dibutuhkan dalam akuntansi untuk
menjamin
keefektifan
sumber-sumber
keuangan perusahaan.
Anggaran belanja dan analisa keuangan
dibuat untuk menjamin bahwa informasi
yang benar dapat diperoleh dan dapat
dibuktikan kebenarannya.
Pengawasan dengan Tanya jawab untuk bagian
anggaran belanja terdiri dari suatu daftar
pedoman pengawasan yang direncanakan
untuk memonitor efisiensi dan keberhasilan
dari data deparetemen anggaran belanja.
Pertimbangan penelitian juga harus termasuk
unsur-unsur
untuk
mengevaluasi
hasil
keuangan bila dibandingkan dengan standard
yang ditafsirkan.
9.
Staf pemeriksaan manajemen harus berhatihati meneliti kembali berbagai pertanyaan
dalam pengawasan dengan tanya jawab
untuk bagian anggaran belanja.
Problem yang utama terungkap dalam
langkah ini dapat dimasukkan dalam analisa
keuangan atau budget.
Pada bagian lain problem itu dapat
disebabkan oleh ketidak mampuan unit
pelaksana untuk memperoleh data yang
benar.
Pengawasan kelemahan yang telah dimasukkan
selama proses pemeriksaan akan dibuatkan
ringkasaannya seperti pada ikhtisar tafsiran
biaya pada taksiran biaya yang tidak efisien pada
bagian keuangan
Tujuan
keuangan
• Memeriksa
sasaran
keuangan
• Memperhatikan
tujuan
• Mengetahui
capaian sasaran
Perencanaan
Organisasi
• Analisa Fungsi
Keuangan
• Menilai mutu
dan efektivitas
• Organisasi
• Penyelarasan
organisasi antar
departemen
Pengendalian
• Akunting
• Anggaran dan
Analisa
Keuangan
Perkembangan usaha dan Inovasi
manajemen PT. Pupuk Kujang
untuk meningkatkan kinerja
perusahaan yang berkaitan dengan
fungsi keuangan
melakukan upayaupayapengembangan
produk
Pembangunan
Pabrik Kujang 1C
Melakukan langkahlangkah efisiensi
Menyalurkan pupuk
bersubsidi
Menjual produk sesuai
spesifikasi
Melakukan sinergi
pengadaan bahan baku
Mencari alternatif sumber
pemasok bahan baku
Mengoperasikan pabrik K1A,
K1B dan pupuk NPK
Meningkatkan sistem keandalan
proses dan operasi
Melakukan kajian-kajian
terhadap perkembangan
teknologi
Meningkatkan koordinasi
Mempertahankan kemampuan
supply
Melakukan penghematan
konsumsi gas bumi
Mengembangkan industri
pupuk NPK
Menjaga likuiditas
Perusahaan
Memonitor piutang
Mencari sumber dana
Mengevaluasi struktur kode rekening
akuntansi dan kebijakan akuntansi
Mengembangkan sistem manajemen
sumber daya manusia
Merekrut karyawan baru berdasarkan
kompetensi dan analisis beban kerja.
Meningkatkan kompetensi dan
pengembangan karyawan
Memelihara karyawan sampai purna
tugas
Mentaati perundang-undangan dan
peraturan ketenagakerjaan
Menerapkan kriteria Malcolm Baldrige
dan KPKU
Menerapkan sistem remunerasi
Melakukan penataan dan pengembangan
sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
Berbasis Kompetensi (MSDM-BK).
prinsipprinsip GCG
Implementasi
Key
Performance
Indicators
penggunaan
bank
garansi
Strategi
Bisnis
pengembangan
produk
pengendalian
internal
berdasarkan
COSO
Strategi
Bisnis
pembangunan
Pabrik
prinsipprinsip
KPKU
sistem dan
prosedur, ISO,
SNI,Manajeme
n Gugus Mutu,
SMK3 dan
SMP
Sistem
Manajemen
Risiko
Pemberian
marjin
distributor
dan
pengecer
evaluasi
terhadap
angkutan
Lini II
danLini III
Penambaha
n lini
gedung III
evaluasi
distributor
lama
Strategi
Bisnis
Evaluasi
distributor
baru
Koordinasi
perencanaa
n dan
pelaksanaa
n tindak
Pemelihara
an
Karyawan
sampai
purna
tugas
Penataan
&
Pengemban
gan MSDM
– BK
Strategi
Bisnis
Identifikasi &
Pengendalian
dan sumbersumber
potensi
bahaya
Penerapan
Kriteria
KPKU
Optimalis
asi Aset.
Penataan
Organisas
i.
Pengemba
ngan
Usaha.
Keberpiha
kan
kepada
Lingkung
an.
Menguta
makan
Harapan
pelanggan
3 BIRO
KEUANGAN PT.
PUPUK KUJANG
Anggaran
Keuangan
Akuntansi
PT Pupuk Kujang memiliki komitmen
untuk meningkatkan penerapan Praktik
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good
Corporate Governance - GCG) dengan
berpedoman pada sejumlah peraturan yang
menjadi landasan hukum pelaksanaannya.
