BAB - Situs Resmi Satpol PP Jatim

advertisement
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada hakekatnya adalah
prasyarat
mutlak
yang
dibutuhkan
untuk
terselenggaranya
kegiatan
Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan agar dapat berjalan dengan
baik dan mantap sesuai yang diharapkan bersama. Demi menjaga kelangsungan
kegiatan tersebut, maka urusan kegiatan ini oleh Pemerintah ditetapkan menjadi
urusan wajib, sebagaimana tersebut pada pasal 13 ayat (1) huruf c yaitu
”Penyelenggaraan ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat“, yang dalam
penjelasan pasal dimaksud termasuk menyelenggarakan perlindungan masyarakat
karena urgennya urusan ini maka bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
merupakan salah satu kewajiban Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
sebagaimana ditentukan dalam pasal 27 ayat (1) huruf c Undang – Undang Nomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah adalah memelihara Ketertiban Umum
dan Ketentraman Masyarakat.
Dalam pasal 148 dan pasal 149 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004
dinyatakan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja bertugas membantu Kepala Daerah
dalam Menegakkan Peraturan Daerah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum
dan Ketentraman Masyarakat. Ketentuan ini mempunyai ruang lingkup yang luas.
Dengan harapan pembuat undang-undang ini Satuan Polisi Pamong Praja
kedepan merupakan organisasi yang besar dan mandiri. Peran Satuan Polsi
Pamong Praja dalam rangka memelihara Ketertiban Umum dan Ketentraman
Masyarakat serta menegakkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah
merupakan salah satu unsur komponen penegak bangsa dan perekat NKRI yang
sangat penting. Sesuai dengan tugas
dan fungsinya Satuan Polisi Pamong
Praja.
Dalam Tugas Kepamong Prajaan Indonesia mulai berkiprah sejak tahun
1950 yang sekaligus ditetapkan sebagai tahun kelahiran Satuan Polisi Pamong
Praja yang secara nasional diperingati setiap tahunnya. Untuk melaksanakan
tugas – tugas kepamong prajaan di bidang Kamtramtibmas dan Penegakan Perda
serta
penyesuaian
dengan
struktur
organisasi
yang
baru
maka
untuk
memaksimalkan kinerja dan tupoksinya dengan baik dan optimal, Pemerintah
Provinsi Jawa Timur menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2
Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja.
-1-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Di dalam ayat (6) pasal 1 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2
Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Satuan Polisi Pamong Praja dijelaskan bahwa
Satuan Polisi Pamong Praja adalah bagian perangkat Pemerintah Daerah Provinsi
Jawa Timur dalam penegakan peraturan daerah, penyelenggara ketertiban umum
dan ketentraman masyarakat
serta perlindungan masyarakat. Sedang Tugas
pokok yang diamanatkan dalam Perda Provinsi Jawa Timur dimaksud pada pasal
4
bahwa Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tugas menegakkan peraturan
daerah dan peraturan pelaksanaannya, menyelenggarakan Ketertiban Umum dan
Ketentraman serta pengawasan Perlindungan Masyarakat.
Susunan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur
dijelaskan di pasal 10 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2012
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa
Timur terdiri atas :
a. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja;
b. Sekretariat terdiri dari;
- Sub Bagian Program
- Sub Bagian Keuangan
- Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
c. Bidang Penegakan Perundang - Undangan terdiri dari;
- Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan
- Seksi Penyelidikan dan Penyidikan
d. Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat terdiri dari;
- Seksi Operasi dan Pengendalian
- Seksi Kerjasama
e. Bidang Sumber Daya Aparatur terdiri dari;
- Seksi Pelatihan Dasar
- Seksi Teknis Fungsional
f. Bidang Perlindungan Masyarakat terdiri dari;
- Seksi Satuan Linmas
- Seksi Bina Potensi Masyarakat
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Sedang menyangkut pelaksanaan kegiatan dijelaskan dalam uraian tugas
dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja dijelaskan lebih lanjut dalam pasal 2 s/d
pasal 18 Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 71 Tahun 2012 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2012 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja.
-2-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
1.2
Landasan Hukum
1. Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ;
2. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah
3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja
4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan
Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
5. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 25 Tahun 2012 tentang petunjuk
Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Keputusan Menteri PAN dan RB Nomor KEP/135/M.PAN/9/2004 tentang
Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
7. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/IX/6/8/2003
tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah
8. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja;
9. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 71 Tahun 2012
tentang Petunjuk
Pelaksanaaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2012
tentang Organisasi dan Tata Satuan Polisi Pamong Praja;
10. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/472/KPTS/013/2012
tentang
Indikator Kinerja Utama Satuan Kerja Perangkat Daerah Dilingkungan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
1.3
Tujuan
Tujuan yang akan dicapai adalah :

Keluaran berupa dokumen LAKIP

Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Laporan Capaian Kinerja dan

Manfaat yang ingin dicapai adalah tersedianya media pertanggungjawaban
instansi pemerintah dalam pencapaian misi dan tujuan organisasi

Dampak yang diharapkan adalah terwujudnya clean government dan good
governance.

