1 BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 State Of The Art Dengan adanya

advertisement
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1
State Of The Art
Dengan adanya state of the art atau penelitian sebelumnya yang relevan dapat
dijadikan sebagai dasar atau suatu acuan yang berupa teori-teori atau temuan-temuan
melalui hasil berbagai penelitian sebelumnya. Hal ini merupakan hal yang sangat
perlu dan dapat dijadikan sebagai data pendukung atau referensi bagi penelitian ini.
Salah satu data pendukung yang perlu dijadikan bagian tersendiri adalah penelitian
terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas dalam penelitian
ini. Dalam hal ini, fokus penelitian terdahulu yang dijadikan acuan adalah terkait
dengan masalah komunikasi diagonal untuk meningkatkan kinerja karyawan. Oleh
karena itu, untuk mendapatkan dasar referensi dan acuan maka pada penelitian ini
melakukan langkah kajian terhadap beberapa hasil penelitian sebelumnya yang dapat
berupa jurnal ataupun thesis yang terkait dan relevan dengan penelitian ini.
Dalam penelitian
ini memiliki lima state of the art atau penelitian
sebelumnya yang dijadikan sebagai bahan dasar acuan penelitian. Dari kelima
penelitian sebelumnya ini terdapat dua jurnal internasional dan juga terdapat tiga
jurnal atau thesis nasional. Dengan begitu maka dari masing-masing penelitian
sebelumnya inilah ditemukan adanya persamaan dan perbedaan antara penelitian ini
yang berjudul Implementasi Komunikais Diagonal Dalam Meningkatkan Kinerja
(studi kasus: Bengkel EUROSTARS auto Tanah Kusir ) dengan beberapa penelitian
sebelumnya yang telah ada.
Berikut adalah table yang berisikan beberapa penelitian terdahulu yang dapat
dijadikan sebagai salah satu bahan acuan dan referensi dalam penelitian ini:
9
10
Tabel 2.1 State of The Art
Judul Penelitian
Analisis
Komunikasi
Keorganisasian
Dalam
Meningkatkan
Kinerja Pada IT
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
Kharismas
Kualitatif
Jusuf
Komunikasi
HasilPenelitian
Untuk
komunikasi
dalam organisasi internal
ini
IT
menjadi Directorate
BINA
penting karena di NUSANTARA telah
dalamnya
akan berjalan
dengan
terjadi
cukup
baik
dan
Directorat E Bina
pertukaran
lancar.
Hal
ini
Nusantara
informasi
dan ditunjukkan dengan
membangun rasa penyebaran
toleransi
di informasi
melalui
antara
media internal IT
anggotanya.
Directorate
Dengan
BINA
adanya NUSANTARA,
komunikasi yang yaitu
baik,
melalui
suatu information
blast
organisasi dapat email, website portal
berjalan dengan IT
lancar
Directorate
dan ataupun
mencapai tujuan pengumuman resmi
organisasi. Akan yang dipublikasikan
tetapi,
jika melalui
kertas
di
sebaliknya dalam Majalah Dinding IT
suatu organisasi Directorate. Melalui
tersebut
kurang semua media yang
atau
tidak ada, seluruh aliran
memiliki
informasi atau berita
komunikasi
terkini
maka
akan mengalir
menghambat
kepada
kinerja
karyawan.
akan
sampai
seluruh
11
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
HasilPenelitian
organisasi
sendiri.
itu Arus aliran
Tujuan komunikasi internal
komunikasi
dalam
IT Directorate
proses BINA
organisasi yaitu NUSANTARA
dalam
rangka khususnya antara
membentuk
manajer dengan
pengertian
dan karyawan sudah
kinerja
berjalan dengan
anggotanya.
cukup baik dan
Jika
hal
ini lancar.
berjalan dengan
baik, maka akan
menciptakan
persepsi
yang
baik dari seluruh
karyawan.
