Slide 1 - eLisa UGM

advertisement
PERAKARAN POHON
Fungsi utama akar bagi pohon :
~ Pengambilan air dan hara dari tanah.
~ Tempat berjangkarnya pohon agar tetap tegak
berdiri.
~ Penyimpanan makanan.
Bentuk perakaran tergantung
pada keadaan tanah dan sifat
jenis pohon, serta sifat yang
merupakan hasil adaptasi
dengan tempat tumbuh.
Sebagai contoh :
 Pada daerah kering biasanya
dijumpai jenis berakar dalam.
 Pada daerah rawa akan
dijumpai jenis berakar nafas.
 Contoh lain : Adanya jenis akar
gantung, tunjang, lutut, dan
banir  Semua hasil
penyesuaian diri.
Akar-akar Istimewa
1. Akar bermikorisa
2. Akar berbintil
(nodule roots)
Rhizobium sp.
Frankia sp.
3. Akar nafas
Akar antena : Avicennia
marina
Akar lutut :
Bruguiera sp.
Akar jangkar : Rhizophora sp.
4. Akar banir
KARAKTERISTIK PERAKARAN POHON
• Bervariasi besar di antara jenis, individu dalam jenis
yang sama, dan bahkan di antara akar berbeda dalam
satu individu pohon.
• Kesehatan dan vigoritas sistem perakaran sangat
mendasari kesehatan dan vigoritas pohon secara
keseluruhan.
• Idealnya, perlakuan silvikultur didasarkan pada
karakteristik akar dan tajuk secara seimbang.
Dalam sistem
perakaran pohon,
dikenal :
1. Taproots
2. Lateral roots
3. Fibrous roots
4. Adventitious roots
•
•
Tap
roots
•
•
•
•
Fibrous
roots
•
•
•
Adventi
ous
roots
•
•
Tampak besar dan gemuk.
Tumbuh masuk ke dalam tanah untuk
mencari makanan.
Dapat menyimpan makanan,
khususnya pada tanaman tahunan
selama periode dormansi.
Terdapat pada tanaman dikotil.
Terletak dekat dengan permukaan tanah.
Menyimpan hujan sebelum turun masuk
ke dalam tanah.
Sering dijumpai tumbuh berdampingan
dengan taproots : 2 tipe kombinasi akar
memaksimalkan efisiensi.
Banyak ditemukan pada tanaman
monokotil.
Berkembang untuk membantu tanaman
memanjat, contoh : tumbuhan menjalar.
Membantu perkembangan modifikasi
batang di dalam tanah, seperti umbiumbian.
Biasanya terdapat pada dikotil dan
monokotil.
Hasil penelitian pengaruh media dan kontiner
terhadap pertumbuhan semai Eucalyptus sp.
menunjukkan perakaran yang bentuknya
berbeda-beda
Area Perakaran
Fungsi dari :
 Ukuran tajuk.
 Kualitas tempat
tumbuh.
 Kerapatan
tegakan.
Akar Lateral
Penyebaran lateral
sistem perakaran
biasanya 2-5 kali
radius tajuk pohon.
Akar Lateral


Radius akar lateral makin
membesar pada tempat tumbuh
yang jelek, dan pada kondisi
yang lebih kering.
Perkembangan lateral akar
pohon yang ekstensif berarti
konsentrasi tertinggi akar-akar
halus penyerap makanan
terdapat pada jarak tertentu
dari batang pokok  Hal ini
penting terkait dengan proses
pemupukan (penempatan pupuk
Kedalaman Akar
1. Sampai batas tertentu dipengaruhi oleh faktor genetis  beberapa
jenis cenderung mempunyai akar dangkal, dan yang lain memproduksi
akar tunggang yang dalam. Secara umum, jenis yang berbiji besar
serta kaya akan persediaan makanan seperti jenis Quercus dan
Castanea memiliki akar tunggang panjang yang berkembang cepat
mencapai kedalaman tanah yang lebih dalam dan kemudian membantu
secara nyata kelanjutan hidup pohon di areal yang cenderung kering.