Terciptanya transparansi dan akuntabilitas kinerja
Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tujuan dalam melaksanakan tugas
dan fungsinya yaitu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Polisi Pamong
Praja serta masyarakat dalam mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat di Jawa Timur.
-3-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
1.4
Gambaran Umum SKPD
Pondasi pembentukan dan tupoksi Satpol PP dapat dijelaskan di
Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal
148 dan 149 antara lain “ Untuk membantu kepala daerah dalam menegakkan
Perda dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja, Undang-undang ini ditindaklanjuti
dengan PP Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satpol PP. Peran Satuan Poisi Pamong Praja
dalam rangka menegakkan Perda dan menyelenggarakan ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat, perlindungan masyarakat serta penegakan Keputusan
Kepala Daerah merupakan salah satu komponen penegak bangsa yang sangat
penting,
Peran
serta
Polisi Pamong Praja dalam Pemerintahan Daerah tidak
terlepas dari tugas, pokok dan fungsi jauh lebih besar yaitu sebagai Perangkat
Daerah
yang
membantu Kepala Daerah dalam rangka menyelenggarakan
Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Penegakan Perda dan
Keputusan Kepala Daerah. Mengingat tugas, pokok dan fungsi dimaksud, maka
Polisi
Pamong
Praja
dituntut
untuk
mampu
melaksanakan
dan
mengembangkannya dengan melaksanakan management modern yang baik.
Dalam skala makro pelaksanaan Otonomi Daerah seperti sekarang ini prospek
kedepan keberadaan Polisi Pamong Praja mempunyai peran yang perlu mendapat
perhatian dan prioritas dalam membantu Kepala Daerah untuk menegakkan Perda
serta Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan
Masyarakat. Dengan sasarannya adalah tegak dan tertibnya Perda beserta
perauran kepala daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ),
dan
mengupayakan sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni
mencegah terjadinya gangguan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat
yang disebabkan pengetrapan kebijakan Otonomi Daerah yang rawan disintegrasi
keutuhan teritorial wilayah.
Dalam menjalankan tugas sebagai penegak peraturan daerah dan
peraturan pelaksanaannya yang wilayah kerjanya cukup luas yaitu di 38
Kabuapten/ Kota terdiri dari pelanggaran Peraturan Daerah, ketertiban dan
ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat, Satuan Polisi Pamong
Praja Provinsi Jawa Timur pada tahun 2013 memiliki personil sebanyak 155 orang
pegawai negeri sipil (PNS) dan 21 orang Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).
-4-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2012
tentang Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tugas pokok dan fungsinya yaitu
menegakkan
Peraturan
Daerah
dan
peraturan
pelaksanaannya,
menyelenggarakan Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat, pengawasan
perlindungan masyarakat. Dalam melaksanaan tugas tersebut, ditetapkan
beberapa kebijakan sebagai pedoman untuk dijadikan acuan yaitu Motto, Visi,
Misi, Tujuan dan sasaran dari Polisi Pamong Praja agar lebih tercapainya kondisi
tentram, tertib dan aman yang sangat didambakan sekali oleh semua lapisan
masyarakat. Untuk saat ini kondisi yang demikian sangat mahal harganya.
Dengan motto “PRAJA WIBAWA “ yang berarti Pengayom dan Penegak Bangsa,
Satuan Polisi Pamong Praja bertekad untuk mewujudkan dengan berbuat
segalanya tanpa arogansinisme berdasarkan ketentuan yang berlaku.
2.1. Rencana Strategis dan Rencana Kinerja
2.1.1. Rencana Strategis
a.
Visi
Sebagai antisipasi terhadap perubahan yang terjadi, Satuan Polisi
Pamong Praja Provinsi Jawa Timur merumuskan VISI dan MISI yang merupakan
bagian dari proses perencanaan strategis, sehingga setiap komponen yang ada di
lembaga dapat membangun dan memiliki care competence untuk mewujudkan
VISI dan MISI yang diharapkan lembaga. Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi
Jawa Timur dengan segala kapasitas potensi sumber daya yang dimiliki dan
perkembangan kompleksitas permasalahan masyarakat mempunyai visi sebagai
berikut :
“Terwujudnya Profesionalisme Polisi Pamong Praja dalam rangka
Penegakan Perda, Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman
Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat”.
Beralihnya masa pemerintahan orde baru ke era reformasi yang
mengarah kepada kehidupan masyarakat dalam berdemokrasi menjadi semakin
solid dan transparan. Selain itu, reformasi juga mengakibatkan kerusuhan publik,
konflik kelas dan konflik horisontal yang makin eksplisit serta perilaku masyarakat
dan tindakan elite politik yang dapat memicu adanya gangguan ketertiban umum
dan ketentraman masyarakat ( tibumtramas ). Rentang waktu kedepan, situasi
-5-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
dan kondisi pasca era reformasi akan berkembang menjadi era globalisasi yang
ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, arus informasi dan
komunikasi yang cepat dan tepat serta keberadaan teknologi yang canggih akan
berdampak
pada
pola
pikir
dan
tindak
kehidupan
masyarakat
yang
mengedepankan individualisme. Bergesernya nilai adat istiadat, kebudayaan dan
norma – norma kehidupan yang berperan sebagai ikatan emosi dan kontrol sosial
masyarakat akan semakin menipis.
Intervensi pemerintah dalam meminimalkan permasalahan tersebut
kurang mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga akan menimbulkan konflik
gangguan tibumtrammas dan pelanggaran aturan – aturan yang ditetapkan oleh
pemerintah, hal tersebut memaksa aparat pemerintah untuk bekerja lebih intensif
dalam pengawasan, pembinaan, penegakan dan pengaturan secara legal yaitu
dengan ditetapkannya undang – undang / Peraturan Daerah ( Perda ) sehingga
dapat menekan terjadinya konflik. Kondisi demikian akan menciptakan tatanan
masyarakat yang tertib, tentram dan teratur secara berkesinambungan. Kedepan,
akan semakin banyak aturan hukum yang dibuat untuk diberlakukan dan ditaati
yang memungkinkan semakin banyak kasus – kasus pelanggaran Perda.
Sedangkan sebagian masyarakat cenderung melanggar dan menyiasati hukum.
Prioritas dan fokus pembangunan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi
Jawa
Timur
adalah
melaksanakan
penegakan
Peraturan
Daerah
menyelenggarakan Tibumtrammas serat perlindungan masyarakat, serta
prioritas intern Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur peningkatan
personil yang dibekali pelatihan teknis dan non teknis guna mewujudkan SDM
aparatur yang handal, profesional dan menguasai teknologi informasi, adanya
kesepakatan atau MOU antar kabupaten / kota dengan propinsi untuk
penanganan bersama masalah tramtibum dan penegakan Perda sehingga
terbentuk koordinasi tata kerja yang harmonis antara Satuan Polisi Pamong
Praja Propinsi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten / Kota di Jawa
Timur serta terjalin hubungan yang harmonis antara Satuan Polisi Pamong
Praja dengan aparatur penegak hukum lainnya serta terrevitalisasi peran
Satuan Polisi Pamong Praja menjadi fasilitator dan mitra masyarakat dalam
menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta terlibat secara
intensif dalam peran – peran yang sifatnya strategis dibidang pemeliharan
ketertiban dan ketentraman sehingga image masyarakat tentang Satuan Polisi
Pamong Praja sebagai tukang obrak dapat diminimalisir.
-6-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
b.
Misi
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh instansi pemerintah
yang diwujudkan dalam bentuk maksud dan tujuan umum serta peran yang
diemban sebagai salah satu Instansi Daerah yang berisikan cita dan citra yang ingin
diwujudkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Misi Satuan Polisi Pamong Praja adalah :
1. Menjalin kerjasama dengan aparat penegak hukum, dan instansi terkait serta
koordinasi dengan Satpol PP Kab/Kota dalam melaksanakan tibumtramas dan
perlindungan masyarakat.
2. Melaksanakan pemeliharaan tibumtramas serta perlindungan masyarakat
dalam penegakan Perda dan peraturan pelaksanaannya.
3. Memberdayakan serta partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan tugas
tibumtramas serta perlindungan masyarakat dalam penegakan Perda dan
peraturan pelaksanaannya.
4. Meningkatan pengendalian operasional melalui penertiban dan penindakan
pelanggaran serta pemberdayaan PNS.
5. Menerapkan sanksi hukum yang tegas terhadap pelanggaran Perda.
yang mengarahkan Satuan Polisi Pamong Praja Propinsi Jawa Timur dapat
secara bertahap menjadi lembaga yang mandiri, tegas dan berwibawa dalam
menyelenggarakan
tugasnya
yaitu
memelihara
dan
menyelenggarakan
ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat serta menegakkan
peraturan daerah dan peraturan pelaksanaannya dengan SDM aparatur yang
handal dan profesional serta ditunjang dengan dukungan dana anggaran, sarana
dan prasarana yang memadai, penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi
sehingga dapat mewujudkan masyarakat madani di Propinsi Jawa Timur yaitu
masyarakat yang taat norma hukum dan norma masyarakat
c.
Tujuan
Untuk mewujudkan keberhasilan pencapaian visi dan misi, maka perlu
ditetapkan tujuan yang berkaitan tugas dan fungsi
Satuan Polisi Pamog Praja
dalam rangka penyelenggaraan tugas Pemerintahan Daerah dibidang Ketentraman
dan Ketertiban Umum Penegakan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah.
Tujuan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur yaitu :
1. Melaksanakan Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Pelaksanaannya;
2. Menyelenggarakan Ketertiban Umum dan ketentraman Masyarakat;
3. Perlindungan Masyarakat.
-7-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Matriks Hubungan Antara Misi dan Tujuan
No
1.
MISI
- Menjalin kerjasama dengan
aparat penegak hukum,
dan instansi terkait serta
koordinasi dengan Satpol
PP Kab/Kota dalam
melaksanakan tibumtramas
dan perlindungan
masyarakat
- Meningkatan pengendalian
operasional melalui
penertiban dan penindakan
pelanggaran serta
pemberdayaan PNS
- Menerapkan sanksi hukum
yang tegas terhadap
pelanggaran Perda
TUJUAN
Melaksanakan
Penegakan Peraturan
Daerah dan Peraturan
Pelaksanaannya
INDIKATOR
Jumlah operasional
Peraturan Daerah di
kabupaten Kota se jawa
Timur
2.
Melaksanakan pemeliharaan
tibumtramas serta
perlindungan masyarakat
dalam penegakan Perda dan
peraturan pelaksanaannya
Menyelenggarakan
Ketertiban Umum dan
ketentraman
Masyarakat
jumlah pelanggar
Ketertiban Umum dan
ketentraman Masyarakat di
kabupaten Kota se jawa
Timur
3.
Memberdayakan
serta
partisipasi
masyarakat
dalam pelaksanaan tugas
tibumtramas
serta
perlindungan
masyarakat
dalam penegakan Perda
dan
peraturan
pelaksanaannya.
Meningatkan Potensi
dan peran Satlinmas
dalam Pamswakarsa
Jumlah anggota satlinmas
yang berpotensi sigap dan
tanggap
d.
Sasaran
Untuk mewujudkan visi dan misi yang akan diemban oleh Satuan Polisi
Pamong Praja Provinsi Jawa Timur, maka sasaran strategis yang akan dilaksanakan
adalah :
1. Meningkatnya penegakan Peraturan Daerah dan peraturan pelaksanaannya
2. Meningkatnya Ketentraman dan Ketertiban umum di Jawa Timur
3. Meningkatnya peran linmas dan masyarakat dalam Pengamanan Swakarsa
(Community Policing)
-8-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Matriks Hubungan Antara Tujuan dan Sasaran
No
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
1
2
3
4
1
Melaksanakan
Penegakan Perda dan
Peraturan
Pelaksanaannya
2
Menyelenggara kan
Masyarakat Jawa
Ketertiban umum dan
Timur yang aman,
ketentraman masyarakat tertib tenteram dan
kondusif
3
e.
Perlindungan
Masyarakat
Menegakkan
supremasi hukum
peraturan daerah
 Penertiban pelanggar Perda
(penambang pasir liar di Kab/
Kota yang dialiri sungai brantas
dan bengawan solo)
 Masyarakat / aparatur/ badan
publik yang melanggar perda
 Jumlah penanganan unjuk rasa
dan kerusuhan massa
 Kab/ Kota se jatim yang rawan
gangguan tramtibum
Meningkatkan peran
 Anggota Satlinmas yang
Satlinmas dalam
berkompeten / terlatih dalam
meminimalisir dampak penanggulangan bencana
bencana dan Pam
Swakarsa
 Anggota satlinmas dan masyarakat
yang peduli sosial konflik
(sistrantibmas swakarsa)
Indikator Kinerja Utama
Sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :
PER/9/M.PAN/5/2007 tentang pedoman umum penetapan Indikator Kinerja Utama
di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa
Timur menetapkan Indikator Kinerja Utama yang ingin dicapai selama kurun waktu
5 (lima) tahun adalah sebagai berikut :
1. Jumlah penegakan Peraturan Daerah
2. Jumlah pelanggaran ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
3. Jumlah linmas dan masyarakat yang sigap dan tanggap dalam Pengamanan
Swakarsa
f.
Program dan Kegiatan
Guna mendukung kelancaran dan tercapainya kesinambungan pelaksanaan
program pembangunan maka program kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja
Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 terdiri dari 10 (sepuluh) program dan 21 (dua
puluh satu) kegiatan sebagai berikut :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur.
-9-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
4. Program Peningkatan Pembangunan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan.
5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
6. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah.
7. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan lingkungan.
8. Program Pemeliharaan Kantramtibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal.
9. Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan.
10. Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
Sedangkan 21 (dua puluh satu) kegiatan dijabarkan sebagai berikut :
1. Peningkatan Pelaksanaan administrasi Perkantoran
2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3. Peningkatan Disiplin Aparatur
4. Peningkatan pembangunan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
5. Penyusunan Databese SKPD sebagai Penunjang Pusat Data Prov. Jatim
6. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
7. Pengamanan, pengawalan pimpinan daerah serta orang-orang penting
8. Pelatihan kesamaptaan anggota Satpol PP se Jawa Timur
9. Penanganan unjuk rasa dan kerusuhan massa
10. Pengamanan Pemilu Kepala Daerah
11. Peningkatan Hubungan Kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Tibum dan
Tranmas
12. Peningkatan Kemampuan Aparat Satpol PP
13. Operasional Patroli Wilayah Tramtibum
14. Pengembangan SDM dan Performance PPNS Se Jawa Timur
15. Penegakan Peraturan Daerah
16. Penyuluhan
Penyelenggaraan
Tramtibum
dan
Penegakan
Perda
serta
Keputusan Kepala Daerah
17. Pemberdayaan Masyarakat dalam pengamanan Swakarsa (Community Policing)
18. Pelatihan dan koordinasi potensi anggota linmas dalam rangka penanganan
bencana
19. Pembekalan Keterampilan Anggota Satpol PP dalam Penanggulangan Bencana
20. Peningkatan kinerja Lembaga Satpol PP
21. Pengelolaan Administrasi dan Manajemen PPNS
2.1.2.
Rencana Kinerja Tahun 2013
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) disusun berdasarkan Peraturan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
-10-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan
Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Rencana kerja Satuan
Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur. Rencana kinerja tahun 2013
merupakan dokumen yang menyajikan sasaran beserta indikator kinerja dan
target yang akan dicapai pada tahun 2013. Rencana kinerja tersebut
selanjutnya dituangkan menjadi Penetapan Kinerja yang merupakan tolok ukur
evaluasi akuntabilitas kinerja pada tahun 2013.
RENCANA KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013
TUJUAN
SASARAN
STRATEGIS
2
1
1. Melaksanakan
Penegakan
1. Meningkatnya
Pera-
INDIKATOR
TARGET
3
Jumlah operasional
4
35
penegakan
penegakan
turan Daerah dan
Peraturan
Peraturan Daerah
Peraturan
Daerah
Pelaksanaannya;
peraturan
preventif dan
pelaksanaannya
represif
2. Menyelenggarakan
dan secara preemtif,
2. Meningkatnya
Jumlah pelanggaran
Ketertiban Umum
Keamanan
dan ketentraman dan
dan Ketentraman
Ketertiban
ketertiban umum
Masyarakat
umum di Jawa
75.997
Timur
3.Perlindungan Masya 3. Meningkatnya
rakat
peran
Jumlah linmas dan
linmas masyarakat yang
dan masyarakat terlatih dalam
yang sigap dan Pamswakarsa
tanggap
-11-
500
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
2.2
Penetapan Kinerja 2014
Penetapan Kinerja merupakan dokumen penetapan kinerja yang diartikan
sebagaimana termaksud dalam pasal 3 (tiga) Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman
Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah adalah merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/ kesepakatan
kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target
kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yng dimiliki oleh instansi.
Sedangkan Penetapan Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja provinsi Jawa Timur
Tahun 2014 sebagai berikut :
Sasaran
Indikator Kinerja
Utama
1
2
1. Meningkatnya
Jumlah
operasional
penegakan
penegakan
Peraturan Daerah Peraturan
Daerah
dan
peraturan
Target
3
50
Jumlah
pelanggaran
Ketentraman dan
ketentraman
Ketertiban umum dan ketertiban
umum
di
di Jawa Timur
kabupaten/ kota
se Jawa Timur
4
 Program Penanganan
Kantramtibmas
Pencegahan
Anggaran
5
902.911.000,-
dan
Tindak
Kriminal
 Kegiatan
Perda
pelaksanaannya
2. Meningkatnya
Program/ Kegiatan
Penegakan
75.997  Program Penanganan
Kantramtibmas
Pencegahan
571.915.000,-
dan
Tindak
Kriminal
 Kegiatan Operasional
Patroli
Wilayah
Tramtibum
3. Meningkatnya
Jumlah linmas
dan masyarakat
perasn
linmas
yan
terlatih
dan masyarakat dalam
Pam
Swakarsa
dalam
Pam
500
Swakarsa
-12-
 Pemberdayaan
Masyarakat
untuk
menjaga Ketertiban
dan keamanan
 Kegiatan
Pemberdayaan
Masyarakat
dalam
pengamanan
Pam
Swakarsa (comunity
policing)
 Kegiatan
pelatihan
dan
koordinasi
potensi
anggota
linmas dalam rangka
penanganan bencana
409.000.000,-
341.000.000
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1
PENGUKURAN KINERJA
Indikator Kinerja serta pengukuran kinerja sebagai ukuran kuantitatif
dan kualitatif dan menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan
yang telah ditetapkan
dengan menghitungkan indikator Masukan ( Inputs ),
Keluaran ( Outputs ), Hasil ( Outcomes ), Manfaat ( Benefits ) dan Dampak
( Impacts ).
Indikator Kinerja yang digunakan dalam proses pengukuran kinerja
yaitu : Indikator Masukan ( Inputs ), Keluaran ( Outputs ), Hasil ( Outcomes )
belum dapat dilaksanakan karena indikator benefits dan impacts baru dapat di
indentifikasikan pada jangka menengah.
Penetapan indikator kinerja merupakan proses identifikasi dan klasifikasi
kinerja melalui sistem pengumpulan dan pengelolahan data/ informasi untuk
menentukan kinerja kegiatan, program dan kebijaksanaan. Pengukuran kinerja
(indikator kinerja utama tahun 2013).
-13-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Tabel
:
Pengukuran Kinerja
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
REALISASI
1
TUJUAN
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR
TARGET
2013
2010
2011
2
3
4
5
6
7
8
9
10
2012
2013
CAPAIAN
(%)
1
Melaksanakan
Penegakan
Peraturan Daerah
dan Peraturan
Pelaksanaannya
Meningkatnya
Penegakan Peraturan
Daerah
Jumlah Operasional
Penegakan Peraturan
Daerah
50
20
23
28
31
62
2
Menyelenggarakan
Ketertiban Umum
dan Ketentraman
Masyarakat
Meningkatnya
Ketentraman dan
ketertiban umum di
Jawa Timur
Jumlah Pelanggaran
Ketentraman dan
ketertiban umum di
Jawa Timur
90.100
114.566
52.369
75.997
50.661
62
3
Perlindungan
Masyarakat
Meningkatnya peran
linmas dan
masyarakat dalam
Pam Swakarsa
(community policing)
Jumlah linmas dan
masyarakat yang
sigap dan tanggap
dalam pengamanan
swakarsa
300
160
200
230
250
83
-14-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
3.2
EVALUASI KINERJA
Pengukuran kinerja (indikator kinerja utama tahun 2013)
No
1
1
Program /
Kegiatan
2
Uraian
Target
Realisasi
3
4
5
Capaian
%
6
10 tempat/ lokasi
10 tempat/ lokasi
100 %
20 kali
20 kali
100 %
Program
Peningkatan
Keamanan dan
Kenyamanan
Lingkungan
Penjagaan
Terciptanya
tempat - tempat
keamanan
penting
tempat – tem-
dan
pengamanan aset
pat penting
milik
dan aset Pem-
Pemprov
Jatim
prov. Jatim
Kegiatan
Terkendalinya
Penanganan
unjuk rasa dan
unjuk
rasa
dan
kerusuhan masa
kerusuhan
massa
Hasil kegiatan:

Hasil kegiatan penjagaan tempat-tempat penting dan pengamanan asset milik
pemprov. Jatim realisasi 100% dikarenakan asset yang di jaga oleh personil
Satpol PP merupakan aset obyek vital yang keberadaannya terjangkau dan
dapat dipantau setiap saat, untuk kegiatan
penanganan unjuk rasa dan
kerusuhan massa realisasi 100%, satpol PP selalu berkoordinasi dengan
TNI/Polri dan instansi terkait dengan keberadaan adanya unjuk rasa

Terlaksananya penjagaan tempat-tempat penting dan aset milik Pemprov Jatim
dengan aman, tenteram dan terlaksananya penanganan unjuk rasa dan
kerusuhan massa secara kondusif dan tertib dengan meminimalisir gangguan
ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
2
Program
Pemeliharaan
Kantramtibmas
dan
Pencega-
han
Tindak
Kriminal
-15-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
 Operasional
Patroli
wilayah
tramtibum
patroli wilayah
terpadu
dengan
87 kali kegiatan
53 kali kegiatan
61 %
50 kali
31 kali
62 %
instansi terkait
 Penegakan
Operasional
Peraturan
Penegakan
daerah
perda secara
preemtif,
preventif dan
represif non
yustisial
Hasil kegiatan:

Hasil kegiatan operasional patroli wilayah ketentraman masyarakat dan
ketertiban umum realisasi 61% atau 53 kegiatan, hal tersebut dikarenakan
adanya keterbatasan anggaran serta
banyaknya kegiatan patroli dalam kota
dalam rangka pengamanan hari-hari besar, patroli obyek vital, patroli rawan
tramtibum, patroli pengamanan serta pengamanan dan patroli di 38 kabupaten/
kota yang tidak semua kab/ kota terlampaui. Untuk kegiatan Penegakan
Peraturan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur merupakan
aparatur Pemerintah yang tupoksinya adalah salah satunya sebagai penegakan
Peraturan daerah, adapun Perda yang dimiliki oleh SKPD/ Instansi Provinsi Jawa
Timur sangat banyak sehingga untuk mengiplementasikan Tupoksi Satpol PP
Perda yang bersanksi Pidana diprioritaskan, disebabkan keterbatasan anggaran
serta SDM yang kurang optimal (penyidik Pegawai Negeri Sipil) PPNS yang
dimiliki oleh Satpol PP masih kurang, sehingga pelanggar Peraturan Daerah
Provinsi Jawa yang ada di 38 Kabupaten / Kota setidak semuanya terjangkau
dan dilakukan sebanyak 31 kali kegiatan penegakan perda atau 62 %.

Terlaksananya operasional Patroli wilayah tramtibum untuk Operasional Patroli
wilayah Tramtibum secara insedentil maupun berkala yang bertujuan untuk
meminimalisir terjadinya gangguan tramtibum di Jawa Timur, terlaksananya
penegakan Peraturan Daerah untuk meningkatkan Operasional Penegakan
perda secara preemtif, preventif dan represif non yustisial.
3
Program
Pemberdayaan
Masyarakat
untuk Menjaga
Ketertiban dan
Keamanan
-16-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Pemberdayaan
Pelaksanaan
masyarakat
sistramtibmas
dalam pengama-
Pam Swakarsa
nan Pam Swakar-
(Community
sa
Policing)
(Community
5 kali kegiatan
2 kali kegiatan
40 %
5 kali kegiatan
3 kali kegiatan
60 %
Policing)
Pelatihan
dan
Peningkatan
kordinasi potensi
kemampuan
anggota
linmas
ketrampilan
dalam
rangka
dan daya
penanganan
tanggap
bencana
anggota linmas
serta
masyarakat
Hasil kegiatan:

Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengamanan Pam sawakarsa
(community policing) dengan realisasi 40% dikarenakan kurang optimalnya
personil Satlinmas,
dan diharapkan adanya kolaborasi dengan masyarakat
dalam pengamanan di masyarakat dan penanganan bencana, untuk kegiatan
pelatihan dan koordinasi potensi anggota linmas dalam rangka penanganan
bencana dengan realisasi 60%, dengan upayah untuk lebih meningkatkan
anggota linmas dan masyarakat lebih peduli dan tanggap/terlatih dalam
penanggulangan bencana baik dalam situasi bencana dan pasca