Dengan
terciptanya suatu
persepsi
yang
baik dari seluruh
karyawan bukan
tidak
mungkin
akan
menciptakan
suasana
kerja
yang
kondusif,
yang
pada
akhirnya
dapat
meningkatkan
semangat kerja
12
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
HasilPenelitian
ANALISIS
Esa Savitria Kuantitatif
Menghindari
Penerapan
aliran
ALIRAN
Jannah
kesalahpahaman
komunikasi
KOMUNIKASI
dengan
tujuan organisasi
ORGANISASI
memperjelas
DALAM
dalam penulisan Communication
MENGOPTIMA
skripsi
LISASIKAN
membatasi ruang komunikasi
FUNGSI DIVISI
lingkup masalah bawah ke atas dan
PUBLIC
penelitian, maka komunikasi
RELATIONS DI
penulis membuat horizontal
GLOBALTV
batasan masalah dapat
divisi
oleh
Corporate
dan perlu
mencakup
dari
agar
penelitian, yaitu mengoptimalisasika
untuk
n
fungsi
divisi
menganalisis
public relations di
aliran
GlobalTV,
komunikasi
Departemen
yaitu
organisasi dalam Corporate Secretary
mengoptimalisas
dalam
membina
ikan fungsi divisi hubungan
dengan
public
internal
di
relations publik
GlobalTV. dalam satu kesatuan
Menganalisis
divisi
aliran
efisien.
yang
lebih
komunikasi
organisasi dalam
mengoptimalisas
ikan fungsi divisi
public
relations
di
ORGANIZATIO
Eva
NAL
Tariszka-
Kualitatif
Wakil dari teori Untuk
jumlah
organisasi sudah kesadaran
itu
dari
13
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
HasilPenelitian
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
INTERNAL
Semegine,
berurusan
sumber daya internal
COMMUNICAT
PhD
dengan
fitur
ION
AS
dari
sistem
dari komunikasi
tidak
A
pertanyaan
OF
komunikasi
berada di level yang
IMPROVING
organisasi.Namu
tentu
EFFICIENCY
n di sana belum membutuhkan
MEANS
ada
saja
perbedaan pengenalan
sangat
sistem
dari bagian lain organisasi
dari ( lembaga communicational
ukuran, struktur, .Fungsi dari sistem
bekerja berbagi, communicational
fungsi
efisien, secara garis besar
teori
dan sistematis untuk
kepemimpinan
memberikan
).Saat ini hal ini informasi
prasyarat
yang
memadai
terhadap
dan
staf terpadu
di
bahkan di posisi sebuah
dalam
organisasi
paling sederhana .Cara
untuk
tingkat
memiliki pelaksanaannya
tertentu tentu
saja
biaya
dari
untuk organisasi ,
keterampilan
tetapi
komunikasi.Hal
dikatakan
bahwa
dianggap informasi
juga
ini
sebagai
bahkan menjadi
lebih
penting dan
tak
perlu
komoditas
dengan
dengan
demikian informasi
manager.Organis
yang
asi
telah sumber
memerlukan
daya
mengakui bahwa communicational
dan
14
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
HasilPenelitian
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
tingkat
membawa
mereka
komunikasi
ke dalam rekening
dalam organisasi demikian
menentukan
efisiensi
juga
sumber daya untuk
dari tradisional .
organisasi.
PENGARUH
Lusiana
Kualitatif
Seorang
Public Secara keseluruhan
INTERNAL
Relations dalam dapat
PUBLIC
sebuah
bahwa
internal
RELATIONS
perusahaan harus public
relations
TERHADAP
dapat
EMPLOYEE
PT
SUMMARECON
AGUNG
dalam
PT.
menciptakan dan Summarecon Agung
ENGAGEMENT
PADA
disimpulkan
mempertahankan Tbk
dikatakan
hubungan
Kemudian
baik
TBK.
yang efektif.
dengan dapat di katakan hal
CABANG
publik
KELAPA
Tujuannya
GADING
adalah agar visi relations
dan
internal. yang selanjutrnya di
lakukan oleh public
misi
PT
dari Summarecon Agung
perusahaan dapat Tbk
adalah
tercapai dengan mempertahankan
baikdan dapat di kinerja agar pegawai
mengerti
oleh dapat mengerti dan
seluruh
pihak memahami maksud
internal
yang dan
terlibat.
tujuan
hasil
yang
inginkan.
