Menumbuhkan Semangat Persaudaraan

advertisement
il­mu&tek­no­lo­gi
T
eknologi
tinggi
yang
digunakan para peneliti
dalam meneliti meredupnya warna lukisan Vincent van
Gogh membuat riset mereka
bak penyelidik di laboratorium
kriminal kepolisian dalam film
seri Crime Scene Investigation
(CSI). Mereka menggunakan
difraksi atau penghamburan
sinar-X dan beragam spektroskopi yang melibatkan
radiasi inframerah, elek tron,
dan sinar-X di universitas
Antwerp dan Perugia.
Penelitian juga dilangsungkan di ESRF dan DESY
(Deutches
Elektromen
Synchrotron) di Hamburg,
Jerman. “Saya tidak sadar
bahwa untuk mengungkap
kimia lukisan minyak memerlukan usaha yang sangat
besar,” kata Joris Dik, dosen di
Delft Technical University.
Dalam tahap yang amat
menentukan, dua teknik
dikombinasikan
memakai
berkas sinar-X tunggal di
ESRF: X-Ray Fluorescence
(XRF)
dan
spektroskopi
X-Ray Absorption Near-Edge
(XANES). Untuk XRF, ukuran
berkas mikroskopis (0,9 x 0,25
µm²) untuk memisahkan studi
terhadap area yang terdegradasi dan area yang tak terpengaruh. Teknik XANES membuktikan spesiasi kromium,
seperti penurunan dari Cr(VI)
menjadi Cr(III).
“Berkas sinar-X kami 100
kali lebih tipis daripada se-
helai rambut manusia, dan
itu mengungkap proses kimia
yang sulit dipahami pada area
yang sama kecilnya,” kata
Marine Cotte, ilmuwan ESRF
yang juga bekerja di CNRS/
Musée du Louvre. “Ini membuka pintu yang sepenuhnya
baru bagi sejarawan seni dan
konservator lukisan.”
Degradasi kromium yang
telah diamati pada sampel
cat Rik Wouters yang sengaja dibuat tua secara artifisial akhirnya mengkonfirmasi
pada kedua mikrosampel dari
lukisan Van Gogh.
Studi itu dituntaskan dengan investigasi nanoskopis terhadap cat yang berubah warna
Kuning Chrome:
Cat kuning chrome ini sebenarnya relatif ter­
jangkau dan daya tutupnya tinggi, tapi tidak
terlalu tahan paparan cahaya ultraviolet dan
kurang stabil. Warna terang ini mulai diguna­
kan pada 1816. Karena pigmennya cenderung
teroksidasi dan berubah warna menjadi gelap
setelah lama terpapar udara, serta men­
gandung timbal, logam berat beracun, cat ini
kemudian diganti oleh kuning cadmium.
Adapun unsur kimia kromium yang
menjadi nama warna kuning chrome
itu berasal dari kata "chr?ma"
(Yunani), yang berarti "warna".
Kuning
Chrome
Montero/ESRF.
Sejumlah mikrosampel dari lukisan
Van Gogh, dalam lempengan
Plexiglass.
A13
menggunakan spektroskopi
pelepasan energi elektron di
University of Antwerp, yang
mengkonfirmasi hasil tersebut.
Analisis itu juga memperlihatkan bahwa campuran Cr(III)
yang baru terbentuk sebagai
lapisan partikel pigmen setipis
1 nanometer pengganti cat.
● TJANDRA DEWI | SCIENCEDAILY | ESRF
Sampel dari lukisan Bank of the
Seine pada synchrotron sinar-X.
Lapisan cokelat di atas cat ada­
lah pernis, tampak kusam tapi
sesungguhnya tembus cahaya.
Pigmen cokelat tak terlihat di
bawah mikroskop elektron, pada
antarmuka antara pernis dan cat,
dalam lapisan setebal kurang dari
3 mikrometer.
Cat kuning chrome yang sengaja
dibuat tua. Cat dari tube cat tua
itu menghasilkan efek pengge­
lapan setelah disinari ultraviolet
selama 500 jam.