Terlaksananya kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengamanan Pam
sawakarsa (community policing) diharapakan adanya rasa tanggung jawab dan
tanggap dalam pengamanan masyarakat serta deteksi dini penanganan
bencana, kegiatan
pelatihan dan koordinasi potensi anggota linmas dalam
rangka penanganan bencana merupakan faktor pendukung dari anggota
Satlinmas untuk mengemban tugasnya sebagai pelindung bencana.
3.3
Telaahan Renstra
Permasalahan/ hambatan yang dihadapi Satuan Pamong Praja dalam
rangka mencapai pelaksanaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta
penegakan Perda serta Keputusan Kepala Daerah diantaranya :
1.
Kurang mantapnya koordinasi dan dukungan dari Dinas / Instansi terkait dalam
proses Penegakan Perda yang terkadang menyebabkan kinerja Satuan Polisi
Pamong Praja menjadi berbenturan dengan masyarakat dan bahkan kontra
produktif, yang disebabkan :
-17-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
a. Sulitnya data identitas pelanggar yang didapat dari Instansi yang
berwenang mengeluarkan ijin atau rekomendasi.
b. Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur tidak diberikan informasi
pada setiap pengeluaran ijin / rekomendasi persetujuan terhadap sesuatu
objek, sehingga menyulitkan untuk melakukan penyidikan dan penertiban.
2.
Masih belum terumuskannya rencana induk yang benar – benar komprehensif
antara Dinas yang satu dengan yang lain dalam penanganan masalah sosial
politik tertentu, sehingga tidak jarang menghadapkan Satuan Polisi Pamong
Praja pada sebuah dilema dalam kasus penataan PKL / operasional lapangan,
misalnya sering Satuan Polisi Pamong Praja diberi tugas melakukan penertiban
yang sifatnya parsial dan temporer, sementara itu program – program
penanganan pasca penertiban PKL / operasi lapangan yang semestinya
dilakukan Dinas yang bersangkutan, ternyata tidak dilakukan. Akibat yang
terjadi, biasanya penanganan yang dilakukan menjadi tidak tuntas.
3.
Di era Otonomi Daerah dalam beberapa kasus harus diakui terkadang
menimbulkan ego kedaerahan dan sikap soliter Kabupaten / Kota yang
berlebihan, sehingga menyulitkan koordinasi dalam upaya penanganan masalah
ketertiban dan ketentraman umum. Sementara itu gangguan dan ancaman
terhadap ketertiban dan ketentraman sering bersifat lintas wilayah dan tidak
bisa dibatasi oleh garis administratif Kota / Kabupaten tertentu saja, sehingga
tanpa didukung koordinasi yang benar – benar matang, niscaya hasilnya
menjadi kurang maksimal.
4.
Masih adanya kekeliruan persepsi dan image masyarakat terhadap Satuan
Polisi Pamong Praja yang terkadang dituding hanya sebagai tukang obrak
yang tidak peka pada masalah kemanusiaan dan penderitaan orang kecil
dan penjaga kantor sehingga menyulitkan upaya Satuan Polisi Pamong Praja
untuk mengembangkan dukungan dari berbagai kelompok serta organisasi
sosial politik dan warga masyarakat pada umumnya.
5.
Berkaitan dengan hak perlindungan dan asuransi keselamatan bagi anggota
Satuan Polisi Pamong Praja yang dinilai masih belum sebanding dengan resiko
kerja atau tugas yang harus dilakukan.
6.
Sarana dan prasarana yang dimiliki sangat terbatas serta dukungan dana
operasional kurang optimal.
7.
Produk kebijakan seperti Undang – undang ( UU ), Peraturan Pemerintah ( PP
), Keputusan Presiden ( Kepres ) dan Peraturan Daerah ( Perda ) seringkali
-18-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
tidak responsive dan aspiratif atau berbeda dengan aspirasi, cenderung ditolak
dan tidak dipatuhi oleh masyarakat ;
8.
Belum efektifnya pencapaian pelaksanaan Peraturan Daerah di Jawa Timur
yang dapat berpengaruh kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) ;
9.
Masih berkembangnya iklim tidak menghargai orang lain, penyampaian aspirasi
yang cenderung sebebas-bebasnya, unjuk rasa mengarah kepada anarkisme
disertai kekerasan dan intimidasi, serta terjadinya kepentingan politik dengan
menggunakan cara-cara tidak terpuji ;
10.
Kurang sinkronnya antara program dan kegiatan dengan hasil capaian kinerja
berupa indiakator kinerja yang belum bisa diukur (berupa kuantitatif)
Pemecahan masalah / antisipasinya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
Satuan Polisi Pamong Praja yaitu membantu Gubernur dalam Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah di bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Penegakan
Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah serta Perlindungan Masyarakat
adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan kualitas SDM Pol PP, Linmas dan PPNS bekerja sama dengan Badan
Diklat Propinsi Jawa Timur dan Diklat Polda ;
2. Pengadaan sarana mobilitas dan komunikasi;
3. Koordinasi dengan Polisi Pamong Praja Kabupaten / Kota serta Aparat Penegak
Hukum dan Instansi terkait dalam pelaksanaan tugas operasional yang
dituangkan dalam MOU;
4. Perlu merevitalisasi peran Satpol PP agar dapat berperan sebagai fasilitator dan
mitra kerja masyarakat dalam menjaga trantibum dengan kondisi yang aman,
tentram dan kondusif;
6. Dalam penyusunan produk – produk Perda Provinsi Jawa Timur yang bersangsi
hukum hendaknya Polisi Pamong Praja sebagai aparat Penegak Perda dan
Peraturan Perundang – undangan lainnya dilibatkan agar tumbuh sense of
belonging ( rasa memiliki ) dan pengertian yang benar – benar jelas tentang isi
isi pasal Peraturan Daerah.
Analisis capian kinerja dengan isu prioritas yang perlu mendapat perhatian
ekstra untuk saat ini dan tahun – tahun berikutnya terkait tantangan, masalah dan
beban pekerjaan yang ditangani oleh Satuan Polisi Pamong Praja adalah :
a. Kualitas SDM anggota Satpol PP, PPNS Satpol PP dan Linmas yang masih perlu
ditingkatkan ;
b. Kurangnya koordinasi dengan dinas terkait dalam upaya penegakan Perda, baik
internal dalam wilayah kota – kabupaten maupun lintas wilayah ;
c. Merebaknya aksi amuk massa dan ancaman provokasi ;
-19-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
d. Jumlah Perda dan kasus pelanggaran Perda yang makin banyak ;
e. Resiko dan ancaman terhadap keselamatan anggota Satpol PP ;
f. Image Satpol PP yang terkadang negatif ;
g. Kurangnya dukungan lembaga sosial – politik lokal dalam upaya pemeliharaan
ketertiban dan ketentraman ;
h. Tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik yang makin meningkat ;
i. Kontrol sosial yang makin longgar, solidaritas yang makin memudar, gaya hidup
yang makin permisif, kenakalan remaja dan ancaman tindak kejahatan yang
makin meresahkan publik ;
j. Situasi dan kondisi sosial – politik yang rentan memicu konflik horisontal dan
konflik antar kelas.
Dengan memperhatikan beban kerja yang ditangani
maka langkah berikut yang
perlu diperhatikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur dalam
rangka mempertahankan eksistensi dan kemampuan bersaing adalah dengan
melakukan penilaian terhadap kondisi organisasi dan lingkungan sekitarnya, dengan
skala prioritas program kegiatan serta potensi sarana prasarana, SDM serta
dukungan anggaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maka
anggaran tersebut dijabarkan ke dalam bentuk
– bentuk kegiatan yang
mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, sehingga performance dan citra
Satuan polisi Pamong Praja sebagai Penegak Peraturan Daerah dan peraturan
pelaksanaannya dapat dilihat oleh kacamata publik dengan metode humanisme
setiap kali melakukan kegiatan baik penertiaban dan penyuluhan dan sosialisasi.
3.4.
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Setelah ditetapkan indikator kinerja, tahap berikutnya adalah melakukan
pengukuran kinerja yang digunakan untuk penilaian atas keberhasilan / kegagalan
pelaksanaan
kegiatan, program dan
kebijaksanaan
Pengukuran
kinerja
secara
perlu
dilakukan
yang telah
berkesinambungan
ditetapkan.
agar
dapat
memberikan umpan balik dalam upaya perbaikan dan mencapai keberhasilan di
waktu yang akan datang. Pengukuran kinerja dilakukan melalui perbandingan
antara rencana kinerja dengan realisasi capaiannya pada masing-masing kelompok
indikator kinerja
Melengkapi data nilai capaian akhir kinerja tersebut, berikut uraian tingkat
keberhasilan kinerja baik kegiatan rutin / belanja tidak langsung maupun
pembangunan (Proyek) / belanja langsung melalui program dan kegiatan sebagai
berikut :
-20-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Program
kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur tahun
2013 terdiri dari 10 (Sepuluh) program dengan 21 (Dua Puluh satu) kegiatan
dengan dana setelah PAPBD sebesar Rp. 22.360.303.000,- terdiri :

Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 9.962.903.000,-

Belanja Langsung sebesar Rp. Rp. 12.397.400.000,-
Realisasi penyerapan tahun 2013 sebesar Rp 21.850.045.661,- (Dua Puluh Satu
Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Juta Empat Puluh Lima Ribu Enam Ratus Enam
Puluh Satu Rupiah) atau 97,72 %. Sisa sebesar Rp. 510.257.339,- (Lima Ratus
Sepuluh Juta Dua Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan
Rupiah) atau
2,28 % telah dikembalikan ke Kas Daerah Provinsi Jawa Timur.
Adapun hasil-hasilnya yang telah dicapai sampai saat ini dapat dijelaskan sebagai
berikut :

KEGIATAN BELANJA TIDAK LANGSUNG
Hasil
yang
dicapai melalui kegiatan dari belanja tidak langsung
sebesar Rp. 9.962.903.000,- ( Sembilan Milyar Sembilan Ratus Enam Puluh Dua
Juta Sembilan
Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah), realisasi Rp. 9.683.022.628,-
( Sembilan Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Dua Puluh Dua Ribu
Enam
Ratus
Dua Puluh Delapan Rupiah) atau 97,19 % sisa sebesar Rp.
279.880.372,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Delapan Ratus Delapan Puluh
Tiga Ratus Tujuh Puluh Dua Rupiah) dengan persentase 2,81%, adalah sebagai
berikut :
a.
Gaji dan Tunjangan
sebesar Rp. 6.836.187.000,- digunakan untuk
kegiatan/ pembiayaan :
- Gaji PNS sebanyak 156 Pegawai;
-
Tunjangan
keluarga,
tunjangan
jabatan,
tunjangan
umum
dan
Tunjangan beras, tunjangan PPh / khusus, pembulatan gaji dan uang
duka / wafat.
-
Realisasi dari gaji PNS adalah sebesar Rp. 6.639.054.028,- atau sebesar
97,12 % dan sisa Rp. 197.132.972,- atau 2,88 %
b.
Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp. 3.126.716.000,- digunakan untuk
kegiatan / pembiayaan :
-
tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja untuk tunjangan
Daerah, uang Makan, Tunjungan penghasilan yang bersifat khusus
dengan sasaran insentif bagi pengawas dan staf untuk motivasi kinerja
-21-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
berdasarkan
beban
kerja
dan
pertimbangan
obyektif
dalam
penanganan kegiatan Satpol. PP dan Linmas;
-
Realisasi dari Tambahan penghasilan PNS sebesar Rp. 3.043.968.600,atau sebesar 97,35 %. dan sisa Rp. 82.747.400,- atau 2,65 %.