Pada pelaksanaan asesmen GCG tahun
2013 telah menggunakan parameter baru
dengan berpedoman pada Surat Keputusan
Sekretaris Kementerian BUMN Nomor: SK16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012. Nilai
Assessment GCG tahun 2013 yang diperoleh
PT Pupuk Kujang mencapai 90,36 dengan
predikat SANGAT BAIK.
Pada tahun 2013 PT Pupuk Kujang
memperoleh skor 479 pada penilaian posisi
perusahaan
dengan
asesmen
yang
dilakukan oleh asesor KPKU PT Pupuk
Indonesia (Persero), sehingga kategori PT
Pupuk Kujang berhasil naik menjadi Good
Performance. Pencapaian ini naik 14 poin
dari sebelumnya pada skor 465 dengan
kategori Early Improvement. Selain itu
Tingkat Kesehatan Perusahaan PT Pupuk
Kujang masuk kategori AAA dengan skor
mencapai 98,5 atau meningkat 2,75 poin
dari tahun 2012 sebesar 95,75. Hasil
penilaian KPI Direksi tahun 2013
memperoleh predikat “BAIK” dengan nilai
keseluruhan 95,26.
Selain itu, PT Pupuk Kujang untuk audit laporan
keuangan periode 2013 memperoleh Opini dari
Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar &
Saptoto bahwa laporan keuangan konsolidasian telah
disajikan secara wajar dalam semua hal yang
material dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut
dapat disimpulkan bahwa Fungsi Keuangan dari PT.
Pupuk Kujang telah memiliki kinerja yang cukup baik
4500
2012
4000
4134
4030
3500
3000
2951
2772
2500
2000
1500
1000
500
581,314
462,56
0
Penjualan Bersih
Harga Pokok Penjualan
Laba Bersih
Komprehensif
2013
Sales 2012
6%
Sales 2013
10%
4%
10%
26%
25%
22%
20%
9%
12%
6%
27%
Amoniak
Pupuk Urea Lokal Subsidi
Pupuk urea Lokal non subsidi
Pupuk NPK
Pendapatan Subsidi
Pendapatan lainnya
25%
Amoniak
Pupuk Urea Lokal Subsidi
Pupuk urea Lokal non subsidi
Pupuk urea ekspor
Pupuk NPK
Pendapatan Subsidi
Penjualan anak perusahaan
1.200.000
970.000
1.000.000
888.253
800.000
600.000
638.600
583.145
400.000
225.000
200.000
146.184
40.00025.635
Produksi Amoniak
Pupuk Urea
Target
Pupuk NPK
Realisasi
Pupuk Organik
 Hasil penjualan turun 2,54 % menjadi Rp 4,030 triliun
 Harga jual amoniak, Pupuk Urea subsidi, Pupuk NPK subsidi, Pupuk NPK non subsidi,
dan Organik subsidi naik masing-masing menjadi Rp. 6.139.000/ton, Rp.
1.523.000/ton,Rp. 1.921.000/ton,Rp. 4.587.000/ton,dan Rp. 294.000/ton
 Harga jual Pupuk Urea industri & perkebunan dan ekspor turun masing-masing
menjadi sebesar Rp 3.648.000/ton dan Rp. 3.696.000/ton
 Volume penjualan Amoniak, Pupuk Urea, Pupuk NPK dan Organik masing-masing
sebesar 66.955 ton, 862.209 ton, 136.591 ton dan 25.091 ton
 Laba sebelum PPh turun 20,33 % menjadi Rp. 608,637 miliar
•
•
•
•
•
•
Pabrik Kujang 1C nilai Investasi USD800,000,000,-.
Pabrik Pupuk NPK Granular II nilai investasi Rp130 miliar
Research Peternakan Sapi Terintegrasi nilai investasi Rp 36 miliar.
Unit Gas Nitrogen nilai investasi Rp35 miliar
Pabrik Pestisida nilai investasi Rp 4 miliar
Investasi Penyertaan Individual Power Producer (IPP) nilai
investasi Rp 32,01 miliar
 Audit atas fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan
menemukan informasi tentang bagaimana rencana yang telah
ditetapkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan operasional
disoroti khusus dari segi keuangan
 Agar audit manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai
sasarannya maka ada empat hal yang mutlak perlu mendapat
perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan
keuangan, organisasi dan pengawasan
 Manfaat audit manajemen fungsi keuangan, antara lain mengatur
pencarian sumber-sumber dana yang dibutuhkan perusahaan,
alat utama dalam proses pembentukan keputusan, manfaat audit
atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya
adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran,
memeriksa dan mengevaluasi keefektifan dan efisiensi bagian
keuangan dan beberapa manfaat ekonomi dari audit laporan
keuangan
 Ruang lingkup pada audit manajemen fungsi keuangan, meliputi
fungsi manajemen keuangan, struktur Organisasi, manajemen
atas cash and marketable securities, manajemen atas capital
expenditure, manajemen atas portofolio dan laporan keuangan
 Terdapat tiga pendekatan audit yang yang digunakan dalam
fungsi keuangan, yaitu audit laporan keuangan (financial
statement audit), audit kepatuhan (compliance audit), audit
operasional (operational audit)
Download