Tabung cat berisi cat kuning chrome
milik Rik Wouters.
200 mikrometer
2 milimeter
University of Antwerp
Penelitian
ala CSI
j u m a t, 2 5 f e b r u a r i 2 0 1 1
Pemerintah Kabupaten Sorong
Menumbuhkan Semangat Persaudaraan
Peringatan Maulid
Nabi Muhammad
SAW menjadi momen
penting untuk saling
menghormati.
T
ak dipungkiri, munculnya beberapa kasus kerusuhan yang
berbau SARA beberapa waktu lalu,
menimbulkan keprihatinan kita
semua. Tak mengherankan, jika
sebagian masyarakat ada yang
beranggapan bahwa masalah kerukunan antar umat beragama di
negeri ini sedikit mulai terusik.
Padahal, kehidupan beragama
yang harmonis adalah salah satu
modal utama untuk melangsungkan pembangunan di segala bidang, baik pada skala regional
maupun nasional.
Menciptakan kerukunan antar umat beragama tak lain bertujuan untuk memotivasi dan
mendinamiskan semua umat
beragama agar dapat ikut serta
dalam pembangunan bangsa.
Karena hakikat pembangunan
bangsa itu sendiri adalah pemba-
ngunan manusia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia dengan segala totalitasnya,
peradabannya, kebudayaannya,
juga agamanya.
Di sisi lain, untuk menciptakan
ketahanan
nasional,
salah satu hal yang tak kalah penting adalah adanya
dukungan dari seluruh umat
beragama di Indonesia, selain
peran dari aparat pemerintah.
Artinya, menciptakan dan menjaga harmonisasi kehidupan
antar umat beragama, di mana
pun, menjadi tanggung jawab
semua pihak. Prinsip inilah
yang juga menjadi perhatian
Pemerintah Kabupaten Sorong,
dalam menciptakan kehidupan
keberagamaan yang aman dan
damai.
Dari sisi pemerintah sendiri, dalam menjaga kerukunan
umat
beragama
dilakukan
melalui dua kebijakan. Pertama, strategi memberdayakan
tokoh dan umat beragama untuk menyelesaikan masalah
agama. Kedua, memberi rambu-rambu dalam kerukunan
beragama agar tidak terjadi
kasus kekerasan agama.
Bupati Sorong, Dr Stefanus
Malak,
M.Si,
mengatakan,”Salah satu kunci
keharmonisan antar umat beragama di Kabupaten Sorong
adalah keterbukaan antar sesama pemeluk agama.” Lebih jauh
ia menjelaskan, keharmonisan
antar umat beragama dan
saling menghormati antar sesama pemeluk agama inilah yang
membuat masyarakat Sorong
tidak mudah terpancing konflik
yang berbau SARA.
Sebagai gambaran, menilik
data dari Departemen Agama
Kabupaten Sorong, masyarakat
Sorong juga tumbuh dengan
latar belakang agama berbeda. Merujuk data tahun 2008,
penganut Kristen Protestan
adalah mayoritas, yakni mencapai 79,89 persen. Selebihnya
adalah penganut agama Islam
sebesar 11,98 persen, Kristen
Katolik 7,81 persen, penganut
Hindu 0,29 persen, serta penganut agama Budha sekitar 0,03
persen.
Salah satu bukti saling menghormati dan keharmonisan
dalam kehidupan beragama
ini, ditandai dengan peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW
yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong, belum
lama ini. Acara yang dihadiri
oleh para ulama ini berlangsung di Mesjid Baiturahman,
Aimas, Kabupaten Sorong.
Banyak hal yang bisa dipetik dari peringatan nabi besar
Muhammad ini. Yakni, selain
meningkatkan Ukhuwah Islamiyah atau rasa persaudaraan, juga
kian menguatkan toleransi antar umat beragama di kabupaten
dengan penduduk tak kurang
dari 90.933 jiwa ini. ƒ
INFORIAL
Download