KEGIATAN BELANJA LANGSUNG
Belanja Langsung Satuan Polisi Pamong Praja Propinsi Jawa Timur APBD
Tahun 2013 sebesar Rp. 12.397.400.000,- (Dua Belas Milyar Tiga Ratus
Sembilan Sembilan Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) dengan realisasi
sebesar Rp. 12.167.023.033,- ( Dua Belas Milyar Seratus Enam Puluh Tujuh Juta
Dua Puluh Tiga Ribu Tiga Puluh Tiga rupiah ) atau 98,14 % sisa sebesar Rp.
230.376.967,- (Dua Ratus Tiga Puluh Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu
Sembilan Ratus Enam Puluh Tujuh rupiah) dengan prosentase 1,86 %.
Penyerapannya melalui 10 (Sepuluh) Program dan dijabarkan menjadi
21 (Dua Puluh Satu) kegiatan. Hasil yang dicapai adalah sebagai berikut :
1. Program
:
Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan
:
Penyediaan Alat Tulis Kantor sebesar Rp. 3.239.335.500,-
APBD MURNI
: Rp. 3.239.335.500,-
P-APBD
: Rp. 3.241.855.500,-
Terealisasi
: Rp. 3.200.960.187,-
Tingkat Pencapaian : 98,74 %
Keterangan :
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
- Pembelian kertas HVS Folio, HVS A4, HVS DF, kertas Telstrook HVS, kertas
foto, Carbon Faximile;
- Binder Clips 111, 107,155,260, paper Clips, Toner Printer Type CB
436A/36A, Type 53 A, Type 49 A, Type CE 278 A/78A, Pita printer, Ribbon
Printer
DFX 9000, Ribbon Printer LQ, Ribbon Printer LX 300 + II, Pita
Ribbon Pack LQ 2170, Catridge No. 40, 41,21,22,27,28 C 90, isi tinta
stempel, bantalan stempel, USB Flashdisc, Balpoint, pensil, materai dan
ATK lainnya,;
- Belanja perangko, amplop dinas Pol. PP 170 pak, amplop Setda, amplop
gaji 4000 lbr dan amplop putih, Surat Setoran Pajak (SSP) NCR, Faktur
Pajak Standart NCR kertas NCR, Kwitansi NCR, Buku Agenda, Stopmap,
snelhecter, Buku Ekspedisi dan Folio.
-22-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
2. Program
:
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Kegiatan
:
Sarana dan Prasarana Aparatur sebesar Rp. 594.345.000,-
APBD MURNI
: Rp. 594.345.000,-
P-APBD
: Rp. 574.115.000,-
Terealisasi
: Rp. 563.445.300,-
Tingkat Pencapaian : 98,14 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Belanja Makanan dan minuman/snack untuk kegiatan kesamaptaan
anggota Pol PP dan Korsik sebanyak 224 orang 4 kali, terdiri dari nasi
kotak, dan Snack setiap bulan selama 1 tahun;
-
Belanja Makanan dan minuman/snack untuk kegiatan rapat pembinaan
staf dan Pemantapan Mental Pegawai Pol PP, 156 anggota, 4 kali terdiri
dari nasi kotak, dan Kue dalam 1 tahun.
-
Belanja Makanan dan minuman Rapat Institusi / Lembaga / Instansi 30
orang, 9 kali terdiri dari nasi kotak dan kue dalam 1 tahun.
3. Program
:
Peningkatan Disiplin Aparatur
Kegiatan
:
Peningkatan Disiplin Aparatur sebesar Rp. 291.832.500,-
APBD MURNI
: Rp. 291.832.500,-
P-APBD
: Rp. 291.832.500,-
Terealisasi
: Rp. 285.992.890,-
Tingkat Pencapaian : 98,00 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Pakaian
Sipil
Harian
(PDH)
156
anggota
Satpol.
PP
beserta
kelengkapannya, sepatu dan keplek;
-
Pakaian Dinas Harian (PDL), sepatu PDH dan PDL untuk 156 anggota
Satpol. PP beserta kelengkapannya seragam antara lain Baret, Kopel Rim,
Dalkrim, ikat pinggang, atribut pakaian dinas lapangan, bordir ;
-
Pakaian Khusus lainnya 156 anggota Satpol. PP beserta kelengkapannya
4. Program : Peningkatan
Pembangunan
Sistem
Pelaporan
Kinerja
dan
Pembangunan
Sistem
Pelaporan
Kinerja
dan
Keuangan.
Kegiatan : Peningkatan
Keuangan sebesar Rp. 753.725.000,APBD MURNI
: Rp. 753.725.000,-
P-APBD
: Rp. 823.675.000,-
Terealisasi
: Rp. 764.329.450,-
Tingkat Pencapaian : 92,80 %
-23-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium Pelaksana Kegiatan, Honorarium Tim Pengadaan/Penerima
Hasil Pekerjaan.
-
Honorarium Pengelola Keuangan, Barang Daerah dan Sistem Informasi
-
Belanja Uang lembur dan uang makan lembur pelaksanaan tugas di luar
jam kerja sebanyak 156 orang, selama 3 jam / 8 hari / bulan sebanyak
11 bulan, Perjalanan Dalam Daerah, Perjalanan Luar Daerah.
-
Belanja bantuan transport dan Pemeliharaan ringan peralatan dan mesin.
5. Program
:
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah
Kegiatan
:
Penyusunan Database SKPD sebagai Penunjang Pusat Data
Provinsi Jawa Timur sebesar Rp. 81.510.000,-
APBD MURNI
: Rp. 81.510.000,-
P-APBD
: Rp. 81.510.000,-
Terealisasi
: Rp. 58.794.875,-
Tingkat Pencapaian : 72.13 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Upditing Database SKPD sebagai Penunjang Pusat Data di bidang
informasi dalam penyampaian program dan kegiatan Satpol. PP
6. Program
:
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah
Kegiatan
:
Peningkatan
Kualitas
Pelayanan
Publik
sebesar
Rp. 2.536.652.000,APBD MURNI
: Rp. 2.536.652.000,-
P-APBD
: Rp. 2.484.412.000,-
Terealisasi
: Rp. 2.445.009.925,-
Tingkat Pencapaian : 98,41 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium pelaksana
yaitu Tim Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi ( PPID ) Pembantu, terdiri dari Atasan, ketua, sekretaris,
bidang, anggota, uang sidang;
-
Honorarium petugas lapangan, komandan kompi, komandan regu,
petugas jaga, provost, pamwal, Gasus, pelatih kesamaptaan;
-
Honorarium Anggota KORSIK untuk 11 anggota Korsik (PNS);
-
Honorarium Panitia Bimbingan Teknik Administrasi Perkantoran;
-
Honorarium Tenaga Ahli/Instruktur/Narasumber;
-
Honorarium Tenaga Kontrak non BLUD;
-24-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
-
Belanja Bahan Bakar Minyak, Belanja telepon, belanja air, belanja listrik;
-
Belanja Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga Pakai Habis,
Cinderamata/Souvenir;
-
Biaya surat kabar, transaksi keuangan, perijinan dan administrasi, Belanja jasa
dokumentasi dan publikasi, belanja jasa pengamanan, asuransi kendaraan
roda 4, Belanja makanan dan minuman rapat/kegiatan, Belanja perjalanan
Dinas baik dalam maupun luar, biaya bantuan transport, belanja kursus
singkat/pelatihan;
-
Belanja pemeliharaan ringan peralatan dan mesin, pemeliharaan ringan
gedung dan bangunan;
-
Bbelanja Modal Peralatan, Perlengkapan Kantor dan Rumah Tangga serta
Belanja Modal Alat-alat Studio dan Komunikasi
7. Program
:
Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Kegiatan
:
Pengamanan, Pengawalan Pimpinan Daerah serta Orangorang penting sebesar Rp. 213.250.000,-
APBD MURNI
: Rp. 213.250.000,-
P-APBD
: Rp. 213.250.000,-
Terealisasi
: Rp. 213.156.700,-
Tingkat Pencapaian : 99,96 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium pelaksana kegiatan tim pengawasan pengamanan asset dan
obyek vital ;
-
Belanja sewa peralatan dan mesin
-
Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah dan Belanja Bantuan transport ;
8. Program : Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Kegiatan : Pelatihan Kesamaptaan Anggota Satpol PP Se Jatim, sebesar
Rp. 150.000.000,APBD MURNI
: Rp. 150.000.000,-
P-APBD
: Rp. 143.200.000,-
Terealisasi
: Rp. 142.399.900,-
Tingkat Pencapaian : 99,44 %
Digunakan un tuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium pelaksana kegiatan dalam rangka rapat kesamaptaan anggota
Satpol. PP di Lingkungan Pemprov. Jatim ;
-
Honorarium Tenaga Ahli dalam rangka rapat kesamaptaan anggota Satpol.
PP di Lingkungan Pemprov. Jatim;
-25-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Belanja Pendukung kegiatan rapat antara lain, transportasi akomodasi dan
-
konsumsi peserta, penggandaan;
Bantuan Transport dalam rangka kesamaptaan anggota Satpol PP di
-
Lingkungan Pemprov. Jatim untuk panitia dan peserta rapat ;
9.
Program : Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Kegiatan : Penanganan
Unjuk
rasa
dan
Kerusuhan
Massa
sebesar
Rp. 111.850.000,APBD MURNI
: Rp. 111.850.000,-
P-APBD
: Rp. 111.850.000,-
Terealisasi
: Rp. 111.825.000,-
Tingkat Pencapaian : 99,98 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
Honorarium uang sidang koordinasi persiapan pelaksanaan Pengamanan
-
Unjuk Rasa dan kerusuhan massa;
Belanja Bantuan Transport
-
10. Program
:
Kegiatan :
Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Pengamanan Pemilu Kepala Daerah, sebesar Rp. 170.828.000,-
APBD MURNI
: Rp. 170.828.000,-
P-APBD
: Rp. 570.828.000,-
Terealisasi
: Rp. 568.325.300,-
Tingkat Pencapaian : 99,56 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium Kegiatan, Tenaga Ahli/Narasumber;
-
Belanja ATK, Belanja Transportasi dan Akom, Belanja Cetak dan
Penggandaan, Belanja Publikasi dan Dokumensi, Belanja Mamin;
-
Belanja Perjalanan Dinas dalam rangka pengamanan Pemilu Kepala
Daerah. Belanja Bantuan Transport.
-
Belanja Modal Peralatan dan Mesin.
-
Belanja Modal Alat-Alat Studio dan Komunikasi.
11. Program : Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Kegiatan : Peningkatan Hubungan Kerjasama dalam Rangka Penyelenggaraan
