Berani menyangkal diri Lukas 9:23

advertisement
(Apakah Anda sekedar pengagum
atau pengikut Kristus?
Dua orang yang sedang
menjalin hubungan perlu
kejelasan status, baik untuk
kepentingan mereka sendiri
maupun untuk orang-orang di
sekitarnya.
Setelah sekian lama menjadi orang Kristen,
bagaimana status hubunganmu dengan Yesus?
Apakah kita baru sekedar “pengagum” (fans)
atau pengikut (followers) Kristus?


3 Kriteria Pengikut Kristus (Luk 9:23)
1. Menyangkal Diri
 Menyangkal = mengatakan tidak.
Menyangkal diri = mengatakan tidak untuk
kemauan diri sendiri.
 Kita tidak bisa melakukan sesuatu yang
berguna bagi Allah, selama kita mencari
kesenangan diri sendiri.
 Hanya jika kita menyangkal/meniadakan
diri, barulah Kristus menjadi nyata lewat
hidup kita.
2. Memikul salib setiap hari
Salib (silang) anda adalah ketika
kehendak Anda dan kehendak
Allah saling bersilangan (Charles
Simpson). Memikul salib adalah
keputusan untuk berhenti
menyenangkan diri sendiri. Dan itu
seharusnya dilakukan SETIAP
HARI!
Ciri utama dari pengikut Kristus adalah apabila Roh
Kristus ada dalam hidupnya dan menguasai keinginan
dirinya (Rom 9:8).



Cara hidup yang salah bila “disilang” oleh salib
akan menjadi saleh.
3. Mengikut (Teladan) Kristus


Tolok ukur pengikut
Kristus yang sejati =
serupa dengan Kristus
(pikiran, sikap, perasaan,
perkataan, tindakan,
Roma 8:29)
Serupa dengan Kristus =
menyukai apa yang
disukai-Nya dan
membenci apa yang dibenci-Nya. Terapkan pola
hidup “What would Jesus Do?”
3 Contoh Model Pengikut Kristus
(Lukas 9:57-62)
1. Bersedia Kehilangan Rasa Aman
Jasmani (57-58)
 Banyak orang yang mengikut Yesus karena
hanya melihat sisi yang menyenangkan:
kelompok yang berpengaruh, dukungan
massa yang besar dan fasilitas yang
memadai.
 Yesus menunjukkan sisi lain menjadi murid
Yesus: tertolak, dikucilkan, dipisahkan dari
kenyamanan.
 Tanpa kesiapaan melepaskan rasa aman
duniawi dan mengandalkan rasa aman
dalam Kristus, anda bukan “pengikut
Kristus” melainkan “pengikut keinginan
diri sendiri.”
2. Rela Melepaskan Ikatan Relasi (59-60)



Frase “menguburkan bapaku”
adalah kewajiban anak laki-laki
Yahudi terhadap orang tuanya
sampai menguburkan.
Yesus menekankan bahwa
siapapun yang memprioritaskan
ikatan duniawi (keluarga,
pekerjaan, hubungan sosial) tidak
layak menjadi murid Yesus.
Tidak ada prioritas apapun yang
mengalahkan tempat pertama dan
terutama selain Tuhan dalam
kehidupan pengikut Kristus yang
sejati.
3. Mau Melepaskan Fokus Duniawi
(61-62)



“Pamitan” adalah tindakan sopan
santun dan menunjukkan
penghormatan.
Ungkapan “membajak sambil
menoleh ke belakang” adalah
ungkapan sikap tidak fokus dan
mendua hati.
Penundaan akan mengarah pada
pembatalan dan berakhir dengan
kegagalan.
Substitusi & Kompensasi
(Luk. 18:28-30)



Apa yang ditinggalkan adalah
sesuatu yang sangat berarti:
keluarga, relasi, dan harta.
Namun yang didapat jauh lebih
besar, yaitu “menerima kembali lipat
kali ganda” (Mat 19:28 & Mrk. 10:29
menyebut “seratus kali lipat”), plus
jaminan pasti akan hidup yang kekal
di zaman yang akan datang.
BAYAR HARGANYA, DAN
DAPATKAN KOMPENSASINYA!
 Yesus tidak tertarik jumlah fans
yang banyak, justru menantang
para penggemar-Nya untuk
berpikir ulang sebelum membuat
komitmen mengikut Kristus.
 Dengan 12 pengikut sejati saat
mengakhiri tugas-Nya di bumi,
tanpa keuangan, properti dan
beking yang dapat diandalkan,
dampak Gereja Kristus mendunia
hingga kini.
 Are you a fan or a follower?
Download