PERAN
Harjanti
KOMUNIKASI
Widiastuti
Kualitatif
Peran
Pelaksanaan
Komunikasi
komunikasi
serta
di
15
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
HasilPenelitian
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
ORGANISASI
Organisasi
organisasi di Hotel
TERHADAP
Terhadap
Inna
SEMANGAT
Semangat Kerja Yogyakarta
KERJA
Karyawan
KARYAWAN
Hotel
DI
Garuda
komunikasi vertikal
INNA GARUDA
Yogyakarta”.
dan
YOGYAKARTA
Skripsi
HOTEL
Garuda
sendiri
Di dibagi menjadi dua
Inna dimensi
yaitu
horizontal,
jurusan komunikasi internal
Ilmu
vertikal
Komunikasi
komunikasi dari atas
fakultas
adalah
Ilmu kebawah dari bawah
Sosial dan Ilmu keatas
atau
Politik.
komunikasi
dari
Komunikasi
pimpinan
merupakan
bawahan dan dari
aktifitas
kepada
dasar bawahan
kepada
manusia. Dengan pimpinan
secara
berkomunikasi
manusia
timbal
balik
dapat way
(two
traffic
saling
communication).
berhubungan
Dalam
satu
komunikasi
samalain vertikal,
baik
pimpinan
dalam memberikan
kehidupan
instruksi, petunjuk,
sehari-hari,
informasi,
dan
berumah penjelasan
kepada
dalam
tangga, instansi, bawahannya.
masyarakat atau Kemudian
dimana
saja bawahannya
manusia berada. memberikan
Tidak
ada laporan,
saran,
16
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
manusia
tidak
HasilPenelitian
yang pengaduan,
dan
terlibat sebagainya
kepada
komunikasi.
pimpinan.
Pentingnya
Komunikasi
dua
komunikasi tidak arah secara timbal
terbatas
pada balik tersebut sangat
komunikasi
penting
dalam
personal
tetapi organisasi
karena
juga
dalam jika satu arah saja,
tataran
misalnya
dari
komunikasi
pimpinan
kepada
organisasi.
bawahanya
Dimana
saja,
dalam maka
komunikasi
organisasi
roda
organisasi
tidak
itu akan
berjalan
terdapat
dengan
komunikasi
Komunikasi vertikal
vertical,
yang lancar, terbuka
horisontal
baik.
serta dan saling mengisi
komunikasi
merupakan
sikap
lintas
saluran. pimpinan
Dengan
adanya demokratis.
komunikasi yang Pimpinan
baik,
yang
perlu
suatu mengetahui laporan,
organisasi dapat tanggapan atau saran
berjalan dengan para
karyawan
lancar
dan sehingga
satu
berhasil,
dan keputusan
atau
begitu
pula kebijaksanaan dapat
sebaliknya
jika diambil
komunikasi tidak rangka
dalam
mencapai
17
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
HasilPenelitian
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
berjalan dengan tujuan
yang
telah
baik maka akan ditetapkan.
Agar
mengalami
komunikasi berjalan
kemunduran
baik
bahkan
maka
kegagalan.
adanya media atau
Kurang
tidak
dan
lancar
diperlukan
atau sarana
sedangakan
adanya media
komunikasi
komunikasi
yang
terdapat
di
dalam organisasi Hotel Inna Garuda
dapat
adalah
mengakibatkan
telepon
ketidaklancaran
menghubungkan
kegiatan
jaringan
yang
di departemen
satu
dalam organisasi dengan departemen
itu
sendiri. yang
lain,
email,
Dengan
memo, handy talky,
demikian
Intern
komunikasi
Office
di Communications,
dalam organisasi madding,
kotak
mempunyai
saran
yang
peranan sentral.
disediakan
perusahhan
untuk
menampung keluhkesah mereka, serta
adanya
forum
–
forum khusus seperti
rapat dan pertemuan.