Tibumtranmas, sebesar Rp. 167.161.000,-
-26-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
APBD MURNI
: Rp. 167.161.000,-,-
P-APBD
: Rp. 167.161.000,-
Terealisasi
: Rp. 166.211.450,-
Tingkat Pencapaian : 99,43 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium Pelaksana Kegiatan dalam rangka Sosialisasi dan Penyuluhan
Kerjasama di wilayah Karismapawirogo dan Ratubangnegoro;
-
Honorarium tenaga ahli /instruktur/narasumber.
-
Belanja pendukung kegiatan antara lain, alat tulis kantor, belanja jasa
pertisipasi kegiatan, belanja transportasi, akomodasi dan konsumsi, belanja
jasa dokumentasi dan publikasi.
-
Koordinasi Perjalanan Dinas Dalam Daerah, Luar Daerah, dan Bantuan
Transport atau uang saku.
12. Program : Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Kegiatan : Peningkatan
Kemampuan
Aparat
Satpol
PP,
sebesar
Rp. 425.000.000,APBD MURNI
: Rp. 425.000.000,-
P-APBD
: Rp. 455.550.000-
Terealisasi
: Rp. 452.832.483,-
Tingkat Pencapaian : 99,40 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honor Pelaksana kegiatan;
-
Honor Tenaga ahli/instruktur;
-
Belanja perjalanan Dinas Dalam dan Luar ;
-
Bantuan transport panitia ;
-
Belanja pendukung kegiatan rapat dan pelatihan ATK, Belanja tranportasi,
Akomodasi dan Konsumsi, peliputan media cetak, penggandaan;
13. Program
Kegiatan
:
:
Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
Operasional Patroli Wilayah Tramtibum, sebesar Rp.
526.225.000,-
APBD MURNI
: Rp. 526.225.000,-
P-APBD
: Rp. 526.225.000,-
Terealisasi
: Rp. 525.469.500,-
Tingkat Pencapaian : 99,86 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Rakor pelaksanaan Optimalisasi Patroli Wilayah Tramtibum di Jawa Timur,
Uang Sidang Rakor Pelaksanaan Optimalisasi Patroli Wilayah Tramtibum,
koordinasi tramtibum dengan Kab./Kota di Jawa Timur di Bakorwil
-27-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
madiun, dan Bakorwil Bojonegoro, Bakorwil Malang dan Bakorwil
-
Pamekasan;
Honorarium Tenaga Ahli/Narasumber dalam rangka Rakor Pelaksanaan
Optimalisasi Patroli Wilayah Tramtibum di Jawa Timur;
-
Belanja pendukung kegiatan antara lain ATK, Jasa Partisipasi kegiatan,
akomodasi konsumsi peserta dokumentasi dan publikasi, penggandaan,
mamin rapat kegiatan ;
-
Koordinasi dalam rangka Patroli Wilayah Tramtibum di Jawa Timur dan
luar Daerah, serta Bantuan Transport dan atau uang Saku;
14.
Program
: Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
Kegiatan
: Pengembangan SDM dan Performance PPNS se Jatim, sebesar
Rp. 100.000.000,-
APBD MURNI
: Rp. 100.000.000,-
P-APBD
: Rp. 93.200.000,-
Terealisasi
: Rp. 92.650.400,Tingkat Pencapaian : 99,41 %
-
Honorarium Kegiatan
-
Honorarium Tenaga Ahli/Narasumber dalam rangka Rakor Pelaksanaan
Peningngkatan SDM dan Performance PPNS Satpol PP se Jatim;
-
Belanja pendukung kegiatan antara lain ATK, Jasa Partisipasi kegiatan,
akomodasi konsumsi peserta dokumentasi dan publikasi, penggandaan,
mamin rapat kegiatan;
-
Belanja perjalanan Dinas Dalam dan Luar ;
15. Program
Kegiatan
: Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
: Penegakan Peraturan Daerah, sebesar Rp. 1.036.125.000,-
APBD MURNI
: Rp. 1.036.125.000,-
P-APBD
: Rp. 1.081.125.000,-
Terealisasi
: Rp. 1.078.374.500,-
Tingkat Pencapaian
: 99,75 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honor Pelaksana kegiatan dalam rangka Rakor Penegakan Perda di Jawa
Timur, Uang Sidang Rakor Penegakan Perda, Uang Sidang Evaluasi dan
Kinerja Tim Pembina PPNS Satpol. PP Prov. Jatim, Uang Sidang ;
-
Belanja pendukung kegiatan pelatihan antara lain ATK, Foto dan Cetak,
Perekaman VCD, spanduk dan fotocopy, insentif, instruktur dan akomodasi
dan konsumsi peserta;
-
Koordinasi dalam dan Luar dalam rangka sinkronisasi Penegakan Perda;
-
Bantuan transport dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi kegiatan
Penegakan Peraturan Daerah
-28-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
16. Program : Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
Kegiatan : Penyuluhan, Sosialisasi dan Advokasi Perda serta Keputusan
Kepala Daerah, sebesar Rp. 148.725.000,APBD MURNI
: Rp. 148.725.000,-
P-APBD
: Rp. 129.675.000,-
Terealisasi
: Rp. 126.638.500,-
Tingkat Pencapaian : 97,66 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium Pelaksana kegiatan untuk pengarah panitia rapat dan uang
sidang dalam rangka rapat penyuluhan / Sosialisasi Penyelenggaraan
tramtibum dan penegakan perda serta keputusan kepala daerah dalam
rangka mendukung pelayanan publik;
-
Honor Tenaga ahli/ Nara Sumber dalam Rangka Penyuluhan, Sosialisasi
dan Advokasi Perda;
-
Belanja pendukung kegiatan rapat dan pelatihan ATK, Belanja tranportasi,
Akomodasi dan Konsumsi, peliputan media cetak, penggandaan, pakaian
dinas;
-
Belanja perjalanan Dinas Dalam dan Luar dalam rangka Penyuluhan,
Sosialisasi dan Advokasi Perda di Kabupaten/ Kota;
-
Bantuan transport panitia dan peserta 160, 3 kali kegiatan orang dalam
rangka pengembangan kemampuan aparat Satpol. PP dengan POLRI.
17. Program
: Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga Ketertiban
dan Keamanan
Kegiatan
: Pemberdayaan
Masyarakat
dalam
Pengamanan
Swakarsa
(Community Policing) , sebesar Rp. 298.000.000,APBD MURNI
: Rp. 298.000.000,-
P-APBD
: Rp. 298.000.000,-
Terealisasi
: Rp. 295.086.180,-
Tingkat Pencapaian : 99,02 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium Pelaksana kegiatan untuk panitia dan pengarah dalam rangka
bimbingan teknis pemberdayaan Aparat Linmas dan masyarakat dalam
rangka pengamanan swakarsa (Community Policing) yang berbasis
masyarakat, serta honorarium tenaga ahli/Instruktur dan narasumber
-
Rapat bimbingan teknis pemberdayaan Aparat Linmas dan masyarakat
dalam rangka pengamanan swakarsa (Community Policing) yang berbasis
masyarakat sejumlah 120 orang
-29-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
-
Belanja pendukung kegiatan Bimbingan Teknis antara lain ATK, belanja
partisipasi kegiatan, akomodasi konsumsi
panitia dan peserta jasa
dokumentasi.
-
Belanja perjalanan Dinas dalam dan luar untuk koordinasi serta bantuan
transport.
18. Program :
Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga Ketertiban
dan Keamanan
Kegiatan
: Pelatihan dan Koordinasi Potensi Anggota Linmas dalam rangka
Penanganan Bencana, sebesar Rp. 452.000.000,-
APBD MURNI
: Rp. 452.000.000,-
P-APBD
: Rp. 452.000.000,-
Terealisasi
: Rp. 451.010.543,-
Tingkat Pencapaian : 99,78 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium pelaksana kegiatan pelatihan potensi Anggota Linmas dalam
rangka Penanganan Bencana di Jawa Timur untuk Pengarah dan panitia,
serta Honorarium tenaga ahli/instruktur dan narasumber..
-
Belanja pendukung kegiatan pelatihan potensi anggota Linmas dalam
rangka penanganan bencana di Jawa Timur antara lain ATK, Jasa
Partisipasi kegiatan sebanyak 120 orang 2 kali kegiatan, belanja
transportasi akomodasi dan konsumsi, Jasa Dokumentasi dan Publikasi,
Belanja kaos dan topi.
-
Perjalanan Dinas untuk pelatihan dan koordinasi serta bantuan transport
dan atau uang saku.
19. Program
: Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga Ketertiban
dan Keamanan
Kegiatan
: Pembekalan
Ketrampilan
anggota
Satpol.
PP
dalam
Penanggulangan Bencana, sebesar Rp. 75.000.000,APBD MURNI
: Rp. 75.000.000,-
P-APBD
: Rp. 58.050.000,-
Terealisasi
: Rp. 57.521.500
Tingkat Pencapaian : 99,09 %
-
Honorarium pelaksana pembekalan Anggota Satpol PP dalam rangka
Penanggulangan Bencana di Jawa Timur untuk Pengarah dan panitia,
serta Honorarium tenaga ahli/instruktur dan narasumber;
-
Belanja pendukung kegiatan Pembekalan Anggota Satpol PP di Jawa
Timur dalam rangka penanganan bencana di Jawa Timur antara lain ATK,
Jasa Partisipasi kegiatan sebanyak 120 orang 2 kali kegiatan, belanja
-30-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
transportasi akomodasi dan konsumsi, Jasa Dokumentasi dan Publikasi,
Belanja kaos dan topi.
-
Pelatihan evakuasi korban bencana Banjir, pertolongan pertama korban
banjir, penanganan korban bencana banjir
-
Perjalanan Dinas untuk pelatihan dan koordinasi serta bantuan transport
dan atau uang saku.
20. Program
Kegiatan
: Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
: Peningkatan
Kinerja
Program
Satpol.
PP,
sebesar
Rp.
500.000.000,APBD MURNI
: Rp. 500.000.000,-
P-APBD
: Rp. 500.000.000,-
Terealisasi
: Rp. 469.290.000,-
Tingkat Pencapaian : 93,86 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-
Honorarium pelaksana kegiatan rapat Sistem InformasI Manajemen (SIM)
Satpol. PP dan realisasi program kerja MPU untuk penanggung jawab,
panitia, dan uang sidang.
-
Honorarium Tenaga Ahli/ Instruktur/narasumber dalam rangka Rapat
