(Yoh 1:29,36 Wah 5:6). Memang dalam hal ini istilah bahasa Yunani

advertisement
Pdt. Alex LETLORA.
Materi Kazebo
KITAB WAHYU
PENDAHULUAN

Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes, satu-satunya rasul yang tidak mati
syahid. Saat tahun 70 M Yerusalem hancur oleh Jenderal Titus, Yohanes mengungsi
dan dikejar-kejar, meski banyak upaya pembunuhan tetapi semuanya gagal, bahkan
saat pernah suatu kali Rasul Yohanes tertangkap dan akan dimasukkan kedalam kuali
besar yang penuh minyak mendidih tetapi saat dimasukkan tidak sehelai rambutpun
dari tubuhnya yang hangus.

Kejadian ini membuat orang-orang takut karena ia tidak mempan diapaapakan. Sehingga akhirnya rasul Yohanes dikirim jauh-jauh untuk kerja paksa dan
akhirnya sampailah ia di pulau Patmos, tempat dimana ia memperoleh nubuatannubuatan yang kemudian ditulis dalam kitab Wahyu.

Pada abad 2 Masehi, orang Kristen memiliki pemahaman bahwa kitab Wahyu
adalah kode simbolis yang meramalkan orang-orang atau peristiwa-peristiwa tertentu
yang mengantar pada akhir zaman. Pada saat itu, sekelompok kaum Montanis pergi ke
padang gurun Frigia untuk menyaksikan Yerusalem surgawi turun dari langit, namun
mereka semua kecewa dengan penantian mereka


Alasan-alasan lain untuk memilih rasul Yohanes sebagai penulis Kitab
Wahy.

a) Penulis menyatakan diri hanya sebagai ‘Yohanes’, dan ia tahu
bahwa itu cukup bagi para pembacanya untuk mengetahui siapa dia.
Tidak ada orang dalam gereja abad pertama, selain rasul Yohanes,
yang begitu dikenal oleh orang-orang kristen saat itu, sehingga
merasa cukup untuk menyatakan diri sebagai ‘Yohanes’.

b) Ada banyak konsep dan ungkapan yang sama antara Kitab
Wahyu, Injil Yohanes dan Surat Yohanes. Misalnya:
 istilah LOGOS untuk menunjuk kepada Yesus, ditemukan hanya dalam
Injil Yohanes, Surat Yohanes dan Kitab Wahyu
(Yoh 1:1 1Yoh 1:1 Wah 19:13). Perlu diingat bahwa tidak ada penulis
Kitab Suci lain yang menggunakan istilah LOGOS untuk menunjuk
kepada Yesus!
 istilah ‘domba’ / ‘anak domba’ untuk menunjuk kepada Yesus juga
demikian (Yoh 1:29,36 Wah 5:6). Memang dalam hal ini istilah bahasa
Yunani yang digunakan berbeda. Dalam Kitab Wahyu digunakan kata
Yunani ARNION, sedangkan dalam Injil Yohanes digunakan kata
Yunani AMNOS. Tetapi ini tidak terlalu menjadi soal. baik dalam Injil
Yohanes maupun dalam Kitab Wahyu, Yesus digambarkan sebagai
Gembala (Yoh 10:1-dst Wah 7:17). baik Injil Yohanes maupun Kitab
Wahyu menjanjikan air hidup bagi mereka yang haus (Yoh 4:1014 Yoh 7:37 Wah 22:17).
 Kitab ini diberi judul demikian karena adanya
“pewahyuan” Yesus Kristus kepada Rasul Yohanes.
Kitab ini juga disebut “Apocalypse” yang berasal dari
kata Yunani Apocalupsis yang juga berarti
“Pewahyuan” atau “Penyingkapan”.
 Latar Belakang : Oleh pemerintahan Romawi
Yohanes diasingkan ke Patmos, sebuah pulau kecil
lepas pesisir Yunani, karena Yohanes mengabarkan
Firman Allah. Pembuangannya hanyalah merupakan
bagian dari sebuah masa aniaya yang hebat
terhadap gereja, yang terjadi setelah Kaisar Romawi
Domitianus memproklamirkan bahwa ia harus
disembah sebagai tuhan. Ketika berada di pulau
Patmos inilah Yohanes menerima pewahyuan
mengenai Yesus Kristus dari Allah Bapa.
 Seorang malaikat menolong Yohanes untuk mengerti
penglihatan itu. Mengigat kitab pertama dari Alkitab yaitu
Kejadian menceritakan awal dari dosa dan kemenangan
setan, maka kitab terakhir dari Alkitab yaitu Wahyu
menceritakan akhir dosa dan kekalahan setan. Berkat
yang khusus dijanjikan bagi mereka yang membaca,
mendengar dan mentaati kitab ini.
 Nama 'apokalips' berasal dari bahasa Yunani
apokalypsis, yang berarti penyingkapan (selubung).
Sedangkan nama "Wahyu” adalah terjemahan dari
bahasa Latin revelatio yang juga berarti penyingkapan.
Dengan menyebut kedua nama itu, tampak bahwa anda
sudah mempunyai pengetahuan tertentu tentang hal
yang sampai sekarang masih tersembunyi.