Pertemuan
media
adalah
komunikasi
secara langsung dan
18
Judul Penelitian
NamaPenulis
Metodelogi
Masalah
/Peneliti
Penelitian
Penelitian
HasilPenelitian
dapat
secara
dilakukan
formal
maupun informal.
2.2
Landasan konseptual
2.2.1 Komunikasi
Terdapat banyak definisi tentang komunikasi yang dirumuskan oleh para ahli,
dan masing-masing memiliki penekanan dan arti yang berbeda satu sama lain.
Menurut Gerald R. Miller (Rohim,2009:9) yang dimaksud dengan definisi
komunikasi adalah penyampaian pesan yang disengaja, dari sumber kepada penerima
dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku penerima.
Sedangkan pengertian lain mengenai komunikasi adalah penyampaian pesan
(message) dari sumber (komunikator) dengan menggunakan alat (media) tertentu
kepada penerima pesan (komunikan) (Effendy, 2011:9). Komunikasi akan
berlangsung dengan baik jika terdapat elemen-elemen yang mendukung proses
komunikasi, antara lain meliputi keberadan (Barata, 2004:55-56):
1. Pengirim (sender)
Penjelasan mengenai pengirim (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan
kepada pihak lainnya.
2. Penulisan dalam bentuk sandi (encoding)
Penjelasan mengenai Penulisan dalam bentuk sandi (encoding) adalah suatu
proses penyebaran dalam bentuk simbol atau sandi.
3. Pesan (message)
Penjelasan mengenai Pesan (message) adalah serangkaian simbol-simbol yang
disampaikan pengirim.
4. Media (channel)
Penjelasan mengenai Media (channel) adalah suatu alat bantu atau saluran untuk
menyampaikan pesan.
5. Penerima sandi (receiver)
Penjelasan mengenai Penerima sandi (receiver) yaitu adalah pihak yang
menerima pesan dari pengirim pesan.
19
6. Pembacaan sandi (decoding)
Penjelasan mengenai Pembancaan sandi (decoding) adalah suatu proses
menterjemahkan simbol-simbol oleh pihak penerima pesan.
7. Tanggapan (response)
Penjelasan mengenai Tanggapan (response) adalah serangkaian reaksi dari pihak
penerima atas pesan-pesan yang disampaikan kepadanya.
8. Umpan balik (feedback)
Penjelasan mengenai umpan balik (feedback) adalah respon penerima yang
disampaikan kepada pengirim pesan.
Berdasarkan dari beberapa definisi-definisi di atas mengenai komunikasi,
maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa, yang dimaksud dengan komunikasi
adalah penyampaian pesan yang disengaja, dari sumber dengan menggunakan alat
kepada penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku penerima.
Komunikasi dapat berjalan dengan baik jika terdapat beberapa elemenelemen yang mendukung terjadinya proses komunikasi seperti pengirim yaitu pihak
yang mengirimkan pesan kepada pihak lainnya., penulisan dalam bentuk sandi yaitu
suatu proses penyebaran dalam bentuk simbol atau sandi, pesan yaitu serangkaian
simbol-simbol yang disampaikan pengirim, media yaitu suatu alat bantu atau saluran
untuk menyampaikan pesan, penerima sandi yaitu pihak yang menerima pesan dari
pengirim pesan, pembacaan sandi yaitu suatu proses menterjemahkan simbol-simbol
oleh pihak penerima pesan, tanggapan yaitu serangkaian reaksi dari pihak penerima
atas pesan-pesan yang disampaikan kepadanya, dan juga umpan balik yaitu respon
penerima yang disampaikan kepada pengirim pesan.