Sistem Informasi Manajemen (SIM) Satpol. PP.
-
Belanja pendukung kegiatan antara lain ATK, belanja partisipasi kegiatan
peserta 2 kali rapat 100 orang, akomodasi dan konsumsi panitia dan
peserta, spanduk, fotocopy bahan dan materi rapat, dan mamin rapat.
-
Perjalanan Dinas dalam rangka koordinasi peningkatan Kinerja Program
Satpol. PP, dan Luar Daerah dalam rangka kunjungan Kerja dan
koordinasi dan rapat MPU, serta bantuan trnasport dan uang saku untuk
peningkatan kinerja program Satpol. PP.
-
Belanja Modal untuk pembelian Printer, Note Book dan Kamera.
21. Program
Kegiatan
: Program Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
: Pengelolaan Administrasi dan Manajemen PPNS, sebesar
Rp.125.836.000,-
APBD MURNI
: Rp. 125.836.000,-
P-APBD
: Rp. 99.886.000,-
Terealisasi
: Rp. 97.698.450,-
Tingkat Pencapaian : 97,81 %
Digunakan untuk kegiatan / pembiayaan :
-31-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
-
Honorarium
pelaksana
kegiatan
rapat
koordinasi
optimalisasi
pelaksanaan penyidikan perda untuk penanggung jawab, panitia, dan
uang sidang.
-
Honorarium Tenaga Ahli/ Instruktur/narasumber dalam rangka rapat
koordinasi optimalisasi pelaksanaan penyidikan perda.
-
Belanja pendukung kegiatan antara lain ATK, belanja partisipasi kegiatan
peserta 1 kali rapat 60 orang, akomodasi dan konsumsi panitia dan
peserta, spanduk, fotocopy bahan dan materi rapat, bantran panitia
dalam kota, uang saku dalam dan luar provinsi, perjalanan dinas dalam
dan luar daerah dan mamin rapat.
-32-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Satuan Polisi Pamong Praja
Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 - 2013
Anggaran Pada Tahun ke
Uraian/ Kegiatan
(1)
Realisasi Anggaran pada Tahun ke
2009
2010
2011
2012
2013
2009
2010
2011
2012
2013
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
Peningkatan Pelayanan Administrasi
Perkantoran
-
-
-
-
3.239.335.500
-
-
-
-
3.200.960.187
Penyediaan alat tulis kantor
199.943.500
218.375.000
221.266.000
278.679.000
-
191.943.495
201.856.400
205.569.250
264.593.430
-
Penyediaan makanan dan minuman
368.860.000
464.224.000
469.152,000
658.197.000
-
337.327.320
459.607.170
461.862.346
645.934.650
-
Pengadaan Pakaian Dinas beserta
kelengkapannya
362.578.850
645.870.000
582.141.000
-
-
346.339.905
640.424.420
570.625.510
648.944.260
-
Peningkatan pembangunan system
pelaporan capaian kinerja dan keuangan
-
-
-
2.431.500.000
753.725.000
-
-
-
2.341.434.100
764.329.450
Penyusunan Database SKPD sebagai
Penunjang Pusat Data Prov.Jatim
-
50.000.000
25.000.000
168.920.000
81.510.000
-
49.150.000
-
133.088.231
58.794.875
Peningkatan sarana dan prasarana
aparatur/operasional
1.308,927.000
-
250.000.000
-
594.345.000
1,221,021,450
-
219,172,800
Peningkatan Disiplin Aparatur
-
-
-
-
291.832.500
-
-
-
-
285.992.890
Peningkatan kualitas Pelayanan Publik
2.785.680.200
5.116.116.000
7.157.652.000
4.544.816.000
2.536.652.000
2.076.238.820
4.699.354.277
6.523.053.812
4.375.066.443
2.445.009.925
Penjagaan Tempat - Tempat Penting dan
Pengamanan Asset milik Pemerintah Propinsi
Jawa Timur
275.000.000
-
602.400.000
224.400.000
-
262.572.550
-
583.710.000
224.340.000
-
Pengamanan, pengawalan pimpinan daerah
serta orang-orang penting
173.750.000
-
241.800.000
194.800.000
213.250.000
170.350.00
-
241.700.000
194.500.000
213.156.700
Pelaksanaan Out Bound Training Satpol PP
Jawa Timur
200.000.000
-
-
-
-
198.279.330
-
-
-
-
Pelatihan kesemaptaan anggota Satpol PP se
Jatim
450.000.000
-
150.000.000
200.000.000
150.000.000
442.446.650
-
149.374.760
195.359.600
142.399.900
-33-
563.445.300
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Pengamanan unjuk rasa dan kerusuhan
massa
140.000.000
-
100.000.000
109.500.000
111.850.000
97.800.000
-
99.700.000
109.300.000
111.825.000
Operasional Penertiban Trantibum
300.000.000
-
-
-
-
285.812.900
-
-
-
-
Pemantauan/Monitoring dan Deteksi Dini
Daerah Rawan Bencana
100.000.000
-
-
-
-
86.112.400
-
-
-
-
Pengendalian penanggulangan Bencana di
Jawa Timur
236.312.500
-
-
-
-
197.879.600
-
-
-
-
-
-
400.000.000
-
-
-
398.333.700
-
76,100,00
68.400.000
568.325.300
Jambore satpol pp kab/kota se jatim dan
badan/dinas di lingkungan pemprov jatim
Pengamanan pemilu kepala daerah
719.000.000
-
77,000,000
68.500.000
170.828.000
520.685.202
-
Gladi Lapang Penanggulangan Bencana
167.460.000
-
-
-
-
150.717.700
-
-
Kesiapsiagaan Anggota Linmas dalam PAM di
TPS
1.007.140.000
-
-
-
-
932.162.560
-
-
-
300.000.000
245.500.000
-
-
-
Peningkatan Kapasitas aparat dalam rangka
sistramtibmas swakarsa
296.532.000
239.867.000
-
Operasional Satkorlak PBP
1.000.000.000
-
-
-
-
385.855.515
-
-
Pemantauan Pengendalaian Evaluasi
Kegiatan Polisi Pamong Praja
211.500.000
-
-
-
-
209.814.150
-
-
Operasional patroli wilayah trantibum
100.000.000
-
269.130.000
204.100.000
526.225.000
99.949.200
-
267.509.000
202.770.000
525.469.500
Pengembangan SDM dan performance PPNS
se Jatim
-
-
150.000.000
-
100.000.000
-
-
148.654.500
-
92.650.400
Penegakan Peraturan daerah
650,000,000
-
393.870.000
-
1.036.125.000
-
-
386.614.000
-
1.078.374.500
Peningkatan Sarana prasarana Operasional
Satpol PP
-
-
250.000.000
-
-
-
-
219.172.800
-
-
Pengembangan kemampuan aparat Satpol
PP kerjasama dengan POLRI
100,000,000
150,000,000
200.000.000
84.275.000
-
98,307,790
135,694,800
198.212.750
83.443.000
-
Penyuluhan, sosialisasi dan advokasi Perda
serta Keputusan Kepala daerah dalam
150,000,000
-
200.000.000
215.800.000
148.725.000
146,977,620
-
199.388.400
214.245.800
126.638.500
-34-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
rangka mendukung pelayanan Publik
Peningkatan pengamanan Penanganan
HIV/AIDS
-
-
-
250.000.000
-
-
-
-
247.015.400
Peningkatan hubungan kerjasama dalam
rangka penyelenggaraan Tibum dan Tramas
-
-
-
245.500.000
167.161.000
-
-
-
239.867.000
166.211.450
Peningkatan Kemampuan Aparat Satpol PP
-
-
-
-
425.000.000
-
-
-
-
452.832.483
Pelaksanaan apel Gelar Pasukan Satpol PP
dalam rangka menciptakan kondisi jatim
yang aman, tentram dan kondusif
205,000,000
-
310.800.000
353.850.000
-
-
-
310.550.700
352.411.500
-
Pemberdayaan Masyarakat dalam
Pengamanan Swakarsa(Community Policing)
-
550.000.000
400.000.000
257.100.000
298.000.000
-
533.904.230
396.599.700
254.172.250
295.086.180
Pembinaan dan Pengembangan Korsik
Pemprov.Jatim
-
150.000.000
200.000.000
150.000.000
-
-
148.264.400
199.180.900
143.475.000
-
Pengembangan kemampuan aparat Satpol
PP kerjasama dengan POLRI
-
150.000.000
-
-
-
-
135.694.800
-
-
-
Rakernis dan Lokakarya Pol PP
165,000,000
150.000.000
150.000.000
5.500.000
-
163,857,375
147.447.175
148.766.500
5,500.000
-
Pelatihan dan koordinasi potensi anggota
linmas dalam rangka penanganan bencana
100,000,000
350.000.000
350.000.000
247.400.000
450.000.000
86,112,400
344.304.480
347.366.000
245.100.800
402.820.543
Peningkatan koordinasi Pemantauan dan
Evaluasi Program Kegiatan Satpol PP
-
200.000.000
200.000.000
233.500.000
-
-
196.972.350
198.126.100
231.595.150
-
Peningkatan Pengadaan Alat Peraga dan
Media Penyuluhan
-
250.000.000
-
-
-
-
249.628.200
-
-
-
Penyuluhan Analisa Data dan Informasi
Rencana Program dan Anggaran
-
150.000.000
-
-
-
-
149.871.550
-
-
-
Penyusunan Pelaporan, Publikasi Program
Kegiatan Tramtibum dalam Penegakan Perda
225.000.000
100.000.000
-
-
-
-
99.798.825
-
-
-
Pelaksanaan Apel Siaga Gelar Pasukan
Linmas dan Masyarakat
-
150.000.000
-
-
-
-
142.829.920
-
-
-
Pe,bekalan keterampilan anggota Satpol PP
dalam penanggulangan bencana
-
-
150.000.000
-
75.000.000
-
-
149.025.700
-
57.521.500
-35-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Peningkatan Penyusunan materi kebijakan
dan pelaporan
-
-
250.000.000
186.500.000
-
-
-
248.414.100
186.410.100
-
Peningkatan kinerja Lembaga Satpol PP
280,000,000
1.205.000.000
255.000.000
512.950.000
500.000.000
275,982,075
1.170.739.115
253.326.650
511.641.400
469.290.000
Peningkatan Profesionalisme Polisi Pamong
Praja
-
840.000.000
-
-
-
-
832.122.269
-
-
-
Peningkatan Upaya preventif terhadap
Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat
-
1.905.000.000
-
-
-
-
1.894.439.000
-
-
-
Pengelolaan administrasi dan manajemen
PPNS
-
-
-
-
125.836.000
-
-
-
-
97.698.450
-36-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Rasio Anggaran Satuan Polisi Pamong Praja
Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 - 2013
Rasio Anggaran pada Tahun ke
URAIAN/KEGIATAN
Rata-rata
2009
2010
2011
2012
2013
Anggaran
Realisasi
LANJUTAN
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
1.
Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran
-
-
-
-
98,82 %
3,239,335,500
3,200,960,187
2.
Penyediaan alat tulis kantor
95,92 %
92,44 %