Lima kenyataan penting mengenai latar
belakang kitab ini dinyatakan dalam

pasal 1 (Wahy 1:1-20).
1.
"Inilah wahyu Yesus Kristus" (Wahy 1:1).
2.
(2) Penyataan ini telah disampaikan secara
adikodrati kepada penulisnya melalui Kristus yang
ditinggikan, malaikat-malaikat dan penglihatanpenglihatan (Wahy 1:1,10-18).
(3) Penyataan itu disampaikan kepada hamba Allah, Yohanes
(Wahy 1:1,4,9; Wahy 22:8).
(4) Yohanes menerima penglihatan-penglihatan dan berita
penyataan ini sementara ia dalam pembuangan di
Pulau Patmos (80 km sebelah barat daya kota
Efesus), oleh karena Firman Allah dan kesaksian
Yohanes sendir (Wahy 1:9).
(5) Penerima yang mula-mula dari surat ini adalah tujuh jemaat di
propinsi Asia (Wahy 1:4,11).
 Baik bukti sejarah maupun bukti dari isi kitab itu
sendiri menunjukkan bahwa rasul Yohaneslah
penulisnya. Ireneus menjelaskan bahwa Polikarpus
(Ireneus mengenal Polikarpus, dan Polikarpus
mengenal rasul Yohanes) telah berbicara tentang
Yohanes yang menulis kitab Wahyu mendekati akhir
pemerintahan
 Domitianus selaku kaisar Romawi (81-96 M)
Teologi Kitab Wahyu
 Kitab Wahyu dimulai dengan kalimat: “Inilah wahyu
Yesus Kristus . . .” (1:1). Memang benar kitab ini
adalah wahyu Yesus Kristus, bukan wahyu rasul
Yohanes. Namun jangan lupa kalimat berikutnya
yaitu: “yang dikaruniakan Allah kepadanya” (1:1).
Hal ini berarti wahyu Yesus Kristus itu bersumber
dari Allah Bapa. God is the source of all revelation,
seperti yang dikatakan dalam kitab Daniel, “di sorga
ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia”
(2:28-29, 45). Wahyu Allah disampaikan kepada
dunia, terutama kepada gereja-Nya dan orang yang
percaya melalui Anak.
 Dalam kitab Wahyu juga ditekankan tentang Allah
sebagai Allah yang mahakuasa. Sembilan kali
dikatakan Allah adalah pantokrator, yaitu Allah yang
mahakuasa, yang berarti tidak seorang pun atau
sesuatu kekuasaan pun yang bisa melawan Dia. No
one can resist Him and His power.
 Menarik untuk diperhatikan bahwa kata
“pantokrator” digunakan sepuluh kali dalam seluruh
PB dan sembilan di antaranya terdapat di Wahyu
(1:8; 4:8; 11:17; 15:3; 17:7, 14; 19:6, 15; 21:22, bdk.
2Kor. 6:18). D. A. Carson, et al. mengatakan:
“Revelation . . . conveys a sense of the sovereignty
of God that no other New Testament book
approaches.”
 Allah juga digambarkan sebagai Allah yang suci dan
adil. Ia tidak bisa berkompromi dengan dosa; semua
perbuatan jahat harus dipertanggungjawabkan di
hadapan Allah. Allah menghukum mereka, baik
sekarang maupun yang akan datang, terutama
kejahatan-kejahatan terhadap umat Allah. “Siapakah
yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak
memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang
kudus; karena semua bangsa akan datang dan
sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata
kebenaran segala penghakiman-Mu,” demikian
suatu nyanyian pemujaan terhadap Allah yang suci
dan adil (15:4).
 Dalam pasal 20 ketika Yohanes menulis tentang visi
yang dilihatnya, yaitu takhta pengadilan Allah yang
terakhir, ia mengatakan bahwa orang-orang mati
akan dihakimi menurut perbuatan mereka, mereka
dihakimi masing-masing menurut perbuatannya” (ay.
12-13). Di sini kita melihat adanya suatu kebenaran
yang jarang kita perhatikan: Salvation is by grace,
but judgment is by work, artinya, keselamatan
adalah atas dasar anugerah Tuhan tetapi
penghakiman adalah atas dasar perbuatan manusia
(bdk. 22:12; Mat. 16:27; Rm. 2:6; 14:12; Mzm. 28:4;
62:13; Ams. 24:12).