2.2.2
Konteks Komunikasi
Komunikasi tidak berlangsung dalam suatu ruang hampa-sosial, melainkan
dalam suatu konteks,yang terdiri dari aspek bersifat fisik, aspek psikologis, aspek
sosial,
dan aspek waktu (Syaiful, 2009:17). Indikator paling umum untuk
mengklasifikasikan komunikasi berdasarkan konteksnya atau tingkatnya adalah
jumlah peserta yang terlibat dalam komunikasi. Salah satu konteks komunikasi yaitu
komunikasi organisasi. Yang dimaksud dengan komunikasi organisasi merupakan
satu kumpulan atau sistem individualyang melalui satu hierarki jenjang dan
pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari batasan tersebut
dapat digambarkan, bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan adanya suatu
20
jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan adana suatu jenjang
jabatanataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi
tersebut memiliki perbedaan posisi yang sangat jelas, seperti pimpinam staf pimpinan
dan karyawan.
Di samping itu, dalam organisasi juga mensyaratkan adanya pembagian kerja,
dalam arti setiap orang sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki
satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmya. Dengan adanya penjelasan
diatas secara sederhana komunikasi organisasi adalah komunikasi antarmanusia yang
terjadi dalam konteks organisasi. Dalam penelitian ini akan mengkaji lebih dalam
mengenai komunikasi organisasi yang terdapat pada bengkel EUROSTARS auto.
2.2.2.1 Komunikasi Organisasi
Pengertian dari komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan
berbagai pesan organisasi di dalam kelompok di dalam kelompok formal maupun
informal dari suatu organisasi. Komunikasi organisasi dapat bersifat formal dan
informal. Komunikasi formal mengacu pada komunikasi yang berlangsung dalam
aturan-aturan kerja organisasi yang ditetapkan. Sebagai contoh, ketika seorang
manajer meminta karyawanya untuk menyelesaikan sebuah tugas, itu adalah
komunikasi formal, sama seperti karyawan yang mengomunikasikan masalah kepada
manajernya.
Komunikasi informal adalah komunikasi organisasi yang tidak didefinisikan
dalam hierarki struktur. Ketika karyawan saling berbincang di ruang makan, saat
bertemu di lorong, atau saat mereka sedang berolahraga menggunakan fasilitas
kesehatan perusahaaan, itu adalah komunikasi informal. Para karyawan membentuk
perdahabatan dan saling berkomunikasi. Sistem komunikasi informal memenuhi dua
tujuan dalam organisasi (1) memungkinkan karyawan untuk memenuhi kebutuhan
merekan akan interaksi sosial, dan (2) meningkatkan kinerja organisasi dengan
menciptakan saluran komunikasi alternatif, yang sering kali lebih cepat dan lebih
efisien (Stephen, 2010:8)
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan
penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu
organisasi tertentu (Wayne, 2010:31). Definisi komunikasi organisasi dari dua
perspektif yang berbeda. Pertama, persfektif tradisional (fungsional dan objektif),
mendefinisikan komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di
21
antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu.
Kedua, perspektif interpretif (subjektif) memakai komunikasi organisasi sebagai
proses penciptaan makna atas interaksi yang merupakan organisasi. (Syaiful, 2009:
110). Maka dapat diketahui bahwa organisasi merupakan sekumpulan orang
terstruktur dalam organisasi yang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang
sama.
Dari beberapa definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi
organisasi adalah beberapa pertukaran pesan dalam sekumpulan orang terstruktur
yang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang sama baik kelompok formal
maupun informal. Keterkaitan komunikasi organisasi dengan penelitian adalah
bengkel EUROSTARS auto perlu menjaga
alur komunikasi yang baik dengan
karyawannya.