96,67 %
94,95 %
-
918,263,500
863,968,580
3.
Penyediaan makanan dan minuman
08,05 %
99,01 %
98,45 %
98,14 %
-
1,960,433,000
1,904,731,486
4.
Pengadaan Pakaian Dinas beserta kelengkapannya
99,52 %
-
98,02 %
98,01 %
-
1,590,589,850
1,557,389,835
5.
Peningkatan pembangunan system pelaporan capaian
kinerja dan keuangan
-
-
-
96,03 %
101,41 %
3,185,225,000
3,105,763,550
6.
Penyusunan Database SKPD sebagai Penunjang Pusat
Data Prov.Jatim
-
98,30 %
98,00 %
79,79 %
72,13 %
325,430,000
265,533,106
7.
Peningkatan sarana dan prasarana aparatur/operasional
93,28%
99,85%
87,67 %
94,80 %
2,153,272,000
2,003,639,550
8,
Peningkatan Disiplin aparatur
-
-
-
-
98,00%
9.
Peningkatan kualitas pelayanan Publik
94,97 %
91,85 %
91,13 %
96,26 %
96,39 %
22,140,916,200
18,042,484,457
10.
Penjagaan Tempat - Tempat Penting dan Pengamanan
Asset milik Pemerintah Propinsi Jawa Timur
95,48 %
-
96,90 %
99,97%
99,96 %
1,101,800,000
1,070,622,550
11.
Pengamanan, pengawalan pimpinan daerah serta orangorang penting
98,04 %
-
96,96 %
98,85%
99,96%
823,600,000
819,706,700
12.
Pelaksanaan Out Bound Training Satpol PP Jawa Timur
99,14 %
-
-
-
-
200,000,000
198,279,330
13
Pelatihan kesemaptaan anggota Satpol PP se Jatim
98,32%
-
99,58%
97,68%
94,93%
950,000,000
929,580,910
14.
Pengendalian penanggulangan Bencana di Jawa Timur
83,74%
-
-
-
-
236,312,500
197,879,600
15.
Pengamanan Unjuk Rasa dan kerusuhan massa
69.86%
-
99.70%
99,82%
99.98%
461,350,000
418,625,000
-37-
291,832,500
285,992,890
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
16.
Jambore satpol pp kab/kota se jatim dan badan/dinas di
lingkungan pemprov jatim
17.
-
-
99,55%
-
-
400,000,000
398,333,700
Pengamanan pemilu kepala daerah
72,42%
-
98,84%
99,85%
332,69%
1,035,328,000
1,233,510,502
18.
Gladi Lapang Penanggulangan Bencana
90,00%
-
-
-
-
167,460,000
150,717,700
19.
Kesiapsiagaan Anggota Linmas dalam PAM di TPS
92,56%
-
-
-
-
1,007,140,000
932,162,560
20.
Peningkatan Kapasitas aparat dalam rangka
sistramtibmas swakarsa
-
-
98,84%
97,71%
-
545,500,000
536,399,000
21.
Operasional Satkorlak PBP
39,23%
-
-
-
-
1,000,000,000
385,855,515
22.
Pemantauan Pengendalaian Evaluasi Kegiatan Polisi
Pamong Praja
99,20%
-
-
-
-
211,500,000
209,814,150
23.
Operasional patroli wilayah trantibum
99,45%
-
99,40%
99,35%
99,86%
1,099,455,000
1,095,697,700
24.
Pengembangan SDM dan performance PPNS se Jatim
-
-
99,10%
-
92,65%
250,000,000
241,304,900
25.
Penegakan Peraturan daerah
75,27%
-
98,16%
99,51%
-
2,079,995,000
1,954,245,400
26
Peningkatan Sarana prasaran Operasional Satpol PP
-
-
250,000,000
219,172,800
27.
Pengembangan kemampuan aparat Satpol PP kerjasama
dengan POLRI
99,05 %
99,33%
99,11%
99,01%
-
534,275,000
515,658,340
28.
Penyuluhan, sosialisasi dan advokasi Perda serta
Keputusan Kepala daerah dalam rangka mendukung
pelayanan Publik
97,99%
-
99,69%
99,28%
85,15%
714,525,000
687,250,320
29.
Peningkatan pengamanan Penanganan HIV/AIDS
-
-
-
98,81%
-
250,000,000
247,015,400
30.
Peningkatan hubungan kerjasama dalam rangka
penyelenggaraan Tibum dan Tramas
-
-
-
99,43%
412,661,000
406,078,450
31.
Peningkatan Kemampuan Aparat Satpol PP
-
-
-
-
106,55%
425,000,000
452,832,483
32
Pelaksanaan apel Gelar Pasukan Satpol PP dalam rangka
menciptakan kondisi jatim yang aman, tentram dan
kondusif
99,75 %
-
99,92%
99,59%
-
869,650,000
33.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengamanan
-
97,07%
99,15%
98,86%
99,02%
1,505,100,000
-38-
867,535,200
1,479,762,360
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
Swakarsa(Community Policing)
-
98,84 %
99,58%
95,65%
-
500,000,000
490,920,300
Rakernis dan Lokakarya Pol PP
99,05%
98,30%
99,18%
-
-
470,500,000
465,571,050
36.
Pelatihan dan koordinasi potensi anggota linmas dalam
rangka penanganan bencana
86,11%
98,37%
99,25%
99,07%
89,12%
1,497,400,000
1,425,704,223
37.
Peningkatan koordinasi Pemantauan dan Evaluasi
Program Kegiatan Satpol PP
-
98,49%
99,06%
99,18%
-
633,500,000
626,693,600
38.
Peningkatan Pengadaan Alat Peraga dan Media
Penyuluhan
-
99,85%
-
-
-
250,000,000
249,628,200
39.
Penyusunan Analisa Data dan Informasi Rencana
Program dan Anggaran
-
99,91%
-
-
-
150,000,000
149,871.550
40.
Penyusunan Pelaporan, Publikasi Program Kegiatan
Tramtibum dalam Penegakan Perda
98,18%
99,80%
-
-
-
325,000,000
320,720,631
41.
Pelaksanaan Apel Siaga Gelar Pasukan Linmas dan
Masyarakat
-
99,35%
-
-
-
150,000,000
142,829,920
42.
Pembekalan keterampilan anggota Satpol PP dalam
penanggulangan bencana
-
99,75%
-
76,70%
225,000,000
206,547,200
43.
Peningkatan Penyusunan materi kebijakan dan
pelaporan
-
99,37
99,95
-
436,500,000
434,824,200
44.
Peningkatan kinerja Lembaga Satpol PP
2,752,950,000
2,680,983,140
45.
34.
Pembinaan dan Pengembangan Korsik Pemprov.Jatim
35.
98,57
97,16
00,34
99,74
93,86
Peningkatan Profesionalisme Polisi Pamong Praja
-
99,06
-
-
-
840,000,000
832,122,269
46.
Peningkatan Upaya preventif terhadap Gangguan
Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
-
99,45
-
-
-
1,905,000,000
1,894,439,000
47
Pengelolaan administrasi dan manajemen PPNS
-
-
-
-
77,64
125,836,000
97,698,450
-39-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Keberhasilan
masyarakat,
penyelenggaraan
penegakan
Peraturan
pembinaan
Daerah
dan
ketentraman,
perlindungan
ketertiban
masyarakat
merupakan tugas pokok dan fungsi dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa
Timur. Hal ini tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2
Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja.
Berdasarkan ketentuan peraturan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi
Jawa Timur mempunyai tugas untuk menyelenggarakan pembinaan ketentraman,
ketertiban, penegakan Peraturan Daerah dan Perlindungan Masyarakat.
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur dengan segala kapasitas
potensi sumber daya yang dimiliki dan perkembangan kompleksitas permasalahan
masyarakat berupaya untuk memberikan situasi yang aman, tentram dan kondusif
dengan mewujudkan peningkatan profesionalisme dan performance Polisi Pamong
Praja.
Intervensi
pemerintah
dalam
meminimalkan
permasalahan
kurang
mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga akan menimbulkan konflik
gangguan tibumtrammas dan pelanggaran aturan – aturan yang ditetapkan oleh
pemerintah, hal tersebut memaksa aparat pemerintah untuk bekerja lebih intensif
dalam pengawasan, pembinaan, penegakan dan pengaturan secara legal yaitu
dengan ditetapkannya undang – undang / Peraturan Daerah ( Perda ) sehingga
dapat menekan terjadinya konflik. Kondisi demikian akan menciptakan tatanan
masyarakat yang tertib, tentram dan teratur secara berkesinambungan.
4.2
Saran / Rekomendasi
Untuk lebih meningkatkan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja, maka
Kedepan akan semakin banyak aturan hukum yang dibuat untuk diberlakukan dan
ditaati yang memungkinkan semakin banyak kasus – kasus pelanggaran Perda.
Sedangkan sebagian masyarakat cenderung melanggar dan menyiasati hukum.
Dalam peningkatan kinerja dan profesionalisme anggota Satpol PP Provinsi Jawa
Timur akan dibekali pelatihan teknis dan non teknis guna mewujudkan SDM
aparatur yang handal, profesional dan menguasai teknologi informasi, adanya
kesepakatan atau MOU antar kabupaten / kota dengan propinsi untuk penanganan
bersama masalah tramtibum dan penegakan Perda sehingga terbentuk koordinasi
tata kerja yang harmonis antara Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur
-40-
LAKIP Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2013
dengan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah serta Satuan Polisi
Pamong Praja Provinsi Jawa Timur
dengan Satuan Polisi Pamong Praja
Kabupaten/ Kota akan terjalin hubungan yang harmonis antara Satuan Polisi
Pamong Praja dengan aparatur penegak hukum lainnya serta terevitalisasi peran
Satuan Polisi Pamong Praja menjadi fasilitator dan mitra masyarakat dalam
menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta terlibat secara
intensif dalam peran – peran yang sifatnya strategis dibidang pemeliharan
ketertiban dan ketentraman sehingga image masyarakat tentang Satuan Polisi
Pamong Praja sebagai tukang obrak dapat diminimalisir.
Demikian beberapa hal dapat disampaikan yang berkaitan dengan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dari Satuan Polisi Pamong Praja
Provinsi Jawa Timur tahun 2013 semoga dapat dijadikan pedoman dalam rangka
menyongsong Program Kegiatan tahun berikutnya serta mendapatkan dukungan,
atas kerjasama dan perhatiannya disampaikan terima kasih.
KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
PROVINSI JAWA TIMUR
SUGENG RIYONO
Pembina Utama Madya
Nip. 19580617 198003 1 016
-41-
Download