Penekanan inilah yang disebut theology of power sebagaimana
yang ditulis oleh nabi Nahum: “Tuhan itu Allah yang cemburu dan
pembalas, Tuhan itu pembalas dan penuh kehangatan amarah . .
. Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman yang bersalah”
(1:1-2).

selain ini, dalam Wahyu kita juga melihat bahwa Allah adalah yang
kekal. Ia adalah Alfa dan Omega,
Yang Awal dan Yang Akhir.
Morris
mengatakan:
“God
was before all things and
he outlasts all things.”

Namun jangan lupa, apabila Allah adalah Yang Awal dan Yang
Akhir berarti Ia adalah satu-satunya Allah, selain Dia tidak ada
Allah yang lain. Kebenaran ini dapat kita lihat dari latar belakang
PL, yaitu dalam kitab Yesaya: “Begini firman Tuhan, Raja dan
Penebus Israel, Tuhan semesta alam: ‘Akulah yang terdahulu dan
Akulah yang terkemudian, tidak ada Allah selain daripada-Ku’”
(44:6; bdk. 43:10-11). Logikanya ialah, apabila sejak pagi hingga
sore matahari yang sama yang menyinari seluruh bumi ini, maka
kita dapat mengatakan bahwa matahari ini adalah yang satusatunya bagi seluruh bumi kita ini, tidak ada matahari yang lain.
KRISTOLOGI
 Kitab Wahyu dengan jelas diawali dengan kalimat: “Inilah
wahyu Yesus Kristus” (1:1). Di sinilah kita melihat bahwa
Yesus yang mulia, yang telah bangkit dan naik ke sorga,
duduk di sebelah kanan Allah, tetap mewahyukan diri-Nya
kepada dunia. Ia tetap bersabda kepada gereja dan umatNya, bahkan dikatakan bahwa Ia berjalan-jalan di tengah kaki
dian, yaitu gereja.
 Walvoord mengatakan bahwa tujuan penulisan kitab Wahyu
adalah “to reveal Jesus Christ as the glorified one is contrast
to the Christ of the Gospels, who has seen in humiliation and
suffering.”15 Guthrie juga mengatakan: “The Apocalypse
[kitab Wahyu] differs from the Gospels in concentrating on the
post resurrection period rather than the earthly life of Jesus. .
. . The presentation of Christ in the Apocalypse is of an
exalted person who has already accomplished his mission. . .
.”
 Dalam kitab ini Kristus juga berulang kali dikatakan
sebagai Anak Domba yang telah disembelih tetapi
bangkit kembali, sebagai yang pertama bangkit dari
antara orang mati, yang berarti Ia bangkit dan hidup
sampai selama-lamanya (1:5, 18; 5:6), dan telah
menjadi buah sulung dari setiap orang yang
meninggal (1Kor. 15:20-23). Oleh sebab itu Ia akan
menggembalakan dan menuntun umat-Nya ke mata
air kehidupan (7:17). Perhatikan adanya peralihan
dari domba menjadi gembala.
 Dalam pasal 17 kita diberi tahu bahwa Anak Domba
itu disebut sebagai Tuhan di atas segala tuhan dan
Raja di atas segala raja. Hal ini tentunya juga
mempunyai implikasi kristologis yang penting bahwa
Ia sebagai Anak Domba Allah yang direndahkan
sampai mati, namun Ia bangkit kembali dan
ditinggikan sampai yang tertinggi, menjadi Raja di
atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan
(17:14; 19:16). Setiap orang Kristen perlu mengenal
dan meyakini kebenaran ini. Namun sebaliknya,
bagi orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya
dikatakan bahwa Ia akan menggembalakan mereka
dengan gada besi (19:15; bdk. 2:27; 12:5).
……BERSAMBUNG ………..
Download