2.3
Alur Komunikasi
Alur yang terdapat dalam komunikasi salah satunya yaitu komunikasi
diagonal. Yang dimaksud dengan komunikasi diagonal adalah komunikasi yang
melintasi wilayah kerja dan tingkatan organisasi. Ketika seorang tukang cat meminta
bahan cat yang kehabisan bisa minta langsung kepada kepala bengkel tanpa melalui
wakil kepala bengkel itu adalah komunikasi diagonal. Komunikasi diagonal dapat
bermanfaat karena efisiensi dan kecepatan. Namun, komunikasi diagonal berpotensi
untuk menciptakan masalah jika para bawahan tidak memberikan informasi kepada
para atasanya. Dengan artian lain komuniksi diagonal, adalah komunikasi yang
melintasi wilayah kerja dan tingkatan organisasi. Pada penelitian ini akan lebih fokus
kepada komuniksasi diagonal yang terbangun sebagai aliran komunikasi di bengkel
EUROSTARS auto.
2.3.1
Komunikasi Diagonal
Komunikasi diagonal (diagonal communications) melibatkan komunikasi
antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya adalah komunikasi
formal antara manajer pemasaran dengan bagian pabrik, antara manajer produksi
dengan bagian promosi, antara manajer produksi dengan bagian akuntansi, dan
antara manajer keuangan dengan bagian penelitian (Purwanto, 2011: 53)
22
Manajer Umum
Manajer
Pemasaran
Bagian
Penjualan
Bagian
Promosi
Manajer
Produksi
Bagian
Pabrik
Manajer
Keuangan
Bagian
Penelitian
Bagian
Akuntansi
Bagian
Keuangan
Karyawan
Gambar 2.2 Komunikasi Diagonal
Sumber: (Purwanto, 2011: 53)
Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung
dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda (Purwanto, 2011: 53).
Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain. Fungsi
komunikasi digonal oleh dua pihak yang mempunyai level yang berbeda tetapi tidak
mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.
Berdasarkan pada penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud dengan komunikasi diagonal adalah suatu komunikasi yang terjadi dan
melibatkan antara dua tingkat atau level komunikasi yang berbeda, dalam arti lain
maka komunikasi yang terjalin tidak berada pada jalur yang tidak sesuai dengan
struktur yang ada.
2.4
Kinerja
Berikut ini pengertian kinerja keryawan yang memiliki arti yang berbeda
menurut para ahli. Salah satu pengertian mengenai kinerja menurut Wibowo (2007:7)
yaitu yang dimaksud dengan kinerja merupakan kata berasal dari pengertian
performance. Adapula yang memberikan pengertian perfomance sebagai hasil kerja
atau prestasi kerja. Namun, sebaernarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas,
bukan hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses proses pekerjaan
berlangsung.
23
Mathis dan Jackson (2006:378) berpendapat bahwa yang dimaksdu dengan
pengertian kinerja (performance) pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak
dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan yang umum untuk kebanyakan
pekerjaan meliputi elemen yaitu kuantitas dari hasil, kualitas dari hasil, ketepatan
waktu dari hasil, kehadiran dan kemampuan bekerja sama.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah perilaku yang ditunjukan
sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam
perusahaan.
Sehingga berdasarkan beberapa penjelasan menurut ahli mengenai kinerja
maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa pengertian kinerja merupakan suatu hasil
kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu orgnaisasi,
sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka
mencapai tujuan organisasi, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan
etika.
Kinerja merupakan suatu gambaran mengenai tingkatan pencapaian
pelaksaan suatu kegiatan atau program dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan, misi, visi serta organisasi. Pada dasarnya pengertian kinerja berkaitan dengan
tanggung jawab individu atau organisasi dalam menjalankan apa yang menjadi
wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
2.5
Kerangka Konsep
Komunikasi
Konteks
Komunikasi
Komunikasi
organisasi
Komunikasi
Diagonal
Kinerja
Gambar 2.3 Kerangka Konsep
(Sumber: berdasarkan hasil penelitian ini)
24
Download