2. Pertumbuhan awal (juvenile) perkembangan akar tunggang yang cepat
ditandai dengan pertumbuhan pucuk yang agak lambat.
3. Pada tanaman dewasa, perkembangan akar lebih dipengaruhi faktor
lingkungan tempat tumbuh, seperti tipe tanah, status hara, tingkat
drainase tanah, dan tipe bahan organik.
4. Sebagai akibatnya, pada tanaman dewasa pencirian genus maupun
jenis tanaman berakar dangkal atau dalam tidak dapat lagi dijamin.
DISTRIBUSI DAN BIOMASSA AKAR
1. Merupakan fungsi dari jenis, umur pohon, lingkungan dan
unit ukuran.
2. Lingkungan: Ketersediaan unsur hara serta kelembaban
yang tinggi mengakibatkan perkembangan akar halus
(fibrous roots : diameter kurang dari 3 mm) cenderung
terletak pada horizon atas  Cenderung terjadi sistem
perakaran yang lebih dangkal untuk semua jenis pohon.
3. Unit ukuran: tergantung pada apa yang dievaluasi :
panjang akar, biomassa akar ataukah luas permukaan akar
Mis. : Panjang akar halus dapat mencapai 85-99% total
panjang akar, luas permukaannya mencapai 65-80% total
luas permukaan, tetapi hanya 14-60% biomassa total.
• Kuantitas perakaran halus (diameter kurang
dari 2 mm) pada tegakan konifer mencapai
antara 2-3 kg setiap pohon, setara dengan
2,8 ton per acre (4.000 m²).
• Seluruh perakaran halus ini terletak
berdekatan dengan permukaan tanah, tempat
terdapatnya humus dan hara.
Contoh : Tegakan P. glauca di Kanada, dan
P. radiata di Australia
KECEPATAN DAN PERIODISITAS
PERTUMBUHAN AKAR
• Pada masa perkecambahan, akar primer muncul
dan memanjang lebih cepat menggunakan
persediaan energi dan hara dalam biji, selanjutnya
melambat diikuti perkembangan akar lateral
dengan cepat, sampai melebih panjang akar utama.
• Pemanjangan maksimal akar harian 5-16 mm untuk
konifer, 50 mm untuk daun terbuka.
• Pertumbuhan akar bersifat siklis, tidak kontinyu.
• Setelah 1 minggu terbentuk, akar menjadi berwarna
coklat oleh terbentuknya lapisan gabus untuk
mencegah kehilangan air.
KECEPATAN DAN PERIODISITAS
PERTUMBUHAN AKAR
• Periodisitas pertumbuhan akar dipengaruhi oleh
aktivitas tajuk dan kondisi tanah.
• Dalam kondisi baik, sistem akar berkembang
sepanjang tahun, dan nampak tidak mempunyai masa
dorman.
• Dua faktor pembatas pertumbuhan akar :
1. Rendahnya kelembaban tanah pada musim panas.
2. Rendahnya suhu tanah pada musim dingin.
Pola musimannya bi-mode, dengan aktivitas
minimal pada pertengahan musim panas dan
musim dingin
Zone of maturation
(zona pendewasaan) : akan
berkembang menjadi jaringan
akar permanen yaitu
epidermis, korteks dan stele.
Akar-akar rambut terbentuk terusmenerus di belakang ujung akar,
dan menjadi sangat penting dalam
penyerapan air.
Zone of elongation (zona
pemanjangan)
Meristematic zone (zona meristem
apikal) : merupakan titik tumbuh
yang menghasilkan sel-sel semua
jaringan akar primer lain.
Tudung akar terdiri dari sel-sel
parenkim berdinding tebal yang
merupakan lapisan pelindung.
Faktor Lingkungan terhadap Perkembangan Akar
1. Suhu
• Suhu rendah menghambat pertumbuhan, metabolisme, dan
pendewasaan akar. Pada suhu rendah, air menjadi lebih pekat dan
jaringan menjadi kurang permeabel.
• Aktivitas akar yang tidak efisien sebagai konsekuensi suhu tanah
rendah biasanya menjadi sebab kegagalan suatu jenis tumbuh
sesudah penanaman pada musim semi.
• Pada suhu tinggi kecepatan transpirasi yang naik mengurangi
pertumbuhan akar.
• Mis. Pertumbuhan akar pada Pinus taeda 3,41 ± 0,24 mm pada suhu
20o C, dan menjadi 0,24 ± 0,34 mm pada suhu 35o C.
• Pada daerah dengan suhu panas tumbuhan menderita kekeringan
dan stres air karena kecepatan transpirasi tinggi dan penyerapan air
terbatas.
2. Oksigen
• Tingkat aerasi tanah penting karena pada saat
konsentrasi O2 minimal, akar semua pohon mulai
bernafas secara anaerob.
• Respirasi anaerob menghasilkan toksin seperti karbon
dioksida, asam laktat dan ethanol, serta penghentian
pertumbuhan akar dan kematian akar.
• Beberapa perkecualian: jenis swamp cypress (Taxodium
distichum), river red gum (Eucalyptus camaldulensis),
dan juga redwood (Sequoia sempervirens) mampu
tumbuh kontinyu pada kondisi tanah anaerob/tergenang
selama paling sedikit beberapa minggu.
2. Kesuburan
• Perkembangan perakaran berhubungan erat dengan
kesuburan tanah.
• Semakin subur tanah, perkembangan akar semakin besar
dalam hal massa per unit volume, dan juga semakin
tinggi penetrasi akar.
• Dampak nutrisi terhadap perkembangan akar terlihat
dalam perkembangan optimal perakaran di lapisan atas,
lapisan tanah paling subur, dan juga dalam peningkatan
perkembangan akar di sekitar penempatan pupuk dalam
profil tanah.
• Pemberian pupuk cenderung mendorong perkembangan
perakaran dangkal, dan sering disertai oleh berkurangnya
kedalaman akar.
2. Kesuburan
• Pertumbuhan akar dihalangi oleh tanah padat karena
hambatan fisik langsung  aerasi lebih rendah dan
kurang perlokasi air.
• Tanah padas juga membatasi pertumbuhan akar dengan
menghalangi penetrasi akar  akar berkembang di atas
rintangan.
• Perintangan pertumbuhan akar menyebabkan sistem
perakaran dangkal dengan konsekuensi potensial pohon
ditumbangkan angin.
• Tanah biasanya tidak seragam kepadatannya, dan
penetrasi maupun perkembangan akar terjadi pada areal
yang kurang padat dan yang mempunyai resistensi kurang.
Penggolongan Jenis Pohon berdasarkan
Sistem Perakaran (COSTER)
Kelompok dengan
akar tunggang dalam
dan akar cabang
banyak :
 Paraserianthes






falcataria
Leucaena
leucochephala
Cassia seamea
Acacia villosa
Melia azedarach
Lagerstroemia
speciosa
Eucalyptus alba
Kelompok dengan akar
tunggang dalam dan
sedikit akar cabang :
–
–
–
–
–
–
–
–
Tamarindus indicus
Cassia fistula
Dalbergia latifolia
Pterocarpus indicus
Swietinia macrophylla
Tectona grandis
Gluta renghas
Schleichera oleosa
Penggolongan Jenis Pohon berdasarkan
Ketahanan Akar terhadap Kekurangan Oksigen
(LPH Bogor)
0-10 hr
Tectona grandis, Peronema canescens
10-20 hr
Santalum album, Ochroma lagopus
Leucena glauca, Tristania confarta
Cassia fistula, Flemingia spp.
Pinus merkusii, Pterocarpus indicus
Schleichera oleosa, Paraserianthes falcataria
Coffea spp., Albizzia lebbeck
Swietenia spp., Dalbergia latifolia
Casuarina equisetifolia
Intsia bijuga
Samanea saman
Gluta renghas
20-30 hr
30-40 hr
40-50 hr
50-60 hr
60-70 hr
70-80 hr
90-100 hr
100-180 hr
180-190 hr
s/d 300 hr
Download